Universitas Islam Lamongan, Fakultas Agama Islam: OJS
Not a member yet
    744 research outputs found

    MANAJEMEN WAKTU BELAJAR DALAM ISLAM DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN DAN HADIS

    No full text
    Waktu merupakan nikmat yang sangat berharga yang diberikan Allah kepada setiap makhluknya. Sebagai seorang pelajar yang baik, tentulah harus dapat memanfaatkannya dengan baik agar dapat membawa kebaikan pula bagi hidup kita di dunia. Artikel ini membahas tentang keutamaan waktu dan manajemen waktu belajar yang baik menurut Al-Qur’an dan Hadits dan langkah-langkah yang bisa diterapkan dalam memanajemen waktu belajar. Artikel ini termasuk dalam penelitian kepustakaan (library research), dengan metode deskriptif-analitis.Untuk memperoleh keabsahan data dan informasi, artikel ini mempergunakan Al-Qur’an dan Hadis sebagai sumber data utama. Teknik analisis data dalam artikel ini memakai metode interpretasi atau tafsir teks dengan metode maudhu’i (tematik). Dalam teori manajemen, proses manajemen waktu dapat dilakukan dengan lima langkah, POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling

    TANTANGAN PEMBARUAN PENDIDIKAN DI INDONESIA

    No full text
    Kolonialisme telah mengakibatkan kerumitan tersendiri dalam proses pembaruan pendidikan di Indonesia. Keanekaragaman Nusantara, dari sisi sosial, politik dan budaya juga tidak kalah penting menjadi faktor-faktor  yang mempersulit kinerja para pendidik, pemerintah, sekaligus para perencana pendidikan dalam mengembangkan dunia pendidikan di Indonesia. Meski sistem pendidikan secara umum sudah maju dalam serangkaian penyesuaian dan pembaruan, namun sampai saat ini tantangan pembaruan pendidikan setidaknya berada pada 3 aspek besar. Pertama, aspek geografi dimana beragamnya kondisi geografis, dan jarak yang memisahkan antar pulau di Indonesia. Kedua, keragaman sosial dimana meski terjadi penurunan drastis buta huruf dan tingkat putus sekolah selama 50 tahun terakhir, namun masih terdapat disparitas kualitas pendidikan antara wilayah perkotaan, pedesaan dan daerah terpencil. Ketiga, kultur pengajaran yang lebih berorientasi pada asumsi target pengetahuan yang seharusnya dikuasai peserta didik

    MEMBANGUN PERDAMAIAN LINTAS IMAN MELALUI PENDEKATAN INTERRELIGIUS DALAM PENDIDIKAN ISLAM: BELAJAR DARI PESANTREN SOKO TUNGGAL

    No full text
    Conflicts and sentiments between religions in Indonesia have yet to be fully resolved convincingly. This is because many parties still use their beliefs to mobilize interests. Recognizing this phenomenon, this article seeks to examine and analyze the experiences carried out by the Soko Tunggal Islamic Boarding School in mitigating conflict through an inter-religious approach in the praxis of Islamic Religious education. Through qualitative research methods, data were obtained through interviews, observation, and documentation of important data in the field, which in the following stages were analyzed using a multidisciplinary perspective. This study found that the inter-religious approach in the context of Islamic education was carried out to minimize the potential for inter-religious conflict. Through the involvement of religious figures, interfaith dialogue does not want to make Islam a syncretic religion. Through this approach, Islamic education is articulated not only in exclusive-primordial academic activities. But it also opens up space for intellectual awareness that Muslims are an integral part as citizens of the world who are entrusted with maintaining social harmony based on divine, human, and national values

    Teori Gestalt (Meningkatkan Pembelajaran Melalui Proses Pemahaman)

