Faletehan Health Journal
Not a member yet
    273 research outputs found

    Literature Review: The Influence of Educational Media on Pregnant Mothers’ Knowledge about Anemia

    Full text link
    Anemia terjadi ketika konsentrasi hemoglobin berada di bawah 11 g/dL selama kehamilan, dan jika konsentrasi hemoglobin berada di bawah 7 g/dL, maka disebut sebagai anemia berat. Anemia pada kehamilan memiliki potensi fatalitas jika tidak diatasi segera. Dampaknya meliputi risiko keguguran, persalinan prematur, persalinan yang memakan waktu lama, atonia uteri, perdarahan, risiko syok dan bahkan kematian. Pencegahan anemia selama kehamilan dapat dilakukan dengan memberikan edukasi mengenai kondisi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penyuluhan pada ibu hamil terhadap pencegahan anemia selama kehamilan. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka dengan mengakses sumber melalui Google Scholar dan PubMed. Dari 10 artikel yang digunakan (8 jurnal nasional dan 2 jurnal internasional), semua diterbitkan dalam 5 tahun terakhir dan membahas pengaruh media edukasi terhadap pengetahuan ibu hamil mengenai anemia. Hasil analisis beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media edukasi pada ibu hamil berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan mengenai anemia. Para profesional kesehatan disarankan untuk memanfaatkan pendidikan melalui media edukasi sebagai bagian dari upaya pencegahan anemia selama kehamilan.Anemia occurs when the hemoglobin concentration falls below 11 g/dL during pregnancy, and if it is below 7 g/dL, it is referred to as severe anemia. Anemia during pregnancy holds the potential for fatality if not promptly addressed. The impacts encompass risks of miscarriage, premature delivery, prolonged labor, uterine atony, bleeding, risk of shock, and even death. Prevention of anemia during pregnancy can be achieved through providing education about this condition. This research aimed to assess the influence of maternal education on anemia prevention during pregnancy. The method employed was a literature review accessed through Google Scholar and PubMed. Out of the 10 utilized articles (8 national journals and 2 international journals), all were published within the last 5 years and discussed the impact of educational media on pregnant mothers\u27 knowledge about anemia. The results of the analysis of several studies indicated that the use of educational media significantly affects the improvement of knowledge regarding anemia among pregnant mothers. Healthcare professionals were advised to leverage educational interventions through media as a component of efforts to prevent anemia during pregnancy

    Emotional Freedom Technique (EFT) dengan Metode Basic Recipe untuk Menurunkan Tekanan Darah

    Full text link
    Hypertension impacts on coronary artery blockage, infarction, heart failure, stroke, anxiety, and depression and cause of death; thus, a proper treatment must be done. One of the treatments is EFT therapy. This study aimed to analyze the effects of emotional freedom technique (EFT) therapy twice a week with the basic recipe method on lowering blood pressure. The design used in this study was a true experimental approach with a pre-posttest and control design. The sample of 50 people with hypertension was obtained by the consecutive sampling technique. They were divided 25-25 into the intervention and the control group. The data analysis used t-test. The results showed that the average systolic pressure before giving EFT therapy was 147.60 mmHg and the average diastolic pressure was 88.60 mmHg. Meanwhile, the average systolic pressure after giving EFT therapy was 136.20 mmHg and the average diastolic pressure was 76.24 mmHg. The blood pressure of the intervention group after EFT therapy showed a significant difference both in the systolic pressure (p value 0.020) and in the diastolic pressure (p value< 0.001). The analysis results showed that the blood pressures were lowered significantly after EFT therapy was given twice a week. EFT therapy is very useful for hypertensive patients as an alternative treatment to control their blood pressure.Hipertensi berdampak pada penyumbatan arteri koroner, infark, gagal jantung, stroke, kecemasan dan depresi, serta menjadi penyebab kematian sehingga penanganan yang tepat harus dilakukan. Penanganan yang dapat dilakukan yaitu terapi emotional freedom technique (EFT). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh terapi EFT dua kali dalam satu minggu dengan metode basic recipe dalam menurunkan tekanan darah. Desain yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan true experiment dengan pre-posttest dan desain kontrol. Sampel 50 orang penderita hipertensi didapatkan dengan teknik consecutive sampling. Sampel dibagi menjadi 25 orang pada kelompok intervensi dan 25 orang pada kelompok kontrol. Analisis data menggunakan t-test. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata tekanan darah sistolik sebelum terapi EFT diberikan adalah 147,60 mmHg dan tekanan darah diastolik 88,60 mmHg.  Rata-rata tekanan darah sistolik setelah terapi EFT diberikan adalah 136,20 mmHg dan tekanan darah diastolik 76,24 mmHg. Tekanan darah setelah terapi EFT pada kelompok intervensi menunjukkan perbedaan yang bermakna baik pada tekanan darah sistolik (nilai p 0,020) maupun tekanan diastolik (nilai p< 0,001). Hasil analisis menunjukkan bahwa tekanan darah turun secara bermakna setelah diberikan terapi EFT sebanyak dua kali dalam seminggu. Terapi ini sangat bermanfaaat bagi penderita hipertensi sebagai pengobatan alternatif untuk mengontrol tekanan darah mereka

