Faletehan Health Journal
Not a member yet
    273 research outputs found

    Utilization of Social Media as a Health Promotion Tool of Indonesian Hospitals: Literature review

    Full text link
    Penggunaan media sosial dalam berbagai aspek termasuk kesehatan semakin meningkat beberapa tahun terakhir. Efektifitas dan efisiensi penggunaan media sosial dalam upaya promosi kesehatan oleh rumah sakit menjadi keunggulan dibandingkan menggunakan media konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang penggunaan media sosial oleh rumah sakit dalam upaya penyelenggaraan promosi kesehatan rumah sakit dari sudut pandang: 1) jenis media sosial yang digunakan, 2) efektifitas program, 3) tingkat keterlibatan, dan 4) upaya meningkatkan tingkat keterlibatan. Dari penelusuran terhadap 62 artikel (rentang waktu 2017-2022) dengan menggunakan database Google Scholar dan Garuda dan kata kunci media, sosial, rumah sakit, promosi, dan kesehatan, peneliti mendapatkan 3 artikel yang sesuai berdasarkan judul, abstrak, isi dan tujuan penelitian. Studi literatur ini mengungkapkan bahwa media sosial memiliki efektifitas dan efisiensi yang tinggi terhadap penyelenggaraan program promosi kesehatan oleh rumah sakit.  Temuan lain yaitu Instagram menjadi platform media sosial yang paling banyak digunakan dengan tingkat keterlibatan tertinggi dibandingkan platform media sosial lain. Upaya dan strategi yang menarik dan unik dapat lebih meningkatkan tingkat keterlibatan masyarakat terhadap akun media sosial rumah sakit sehingga terjadi peningkatan kesadaran hidup sehat pada pasyarakat Indonesia.The use of social media in various aspects including health is increasing in recent years. The effectiveness and efficiency of using social media to promote health by hospitals become the excellence, compared to using conventional media. This study aimed to get information about the use of social media by hospitals to organize health promotion from some points of view, including: 1) the type of social media, 2) program effectiveness, 3) engagement level, and 4) efforts to increase engagement level. Among 62 articles (from 2017 to 2022) searched by Google Scholar and Garuda databases with the keywords of media, social, hospital, promotion, and health, the researchers obtained 3 suited articles based on the title, abstract, content, and research objectives. This literature review study revealed that social media is highly effective and efficient in the implementation of health promotion programs by hospitals. Particularly Instagram is the most widely used social media platform with the highest engagement, compared to other social media platforms. The interesting and unique efforts and strategies can further increase community engagement level on hospital social media accounts; thus, there will be an increase in the awareness of healthy living among Indonesian people

    Peran Penting Keluarga dalam Menjaga dan Merawat Individu yang Mengalami Gangguan Jiwa

    Full text link
    The mental health issue experienced by individuals with mental disorders (MD) is a serious concern that necessitates a significant amount of time for recovery. Hence, family support as a pillar in the healing process becomes exceptionally crucial. Stigma associated with mental disorders exists. Consequently, a study is imperative to uncover the role of families in developing the intervention programs for individuals with MD, serving as a foundational step in designing contextually appropriate strategic approaches. The aim of this study was to ascertain the optimal family support requirements for caring for individuals experiencing mental disorders in Banten Province. The research employed a quantitative descriptive approach with the sample size of 103 respondents. The research findings indicated that the majority of families (53.4%) provided effective support for individuals with MD. Within the realm of the provided sub-support, a significant portion of families offered emotional support (51.5%), instrumental support (52.4%), evaluative support (52.4%), and informational support (55.3%). These findings showed that the program was unoptimal. Innovations and efforts to improve family role and community participation are needed in mental health intervention programs through the four aspects of family support.Permasalahan kesehatan mental yang dialami oleh orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) merupakan hal yang serius dan memerlukan waktu yang signifikan untuk pemulihannya. Oleh karena itu, dukungan keluarga sebagai penopang dalam proses penyembuhan menjadi sangat penting. Masih ada stigma terkait gangguan jiwa yang perlu diperhatikan. Maka dari itu, suatu penelitian diperlukan untuk menggali peran keluarga dalam mengembangkan program-program penanganan ODGJ, sebagai langkah awal dalam merancang pendekatan strategis yang sesuai dengan konteks masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kebutuhan dukungan keluarga yang optimal dalam merawat individu yang mengalami gangguan jiwa di Provinsi Banten. Pendekatan yang diterapkan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 103 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas keluarga (53,4%) memberikan dukungan yang efektif bagi ODGJ. Berdasarkan sub-dukungan yang diberikan, sebagian besar keluarga memberikan dukungan emosional (51,5%), dukungan instrumental (52,4%), dukungan evaluatif (52,4%), serta dukungan berupa informasi (55,3%). Temuan ini menunjukkan bahwa program belum optimal. Inovasi dan upaya peningkatan peran keluarga serta partisipasi masyarakat diperlukan dalam program penanganan kesehatan jiwa melalui keempat aspek dukungan keluarga tersebut

