Faletehan Health Journal
Not a member yet
    273 research outputs found

    Hubungan Tingkat Kebisingan dengan Gangguan Pendengaran Penduduk di Sekitar Terminal Pakupatan

    Get PDF
    Activities at the bus station may cause environmental pollution, including noise. High noise levels can cause human health problems, especially hearing loss. This study aims to determine the correlation between noise level and hearing loss of the population around Pakupatan Bus Station. This study used an analytical observational approach with a cross sectional design. The survey was conducted in six residences around Pakupatan Bus Station in Serang City, Banten from January to May 2018. The samples of this study were 100 respondents selected by proportional random sampling technique. The noise level of residents around Pakupatan Bus Station reached 81.09 decibels which exceeded the noise quality standard of 55 decibels in 1996 No. 48 of the Ministry of Environment. The confounding variables included age, sex, health history, type of work, smoking, drinking, and length of stay of the respondents. Type of work and length of stay were the confounding variables of the correlation between noise level and hearing loss. The odd ratio of the type of work was 0.267 and the length of stay was 0.365, so it was necessary to apply green lines or to plant trees. The residents who were exposed to noise >70dB had a risk of 4.673 times higher than the noise level 70dB after being controlled by the variable length of stay and variable work.Aktivitas di terminal bus dapat menyebabkan pencemaran lingkungan, salah satunya kebisingan. Tingkat kebisingan yang tinggi dapat menyebabkan gangguan kesehatan manusia, terutama gangguan pendengaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kebisingan dengan gangguan pendengaran penduduk di sekitar Terminal Bus Pakupatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan observasional analitik dengan desain cross sectional. Survei dilakukan di enam perumahan sekitar Terminal Bus Pakupatan Kota Serang, Banten dari Januari hingga Mei 2018. Sampel untuk penelitian ini adalah 100 responden yang menggunakan teknik proportional random sampling. Tingkat kebisingan penduduk di sekitar Terminal Pakupatan mencapai 81,09 desibel, melebihi baku mutu kebisingan 55 desibel pada tahun 1996 Nomor 48 dari Kementerian Lingkungan Hidup. Variabel confounding meliputi umur, jenis kelamin, riwayat kesehatan, jenis pekerjaan, merokok, minum minuman keras, dan lama tinggal responden. Jenis pekerjaan dan lama tinggal merupakan variabel perancu dari korelasi antara tingkat kebisingan dan gangguan pendengaran. Nilai Odds Rasio (OR) untuk jenis pekerjaan adalah 0,267 dan lama tinggal adalah 0,365, sehingga perlu diterapkan jalur hijau atau menanam pohon. Penduduk yang terpapar kebisingan >70dB memiliki risiko 4,673 kali lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat kebisingan 70dB setelah dikontrol dengan variabel lama tinggal dan variabel kerja

    Pelaksanaan Operan Jaga Perawat di Unit Rawat Inap: Studi Fenomenologi Deskriptif

