Faletehan Health Journal
Not a member yet
273 research outputs found
Sort by
Pemanfaatan Effective Microorganisms 4 (EM4) Menggunakan Media Biofilm untuk Menurunkan Amonia dan Fosfat pada Limbah Cair Rumah Sakit
Waste water that produced by hospital activities is one of the most potential sources of water pollution because it contains high levels of organic compounds, hazardous chemical compounds, radioactivity, and microorganisms that are harmful to the environment and health. This study aims to determine the difference in decreasing ammonia and phosphate levels by utilizing Effective Microorganisms 4 (EM4) using biofilm media in waste water at Atma Husada Mahakam Mental Hospital. This research is a quasi-experimental study with non equivalent control group design. Sample of research consisted by 1 control tub and 2 reactors. In the anaerob-aerob tub, there is a PVC-based biofilm media. Waste water is flowed continuously with detention time in 2 weeks, 3 weeks, and 4 weeks. The results showed the average reduction in ammonia levels with the addition of 5% EM4 is 92,5% and 10% EM4 is 92,1%. Meanwhile, the average reduction in phosphate levels with the addition of 5% EM4 is 92,19% and 10% EM4 is 65,56%. This study statistically shows there is no difference in the ammonia levels reduction (P value > α or 0,941 >0,05) and there is a difference in the phosphate levels reduction (P value < α or 0,0001 < 0,05).Air limbah yang dihasilkan oleh kegiatan rumah sakit merupakan salah satu sumber pencemaran air yang sangat potensial karena mengandung senyawa organik yang cukup tinggi, senyawa kimia berbahaya, radioaktif, serta mikroorganisme yang berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan penurunan kadar amonia dan fosfat dengan pemanfaatan Effective Microorganisms 4 (EM4) menggunakan media biofilm pada limbah cair Rumah Sakit Jiwa Daerah Atma Husada Mahakam. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan rancangan non equivalent control group design. Sampel penelitian terdiri dari 1 bak kontrol dan 2 reaktor. Pada bak anaerob-aerob terdapat media biofilm berbahan dasar PVC. Air limbah dialirkan secara kontinyu dalam waktu tinggal 2 minggu, 3 minggu, dan 4 minggu. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata penurunan kadar amonia dengan penambahan EM4 5% sebesar 92,5% dan penambahan EM4 10% sebesar 92,1%. Sedangkan rata-rata penurunan kadar fosfat dengan penambahan EM4 5% sebesar 92,19% dan penambahan EM4 10% sebesar 65,56%. penelitian ini secara statistik menunjukkan tidak ada perbedaan penurunan kadar amonia dengan pemanfaatan EM4 menggunakan media biofilm (P value> α atau 0,941 > 0,05) dan ada perbedaan penurunan kadar fosfat dengan pemanfaatan EM4 menggunakan media biofilm ( P value < α atau 0,001 < 0,05)
Konseling WhatsApp Gateway untuk Meningkatkan Kesiapsiagaan Masyarakat dalam Menghadapi Covid-19
As of March 31, 2020, Indonesia reported 1,528 confirmed Covid-19 cases with 136 deaths and a case fatality rate (CFR) of 8.9%. Covid-19 pandemic limited activities, including the dissemination of information; thus, an intensive education was required to build community preparedness. The purpose of this study was to identify the effects of counseling through WhatsApp on the preparedness of Villa Pamulang Depok community in dealing with Covid-19. This study used an analytical quasi-experimental method and a one-group pretest-posttest design method. The samples of this study amounted to 44 people who were selected by proportional sample technique. The respondents received education via WhatsApp for 14 days. The effects of information dissemination through WhatsApp was measured by using paired sample t-test. The results of this study showed that there was a relationship between the spread of Covid-19 information via WhatsApp on the community preparedness at Villa Pamulang Depok in facing Covid-19 with p-value 0.004. The findings also showed the difference of Covid-19 preparedness before and after providing information about Covid-19 through WhatsApp. This research was expected to enrich knowledge of community preparedness as an effort of Covid-19 prevention.Sampai 31 Maret 2020, Indonesia melaporkan 1.528 kasus terkonfirmasi C dengan 136 kematian dan tingkat kematian (case fatality rate) 8,9%. Pandemi Covid-19 membuat aktifitas menjadi serba terbatas, tidak terkecuali dengan penyebaran informasi sehingga edukasi intensif dibutuhkan untuk membentuk