    Pengaruh Gaya Hidup terhadap Hipertensi pada Remaja: Literature Review

    Full text link
    Nowadays, hypertension was mostly suffered by people in developed countries and became one of silent killer illnesses since it does not show any symptoms. The disease was mostly found in adolescents with risk factors, such as lack of sleep duration, low physical activity, poor diet, alcohol consumption, and smoking behavior. The purpose of this study was to determine lifestyle factors that influence the incidence of hypertension in adolescents. The research method was literature review using several databases, namely: Garuda Portal, Google Scholar, and ScienceDirect and the publications were from 2018 to 2022. The researcher obtained 9 articles relating to inclusion criteria and exclusion criteria. The results of this literature review showed that lifestyle factors affecting the incidence of hypertension in adolescents are physical activity, smoking behavior, alcohol consumption, sleep duration, and poor diet (fat intakes).Saat ini hipertensi merupakan penyakit yang sebagian besar diderita oleh penduduk di negara berkembang dan menjadi salah satu penyakit yang dijuluki silent killer dikarenakan tidak menampakan gejala. Penyakit ini sebagian besar ditemukan pada remaja dengan faktor risiko seperti durasi tidur yang kurang, aktivitas fisik yang rendah, pola makan yang buruk, konsumsi alkohol dan perilaku merokok. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor gaya hidup yang mempengaruhi kejadian hipertensi pada remaja. Metode penelitian ini menggunakan literature review pada beberapa database yaitu: Portal Garuda, Google Scholar, dan ScienceDirect dengan rentang waktu publikasi pada tahun 2018 hingga 2022. Peneliti mendapatkan 9 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Hasil dari penelitian literature review ini menyatakan bahwa faktor gaya hidup yang berpengaruh pada kejadian hipertensi pada remaja adalah aktivitas fisik, perilaku merokok, konsumsi alkohol, durasi tidur, dan pola makan buruk (asupan lemak)

    Active Cycle of Breathing Technique pada Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik: Analisis Penerapan Evidence-Based Nursing Practice

    Full text link
    Acute exacerbation in chronic obstructive pulmonary disease (COPD) is characterized by increased production and accumulation of mucus which aggravates clinical symptoms. One of interventions well-known effectively overcoming airway clearance problem is active cycle of breathing technique. The aim of implementing evidence-based nursing practice was to determine the effectiveness of the active cycle of breathing technique on sputum production in COPD patients. The search for evidence was carried out by PICO (problem, intervention, comparison, and outcome) analysis. 18 COPD inpatients and outpatients were selected based on inclusion and exclusion criteria and were given the intervention. Sputum production was measured before and after it. The data analysis was carried out using Wilcoxon with a p value of 0.014 which showed that there was a difference in the amount of sputum production before and after the intervention. The researchers concluded that active cycle of breathing technique is an effective intervention in overcoming airway clearance problems in COPD patients.Kondisi eksaserbasi akut pada penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) ditandai dengan peningkatan produksi serta penumpukan mukus yang memperberat gejala klinis. Salah satu intervensi yang diketahui efektif dalam mengatasi masalah bersihan jalan nafas adalah active cycle of breathing technique. Tujuan penerapan evidence-based nursing practice ini adalah mengetahui efektivitas active cycle of breathing technique terhadap produksi sputum pada pasien PPOK. Pencarian bukti dilakukan dengan menggunakan analisis PICO (problem, intervention, comparison, and outcome). 18 pasien PPOK rawat inap dan rawat jalan dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi dan diberikan intervensi. Pengkukuran produksi sputum dilakukan sebelum dan setelah intervensi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Wilcoxon dengan nilai p 0,014 yang menunjukkan adanya perbedaan jumlah produksi sputum sebelum dan setelah intervensi. Peneliti menyimpulkan bahwa active cycle of breathing technique merupakan intervensi yang efektif dalam mengatasi masalah bersihan jalan nafas pada pasien PPOK

