Faletehan Health Journal
Not a member yet
    273 research outputs found

    Perbandingan Metode Kolostrum dan Metode Terbuka Terhadap Lama Pelepasan Tali Pusat pada Bayi Baru Lahir

    Get PDF
    Umbilical cord care is the treatment and binding of the umbilical cord which causes the last physical separation between the mother of the baby, then the umbilical cord is treated in a sterile, clean, dry and protected from umbilical cord infection. The umbilical cord treatment method effectively speeds up the release of the umbilical cord and reduces the incidence of infection. This study aims to compare the length of umbilical cord release with the colostrum method and the open method in the process of releasing newborn umbilical cord. This type of research uses the experiment of static group comparism. The sample of this study was 30 newborns divided into 2 groups, 15 respondents in the intervention group and 15 respondents in the control group. The results showed that the timing of umbilical cord separation with the colostrum method was <5 days (fast category) and none had >7 days (slow category). Meanwhile, the timing of umbilical cord separation with the open method was <5 days (fast category) and the cord was fallen off >7 days (slow category). The statistical test results show that the length of the umbilical cord release for newborns with the colostrum method is about 4 days 9 hours faster than the open method with the results of the statistical test (ρ = 0.022). Health workers need to get information about cord care with the colostrum method so that it can be applied to newborns.      Perawatan tali pusat adalah pengobatan dan pengikatan tali pusat yang menyebabkan pemisahan fisik terakhir antara ibu bayi, kemudian tali pusat dirawat dalam keadaan steril, bersih, kering, puput dan terhindar dari infeksi tali pusat. Metode perawatan tali pusat yang efektif mempercepat pelepasan tali pusat dan mengurangi kejadian infeksi. Penelitian ini bertujuan  untuk membandingkan lama pelepasan tali pusat dengan metode kolostrum dan metode terbuka dalam proses pelepasan tali pusat bayi baru lahir. Jenis penelitian  menggunakan experiment static group comparism. Sampel penelitian ini adalah bayi baru lahir sebanyak 30 responden dibagi menjadi 2 kelompok, 15 responden kelompok intervensi dan 15 responden kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama pelepasan tali pusat dengan metode kolostrum adalah <5 hari (kategori cepat) dan tidak ada yang >7 hari (kategori lambat). Sedangkan lama pelepasan tali pusat dengan metode terbuka tali pusat lepas <5 hari (kategori cepat) dan tali pusat lepas >7 hari (kategori lambat). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa lama pelepasan tali pusat bayi baru lahir dengan metode kolostrum sekitar 4 hari 9 jam lebih cepat dibandingkan metode terbuka dengan hasil uji statistik ( . Petugas kesehatan perlu mendapatkan informasi tentang perawatan tali pusat dengan metode kolostrum sehingga dapat diterapkan pada bayi baru lahir.       &nbsp

    Pengaruh Motivasi Terhadap Pemberian Susu Formula Pada Bayi Berat Lahir Rendah

    Get PDF
    Exclusive breastfeeding is breastfeeding only including colostrum without any additional. Exclusive breastfeeding for 6 months is a health intervention that has positive impact on reducing IMR. The purpose this study was to determine the effect of knowledge, social support, attitudes and motivation of mothers on formula feeding in Low Birth Weight. This research uses quantitative methods with cross sectional design. The respondents are mothers who have LBW and give formula milk in the working area of ​​Karangpawitan Puskesmas with a total sampling technique of 80 people, collecting data using questionnaires. Analysis technique uses Structural Equation Modeling. The results showed motivation had a significant effect with direct (40.10%) and indirect (0.27%). It was concluded that motivation very influential on formula feeding at LBW. To increase motivation, collaboration between wife, husbands and health workers requires positive stimulation about breast milk so that milk production isn’t hampered and counseling about breast milk.ASI Eksklusif merupakan pemberian air susu ibu (ASI) saja termasuk kolostrum tanpa tambahan apapun. Pemberian ASI secara eksklusif selama 6 bulan merupakan intervensi kesehatan yang berdampak positif untuk menurunkan AKB. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pengetahuan, dukungan sosial, sikap dan motivasi ibu terhadap pemberian susu formula pada Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Respondennya adalah ibu yang memiliki BBLR dan memberikan susu formula di Wilayah Kerja Puskesmas Karangpawitan dengan teknik total sampling sebanyak 80 orang, pengumpulan data menggunakan kuisioner. Teknik analisis menggunakan metode Structural Equation Modelling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan motivasi memiliki pengaruh signifikan dengan pengaruh langsung (40,10%) dan tidak langsung (0,27%). Maka disimpulkan bahwa motivasi sangat berpengaruh terhadap pemberian susu formula pada BBLR. Untuk peningkatan motivasi perlu kerjasama antara ibu, suami dan petugas kesehatan dengan memberikan stimulasi positif tentang ASI agar produksi ASI tidak terhambat serta melakukan penyuluhan tentang ASI