    Get PDF
    One of nurse professionalism can be reflected in the implementation of good communication in carrying out shift. Gaps in the implementation of nurse shift can interfere with the safety of hospitalized patients. The purpose of this study was to explore and understand in depth how the implementation of nurse shift in inpatient unit. This study used qualitative method. The data were collected by using triangulation methods, namely individual interviews with 3 key informants, focus group discussions with 4 nurses, and analyzing 10 documents related to the implementation of nurse shift, such as report books, register books, patient status and SOP of shift implementation. The number of samples until reaching data saturation was 7 informants and 10 related documents. The data found were then analyzed by using Colaizzi approach and resulted five themes, namely: (1) The process of shift implementation, (2) Benefits of shift implementation for nurses, (3) Nurses\u27 understanding and expectations related to shift, (4) Barriers and consequences of shift ineffectiveness, (5) The support of the effectiveness of shift implementation. To conclude, nurse shift can be implemented effectively due to, one of the reasons, leader support in the form of directive mandatory to participate nurse shift.Salah satu bentuk profesionalisme kerja perawat dapat tercermin dari pelaksanaan komunikasi yang baik dalam menjalankan operan. Kesenjangan dalam pelaksanaan operan dapat mengganggu keselamatan pasien rawat inap. Tujuan dari penelitian ini untuk mengeksplorasi dan memahami secara mendalam bagaimana pelaksanaan operan jaga yang dijalankan perawat di unit rawat inap. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode triangulasi yaitu wawancara individual bersama 3 informan kunci, focus group discussion bersama 4 perawat pelaksana, dan analisis 10 dokumen terkait pelaksanaan operan seperti buku laporan, buku register, status pasien dan SOP pelaksanaan operan. Jumlah sampel pada penelitian ini hingga mencapai saturasi data adalah 7 orang informan dan 10 dokumen terkait. Data yang ditemukan selanjutnya dianalisis dengan pendekatan Colaizzi dan menghasilkan lima tema, yaitu: (1) Proses pelaksanaan operan, (2) Manfaat pelaksanaan operan bagi perawat, (3) Pemahaman dan harapan perawat terkait operan, (4) Hambatan dan akibat ketidakefektifan operan, (5) Pendukung efektivitas pelaksanaan operan. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu operan dapat terlaksana secara efektif karena, salah satunya, dukungan pimpinan berupa arahan untuk wajib ikut operan

    The Needs of Covid-19 Patients Admitted In Intensive Care Unit Based On Cultural Aspect

    Get PDF
    A lot of needs of intensive care unit (ICU) patients were not met due to the limited time of interaction between patients and health workers. The unfulfilled needs of the patient further made their immune system weaken so that they took longer time to recover. The purpose of this study was to explore the needs of Covid-19 patients treated in ICU based on cultural aspects. This research used qualitative approach with descriptive phenomenological design. The data collection used google form. The samples were 5 nurses who treated Covid-19 patients in ICU, who were selected by using purposive sampling technique. Five major themes were generated by thematic content analysis, namely: (1) fulfillment of patients’ physical needs; (2) fulfillment of patient\u27s psychological needs; (3) fulfillment of patient\u27s cultural needs; (4) fulfillment of patient\u27s spiritual needs; (5) fulfillment of patient\u27s social needs. The researchers recommended further research on patients’ need questionnaire and expected health workers to meet the needs of patients physically, psychologically, spiritually, socially, and culturally.Banyak kebutuhan pasien ICU yang tidak terpenuhi dikarenakan terbatasnya waktu berinteraksi antara pasien dengan tenaga kesehatan. Tidak terpenuhinya kebutuhan pasien semakin membuat daya tahan tubuh pasien melemah sehingga pasien semakin lama untuk sembuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kebutuhan pasien Covid-19 yang dirawat di ruang intensive care unit (ICU) berdasarkan aspek budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi deskriptif. Pengumpulan data menggunakan google form. Sampel penelitian ini yaitu 5 perawat yang merawat pasien Covid-19 di ruang ICU, yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Lima tema besar yang dihasilkan dari analisis konten tematik, yaitu: (1) pemenuhan kebutuhan fisik pasien; (2) pemenuhan kebutuhan psikologi pasien; (3) pemenuhan kebutuhan budaya pasien; (4) pemenuhan kebutuhan spiritual pasien; (5) pemenuhan kebutuhan sosial pasien. Peneliti menyarankan penelitian lanjutan tentang kuesioner kebutuhan pasien dan mengharapkan tenaga kesehatan untuk memenuhi kebutuhan pasien baik fisik, psikologis, spiritual, sosial, dan budaya

    Hubungan Beban Kerja Perawat dengan Kompetensi Asuhan Keperawatan Spiritual Islami di Unit Hemodialisa

