Universitas Islam Lamongan, Fakultas Agama Islam: OJS
Not a member yet
744 research outputs found
Sort by
Penggunaan Media Fruit Cartoon Card dalam Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak
Salah satu media yang digunakan guru untuk merangsang perkembangan kognitif anak usia dini adalah media kartu. Untuk mendeteksi huruf, kata, frase, kalimat, dan wacana serta menghubungkan bunyi dan artinya, media kartu bergambar dikutip sebagai salah satu metode untuk mencapai kemudahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan media fruit cartoon card dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak usia dini. Metode yang digunakan yakni penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus, sedangkan Teknik pengumpulan datanya menggunakan observasidan wawancara, subjek penelitian ialah anak usia dini kelompok kuncup RA Miftahul Ulum Ketangi yang jumlah keseluruhan terdapat 15 anak. Teknik analisis data menggunakan Model Interaktif Miles and Huberman dengan kegiatan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa media ‘Fruit Cartoon Card’ dapat membantu anak usia dini untuk belajar mengenal berbagai jenis buah, khususnya pada anak didik. Anak-anak belajar lebih cepat dan merasa lebih mudah untuk menyebutkan dan mengingat berbagai jenis buah ketika media ‘Fruit Cartoon Card’ digunakan bersama dengan pendekatan guru dalam memperkenalkan buah. Dengan adanya implementasi ‘Fruit Cartoon Card’ ini diharapkan akan bermanfaat bagi anak usia dini untuk meningkatkan kemampuan, tumbuh kembang anak, meningkatkan pemahaman dan daya serap anak terhadap materi pembelajaran serta motivasi belajar anak dalam mengenal buah
Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini Bagi Tumbuh Kembang Anak
Pendidikan Anak Usia Dini disini dimaksudkan (ditujukan) untuk menjadikan anak usia dini menjadi anak yang lebih bisa menjadi penerus bangsa dan berguna bagi masyarakat. Disini banyak cara pembelajaran anak usia dini yang dijelaskan oleg para peneliti-peneliti nasional dan internasional. Salah satu diantaranya adalah pembelajaran berbasis edutainment yang disana menjelaskan bahwa anak usia dini adalah pembelajaran yang menyenangkan juga tidak membosankan, maksud disini adalah agar anak usia dini tidak terlalu tegang dalam pembelajaran yang telah diajarkan oleh para pengajar. Tujuan penelitian pada anak usia dini adalah agar kita mengetahui bagaimana kesulitan pembelajaran pada anak usia dini, dan bisa menjadikan anak usia dini lebih paham dengan pembelajaran yang dimaksud. Dengan memberikan pendidikan pada anak kita dapat menjadikan anak kita menjadi anak yang Produktif, Kreatif, dan Inovatif. Pendidikan pada anak usia dini pada dasarnya meliputi seluruh upaya dan tindakan yang dilakukan pendidik dan orang tua dalam proses perawatan, pengasuhan dan pendidikan pada anak dengan menciptakan aura dan lingkungan dimana anak dapat mengeksplorasi pengalaman yang memberikan kesempatan kepadanya untuk mengetahui dan memahami pengalaman belajar yang diperolehnya dari lingkungan, melalui cara mengamati, meniru dan bereksperimen yang berlangsung secara berulang-ulang dan melibatkan seluruh potensi dan kecerdasan anak
Problematika Adaptasi Sekolah Transisi Prasekolah ke Sekolah Dasar
Adaptasi sekolah dapat memberikan dampak terhadap masalah sosial emosional dan prestasi akademik anak serta dapat berpengaruh terhadap persepsi anak terhadap sekolah pada jenjang berikutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi adaptasi sekolah transisi prasekolah ke skolah dasar.Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menggunakan berbagai sumber data yang relevan dan kredibel dari 2 jurnal nasional dan 18 jurnal internasional. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa adaptasi sekolah anak dipengaruhi oleh faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik yang saling mendukung. Faktor intrinsik diantaranya adalah: emosi, rasa malu, cara untuk menangani stress, dan pengaturan perilaku. Faktor eksternal dipengaruhi oleh hubungan teman sebaya, orangtua, dan juga peran guru dalam pembelajaran dan membangun kelekatan terhadap anak
ASAS-ASAS PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM MULTIKULTURAL
