Universitas Islam Lamongan, Fakultas Agama Islam: OJS
Not a member yet
744 research outputs found
Sort by
Pemikiran KH Masjkur dalam Mendesain Lembaga Pendidikan Islam Berbasis Kebangsaan
Ulama dan Kiai memiliki peran penting sebagai pejuang kemerdekaan, munculnya resolusi jihad adalah salah satu solusi kebangkitan nusantara dalam melawan penjajah saat itu. Pada kurun revolusi, salah satu nama penting dalam perjuangan kebangsaan yang perlu dicatat adalah Kiai Masjkur. Kiai Masjkur mendirikan dan mengelola lembaga pendidikan Islam yang diberi nama Misbahul Wathan. Kiai Masjkur mendirikan Misbahul Wathon sebagai cita-cita mengembangkan pendidikan kebangsaan untuk bumi putera. Dalam penelitian ini menggunakan kualitatif, jenis penelitian kepustakaan. Tujuannya Dalam kajian ini adalah mengungkap perjuangan Kyai Masjkur dalam dunia pendidikan yaitu tentang 1) mengungkap idiologi ahlisunnah waljamaah dalam pendidikan Islam yang dirintis oleh Kyai Masjkur. 2) Desain penyelenggaraan pendidikan Islam dalam membangun Nasionalisme 3) aksi pengembangan pendidikan Islam yang menunjukkan nasionalisme 4) Pendidikan Islam sebagai realitas sikap Nasionalisme. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa Kiai Masjkur sebagai ulama’ dan pejuang kemerdekaan Indonesa. Dan yang menjadi penting lagi adalah beliau merintis lembaga pendidikan Islam misbahul wathon yang didasarkan dengan idiologi Aswaja dan beliau mendesain pendidikan modern pada saat masa berjuang menuju kemerdekaan dengan kurikulum yang sudah tertata. Serta hasil dari pendidikan berwawasan kebangsaan yang didirikan oleh kyai masjkur menumbuhkan sikap patriotis, para pejuang yang siap untuk mengorbankan jiwa raga untuk kemerdekaan republic Indonesia
KONSEP ILMU SOSIAL PROFETIK KUNTOWIJOYO TERHADAP PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM
Konsep ilmu sosial profetik merupakan konsep kenabian yang dimunculkan oleh filsuf Muslim kontemporer, Muhammad Iqbal yang kemudian dikembangkan oleh Kuntowijoyo sebagaimana dalam QS Ali Imran: 110. Adapun unsur-unsur ilmu social profetik, yakni humanisasi, liberasi, dan transendensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai konsep ilmu sosial profetik menurut Kuntowijoyo. Peneliti menggunakan jenis penelitian kepustakaan yang dianalisis menggunakan metode analisis isi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) cara pandang pendidikan dalam paradigma humanisasi lebih mengedepankan pada proses memanusiakan manusia. Oleh karena itu, guru perlu menggali dan mengembangkan potensi yang dimiliki tiap peserta didik tanpa pandang bulu. Selanjutnya, (2) dalam paradigma pendidikan liberasi, pendidikan dipandang sebagai proses pembebasan dari kebodohan dan ketidakadilan. Pendidik dituntut kreatif inovatif untuk memotivasi peserta didik agar mampu melawan kebodohan yang disebabkan oleh faktor kemalasan. Sementara itu, (3) pendidikan transendensi lebih bersifat pada hubungan vertikal antara individu dengan Tuhannya. Peserta didik yang mempunyai iman yang baik akan lebih berhati-hati dalam mengamalkan ilmunya dan tidak berbuat curang ketika ujia
DAMPAK PENGASUHAN OTORITER TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL ANAK
Parenting is fundamental in shaping character. Exemplary attitude of parents is needed for children's development because children do modeling and imitation of the environment. The moral degradation of children, which has recently been found to reflect the poor quality of upbringing from the family. Furthermore, wrong parenting can have an impact on the cause of children's self-concept to be negative, and tend not to be enthusiastic in achieving life goals. This incident can also occur as a result of the authoritarian parenting adopted by the parents. Family is the first environment that influences various aspects of child development, including social development. The conditions and procedures for family life are a conducive environment for children's social life. The purpose of this study was to determine how the effect of authoritarian parenting on children's social abilities. The research method used was literature study by reviewing and analyzing the results of previous research. The results showed that authoritarian parenting has a negative impact on children's social abilities, children with authoritarian parenting tend to close themselves, are not confident and ashamed to face and interact with the social environmen
STUDI PERMAINAN BISIK BERANTAI DALAM PENGEMBANGAN BAHASA ANAK USIA DINI