    Kepemilikan Jamban Di Kelurahan Kalanganyar Wilayah Kerja Puskesmas Pancur Tahun 2018

    No full text
    Jamban merupakan salah satu fasilitas sanitasi dasar yang dibutuhkan dalam setiap rumah untuk mendukung kesehatan penghuninya sebagai fasilitas pembuang kotoran manusia. Berdasarkan data dari Puskesmas Pancur sebanyak 367 KK yang memiliki jamban dari total 906 KK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepemilikan jamban di Kelurahan Kalanganyar Wilayah Kerja Puskesmas Pancur Tahun 2018. Desain penelitian bersifat cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh Kepala Keluarga/ibu rumah tangga di Kelurahan Kalanganyar dengan jumlah sampel 100 orang yang diambil dengan metode simple random sampling. Hasil penelitian menyatakan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kebiasaan BAB dan pendapatan dengan kepemilikan jamban (p=0,000), tidak ada hubungan antara pendidikan dan peran petugas kesehatan dengan kepemilikan jamban. Saran untuk penelitian ini adalah perlunya peningkatan kerjasama antar lintas sektor dengan instansi terkait untuk meningkatkan kepemilikan jamban

    Gambaran Perilaku Lansia Pada Masa Menopause di Posyandu Lansia Desa Tambak Baru Ilir Martapura

    No full text
    Elderly is a natural decline in the ability of organs, functions and systems of the body. The aging process appears at the age of 45 years and causes problems at the age of 60 years. For women to grow old, it becomes a frightening specter. This concern begins with the thought that he will be sick and not beautiful anymore. The type of research used is qualitative, namely research that produces descriptive data in the form of written or oral words from people and behavior that is observed and directed at the background and the individual as a whole. The sampling technique used is purposive sampling, namely the technique of determining the sample to find data or information according to the criteria and objectives of the researcher. Research subjects 4 of 27 elderly women, all had experienced menopause and had husbands. Research subjects aged 56 - 63 years, living with their husbands and children and grandchildren. The level of knowledge of the elderly about menopause and reproductive health is still quite good, although most do not know the signs of symptoms and changes that occur at menopause because they feel it is natural. The attitude of the elderly at menopause almost all feel ready to face and accept, because they think it\u27s normal. They only pay less attention to how to maintain reproductive health at menopause. The practice of the elderly during menopause is quite active routinely visiting the Posyandu every month, and says that they rarely have sexual relations.Lansia merupakan masa penurunan kemampuan organ, fungsi dan sistem tubuh secara alamiah. Proses menua tampak sejak usia 45 tahun dan menimbulkan permasalahan pada umur 60 tahun. Bagi wanita menjadi tua menjadi momok yang menakutkan. Kekhawatiran ini berawal dari pemikiran bahwa dia akan sakit dan tidak cantik lagi. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif yaitu penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati dan diarahkan pada latar dan individu tersebut secara utuh. Teknik sampling yang digunakan adalah pusposive sampling yaitu teknik penentuan sampel untuk mencari data atau informasi sesuai kriteria dan tujuan peneliti. Subjek penelitian 4 dari 27 lansia wanita, semua sudah mengalami menopause dan mempunyai suami. Subjek penelitian berumur 56 - 63 tahun, tinggal dengan suami beserta anak dan cucu. Tingkat pengetahuan lansia tentang menopause dan kesehatan reproduksinya masih cukup baik meskipun sebagian besar tidak mengetahui tanda gejala dan perubahan yang terjadi saat menopause karena merasa itu merupakan alamiah. Sikap lansia saat menopause hampir semua merasa siap menghadapi dan menerima, karena menganggap hal normal. Mereka hanya kurang memperhatikan cara menjaga kesehatan reproduksi saat menopause. Praktik lansia pada masa menopause cukup aktif rutin mengunjungi Posyandu setiap bulan, dan mengatakan jarang melakukan hubungan seksual