Basically education is an instrument for humans use to advance their civilization and culture. education is always running and developing in line with human life. Islamic education as an education actvity which is colored by the spirit and values of Islam will also develop during the life of members of islam comunity. Changes and developments in Islamic education seem so fast, whereas the life of today's society as if we live without division and distance as the impact of globalization. it gives the impression that the cultural differences of one society with others will be apparent. The apparent differences will be a time bomb that will explode in time, further leads to disharmony in society or cultural clashes. In the meantime Islamic education must be able to enter space building an educational model that develops multicultural values such as tolerance, fair education and education that uphold the value of equality. Therefore, to develop this educational model needs to touch the curriculum as the heart of education. as we know that in developing the curriculum requires principles such as theological, philosophical, juridical and sociological principles in order to the development is not uprooted from the basic values of Islamic educationKeywords: Principles, Curriculum, Multicultural Islamic Educatio
LAJNAH TARBIYAH: INSTRUMEN PENGEMBANGAN NALAR KEAGAMAAN DAN KARAKTER RELIGIUS DI RAUDLATUL ULUM ARRAHMANIYAH SAMPANG
The Raudlatul Ulum Arrahmaniyah Islamic Boarding School has an attractive education system known as Lajnah Tarbiyah Asasiyah, which is an education level devoted to new students to mature knowledge in the field of religion as well as to strengthen religious character. The purpose of this study is to reveal the extent of the contribution of Lajnah Tarbiyah in the development of Islamic scholarship and the character of students. The research succeeded in finding that the planning of the new santri intensive program was carried out through deliberation between the administrators and teachers at Lajnah Tarbiyah. The implementation of this program is realized through salaf schools, learning the basics of religion, especially in the field of fiqh, through studying the yellow book and learning to read and write Arabic. Meanwhile, the results of the intensive program are summarized in two aspects, namely the development of the potential for the religious field of new students and the development of the religious character of new students, such as istiqomah worship and accustomed to morality
Pengembangan Modul Ipa Berbasis Integrasi Islam Dan Sains Dengan Pendekatan Inkuiri Di Mi Salafiyah Kutukan Blora
Abstract: The aims of this research is to design Science module based Islam and Science integration by inquiry effevctivaly, valid, and interest for 3rd grade student of MI Slafiyah Kutukan Blora. This research is Educational research uses models Walter Dick and Lou Carey development type. The subjects of assesmnet in this module are master of contain, master of design, master of language, master oflearning, also 3rd grde student of MI Slafiyah kutukan Blora. The main step of this research is analyzing pre-condition, development modul plan, module writting, and module assesment.The result of reasearch find that Science Module based Islam and Science integration has contain validity level 84%, desain validity 86 %, language validity 75%, learning validity 95%. This module is effectif base on independent sample t test calculation thitung (1,71)>ttabel(1,684). While level of student interest using the module for all of componet until 88% exellent score. Based on whole anlizing data result can conclud that Science Module based Islam and Science integration is valid, effectiv, and interest for 3rd grade of MI Salafiyah Kutukan Blora.Keyword: Module, Islam and Science Integration, Inquir
Manajemen Kepala Madrasah untuk Meningkatkan Kedisiplinan Guru dalam Proses Belajar Mengajar di Masa Pandemi Covid-19
Abstrak:  Sejak pandemi covid-19, kegiatan pembelajaran di madrasah beralih dari pembelajaran tatap muka ke pembelajaran daring, sehingga kepala madrasah tetap harus mengedepankan aturan kedisiplinan bagi para guru agar proses pembelajaran berjalan optimal meskipun melalui proses pembelajaran dalam jaringan. Tujuan penelitian ini  mengetahui tentang manajemen kepala madrasah MIN 3 Aceh Tengah dalam meningkatkan kedisiplinan guru pada pembelajaran daring selama pandemi covid-19. Penelitian kualitatif deskriptif ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun hasil temuan penelitian adalah: 1) menyatukan persepsi bersama guru, 2) melakukan bimbingan kegiatan pembelajaran bagi para guru dalam menggunakan media digital, 3) memfasilitasi wifi, 4) memonitoring kinerja guru setiap minggu, 5) mengevaluasi kinerja guru di akhir bulan, 6) menegakkan disiplin protokol kesehatan, 7) menetapkan aturan fingerprint, 8) menegakkan disiplin dalam berpakaian rapi dan sopan dan 9) memberikan hadiah bagi guru teladan. Kendalanya adalah guru tidak dapat melaksanakan proses pembelajaran tepat waktu meskipun telah tersedia wifi di sekolah, hal ini karena mayoritas siswa tidak memiliki handphone android sehingga pembelajaran daring kurang efektif. Solusinya adalah dengan menginstruksi guru untuk mengajari siswa yang tidak memiliki handphone android agar datang ke sekolah kemudian membawa soal latihan untuk dikerjakan di rumah.Abstract: Since the Covid-19 