Faletehan Health Journal
Not a member yet
273 research outputs found
Sort by
Literature Review : Pengalaman Perawat Terkait Pelaksanaan Cultural Competence Di Ruang Intensive Care Unit
Intensive Care Unit (ICU) is an area of care activity and well designed to treat critical conditions, nurses must have cultural competence. Culture participates in health values, beliefs, behavior and situational judgments. If left untreated will result in negative social and clinical consequences, unclear environment, confusion, messages not delivered, patient ignorance, delay in informed consent and low quality of care. The purpose of this study is to describe the experience of nurses related to the implementation of Cultural Competence in the ICU from research that has been done. The method used by searching electronic articles consists of qualitative studies collected from electronic databases such as Medline, Google Scholar, Science Direct, PubMed and Proquest using relevant MeSH keywords: Cultural Competence, Intensive Care Unit, and Nursing. Articles selected according to the SPIDER criteria, published in 2012-2018. Evaluation of articles uses critical appraisal and PRISMA guidelines. From the results of the literature search conducted, as many as 7 (seven) related articles were found and met the criteria. The results of the themes that emerged related to the implementation of cultural competence include the involvement of the family in the care process, using translators, maintaining a multicultural team, communication procedures, and clear diagnosis and recognizing cultural diversity.Intensive Care Unit (ICU) merupakan area kegiatan asuhan yang dikondisikan dan dirancang dengan baik untuk mengobati kondisi kritis, perawat harus memikili kopetensi budaya yang baik. Budaya memainkan peran besar dalam nilai – nilai, keyakinan, prilaku dan penilaian situasional terkait dengan kesehatan. Bila tidak ditangani akan mengakibatkan konsekuensi sosial dan klinis yang negatif, lingkungan yang tidak jelas, kebingungan, pesan tidak tersampaikan, ketidaktahuan pasien, keterlambatan informed consent dan kualitas perawatan yang rendah. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan pengalaman perawat terkait pelaksanaan Cultural Competence di ICU dari penelitian - penelitian yang sudah dilakuan. Metode yang digunakan dengan pencarian eletronik artikel terdiri dari studi kualitatif yang dikumpulkan dari basis data elektronik seperti Medline, Google Scholar, Science Direct, PubMed dan Proquest dengan menggunakan kata kunci MeSH yang relevan yaitu : Cultural Competence, Intensive Care Unit, dan Nursing. Artikel yang dipilih sesuai dengan kriteria SPIDER, diterbitkan tahun 2012-2018, ditulis dalam bahasa Inggris. Evaluasi artikel menggunakan penilaian kritis dan pedoman PRISMA. Dari hasil penelurusan literatur yang dilakukan, ditemukan sebanyak 7 (tujuh) artikel terkait dan memenuhi kriteria. Hasil tema – tema yang muncul terkait pelaksanaan cultural competence diantaranya keterlibatan (partisipasi) keluarga dalam proses perawatan, mengunakan penerjemah, mempertahankan tim yang multikultural, komunikasi prosedur dan diagnosa yang jelas dan mengakui keanekaragaman budaya.