    Get PDF
    Nurses as care providers are obliged to meet the needs of patients in a bio psychosocial and spiritual way. The high activity of nurses in serving patients affects their work results, so it is important to pay attention on the workload of nurses in providing nursing services and the competence of Islamic spiritual nursing care. The purpose of this study was to determine the relationship between the workload of nurses and the competence of Islamic spiritual nursing care in hemodialysis unit. This research was a correlational quantitative research by using a cross-sectional research design. The respondents were 24 hemodialysis nurses who were selected by using total sampling technique. The data was collected by online questionnaire. The data analysis used a non-parametric Spearman rank test. This study obtained p-value 0.001 and correlation coefficient 0.628 which indicated a significant relationship between the workload of nurses and the competence of Islamic spiritual nursing care in hemodialysis unit. The researchers recommended that nurses can provide a particular Islamic spiritual nursing care in hemodialysis units since spirituality is highly important for patients with chronic diseases and nurses as care providers are obliged to meet patient needs both psychosocially and spiritually.Perawat sebagai care provider berkewajiban memenuhi kebutuhan pasien secara biopsikososial dan spiritual. Tingginya aktivitas tenaga perawat dalam melayani pasien mempengaruhi hasil kerjanya, sehingga beban kerja perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan dan kompetensi asuhan keperawatan spiritual islamnnya perlu diperhatikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan beban kerja perawat dengan kompetensi asuhan keperawatan spiritual islam di unit hemodialisa. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif korelasional dengan menggunakan rancangan penelitian cross-sectional. Responden penelitian ini adalah 24 perawat hemodialisa yang dipilih dengan teknik total sampling. Data didapatkan melalui sebar kuesioner secara online. Analisis data menggunakan uji non-parametrik Spearman rank. Hasil penelitian mendapatkan nilai p value 0,001 dan nilai koefesien korelasi 0,628 yang mengindikasikan hubungan signifikan antara beban kerja perawat dengan kompetensi asuhan keperawatan spiritual islam di unit hemodialisa. Peneliti merekomendasikan agar perawat dapat memberikan asuhan keperawatan spiritual islam di unit hemodialisa karena spiritualitas sangat penting bagi pasien dengan penyakit kronis dan perawat sebagai care provider berkewajiban memenuhi kebutuhan pasien baik biopsikososial dan spiritual

    Tingkat Kecemasan Orang Tua tentang Pembelajaran Daring pada Anak Berkebutuhan Khusus di Masa Pandemi Covid-19

    Get PDF
    Covid-19 pandemic in Indonesia had affected various fields, especially education. The Ministry of Education and Culture took a policy for the implementation of learning carried out from home or online. This condition led some parents of children with special needs to anxiety. The aim of this study was to determine the correlation between parents\u27 anxiety levels on online learning and the knowledge of children with special needs during the COVID-19 pandemic. This was a quantitaive study with a cross-sectional approach. The samples of this study were parents of children with special needs with a total of 65 respondents who were selected by using a cluster random sampling technique. The results showed that the anxiety level of parents on online learning was in mild category (50.8%). Meanwhile, the knowledge of children with special needs during covid-19 pandemic was mostly in low category (90.8%). The results of the analysis showed that there was a relationship between parent\u27s anxiety level and the knowledge of children with special needs during Covid-19 pandemic.Pandemi covid-19 di Indonesia berdampak pada berbagai bidang, terutama bidang pendidikan. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan mengambil kebijakan untuk pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan dari rumah atau secara daring. Kondisi tersebut, menimbulkan perasaan cemas pada orang tua dengan anak yang berkebutuhan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan orang tua tentang pembelajaran daring dengan pengetahuan anak berkebutuhan khusus pada masa pandemi covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel pada penelilitian ini adalah orang tua anak berkebutuhan khusus dengan jumlah 65 responden yang dipilih dengan teknik cluster random sampling. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kecemasan orang tua dengan adanya pembelajaran daring sebagian besar dalam kategori ringan (50,8%). Pengetahuan anak berkebutuhan khusus pada saat pandemi covid-19 sebagian besar dalam kategori kurang (90,8%). Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan tingkat kecemasan orang tua dengan pengetahuan anak berkebutuhan khusus pada masa pandemi covid-19

    Hubungan Pengetahuan dengan Upaya Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Karyawan PT Sambas Wijaya

