Faletehan Health Journal
Not a member yet
    273 research outputs found

    Social Support Positively Correlated with Dietary Adherence among Patients with Hypertension in Primary Health Center

    Get PDF
    Dietary adherence is one of the requirements in chronic disease management, which the success of hypertension management may correlate with the social support perceived by the patients. The study aimed to identify the relationship between social support and dietary adherence among patients with hypertension in Primary Health Centre, Tangerang. The study was a descriptive correlational, cross-sectional study, in which 120 respondents were recruited by using purposive sampling. Multidimensional Perceived of Social Support (MSPSS) and Dietary Adherence questionnaire was used based upon validity and reliability to measure social support and adherence. Pearson Product-Moment Correlation Coefficient was used to examine the relationship between social support and dietary adherence. The analysis result indicated that respondents who reported low support were 51 respondents (42.5%), and low dietary adherence was 53 respondents (44.2%). The analysis results showed there was a significant positive relationship between social support and dietary adherence among patients with hypertension, in which the power of correlation was moderate (r = 0.49, p < 0.05). Patients with hypertension who perceived higher social support more likely to adhere to the dietary of hypertension. The result suggests that health care providers need to facilitate support from friends, family, and significant others of the patients to achieve optimum dietary adherence

    Gambaran Usia, Paritas, Tingkat Pendidikan, Status Pekerjaan, Dukungan Suami dan Tingkat Pengetahuan Ibu dalam Pemberian ASI Eksklusif

    Get PDF
    Exclusive breastfeeding is breastfeeding without any additional food for infants aged 0-6 months. Various studies showed that exclusive breastfeeding improves children\u27s immunity and intelligence. Based on this fact, The Government gave recommendation through Health Minister Decision No. 450/MENKES/SK/VI/2004 about exclusive breastfeeding. However, not all mothers followed this recommendation. This study was conducted to determine the description of age, parity, education level, employment status, husband support, and maternal knowledge level in exclusive breastfeeding. This research is a descriptive study with case study by taking samples from Pelamunan Village as many as 54 respondents who have babies aged 0-6 months. The data collection was carried out by using a questionnaire of maternal characteristics and knowledge about exclusive breastfeeding. The results showed the majority of breastfeeding mothers are not at risk (84%), multiparity or grand multipara (77.5%), low education (83%), not working (77%), very supportive husbands (81%), and most breastfeeding mothers are knowledgeable (79%). Health officers were expected to do exclusive breastfeeding promotion to people of all circles and other researchers to answer the obstacles in the breastfeeding process by a better research method than descriptive.ASI eksklusif adalah pemberian ASI tanpa makanan tambahan lain pada bayi berumur 0-6 bulan. Berbagai penelitian membuktikan bahwa pemberian ASI Eksklusif dapat meningkatkan kekebalan dan kecerdasan anak. Oleh karena itu, pemerintah melalui Keputusan Menteri Kesehatan No. 450/MENKES/SK/VI/2004 menganjurkan pemberian ASI secara Eksklusif. Akan tetapi, anjuran tersebut belum dilakukan oleh semua ibu menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran usia, paritas, tingkat pendidikan, status pekerjaan, dukungan suami dan tingkat pengetahuan ibu dalam pemberian ASI eksklusif. Desain  Penelitian ini adalah deskriptif dengan studi kasus dengan pengambilan sampel di Desa Pelamunan yang berjumlah 54 responden ibu yang mempunyai bayi usia 0-6 bulan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang berisikan karakteristik dan pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar usia ibu menyusui tidak beresiko sebesar 84%, paritas multipara atau grandemultipara 77,5%, pendidikan rendah 83%, tidak bekerja 77%, suami yang sangat mendukung 81%, dan sebagian besar ibu menyusui berpengetahuan baik 79%. Petugas kesehatan diharapkan dapat memberikan penyuluhan pemberian ASI eksklusif kepada semua kalangan masyarakat, dan bagi peneliti lain untuk dapat melakukan penelitian mengenai mengatasi hambatan proses menyusui dengan metode yang lebih baik dari deskriptif

    Perbedaan Efektifitas Metode Ceramah dan Media Video dalam Meningkatkan Pengetahuan Pembelajaran Praktikum Keperawatan