kesiapsiagaan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konseling melalui WhatsApp terhadap kesiapsiagaan masyarakat Villa Pamulang Depok dalam menghadapi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment yang bersifat analitik dan one group pretest-posttest design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 44 orang yang diperoleh dengan teknik proportional sample. Responden diberikan edukasi melalui WhatsApp selama 14 hari. Pengaruh penyebaran informasi melalui WhatsApp diukur dengan menggunakan paired sampel t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara penyebaran informasi Covid-19 melalui WhatsApp terhadap kesiapsiagaan masyarakat Villa Pamulang Depok dalam mengahadapi Covid-19 dengan p-value=0,004. Hasil penelitian juga menunjukkan perbedaan kesiapsiagaan Covid-19 sebelum dan sesudah pemberian informasi Covid-19 melalui WhatsApp. Penelitian ini diharapkan dapat menambahkan pengetahuan terhadap kesiapsiaagan masyarakat sebagai upaya pencegahan Covid-19
Aplikasi Fitofarmaka Akupresur Menggunakan Aromaterapi Essential Oil Lemon untuk Mengatasi Dismenore pada Remaja: The Fitofarmaka Acupressure application using lemon essential oil aromatherapy to overcome dysmenorrhea in adolescents
The treatment of dysmenorrhea mostly used pharmacological therapy but rarely applied phytopharmaceuticals such as acupressure and aromatherapy. The purpose of this study was to analyze the application of acupressure using lemon essential oil aromatherapy to treat dysmenorrhea pain in adolescents. The research type was quantitative and the research design was quasi experiment with non-equivalent control group design. The population of this study amounted to 185. The sampling technique used a non-probability sampling approach (saturated sampling). The sample size was determined by using calculations from Sastroasmoro & Ismael with a total sample of 52 people consisting of 26 in experimental group and 26 in control group. The data analysis used Wilcoxon signed rank test to examine the experimental and control group and Mann Whitney to compare them. The results of statistical analysis using Wilcoxon signed rank test for the experimental group (p=0.000) and the control group (p=0.000) showed that lemon oil essential therapy was effective in overcoming dysmenorrhea. The results of statistical analysis using Mann Whitney obtained p value 0.000 which is smaller than (p<0.05). It can be concluded that acupressure using aromatherapy is more effective in reducing dysmenorrhea than acupressure alone. The acupressure given made the respondents relaxed and their immunity increased, and the massages using aromatherapy that is inhaled to the lungs provides benefits both psychologically and physically.Penanganan dismenore selama ini lebih banyak kepada pemberian terapi farmakologik tetapi jarang menggunakan fitofarmaka seperti akupresur dan aromaterapi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana aplikasi akupresur menggunakan aromaterapi essential oil lemon untuk mengatasi nyeri dismenore pada remaja. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif berjenis quasi eksperimen dengan non-equivalent control group design. Populasi dari penelitian ini berjumlah 185. Teknik pengambilan sampel menggunakan pendekatan non-probability sampling (sampling jenuh). Penentuan jumlah sampel dalam peneliti ini memakai perhitungan dari Sastroasmoro & Ismael dengan jumlah sampel 52 terdiri dari 26 kelompok eksperimen dan 26 kelompok kontrol. Analisis data menggunakan Wilcoxon signed rank test untuk menguji masing-masing kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dan Mann Whitney untuk membandingkan antara keduanya. Hasil analisis statistik menggunakan Wilcoxon signed rank test pada kelompok eksperimen (p=0,000) dan kelompok kontrol (p=0.000) menunjukkan penggunaan terapi essential oil lemon efektif untuk mengatasi dismenore. Hasil analisis statistik menggunakan Mann Whitney mendapatkan nilai p 0,000 lebih kecil dari tingkat signifikansi 0,05 (p< 0,05). Artinya akupresur menggunakan aromaterapi lebih efektif untuk mengurangi dismenore dibandingkan akupresur saja. Akupresur yang diberikan membuat responden rileks dan imunitas meningkat, ditambah lagi pemijatan menggunakan aromaterapi yang dihirupkan sampai pada paru memberikan manfaat baik secara psikologis dan fisik
Peran Orang Tua dan Peran Teman Sebaya pada Perilaku Seksual Remaja