    Faktor yang Memengaruhi Rendahnya Minat Penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang Intrauterine Device di Kampung Keluarga Berencana

    Full text link
    Indonesians have relatively little interest in intrauterine device (IUD) as a long-acting birth control option. The low interest in IUD is due to the difficulty of determining contraceptive options as perceived by family planning acceptor. Factors influencing the interest of using IUD include knowledge, perception of the side effects, and husband support. This research aimed to determine the relationship between knowledge, perception of side effects and husband support to the low interest in the use of IUD. This research used analytical descriptive method and a cross-sectional approach. The population of this study was 393 family planning acceptors and the samples were 76 of them. The research instrument was a questionnaire. The data analysis used chi-square test. The results of the study showed a significant relationship between perception of side effects and low interest in IUD with p value 0.000. There was a significant relationship between husband\u27s support and low interest in the use of IUD with p value 0.005. There was no significant relationship between knowledge and low interest in the use of IUD with p value 0.143. The researcher concluded that sufficient and good knowledge of IUD does not guarantee family planning acceptors to have an interest to use IUD. Their perception greatly influences the decision making of used-contraception type. Furthermore, husbands support significantly influence wife decision of using long-acting birth control options.Minat masyarakat Indonesia terhadap Intrauterine Device (IUD) sebagai Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) relatif sedikit. Rendahnya minat terhadap IUD karena sebagian besar askeptor keluarga berencana (KB) kesulitan menentukan pilihan kontrasepsi. Faktor yang memengaruhi minat penggunaan IUD diantaranya pengetahuan, persepsi efek samping, dan dukungan suami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, persepsi efek samping dan dukungan suami terhadap rendahnya minat penggunaan MKJP IUD. Penelitian ini menggunakan metode analytical descriptive dan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 393 askeptor KB dengan sampel sebanyak 76 askeptor KB. Instrumen penelitian adalah kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan hubungan signifikan antara persepsi efek samping terhadap rendahnya minat MKJP IUD dengan nilai p 0,000. Ada hubungan signifikan antara dukungan suami terhadap rendahnya minat penggunaan MKJP IUD dengan nilai p 0,005. Tidak ada hubungan signifikan antara pengetahun dan rendahnya minat penggunaan MKJP IUD dengan nilai p 0,143. Peneliti menyimpulkan bahwa pengetahuan cukup dan baik mengenai MKJP IUD tidak menjamin akseptor KB mempunyai minat menggunakan MKJP IUD. Persepsi mereka sangat memengaruhi pengambilan keputusan jenis kontrasepsi yang akan dipakai. Selain itu, dukungan suami sangat berdampak pada keputusan ibu dalam penggunaan MKJP

    From Picky Eaters to Nourished Explorers: Unveiling the Power of Responsive Feeding in Enhancing Young Children’s Nutrition

    Full text link
    Implementing responsive feeding is essential for modifying the nutritional status and overall well-being of young children. The aim of this narrative review is to provide a thorough synthesis of the current evidence on responsive feeding and its impact on the nutritional status of young children. Searches were conducted in PubMed and Medline with keywords "Responsive feeding," AND “young children”. The inclusion and exclusion criteria were defined to choose the most pertinent studies.  The initial search yielded 106 articles, with a total of 22 full-text articles examined, 12 of which were appropriate for inclusion. The review emphasizes the function of responsive feeding in maintaining healthy eating habits, reducing childhood obesity, and promoting optimal growth and development in young children. The study highlights the significance of early nutrition treatments that prioritize responsive feeding to enhance nutritional quality and foster healthy eating habits during early childhood.  It also discusses the difficulties that caregivers experience when implementing responsive feeding methods, such as competing societal norms and external influences. Furthermore, the review identifies data gaps and recommends additional studies to investigate the long-term impacts of responsive feeding on children\u27s nutrition, and health outcomes. In conclusion, the narrative review underlines the significance of responsive feeding in supporting optimal nutrition and healthy eating habits in young children.Penerapan metode pemberian makan yang responsif sangat penting untuk mengubah status gizi dan kesejahteraan anak secara menyeluruh. Tujuan dari studi naratif ini untuk menyajikan sintesis menyeluruh mengenai bukti terkini mengenai pemberian makan responsif dan dampaknya terhadap status gizi anak. Pencarian melalui database PubMed dan Medline dengan kata kunci “responsive feeding” dan “young children”. Kriteria inklusi dan eksklusi ditentukan untuk memilih artikel yang paling relevan. Pencarian awal menghasilkan 106 artikel dengan total 22 artikel full text yang ditelaah, dan 12 diantaranya masuk kriteria studi ini. Tinjauan studi ini menekankan pada fungsi pemberian makan responsif dalam menjaga kebiasaan makan yang sehat, mengurangi obesitas pada masa kanak-kanak, dan mendorong pertumbuhan dan perkembangan optimal pada anak. Studi ini menyoroti pentingnya perawatan gizi sejak dini yang memprioritaskan pemberian makanan responsif untuk meningkatkan kualitas gizi dan menumbuhkan kebiasaan makan yang sehat selama masa kanak-kanak. Diskusi ini juga membahas kesulitan yang dialami pengasuh ketika menerapkan metode pemberian makan yang responsif, seperti persaingan norma-norma sosial dan pengaruh eksternal. Selain itu, tinjauan tersebut mengidentifikasi kesenjangan data dan merekomendasikan penelitian lebih lanjut untuk menganalisis dampak jangka panjang pemberian makanan responsif terhadap gizi dan kesehatan anak. Studi tinjauan naratif ini menyimpulkan pentingnya pemberian makan responsif dalam mendukung nutrisi optimal dan kebiasaan makan sehat pada anak kecil