    Get PDF
    Among learning technologies, video has more advantages. Video play can describe an object or a process correctly and present taught skills repeatedly. Video is able to manipulate time and space and can invite participants to see various sizes of object and events anywhere. This study aims to determine the effects of video to increase the knowledge of first level students at Diploma III Nursing Study Program of Faletehan University Serang in nursing practices. The design of this research is quasi experimental with non-equivalent two groups design. The research samples were 96 first level students at Diploma III Nursing Study Program, which were divided into 2 groups. Group 1 received lecture treatment as many as 48 students and group 2 received video treatment as many as 48 students. The results showed the increase of knowledge mean score as much as 0.29 in the lecture treatment group and 2.21 in the video treatment group. The results also showed a significant difference of knowledge (p = 0.000). To conclude, there is a difference in the effectiveness of learning between lecture method and video-use on student knowledge in nursing practice.Diantara banyak teknologi pembelajaran, media video memiliki lebih banyak keuntungan. Pemutaran video dapat menggambarkan objek atau suatu proses secara tepat dan menyajikan keterampilan yang diajarkan secara berulang-ulang. Video memiliki kemampuan dalam memanipulasi waktu dan ruang dan dapat mengajak peserta melihat berbagai ukuran objek serta peristiwa dimana saja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media video dalam meningkatkan pengetahuan mahasiswa tingkat I Program Studi Diploma III Keperawatan Universitas Faletehan Serang pada pembelajaran praktikum keperawatan. Desain penelitian ini menggunakan eksperimen semu (quasi experimental) dengan rancangan non-equivalent two groups design. Sampel penelitian adalah mahasiswa tingkat I Program Studi Diploma III Keperawatan sebanyak 96 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok 1 mendapatkan perlakuan metode ceramah sebanyak 48 mahasiswa dan kelompok 2 mendapatkan perlakuan media video sebanyak 48 mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan nilai mean pengetahuan sebanyak 0,29 pada kelompok perlakuan metode ceramah dan 2,21 pada kelompok perlakuan media video. Hasil penelitian juga menunjukkan terdapat perbedaan pengetahuan yang signifikan (p = 0,000). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat perbedaan efektifitas pembelajaran antara metode ceramah dengan pembelajaran berbantuan media video terhadap pengetahuan mahasiswa pada pembelajaran praktikum keperawatan

    Analisis Pendampingan Lansia yang Mengalami Penyakit Rheumatoid Arthritis pada Lembaga Kesejahteraan Sosial di Aceh

    Get PDF
    Nowadays, elderly assistance in Social Welfare Institutions is generally carried out by non-medical social workers. This potentially causes a shortcoming in elderly care, resulting on the decreased condition of the elders’ health especially those with a chronic rheumatic diseases. This reasearch aimed to analyze the assistance of elderly with Rheumatoid Arthritis (RA) at Nursing Home Darussa\u27adah, Lhokseumawe, Aceh Province. The research design was descriptive quantitative with descriptive statistics analysis. The population were all elderly people with rheumatism and the samples were 36 respondents who were selected by using purposive sampling technique. The results of univariate analysis showed that the elderly assistance was mostly categorized poor, namely as many as 19 respondents (52.8%), negative monitoring was obtained by 19 respondents (52.8%), negative education was received by 21 respondents (58.3%), and lack of motivation was gotten by 18 respondents (50%). The results of bivariate analysis showed that there was a relationship between elderly assistance and elderly dependence in elders with chronic RA (p value 0.001). The managers of Social Welfare Institution should coordinate with the local Health Office to request elderly assistance and care by nurses for the elders with chronic rheumatic diseases.Pendampingan lansia di Lembaga Kesejahteraan Sosial saat ini umumnya dilakukan oleh pekerja sosial bukan bidang kesehatan. Hal ini berpotensi terjadi kelemahan dalam perawatan lansia yang mengakibatkan menurunnya kondisi kesehatan lansia terutama yang mengalami penyakit kronik rematik. Penelitian ini bertujuan melakukan analisis pendampingan lansia yang mengalami penyakit rheumatodi arthritis pada lansia yang tinggal di panti jompo Darussa’adah Lhokseumawe provinsi Aceh. Desain penelitian ini menggunakan kuantitatif deskriptif dengan analisis descriptive statistics. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang mengalami rematik dan jumlah sampel berjumlah 36 responden dengan teknik purposive sampling. Hasil analisis univariat menunjukkan pendampingan yang dilakukan oleh pendamping lansia  paling banyak berkategori kurang, yaitu sebanyak 19 responden (52.8%), monitoring negatif sebanyak 19 responden (52.8%), edukasi negatif sebanyak 21 responden (58.3%) dan motivasi kurang sebanyak 18 responden (50%). Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan pendampingan lansia dengan ketergantungan perawatan lansia yang mengalami masalah kesehatan kronis rematik (p value, 0.001). Pengelola Lembaga Kesejahteraan Sosial sebaiknya dapat berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat untuk meminta pendampingan dan perawatan lansia oleh perawat bagi lansia yang mengalami penyakit kronis rematik