Adolescent sexual behavior is increasingly found in everyday life. This behavior can be influenced by peers and the lack of parental role in supervising adolescents. The purpose of this study was to examine the relationship between the role of parents and peers in adolescent sexual behavior. This research was quantitative with a cross sectional study design. The study population was all tenth and eleventh graders of a senior high school in Bandung City, totaling 580 students. The samples were taken by using absolute precision estimation formula, and the sample size was 246 students. The data were collected by using a questionnaire of adolescent sexual behavior, parents role and peers role. All questionnaires had been tested for the reliability and validity. The data were analyzed by using chi Square. The results of this study showed that 49.6% of students had a high-risk sexual behavior, 53.3% had parents who played a bad role in adolescent sexual behavior, 55.7% had peers playing a major role in their sexual behavior. There was a significant relationship between the role of parents and adolescent sexual behavior; nevertheles, there was no significant relationship between the role of peers and adolescent sexual behavior. Schools were suggested to form peer groups and use millennial approaches to change adolescent behavior.Perilaku seksual remaja semakin sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Perilaku ini dapat dipengaruhi oleh kurangnya peran orang tua dalam mengawasi remaja serta pengaruh teman sebaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana hubungan peran orang tua dan teman sebaya terhadap perilaku seksual remaja. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain cross sectional study. Populasi dalam penelitian adalah semua siswa kelas X dan XI yang ada di salah satu SMA Kota Bandung yang berjumlah 580 orang. Sampel diambil menggunakan rumus estimasi absolute precision dan didapatkan jumlah sampel sebanyak 246 orang siswa. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner perilaku seksual remaja, peran orang tua dan peran teman sebaya. Keseluruhan kuesioner telah dilakukan uji Reabilitas dan uji Validitas. Data dianalisis menggunakan chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 49,6% siswa berperilaku seksual berisiko tinggi, 53,3% memiliki orang tua yang berperan tidak baik pada perilaku seksual remaja, 55,7 % memiliki teman sebaya yang berperan besar dalam perilaku seksual mereka. Ada hubungan yang bermakna antara peran orang tua dengan perilaku seksual remaja, akan tetapi tidak ada hubungan yang bermakna antara peran teman sebaya dengan perilaku seksual remaja. Sekolah disarankan dapat membentuk peer group dan pendekatan milenial untuk merubah perilaku remaja
The Hubungan Kondisi Psikososial Dan Paritas Dengan Kejadian Depresi Postpartum Pada Ibu Remaja
The incidence of postpartum depression in adolescent mothers is increased every year. Unpreparedness in accepting the new role is one of the causes of this increase. Previous studies have found factors that influence the incidence of postpartum depression; however, specific studies that discuss the relationship between psychosocial conditions and parity with postpartum incidence are still very limited. The purpose of this study was to determine the psychosocial condition and parity with the incidence of postpartum depression. This is a quantitative research with cross-sectional method to analyze the independent variables by the dependent variables. The samples were taken by consecutive sampling of 90 mothers. The bivariate data was analyzed by using chi-square. The results showed a significant relationship between psychological conditions and the incidence of postpartum depression (p = 0.007); while there is no relationship between parity and the incidence of postpartum depression (p = 0.180). The results of this study can be used as an input for health workers to screen postpartum depression during pregnancy.Angka kejadian depresi postpartum pada ibu remaja setiap tahun semakin meningkat. Ketidaksiapan dalam menerima peran baru merupakan salah satu penyebab dari peningkatan ini. Penelitian terdahulu telah menemukan factor-faktor yang mempengaruhi kejadian depresi postpartum, akan tetapi khusus penelitian yang membahas hubungan kondisi psikososial dan paritas dengan kejadian post partum masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi psikososial dan paritas dengan kejadian depresi postpartum. Jenis penelitian kuantitatif dengan metode cross sectional untuk menganalisis variabel independen dengan variabel dependen. Sampel diambil dengan consecutive sampling sebanyak 90 ibu. Analisis data bivariat dengan chi square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kondisi psikososial dengan kejadian depresi postpartum (p=0,007), sementara tidak terdapat hubungan antara paritas dengan kejadian depresi postpartum (p=0,180). Disarankan bagi peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian tentang efektivitas pemberian terapi qur’anic healing bagi ibu remaja yang mengalami depresi post partum