    Pengaruh Pelatihan Kepemimpinan Transformasional Kepala Ruangan terhadap Implementasi Komunikasi Efektif oleh Perawat Pelaksana

    Full text link
    One of the main causes of patient safety problems is the non-optimal implementation of effective communication SOPs by nurses. Whereas, the room head as a first line manager has an important role in implementing effective communication through a transformational leadership style. This study aimed to analyze the influence of transformational leadership training for room heads on the implementation of effective communication by nurses. This research used a pre-experimental design with a one group pretest post-test design approach. The sample size in the study was 197 nurses who were selected by a non-probability sampling technique, namely convenience sampling. A questionnaire consisting of 20 questions was used to measure nurses\u27 perceptions of transformational leadership style in implementing effective communication. The test used in this research used the Wilcoxon test. The Wilcoxon test results showed a significant difference in the implementation of effective communication before and after transformational leadership training (p value <0.001). There is an influence of transformational leadership training for room heads on the implementation of effective communication by nurses. Transformational leadership style can be applied to minimize errors in the implementation of effective communication SOP.Salah satu penyebab masalah keselamatan pasien adalah tidak optimalnya penerapan SOP komunikasi efektif oleh perawat. Padahal kepala ruangan sebagai first line manager memiliki peran penting dalam penerapan komunikasi efektif melalui gaya kepemimpinan transformasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan kepemimpinan transformasional kepala ruangan terhadap implementasi komunikasi efektif oleh perawat pelaksana. Penelitian ini menggunakan rancangan pra-eksperimen dengan pendekatan one group pretest post-test design. Besar sampel dalam penelitian sebanyak 197 perawat yang dipilih dengan teknik non-probability sampling, yaitu convenience sampling. Kuesioner dengan 20 pertanyaan digunakan untuk mengukur persepsi perawat tentang gaya kepemimpinan transformasional dalam penerapan komunikasi efektif. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan ada perbedaan yang signifikan antara implementasi komunikasi efektif sebelum dan sesudah diberikan pelatihan kepemimpinan transformasional (p value <0,001). Ada pengaruh pelatihan kepemimpinan transformasional kepala ruangan terhadap pelaksanaan komunikasi efektif oleh perawat. Gaya kepemimpinan transformasiona dapat diterapkan untuk meminimalisir kesalahan dalam penerapan SOP komunikasi efektif

    Pengaruh Latihan Tangan dengan Media Squishy terhadap Kekuatan Genggam pada Lansia

