Universitas Islam Lamongan, Fakultas Agama Islam: OJS
Not a member yet
744 research outputs found
Sort by
Pedagogi Islam dan Nilai-Nilai Humanis dalam Pendidikan Islam Kontemporer
The reconstruction of Islamic pedagogic concepts and the integration of humanistic values in contemporary Islamic education is a strategic response to global challenges such as spiritual crises, social pressures, and moral decadence. This research aims to explore how Islamic pedagogic concepts can be reconstructed with an approach to the humanistic values of Islamic education in the contemporary era? And what are the forms of integration of humanistic values in learning practices in Islamic educational institutions? The method used is Systematic Literature Review (SLR) This approach is also in accordance with the guidelines of Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and MetaAnalyses (PRISMA). The results of the study show that pedagogic approaches based on humanistic values, such as empathy, self-awareness, spirituality, and active participation, are able to present a learning space that is not only cognitive, but also touches the affective and moral dimensions of students. Thus, humanistic Islamic education is not only a bridge between tradition and modernity, but also a cultural and spiritual force in building a generation that is intelligent, moral, and ready to face the dynamics of the world wisel
Inovasi Desain Microteaching: Meningkatkan Kemampuan Pedagogik Mahasiswa
This study aims to describe the innovation in the microteaching program design implemented by the Faculty of Tarbiyah at UNIDA Gontor through the Teacher Training Development Program (TTDP). Using a descriptive qualitative approach, data were collected through interviews, observations, and document analysis. The findings reveal that the program’s success is supported by the systematic integration of theory and practice. Innovations include theoretical guidance on basic teaching concepts, workshops and mentoring by expert lecturers in lesson plan development, selection of model teachers, teaching practice using relevant curriculum materials in pesantren, schools, and madrasahs, and an emphasis on active learning models.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan inovasi desain program microteaching yang diterapkan Fakultas Tarbiyah, UNIDA Gontor melalui Teacher Training Development Program (TTDP). Dengan pendekatan deskriptif kualitatif, data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Temuan menunjukkan bahwa keberhasilan program ini didukung oleh integrasi teori dan praktik secara sistematis. Inovasi yang dilakukan mencakup : 1) pengarahan teoritis terkait konsep dasar mengajar, 2) workshop dan pendampingan penyusunan perangkat pembelajaran oleh dosen pakar, 3) pemilihan guru model, 4) praktik mengajar dengan materi kurikulum yang relevan di berbagai lembaga pendidikan (pesantren, sekolah, madrasah), serta 5) penekanan penggunaan model pembelajaran active learning. Program ini tidak hanya meningkatkan keterampilan pedagogik mahasiswa tetapi juga membekali mereka untuk beradaptasi dengan kebutuhan dunia pendidikan modern. Dengan inovasi yang berkelanjutan, program ini berpotensi menjadi model pembelajaran yang efektif untuk menghasilkan calon guru yang kompeten
Tingkat Motivasi Belajar Mahasiswa Rantau pada Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri di Kepulauan Riau
The purpose of this study was to measure the level of learning motivation of out-of-town students at State Islamic Universities in the Kepulauan Riau. The approach used in this study is a quantitative descriptive approach. The data collection instrument used in this study was a learning motivation questionnaire. The selection of research samples was carried out by purposive sampling. The data analysis technique in this study used descriptive statistics. Based on the results obtained from the study, an overview of the level of learning motivation of out-of-town students studying at State Islamic Universities in the Kepulauan Riau has a good level of learning motivation, this is evidenced by the 131 subjects in this study being in the moderate category of 18 students and in the high category of 113 students.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur tingkat motivasi belajar yang dimiliki oleh mahasiswa rantau pada perguruan tinggi agama Islam Negeri di Kepulauan Riau. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran umum terkait dengan tingkat motivasi yang dimiliki oleh mahasiswa rantau. Hasil dari penelitian ini dapat memberikan tindak lanjut dalam memberikan penguatan serta dapat menjadi dasar untuk meneliti lebih lanjut terkait faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi motivasi belajar yang dimiliki oleh mahasiswa rantau sebagai upaya untuk membantu meningkatkan motivasi belajar serta prestasi akademik mahasiswa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan kuesioner motivasi belajar. Pemilihan sampel penelitian dilakukan dengan purposive sampling. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan statistik deskriptif. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari penelitian diperoleh gambaran tingkat motivasi belajar mahasiswa rantau yang sedang menempuh pendidikan pada perguruan tinggi agama Islam Negeri di Kepulauan Riau memiliki tingkat motivasi belajar yang baik, hal ini dibuktikan dari 131 subjek pada penelitian ini berada pada kategori sedang sebanyak 18 orang mahasiswa dan pada kategori tinggi sebanyak 113 orang mahasiswa
Studi Filosofis terhadap Metode dan Aksentuasi Pendidikan Islam Organisasi Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama
Islamic education in Indonesia possesses distinctive characteristics, particularly reflected in the contributions of two major organizations, Muhammadiyah and Nahdlatul Ulama (NU). This article examines the philosophical differences in educational methods and emphases between Muhammadiyah and NU, as well as their impact on the dynamics of Islamic education in Indonesia. The research employs a literature study with a descriptive-qualitative approach. The analysis reveals that fundamental philosophical differences shape variations in educational orientation, achievements, and dynamics. Muhammadiyah advances a progressive model of education grounded in modern science and technology, emphasizing rationality, innovation, and adaptability to global developments. In contrast, NU sustains a traditional approach through the pesantren system, rooted in the study of classical Islamic texts (kitab kuning), spiritual values, etiquette, and strong teacher–student relationships. Despite these differences, both organizations complement one another and collectively enrich the landscape of Islamic education in Indonesia.Pendidikan Islam di Indonesia memiliki karakteristik unik yang tercermin dari kontribusi dua organisasi besar, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU). Artikel ini mengkaji perbedaan filosofis dalam metode dan penekanan pendidikan antara Muhammadiyah dan NU serta dampaknya terhadap dinamika pendidikan Islam di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Analisis menunjukkan bahwa perbedaan filosofis yang mendasar berimplikasi pada perbedaan orientasi, capaian, dan dinamika pendidikan. Muhammadiyah mengembangkan model pendidikan progresif berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi modern, dengan penekanan pada rasionalitas, inovasi, serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan global. Sementara itu, NU mempertahankan pendekatan tradisional melalui sistem pesantren yang berakar pada kajian kitab kuning, nilai-nilai spiritual, adab, serta hubungan yang mendalam antara guru dan murid. Meskipun berbeda, keduanya saling melengkapi dan memperkaya khazanah pendidikan Islam nasional
Metode Latihan Dengan Bermain Gerak Untuk Meningkatkan Kemampuan Menari Tarian Tradisional Anak Usia 5-6 Tahun
Traditional dance is a dance that has certain rules that are passed down from generation to generation. To introduce Indonesian traditional dance to children, a fun training method is needed during training. This study aimed to improve children's traditional dance dancing skills through the dance training method with Playing Movement used during dance training. The study was conducted on 10 children, at Budi Mulia Kindergarten, South Tangerang. This study used the Classroom Action Research (CAR) Model Kemis Taggart method. The instruments for the ability to dance traditional dances for children aged 5-6 years in this assessment are: 1) Ability to move to the rhythm of the music; 2) Balance of body movements; 3) Coordination of body movements; 4) Ability to perform dance movement forms; 5) Ability to follow dance movements completely; 6) Flexibility; and 7) Ability to express oneself while dancing. The training activities were carried out 10 times, for 4 weeks. The Play Movement Training method was used at the beginning of the training, or as a warm-up, and at the end of the training or cooling down. During the observation in the pre-cycle, the average ability of children was at the 28% stage, at the undeveloped stage. After training using the Movement Play Exercise method for 3 meetings in cycle 1, it increased to 49%, still at