Faletehan Health Journal
Not a member yet
    273 research outputs found

    Hubungan antara Kepuasan Pembelajaran Daring pada Masa Pandemi Covid-19 dengan Stress Akademik pada Mahasiswa Keperawatan

    Get PDF
    Kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia menyebabkan pemerintah mengeluarkan kebijakan pendidikan tentang pembelajaran secara daring. Pembelajaran daring yang dilakukan pada awal masuk perkuliahan dapat menyebabkan terjadinya stres akademik pada mahasiswa terutama mahasiswa transfer karena menambah beban pekerjaan yang sudah ada. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kepuasan pembelajaran daring pada masa pandemi Covid-19 terhadap stres akademik pada mahasiswa keperawatan. Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sejumlah 74 responden dilibatkan dalam penelitian, yang dipilih dengan teknik total sampling. Alat ukur dalam penelitian ini adalah sebuah kuesioner dan telah mendapatkan uji validitas. Analisis statistik menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan persentase kepuasan mahasiswa terhadap pembelajaran daring sebesar 50% dan stres akademik sebagian besar mahasiswa adalah berat (54,1%). Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kepuasan pembelajaran daring dengan stres akademik mahasiswa (p value 0,816). Perlu upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran daring sehingga dapat meningkatkan kepuasan mahasiswa dan dapat mengurangi kecemasan mahasiswa khususnya dalam pencapaian nilai akademik.Kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia menyebabkan pemerintah mengeluarkan kebijakan pendidikan tentang pembelajaran secara daring. Pembelajaran daring yang dilakukan pada awal masuk perkuliahan dapat menyebabkan terjadinya stres akademik pada mahasiswa terutama mahasiswa transfer karena menambah beban pekerjaan yang sudah ada. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kepuasan pembelajaran daring pada masa pandemi Covid-19 terhadap stres akademik pada mahasiswa keperawatan. Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sejumlah 74 responden dilibatkan dalam penelitian, yang dipilih dengan teknik total sampling. Alat ukur dalam penelitian ini adalah sebuah kuesioner dan telah mendapatkan uji validitas. Analisis statistik menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan persentase kepuasan mahasiswa terhadap pembelajaran daring sebesar 50% dan stres akademik sebagian besar mahasiswa adalah berat (54,1%). Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kepuasan pembelajaran daring dengan stres akademik mahasiswa (p value 0,816). Perlu upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran daring sehingga dapat meningkatkan kepuasan mahasiswa dan dapat mengurangi kecemasan mahasiswa khususnya dalam pencapaian nilai akademik

    Pengaruh Konsumsi Olahan Jantung Pisang terhadap Peningkatan Produksi Air Susu Ibu pada Ibu Postpartum

    Get PDF
    Banana flower is well-known as an ingredient of traditional food and proved to increase breast milk production. However, the benefits of banana flower are not widely known by Indonesian people, especially to increase breast milk production. This study aimed to determine the effects of consuming processed banana flower on the increase of breast milk production among postpartum mothers. This study used pre-experimental analytical quantitative method with one group pretest posttest approach. The samples were 20 postpartum mothers on days 3-14, who were taken by using a purposive sampling technique. The univariate data analysis used central tendency distribution and the bivariate analysis used paired sample t-test. The results showed that the mean of breast milk production before consuming processed banana flower was 81.50 and after consuming processed banana flower was increased to 99.55 with a difference of 18.05 per minute. The results of statistical tests obtained a p value of 0.000 (α<0.05) which means that there was effect of consuming processed banana flower on the increase of breast milk production. Health officers need to know the benefits of consuming processed banana flower and educate postpartum mothers to cook banana flower and consume it during breastfeeding period to increase their breast milk production.Jantung pisang dikenal sebagai bahan makanan tradisional dan terbukti dapat meningkatkan produksi air susu ibu (ASI). Akan tetapi, manfaat dari jantung pisang ini tidak banyak diketahui oleh masyarakat terutama untuk memperlancar produksi ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mengkonsumsi olahan jantung pisang terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu postpartum. Penelitian ini menggunakan metode analitik kuantitatif pra-eksperimen dengan pendekatan one group pretest posttest. Sampel dalam penelitian ini adalah 20 ibu postpartum 3-14 hari yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Analisis data univariat menggunakan distribusi tendensi sentral dan analisis bivariat menggunakan uji paired sample t-test (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata produksi ASI sebelum mengkonsumsi olahan jantung pisang adalah 81,50 ml per menit sedangkan setelah mengkonsumsi olahan jantung pisang mengalami peningkatan menjadi 99,55 ml per menit dengan selisih 18,05 ml per menit. Hasil uji statistik mendapatkan nilai p value 0,000 (α<0,05), maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dari mengkonsumsi  olahan jantung pisang terhadap peningkatan produksi ASI. Petugas kesehatan perlu mengetahui manfaat mengkonsumsi olahan jantung pisang dan mengedukasi ibu postpartum untuk dapat mengolah jantung pisang dan mengkonsumsinya selama masa menyusui untuk meningkatkan volume produksi ASI