    Full text link
    The aging process causes a decrease in musculoskeletal function, causing elders suffer from muscle and joint stiffness. Hand exercise with squishy is proven to be able to prevent from loss of muscle strength. The purpose of this research was to determine the effects of hand exercise with squishy on the grip strength of elders. It was a quasy experimental study and the design was pretest and posttest with control group. The size of samples were 60 elders; 30 elders joined the intervention group and the rest 30 joined the control group. The instrument of measuring grip strength was hand dynamometer and the data was analyzed by Wilcoxon test. The results showed females in the intervention group were significantly influenced with p value 0.004 <0.05. Meanwhile, males in the intervention group showed the grip strength of right hand with p value 0.209 >0.05 which means that there was no effect. The researcher concluded that there are no effects of hand exercise with squishy on the grip strength of elders. Further studies should focus on the grip strength levels of elders in order to determine the effect ratio of hand exercise with squishy.Proses penuaan menyebabkan penurunan fungsi musculoskeletal, menyebabkan lansia mengalami gangguan kekakuan otot dan sendi. Latihan tangan dengan media squishy terbukti mampu mencegah kehilangan kekuatan otot. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh latihan tangan dengan media squishy terhadap kekuatan genggam pada lansia. Jenis penelitian ini quasi eksperimental dengan desain pretest and posttest with control group. Jumlah sampel pada penelitian ini 60 lansia, terdiri dari 30 orang di kelompok intervensi dan 30 orang di kelompok kontrol. Alat yang digunakan untuk mengukur kekuatan genggam adalah hand dynamometer dan data yang didapatkan dianalisis dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan pada kelompok intervensi perempuan terdapat pengaruh yang siginifikan dimana nilai p = 0,004 < 0,05. Sementara itu, laki-laki di kelompok intervensi menunjukkan kekuatan genggam tangan kanan dengan nilai p = 0,209 > 0,05 yang artinya tidak ada pengaruh. Peneliti menyimpulkan tidak ada pengaruh latihan tangan dengan media squishy terhadap kekuatan genggam pada lansia. Penelitian selanjutnya diharapkan fokus pada tingkatan kekuatan genggam lansia agar bisa mengetahui perbandingan pengaruh latihan tangan dengan media squishy

    Pijat Punggung dan Akupresur untuk Produksi ASI pada Ibu Postpartum Multipara: Quasi Eksperimen

    Full text link
    Exclusive breastfeeding is essential for developing physical, psychological, and intellectual development. However, coverage of exclusive breastfeeding from 0-6 months is still low locally, nationally, and globally. The problem which mothers frequently complained, namely less or unsmooth breastmilk production, can be solved by a back massage and acupressure. This research aimed to analyze the influence of back massage and acupressure on breastmilk production in multiparous postpartum mothers. This study used quasi-experimental method with posttest only design. The samples of this study were 30 multiparous postpartum mothers who were distributed evenly into back massage group and acupressure group. All interventions were done once a day for 30 minutes in seven days. The samples were selected by using purposive sampling technique. The instruments used were observation form, SOP sheet of back massage and acupressure, and Postpartum Depression Screening Scale (PDSS) questionnaire. The data analysis used independent t-test. The research results showed the average of breastmilk production after intervention in the group of back massage back (597.67 nm/dl) was lower than acupressure group (687.33 nm/dl), which means there was a difference between back massage and acupressure to enhancement of breastmilk production with p value 0.007. Back massage and acupressure could help multiparous postpartum mothers who experience a lack of breastmilk and were helpful for mothers who experience breastfeeding problems at the previous childbirth.Pemberian ASI eksklusif sangat penting untuk perkembangan fisik, psikis dan intelektual. Namun demikian, cakupan pemberian ASI eksklusif 0-6 bulan masih rendah baik di tingkat lokal, nasional maupun global. Masalah yang sering dikeluhkan oleh ibu yaitu produksi ASI yang kurang ataupun tidak lancar dapat diatasi dengan pijat punggung dan akupresur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pijat punggung dan akupresur terhadap produksi ASI pada ibu postpartum multipara. Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment dengan rancangan posttest only. Jumlah sampel adalah 30 ibu postpartum multipara yang terbagi sama rata ke dalam kelompok pijat punggung dan kelompok akupresur. Semua intervensi dilakukan sekali sehari selama 7 hari dengan durasi 30 menit. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, lembar SOP pijat punggung dan akupresur, dan kuesioner Postpartum Depression Screnning Scale (PDSS). Analisis yang digunakan yaitu uji independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan rerata produksi ASI pada kelompok pijat punggung lebih rendah daripada kelompok akupresur dengan rata-rata produksi ASI setelah intervensi pada pijat punggung adalah 597,67 nm/dl dan akupresur adalah 687,33 nm/dl. Ada perbedaan antara pijat punggung dan akupresur terhadap peningkatan produksi ASI dengan nilai p 0,007. Pijat punggung dan akupresur dapat membantu ibu postpartum multipara yang mengalami kekurangan ASI dan bermanfaat untuk ibu yang mengalami masalah ASI di kelahiran anak yang sebelumnya