    Literatur Review: Hubungan Peer Group Education dan Dukungan Keluarga terhadap Perilaku Deteksi Dini Kanker Payudara dengan SADARI pada Remaja

    Full text link
    Malignant tumors leading to breast cancer pose a serious threat to adolescents under the age of 17 with increasing cases of 8 to 10 in 2018. To prevent the spread of breast cancer, breast self-examination (BSE), known as SADARI in Indonesian, was introduced as a preventive measure. This study aimed to identify the relationship between peer group education and family support with BSE behavior among adolescents. Through a literature review, 10 relevant articles were found on Google Scholar and Pubmed database, spanning publication years from 2019 to 2023. These articles were selected based on criteria of reputable national and international journals, written either in English or in Indonesian, and employing cross-sectional study design and open access. The research findings indicated that peer group education and family support play a significant role in promoting BSE behavior in adolescents. Other factors such as knowledge, attitude, and information sources can also influence BSE behavior in adolescents. Therefore, a comprehensive approach of breast cancer prevention in adolescents should take into account various influencing factors to enhance the effectiveness of preventive efforts. Further research is encouraged to delve deeper into these factors, enabling the development of more precise and efficient breast cancer prevention strategies.Tumor ganas yang menyebabkan kanker payudara merupakan ancaman serius bagi remaja di bawah usia 17 tahun dengan kasus yang meningkat menjadi 8 hingga 10 pada tahun 2018. Untuk mencegah penyebaran kanker payudara, Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) diperkenalkan sebagai langkah pencegahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara peer group education dan dukungan keluarga dengan perilaku SADARI pada remaja. Melalui studi literatur, 10 artikel relevan ditemukan dari database Google Scholar dan Pubmed dengan rentang tahun penerbitan 2019-2023. Artikel-artikel ini dipilih berdasarkan kriteria jurnal bereputasi nasional dan internasional, dalam bahasa Inggris dan Indonesia, serta menggunakan desain penelitian cross-sectional dan open access. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peer group education dan dukungan keluarga memiliki peran penting dalam mendorong perilaku SADARI pada remaja. Faktor lain seperti pengetahuan, sikap, dan sumber informasi, juga dapat mempengaruhi perilaku SADARI pada remaja. Oleh karena itu, pendekatan yang komprehensif dalam pencegahan kanker payudara pada remaja harus mempertimbangkan berbagai faktor yang memengaruhi agar upaya pencegahan lebih efektif. Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menggali dan memahami lebih dalam tentang faktor-faktor tersebut, sehingga strategi pencegahan kanker payudara dapat diarahkan dengan lebih tepat dan efisien

    Strategi Manajemen untuk Kontrol Tekanan Darah pada Pasien Pra-Operasi Elektif: Berfokus pada Peningkatan Dukungan Keluarga, Kontrol Kecemasan, dan Perilaku Peduli di Ruang Penerima