    Determinan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Pada Siswa Sekolah Dasar Negeri

    Get PDF
    Clean Life And Healthy Behavior (CLHB) in schools is an effort to empower students, teachers, and community in the school environment to know, want and be able to help themselves in the field of health by implementing CLHB and play an active role in realizing healthy schools. The purpose of this research was to know the determinant to CLHB in elementary school students in Deringo Village Citangkil District Cilegon City Year 2019. Research design is cross sectional. The sample of this research is 107 students of grade 5, where taken using total sampling method. Primary data collection using questionnaires. Secondary data obtained from Citangkil Puskesmas and school. Based on research results obtained as much as 49.5% of students who perform CLHB less, 36, 4% have poor knowledge, 44.9% have a negative attitude, 42, 1% of students said that the teacher support were less and 43, 9% parents support were less. The results of analysis showed that there was a significant relationship between attitudes (pv=0.009), the teachers support (pv = 0,000) and the parents support (pv=0,000) with CLHB in elementary school students. Suggestions from this research are expected that the school can maximize the function of UKS and provide facilities and infrastructures that support CLHB of students.Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di sekolah adalah upaya untuk memberdayakan siswa, guru, dan masyarakat lingkungan sekolah agar tahu, mau dan mampu menolong diri sendiri di bidang kesehatan dengan menerapkan PHBS dan berperan aktif dalam mewujudkan sekolah sehat. Tujuan pada penelitian ini untuk mengetahui determinan PHBS pada siswa SDN di Kelurahan Deringo Kecamatan Citangkil Kota Cilegon Tahun 2019. Desain penelitian bersifat cross sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 107 siswa kelas 5, yang diambil menggunakan metode total sampling. Pengumpulan data primer menggunakan kuesioner, sedangkan data sekunder didapat dari Puskesmas Citangkil dan sekolah. Berdasarkan hasil penelitian diketahui sebanyak 49,5% siswa mempunyai PHBS kurang baik, 36,4% pengetahuan kurang baik, 44,9% menunjukkan sikap negatif, 42,1% siswa menyatakan peran guru kurang baik dan 43,9% siswa menyatakan peran orang tua kurang baik. Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara sikap (p=0,009), peran guru (p=<0,001) dan peran orang tua (p=0,001) dengan PHBS pada siswa SD. Saran dari penelitian ini diharapkan pihak sekolah dapat memaksimalkan fungsi UKS dan dapat menyediakan sarana dan prasarana yang mendukung PHBS siswa

    Analis Resiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pada Petugas Kebersihan di Rumah Sakit

    Get PDF
    Work at hospital is likely risking get diseases transmission from patients. The risk is not potential to medical staff only, but also nonmedical staff such as cleaning staff. Along doing the work, risk that always faces by cleaning staff are biological factor and chemical such as bleaching. The purpose of the study was to analyze the risk of work health and safety of cleaning staff in Tugurejo hospital Semarang.  This study was descriptive analytic study, risk identification assessed with job safety analysis (JSA), data collection had been done with observational and interview. Result showed that the risk faces by cleaning staff was bacteria exposure, bacteria and virus and medical chemotherapy exposure that classified as high risk (36,6%). The risk of impaled needle and scratched sharp object, slipper, musculoskeletal problem, fall from stairs, and electric shock classified as moderate risk (45,1%). Allergic risk or irritation through chemical uses classified as low risk (18,3%). To prevent the risks, suggested to cleaning staff to use personal protection  equipment whenever and wherever in doing the job. While, need to evaluate on kind of personal protection equipment that used by cleaning staff especially conformity kind personal protection equipment with the occupation.Bekerja di rumah sakit dapat menimbulkan risiko untuk tertular penyakit dari pasien. Risiko ini tidak hanya berpotensi bagi tenaga medis saja, namun juga terhadap tenaga non medis seperti petugas kebersihan. Saat bekerja risiko yang selalu  dihadapi oleh petugas kebersihan adalah terpapar faktor biologi dan terpapar bahan kimia atau obat pembersih. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis risiko keselamatan dan kesehatan kerja apa saja yang dapat terjadi pada petugas kebersihan di RSUD Tugurejo Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik. Identifikasi risiko menggunakan JSA (Job Safety Analysis), pengambilan data dilakukan dengan cara observasional dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko yang dihadapi petugas kebersihan adalah risiko terpapar kuman, bakteri dan virus dan terpapar obat kemoterapi, dengan tingkat risiko termasuk dalam high risk (36,6%). Risiko tertusuk jarum suntik atau tergores benda tajam, terpeleset atau jatuh karena lantai licin, gangguan muskuloskeletal, terjatuh dari tangga, dan tersengat listrik merupakan risiko dengan tingkatan moderate risk (45,1%). Risiko alergi atau iritasi terhadap penggunaan bahan kimia merupakan risiko dengan tingkatan low risk (18,3%).  Untuk mengendalikan risiko tersebut, disarankan kepada petugas kebersihan agar selalu menggunakan alat pelindung diri yang baik dan benar dimana pun dan kapan pun saat melakukan pekerjaan. Selain itu juga sebaiknya dilakukan evaluasi tentang jenis APD yang digunakan petugas kebersihan, terutama mengenai kesesuaian jenis APD dengan pekerjaan yang dilakukan