    Hambatan Pasien Readmission dengan Gagal Jantung dalam Mempertahankan Kualitas Hidup Selama Masa Pandemik COVID-19

    Full text link
    The surge in COVID-19 cases has a negative impact on the mental health of individuals, such as stress, depression, or fear, leading to a decline in immune response. The effects of this virus also affect the quality of life of heart failure patients. The aim of this research was to identify the barriers faced by heart failure patients in returning to hospital care during the COVID-19 pandemic and maintaining their quality of life. This study employed a quantitative method with a cross-sectional approach. The research samples consisted of 53 heart failure patients selected through accidental sampling with the inclusion criteria of patients readmitted to the hospital. The majority of patients experienced mild barriers, especially in self-care management. Non-compliance with treatments remained a major challenge for patients. The data regarding various barriers faced by heart failure patients in maintaining their quality of life during the COVID-19 pandemic can serve as a foundation for developing intervention models to enhance the quality of life for readmitted patients during the pandemic.Lonjakan kasus COVID-19 berdampak negatif pada mental setiap individu, seperti stres, depresi, atau ketakutan, yang mengakibatkan penurunan kekebalan tubuh. Dampak virus ini juga mempengaruhi kualitas hidup penderita gagal jantung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hambatan penderita gagal jantung dalam kembali menjalani perawatan di rumah sakit selama pandemi COVID-19 serta menjaga kualitas hidup mereka. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 53 penderita gagal jantung yang dipilih melalui metode accidental sampling dengan kriteria inklusi berupa penderita yang di-readmission ke rumah sakit. Mayoritas penderita mengalami hambatan ringan terutama dalam manajemen perawatan pribadi. Ketidakpatuhan terhadap pengobatan menjadi kendala utama yang dihadapi penderita. Data mengenai berbagai hambatan yang dihadapi penderita gagal jantung dalam mempertahankan kualitas hidup selama pandemi COVID-19 dapat menjadi dasar bagi pembuatan model intervensi guna meningkatkan kualitas hidup penderita yang di readmission selama pandemi COVID-19

    Journaling Technique to Form Positive Behaviors in Adolescents

    Full text link
    Usia remaja merupakan masa penting untuk pembentukan perilaku kesehatan. Akan tetapi, data menunjukkan bahwa lebih dari 20% remaja di Indonesia pernah melakukan perilaku beresiko terhadap kesehatan. Mayoritas perilaku beresiko yang dilakukan adalah merokok, minum alkohol, melakukan hubungan seksual pranikah dan penyalahgunaan narkoba. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas intervensi teknik jurnaling (menulis jurnal) untuk membentuk perilaku positif pada remaja. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dan desain deret waktu selama 3 bulan. Penelitian dilakukan pada bulan Maret sampai Mei 2022. Subjek penelitian terdiri dari satu kelompok perlakuan sebanyak 78 siswa SMA kelas XI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik jurnaling efektif dalam membantu remaja membentuk perilaku baru yang lebih positif dari sebelumnya dengan hasil p < 0,001. Semakin positifnya perilaku remaja berpengaruh terhadap menurunnya angka perilaku beresiko pada remaja. Penelitian ini dapat dijadikan sebagai acuan untuk mengembangkan penelitian selanjutnya terkait permasalahan perilaku remaja.Adolescence is an important period for the formation of health behaviors. However, data showed that more than 20% of adolescents in Indonesia ever carried out risky behaviors towards their health. The majority of risky behaviors include smoking, drinking alcohol, having premarital sex and drug abuse. The aim of the study was to determine the effectiveness of journaling technique interventions (writing journals) for the formation of positive behaviors of adolescents. The method used was quasi-experimental and a time series design for 3 months. The study was conducted from March to May 2022. The research subjects were grouped in one intervention group which consisted of 78 eleventh graders of senior high school. The results of the study showed that journaling technique can effectively help adolescents form more positive new behaviors with a p value < 0.001. More positive behaviors of adolescents influence on the decrease of risky behaviors. This research can be a reference for developing further research related to adolescent behavior problems