    Analisis Hubungan antara Usia Kehamilan, Berat Lahir Bayi, Jenis Persalinan dan Pemberian Asi dengan Kejadian Hiperbilirubinemia: ANALISIS HUBUNGAN ANTARA USIA KEHAMILAN, BERAT LAHIR BAYI, JENIS PERSALINAN DAN PEMBERIAN ASI DENGAN KEJADIAN HIPERBILIRUBIN PADA BAYI DI RUANG PERINATOLOGI RSUD DRAJAT PRAWIRANEGARA TAHUN 2020

    No full text
    Hyperbilirubinemia is one of the most common causes of infant death, caused by emergencies and complications in neonates. Many factors that influence Hyperbilirubinemia are preventable. This research aims to determine the relationship between gestational age, birth weight, type of childbirth and breastfeeding with the occurrence of hyperbilirubinemia in infants at the perinatology ward of Doctor Drajat Prawiranegara Regional General Hospital in 2020. This research is analytical with a case control design. The study population was all infants treated at the perinatology ward as many as 14,937 babies. The sample size was calculated using the odds ratio hypothesis test formula, obtained 22. The number of case samples was 22 babies and the control was 44 babies (1:2), so the total samples were 66 babies. The bivariate data analysis used chi square and the multivariate used multiple logistic regression. The research result showed there was a significant relationship between gestational age (P: 0.006), birth weight (P: 0.002), types of childbirth (P: 0.001) and breastfeeding (P: 0.000) with the occurrence of hyperbilirubinemia. The dominant factor affecting the occurrence of hyperbilirubinemia is breastfeeding. Early initiation of breastfeeding and motivating mothers with baby with hyperbilirubinemia not to panic and continue to breastfeed on demand are efforts to reduce hyperbilirubinemia.Hiperbilirubinemia merupakan salah satu penyebab kematian bayi yang terbanyak, disebabkan oleh kegawatdaruratan dan penyulit pada neonatus. Banyak faktor yang mempengaruhi Hiperbilirubinemia sebetulnya dapat dicegah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia kehamilan, berat lahir bayi, jenis persalinan dan pemberian ASI dengan kejadian hiperbilirubinemia pada bayi di ruang perinatologi Rumah Sakit Umum Daerah dr. Drajat Prawiranegara tahun 2020. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain case control. Populasi penelitian ini adalah seluruh bayi yang dirawat di ruang perinatologi sebanyak 14.937 bayi. Besar sampel dihitung dengan menggunakan rumus uji hipotesis odd ratio, mendapatkan hasil 22. Jumlah sampel kasus sebanyak 22 bayi dan kontrol sebanyak 44 bayi (1:2) sehingga total sampel sebanyak 66 bayi. Analisis data bivariat menggunakan chi square dan multivariat menggunakan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara usia kehamilan (P: 0,006), berat lahir bayi (P: 0,002), jenis persalinan (P: 0,001) dan pemberian ASI (P: 0,000) dengan kejadian hiperbilirubinemia. Faktor dominan yang berpengaruh terhadap kejadian hiperbilirubinemia adalah pemberian ASI. Inisiasi menyusui dini (IMD) dan memotivasi ibu dengan bayi yang mengalami hiperbilirubinemia untuk tidak panik serta tetap memberikan ASI on demand menjadi upaya yang dapat dilakukan dalam mengurangi hiperbilirubinemia

