Universitas Islam Lamongan, Fakultas Agama Islam: OJS
Not a member yet
744 research outputs found
Sort by
Konsep Pendidikan Islam Holistik Melalui Pendekatan Berbasis Nilai-Nilai Teologis Normatif
This study aims to present an analysis of the dynamics of Islamic education in Indonesia. Islamic education in Indonesia currently continues to experience a fluctuating process and moves dynamically to adapt to changing times. Of course this makes policy makers who are members of a government institution must quickly respond to changing times by providing a reflection of what must be improved and perfected. This research aims to provide a new paradigm through a theological-normatif approach based on the Qur'an and Sunnah to perfect the concept of Islamic education. This research uses the systematic literature review (SLR) method. The results of this study found that the basis of tawhid correlated with theological values and the Koran hadith correlated with normatif aspects has a positive construction that can develop Islamic education in a more holistic and comprehensive direction. In fact, many Muslim figures and scholars view that the normatif theological aspect in Islamic education can form a complete individual.Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan sebuah analisa mengenai dinamika pendidikan Islam di Indonesia yang saat ini masih terus mengalami proses fluktuatif dan bergerak dinamis untuk menyesuaikan dengan perubahan zaman. Tentu saja hal ini membuat para pemangku kebijakan yang tergabung di dalam sebuah institusi pemerintahan harus dengan cepat memberikan respon terhadap perubahan zaman dengan memberikan sebuah refleksi apa yang harus diperbaiki dan disempurnakan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan sebuah paradigma baru melalui pendekatan teologi-normatif yang berlandaskan pada al-Quran dan Sunanh untuk menyempurnakan sebuah konsep pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review (SLR). Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa basis tauhid yang dikorelasikan dengan nilai teologis dan al-quran hadist yang dikorelasikan dengan aspek normatif memiliki konstruksi positif yang dapat mengembangkan pendidikan Islam ke arah yang lebih holistik dan komprehensif. Bahkan banyak dari para tokoh dan cendikiawan muslim yang memandang bahwa aspek teologis normatif dalam pendidikan Islam dapat membentuk individu yang paripurna
Fostering Creative Thinking in Elementary Education: Integrating Social Inquiry Learning with Interactive Audio-Visual Media
This study investigates the integration of social inquiry learning with interactive audio-visual media to enhance creative thinking among primary school students. The study used a qualitative case study method, focusing on a Grade 5 class at SDN Jajartunggal III, Surabaya. Data collection methods included participatory observations, semi-structured interviews with teachers, and student artifacts analysis. The study sought to understand how this instructional Model affects fluency, flexibility, originality, and elaboration in students’ creative thinking. The findings revealed that interactive media, such as digital storytelling and animated simulations, significantly increased student engagement and facilitated creative problem-solving. Students were able to delve deeper into social issues, collaborate more effectively, and express creative ideas more confidently. The study also underscored the critical role of teachers in facilitating this integrated approach, as their ability to balance structured guidance with open-ended inquiry was key to fostering creativity. In conclusion, this study contributes to understanding how combining social inquiry learning with audio-visual media can enhance creativity in elementary education. The results highlight the importance of teacher facilitation and suggest that further study should investigate the long-term impacts of this pedagogical approach across different educational contexts
Pemikiran Islam Wasathiyah Hasan Al Bashri
Hasan Al Basrhi's thoughts on the moderation of Sufism have a strong tendency towards tawasuh or moderate. Perhaps some people think that tasawu tends to direct oneself to isolate oneself with worldly frenzy so that it seems as if there is a non-reactive attitude to the surrounding conditions. But on the contrary, Hasan Al Bahsri restored the essential spirit of Sufism as a moderate religious teaching and helped shape paradigms, thinking patterns, action patterns and wasathiyah behavior patterns
PENGEMBANGAN ALAT EVALUASI BERBASIS WORDWALL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA
The selection of this evaluation tool has considerations. For example, learning materials, facilities or facilities available at school, so that the learning objectives that have been set can be achieved. This can be facilitated by developing a wordwall-based interactive learning evaluation tool on pancasila education subjects, material on pancasila values.”This research is“R&D research wich refers to the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) development model."The research subjects were 23 class III A” students in s trial at MI NU Metro, Lampung. “Validation carried out by material experts scores, namely 94% from media experts and 82% from material experts. Trials with student showed a significant increase in learning outcomes, with the averge score increasing from 75% (Pre-test) to 88% (Post-test). Feedback from teachers and student shows that wordwall based evaluation tools are practical, effective, and engaging. And can be deelared “Very Suitable” for use with class III A MI NU students to improve learning outcomes.Abstrak: Pemilihan alat evaluasi ini memiliki pertimbangan. Misalnya, materi pelajaran, sarana atau fasilittas yang tersedia di sekolah. Sehingga, tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dapat tercapai. Hal tersebut dapat di
fasilitas dengan mengembangkan alat evaluasi pembelajaran interaktif berbasis“Wordwall di pelajaran pendidikan pancasila pada materi nilai-nilai pancasila.“Penelitian ini menggunakan metode pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Evaluation).” Subjek penelitian ini dilakukan pada 23 peserta didik kelas III A MI NU Metro, Lampung. Validasi oleh pakar materi dan media memastikan isi yang relevan serta tampilan yang efektif, sehingga materi lebih menarik bagi pengguna“dan menghasilkan nilai kelayakan yang tinggi, yaitu 94% oleh pakar media dan 82% dari pakar materi.” Uji coba dengan siswa menunjukan peningkatan hasil belajar yang signifikan, dengan rata-rata nilai meningkat dari 75% (pre-test) menjadi 88% (post-test). Masukan dari guru dan siswa menunjukan bahwa alat evaluasi berbasis wordwall praktis, efektif, dan menarik. Dan dapat dinyatakan “Sangat Layak” digunakan pada peserta didik kelas III A MI NU untuk meningkatkan hasil belajar
 
Efektivitas Metode Jigsaw dalam Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Kelas X SMA PU Al-Bayan Cendekia Cianjur: Pendekatan Kuantitatif
The Islamic Religious Education (PAI) learning process on the topics of Hajj, Zakat, and Waqf in grade X at SMA PU Al-Bayan Cendekia Cianjur faces challenges due to low student achievement caused by conventional teaching methods that lack active student engagement. This study aims to examine the effectiveness of the Jigsaw method in improving students’ PAI scores using a quantitative quasi-experimental design. The sample consisted of two classes: an experimental group taught using the Jigsaw method and a control group using conventional methods. Data were analyzed using t-tests and n-gain tests to measure significant improvement in scores. The results indicate that the Jigsaw method significantly improves students’ scores on Hajj, Zakat, and Waqf materials, with average n-gain scores in the moderate to high category. This method also enhances student motivation and engagement in learning.Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) pada bab haji, zakat, dan wakaf di kelas X SMA PU Al-Bayan Cendekia Cianjur masih menghadapi tantangan berupa rendahnya nilai siswa akibat metode pembelajaran konvensional yang kurang melibatkan partisipasi aktif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas metode Jigsaw dalam meningkatkan nilai PAI siswa dengan pendekatan kuantitatif menggunakan desain quasi-eksperimen. Sampel terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang diajar menggunakan metode Jigsaw dan kelas kontrol dengan metode konvensional. Data dianalisis menggunakan uji statistik t dan uji n-gain untuk mengukur peningkatan nilai secara signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Jigsaw secara signifikan meningkatkan nilai PAI siswa pada materi haji, zakat, dan wakaf dengan nilai rata-rata n-gain kategori sedang hingga tinggi. Metode ini juga meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran
The Realization of Religious Culture Through the Implementation of the SKUA Program Based on Persuasive Strategies in Madrasah Ibtida’iyah