 
Fenomena tentang Pengetahuan, Ketersediaan Fasilitas (Availabilitas), dan Dukungan Istri Terkait dengan Perilaku Pria dalam Ber-KB Di Wilayak KerjaPuskesmas Ciruas, Kabupaten Serang Tahun 2019
Family Planning Program is one of the ways that can be taken by the government in overcoming population problems. Efforts to reduce birth rates are not solely the responsibility of wife but also the responsibilities of husband. The participation of men in family planning is a determining factor for the success of the family planning program. This study aims to find out phenomena that occur in society, related to male behavior in family planning at the Work Area of Ciruas Community Health Center, Serang Regency in 2019. The research method uses a phenomenological approach by means of observation and in-depth interviews related to men\u27s knowledge about family planning, availability of facilities and wife support. The data analysis technique used in this study is inductive by analyzing data, reducing data, categorizing data display, and finally making conclusion. The results showed that all informants had less knowledge about male contraception, some informants did not have support from their wives, and some informants assumed that male contraception was not available. Knowledge, wife\u27s support and availability of facilities influence men\u27s behavior in family planning.Program Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu cara yang dapat ditempuh oleh pemerintah dalam mengatasi permasalahan kependudukan. Upaya untuk mengurangi angka kelahiran, bukan semata tanggung jawab isteri, melainkan tanggung jawab suami. Partisipasi pria dalam ber KB maka merupakan faktor penentu keberhasilan program KB. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fenomena yang terjadi di masyarakat terkait prilaku pria dalam ber-KB di Wilayah Kerja Puskesmas Ciruas Kabupaten Serang Tahun 2019. Metode penelitian menggunakan pendekatan fenomenologis dengan cara observasi dan wawancara mendalam terkait pengetahuan pria tentang KB, ketersediaan fasilitas dan dukungan isteri terhadap KB pria. Teknik analis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data induktif dengan cara menalaah data, reduksi data, kategorisasi display data dan yang terakhir adalah kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan semua informan memiliki pengetahuan kurang mengenai KB pria, sebagian informan tidak mendapat dukungan isteri, dan sebagian informan menganggap KB pria tidak tersedia. Pengetahuan, dukungan isteri dan ketersediaan fasilitas mempengaruhi prilaku pria dalam ber-KB
Kualitas Hidup Penderita Gagal Jantung Kongestif Berdasarkan Derajat Kemampuan Fisik dan Durasi Penyakit
Congestive Hearth Failure is a progressive syndrome that can reduce the quality of life, influenced by several internal and external factors.This study aims to determine the factors that relate to the quality of life of patients with congestive heart failure based on the level of physical ability and duration of illness.This study isanalytical with a cross-sectional design of 104 congestive heart failure patients who seeked treatment at cardiac clinic of Kendari Regional General Hospital.The sampling technique ispurposive sampling based on predetermined criteria. The quality of life was measured by usingMinnesota Living with Heart Failure questionnaire. The data analysis used chi-square statistical test with confident interval 95% (alpha 0.05). The results of study showed that most of the respondents have a good quality of life as many as 93 people (89.4%), the low level of physical ability as many as 69 people (66.3%), and the duration of illness £5 years as many as 86 people (82.7%). The bivariate analysis results showed that the level of physical ability is related to the quality of life (p-value 0.000) while the duration of illness is not related to it(p-value 1.000). To conclude, the Level of physical ability is a factor related to the quality of lifeof patients with congestive heart failure, but the duration of illness is not related.Gagal jantung kongestif merupakan sindrom progresif yang mampu menurunkan kualitas hidup dan dipengaruhi oleh beberapa faktor internal maupun faktor eksternal.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup penderita gagal jantung kongestif berdasarkan derajat kemampuan fisik dan durasi penyakit.Penelitian inimerupakan penelitiananalitik denganrancangan cross-sectionalterhadap 104 pasien gagal jantung yang berobat di poliklinik jantung RSUD Kota Kendari.Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan purposive sampling berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Kualitas hidup diukur dengan menggunakan kuesioner Minnesota Living with Heart Failure (MLHF). Analisis statistik dilakukan dengan uji chi-square dengan interval kepercayaan 95% (alpha = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kualitas hidup yang baik yaitu 93 orang (89,4%), komorbid terbanyak adalah hipertensi berjumlah 80 orang (76,9%), derajat kemampuan fisik ringan sebanyak 69 orang (66,3%), dan durasi penyakit £ 5 tahun sebanyak 86 orang (82,7%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa derajat kemampuan fisik berhubungan dengan kualitas hidup penderita gagal jantung kongestif (p-value = 0,000) sedangkan durasi penyakit tidak berhubungan dengan kualitas hidup (p-value = 1,000).Derajat kemampuan fisikmerupakan faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup, namundurasi penyakittidak berhubungan dengan kualitas hidup penderita gagal jantung kongestif