    Full text link
    Surgery can be generally defined as a medical action that causes a stressor on a person\u27s integrity, resulting in a stress response, both psychological and physiological. It is totally normal to feel anxious before surgery. This study aimed to identify the management strategies for blood pressure control in elective pre-surgery patients, focusing on family support improvement, anxiety control, and caring behavior. It was an analytical-correlational study which the total samples were 130 respondents at the receiving room of Malang Lavalette Hospital. The data analysis confirmed significant relationships in elective pre-surgery patient care. Family support and nurses\u27 caring behavior had notable impacts on patient anxiety with p values of 0.000 and 0.034 respectively. Moreover, family support and anxiety, as well as anxiety and blood pressure, demonstrated significant associations with p values of 0.000. Notably, family support exhibited a direct effect on blood pressure (0.568) greater than its indirect effect through anxiety (0.453), summing to a total effect of 1.021. Similarly, nurses\u27 caring behavior had a direct effect on blood pressure (0.1225) exceeding its indirect effect through anxiety (0.1099), resulting in a total effect of 0.2324. The researchers found that there was an effect of elective pre-surgery patients management strategies on blood pressure control in terms of increasing family support, anxiety control and caring behavior in receiving room.Pembedahan secara umum dapat didefinisikan sebagai tindakan medis yang menyebabkan stressor pada integritas seseorang, menghasilkan respons stres, baik psikologis maupun fisiologis. Sangat normal untuk merasa cemas sebelum operasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi manajemen untuk kontrol tekanan darah pada pasien pra-operasi elektif, dengan fokus pada peningkatan dukungan keluarga, kontrol kecemasan, dan perilaku peduli. Penelitian ini merupakan penelitian analitis-korelasional yang total sampelnya sebanyak 130 responden di ruang penerima RS Lavalette Malang. Analisis data mengkonfirmasi hubungan yang signifikan dalam perawatan pasien pra-operasi elektif. Dukungan keluarga dan perilaku peduli perawat memiliki dampak penting pada kecemasan pasien dengan nilai p masing-masing 0,000 dan 0,034. Selain itu, dukungan keluarga dan kecemasan, serta kecemasan dan tekanan darah, menunjukkan hubungan yang signifikan dengan nilai p 0,000. Khususnya, dukungan keluarga menunjukkan efek langsung pada tekanan darah (0,568) lebih besar daripada efek tidak langsungnya melalui kecemasan (0,453), dengan jumlah efek total 1,021. Demikian pula, perilaku peduli perawat memiliki efek langsung pada tekanan darah (0,1225), melebihi efek tidak langsungnya melalui kecemasan (0,1099), menghasilkan efek total 0,2324. Peneliti menemukan bahwa ada efek strategi manajemen pasien pra-operasi elektif pada kontrol tekanan darah dalam hal meningkatkan dukungan keluarga, kontrol kecemasan dan perilaku peduli di ruang penerima

    Hubungan Karakteritik, Sumber Informasi dan Dukungan Keluarga dengan Persepsi Penerimaan Vaksinasi COVID-19 pada Mahasiswa

    Full text link
    COVID-19 vaccination is an effort to deal with COVID-19 pandemic. People’s good perception of vaccine acceptance contributes to the achievement of vaccination. The purpose of the study was to determine the relationship between characteristics, sources of information, and family support with students’ perceptions of acceptance of COVID-19 vaccination. The research design was cross-sectional. The samples were 67 students of first to third year at Diploma IV Physiotherapy Study Program of Poltekkes Kemenkes Jakarta III. The data analysis was univariate, bivariate (chi-square test), and multivariate (logistic regression test). The results of the study showed that most of the respondents had a good perception of vaccine acceptance (50.8%), were <21 years (76.9%), female (87.7%), lower semester level (78.5%), had a family health history of COVID-19 (53.8%), good sources of information (50.8%), and lack of family support (50.8%). There was a significant relationship between the perception of COVID-19 vaccination acceptance, age (p = 0.022 and OR = 5.524), family health history of COVID-19 (p = 0.004 and OR = 5.091), source of information (p = 0.004 and OR = 5.060), and family support (p = 0.0001 and OR = 8.000). The highest dominant factor was the source of information (OR = 15.340). Sources of information, such as mass media, friends, and society, can influence individuals’ learning process, leading to the acquisition of knowledge and eventually affecting their perception and behaviors.Salah satu usaha menangani pandemi COVID-19 yaitu melalui vaksinasi COVID-19. Persepsi baik dari masyarakat terhadap penerimaan vaksin berkontribusi terhadap capaian vaksinasi. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui hubungan karakteristik, sumber informasi, dan dukungan keluarga dengan persepsi penerimaan vaksinasi COVID-19 pada mahasiswa. Desain penelitian ini adalah cross-sectional. Sampel penelitian ini adalah 67 mahasiswa tingkat I s.d. III Prodi DIV Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Jakarta III. Analisis data secara univariat, bivariat (uji chi-square), dan multivariat (uji regresi logistik). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar persepsi penerimaan vaksin adalah baik (50,8%), berumur <21 tahun (76,9%), perempuan (87,7%), jenjang semester rendah (78,5%), adanya riwayat terkena COVID-19 dalam keluarga (53,8%), sumber informasi baik (50,8%), dan dukungan keluarga yang kurang (50,8%). Terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi penerimaan vaksinasi COVID-19 dengan umur (p = 0,022 dan OR = 5,524), riwayat COVID-19 dalam keluarga (p = 0,004 dan OR = 5,091), sumber informasi (p = 0,004 dan OR = 5,060), dan dukungan keluarga (p = 0,0001 dan OR = 8,000). Sumber informasi (OR = 15,340) merupakan variabel yang paling berpengaruh. Sumber informasi, seperti media massa, teman, maupun masyarakat, dapat mempengaruhi proses belajar seseorang yang dapat menghasilkan pengetahuan, sehingga pada akhirnya dapat mempengaruhi persepsi dan perilakunya