Pemenuhan Kebutuhan Spiritual untuk Menurunkan Tingkat Stress pada Narapidana Perempuan
Stress is a condition caused by thoughts, emotions and spirituals and ranked 4th in the world. Experiencing stress needs spiritual power to help one’s healing. Having a good spiritual can help individuals to be more patient, calmer, more peaceful and more sincere in dealing with problems. The purpose of this study was to determine the correlation between spiritual needs fulfillment and prisoners’ stress level at Class IIA Women’s Prisons in Samarinda. The method used a cross sectional research design and simple random sampling with the sample size of 180 people. The research instrument was a questionnaire and the bivariate analysis used chi square. The results showed that the prisoners’ spiritual needs were met and their stress levels were normal. The analysis results showed that there was a significant relationship between the spiritual needs fulfillment the stress level of prisoners at Class IIA Women\u27s Prison in Samarinda (pv = 0.026).Stres adalah suatu kondisi yang disebabkan oleh pikiran, emosi dan spiritual dan menempati peringkat ke-4 di dunia. Saat mengalami stres perlu adanya kekuatan spiritual untuk membantu seseorang kearah penyembuhan. Memiliki spiritual yang baik dapat membantu individu untuk lebih sabar, perasaan hati tenang, damai dan lebih mudah untuk ikhlas saat menghadapi suatu masalah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara pemenuhan kebutuhan spiritual dengan tingkat stres narapidana di Lapas Perempuan Kelas IIA Samarinda. Metode dalam penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional dan menggunakan teknik simple random sampling dengan sampel sebanyak 180 orang. Instrumen dalam penelitian ini berupa kuesioner dan analisis bivariat yang digunakan yaitu chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan spiritual narapidana terpenuhi dan tingkat stres narapidana berada pada tingkat yang normal. Hasil uji analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara hubungan pemenuhan kebutuhan spiritual dengan tingkat stres pada narapidana di Lapas Perempuan Kelas IIA Samarinda (pv = 0,026)
Hubungan Efikasi Diri terhadap Kepatuhan Perawatan Kaki Diabetes Melitus pada Masa Pandemi
Self-efficacy is one of the driving factors in carrying out diabetes mellitus management compliance behavior in performing foot care to prevent from the occurrence of amputation complications. Nevertheless, during the pandemic the attention of diabetes mellitus sufferers focused on covid-19 prevention. This study aims to determine the relationship between self-efficacy and foot care compliance in patients with diabetes mellitus. This research method was quantitative with a cross sectional study design. The samples were 39 people with diabetes mellitus who were selected by purposive sampling technique. The measuring instruments used were Foot Care Confidence Scale and Notthingham Assessment of Functional Foot Care. The data analysis used chi square test. The respondents\u27 self-efficacy was good (56.4%) and their foot care compliance achieved 76.9% with the bivariate test of P-value 0.026. Self-efficacy has a relationship with foot care compliance of patients with diabetes mellitus.Efikasi diri merupakan salah satu faktor pendorong dalam melakukan perilaku kepatuhan pengelolaan penyakit diabetes melitus dalam melakukan perawatan kaki untuk mencegah terjadinya komplikasi amputasi. Sementara itu, pada masa pandemi perhatian penderita diabetes melitus berfokus pada pecegahan covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri terhadap kepatuhan perawatan kaki penderita diabetes melitus. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional study. Sample yaitu 39 penderita diabetes melitus yang dipilih sesuai dengan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Foot Care Confidence Scale (FCCS) dan Notthingham Assesment of Functional Foot Care (NAFF). Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian efikasi diri responden menunjukkan baik 56,4%, dan kepatuhan perawatan kaki 76,9% dengan uji bivariat P-value 0,026. Efikasi diri memiliki hubungan terhadap kepatuhan perawatan kaki penderita diabetes melitus