the beginning of development stage. In cycle 2, it increased to 65%, which was at the development stage according to expectations. In cycle 3, it increased to 89%, which was at the very well-developed stage. So it can be concluded that the Movement Play Exercise method can improve the ability to dance traditional dances of children aged 5-6 years at Budi Mulia Kindergarten, South Tangerang.Tarian tradisional adalah tarian yang mempunyai pakem-pakem tertentu yang diturunkan secara turun menurun. Untuk memperkenalkan tarian tradisional Indonesia pada anak diperlukan metode Latihan menari tarian tradisional yang menyenangkan selama latihan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menari tarian tradisional anak melalui metode latihan menari dengan Bermain Gerak yang digunakan pada saat latihan menari. Penelitian dilakukan pada 10 anak, di TK Budi Mulia Tangerang Selatan. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Model Kemis Taggart. Instrumen kemampuan menari tarian tradisional anak usia 5-6 tahun dalam penilaian ini adalah: 1) Kemampuan bergerak mengikuti irama musik; 2) Keseimbangan gerak tubuh; 3) Koordinasi gerakan tubuh; 4)Kemampuan melakukan bentuk gerakan tarian; 5) Kemampuan mengikuti gerakan tari secara tuntas; 6) Keluwesan; dan 7) Kemampuan berekspresi selama menari. Kegiatan Latihan dilakukan sebanyak 10 kali pertemuan, selama 4 minggu. Metode Latihan Bermain Gerak digunakan pada saat awal Latihan, atau sebagai pemanasan, dan pada saat akhir Latihan atau pendinginan. Pada saat obervasi di pra siklus, kemampuan rata-rata anak berada pada tahap 28%, berada pada tahap belum berkembang. Setelah Latihan dengan menggunakan metode Latihan bermain Gerak selama 3x pertemuan pada siklus 1 meningkat menjadi 49% masih pada tahap mulai berkembang. Pada siklus 2 meningkat menjadi 65% berada pada tahap berkembang sesuai harapan. Pada siklus 3, meningkat menjadi 89% yang berada pada tahap berkembang sangat baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa metode Latihan dengan Bermain Gerak dapat meningkatkan kemampuan menari tarian tradisional Anak usia 5-6 tahun di TK Budi Mulia, Tangerang Selatan.
 
Manfaat Digitalisasi Sebagai Sumber Belajar Dalam Meningkatkan Proses Pembelajaran Anak Usia Dini
The development of digital technology today is increasingly rapid, teachers use digital tools for various purposes. Through the digitization system, it will speed up and make it easier for teachers to get various information related to teaching materials, so that the learning process and objectives will be achieved optimally. This study aims to understand the benefits of digitalization as a learning resource in improving the early childhood learning process. The methodology in this study uses descriptive qualitative, researchers try to describe and interpret teacher perceptions in relation to the benefits of digitalization as a learning resource in improving the early childhood learning process. From the results of the study, a significant comparison was obtained between the use of digitalization as a learning resource with the improvement of the early childhood learning process. This is reinforced by the average percentage of digitalization utilization of 93.63% directly proportional to the increase in the learning process of 97.01%. Teacher respondents as children's learning companions gave positive approval that there was an improvement in the learning process by utilizing digitalization as a learning resource. The use of digitalization as a learning resource is proven to improve the process of quality child learning. The use of digital tools can help in meeting children's learning needs according to the characteristics and stages of early childhood development.Perkembangan teknologi digital saat ini semakin pesat, guru banyak menggunakan alat digital untuk berbagai kepentingan. Melalui sistem digitalisasi akan mempercepat dan mempermudah guru untuk mendapat berbagai informasi yang terkait dengan bahan ajar, sehingga proses dan tujuan pembelajaran akan dapat tercapai dengan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk memahami manfaat digitalisasi sebagai sumber belajar dalam meningkatkan proses pembelajaran anak usia dini. Metodologi dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif, peneliti mencoba mendeskripsikan dan menginterpretasikan persepsi guru dalam kaitannya dengan manfaat digitalisasi sebagai sumber belajar dalam meningkatkan proses pembelajaran anak usia dini. Dari hasil penelitian didapatkan perbandingan yang signifikan antara pemanfaatan digitalisasi sebagai sumber belajar dengan meningkatnya proses pembelajaran anak usia dini. Hal ini diperkuat dengan rata-rata prosentase pemanfaatan digitalisasi sebesar 93,63% berbanding lurus dengan peningkatan proses pembelajaran sebesar 97,01%. Responden guru sebagai pendamping belajar anak memberikan persetujuan yang positif bahwa terjadi peningkatkan proses pembelajaran dengan memanfaatkan digitalisasi sebagai sumber belajar. Pemanfaatan digitalisasi sebagai sumber belajar terbukti meningkatkan proses pembalajaran anak yang berkualitas. Penggunaan alat digital dapat membantu dalam memenuhi kebutuhan belajar anak sesuai dengan karakteristik dan tahapan perkembanagn anak usia dini