Pengaruh Senam GITA terhadap IMT dan HbA1C Pada Lansia dengan Diabetes Melitus
Physical exercise has become a therapeutic regiment in the management of diabetes mellitus. GITA gymnastics is a physical exercise that can be done by the elderly with diabetes mellitus to control their blood sugar levels. This research is quasi experimental with pre-post control group design. Respondents are elderly with diabetes mellitus in Prolanis, Kediri City. Respondents are 20 people, divided into two groups: gymnastic groups (10 people) and control groups (10 people). The gymnastic group was given GITA training for 12 weeks, 3 times a week, with duration of 30 minutes every session. Meanwhile, the control group wasn’t received treatment. The results of this study showed that the gymnastic group experienced a significant BMI change with p value 0.000001 (p <0.01) and the HbA1C of the gymnastics group experienced a significant change witn p value 0.000077 (p <0.05). In the T-test, there was a significant difference in the mean between BMI with p value 0.000006 (p<0.05) and HbA1C with p value 0.000006 (p<0.05) in the gymnastic group and the control group before and after the intervention. GITA exercise for 12 weeks is effective in controlling BMI and HbA1C in the elderly with diabetes mellitus.Latihan fisik telah menjadi regimen terapeutik dalam manajemen diabetes mellitus. Senam GITA adalah latihan fisik yang dapat dilakukan oleh lansia dengan diabetes mellitus dalam mengontrol kadar glukosa darahnya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh senam GITA terhadap IMT dan HbA1C pada lansia dengan diabetes mellitus. Penelitian bersifat quasi eksperimen dengan rancangan pre-post control group. Responden merupakan lansia dengan diabetes melitus di Prolanis Kota Kediri. Responden berjumlah 20 orang, terbagi dalam dua kelompok yaitu kelompok senam (10 orang) dan kelompok kontrol (10 orang). Kelompok senam diberikan pelatihan senam GITA selama 12 minggu sebanyak 3 kali dalam seminggu dengan durasi 30 menit setiap sesinya. Sedangkan kelompok kontrol tidak mendapat perlakuan. Hasil penelitian ini menunjukkan IMT kelompok senam signifikan mengalami perubahan dengan p value 0,000001 (p<0,05) dan HbA1C pada kelompok senam mengalami perubahan secara signifikan dengan p value 0,000077 (p<0,05). Pada uji T terdapat perbedaan signifikan rerata selisih IMT dengan p value 0,000006 (p<0,05) dan HbA1C dengan p value 0,000006 (p<0,05) pada kelompok senam dan kelompok kontrol sebelum dan sesudah intervensi. Senam GITA selama 12 minggu efektif dalam mengontrol IMT dan HbA1C pada lansia dengan diabetes melitus
Efektifitas Penyuluhan Kesehatan terhadap Peningkatan Sikap dan Motivasi dalam Pencegahan Anemia Defisiensi Zat Besi pada Ibu Hamil
Iron deficiency anemia is the common type of anemia which is about 75% of all types of anemia and it is known as the death cause of maternal including postpartum hemorrhage, eclampsia, infectious diseases, and placenta previa. Attitude and motivation of the mother are needed to prevent iron deficiency anemia from causing this condition. One of the efforts that could be done is through health counseling. This research aimed to understand the effectiveness of health counseling toward attitude and motivation in preventing iron deficiency anemia among pregnant women. The research was an experimental study with one group pre-test post-test design. Sample collection technique implemented was quota sampling with 50 respondents. Data collection was carried out using questionnaires attitude and motivation that had been analyzed by using Wilcoxon sign test. The result showed that health counseling was effective in increasing respondent\u27s attitude (p-value was 0.000) and motivation (p-value was 0,000), with the difference in the mean value of pre-test and post-test were 4.46 and 1.86 respectively. It is expected for health workers to improve counseling programs about iron deficiency anemia, so that pregnant women have a positive attitude and high motivation to prevent iron deficiency anemia.Anemia defisiensi zat besi merupakan jenis anemia yang paling banyak terjadi pada ibu hamil, yaitu sekitar 75% dari semua jenis anemia. Selain itu, menjadi penyebab utama kematian maternal diantaranya perdarahan postpartum, eklampsi, infeksi, dan plasenta previa. Oleh karena itu diperlukan sikap dan motivasi dari ibu untuk mencegah terjadinya hal tersebut. