Universitas Islam Lamongan, Fakultas Agama Islam: OJS
Not a member yet
    744 research outputs found

    Hubungan Pemberian Insentif Terhadap Kinerja Guru Taman Kanak-Kanak Kecamatan Harau Kabupaten Lima Puluh Kota

    No full text
    Keberhasilan penyelanggaraan pendidikan sangat ditentukan oleh kesiapan guru dalam mempersiapkan anak melalui kegaiatan belajar mengajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pemberian insentif terhadap kinerja guru anak usia ini. Jenis Penelitian menggunakan metode kuantitatif pedekatan assosiatif kausal, populasi penelitian guru Taman Kanak-kanak Kecamatan Harau berjumlah 99 orang dengan pengambilan sampel menggunakan teknik stratified proportional random sampling didapatkan sampel sebanyak 44 guru. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, data dianalisis menggunakan SPSS dengan analisis deskriptif dan  analisis korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan antara variabel insentif dengan kinerja guru dengan hipotesis Ha diterima dan Ho ditolak. Adapun hasil penelitian yang didapatkan adalah hubungan insentif dengan kinerja guru Taman Kanak-kanak Kecamatan Harau Kabupaten Lima Puluh Kota sebesar 26,6% dan sisanya 73,4% dipengaruhi oleh faktor lain. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian insentif dapat meningkatkan kinerja guruKeberhasilan penyelanggaraan pendidikan sangat ditentukan oleh kesiapan guru dalam mempersiapkan anak melalui kegaiatan belajar mengajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pemberian insentif terhadap kinerja guru anak usia ini. Jenis Penelitian menggunakan metode kuantitatif pedekatan assosiatif kausal, populasi penelitian guru Taman Kanak-kanak Kecamatan Harau berjumlah 99 orang dengan pengambilan sampel menggunakan teknik stratified proportional random sampling didapatkan sampel sebanyak 44 guru. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, data dianalisis menggunakan SPSS dengan analisis deskriptif dan  analisis korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan antara variabel insentif dengan kinerja guru dengan hipotesis Ha diterima dan Ho ditolak. Adapun hasil penelitian yang didapatkan adalah hubungan insentif dengan kinerja guru Taman Kanak-kanak Kecamatan Harau Kabupaten Lima Puluh Kota sebesar 26,6% dan sisanya 73,4% dipengaruhi oleh faktor lain. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian insentif dapat meningkatkan kinerja guru

    itu Meningkatkan Kreativitas Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Tari Kreatif di RA AN-NIDA: Meningkatkan Kreativitas Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Tari Kreatif di RA An-Nida

    No full text
    Kreativitas merupakan aspek penting dalam perkembangan anak yang perlu didukung sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas anak usia 5-6 tahun melalui tari kreatif di RA An-Nida. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang terdiri dari dua siklus, masing-masing meliputi tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebagian besar anak berada dalam kategori kreativitas rendah. Pada Siklus I, terjadi peningkatan kreativitas dengan 7% anak mencapai kategori berkembang sangat baik. Pada Siklus II, peningkatan signifikan terlihat dengan 80% anak mencapai kategori berkembang sangat baik. Penerapan tari kreatif berhasil meningkatkan kreativitas anak melalui aktivitas yang mendorong ekspresi diri, imajinasi, dan partisipasi aktif. Kesimpulannya, tari kreatif efektif dalam mengembangkan kreativitas anak usia 5-6 tahun, memberikan kontribusi positif dalam pembelajaran yang berpusat pada anak.Kreativitas merupakan aspek penting dalam perkembangan anak yang perlu didukung sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas anak usia 5-6 tahun melalui tari kreatif di RA An-Nida. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang terdiri dari dua siklus, masing-masing meliputi tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebagian besar anak berada dalam kategori kreativitas rendah. Pada Siklus I, terjadi peningkatan kreativitas dengan 7% anak mencapai kategori berkembang sangat baik. Pada Siklus II, peningkatan signifikan terlihat dengan 80% anak mencapai kategori berkembang sangat baik. Penerapan tari kreatif berhasil meningkatkan kreativitas anak melalui aktivitas yang mendorong ekspresi diri, imajinasi, dan partisipasi aktif. Kesimpulannya, tari kreatif efektif dalam mengembangkan kreativitas anak usia 5-6 tahun, memberikan kontribusi positif dalam pembelajaran yang berpusat pada anak

    Pola Asuh Orang Tua Dan Tingkat Kemandirian Anak Usia 5-6 Tahun (Studi Korelasi Di TK Islam Al Azhar 32 Padang)