    Strategi Layanan Kesehatan Reproduksi pada Remaja: Literature Review

    Get PDF
    Adolescents are the most important targets in reproductive health programs. The typical nature of teenagers is to have great curiosity, love adventure, like challenges and dare to take risks for their actions without careful consideration, and inappropriate decision making in facing problems. Therefore, they might potentially fall into risky behaviors that cause short and long term impacts in physical and psychological health problems.  The purpose of the study was to know reproductive health service strategies in adolescents. The research used literature studies. To search the articles, PubMed database and Google Scholar publication year from 2015 to 2021 were used. There were 18 relevant articles based on inclusion criteria. Reproductive health service strategies in adolescents could be done through mass media such as televition, radio, leaflets and pocketbook giving. Mobile phones were also able to be utilized by providing applications and social media services. The strategies can provide better benefits because they are able to increase adolescent knowledge and most importantly to keep adolescents secret.Remaja merupakan sasaran terpenting dalam program kesehatan reproduksi. Sifat khas remaja yaitu memiliki rasa ingin tahu yang besar, suka berpetualang, menyukai tantangan dan berani mengambil risiko atas perbuatannya tanpa pertimbangan yang matang, serta pengambilan keputusan dalam menghadapi permasalahan tidak tepat. Sehingga, mereka berpotensi mudah terjerumus dalam perilaku berisiko yang dapat menimbulkan dampak jangka pendek dan panjang dalam masalah kesehatan fisik dan psikis. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi layanan kesehatan reproduksi pada remaja. Penelitian ini menggunakan studi literatur. Penelusuran artikel menggunakan database PubMed dan Google Scholar tahun publikasi 2015 sampai dengan 2021. Peneliti mendapatkan 18 artikel yang relavan berdasarkan kriteria inklusi. Strategi layanan kesehatan reproduksi pada remaja dapat dilakukan melalui media masa seperti televisi, radio, leaflet dan pemberian buku saku. Ponsel juga dapat digunakan dengan cara menyediakan aplikasi dan layanan media sosial. Strategi-strategi ini dapat memberikan manfaat yang lebih baik karena dapat meningkatkan pengetahuan remaja dan yang terpenting adalah mampu menjaga rahasia remaja

    Pengaruh Pemberian Metode 20-20-20 terhadap Penurunan Gejala Computer Vision Syndrome (CVS)

