Universitas Islam Lamongan, Fakultas Agama Islam: OJS
Not a member yet
744 research outputs found
Sort by
Penggunaan Media Manipulatif dalam Menstimulasi Perkembangan Motorik Halus Anak Usia Dini
Penelitian ini mengkaji penggunaan media manipulatif dalam menstimulasi perkembangan motorik halus anak usia dini di TK Dharma Wanita Konang Galis, Pamekasan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TK Dharma Wanita menggunakan berbagai media manipulatif seperti bahan kerajinan tangan, mainan edukatif (puzzle dan blok bangunan), alat peraga edukatif (playdough), serta media visual dan auditori (kartu bergambar). Penggunaan media ini berdampak positif pada perkembangan motorik halus anak, meningkatkan kemampuan menggenggam, koordinasi tangan-mata, kreativitas, dan interaksi sosial. Faktor pendukung meliputi ketersediaan media yang beragam, guru terlatih, dukungan orang tua, dan lingkungan belajar yang kondusif. Kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan jumlah media, kebutuhan pelatihan lanjutan bagi guru, dan kurangnya kesadaran sebagian orang tua. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan media manipulatif terbukti efektif dalam menstimulasi perkembangan motorik halus anak usia dini serta menekankan perlunya integrasi media manipulatif dalam kurikulum pendidikan anak usia dini untuk mendukung perkembangan motorik halus dan keterampilan lainnya. Selain itu, penelitian ini juga memberikan rekomendasi praktis bagi pendidik, orang tua, dan pembuat kebijakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan perkembangan anak secara menyeluruh.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis penggunaan media manipulatif dalam menstimulasi perkembangan motorik halus anak usia dini di TK Dharma Wanita Konang Galis, Pamekasan. Pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif digunakan untuk memahami fenomena ini melalui wawancara dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media manipulatif, seperti bahan kerajinan tangan, mainan edukatif, alat peraga kreatif, dan media visual dan auditori, memiliki dampak positif yang signifikan terhadap perkembangan motorik halus anak. Aktivitas seperti menggunting kertas, menyusun puzzle, dan membentuk objek dengan Playdoh melatih kekuatan otot tangan dan jari, meningkatkan koordinasi tangan-mata, serta mendorong kreativitas dan interaksi sosial anak-anak. Faktor pendukung seperti keberagaman dan kualitas media, pelatihan guru, dukungan orang tua, dan lingkungan belajar yang kondusif berperan penting dalam efektivitas penggunaan media manipulatif. Namun, terdapat pula faktor penghambat, seperti keterbatasan jumlah media dan kebutuhan pelatihan tambahan bagi guru. Penelitian ini menekankan pentingnya integrasi media manipulatif dalam kurikulum pendidikan anak usia dini untuk mendukung perkembangan motorik halus dan keterampilan lain yang esensial, serta memberikan rekomendasi praktis bagi pendidik, orang tua, dan pembuat kebijakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan perkembangan anak secara menyeluruh
Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Teknik Kolase Dengan Media Kapas
Kegiatan kolase adalah pembelajaran yang menarik untuk mengembangkan motorik halus anak. Kolase juga merupakan salah satu jenis seni rupa di mana sisa potongan kertas atau bahan lain digabungkan agar menciptakan desain maupun kreasi tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui teknik kolase dengan media kapas di TK Qur`an Mandiri. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang meliputi 4 tahapan yaitu: perencanaan,pelaksanaan,pengamatan dan refleksi yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Subjek penelitian ini adalah anak usia 5-6 tahun TK Qur`an Mandiri Jl. Tombak no.44c, adapun tekhnik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen pengukuran motorik halus. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan motorik halus anak dapat meningkat melalui kegiatankolasedengan media kapas pada prasiklus adalah 30,6%,Siklus I adalah 44,4% dan Siklus II meningkat menjadi 78,5%. Kolase dengan media kapas memberikan variasi baru, menarik dan menyenangkan untuk anak. Kegiatan kolase dengan media kapas bertujuan meningkatkan motorik halus anak yang terkoordinasi antara mata dan tangan. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan kolase dengan media kapas dapat meningkatkan perkembangan motorik halus anakKegiatan kolase adalah pembelajaran yang menarik untuk mengembangkan motorik halus anak. Kolase juga merupakan salah satu jenis seni rupa di mana sisa potongan kertas atau bahan lain digabungkan agar menciptakan desain maupun kreasi tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui teknik kolase dengan media kapas di TK Qur`an Mandiri. Penelitian ini menggunakan Penelitian Kelas (PTK) yang meliputi 4 tahapan yaitu: perencanaan,pelaksanaan,pengamatan dan refleksi yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Subjek penelitian ini adalah anak usia 5-6 tahun TK Qur`an Mandiri Jl. Tombak no.44c, adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen pengukuran motorik halus. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan motorik halus anak dapat meningkat melalui kegiatankolasedengan media kapas pada prasiklus adalah 30,6%,Siklus I adalah 44,4% dan Siklus II meningkat menjadi 78,5%. Kolase dengan media kapas memberikan variasi baru, menarik dan menyenangkan untuk anak. Kegiatan kolase dengan media kapas bertujuan meningkatkan motorik halus anak yang terkoordinasi antara mata dan tangan. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan kolase dengan media kapas dapat meningkatkan perkembangan motorik halus anak
EFEKTIVITAS PERMAINAN DADU KATA MODIFIKASI DALAM PENGEMBANGAN KETERAMPILAN PROSOSIAL ANAK DI TK LATIHAN SPG ‘AISYIYAH
Penelitian ini didorong oleh berbagai masalah yang menunjukkan kurangnya kolaborasi dan perhatian anak-anak dalam kegiatan yang berhubungan dengan sekolah; ketika diberi tugas oleh guru, anak-anak lebih suka bekerja dengan teman dekat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memastikan seberapa baik permainan dadu kata yang dimodifikasi di taman kanak-kanak pelatihan SPG 'Aisyiyah menumbuhkan perilaku prososial pada pelajar muda. Melalui metode kuasi-eksperimental, desain penelitian kuantitatif digunakan dalam penelitian ini. Semua 24 siswa yang terdaftar di taman kanak-kanak pelatihan SPG 'aisyiyah merupakan populasi penelitian; mereka dibagi menjadi dua kelas, B1 dan B2. Purposive sampling adalah metode yang digunakan untuk pengambilan sampel. Tes yang terdiri dari lima item pertanyaan digunakan sebagai bagian dari teknik pengumpulan data. Dengan menggunakan SPSS, prosedur analisis data menggunakan homogenitas, kenormalan, dan pengujian hipotesis. Temuan penelitian menunjukkan efektivitas varians dan N-gain untuk kelas eksperimen menggunakan permainan kontrol balok dan permainan dadu kata. maka nilai sig (2-tiled) hasil uji hipotesis adalah 0,032 < 0,05. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa keterampilan prososial anak di TK Binaan SPG 'aisyiyah dipengaruhi secara signifikan oleh permainan dadu kata modifikasiPenelitian ini didorong oleh berbagai masalah yang menunjukkan kurangnya kolaborasi dan perhatian anak-anak dalam kegiatan yang berhubungan dengan sekolah; ketika diberi tugas oleh guru, anak-anak lebih suka bekerja dengan teman dekat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memastikan seberapa baik permainan dadu kata yang dimodifikasi di taman kanak-kanak pelatihan SPG 'aisyiyah menumbuhkan perilaku prososial pada pelajar muda. Melalui metode kuasi-eksperimental, desain penelitian kuantitatif digunakan dalam penelitian ini. Semua 24 siswa yang terdaftar di taman kanak-kanak pelatihan SPG 'aisyiyah merupakan populasi penelitian; mereka dibagi menjadi dua kelas, B1 dan B2. Purposive sampling adalah metode yang digunakan untuk pengambilan sampel. Tes yang terdiri dari lima item pertanyaan digunakan sebagai bagian dari teknik pengumpulan data. Dengan menggunakan SPSS, prosedur analisis data menggunakan homogenitas, kenormalan, dan pengujian hipotesis. Temuan penelitian menunjukkan efektivitas varians dan N-gain untuk kelas eksperimen menggunakan permainan kontrol balok dan permainan dadu kata. maka nilai sig (2-tiled) hasil uji hipotesis adalah 0,032 < 0,05. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa keterampilan prososial anak di TK Binaan SPG 'aisyiyah dipengaruhi secara signifikan oleh permainan dadu kata modifikas