    Dampak Persepsi dan Stigma Masyarakat tentang Covid-19

    Get PDF
    Covid-19 outbreak in Indonesia, dated November 15, 2020, infected 474.455 people who were tested positive, 398.636 people were recovered, while 15.393 peopledied. Negative perception and stigma attacked people related to Covid-19 and causedstress and depression whichcan reduce the immune system then cause death. This study aimedto determine the community perception andstigma about Covid 19 in Banten Province in 2020. This study was analytical descriptive and useda cross-sectional study approachto examine theperceptionand stigma of community who were infected bycovid 19. Thisstudy was conducted from June toNovember 2020 in Pandeglang Regency and Serang City. Thedata collection was by distributing questionnaires. The sampleswere 750 respondents. This study found a significant relationship between communityperception and community stigma, which influencesthe performance of health workersand the stress level of Covid-19 patientswith p value 0.00 for both. Negative perceptionand stigmamayimpact on the performance of health workers and cause depression in COVID-19 patients, which results on the decrease ofimmune system. Keywords: Covid-19, Community Perception, CommunityStigmaWabah Covid-19di Indonesia, tertanggal 15 November 2020 telah menjangkiti 474.455 orang dan dinyatakanpositifcovid,data pasiensembuhberjumlah398.636orang,sementarayang meninggal mencapai 15.393 orang. Persepsi negatif dan stigma menyerang orang-orang yang berhubungan dengan Covid-19 sertadapat menimbulkan stresdan depresisehingga dapat menurunkan imunitastubuhyang menyebabkan kematian. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui persepsi dan stigma masyarakat tentang Covid 19 di Provinsi Banten pada tahun 2020.Penelitian ini bersifat descriptive analitik denganmenggunakanpendekatan studi potong lintang untuk melihat persepsi dan stigma masyarakat yang terpapar dengan covid 19. Penelitian dilakukan pada bulan Juni -Nopember 2020 di Kabupaten Pandeglang dan Kota Serang. Pengambilan data melalui penyebarankuesioner. Sampel penelitiansebanyak 750 Responden. Hasil Penelitian menunjukkanadanyahubungan yang signifikan antara persepsi masyarakatdan stigma negatif masyarakatyang mempengaruhi kinerja tenaga kesehatandan tingkatstress pasien coviddan dengannilai P (p value)keduanya= 0,00. Persepsi dan stigma negatifakan berdampak terhadap kinerja tenaga kesehatan dan menimbulkan depresi pada pasien covid-19 yang mengakibatkan menurunnya sistem imun. Kata Kunci: Covid 19, Persepsi Masyarakat, Stigma Masyaraka

    Prevalensi Konsumsi Kopi dan Hubungannya Dengan Tekanan Darad

    Get PDF
    Hypertension is known as the silent killer or deadly disease in secret because it has no specific signs and symptoms. Coffee consumption has historically been considered to have a negative effect on the body and is often linked as a factor that can lead to high blood pressure. The purpose of this study was to determine the relationship between coffee consumption and blood pressure in hypertensive patients. The design in this study used a cross-sectional study. Respondents of this study were 36, taken using a sampling technique, namely purposive sampling with inclusion criteria: consuming coffee and being willing to be respondents; and exclusion: had a history of other chronic diseases such as endocrine disorders. Data collection using a questionnaire and Spearman correlation statistical test. The results showed that there was a relationship between coffee consumption and blood pressure, respondents consumed the most coffee in the mild and moderate category with the majority of blood pressure being stage 1 hypertension. The results of the Spearman correlation test concluded that there was a relationship between coffee consumption and blood pressure in hypertensive patients. The correlation coefficient (r) of this study shows positive results, namely 0.424, which means that there is a strong enough relationship between coffee consumption and blood pressure. The increasing frequency of coffee will further increase the increase in blood pressure in hypertensive patients.Hipertensi dikenal dengan the silent killer atau penyakit mematikan secara diam-diam karena tidak memiliki tanda dan gejala yang spesifik. Konsumsi kopi secara historis dinilai memiliki efek negatif pada tubuh dan sering dihubungkan sebagai faktor yang dapat menimbulkan terjadinya tekanan darah tinggi. Tujuan penelitian ini untuk melihat hubungan konsumsi kopi dengan tekanan darah pada pasien hipertensi. Desain pada penelitian ini menggunakan cross-sectional studi. Responden penelitian ini berjumlah 36, diambil menggunakan tekhnik sampling yaitu purposive sampling dengan kriteria inklusi: mengkonsumsi kopi dan bersedia menjadi responden; dan eksklusi: memiliki riwayat penyakit kronis lain seperti gangguan endokrin. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan uji statistik korelasi spearman. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan antara konsumsi kopi dengan tekanan darah, responden mengkonsumsi kopi paling banyak pada kategori ringan dan sedang dengan mayoritas tekanan darah adalah hipertensi stage 1. Hasil uji korelasi spearman disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara konsumsi kopi dengan tekanan darah pada pasien hipertensi. Korelasi koefisien (r) penelitian ini menunjukan hasil yang positif yaitu 0,424 yang berarti terdapat hubungan cukup kuat antara konsumsi kopi dan tekanan darah. Semakin bertambah frekuensi kopi akan semakin menambah peningkatan tekanan darah pada pasien hipertensi