    Hubungan Pengetahuan Hepatitis B dan Perilaku Berisiko Tinggi dengan Kejadian Hepatitis B pada Remaja

    Full text link
    Hepatitis B is a disease caused by Hepatitis B virus (HBV) and the most common type of Hepatitis in Indonesia at 21.8%. High-risk behaviors such as unsafe sexual intercourse and indiscriminate use of syringes can cause Hepatitis B. This study aimed to analyze the relationship between knowledge of Hepatitis B and high-risk behaviors with the incidents of Hepatitis B among adolescents. The study was conducted by using a cross-sectional design and 50 adolescents as the respondents. The data collection was carried out by using a questionnaire. Correlation analysis was performed by Fisher’s exact test. 62% of adolescents had a low level of knowledge about Hepatitis B, 54% of adolescents never engaged in high-risk behavior, and 70% of adolescents claimed that they were never exposed to Hepatitis B. This study did not show any relationship between knowledge of Hepatitis B and the incidents of Hepatitis B (p 0.086 > α 0.05) and there was a relationship between high-risk behaviors in adolescents and the incidents of Hepatitis B (p 0.002 < α 0.05). Adolescents\u27 knowledge of Hepatitis B and high-risk behaviors in adolescents are important factors that need to be controlled to decrease Hepatitis B rates. Socialization of Hepatitis B knowledge is needed to understand the virus, causes, transmission channel, how to stop the spread, and treatments should be taken when being infected by Hepatitis B virus.Hepatitis B merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Hepatitis B (HBV) dan merupakan jenis Hepatitis terbanyak di Indonesia yaitu sebesar 21,8%. Perilaku berisiko tinggi seperti hubungan seksual yang tidak aman dan penggunaan jarum suntik sembarangan dapat menyebabkan Hepatitis B. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan Hepatitis B dan perilaku berisiko tinggi dengan kejadian Hepatitis B pada remaja. Penelitian dilakukan dengan desain cross-sectional dengan responden sebanyak 50 remaja. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner. Analisis hubungan dilakukan dengan uji Fisher exact. Sebanyak 62% remaja memiliki tingkat pengetahuan kurang tentang Hepatitis B, 54% remaja tidak pernah melakukan perilaku berisiko tinggi, dan 70% remaja mengaku tidak pernah terpapar Hepatitis B. Hasil penelitian tidak menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan Hepatitis B dengan kejadian Hepatitis B (p 0,086 > α 0,05) dan terdapat hubungan antara perilaku berisiko tinggi remaja dengan kejadian Hepatitis B (p 0,002 < α 0,05). Pengetahuan remaja terhadap Hepatitis B dan perilaku berisiko tinggi yang dilakukan remaja merupakan faktor penting yang perlu dikendalikan untuk menurunkan angka Hepatitis B. Sosialisasi pengetahuan Hepatitis B diperlukan untuk memperoleh pemahaman tentang virus, penyebabnya, saluran penyebarannya, bagaimana menghentikan penyebarannya, dan penanganan apa yang harus dilakukan jika terjangkit virus Hepatitis B

    255

    full texts

    273

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Faletehan Health Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