    Get PDF
    Computer Vision Syndrome (CVS) is a combination of problems or a set of symptoms in eyes due to activities of using digital devices such as computers, telephones, and tablets with near vision and lasts continuously for long periods. Employees who work on a computer for more than 2-4 hours a day is at risk of developing CVS which can affect their productivity at work. The purpose of this study was to determine the effects of giving 20-20-20 method on reducing CVS symptoms. The type of the research is true experiment with pretest-posttest control group design. The number of samples were 30 employees divided into the experimental group and the control group. The bivariate analysis used paired samples T-test for paired samples and independent samples T-test and Mann-Whitney test for non-paired samples with a significance level of 95% (α = 0.05). The results showed that there was a significant difference between CVS symptom score before and after the intervention with p value 0.001 (ρ<0.05). The researchers concluded that there was a significant effect of giving 20-20-20 method on reducing CVS symptoms of employees. Future researchers were expected to be able to innovate to reduce the symptoms of Computer Vision Syndrome (CVS).Computer Vision Syndrome (CVS) adalah kombinasi masalah atau sekumpulan gejala pada mata akibat aktivitas penggunaan perangkat digital seperti komputer, telepon, dan tablet dengan penglihatan jarak dekat dan berlangsung secara terus menerus. Pekerja yang menggunakan komputer dengan durasi lebih dari 2-4 jam sehari beresiko mengalami CVS dan dapat berdampak pada produktivitas kerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian metode 20-20-20 terhadap penurunan gejala CVS. Jenis penelitian ini adalah true experimental desain pretest-posttest control group design. Jumlah sampel sebanyak 30 orang karyawan dan dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Analisis bivariat menggunakan uji paired samples T-test untuk sampel berpasangan dan uji independent samples T-test dan Mann-Whitney untuk sampel tidak berpasangan dengan tingkat signifikansi 95% (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara skor gejala CVS sebelum dan sesudah intervensi dengan nilai ρ=0,001 (ρ < 0,05). Peneliti menyimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dari pemberian metode 20-20-20 terhadap penurunan gejala CVS pada karyawan. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat berinovasi untuk menurunkan gejala Computer Vision Syndrome (CVS)

    Determinan Keluhan Penyakit Kulit pada Pemulung di Tempat Pembuangan Akhir

    Get PDF
    Scavengers are people or independent informal workers who take unused items, such as plastics, cardboards and irons that can be sold and recycled. The risk of disease transmission to scavengers is greater because their work directly relates to wastes. Environmental-based diseases might be skin disorders caused by bacteria, viruses and fungi. The purpose of this study was to determine the factors associated with skin complaints of scavengers in final disposal site. The research design used was cross-sectional. The population of this study were all scavengers at Bangkonol Final Disposal Site, Pandeglang Regency. The sample of this study amounted to 120 scavengers taken by total sampling. The results showed that there was a relationship between personal hygiene (Pv = 0.000), knowledge (Pv = 0.000), availability of information (Pv = 0.000), and working period (Pv = 0.000) with skin disease complaints. Meanwhile, there was no relationship between length of contact (Pv = 0.521) and complaints of skin diseases. Scavengers should pay more attention to clean and healthy living behaviors, including washing hands after and before work, bathing twice a day, cutting nails regularly (once a week), and regularly changing work clothes daily.Pemulung yaitu orang atau pekerja informal yang independen yang bekerja mengambil bahan/barang tidak terpakai yang terbuat dari plastik, kardus dan besi yang dapat dijual dan didaur ulang kembali. Risiko penularan penyakit pada pemulung lebih besar terjadi karena pekerjaannya berkaitan langsung dengan sampah. Penyakit berbasis lingkungan dapat berupa gangguan pada kulit yang disebabkan oleh bakteri, virus dan jamur. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan kulit pada pemulung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh pemulung di TPA Bangkonol Kabupaten Pandeglang. Sampel dalam penelitian ini sejumlah 120 pemulung, diambil dengan total sampling. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara personal hygiene (Pv=0,000), pengetahuan (Pv=0,000), ketersediaan informasi (Pv=0,000), dan masa kerja (Pv=0,000) dengan keluhan penyakit kulit. Sementara itu, tidak ada hubungan antara lama kontak (Pv=0,521) dengan keluhan penyakit kulit. Para pemulung sebaiknya lebih memperhatikan perilaku hidup bersih dan sehat, diantaranya dengan mencuci tangan sesudah dan sebelum bekerja, mandi dua kali sehari, memotong kuku dengan rutin (seminggu sekali), dan rutin mengganti pakaian kerja setiap hari