pandemic, the learning activities in madrasah (Islamic school) have shifted from face-to-face learning to online learning, so the school principal still has to prioritize disciplinary rules for teachers to make the learning process run optimally even though the learning process is online. The purpose of this study is to find out the management of the madrasah principal of MIN 3 Central Aceh in improving teacher’s discipline in online learning during the Covid-19 pandemic. This descriptive qualitative research employed interviews, observations and documentation as the data collection techniques. The results of the present research were: 1) unifying perceptions with teachers; 2) conducting guidance on the  learning activities for teachers using digital media; 3) facilitating Wi-Fi; 4) monitoring teacher’s performance every week; 5) evaluating teacher performance at the end of the month; 6) enforcing the health protocols; 7) setting fingerprint rules; 8) enforcing people to dress neatly and politely; and 9) giving prizes for exemplary teachers. However, the problem was that the teachers mostly could not carry out the learning process on time even though there was Wi-Fi available at the school. This was because the majority of the students did not have an Android cellphone so online learning was less effective. The solution is to instruct the teacher to allow the students who do not have an android phone to come to school and to give them questions to do at home
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI KEGIATAN MEMBATIK
motoric merupakan suatu kemampuan dengan mengkoordinasikan gerakan-gerakan fisik baik dengan mengkoordinasikan bagian-bagian tubuh tertentu yang dapat dilakukan oleh otot besar dan otot kecil. motoric halus ini merupakan suatu gerakan yang melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu yang dilakukan oleh otot-otot kecil dengan menggunakan jari jemari tangan dan gerakan pergelangan tangan yang tepat. Salah satu kegiatan yang dapat menstimulasi atau dapat diterapkan dalam meningkatkan kemampuan motoric halus anak adalah dengan kegiatan membatik. Kegiatan membatik dalam kajian ini adalah membatik atau memberikan warna pada kertas yang telah diberikan pola gambar batik. Cara yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah membatik dengan mewarnai kertas yang teah digamar pola batik Tanjung Bumi. Metode yang dilakukan dalam penelitan ini dengan pendekatan studi literatur (library research). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan kegiatan membatik dapat meningkatkan kemampuan motoric halus anak
PERMAINAN OUTBOUND UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK USIA DINI
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan permainan outbound untuk mengembangkan kemampuan fisik motorik kasar anak usia dini. Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian Deskriptif kualitatif bertujuan untuk menggambarkan secara objektif keadaan di tempat penelitian dengan menggunakan kata-kata atau kalimat, mengenai perilaku dan tindakan guru pendidikan anak usia dini dalam mengembangkan kemampuan motorik kasar melalui permainan outbound. Penelitian ini menggunakan tehnik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalis meggunakan reduksi data, display data dan menarik kesimpulan/verifikasi. Dari hasil penelitian pencapaian perkembangan motorik kasar anak melalui permainan outbound, kemampuan motorik kasar anak masih belum berkembang. Dari 17 anak yang berkembang sangat baik 0%, anak yang berkembang sesuai harapan 17,6% dengan jumlah anak 3. Dan 53% anak yang mulai berkembang dengan jumlah anak 9. Serta 29,4 % anak yang belum berkembang dengan jumlah 5 anak
Model Kewirausahaan Sosial Di Pondok Pesantren Miftahul Hikmah Sukorejo Parengan Tuban
Entrepreneurship model whose business is partly for social and partly for business development. The problem raised is how the social entrepreneurship model at Miftahul Hikmah Islamic Boarding School Sukorejo Parengan Tuban, the research method used is a qualitative research method, namely by describing the results of the study. The results of the research on the social entrepreneurship model at Miftahul Hikmah Islamic Boarding School cover three points, namely, the entrepreneurship education model in the form of training and field practice. Ma'arif Mart's cooperative social entrepreneurship model, namely, students as employees, Part of the results of kopontren's business for pesantren, as well as the HCG (Hikma Collection Group) social entrepreneurship model, namely students as employees and some of the proceeds are used for pesantren. The social entrepreneurship model is in accordance with the four elements of social entrepreneurship, namely, the existence of social values, economic activities, innovation and civil society