    Get PDF
    The implemetation of occupational health and safety (OHS) is highly important for employees’ safety, so that the implementation efforts are required. Knowledge about OHS is needed in a company to minimize work accidents due to employee\u27s negligence. This research was to find out the correlation between knowledge and implementation efforts of occupational health and safety (OHS) in the employess of Sambas Wijaya Inc. This study was quantitative and used the cross-sectional approach technique. The samples were 65 employees of Sambas Wijaya Inc. Purbalingga, who were selected by purposive sampling technique. The majority respondents were 33 to 37 years old. The background knowledge of 70.8% of respondents was senior high school graduate. 75% of respondents had been working for more than five years in one of four occupations: crusher, asphalt mixing plant, maintenance, and logistics. The majority of respondents had a high level of OHS knowledge, namely 44 people (67.7%). The implementation of OHS done by most of the respondents was at a good level, namely 39 people (60%). The bivariate analysis used chi-square, showing that there was a significant correlation between knowledge level and implementation efforts of OHS in employees of Sambas Wijaya Inc. with the r-value 12.766 > r table 5.9915 and p-value 0.002 < α 0.0).Penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sangat penting bagi keselamatan karyawan sehingga upaya penerapan K3 terhadap karyawan dibutuhkan. Pengetahuan tentang K3 diperlukan dalam setiap perusahaan untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja akibat kelalaian karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan upaya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada karyawan PT Sambas Wijaya. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan teknik pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 65 responden karyawan PT Sambas Wijaya Purbalingga dimana pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Sebagian besar responden berusia 33-37 tahun. Tingkat pendidikan responden sebagian besar tamatan SMA mencapai 70,8% dan sebagian besar masa kerja responden lebih dari 5 tahun mencapai 75% yang terdiri dari empat bidang pekerjaan yaitu Crusher, Asphalt Mixing Plant, Maintanance, dan Logistic. Tingkat pengetahuan tentang K3 pada responden sebagian besar sudah tinggi yaitu mencapai 44 orang (67,7%). Penerapan K3 yang dilakukan responden sebagian besar sudah baik sebesar 39 orang (60%). Analisis bivariat mengunakan uji chi-square menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan K3 dengan upaya penerapan K3 pada karyawan PT Sambas Wijaya dengan nilai r hitung 12,766  > r tabel 5,9915 dan nilai p value 0,002 < α 0,05

    Pengembangan Profesional Perawat Rumah Sakit Umum Daerah

    Get PDF
    Nursing professional development in health service setting is the main element for improving service quality and nurse satisfaction in doing their main job. It can also prevent nurse burnout and turnover in a health care institution. The purpose of this study was to determine the determinants of nursing professional development at regional general hospitals. The research method used a cross-sectional approach. The sampling used proportionate stratified random sampling with a total sample of 140 nurses. The data was collected by using Questionnaire-Professional Development for Nurses (Q-PDN), Individual Career Management (ICM) questionnaire and Organizational Career Management (OCM) questionnaire. The data analysis used Spearman\u27s rho and multiple logistic regression test. The result showed the majority of individual career management in low category (52.1%), the majority of organizational career management in low category (52.1%), and the majority of nursing professional development in low category (53.6%). The results of the statistical tests showed that there was a significant relationship of individual career management (p=0.000) and organizational career management (p = 0.001) with nursing professional development. The results of multiple logistic regression tests showed that the most significant influencing factor on nursing professional development was individual career management (p=0.003; Exp B=3.039). Debriefing through education and training for nurses is important to do for nursing professional development.Pengembangan profesional perawat dalam tatanan pelayanan kesehatan menjadi unsur utama untuk meningkatkan mutu pelayanan serta meningkatkan kepuasan perawat dalam melakukan pekerjaan utamanya. Pengembangan profesional perawat ini juga dapat mencegah terjadinya burn out dan turn over perawat dalam suatu instansi pelayanan kesehatan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui determinan pengembangan profesional perawat rumah sakit daerah. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel menggunakan proportionate stratified random sampling dengan jumlah sampel 140 perawat. Pengumpulan data menggunakan Questionnaire-Professional Development for Nurses (Q-PDN), kuesioner Individual Career Management (ICM) dan kuesioner Organizational Career Management (OCM). Analisis data menggunakan Spearman’s rho dan uji regresi logistik berganda. Hasil menunjukkan sebagian besar manajemen karir individu dalam kategori rendah (52.1%), manajemen karir organisasi sebagian besar dalam kategori rendah (52.1%), dan pengembangan profesional perawat sebagian besar dalam kategori kurang (53,6%). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara manajemen karir individu dengan pengembangan profesional perawat (p=0.000) dan manajemen karir organisasi dengan pengembangan profesional perawat (p=0.001). Hasil uji regresi logistik berganda menunjukkan bahwa faktor yang paling berpengaruh dalam pengembangan profesional perawat adalah faktor manajemen karir individu (p=0,003; Exp B= 3.039). Pembekalan melalui pendidikan dan pelatihan bagi perawat penting dilakukan untuk pengembangan profesional perawat