Pengembangan Motorik Halus Anak Di Taman Kanak-kanak
Pendidikan anak usia dini merupakan pendidikan yang diberikan kepada anak melalui pemberian stimulasi untuk membantu mengembangkan aspek perkembangan dan potensi agar anak memiliki kesiapan untuk memasuki jenjang pendidikan selanjutnya. Salah satu aspek perkembangan yang perlu dikembangkan sejak usia dini adalah kemampuan motorik halus anak yaitu koordinasi antara gerakan mata dan tangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang pengembangan motorik halus anak di Taman Kanak-kanak Telkom Padang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Cara pengumpulan data digunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Adapun teknik keabsahan data yang digunakan yaitu triangulasi data. Hasil kegiatan pengembangan motorik halus anak di Taman Kanak-kanak Telkom Padang sudah sesuai dengan perencanaan yang telah dirancang sebelumnya. Perencanaan pengembangan motorik halus anak dilakukan dengan pembuatan modul satu kali untuk kegiatan satu minggu sesuai dengan topik dan sub topik yang ada pada kurikulum merdeka, lalu modul tersebut diturunkan menjadi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Pelaksanaan kegiatan yang dilakukan dalam pengembangan motorik halus anak seperti menggambar, mewarnai, menulis, menempel, menggunting dan lainnya dengan metode pembelajaran yang bervariasi. Evaluasi pengembangan motorik halus anak dilakukan dengan menggunakan beberapa teknik penilaian yang disesuaikan dengan kurikulum merdeka seperti penilaian ceklis, foto berseri, catatan anekdot dan hasil karya. Hasil penelitian tentang kegiatan pengembangan motorik halus anak sudah sesuai dengan perencanaan yang telah dirancang sebelumnya.Pendidikan anak usia dini merupakan pendidikan yang diberikan kepada anak melalui pemberian stimulasi untuk membantu mengembangkan aspek perkembangan dan potensi agar anak memiliki kesiapan untuk memasuki jenjang pendidikan selanjutnya. Salah satu aspek perkembangan yang perlu dikembangkan sejak usia dini adalah kemampuan motorik halus anak yaitu koordinasi antara gerakan mata dan tangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang pengembangan motorik halus anak di Taman Kanak-kanak Telkom Padang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Cara pengumpulan data digunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Adapun teknik keabsahan data yang digunakan yaitu triangulasi data. Hasil kegiatan pengembangan motorik halus anak di Taman Kanak- kanak Telkom Padang sudah sesuai dengan perencanaan yang telah dirancang sebelumnya. Perencanaan pengembangan motorik halus anak dilakukan dengan pembuatan modul satu kali untuk kegiatan satu minggu sesuai dengan topik dan sub topik yang ada pada kurikulum merdeka, lalu modul tersebut diturunkan menjadi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Pelaksanaan kegiatan yang dilakukan dalam pengembangan motorik halus anak seperti menggambar, mewarnai, menulis, menempel, menggunting dan lainnya dengan metode pembelajaran yang bervariasi. Evaluasi pengembangan motorik halus anak dilakukan dengan menggunakan beberapa teknik penilaian yang disesuaikan dengan kurikulum merdeka seperti penilaian ceklis, foto berseri, catatan anekdot dan hasil karya. Hasil penelitian tentang kegiatan pengembangan motorik halus anak sudah sesuai dengan perencanaan yang telah dirancang sebelumnya
Strategi Guru dalam Mengembangkan Kemampuan Literasi Anak Usia Dini melalui Kegiatan Sehari-hari