This study aims to see how chain whispering plays in early childhood language development. The sub-focus of this research are: 1) whisper game material in early childhood language development, 2) the steps of serial whispering games, 3) the benefits of chain whispering games in early childhood language development, 4) language skills developed in chain whisper games . The research method used a qualitative literature study method. Sources of research data use scientific articles, books, and other sources. Techniques to study data are literature that is relevant to the object referred to in discussion. The results showed several findings from the sub-focus: 1) the material for developing the language of children through serial whispering games could be forming sentences, sentences that are quite long,everyday sentences, formal sentences. 2) the steps of the whispered chain game as follows the teacher forms a group, the child receives a message from the teacher, the first player receives the message and so on, the last player concludes. 3) the benefits of this game are as follow increase vocabulary, communicate appropriately and correctly, 4) language skills developed through serial whisper games are: speaking skills, listening skills, listening skills
ANALISIS PENGENALAN LITERASI DIGITAL BAGI ANAK USIA DINI PADA MASA NEW NORMAL
Penelitian ini berdasarkan pengamatan pada masa pandemi Covid-19 yang memperlihatkan bahwa sistem pembelajaran di Taman Kanak-Kanak berganti dari tatap muka menjadi sistem Belajar Dari Rumah yang mengakibatkan anak pada Taman Kanak-Kanak menggunakan teknologi digital sebagai sarana penunjang untuk belajar. Terlebih lagi saat ini merupakan era digitalisasi, semua serba digital dimana pengguna teknologi digital bukan hanya orang dewasa atau remaja saja, namun anak usia dini juga. Tujuan penelitian ini untuk memahami bagaimana pengenalan literasi digital pada anak-anak usia dini pada masa new normal.  Jenis penelitian yang dipakai adalah studi literatur melalui pendekatan kualitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan menelaah sumber primer dan sekunder berupa buku referensi, artikel jurnal dan hasil penelitian yang relevan dengan kajian penelitian. Setelah mengumpulkan dan mendapatkan data yang sesuai dengan kajian penelitian kemudian data dianalisis menggunakan metode analisis isi. Hasil penelitian ini ialah pengenalan literasi digital bagi anak usia dini perlu dilakukan karena perkembangan teknologi semakin pesat dan tingkat penggunaan teknologi digital oleh anak usia dini semakin tinggi, perubahan metode belajar yang memanfaatkan teknologi digital dalam proses pembelajaran anak usia dini, sehingga anak mau tidak mau harus bersentuhan dengan teknologi digital. Terdapat manfaat positif dari pengenalan literasi digital untuk diri anak dan perlunya keterampilan literasi digital untuk meminimalisir dampak buruk penggunaan teknologi digital oleh anak. Pengenalan literasi digital ini memerlukan kerjasama antara anak, orangtua dan guru dengan harapan anak kelak tumbuh menjadi generasi yang cakap akan teknologi digital dan dapat memanfaatkan teknologi digital dengan pola pikir yang positif dan kreatif
MINIMALIST PARENTING: POLA PENGASUHAN UNTUK ORANGTUA GENERASI MILENIAL
Penerapan pembelajaran yang terintegrasi dengan parenting tidak hanya didelegasikan pada pihak sekolah namun kehadiran orangtua memiliki peran utama.Tujuan dari penelitain ini adalah untuk mengetahui penerapan parenting para orangtua generasi milenial dengan perkembangan teknologi informasi yang masif. Kemudahan akses pada era digital sebagai solusi sekaligus tantangan terhadap kelebihan informasi digital.Penelitian ini menggunkan metode literature review. Hasil dari penelitian memberikan informasi bahwa tekhnologi digital sebagai sarana pemerolehan informasi yang paling diminati para orangtua milenial. Penerapan parenting pada era digital membuat para orangtua impulsif terhadap penawaran program belajar online dan kesulitan untuk menentukan informasi yang paling tepat dan kredibel dengan banyaknya informasi yang bertebaran di dunia digital. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan minimalist parenting menjadi solusi untuk orangtua generasi milenial karena berfokus pada hubungan keluarga yang sehat dan fokus terhadap sesuatu yang penting untuk anak. Penerapan parenting tidak dapat digeneralis karena setiap anak memiliki tingkat perkembangan dan kebutuhan yang sangat individualias
ANALISIS UNDANG-UNDANG NOMOR 35 TAHUN 2014 TERHADAP KEKERASAN ANAK PADA MASA PANDEMI COVID-19