    No full text
    Abstrak: Teori Gestalt memandang bahwa pembelajaran tidak hanya tentang rangsangan dan respon tetapi lebih pada pemahaman tentang suatu masalah yang mampu menarik kesimpulan baru yang berwawasan. Pencetus teori Gestalt termasuk Max Wetheimer, Wolfgang Kohler dan Kurt Kofka. Dalam teori Gestalt terdapat beberapa hukum yaitu hukum kedekatan, hukum ketertutupan dan hukum kesamaan. Diantara prinsip pembelajaran Gestalt adalah pembelajaran melalui wawasan (pemahaman), pembelajaran merupakan reorganisasi dari pengalaman, pembelajaran akan lebih berhasil bila sesuai dengan minat siswa. Sedangkan prinsip persepsi Gestalt termasuk prinsip kontinuitas dan hubungan figur-ground. Kekuatan teori Gestalt adalah anak mampu membangun suatu masalah menjadi pengetahuan atau pemahaman baru, namun teori Gestalt ini juga memiliki kelemahan, yakni teori Gestalt tidak bisa diterapkan pada maeri-materi tertentu.Kata Kunci: Teori Pembelajaran, Gestalt, Pemahaman. Abstract: Gestalt theory views that learning is not only about stimuli and responses but rather about understanding a problem faced which is able to draw new insightful conclusions. Gestalt characters include Max Wetheimer, Wolfgang Kohler and Kurt Kofka. In Gestalt theory, there are several laws, namely the law of closeness, the law of closure and the law of equality. Among the principles of Gestalt learning is that learning through insight (understanding), learning is a reorganization of experiences, learning will be more successful when it comes to interests. Meanwhile, the principles of Gestalt perception include the principle of continuity and Figure-ground relationship. The strength of Gestalt theory is that children are able to reconstruct a problem into new knowledge or understanding, however in the Gestalt theory has also the weaknesses that the gestalt theory cannot be applied to certain materials.Keywords:Learning Theory, Gestalt, Comprehensio

    Mengembangkan Ekoliterasi dan Ekopreneurship Siswa Sekolah Dasar Melalui Pembelajaran Tematik Berbasis Model Project Based Learning (PjBL)

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan ekoliterasi dan ekopreneurship siswa sekolah dasar kelas IV. Proses pembelajaran tematik integratif melalui penerapan model pembelajaran berbasis proyek mengembangkan jiwa kewirausahaan siswa dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan. Penelitian ini mendukung mahasiswa agar literat lingkungan. Siswa mampu memanfaatkan lingkungan dengan baik melalui kegiatan ecopreneurship dengan proyek menjadikan produk dari barang bekas menjadi barang baru yang memiliki nilai jual tinggi. Hasil pembelajaran yang dibuat siswa adalah “damarkurung†yang merupakan keluaran dari percobaan sains. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif, pengumpulan data melalui lembar validasi, lembar observasi, dan penilaian produk studentpreneurship. Pembelajaran tematik dilaksanakan melalui 6 langkah yang sesuai dengan sintaksis pembelajaran berbasis proyek, yaitu menentukan pertanyaan dasar, merancang perencanaan proyek, menyusun jadwal, memantau kemajuan proyek, menguji proses dan hasil pembelajaran, serta mengevaluasi pengalaman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis proyek di sekolah dasar dapat mendukung pendidikan ecopreneurship dan literasi lingkungan siswa sekolah dasar. Siswa mengetahui cara memanfaatkan bahan bekas dengan tepat dan bermanfaat. Pengembangan ecoliterasi siswa melalui model pembelajaran berbasis proyek juga membantu siswa lebih menikmati proses pembelajaran tematik integratif dan semangat menunjukkan kreatifitasnya

    PENINGKATAN KECERDASAN NATURALIS MELALUI KOLASE BAHAN ALAM PADA ANAK KELOMPOK A TK KEMALA BHAYANGKARI 54 NGAWI

    No full text
    Abstract This study aims to: 1) describe how collage of natural materials can improve the naturalist intelligence of group A children at TK Kemala Bhayangkari 54 Ngawi. 2) knowing the problems in the naturalist intelligence of group A children at TK Kemala Bhayangkari 54 Ngawi. The ressearch used is a type of classroom action research (PTK). The subjects of this study were children of group A TK Kemala Bhayangkari 54 Ngawi, with a total of 16 students. Data collection methods used in this study are observation and documentation. This research was conducted using 2 cycles, each cycle consisting of 4 stages, namely: planning, action, observation and reflection. The research was conducted by using collage activities using natural media in the form of leaves, seeds, nuts, and sand to improve children's naturalist intelligence. Furthermore, in the pre-action the percentage increase in children's naturalist intelligence 25% was in the criteria of starting to develop (MB), in the first cycle it increased to 56% in the criteria of developing as expected (BSH) and in the second cycle it increased again to 75% in the very developing criteria. good (BSB). Based on the results of the study, the authors conclude that the collage of natural materials can increase naturalist intelligence in group A children at TK Kemala Bhayangkari 54 Ngawi