    Pengetahuan, Kesiapan Ibu dan Anak dalam Keberhasilan Toilet Training

    Get PDF
    Toilet training is a learning process or exercise carried out by children so that they can urinate and defecate properly. The age of 18-36 months is a toddler period, where toilet training becomes very important. The achievement of this development is done so that the child is accustomed to being independent and also stimulates further development. The purpose of the study was to determine the factors corelated with the success of toilet training in children aged 18-36 months. This study used a descriptive correlative method through a cross sectional approach. This study used a purposive sampling technique and a sample of 163 respondents, with Kendal tau statistical test. The results showed that there was a relationship between mother\u27s knowledge (p value 0.000), mother\u27s readiness (p value 0.000), and child readiness (p value 0.000) with the success of toilet training. The readiness of mothers and children is very important in supporting the success of child toilet training. Parents, especially mothers, need to increase knowledge and provide simulation motivation to children in order to improve toddler toilet training skills.Toilet training merupakan suatu proses belajar atau latihan yang dilakukan oleh anak agar dapat mempraktikan buang air kecil dan buang air besar dengan benar. Usia 18-36 bulan merupakan masa toddler, dimana toilet training menjadi sangat penting. Capaian perkembangan ini dilakukan agar anak terbiasa mandiri dan juga menstimulus perkembangan selanjutnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan keberhasilan toilet training pada anak usia 18-36 bulan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelatif melalui pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan sampel sebanyak 163 responden, dengan uji statistik kendal’s tau. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan pengetahuan ibu (p value 0,000), kesiapan ibu (p value 0,000), dan kesiapan anak (p value 0,000) dengan keberhasilan toilet training. Kesiapan ibu dan anak sangat penting dalam mendukung keberhasilan toilet training seorang anak. Orang tua khususnya ibu perlu meningkatkan pengetahuan dan memberikan motivasi simulasi kepada anak sehingga dapat meningkatkan keterampilan toilet training anak toddler

    Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Motivasi Lansia Berpartisipasi di Program Olahraga Rutin Posyandu Lansia Permata

    Get PDF
    The aging process causes various changes and decrease of body organs function. To inhibit the decline of body functions and to lessen risks of diseases, elders need to do physical exercises. Besides, the exercises are also able to support their emotional and mental. Thus, it will impact on the quality of life of elderly. However, previous studies found that there were many barriers that cause elderly reluctant to do exercises.  This study aimed to determine the factors relating to the motivation of elderly in exercising at Permata Integrated Health Post (Posyandu), Kelapa Lima Village, Kupang. The research design was descriptive correlative with a cross-sectional approach. The data collection technique used total sampling. The respondents were 57 elders whose age were 60 years old and over. The study showed that there was a relationship between sex (p-value = 0.019), education level (p-value = 0.000) and barriers to the motivation of the elderly to exercise (p-value = 0.032). However, there was no relationship between age (p-value = 0.417) and work status with the motivation of the elderly to exercise (p-value = 0.809). Further research was suggested to examine other factors relating to the motivation of the elderly in exercising such as knowledge, economic conditions, family support, and the benefits of exercise.Proses penuaan menyebabkan tubuh mengalami berbagai perubahan dan penurunan fungsi normal dari organ-organ tubuh. Usaha untuk menghambat kemunduran fungsi tubuh serta mengurangi risiko terhadap penyakit, aktivitas olahraga sangat penting dilakukan oleh lansia. Olah raga berfungsi untuk mendukung kesehatan mental-emosional sehingga akan berdampak pada kualitas hidup lansia. Akan tetapi, penelitian sebelumnya menemukan banyak hambatan yang menyebabkan lansia enggan  berolah raga. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan motivasi lansia dalam berolahraga di Posyandu Lansia Permata Kelurahan Kelapa Lima Kupang. Desain penelitian berupa metode descriptive correlation dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengumpulan data menggunakan total sampling. Responden penelitian adalah lansia yang berusia 60 tahun ke atas sejumlah 57 orang. Penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara jenis kelamin (p-value = 0,019), tingkat pendidikan (p-value = 0,000) dan hambatan dengan motivasi lansia berolahraga (p-value = 0,032). Namun tidak terdapat hubungan antara usia (p-value = 0,417) dan status pekerjaan dengan motivasi lansia berolahraga (p-value = 0,809). Penelitian selanjutnya diharapkan dapat melihat faktor lain yang berhubungan dengan motivasi lansia dalam berolahraga seperti pengetahuan, kondisi ekonomi, dukungan keluarga, dukungan kader kesehatan, serta manfaat olahraga