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan sikap dan motivasi yaitu dengan penyuluhan kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas dari penyuluhan kesehatan terhadap peningkatan sikap dan motivasi dalam pencegahan anemia defisiensi zat besi pada ibu hamil. Jenis penelitian ini experimental study dengan one group pre-post test design. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik quota sampling dan diperoleh 50 responden. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner sikap dan motivasi yang dianalisa menggunakan wilcoxon sign test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluhan kesehatan efektif untuk meningkatkan sikap (p-value 0,001) serta motivasi (p value 0,001) pada responden, dengan selisih mean pre-test dan post-test masing-masing sebanyak 4,46 dan 1,86. Diharapkan kepada petugas kesehatan untuk meningkatkan program penyuluhan kesehatan mengenai anemia defisiensi zat besi, agar ibu hamil memiliki sikap yang positif dan motivasi yang tinggi untuk mencegah anemia defisiensi zat besi
Faktor Risiko Terjadinya Obesitas Pada Remaja SMA
Adolescents with the nutritional status of obesity in Indonesia have increased in number each year. Factors causing obesity in adolescent is multifactorial. Excessive intake of macro-nutrient, increased consumption of fast food, lack of physical activity, genetic factors, psychological factors, the amount of pocket money, the influence of advertising, socioeconomic status, no breakfast, age, and gender are the factors of diet and lifestyle change. They may cause energy imbalance which results on obesity risk. The study aims to determine the factors that influence the risk of obesity in adolescent. This study is analytical observational with cross sectional design. 118 10th and 11th graders were taken as samples by proportional stratified random sampling technique. Statistical analysis showed that the factors significantly associate and become the risk factors are energy intake (p-value 0.000; OR = 2.97); protein (p-value 0.005; OR = 3.49); fat (p-value 0.000; OR = 6.57); carbohydrates (p-value 0.050; OR = 2.00); consumption of fast food (p-value 0.000; OR = 4.41); physical activity (p-value 0.007; OR = 3.08); pocket money (p-value 0.032; OR = 2.38); and genetic (p-value 0.001; OR = 3.98). Adolescents with excessive macro nutrient intake, frequent consumption of fast food, low physical activity, high pocket money and a history of obese parents have a greater occurrence risk of obesity.Jumlah remaja dengan status gizi obesitas di Indonesia mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Faktor penyebab terjadinya obesitas pada remaja bersifat multifaktorial. Asupan zat gizi makro berlebih, peningkatan konsumsi fast food, kurangnya aktivitas fisik, faktor genetik, faktor psikologis, jumlah uang saku, pengaruh iklan, status sosial ekonomi, tidak sarapan pagi, usia, dan jenis kelamin merupakan faktor-faktor yang menyebabkan perubahan pola makan dan gaya hidup sehingga menyebabkan ketidakseimbangan energi dan berakibat pada risiko obesitas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor risiko yang mempengaruhi terjadinya obesitas pada remaja. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan desain cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 118 siswa kelas X dan XI, yang dihitung dengan teknik proporsional stratified random sampling. Hasil uji statistik menunjukkan faktor yang secara signifikan berhubungan dan menjadi faktor risiko terjadinya obesitas pada remaja adalah asupan energi (p-value = 0.000; OR = 2.97); protein (p-value = 0.005; OR = 3.49; lemak (p-value = 0.000; OR = 6.57); karbohidrat (p-value = 0.050; OR = 2.00); konsumsi fast food (p-value = 0.000; OR = 4.41); aktivitas fisik (p-value = 0.007; OR = 3.08); uang saku (p-value = 0.032; OR = 2.38); dan keturunan (p-value = 0.001; OR = 3.98). Remaja dengan asupan zat gizi makro berlebih, konsumsi fast food yang sering, aktivitas fisik rendah, uang saku tinggi dan memiliki riwayat orang tua yang gemuk, memiliki risiko lebih terhadap terjadinya obesitas
Pengaruh Terapi Bermain Terhadap Trauma Healing Pada Anak Korban Bencana Alam