The purpose of this study was to determine the implementation of the SKUA program based on persuasive strategy to realize a religious culture at MI Darussalam Badang Jombang. The research method used was descriptive qualitative, because the purpose of the study was to find data that was natural setting where the conditions studied were in accordance with the conditions in the field. The findings in this study in the implementation of the SKUA program based on persuasive strategy include the habituation of applying the materials contained in the SKUA program provided by educators and students not only apply them at school but also in everyday life. In addition, good role models in behavior and attitude are also shown by educators so that students imitate and apply them. Future research can focus on analyzing the long-term effectiveness of the SKUA program based on persuasive strategy in shaping students' religious culture, both within the school environment and in their daily lives. A longitudinal approach can be employed to observe changes in students' attitudes and behaviors over a certain period, allowing for an assessment of the extent to which religious values are internalized sustainably. Furthermore, the study can expand its scope by comparing the implementation of the SKUA program across multiple educational institutions to identify factors influencing its success. This comparative study approach will provide broader insights into the effectiveness of persuasive strategy methods in fostering religious culture in various educational contexts
Hip-Hop-Based Education as Extracurricular Activity: A Case Study of Learning English Using Rap in Muhammadiyah Elementary School
As one of the learning media, music has been used in hip-hop extracurricular classes at an elementary school in Indonesia. This study aimed to analyze the characteristics of learning English by using music on how teacher exposure English and culture to the students. This study used a qualitative method with purposeful sampling technique with extreme case sampling strategy. The data obtained from observation, teacher interview, and video stimulated recall. The results of teaching English with rap music in the hip-hop extracurricular classes included speed rap, rhyming word, verb rap, and battle rap lyric. These teaching activities emphasized only on the form and word meaning. Hip-hop culture was taught through language and style. Teacher taught the student to know hook while he was concerning about student’s English level. Besides, rap styles were taught on how the student dance and wear costume while they were performing in the stage. Since the school has Islamic identity, the teacher integrated the rap styles with Islamic culture. Thus, the teacher preferred to teach his own rap creation rather than adopted rap content from internet or other sources. Although there were no significant results in improving students' English comprehension, hip-hop music in extracurricular classes makes students feel happy and relaxed. Laforgue-Bullido, Abril-Hervás, & Malik-Liévano (2024) stated that the potential benefit of hip-hop as an educational tool by making subject content more engaging, which encouraged teachers to use it as hook’ to capture student’ interest.
Bimbingan Karir untuk Anak Usia Dini
Early childhood is in the golden age, so to optimize the potential that exists in him, good stimulation is needed. Stimulation can be given through career guidance services for early childhood. Career guidance for early childhood aims to provide an understanding of the potential that exists in children, as well as to introduce children to various types of jobs and professions that they will undertake in the future according to the development of the times. This article is a literature review, a study of various scientific articles and relevant books. Career guidance services can be provided through modeling or with media that is interesting for early childhood. The success of career guidance for early childhood cannot be separated from the cooperation between teachers, parents, and a supportive environment.Anak usia dini berada pada masa golden age, sehingga untuk mengoptimalkan potensi yang ada pada dirinya diperlukan pemberian stimulasi yang baik. Pemberian stimulasi dapat diberikan melalui layanan bimbingan karier untuk anak usia dini. Bimbingan karier untuk anak usia dini bertujuan memberikan pemahaman tentang potensi yang ada pada diri anak, serta untuk mengenalkan pada anak berbagai macam jenis pekerjaan dan profesi yang akan dijalaninya di masa depan sesuai dengan perkembangan zaman. Artikel ini adalah kajian pustaka, merupakan kajian dari berbagai artikel ilmiah dan buku yang relevan. Layanan bimbingan karier dapat diberikan melalui modeling atau dengan media yang menarik untuk anak usia dini. Keberhasilan bimbingan karier untuk anak usia dini tidak terlepas dari kerjasama antara guru, orang tua, dan lingkungan yang mendukung
Kemampuan Guru Dalam Membangun Kesiapan Belajar Siswa Pada Pembelajaran Keagamaan di MAN Kota Palangka Raya