Data kekerasan anak yang terjadi sebelum pandemi Covid-19 sesuai dengan yang terdapat di laporan UNICEF tahun 2015 menyatakan bahwa kekerasan terhadap anak terjadi secara luas di Indonesia; yakni 40% anak berusia 13-15 tahun melaporkan pernah diserang secara fisik sedikitnya satu kali dalam setahun, 26% melaporkan pernah mendapat hukuman fisik dari orang tua atau pengasuh anak di rumah, dan 50% anak melaporkan bully di sekolah. Data yang dihimpun oleh SIMFONI KEMEN PPA (Sistem Informasi Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak), KemenPPPA telah menerima 4.116 laporan kasus kekerasan terhadap anak, dan laporan terbanyak adalah kasus kekerasan seksual. Pada bulan Januari hingga Mei 2020, telah terjadi kasus kekerasan terhadap anak sebanyak 68 korban eksploitasi, 76 korban TPPO, 346 korban penelantaran anak, 979 korban kekerasan psikis, 1.111 korban kekerasan fisik serta korban kekerasan seksual menduduki 2.556. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 atas perubahan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002, penyelenggaraan perlindungan anak harus mampu memenuhi terwujudnya penyelenggaraan hak-hak anak terhadap masalah sosial, kesehatan dan perlindungan khusus
DAMPAK METODE LADDREL DRILL TERHADAP KECERDASAN KINESTETIK ANAK USIA DINI
Aktivitas fisik dalam Pendidikan dapat diartikan sebagai fondasi untuk perkembangan belajar anak. Pendidik sebagai perantara dalam pembelajaran melakukan rannsangan pada anak dengan berkomunikasi, memotivasi berdasarkan ekspresi yang dikeluarkan tubuh. Metode yang digunakan merupakan eksperimen yang melibatkan peserta didik sebanyak 40 anak yang dipilih secara acak. Instrument penelitian ini disusun dengan reliabilitas sebesar 0.862. analisis data yang dilakukan menggunakan Anova. Pembahasaan dalam penelitian ini menampakkan perbedaan yang signifikan berdasarkan factor permainan tradisional bentengan. Ada pengaruh interaksi yang signifikan antara permainan tradisional dengan kecerdasan kinesteti
Eksistensi Ekstrakulikuler dan Konstribusinya dalam Peningkatan Strandart Kompetensi Lulusan di SMAN 2 Lamongan
In accordancevwith the Regulationvof the Minister ofvNational Education Number 62 of 2014 concerning Extracurricular, it states that the development of the potentialvof students asvreferred to invthe goals ofvnational educationvcan bevrealized through extracurricular activities. Extracurricular deals with student interests outside of their formal fields. As in SMADA Lamongan, there are several extracurricular activities including; recitation of the Koran, PMR, pencak silat, flag raising troops, scholarly romance magazines, creative working groups, cooperatives, choirs, theater, drum bands, dance, information technology etc. This clearly has an impact on the students who follow. Extracurricular deals with student interests outside of their formal fields. As in SMADA Lamongan, there are several extracurricular activities including; recitation of the Koran, PMR, pencak silat, flag raising troops, scholarly romance magazines, creative working groups, cooperatives, choirs, theater, drum bands, dance, information technology etc. This clearly has an impact on the students who follow. For this reason, extracurricular activities are also needed in improving the competence of graduates which includesvthree dimensions, namely the attitude dimension, the dimension ofvknowledge and the dimension of skills. Students cannot apply the knowledge they have acquired in class to their daily lives
KEADILAN GENDER DALAM ISLAM (Telaah Atas Diskursus Hak Rujuk Perempuan dalam Hukum Keluarga Islam)
Religius teachings that are considered to have long oppressed womenthe teachings that have been domination by men have been used as a justification for community perception that are very detrimental to women.however,this criticism of gender inequality in discusseions with human rights does not only return to the misperception of the people.feminists also maintain a great deal about the concept of humen rights it self.fundamental criticism by questioning the return of international law to its maker. The qur’an has the principle that men and women are the same as servants, because men and women are created from the same subtance (kholifatullah fiilardh),and the same obligations ( liya’budun) however,in the matter of reconciliation,the ulama’ agree that reconciliation is an absolute right of the husband. In the gender perspective if you see some possible understanding that women can submit referals as their right to their husband by conducting a new analysis of the issue of referral rights’ which so far has been suggested to be dominated by men ( husband) by redeeming the rights of husband who was given to him. And with the khulu’ also the wife also has the right to the right of reconciliation to the husband who has dropped divorce on him