litian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam mengembangkan kemampuan literasi anak usia dini melalui kegiatan sehari-hari. Literasi pada anak usia dini merupakan fondasi penting yang mendukung kemampuan berbahasa, berpikir kritis, dan keterampilan sosial. Strategi berbasis kegiatan sehari-hari, seperti membaca cerita, bernyanyi, permainan berbasis bahasa, serta penggunaan media digital secara bijak, terbukti efektif dalam meningkatkan minat dan keterampilan literasi anak. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi pada guru-guru TK Se Kecamatan Tuah Medani Pekanbaru sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang terlibat dalam kegiatan literasi sehari-hari lebih antusias dan aktif, serta mengalami perkembangan signifikan dalam kosakata dan pemahaman bahasa. Dukungan orang tua juga memegang peran penting dalam memperkuat pengalaman literasi anak di rumah. Kesimpulannya, sinergi antara guru dan orang tua dalam menciptakan pengalaman literasi yang menyenangkan dan bermakna menjadi kunci untuk membangun kemampuan literasi yang kuat pada anak usia dini, sehingga mempersiapkan mereka untuk jenjang pendidikan berikutny
Strategi Guru Tahfidz Dalam Meningkatkan Kemampuan Menghafal Al-Qur’an Pada Peserta Didik di MTs Ihyaul Ulum Dukun Gresik
This research entitled Strategies of Tahfidz Teachers in Improving Students' Ability to Memorize the Qur'an at MTs Ihyaul Ulum Dukun Gresik uses qualitative research. The aim of this research is to find out the strategies of Tahfidz teachers in improving students' memorization abilities, knowing the supporting factors. and factors inhibiting the implementation of tahfidz teachers in improving the ability to memorize the Al-Qur'an, and solutions for tahfidz teachers in solving barriers for students to memorize the Al-Qur'an at MTs Ihyaul Ulum Dukun Gresik. The results of this research, (1) the tahfidz teacher's strategy in improving students' memorization skills include planning the tahfidz program, time for memorizing the Al-Qur'an, memorization methods, routine sema’an, memorization exams each semester, supervision and evaluation of the tahfidz program. Tahfidz program planning has been around since the founding of the program, but once a year a plan is always held to plan targets for the next year. The memorization time which has 2 specific times, namely 6 hours a day for 4 hours, starts at 07.00-09.30 and 2 hours at 10.30-11.30. The memorization method uses 3 methods, namely: the wahdah method, the muroja'ah method and the jama method. This routine must be done once a month by reading at least 5 Juz which the students have memorized together with the Tahfidz teacher. Memorization exams every semester In every semester, students are required to take a rote exam, that is, deposit all the memorization that has been obtained within 3 months. Regarding supervision or evaluation of the tahfidz program, namely always conducting evaluations once a month with fellow tahfidz teachers and madrasa heads, always controlling students through class attendance books or journal notes and always collaborating with the student's parents, namely sending photos/documentation of the students' achievements to the guardian. students via the WhatsApp group, and also share print outs of the results of students' memorization achievements which are attached to each student's report card.(2) the strongest supporting factor is the motivation that every student has from the start of entering the tahfidz program and the addition of motivation from the ustadz/ustadzah is also very supportive in improving the students' ability to memorize. Meanwhile, the inhibiting factors are more internal constraints, namely time, the busy activities both at the boarding school and at school affect the discipline of students who will be lazy in memorizing. (3) The Tahfidz teacher's solution in solving students' obstacles to memorizing the Al-Qur'an is by using an individual approach to students, always providing encouragement, motivation, giving them time and memor