Kemampuan guru dalam membangun kesiapan belajar siswa merupakan aspek fundamental dalam proses pembelajaran yang efisien dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana kemampuan guru dalam membangun kesiapan belajar siswa pada pembelajaran keagamaan di MAN Kota Palangka Raya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian mencakup guru mata pelajaran Fikih, Al-Qur’an Hadis, Akidah Akhlak, dan SKI. Analisis data yang diterapkan mengacu pada model Milles dan Huberman, yang mencakup proses pengumpulan data, penyederhanaan data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran yang signifikan dalam membangun kesiapan belajar siswa. Signifikansi ini tentu saja tetap tergantung pada bagaimana guru mampu menerapkan metode pembelajaran, pengelolaan kelas, pemberian motivasi, serta pemanfaatan media pembelajaran yang relevan kepada peserta didik. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih inovatif dan menjadi rujukan bagi penelitian lanjutan terkait pengelolaan kelas dan kesiapan belajar siswa.Kemampuan guru dalam membangun kesiapan belajar siswa merupakan aspek fundamental dalam membangun proses pembelajaran yang efisien dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana kemampuan guru dalam membangun kesiapan belajar siswa pada pembelajaran keagamaan di MAN Kota Palangka Raya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian mencakup guru mata pelajaran fikih, Al-Qur’an Hadis, Akidah Akhlak, dan SKI, serta siswa kelas XI F (IPS 1) dan XI G (IPS 2). Metode analisis data yang diterapkan mengacu pada model Miles dan Huberman, yang mencakup proses pengumpulan data, penyederhanaan data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa kemampuan guru dalam membangun kesiapan belajar siswa mencapai 90,07% dengan kategori sangat baik. Hal ini terlihat dari efektivitas penggunaan metode pembelajaran, pengelolaan kelas, pemberian motivasi, serta pemanfaatan media pembelajaran yang relevan dalam meningkatkan kesiapan belajar siswa. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih inovatif dan menjadi rujukan bagi penelitian lanjutan terkait pengelolaan kelas dan kesiapan belajar siswa
URGENSI IMPLEMENTASI PENDEKATAN INTEGRATIF-INTERKONEKTIF DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM PAI DI MADRASAH
Persoalan integrasi keilmuan harus direalisasikan dalam proses pembelajaran pada semua level tingkat pendidikan. Salah satu upaya yang perlu dilakukan adalah dengan melakukan redesain kurikulum. Dalam melakukan proyek desain kurikulum ini, paradigma keilmuan integratif-interkonektif menjadi satu pendekatan yang mutlak dilakukan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi pustaka. Hasil dari penelitian ini berargumen bahwa masih terdapat problematika pengembangan kurikulum PAI di madrasah, dalam implementasi pendekatan integratif-interkonektif. Namun demikian, hal ini tetap harus diagendakan mengingat tantangan PAI dengan perkembangan IPTEK masa kini dan masa depan perlu mendapat respon di dunia pendidikan. Dialog antara materi PAI, ilmu sosial, filsafat dan IPTEK, menjadi satu ikhtiar penting dalam rangka pengembangan kurikulum PAI lebih adaptif dan faktual di masa depan.Persoalan integrasi ilmu harus terus dilakukan dan dikembangkan ke berbagai institusi pendidikan Islam mulai dari level dasar hingga perguruan tinggi, dari madrasah sampai PTKI. Integrasi tersebut dapat berangkat dari pembenahan kurikulum sampai pada proses pembelajaran di kelas oleh guru. Redesain kurikulum wajib menerapkan pendekatan integratif interkonektif dalam segala bidang keilmuan. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam juga perlu menggunakan pendekatan dan paradigma keilmuan integratif-interkonektif, sehingga proses pembelajaran yang disampaikan oleh guru menjadi utuh, dan tidak saling memisahkan antara satu ilmu dengan ilmu yang lain. Pendidikan Agama Islam tidak lagi sekedar normatif tapi juga saintifik. Pemahaman yang ditimbulkan dari pembelajaran PAI integratif akan menggiring peserta didik pada belajar secara totalitas, dan menjadikan PAI sebagai bagian dari kehidupan nyata yang dibutuhkan oleh mereka. Hal ini tidak akan terjadi jika pemahaman terhadap PAI secara terpisah dengan keilmuan lain. Metode penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan jenis penelitian studi pustaka. Hasil dari penelitian ini yaitu mengungkap problematika pengembangan kurikulum PAI di madrasah, definisi, tujuan, aspek, implementasi serta urgensi implementasi pendekatan integratif-interkonektif dalam pengembangan kurikulum PAI di madrasah. Adanya pendekatan integratif-interkonektif menjadi suatu hal yang sangat penting dipelajari dan pahami guna menjawab tantangan PAI dengan perkembangan IPTEK masa kini dan masa depan