    Hubungan Aktivitas Fisik Saat Pandemi Covid-19 dengan Tingkat Nyeri Dismenore Primer

    Get PDF
    This research was triggered by complaints of female students who suffered from dysmenorrhea and had their activities disturbed. Meanwhile, dysmenorrhea symptoms can be overcome by physical exercises, pharmacological and non-pharmacological therapies. Lack of exercises is a risk factor of dysmenorrhea pain severity. Moreover during Covid-19 pandemic, exercises became one of the top physical activities for maintaining immunity and physical health. The purpose of this study was to determine the correlation between physical activities during Covid-19 pandemic and dysmenorrhea pain levels among female students. This study used cross-sectional approach and the data collection technique used International Physical Activity Questionnaire Short Form (IPAQ-SF) instrument. The sampling method used purposive sampling and the sample size were 194 respondents. The results of Spearman\u27s rank statistical test showed a correlation between physical activities during Covid-19 pandemic and the pain level of primary dysmenorrhea, in which the r value is 0.745 and the p-value is <0.05. The Research results could be disseminated to educational institutions to carry out a program of joint physical activity.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keluhan mahasiswi yang mengalami dismenore dan merasa aktivitasnya terganggu. Padahal gejala dismenore dapat diatasi dengan latihan fisik, terapi farmakologi dan non farmakologi. Kurangnya olahraga merupakan salah satu faktor risiko keparahan nyeri dismenore. Apalagi di masa pandemi COVID-19, olahraga menjadi salah satu aktivitas fisik terpenting untuk menjaga kekebalan dan kesehatan fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik pada masa pandemi COVID-19 dengan derajat nyeri desminore yang dialami mahasiswi. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional dan teknik pengumpulan data menggunakan instrumen International Physical Activity Questionnaire Short Form (IPAQ-SF). Pengambilan teknik sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 194 responden. Hasil uji statistik rank Spearman menunjukkan adanya korelasi antara tingkat latihan fisik selama pandemi Covid-19 dengan tingkat nyeri disminore primer, dimana nilai r = -0,745 dan P-value <0,05. Hasil studi ini dapat diberikan kepada lembaga pendidikan untuk mengadakan program aktivitas fisik bersama

    Oral Hygiene dalam Pencegahan Ventilator-Associated Pneumonia pada Pasien Kritis: Literature Review