    PENGARUH PENGENALAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) TERHADAP KESEHATAN ANAK USIA DINI DI MASA PANDEMI COVID-19

    No full text
    Abstract This study aims to determine the effect of distance learning This study aims to: 1) introduce the 7 steps to wash hands properly in group B TK Dharma Wanita Watualang 1 Ngawi. 2) knowing the problems in the physical aspects of motoric 7 steps washing hands in group B TK Dharma Wanita Watualang 1 Ngawi. The research used is quantitative research. The subjects of this study were children of group B TK Dharma Wanita Watualang 1 Ngawi, with a total of 23 students. Data collection methods used in this study are observation and documentation. This research was conducted using a One-Group Pre-Test Post-Test model consisting of a Pre-Test (before being given treatment) and Post-Test (after being given treatment). Furthermore, based on the results of research based on data analysis, it was found that there was an increase in the average score of the physical motor skills of group B children before and after being given the treatment, namely from 47.8 to 63.86. Furthermore, from the results of the calculation of the t-test formula for a small sample that is interconnected in this study, it shows that tcount> ttable (7.7> 1.7), with a significance level of 5%. Based on the results of the study, the authors conclude that there is an effect of the introduction of clean and healthy living behaviors (PHBS) on children's health during the COVID-19 pandemic group B TK Dharma Wanita Watualang 1 Ngawi

    PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA AWAL MELALUI SISTEM BELAJAR DARI RUMAH DI TK AL MURSALAT

    No full text
    Kegiatan pelaksanaan pembelajaran matematika awal anak usia dini sangat diperlukan peran serta orang tua untuk memperkuat konsep  pada matematika awal anak selain pengajaran yang di dapat dari sekolah. Namun, ketika munculnya pandemic Coronavirus Disease 2019 semua kegiatan termasuk pembelajaran harus dialihkan ke rumah. Karenanya tulisan ini ingin mendeskripsikan tentang pelaksanaan pembelajaran matematika awal anak melalui system belajar dari rumah yang tentunya membutuhkan koordinasi antara guru dengan orang tua. Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif serta metode deskriptif. Hasil penelitian mendeskripsikan bahwasanya dalam penyelenggaraan pembelajaran matematika awal melalui system belajar dari rumah ini berjalan kurang efektif, karena dapat terlihat dari adanya keluhan yang dirasakan oleh guru serta orang tua dirumah. Sehingga memberikan dampak terhadap hasil belajar anak. Pertimbangan yang dilakukan dalam memilih media serta metode yang sesuai, hingga Sulitnya penilaian yang dilakukan oleh guru melalui system belajar dari rumah ini merupakan kendala yang dialami guru dikarenakan guru tidak mengetahui proses yang dilakukan oleh anak. Maka dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pembelajaran matematika awal anak melalui system belajar dari rumah ini berjalan kurang efektif dilakukan, karena banyaknya kendala yang dialami oleh guru beserta orang tua yang juga berpengaruh terhadap hasil belajar anak. Orang tua lebih setuju jika pelaksanaan pembelajaran dilakukan dengan system tatap muka disekolah dengan guru, dan juga kemampuan matematika awal anak tidak terstimulasi secara optimal dalam pelaksanaan pembelajaran dengan system belajar dari rumah ini

    PERKEMBANGAN GERAK DASAR ANAK DI MASA PANDEMI COVID-19 DI TK NEGERI PEMBINA LENGAYANG

    No full text
    Dimasa pandemi, banyak kegiatan anak di luar ruangan ditiadakan, sehingga membuat ruang gerak anak terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan gerak dasar anak dimasa pandemi covid-19 di TK Negeri Pembina Lengayang. Penelitian ini berjenis kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ialah anak-anak kelas B1. Informan penelitian ini adalah guru kelas B1. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan catatan lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah dari Miles Huberman, yakni: (1) pengumpulan data; (2) reduksi data; (3) penyajian data; (4) verifikasi, dan triangulasi dilakukan sebagai teknik dalam pengabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, gerak dasar anak di masa pandemi covid-19 di TK Negeri Pembina Lengayang berkembang baik. Perkembangan gerak dasar anak di masa pandemi covid-19 di TK Negeri Pembina Lengayang difokuskan dari gerak lokomotor dan gerak manipulatif. Kedua, guru menstimulasi gerak dasar anak dengan kegiatan senam, dan permainan-permainan di masa pandemi dalam kegiatan pembelajaran. Dapat disimpulkan bahwa gerak dasar anak tetap berkembang di masa pandemi, namun, tidak semua terstimulasi dengan baik