    Konsumsi Jamu dengan Kandungan Kortikosteroid terhadap Kejadian Hipertensi Sistolik

    Full text link
    One of the risk factors of hypertension is drugs consumption. Meanwhile, in general population there are still many people who consume herbs which surprisingly contain a lot of medicinal chemicals (prednisone, dexamethasone, phenylbutazone) which are believed to have an effect on blood pressure. The purpose of this study was to determine the relationship between consumption of herbs and corticosteroids in the incidence of systolic hypertension among visitors of public health center aged > 18 years. The research method used an observational design and a cross-sectional study design. The research used primary data obtained by interview and measurement technique and secondary data obtained from medical record. The research was conducted in December 2022 at Cigudeg Public Health Center, Bogor Regency. The sampling technique used simple random sampling, obtained 70 respondents with criteria of complete medical record data and > 18 years old. The research results showed that 58.6% of respondents had hypertension, 24.3% consumed herbs containing corticosteroids, 82.4% of the group who consumed herbs containing corticosteroids experienced hypertension, and 17.6% of them did not experience hypertension. The use of herbs containing corticosteroids had an impact on increasing hypertension in respondents.Salah satu faktor resiko hipertensi adalah konsumsi obat-obatan. Sementara itu, di populasi umum masih banyak masyarakat mengkonsumsi jamu yang ternyata banyak mengandung bahan kimia obat (prednisone, dexametason, fenilbutazon) yang diyakini berpengaruh terhadap tekanan darah. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan konsumsi jamu dengan kandungan kortikosteroid terhadap kejadian hipertensi sistolik pada pengunjung Puskesmas yang berusia >18 tahun. Metode penelitian menggunakan desain observasional dan rancang studi cross-sectional. Penelitian ini menggunakan data primer yang didapatkan dengan teknik wawancara dan pengukuran serta data sekunder yang didapatkan dari rekam medis. Penelitian dilakukan pada Desember 2022 di Puskesmas Cigudeg, Kabupaten Bogor. Teknik pengambilan sampel adalah simple random sampling, mendapatkan 70 responden dengan kriteria data rekam medis lengkap dan berusia >18 tahun. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 58,6% responden mengalami hipertensi, 24,3% mengkonsumsi jamu dengan kandungan kortikosteroid, 82,4% dari kelompok yang mengkonsumsi jamu dengan kandungan kortikosteroid mengalami hipertensi, dan 17,6% diantaranya tidak mengalami hipertensi. Penggunaan jamu yang mengandung kortikosteroid berdampak terhadap peningkatan hipertensi pada responden

    Analysis of Risky Sexual Behaviors among Students

    Full text link
    Perilaku seksual memiliki dampak terhadap kesehatan, diantaranya adalah penyakit menular seksual seperti HIV, meningkatnya aborsi di kalangan remaja dan terjadinya kehamilan di usia dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan usia, jenis kelamin, paparan pornografi, pengetahuan dan sikap terhadap perilaku seksual berisiko. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa sebuah perguruan tinggi swasta di Banten. Sampel penelitian berjumlah sebanyak 80 mahasiswa yang diambil dengan metode simple random sampling. Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan rumus pengujian beda dua proporsi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki perilaku seksual berisiko (51,25%). Terdapat hubungan antara variabel jenis kelamin (pv = 0,001), paparan pornografi (pv = 0,000) dan sikap (pv = 0,026) dengan perilaku seksual berisiko. Responden yang terpapar pornografi memiliki risiko 31 kali memiliki perilaku seksual berisiko dibanding dengan responden yang tidak terpapar pornografi. Responden dengan sikap negatif memiliki risiko 2 kali berperilaku seksual berisiko dibanding responden dengan sikap positif. Sementara itu, variabel usia (pv = 0,949) dan pengetahuan (pv = 0.814) tidak memiliki hubungan dengan perilaku seksual berisiko. Berdasarkan pemaparan diatas yang dapat dilakukan untuk mengendalikan perilaku seksual berisiko adalah pembentukan konsep diri positif pada remaja.Sexual behavior has impacts on health, some of them are sexually transmitted diseases, such as HIV, the increasing rate of abortion among adolescents, and early-age pregnancies. The objective of this study was to determine the relationship between age, sex, exposure to pornography, knowledge, and attitude towards risky sexual behavior. This research was conducted to students at a private university in Banten. The samples of this study were 80 students selected by using simple random sampling method. The hypothesis testing was performed using the formula for testing the difference between two proportions. The research instrument was a questionnaire. The univariate and bivariate analysis was conducted by using chi-Square test. The research findings revealed that the majority of respondents engaged in risky sexual behavior (51.25%). There was a correlation between the variable of sex (pv= 0.001), exposure to pornography (pv = 0.000), and attitude (pv = 0.026) with risky sexual behavior. Respondents who were exposed to pornography had a 31-fold higher risk of engaging in risky sexual behavior compared to those who were not exposed to pornography. Additionally, respondents with a negative attitude had a 2-fold higher risk of engaging in risky sexual behavior compared to respondents with a positive attitude.  On the other hand, the variable of age (pv = 0.949) and knowledge (pv = 0.814) were found to have no correlation with risky sexual behavior. Based on the aforementioned explanation, one approach to controlling risky sexual behavior was by promoting the development of a positive self-concept among adolescents