The impact of natural disasters is loss of life, loss of property, and environmental damage. However, the psychological impact is often ignored especially in children. If not addressed, it can affect on their growth and development. This study aims to determine the effects of trauma healing on children victims of landslides and flash floods in Kampung Belengang, Sangihe Islands Regency, North Sulawesi Province. The experimental group were given play therapy while the control group were not given the intervention. The type of research is quasi-experimental with two unpaired samples. The analysis used to test the difference of the effects is by using Mann-Whitney test. The samples of this study were 16 children in the experimental group and 10 children in the control group. The results of this study show the difference in the average value of the experimental group (17.6056) and the average value of the control group (0.0000). To conclude, there is a significant difference between children who are given play therapy and the control group (p = 0.000).Dampak dari bencana alam yaitu korban jiwa, kehilangan harta benda, dan kerusakan lingkungan. namun sering kali dampak psikologis sering diabaikan terutama pada anak-anak. Jika tidak ditanggulangi dapat berpengaruh pada tumbuh kembangnya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh trauma healing pada anak-anak korban bencana alam tanah longsor dan banjir bandang di Kampung Belengang Kabupaten Kepulauan Sangihe Provinsi Sulawesi Utara yang diberi terapi bermain dengan yang tidak diberikan intervensi (kontrol). Jenis penelitian ini merupakan quasy experiment dengan dua sampel tidak berpasangan. Analisis yang digunakan untuk menguji perbedan pengaruh yaitu menggunakan uji Mann-Whitney. Sampel penelitian ini adalah 16 anak kelompok intervensi dan 10 anak kelompok kontrol karena menggunakan metode independent sample t test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil selisih/beda nilai rata-rata kelompok eksperimen 17,6056 sedangkan selisih/beda nilai rata-rata kelompok kontrol 0,0000. Dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara anak yang diberi terapi bermain dengan kelompok kontrol (p=0,000)
Determinan Percepatan Penyembuhan Luka Perineum pada Ibu Nifas dengan Pemberian Konsumsi Ikan Gabus (Channa Striata)
Perineum tears are obstetric tears that occur in the perineum area due to the inability of the muscles and soft tissues of the pelvic to accommodate the birth of the fetus. Perineum wounds that are not properly oversed can inhibit wound healing and result in infection. The level of consumption of nutritious foods affects wound healing in humans, one of which is by consuming snackhead fish (Channa Striata). The purpose of this study is to find out determinant of the acceleration of perineum wound healing in postpartum by giving consumption of snakehead fish (Channa Striata). The research method used is an analytical survey with a cross sectional approach that is a study to study the dynamics of correlation between risk factors and effects, by way of approach, observation or data collection at a time (point time approach), the large sample in this study is postpartum from the first day of childbirth as many as 30 people, sampling technique using Purposive Sampling technique, data collection method is by intervening specifically by giving snakehead fish one day 3x for 10 days, research instruments used in this study are operational standard procedure (SOP) perineum wound healing, data analysis using univariate analysis and bivariate analysis. The results of this study showed that the length of healing of maternal perineum wounds is in the category of <=7 days which is as much as 60%, while 40% is in the category of healing length >7 days. Age, parity, education, early mobilization, and types of wounds affect the length of healing of perineum wounds in the postpartum.Robekan perineum adalah robekan obstetrik yang terjadi pada daerah perineum akibat ketidakmampuan otot dan jaringan lunak pelvik untuk mengakomodasi lahirnya fetus. Luka perineum yang tidak di atasi dengan baik dapat menghambat penyembuhan luka dan mengakibatkan infeksi. Tingkat konsumsi makanan yang bergizi berpengaruh terhadap penyembuhan luka pada manusia, salah satunya dengan mengkonsumsi ikan gabus (Channa Striata). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Determinan Percepatan Penyembuhan Luka Perineum pada Ibu Nifas dengan Pemberian Konsumsi Ikan Gabus (Channa Striata). Metode penelitian yang digunakan adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional yaitu suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor resiko dengan efek, dengan cara pendekatan, observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat (point time approach), besar sampel dalam penelitian ini adalah Ibu Nifas dari hari pertama melahirkan sebanyak 30 orang, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling, metode pengumpulan data adalah dengan melakukan intervensi secara khusus yaitu dengan pemberian ikan gabus satu hari 3x selama 10 hari, instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa Standar Operasional Prosedur (SOP) penyembuhan luka perineum, analisis data menggunakan analisis univariat dan analisisi bivariat. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa lama penyembuhan luka perineum ibu nifas ada pada kategori <=7 hari yaitu sebanyak 60%, sedangkan 40% ada pada kategori lama penyembuhan >7 hari. Usia, paritas, pendidikan, mobilisasi dini, dan jenis luka mempengaruhi lamanya penyembuhan luka perineum pada ibu nifas.