Religious (Islamic) Character Education Based on Local Wisdom: Systematic Study 2014-2024
The urgency of implementing religious character education must be carried out since elementary school students, starting from choosing the best strategy in implementing religious character education, the role of subject teachers, and integration with the local wisdom of society is the best space in implementing religious character education. So in this study, researchers use the systematic literature review method by optimizing three global databases, namely Google Scholar, Scopus, and WOS, through the publish or perlis application, with themes (keywords) in the 2014-2024 range, combined with the data analysis process researchers use five stages, starting from data collection planning, data identification, selection of feasible data and conducting meta-analysis with a comparison of social theory. Implementing religious character education in elementary schools can be done in various ways, starting from programs implemented by optimizing integration between the government, schools, parents, and the community. In addition, religious character education can be implemented according to the challenges in each school by using local wisdom models, such as Islamic boarding schools, Maja Labo Dahu in West Nusa Tenggara, Rejang in Bengkulu, Basandi Syarak customs, Syarak Basandi Kitabullah in Padang, Sipakatau, Sipakalebbi, and Sipakainge in Makassar and Dhukutan Tawangmanggu customs. Based on these results, this study has theoretical implications for Sturt Hall’s thinking with three concepts of identity in implementing religious character education
Strategi Penanganan Strategi Penanganan Pembiayaan Bermasalah Pada Produk Pembiayaan Ijarah Paralel di KBSU Tikung Lamongan
Pembiayaan bermasalah masih menjadi tantangan signifikan bagi lembaga keuangan mikro syariah, termasuk pada produk Ijarah Paralel, yang menuntut keseimbangan antara kepatuhan syariah dan efektivitas manajemen risiko. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab serta strategi penanganan pembiayaan bermasalah pada produk Ijarah Paralel di KSPPS Bina Syariah Ummah Tikung, Lamongan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi lembaga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiayaan bermasalah terutama disebabkan oleh faktor eksternal, seperti kesulitan ekonomi anggota, kematian anggota, dan pelarian nasabah. KSPPS Bina Syariah Ummah menerapkan empat strategi penanganan, yaitu pendekatan kekeluargaan, penagihan aktif, penyitaan jaminan, dan penjualan jaminan, dengan prinsip ukhuwah dan keadilan sebagai landasan utama. Strategi tersebut tidak hanya berfungsi untuk pemulihan keuangan, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai etika Islam dalam menjaga keberlanjutan lembaga. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis terhadap pengembangan model manajemen risiko berbasis nilai syariah serta implikasi praktis bagi penguatan kebijakan mitigasi pembiayaan bermasalah pada lembaga keuangan mikro syariahPembiayaan bermasalah masih menjadi tantangan signifikan bagi lembaga keuangan mikro syariah, termasuk pada produk Ijarah Paralel, yang menuntut keseimbangan antara kepatuhan syariah dan efektivitas manajemen risiko. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab serta strategi penanganan pembiayaan bermasalah pada produk Ijarah Paralel di KSPPS Bina Syariah Ummah Tikung, Lamongan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi lembaga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiayaan bermasalah terutama disebabkan oleh faktor eksternal, seperti kesulitan ekonomi anggota, kematian anggota, dan pelarian nasabah. KSPPS Bina Syariah Ummah menerapkan empat strategi penanganan, yaitu pendekatan kekeluargaan, penagihan aktif, penyitaan jaminan, dan penjualan jaminan, dengan prinsip ukhuwah dan keadilan sebagai landasan utama. Strategi tersebut tidak hanya berfungsi untuk pemulihan keuangan, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai etika Islam dalam menjaga keberlanjutan lembaga. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis terhadap pengembangan model manajemen risiko berbasis nilai syariah serta implikasi praktis bagi penguatan kebijakan mitigasi pembiayaan bermasalah pada lembaga keuangan mikro syariah