    Get PDF
    Ventilator-associated pneumonia (VAP) can occur in critically ill patients undergoing mechanically ventilated 48 hours after intubation. The incidence of VAP can be prevented by performing a VAP bundle, one of which is by performing oral hygiene using antiseptic ingredients that are effective killing germs. The literature review aims to analyze materials that are effective in performing oral hygiene. A total of 25 articles from 1728 articles were selected in the review. Systematic reviews were carried out using the Preferred Reporting Items for Systematic reviews and Meta-Analyses (PRISMA) reporting technique. Article searches were carried out through the online databases of Pubmed, Scientdirect, and Google Scholar. Articles are limited by type and year (last 10 years), but not by language. The results of the review show that the ingredients used for oral hygiene and proven effective in preventing VAP are ingredients that contain antibacterial and antiseptic. The conclusion of this literature review is that oral hygiene using ingredients that can suppress growth and kill bacteria is proven to prevent the occurrence of VAP.Ventilator-associated pneumonia (VAP) dapat terjadi pada pasien kritis yang dilakukan pemasangan ventilasi mekanis 48 jam setelah intubasi. Kejadian VAP ini dapat dicegah dengan melakukan bundle VAP yang salah satunya dengan melakukan oral hygiene menggunakan bahan antiseptik yang efektif membunuh kuman. Literature review ini bertujuan untuk menganalisis bahan yang efektif digunakan dalam melakukan oral hygiene. Sejumlah 25 artikel dari 1728 artikel terpilih dalam review. Tinjauan sistematis dilakukan menggunakan teknik pelaporan Preferred Reporting Items for Systematic reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Penelusuran artikel dilakukan melalui database online Pubmed, Scientdirect, dan Google Scholar. Artikel dibatasi pada jenis dan tahun (10 tahun terakhir), namun tidak dengan bahasa. Hasil review menunjukkan bahan yang digunakan untuk oral hygiene dan terbukti efektif dalam pencegahan VAP adalah bahan yang mengandung antibakteri dan antiseptik. Kesimpulan literature review ini yaitu oral hygiene dengan menggunakan bahan yang mampu menekan pertumbuhan dan membunuh bakteri terbukti dapat mencegah terjadinya VAP

    Kualitas Air Sumur Berdasarkan Pemeriksaan Mikrobiologis di Pasar Tradisional

    Get PDF
    Beringharjo traditional market has many visitors and traders who utilize the sanitation facilities. It requires the provision of clean water both in quality and quantity. Based on the results of interviews with traders, employees and visitors, they complained about the condition of the water which is yellow, cloudy, smelly and not tasty when cooked for consumption purposes. The purpose of this study was to test the clean water with microbiological parameters. The research was descriptive and used cross-sectional approach. The research population numbered 55 and the sample was determined by using purposive sampling technique. The sample amounted to 10 clean water. The variables of this study were Total coliform and E. coli in clean water. The data were analyzed by using MPN (most probable number) method. The results of the microbiological parameter test showed that 7 samples were positive contained coliform and E. coli which exceeded the quality standard. The test results from 10 samples of clean water found that 7 samples of water did not meet the clean water requirements because they exceeded the threshold value and 3 samples were in accordance with the requirements of sanitation hygiene.Pasar Beringharjo merupakan pasar yang ramai pengunjung dan banyak pedagang yang memanfaatkan fasilitas sanitasi. Hal tersebut menuntut pemenuhan penyediaan air bersih baik secara kualitas maupun kuantitas. Berdasarkan hasil wawancara kepada pedagang, pegawai serta pengunjung, mereka mengeluhkan kondisi air di pasar tersebut yang berwarna kuning, keruh, berbau amis dan tidak enak jika dimasak untuk keperluan konsumsi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menguji air bersih dengan parameter mikrobiologis. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dan menggunakan pedekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 55 dan sampel ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Sampel berjumlah 10 air bersih. Variabel penelitian ini adalah Total coliform dan E. coli pada air bersih. Data dianalisis dengan metoda MPN (most probable number). Hasil uji parameter mikrobiologis menunjukkan bahwa 7 sampel positif mengandung coliform dan E. coli yang melebihi baku mutu. Hasil uji dari  10 sampel air bersih menemukan 7 sampel air belum memenuhi syarat-syarat air bersih karena melebih nilai ambang batas (NAB) dan 3 sampel sudah sesuai persyaratan keperluan higiene sanitasi

    255

    full texts

    273

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Faletehan Health Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