 
Kepemilikan Jamban Sehat Pada Masyarakat
The use of gooseneck latrines among the community of Walikukun Village, Carenang District, Serang Regency achieves 50.36%, users. The purpose of this study is to determine the availability of clean water, land availability, and income associated with latrine ownership among the community of Walikukun Village, Carenang District, Serang Regency in 2020. The method of this study is cross-sectional design. The number of respondents in this study are 87 respondents. The sampling technique used simple random sampling and the bivariate analysis used Chi square test. The results showed that all variables were related to latrine ownership in Walikukun Village, Carenang District, Serang Regency; availability of clean water (p value 0.000; OR 117.818), land availability variable (p value 0.000), income variable (p value 0.000). The conclusion of this study is that some people (68.8%) did not have a toilet.Penggunaan jamban leher angsa pada masyarakat di desa Walikukun Kecamatan Carenang Kabupaten Serang sebanyak Desa Walikukun 50,36%, pengguna. Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui ketersediaan air bersih, ketersediaan lahan, dan pendapatan yang berhubungan dengan kepemilikan jamban pada masyarakat di Desa Walikukun Kecamatan Carenang Kabupaten Serang Tahun 2020. Metode dalam penelitian ini menggunakan desain crossectional. Jumlah Responden pada penelitian ini sebanyak 87 responden. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan simple random sampling dengan analisis bivariat menggunakan Chi square test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua variabel berhubungan dengan kepemilikan jamban di Desa Walikukun Kecamatan Carenang; ketersediaan air bersih (pv=0,000; OR=117,8), ketersediaan lahan (pv=0,000), variabel pendapatan (pv=0,000). Penelitian ini menyimpulkan bahwa sebagian besar masyarakat (68,8%) tidak memiliki jamban
Pengaruh Pemberian Buklet Bacaan Islami Dengan Penerimaan Diri Pasien Hemodialisis
Patients undergoing hemodialysis experience various problems arising from malfunctioning of the kidneys. They are 1.5 to 3 times more likely to experience psychological disorders than other chronic diseases including low levels of self-acceptance. This study aims to determine the effects of giving Islamic reading booklets on self-acceptance of hemodialysis patients at Islamic Hospital of Fatimah Cilacap. This study used a quasi-experimental design. The type of this research is one group pre-test-post-test design. The study was conducted to 52 patients undergoing hemodialysis at Islamic Hospital of Fatimah Cilacap with a purposive sampling technique. The instrument of patient self-acceptance scale in this study is a questionnaire that consists of 15 question items and had been tested for validity and reliability. The data analysis used sample paired T Test. The results showed that most samples are female (55.4%); most length of hemodialysis period is in the range of 1-3 years (57.7%); most patients’ educational background is elementary school (46.2%); the mean of patients’ age is 49.86 years. The Sig. (2-tailed) value is 0.000 <0.05; in other words, there are effects of giving Islamic reading booklets on hemodialysis patients’ self-acceptance at Islamic Hospital of Fatimah Cilacap.Pasien yang menjalani hemodialisis mengalami berbagai masalah yang timbul akibat tidak berfungsinya ginjal. Pasien yang menjalani dialisis beresiko mengalami gangguan psikologis 1,5 - 3 kali lebih besar dibandingkan dengan penyakit kronis lainnya termasuk rendahnya tingkat penerimaan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah pengaruh pemberian booklet bacaan islami terhadap penerimaan diri pasien hemodialisis di RSI Fatimah Cilacap. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperiment: one goup pre test- post test design. Penelitian dilakukan pada 52 orang pasien yang menjalani hemodialysis, dengan tekhnik pengambilan sample purposive sampling. Alat ukur skala penerimaan diri pasien dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang terdiri dari 15 pertanyaan yang sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan Sample paired T Test. Hasil penelitian didapatkan jenis kelamin terbanyak adalah perempuan ( 55,4%), lama pasien menjalani hemodialisis terbanyak adalah dalam rentang 1 – 3 tahun ( 57,7%). Pasien yang menjalani hemodialisis terbanyak berpendidikan SD (46,2%). Rerata usia pasien 49,86 tahun. Nilai Sig.(2-tailed) adalah sebesar 0.000 < 0.05, atau dengan kata lain ada pengaruh pemberian buklet bacaan islami dengan penerimaan diri pasien hemodialisis di RSI Fatimah Cilacap