Transformasi Pendidikan Islam: Moderasi Beragama Dalam Tradisi Pesantren Salaf Di Era Global
Globalization poses significant challenges for salaf pesantren, especially in maintaining classical scholarly traditions amidst the demands of modernity. On the other hand, the rise of intolerance and radicalism reinforces the urgency of integrating values of religious moderation in pesantren education. This research aims to develop a model for integrating religious moderation within the salaf pesantren tradition to enhance its relevance in the era of globalization. The research method used is a qualitative approach based on literature studies by analyzing literature related to religious moderation, salaf pesantren, and the transformation of Islamic education. Data is analyzed through critical synthesis stages to formulate a model for implementing religious moderation. The research results indicate that the integration of values of religious moderation such as tolerance, national commitment, anti-violence, and appreciation of local culture can be applied through interdisciplinary approaches, practice-based learning, educator training, and collaboration with external parties. The process of developing this model includes identifying core values, adjusting the curriculum based on yellow books, using contextual learning methods, and conducting systematic evaluation and continuous monitoring. This model enables salaf pesantren not only to maintain their traditional identity but also to act as agents of change that create adaptive and inclusively-minded Muslim generations
Teori Belajar Behaviorisme dalam Pembiasaan Shalat Jum’at pada Anak Usia Dini
Early childhood is a golden period of development. Early childhood education must be carried out properly and optimally, includes Jum’at prayer education. Parents must understand how to get children do Jum’at prayers. Through behavioral learning theory, parents can easily condition the habit of Jum’at prayers. This study aims to explore in depth how behavioral learning theory influences the habit of Jum’at prayers in early childhood. This study uses a descriptive qualitative design through interview, observation and documentation methods. This study is a behavioral learning theory through stimulus and response can effectively train children to perform Jum’at prayers. This learning theory can also train children's responsibility, discipline, readiness to do something, love for religion and invite children to like to give alms
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA BALOK CUISENAIRE TERHADAP PENGUASAAN KONSEP BILANGAN DAN AKTIVITAS ANAK USIA 3-4 TAHUN
Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan (1) pengaruh penggunaan media Balok Cuisenaire berpengaruh terhadap pengusaan konsep bilangan anak kelompok Bermain, (2) pengaruh penggunaan media Balok Cuisenaire terhadap aktivitas anak kelompok Bermain, (3) pengaruh penggunaan media Balok Cuisenaire berpengaruh terhadap pengusaan konsep bilangan dan aktivitas anak kelompok Bermain. Penelitian ini menggunakan rancangan Quasi Eksperimental Design dengan Noneequivalent Control Group Design. Penelitian ini dilaksanakan pada KB Az-Zahwa Sugihan Kecamatan Kampak Kabupaten Trenggalek. Data digali menggunakan lembar observasi, analisis data statistik deskriptif dan Statistik Inferensial (ANOVA dan MANOVA) dengan alpha < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penggunaan media berpengaruh terhadap secara signifikan terhadap penguasaan konsep bilangan, hal ini terbukti dari hasil uji ANOVA yang menunjukkan nilai nilai Fhitung sebesar 163,303 lebih besar dari Ftabel sebesar 4,01, (2) penggunaan media berpengaruh terhadap secara signifikan terhadap aktivitas anak, hal ini terbukti dar hasil uji ANOVA yang menunjukkan nilai nilai Fhitung sebesar 9,097 lebih besar dari Ftabel 4,01, (3) penggunaan media berpengaruh terhadap secara signifikan terhadap penguasaan konsep bilangan dan aktivitas anak, hal ini terbukti dari hasil uji MANOVA yang menunjukkan nilai signifikan Fhitung sebesar 13.485 lebih besar dari Ftabel 4,01.Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan (1) pengaruh penggunaan media Balok Cuisenaire berpengaruh terhadap pengusaan konsep bilangan anak kelompok Bermain, (2) pengaruh penggunaan media Balok Cuisenaire terhadap aktivitas anak kelompok Bermain, (3) pengaruh penggunaan media Balok Cuisenaire berpengaruh terhadap pengusaan konsep bilangan dan aktivitas anak kelompok Bermain. Penelitian ini menggunakan rancangan Quasi Eksperimental Design dengan Noneequivalent Control Group Design. Penelitian ini dilaksanakan pada KB Az-Zahwa Sugihan Kecamatan Kampak Kabupaten Trenggalek. Data digali menggunakan lembar observasi, analisis data statistik deskriptif dan Statistik Inferensial (ANOVA dan MANOVA) dengan alpha < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penggunaan media berpengaruh terhadap secara signifikan terhadap penguasaan konsep bilangan, hal ini terbukti dari hasil uji ANOVA yang menunjukkan nilai nilai Fhitung sebesar 163,303 lebih besar dari Ftabel sebesar 4,01, (2) penggunaan media berpengaruh terhadap secara signifikan terhadap aktivitas anak, hal ini terbukti dar hasil uji ANOVA yang menunjukkan nilai nilai Fhitung sebesar 9,097 lebih besar dari Ftabel 4,01, (3) penggunaan media berpengaruh terhadap secara signifikan terhadap penguasaan konsep bilangan dan aktivitas anak, hal ini terbukti dari hasil uji MANOVA yang menunjukkan nilai signifikan Fhitung sebesar 13.485 lebih besar dari Ftabel 4,0
IMBT (Ijarah Mumtahiya Bittamlik) as the main contract in mortgage (Home Ownership Credit)
The non-compliance of the Ijarah Mumtahiya Bit-Tamlik (IMBT) contract as the main contract in mortgages (Home Ownership Credit) with the DSN-MUI fatwa in its implementation procedures is a problem in the Ijarah Mumtahiya Bit-Tamlik (IMBT) contract. In this study, the research method used is Library Research, where secondary data is obtained from data provided by data providers from several Islamic banks and offline data from several books. The results of this discussion show that according to DSN-MUI fatwa Number 27 (2002), Ijarah Mumtahiya Bit-Tamlik (IMBT) is a form of lease agreement for goods or services that includes an option to transfer ownership rights of the leased object to the lessee when the lease period ends. In general, in Islamic banks, in the mortgage financing scheme with the Ijarah Mumtahiya Bit-Tamlik (IMBT) contract, the bank will purchase an asset and then lease-sell the asset to the customer. The implementation of the Ijarah Mumtahiya Bit-Tamlik (IMBT) contract must comply with DSN-MUI fatwa Number 27 (2002) concerning Ijarah Mumtahiya Bit-Tamlik (IMBT), which states that the transfer of ownership, either by sale or gift, is carried out after the ijarah period endsThe non-compliance of the Ijarah Mumtahiya Bit-Tamlik (IMBT) contract as the main contract in mortgages (Home Ownership Credit) with the DSN-MUI fatwa in its implementation procedures is a problem in the Ijarah Mumtahiya Bit-Tamlik (IMBT) contract. In this study, the research method used is Library Research, where secondary data is obtained from data provided by data providers from several Islamic banks and offline data from several books. The results of this discussion show that according to DSN-MUI fatwa Number 27 (2002), Ijarah Mumtahiya Bit-Tamlik (IMBT) is a form of lease agreement for goods or services that includes an option to transfer ownership rights of the leased object to the lessee when the lease period ends. In general, in Islamic banks, in the mortgage financing scheme with the Ijarah Mumtahiya Bit-Tamlik (IMBT) contract, the bank will purchase an asset and then lease-sell the asset to the customer. The implementation of the Ijarah Mumtahiya Bit-Tamlik (IMBT) contract must comply with DSN-MUI fatwa Number 27 (2002) concerning Ijarah Mumtahiya Bit-Tamlik (IMBT), which states that the transfer of ownership, either by sale or gift, is carried out after the ijarah period ends