    Perilaku Pemeliharaan Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak Autisme

    Get PDF
    Children with special needs is one of Indonesia\u27s human resources whose quality must be improved in order to play a role, not only as the object of development but also as the subject of development. Children with special needs need to be identified and identified from the group of children in general, because they require special services, such as medical services, special education and specific exercises aimed at reducing the limitations and dependence of the disorder suffered, and foster self-reliance in the community. The purpose of this study was to obtain in-depth information about dental and oral health care behavior in children with autism in Harapan Mulia Special School in South Jambi. Qualitative research method using indepth interview with triangulation of source that is parent or caregiver, teachers and psychologist who build in SLB Harapan Mulia. The results show that the behavior of maintaining good oral hygiene in children with autism depending on the mother or caregiver. Supporting factors include the availability of dental and oral health facilities are still lacking, most of the informants looking for dental services or dentists who are known or trusted, not crowded so that children can also be comfortable and children not too long waiting. Reinforcing factor the behavior of maintaining good oral hygiene in children with autism at home is his mother or caregiver, while in school is a teacher companion.Salah satu anak berkebutuhan khusus adalah anak-anak autis, merupakan salah satu sumber daya bangsa Indonesia yang kualitasnya harus ditingkatkan agar dapat berperan, tidak hanya sebagai obyek pembangunan tetapi juga sebagai subyek pembangunan. Anak berkebutuhan khusus memerlukan pelayanan yang bersifat khusus, seperti pelayanan medik, pendidikan khusus maupun latihan-latihan tertentu yang bertujuan untuk mengurangi keterbatasan dan ketergantungan akibat kelainan yang diderita, serta menumbuhkan kemandirian hidup dalam bermasyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi mendalam tentang perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut di Sekolah Khusus Harapan Mulia Jambi Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif menggunakan indepth interview dengan triangulasi sumber yaitu orang tua/pengasuh, guru-guru dan psikolog yang membina di SLB Harapan Mulia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa  perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada anak autis tergantung pada ibu atau pengasuhnya. Berdasarkan faktor pendukung dalam perilaku pemeliharaan kesehatan gigi yaitu ketersediaan sarana pelayanan kesehatan gigi dan mulut masih kurang. Sebagian besar informan mencari pelayanan kesehatan gigi/dokter gigi yang sudah dikenal atau dipercaya, tidak ramai, tidak terlalu lama antri/menunggu. Faktor pendorong/penguat perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada anak autis di rumah adalah ibunya atau pengasuhnya, sedangkan di sekolah adalah guru pendampingnya

    Pengaruh Senam Hamil Terhadap Kualitas Tidur Ibu Hamil Trimester II dan III di Kelurahan Margaluyu Wilayah Kerja Puskesmas Kasemen