Implementasi Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam Pendidikan Akidah
Pendidikan akidah memiliki peranan yang krusial dalam mencetak insan kamil. Namun, pendidikan akidah menjumpai beberapa permasalahan berupa sifat materi akidah yang abstrak, metode pembelajaran yang monoton, serta rendahnya motivasi peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara teoritis bagaimana implementasi pendekatan Contextual Teaching Learning (CTL) dalam pendidikan akidah sebagai solusi dari permasalahan yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research). Data kualitatif dikumpulkan kemudian direduksi lalu disajikan dalam bentuk narasi kemudian disimpulkan sebagai jawaban dari masalah yang diangkat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan CTL dapat memberikan kontribusi signifikan serta menjadi solusi permasalahan pendidikan akidah. Prinsip-prinsip CTL memungkinkan pendidik untuk membuat hubungan bermakna antar materi pembelajaran dengan pengalaman nyata peserta didik.Pendidikan akidah memiliki peranan yang krusial dalam mencetak insan kamil. Hal ini dikarenakan akidah merupakan pondasi dari keimanan seorang muslim dan sesuai dengan fitrah manusia yaitu menerima tauhid. Namun, pendidikan akidah menjumpai beberapa permasalahan berupa sifat materi akidah yang abstrak, metode pembelajaran yang monoton, serta rendahnya motivasi peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara teoritis bagaimana implementasi pendekatan Contextual Teaching Learning (CTL) dalam pendidikan akidah sebagai solusi dari permasalahan yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research). Data kualitatif dikumpulkan kemudian direduksi lalu disajikan dalam bentuk narasi kemudian disimpulkan sebagai jawaban dari masalah yang diangkat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan CTL dapat memberikan kontribusi signifikan serta menjadi solusi permasalahan pendidikan akidah. Prinsip-prinsip CTL memungkinkan pendidik untuk membuat hubungan bermakna antar materi pembelajaran dengan pengalaman nyata peserta didik. Sehingga pembelajaran menjadi hidup, meningkatkan motivasi belajar peserta didik, dan menerapkan nilai-nilai akidah dalam kehidupan sehari-hari. Namun, perlu juga diperhatikan aspek tsawabit dalam akidah sehingga impelemtasi CTL pada pendidikan akidah tetap sesuai dengan prinsip-prinsip akidah Islam selaku basis keimanan seorang muslim
Strategi Pendidik dalam Pengenalan Zero Waste pada Anak Usia 5-6 Tahun di TK Muslimat NU Sumedangan Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan
The rise of waste problems in Indonesia is a real threat to the environment and the future. This study aims to find out the strategies of educators in introducing zero waste to children aged 5-6 years at Kindergarten Muslimat NU Semedangan. In the academic sphere, the concept of zero waste needs to be introduced early to form awareness and environmentally friendly habits. This study uses a descriptive qualitative method with data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation. Data sources are in the form of school principals, teaching teachers and parents/guardians of children aged 5-6 years. The results of the research on the strategy of introducing zero waste are meaningful learning, habituation, providing facilities that support and involve children's parents. The challenges in implementing waste care are the influence of the outside environment that still does not care about waste and the lack of collaboration between schools and partnerships.Maraknya permasalahan sampah di Inonesia menjadi ancaman nyata bagi lingkungan dan masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pendidik dalam mengenalkan zero waste pada anak usia 5-6 Tahun di TK Muslimat NU Semedangan. Pada lingkup akademisi, konsep zero waste perlu dikenalkan sejak dini untuk membentuk kesadaran dan kebiasaan yang ramah lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data berupa kepala sekolah, guru pengajar dan orang tua/wali murid anak usia 5-6 tahun. Hasil penelitian tentang strategi pengenalan zero waste yaitu pembelajaran bermakna, pembiasaan, menyediakan fasilitas yang mendukung dan melibatkan orang tua anak. Adapun tantangan dalam penerapan peduli sampah yaitu pengaruh lingkungan luar yang masih kurang peduli dengan sampah dan belum terjalinya kolaborasi antara sekolah dengan kemitraan