    Pengalaman Mahasiswa Keperawatan dalam mempelajari Caring

    Get PDF
    Professional value is needed in professional nursing practice. Caring plays an important role for nursing students in providing nursing intervention to clients. The purpose of the study was to determine the phenomenon of the student learning process of caring to improve their caring competence. The study used a descriptive qualitative design of phenomenology. The number of participants was 15 students, both at the academic and internship levels. Convenience sampling and analysis content were used to analyze data. The result of this study found three themes with eight categories. The first theme, caring was focused on physical, psychological, social, and spiritual conditions aimed at patient’s healing. The second theme, caring was influenced by themselves, family, and the learning environment. The Third theme students need competent lecturers, adequate facilities, and good learning strategies to improve their caring competence. Learning that focuses on increasing students\u27 caring competence become a need felt by nursing students. Lecturers and faculty need to review the existing curriculum and curriculum tools to ensure that these needs are met.Caring merupakan nilai-nilai profesional yang dibutuhkan dalam praktik keperawatan profesional. caring berperan penting bagi mahasiswa keperawatan dalam menerapkan intervensi keperawatan bagi klien. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui fenomena proses pembelajaran mahasiswa dalam mempelajari caring untuk meningkatkan kompetensi caring mereka. Penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif fenomenologi. Jumlah partisipan adalah 15 mahasiswa baik tahap akademik maupun profesi ners. Teknik sampling menggunakan convenience sampling. Analisis data menggunakan konten analisis. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan tiga tema dengan delapan kategori. Tema pertama perawat yang caring adalah perawat yang memperhatikan kondisi fisik, psikologis, sosial dan spiritual yang ditujukan untuk kesembuhan pasien. Tema kedua adalah Caring pada mahasiswa dipengaruhi oleh dorongan diri sendiri, lingkungan keluarga dan lingkungan belajar. Tema ketiga adalah dosen yang kompeten, fasilitas yang memadai  dan strategi belajar yang baik menjadi harapan untuk meningkatkan caring mahasiswa. Pembelajaran yang berfokus pada peningkatan kompetensi caring mahasiswa menjadi kebutuhan yang dirasakan oleh mahasiswa keperawatan. Dosen dan institusi pendidikan perlu meninjau kembali kurikulum dan perangkat kurikulum yang ada untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan tersebut