Terapi Komplementer Kombinasi Rendam Kaki Air Hangat dan Aromaterapi Lemon dalam Menurunkan Tekanan Darah
Combination of warm water foot soak and lemon aromatherapy has a relaxing effect to make heart beat calmer and to control blood pressure decrease. This study aims to determine the effects of the combination of warm water foot soak and lemon aromatherapy on blood pressure of prehypertensive patients in Puding Besar, Bangka Regency. The research type is a quasi-experimental study with pre-post test control group design. The samples are 32 people with prehypertension category blood pressure, taken by purposive sampling technique. The research instruments used digital sphygmomanometer, standard operating procedures for therapy and blood pressure measurement, and observational sheets. The data analysis used paired T-test and independent T-test. The mean of systole in pre-test and post-test of the control group was increased by 3.42 mmHg. The mean of diastole in pre-test and post-test of the control group was decreased by 0.18 mmHg. The mean of systole and diastole of post-test and the pre-test in the intervention group was decreased by 8.0 mmHg and 2.12 mmHg. The mean decrease of systolic and diastolic blood pressure in the intervention group was greater than the control group. The bivariate test for systole of the control and intervention group were P-values of 0.041 and 0.000. The bivariate test for diastole of the control and intervention group were P-values of 0.929 and 0.254. Combination therapy of warm water foot soak and lemon aromatherapy is effective to lower systolic blood pressure of prehypertensive patients.Kombinasi rendam kaki air hangat dan aromaterapi lemon memiliki efek relaksasi sehingga denyut jantung menjadi lebih tenang dan dapat mengontrol penurunan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kombinasi rendam kaki di air hangat dan aromaterapi lemon terhadap tekanan darah pada penderita prehipertensi di Puding Besar Kabupaten Bangka. Jenis penelitian adalah quasi-eksperimen dengan pre-post test control group design. Sampel yaitu 32 orang dengan tekanan darah kategori prehipertensi yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan tensimeter digital, standar operasional prosedur terapi dan pengukuran tekanan darah, serta lembar observasi. Analisis data menggunakan T-test paired dan T-test independent. Mean sistol pre-test dan post-test kelompok kontrol mengalami kenaikan sebanyak 3,42 mmHg. Mean diastol pre-test dan post-test kelompok kontrol mengalami penurunan 0,18 mmHg. Mean sistol dan diastol saat post-test dikurangi pre-test kelompok intervensi mengalami penurunan sebanyak 8,0 mmHg dan 2,12 mmHg. Penurunan rata-rata tekanan darah sistolik dan diastolik pada kelompok intervensi lebih besar dibanding kelompok kontrol. Uji bivariat sistol kelompok kontrol dan intervensi yaitu P-value 0,041 dan 0,000. Uji bivariat diastol kelompok kontrol dan intervensi yaitu P-value 0,929 dan 0,254. Terapi kombinasi rendam kaki di air hangat dan aromaterapi lemon efektif dalam menurunkan tekanan darah sistolik pada pasien prehipertensi
Analisis Asupan Zat Gizi Terhadap Status Gizi Balita
Nutritional status is a depiction of food security needed by the body. The impacts due to the incidence of malnutrition and overnutrition experienced by children under five years are worrying. The purpose of this study was to determine the factors associated with the nutritional status of under five year children in Pustu Oebufu, Oebobo Sub-District Kupang City in February 2018. The research type used was observational analytic with the cross-sectional design approach. The population were children under five years who were in the service coverage of Oebufu Pustu work area. The sampling technique was purposive and the sample size was 136 mothers who had a child under five. The study found 73.5% of under-five children had normal nutritional status. The statistical test results showed that there is a relationship between education (p=0.015), knowledge (p=0.000), and food