    Edukasi Audio-Visual Latihan Baduanjin terhadap Pengetahuan Tanda Peringatan Strok pada Kelompok Risiko Strok

    Full text link
    Baduanjin exercise has an influence on cardiovascular system and stress which often occurs in stroke risk group. However, the pandemic condition limited nurses to provide education to them. Thus, the audio-visual educational media of Baduanjin exercise was created as an alternative for providing remote education. This study aimed to examine the effectiveness of audio-visual educational media on the knowledge of stroke warning signs in stroke risk group. This research used a quasi-experimental approach and a one group pre-posttest design involving 47 respondents. The stroke risk group was identified based on stroke risk factors, followed by pre-test measurements. The used instrument contained of 12 items of stroke symptoms. The paired t-test was used to measure differences in knowledge scores of stroke risk group. The respondents received a link to educational materials that can be accessed anywhere without the need for face-to-face contact. The pre and posttest scores were analyzed using paired t-test and showed that there was a significant difference in the mean of knowledge of the stroke risk group before and after getting Baduanjin exercise audio-visual educational media (p value<0.000). Audio-visual educational media had a significant influence on the knowledge scores of the stroke risk group. The method of providing virtual education can be an alternative for nurses during the pandemic so that nurses can still carry out their role as educators.Latihan Baduanjin memiliki pengaruh terhadap sistem kardiovaskular dan stres yang seringkali muncul pada kelompok risiko strok. Akan tetapi kondisi pandemik membatasi ruang gerak perawat dalam pemberian edukasi kepada mereka. Sehingga media edukasi audio-visual latihan Baduanjin dibuat sebagai alternatif pemberian edukasi jarak jauh. Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan media edukasi audio-visual latihan Baduanjin terhadap pengetahuan tanda peringatan strok pada kelompok risiko strok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuasi eksperimen dan one group pre-posttest design yang melibatkan 47 responden. Kelompok risiko strok ditetapkan berdasarkan faktor risiko strok, dilanjutkan dengan pengukuran pretest. Instrumen yang digunakan berisikan 12 item tanda-tanda gejala strok. Uji paired t-test digunakan untuk mengukur perbedaan nilai pengetahuan kelompok risiko strok. Responden menerima link materi edukasi yang dapat diakses dimanapun tanpa perlu adanya tatap muka. Nilai pre dan posttest dianalisis menggunakan uji paired t-test dan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada rerata pengetahuan kelompok risiko strok sebelum dan sesudah diberikan media edukasi audio-visual Latihan Baduanjin (p value<0.001). Media edukasi audio visual memberi pengaruh yang signifikan pada nilai pengetahuan kelompok risiko strok. Metode pemberian edukasi secara virtual dapat menjadi alternatif bagi perawat di masa pandemi sehingga perawat tetap dapat menjalankan perannya sebagai pendidik

    255

    full texts

    273

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Faletehan Health Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