    TRANSFUSI DARAH DALAM TIMBANGAN FIKIH: Antara Najis dan Maslahah Perspektif Kaidah al-Ḍarar Yuzāl

    Get PDF
    .ََّ (tidak boleh memudaratkan dan tidak boleh dimudaratkan). Maka dari itu, dalam praktiknya transfusi darah perlu dipatuhi prosedur persyaratan dari program kesehatan kepada pihak pendonor dan resipien agar supaya tidak hanya menghilangkan bahaya resipien tapi juga terhindar dari membahayakan pihak pendonorل َّضرر َّوَل َّض ِ رَّر ,َّ) bahwa bahaya itu harus dihilangkan/dicegah. Jadi praktik donor darah merupakan hal yang harus dilakukan untuk menghindari kemudaratan yang lebih besar, misal akan kehilangan nyawa apabila tidak segera melakukan donor darah. Di samping itu juga diungkapkan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Ibnu Abbasالضَّرَّر ََّّيَّزَّال( Transfusi darah termasuk permasalahan baru dalam wacana hukum Islam. Dalam konteks kajian Fiqh, darah termasuk benda najis secara dzatnya (lidzatihi). Dan tidak adanya hukum syar’i yang secara eksplisit membahas praktik transfusi darah. Hal ini menimbulkan kerancuan dalam kehidupan muslim. Risiko dan juga manfaat yang ditimbulkan dari praktik transfusi darah baik, dari pihak pendonor maupun penerima donor darah (resipien) perlu dipertimbangkan oleh keduanya. Tujuan dilakukanya ini adalah untuk menyelamatkan nyawa resipien baik, karena kecelakaan atau penyakit. Status hukum haram penggunaan darah menjadi wajib ketika dihadapkan dengan kebutuhan yang mendesak, pada saat transfusi darah menjadi satu-satunya jalan untuk menyelamatkan nyawa seseorang. Dalam hal ini didasarkan pada kaidah fiqhiyah asasiyah yang keempat yaitu: al-Ḍarar Yuzāl.ََّ (tidak boleh memudaratkan dan tidak boleh dimudaratkan). Maka dari itu, dalam praktiknya transfusi darah perlu dipatuhi prosedur persyaratan dari program kesehatan kepada pihak pendonor dan resipien agar supaya tidak hanya menghilangkan bahaya resipien tapi juga terhindar dari membahayakan pihak pendonorل َّضرر َّوَل َّض ِ رَّر ,َّ) bahwa bahaya itu harus dihilangkan/dicegah. Jadi praktik donor darah merupakan hal yang harus dilakukan untuk menghindari kemudaratan yang lebih besar, misal akan kehilangan nyawa apabila tidak segera melakukan donor darah. Di samping itu juga diungkapkan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Ibnu Abbasالضَّرَّر ََّّيَّزَّال( Transfusi darah termasuk permasalahan baru dalam wacana hukum Islam. Dalam konteks kajian Fiqh, darah termasuk benda najis secara dzatnya (lidzatihi). Dan tidak adanya hukum syar’i yang secara eksplisit membahas praktik transfusi darah. Hal ini menimbulkan kerancuan dalam kehidupan muslim. Risiko dan juga manfaat yang ditimbulkan dari praktik transfusi darah baik, dari pihak pendonor maupun penerima donor darah (resipien) perlu dipertimbangkan oleh keduanya. Tujuan dilakukanya ini adalah untuk menyelamatkan nyawa resipien baik, karena kecelakaan atau penyakit. Status hukum haram penggunaan darah menjadi wajib ketika dihadapkan dengan kebutuhan yang mendesak, pada saat transfusi darah menjadi satu-satunya jalan untuk menyelamatkan nyawa seseorang. Dalam hal ini didasarkan pada kaidah fiqhiyah asasiyah yang keempat yaitu: al-Ḍarar Yuzā

    39

    full texts

    744

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Islam Lamongan, Fakultas Agama Islam: OJS
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