    Literatur Review: Pengaruh Pemberian Supplement Folamil dan Tablet Zat Besi pada Ibu Hamil dengan Anemia terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin

    Get PDF
    Anemia in pregnancy is a deficiency of iron that plays a role in the formation of hemoglobin, namely protein, iron, vitamin B12, vitamin C and folic acid. Folic acid plays a role in the metabolism of amino acids necessary in the formation of red blood cells to prevent from the occurrence of birth defects and anemia. This was a descriptive literature study. The articles search used Mendeley app with the year of publication from 2017 to 2021 and obtained 10 articles that are relavant with inclusion criteria. According to the 10 articles that are eligiable and meet the determined criteria, the provision of folamil supplement and iron tablets to pregnant women with anemia had a significant effect on the increase of hemoglobin level. During pregnancy, the pregnant women got poor nutrients intake and had insufficient supplies of iron and folic acid. Health workers especially midwives should increase the scope of folamil supplement and iron tablets administration by improving the role of community and pregnant women in order to increase the use of health facility.Anemia kehamilan adalah defisiensi besi yang berperan dalam pembentukan hemoglobin yaitu protein, besi, vitamin B12, vitamin C dan asam folat. Asam folat berperan dalam metabolisme asam amino yang diperlukan dalam pembentukan sel darah merah untuk mencegah terjadinya cacat janin dan anemia. Penelitian ini merupakan studi literatur yang bersifat deksriptif. Penelusuran artikel menggunakan aplikasi Mendeley dengan tahun publikasi dari 2017 sampai dengan 2021 dan mendapatkan 10 artikel yang relavan berdasarkan kriteria inklusi. Dari 10 artikel yang eligibel dan memenuhi kriteria yang telah ditentukan, pemberian suplemen folamil dan tablet zat besi terhadap ibu hamil dengan anemia memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kadar haemoglobin. Selama kehamilan, ibu hamil mendapatkan asupan nutrisi yang kurang baik serta memiliki persediaan zat besi dan asam folat yang tidak mencukupi. Tenaga kesehatan khususnya bidan sebaiknya meningkatkan cakupan pemberian suplemen folamil dan zat besi dengan cara meningkatkan peran serta masyarakat dan ibu hamil dalam upaya peningkatan pemanfaatan fasilitas kesehatan

    Hubungan antara Grade Hipertensi dengan Tingkat Kemandirian Lansia dalam Activities Of Daily Living (ADLs)