    Faktor yang Memengaruhi Kejadian Low Back Pain pada Peternak Sapi Perah

    Get PDF
    Low back pain is a common problem among workers including dairy farmers. Repetitive movements in a long time accompanied with non-ergonomic positions are one of the causes of low back pain (LBP). The purpose of this study was to determine the factors that influence on the incidence of LBP among dairy farmers. The research method was descriptive analytical with a cross-sectional approach. A total of 45 workers participated in filling out the start back screening toll questionnaire, while the researchers used the Rapid Entire Body Assistance to measure their work position. The results showed 27 workers (60%) were at high risk for low back pain and 18 workers (40%) were at moderate risk. Age (0.021), physical activity (0.0001), duration of work (0.0001) and years of service (0.0001) were factors correlating to LBP incidence. Muscle stretching, ergonomic work positions, rest between activities can prevent or reduce LBP pain among dairy workers.Nyeri punggung bawah (low back pain) merupakan masalah yang lazim terjadi pada pekerja termasuk pekerja di peternakan sapi. Gerakan yang berulang pada rentang waktu yang lama disertai posisi yang tidak ergonomis menjadi salah satu penyebab low back pain (LBP). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang memengaruhi kejadian LBP pada peternak sapi perah. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sejumlah 45 pekerja berpartisipasi mengisi kuesioner start back screening toll sedangkan peneliti menggunakan Rapid Entire Body Assissment untuk mengukur posisi kerja. Hasil penelitian menunjukan 27 pekerja (60%) beresiko tinggi mengalami nyeri punggung bawah dan 18 pekerja (40%) beresiko sedang. Faktor usia (0,021), aktifitas fisik (0,0001), durasi kerja (0,0001) dan masa kerja (0,0001) mempunyai korelasi dengan kejadian LBP. Peregangan otot (streching), posisi kerja ergonomis, istirahat di sela aktifitas bisa mencegah atau mengurangi kesakitan LBP pada pekerja di peternakan sapi

    Pengaruh Edukasi Bantuan Hidup Dasar dengan Media Audio Visual terhadap Pengetahuan Pengawas Kolam Renang di Kabupaten Purbalingga

    Get PDF
    Drowning is a condition where the body is immersed in water, causing respiratory system disturbances which can be fatal and leads to death. A provision of Basic Life Support (BLS) in drowning cases is very important for the victims’ life. Drowning can be occured in water tourism areas, one of which is a swimming pool, thus, it is very significant to provide education to increase BLS knowledge of pool lifeguards. Knowledge of BLS can be obtained through various methods using technological advances, including audio-visual media. The objective of this study was to determine the effects of BLS education using audio visual media on the knowledge of pool lifeguards in Purbalingga Regency. This study utilized a quantitative method with a pre-experimental design covering one group pre-test post-test design. The population in this study were all pool lifeguards at Tirto Asri Walik Swimming Pool and at Bojongsari Water Tourism Object. The total sampling technique was used to select 31 respondents. The instrument for data collection was a questionnaire and the Wilcoxon test was used for further data analysis. The result indicated that the mean value was 73.23 before the treatment. Meanwhile, after the treatment, the mean value increased to 82.58 with p value < 0.001. BLS education by audio-visual media increases the knowledge of pool lifeguards in Purbalingga Regency.Tenggelam merupakan kondisi terbenamnya tubuh kedalam air yang mengakibatkan gangguan sistem pernapasan sehingga berakibat fatal dan berujung pada kematian. Pemberian Bantuan Hidup Dasar (BHD) pada kasus tenggelam sangat penting untuk kelangsungan hidup korban. Kejadian tenggelam dapat ditemukan di kawasan wisata kolam renang, sehingga penting sekali memberikan edukasi guna meningkatkan pengetahuan BHD pada pengawas kolam renang. Pengetahuan mengenai BHD bisa didapatkan melalui berbagai macam metode dengan menggunakan kemajuan teknologi seperti media audio visual. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengaruh edukasi BHD dengan media audio visual terhadap pengetahuan pengawas kolam renang di Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre eksperimental one group pre test – post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengawas kolam renang Tirto Asri Walik dan Obyek Wisata Air Bojongsari. Jumlah sampel 31 responden dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner dan analisa data menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan rata-rata sebelum diberikan edukasi 73,23; setelah diberikan edukasi, nilai mean meningkat menjadi 82,58 dengan p value <0,001. Edukasi BHD dengan media audio visual meningkatkan pengetahuan pengawas kolam renang di Kabupaten Purbalingga

    255

    full texts

    273

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Faletehan Health Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