    Get PDF
    Kualitas tidur pada ibu hamil sangat penting untuk kesehatan ibu dan janin. Penyebab gangguan pola tidur ibu hamil karena bertambahnya berat janin, sesak nafas, pergerakan janin dan nyeri punggung, untuk mengatasi hal tersebut diperlukannya senam hamil untuk meningkatkan relaksasi pada ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian senam hamil terhadap kualitas tidur ibu hamil. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Ekperiment Design dengan rancangan Pretest dan posttest without control dengan populasi 14 responden yang diambil dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan instrumen The Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) kemudian di analisis dengan mengunakan Uji T dependen. Hasil penelitian menunjukan bahwa kualitas tidur ibu hamil sebelum melakukan senam hamil nilai mean 12.43 dan setelah pemberian senam hamil nilai mean 6.43 (p= 0.000), dengan demikian ada pengaruh senam hamil terhadap kualitas tidur ibu hamil trimester II dan III. Dengan demikian di harapkan untuk kedepannya ibu hamil dapat mengikuti program senam hamil dengan teratur

    Hubungan Supervisi Keperawatan dengan Perilaku Caring Perawat dalam Merawat Pasien Kritis

    Get PDF
    Perilaku Caring merupakan kunci dalam meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan. Caring merefleksikan sebuah kebaikan dan rasa kepedulian. Perilaku Caring perawat dalam merawat pasien kritis menjadi kunci keberhasilan perawatan mengingat kondisi pasien kritis dengan tingkat ketergantungan penuh. Supervisi keperawatan telah diidentifikasi menjadi salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi perilaku caring. Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui Hubungan antara supervisi keperawatan dengan perilaku caring perawat dalam merawat pasien kritis. Penelitian menggunakan  desain analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling menggunakan total sampling dengan jumlah 60 orang yang merupakan perawat pelaksana yang ada diruang IGD, ICU, dan HCU. Hasil penelitian menunjukkan rerata Perilaku Caring perawat adalah 87 (SD 10), rerata Supervisi keperawatan adalah 45 (SD 7). Hasil uji korelasi dan regresi linear sederhana menunjukan adanya hubungan antara supervisi keperawatan dengan perilaku caring perawat (p value = 0.000), dengan kekuatan hubungan sedang dan berpola positif (r = 0,502), dan nilai koefisien dengan determinasi sebesar 0,252. Supervisi yang dilakukan dengan baik dapat meningkatkan perilaku caring perawat dalam merawat pasien kritis

    Hubungan Pengetahuan HIV/AIDs, Terapi Antiretroviral, dan Infeksi Oportunistik Terhadap Kepatuhan ODHA dalam Menjalani Terapi Antiretroviral

    Get PDF
    Increasing the number of People Living with HIV / AIDS (PLWHA) is one of the serious global health problems. Antiretroviral (ARV) is the only available therapeutic for PLWHA to be consumed for a lifetime with high adherence (95%) in order to achieve drug effectiveness. However, compliance issues are still a major problem for PLWHA. Knowledge is one of many factors that can support adherence in therapy. This study aims to determine the correlation between the level of knowledge about HIV / AIDS, ARV therapy and opportunistic infections and the level of adherence of PLWHA in antiretroviral therapy. This study used a cross sectional total sampling method with a total sample of 50 respondents. The results of this study showed no significant relationship between the level of knowledge with the level of obedience of PLWHA in ARV therapy (p value = 0.107 > 0.05). These results contrast with the previous study who stated that there was a relationship between knowledge of ARV therapy and the level of obedience of PLWHA in undergoing ARV therapy in Padang Hospital.Peningkatan pravelensi Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) dari tahun ke tahun merupakan masalah kesehatan global yang serius. Antiretroviral (ARV) merupakan satu-satunya terapi bagi ODHA yang harus dikonsumsi seumur hidup dengan kepatuhan tinggi (95%) guna mencapai efektifitas obat. Tetapi, masalah kepatuhan menjadi masalah utama bagi ODHA. Pengetahuan merupakan salah satu faktor yang mendukung tingkat kepatuhan dalam menjalani terapi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan HIV/AIDS, terapi ARV dan infeksi oportunistik dengan tingkat kepatuhan ODHA dalam menjalani terapi antiretroviral. Penelitian menggunakan metode cross sectional dengan jumlah sampel 50 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan dengan tingkat kepatuhan ODHA dalam menjalani terapi ARV (p value = 0.107 > 0.05). Hasil tersebut kontradiktif hasil penelitian sebelumnya yang menyatakan terdapat hubungan pengetahuan terapi ARV dengan tingkat kepatuhan ODHA dalam menjalani terapi ARV di rumah Sakit Padang

    255

    full texts

    273

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Faletehan Health Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