supply such as energy intake (p=0.000), protein (p=0.000), fat (p=0.000), carbohydrate (p=0.000), vitamin A (p=0.000), vitamin C (p=0.000), calcium (p=0.002), iron (p=0.000) and zink (p=0.000) with nutritional status (p-value < 0.05). Parent involvement, especially mothers, is closely related to the nutritional status of under five year children. Mothers should have good knowledge of nutrient intake for children under five.Status gizi merupakan gambaran keadaan ketahanan pangan yang dibutuhkan oleh tubuh. Dampak yang akan ditimbulkan kedepannya akibat kejadian gizi buruk maupun gizi berlebih yang dialami anak bawah lima tahun sangat di khawatirkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan status gizi balita di Pustu Oebufu Kecamatan Oebobo Kota Kupang pada bulan Februari tahun 2018. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah balita yang berada dalam cakupan pelayanan di wilayah kerja Pustu Oebufu. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 136 ibu yang memiliki anak balita. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 73,5% balita dengan status gizi normal. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan antara pendidikan (p=0,015), pengetahuan (p=0,000) dan asupan makanan seperti asupan energi (p=0.000), protein (p=0.000), lemak (p=0.000), karbohidrat (p=0.000), vitamin A (p=0.000), vitamin C (p=0.000), kalsium (p=0.002), besi (p=0.000), dan zink (p=0.000) dengan status gizi (p value < 0.05). Keterlibatan pengasuhan orang tua khususnya ibu berkaitan erat dengan status gizi balita. Ibu hendaknya memiliki pengetahuan yang baik mengenai asupan gizi bagi balita
A Analisis Bahaya pada Pengrajin Anyaman Bambu
Woven bamboo is endless and can be made into various handicrafts with high use and artistic value. But behind that, there is a long work process and possible potential hazards so that worker protection is needed. The purpose of this study was to identify the potential hazards of the work environment at each stage of making bamboo woven crafts. The research method used was descriptive observational. The research subject was bamboo weaving craftsmen and the object was all stages of the activities of making bamboo woven crafts. The results showed four main activities of making bamboo woven crafts, namely the stage of making woven materials, the stage of preparing additional woven materials, making woven products, and finishing. From each stage, four potential hazards were identified, namely: physical hazards in the form of work weather and noise; chemical hazards such as dust, smoke and applied chemicals; ergonomic hazards from non-ergonomic methods and work positions; and mechanical hazards from the materials and equipment used. The researchers concluded that at each stage of the activity of bamboo woven making there are potential hazards of the work environment that need to be considered by craftsmen and business owners. This data of identification results can be used as a database of work environment hazard control efforts.Anyaman bambu tidak ada habisnya untuk dibuat berbagai kerajinan tangan dengan nilai guna dan seni yang tinggi. Namun dibalik itu, terdapat proses kerja yang panjang dan kemungkinan potensi bahaya sehingga perlindungan pekerja dibutuhkan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi potensi bahaya lingkungan kerja pada setiap tahap pembuatan kerajinan anyaman bambu. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif observasional. Subjek penelitian ini adalah pengrajin anyaman bambu dan objek penelitiannya adalah seluruh tahapan kegiatan pembuatan kerajinan anyaman bambu. Hasil penelitian menunjukkan empat kegiatan utama pembuatan kerajinan anyaman bambu, yaitu tahap pembuatan bahan anyaman, tahap penyiapan bahan tambahan anyaman, pembuatan produk anyaman, dan finishing. Dari masing-masing tahap kegiatan pembuatan anyaman bambu, empat potensi bahaya teridentifikasi yakni: bahaya fisik berupa cuaca kerja dan kebisingan; bahaya kimia berupa debu, asap dan bahan kimia yang diaplikasikan; bahaya ergonomi dari cara dan posisi kerja yang tidak ergonomis; dan bahaya mekanik dari bahan dan peralatan yang digunakan. Peneliti menyimpulkan bahwa pada setiap tahap kegiatan pembuatan anyaman bambu terdapat potensi bahaya lingkungan kerja yang perlu diperhatikan oleh pengrajin maupun pemilik usaha. Data hasil identifikasi ini dapat dijadikan sebagai data dasar upaya pengendalian bahaya lingkungan kerja