    Get PDF
    The prevalence of hypertension in Indonesia has continued to increase. Decreasing the level of elderly independence due to hypertension is a major concern in achieving optimal quality of life. The purpose of this study was to determine the relationship between hypertension grade and independence level in activities of daily living. There were 49 participants selected by cluster sampling from elderly who diagnosed with hypertension. This research used a quantitative approach with cross sectional design. Analysis of the relationship between hypertension grade and elderly independence using Spearman rank correlation. The results showed that 55.1% of the elderly had grade II hypertension and 49% of the elderly had partial dependence. Based on correlation analysis, the results obtained p value 0.00 (<0.05) and r -0.56 with the conclusion that there is a fairly strong relationship between hypertension and independence of the elderly, with a negative direction means the higher blood pressure give a lower the elderly independence. Changes in the level of elderly independence caused by hypertension should be a concern for nurses to always monitor the grade of hypertension regularly every month. Family involvement is enhanced to provide family support that can help the elderly so that the quality of life of elderly hypertension can still be optimally achieved.Prevalensi hipertensi di Indonesia semakin meningkat setiap tahun terutama pada kelompok lansia. Penurunan tingkat kemandirian lansia akibat hipertensi menjadi perhatian utama dalam rangka pencapaian kualitas hidup yang optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara derajat hipertensi pada lansia dengan tingkat kemandirian dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Pengambilan sampel dilakukan secara cluster sampling berjumlah 49 lansia hipertensi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Analisa hubungan variabel grade hipertensi dan tingkat kemandirian menggunakan analisis korelasi spearman rank. Hasil penelitian menunjukan 55,1% lansia mengalami hipertensi grade II dan 49% lansia  mengalami ketergantungan sebagian. Berdasarkan analisa korelasi spearman rank di dapatkan hasil p value 0,000 (<0,05) dan r -0,56 dengan kesimpulan terdapat hubungan yang cukup kuat antara penyakit hipertensi dengan kemandirian lansia, dengan arah hubungan yang negatif artinya semakin tinggi tekanan darah maka semakin rendah kemandirian lansia. Perubahan tingkat kemandirian lansia yang diakibatkan oleh hipertensi ini seyogyanya menjadi perhatian perawat agar selalu melakukan monitoring grade hipertensi pada lansia secara rutin setiap bulan. Keterlibatan keluarga ditingkatkan untuk memberikan dukungan keluarga yang dapat membantu lansia agar kualitas hidup lansia hipertensi tetap dapat tercapai secara optimal

    Determinan Sikap Remaja terhadap Pernikahan Dini di Provinsi Banten: Analisis Data SKAP 2019

    Get PDF
    The marriage law states that the ideal marriage for men is over the age of 21 and women over the age of 19. The social problem of early marriage in Indonesia is a phenomenon that occurs in many areas, both in urban and rural areas, such as the high rate of divorce and maternal and infant mortality. The purpose of this study was to determine the factors that influence adolescent attitudes towards early marriage in Banten Province based on the 2019 Program Performance and Accountability Survey. The research design was cross-sectional with the total sample of 1,458. The results showed that there was a relationship between age (p=0.001; OR=16.7; 95%CI=12.5-22.4), sex (p=0.001; OR=2.51; 95%CI=2, 01-3.12), education (p=0.001; OR=0.09; 95%CI=0.06-0.12), knowledge (p=0.001; OR=4.11; 95%CI=3.26 -5.17) and adolescent attitudes towards early marriage. Meanwhile, residence did not have a relationship with adolescent attitudes towards early marriage (p=0.073). Access to information is an influential issue to adolescents’ knowledge about the risk of early marriage so that those with low education and living in rural areas can have indifferent knowledge from those with high education and living in urban areas.Undang-Undang  pernikahan menyebutkan bahwa pernikahan yang ideal untuk laki-laki adalah berusia diatas 21 tahun dan perempuan berusia diatas 19 tahun. Masalah sosial pernikahan usia dini di Indonesia merupakan salah satu fenomena yang banyak terjadi di berbagai wilayah, baik di perkotaan maupun di pedesaan, misalnya tingginya angka perceraian dan kematian ibu dan bayi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi sikap remaja terhadap pernikahan dini di Provinsi Banten berdasarkan Survey Kinerja dan Akuntabilitas Program tahun 2019. Desain penelitian ini adalah cross-sectional dengan jumlah sampel 1.458. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara umur (p=0,001; OR=16,7; 95%CI=12,5-22,4), jenis kelamin (p=0,001; OR=2,51; 95%CI=2,01-3,12), pendidikan (p=0,001; OR=0,09; 95%CI=0,06-0,12), dan pengetahuan (p=0,001; OR=4,11; 95%CI=3,26-5,17) dengan sikap remaja terhadap pernikahan dini. Sedangkan tempat tinggal tidak memiliki hubungan dengan sikap remaja terhadap pernikahan dini (p=0,073). Akses terhadap informasi menjadi isu yang berpengaruh terhadap pengetahuan remaja tentang risiko pernikahan dini sehingga remaja dengan pendidikan rendah dan yang hidup di pedesaan bisa memiliki pengetahuan yang tidak jauh berbeda dengan remaja berpendidikan tinggi dan yang hidup di perkotaan

    255

    full texts

    273

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Faletehan Health Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