    No full text
    Artikel ini ditulis berdasarkan penelitian yang dilatarbelakangi oleh tingkat kemandirian anak usia 5-6 tahun di Taman Kanak-Kanak Islam Al Azhar 32 Padang belum sesuai dengan aspek perkembangan yang seharusnya dimiliki anak usia 5-6 tahun. Kemandirian anak merupakan salah satu indikator penting dalam aspek perkembangan mereka terutama aspek kognitif, fisik, motorik dan emosional, sementara pola asuh orang tua merupakan peran yang krusial dalam membentuk karakter dan perilaku anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua terhadap tingkat kemandirian anak usia 5-6 tahun. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak di Taman Kanak-kanak Islam Al Azhar 32 Padang, dengan sampel anak di Kelas B Makkah, B Madinnah dan B Mina. Metode dalam penelitian ini adalah menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisis data bersifat korelasional. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur tingkat kemandirian anak dan berbagai jenis pola asuh orang tua, termasuk pola asuh otoriter, permisif, dan demokratis. Analisis data menggunakan uji validasi, uji reabilitas dan teknik korelasi. Uji validitas untuk menguji kuallitals instrument penelitialn dilalkukaln vallidalsi dengaln palkalr alhli daln perhitungaln staltistik. Sedangkan uji reabilitas untuk menentukan apakah instrumen yang digunakan riabel atau tidak menggunakan perhitungan statistik. Teknik korelasi Pearson untuk menentukan hubungan antara kedua variabel X dan Y. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pola asuh orang tua dan tingkat kemandirian anak yaitu hubungan antara pola asuh orang tua dan kemandirian anak dengan korelasional berkisar antara 0l,40l-0l,70l. Dimana pola asuh demokratis bernilai positif dengan tingkat kemandirian yang tinggi sedangkan pola asuh otoriter dan permisif bernilai negatif dengan tingkat kemandirian yang rendah.Artikel ini ditulis berdasarkan penelitian yang dilatarbelakangi oleh tingkat kemandirian anak usia 5-6 tahun di Taman Kanak-Kanak Islam Al Azhar 32 Padang belum sesuai dengan aspek perkembangan yang seharusnya dimiliki anak usia 5-6 tahun. Kemandirian anak merupakan salah satu indikator penting dalam aspek perkembangan mereka terutama aspek kognitif, fisik, motorik dan emosional, sementara pola asuh orang tua merupakan peran yang krusial dalam membentuk karakter dan perilaku anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua terhadap tingkat kemandirian anak usia 5-6 tahun. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak di Taman Kanak-kanak Islam Al Azhar 32 Padang, dengan sampel anak di Kelas B Makkah, B Madinnah dan B Mina. Metode dalam penelitian ini adalah menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisis data bersifat korelasional. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur tingkat kemandirian anak dan berbagai jenis pola asuh orang tua, termasuk pola asuh otoriter, permisif, dan demokratis. Analisis data menggunakan uji validasi, uji reabilitas dan teknik korelasi. Uji validitas untuk menguji kuallitals instrument penelitialn dilalkukaln vallidalsi dengaln palkalr alhli daln perhitungaln staltistik. Sedangkan uji reabilitas untuk menentukan apakah instrumen yang digunakan riabel atau tidak menggunakan perhitungan statistik. Teknik korelasi Pearson untuk menentukan hubungan antara kedua variabel X dan Y. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pola asuh orang tua dan tingkat kemandirian anak yaitu hubungan antara pola asuh orang tua dan kemandirian anak dengan korelasional berkisar antara 0l,40l-0l,70l. Dimana pola asuh demokratis bernilai positif dengan tingkat kemandirian yang tinggi sedangkan pola asuh otoriter dan permisif bernilai negatif dengan tingkat kemandirian yang rendah

    PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PAI BERBASIS MEDIA INTERAKTIF HUBUNGANNYA DENGAN PENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI SD NEGERI BAKTI

    No full text
    This research aims to see whether there are differences in student learning outcomes in PAI subjects or not before and after using the development of interactive media-based teaching materials and whether there is a relationship between increasing student learning outcomes and the development of interactive media-based teaching materials. This type of research is experimental research with a one-group Pre-test and post-test research design. Population research involving 30 sixth-grade students of Bakti State Elementary School. Research results, based on data analysis using the Paired Samples Test, show that the Sig value is 0.000. Because the sig value is <0.05, H0 is rejected. H1 is accepted, so it is concluded that there is a difference in the increase in PAI learning outcomes before and after using interactive media-based PAI teaching materials. The correlation between the two variables produces a sig value of 0.000 < 0.05. This shows that between the two variables, there is a correlation value of 0.796, which is a very strong relationship

    PENERAPAN REWARD DAN PUNISHMENT UNTUK MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA DI SDN MARGOREJO VI SURABAYA

    No full text
    The purpose of this study is to identify the forms of reward and punishment that are effectively used and the implications of both reward and punishment. The research method employed is qualitative, with the type of research being field research, and data collection techniques include observation, interviews, and documentation. The research sample consists of third-grade students at SDN Margorejo VI. SDN Margorejo VI has implemented a learning system that prioritizes the use of rewards to enhance motivation, achievement, and student discipline, while avoiding the implementation of punishment. The form of reward given emphasizes recognition and appreciation of the students' learning process, whereas the existing form of punishment aims to provide positive encouragement in solving problems, rather than just punishment. This policy has successfully created a structured learning environment, developed social and emotional skills, and improved students' discipline character through real-life experiences about the importance of the relationship between actions and their consequences

    KONSEP METODOLOGI KAJIAN ISLAM

    No full text
    This study explains the basic concepts of methodology in Islamic studies, highlighting the urgency and scope of methodology in the context of Islamic studies, recognizing its vital role in providing a framework for comprehensive scientific research. The research method employed is library-based, involving the exploration of library materials or secondary data, including primary sources such as books, journals, and other relevant resources related to the object of study. The findings of the research indicate that the application of appropriate methodology not only enhances the understanding of Islam but also has the potential to enrich cross-disciplinary knowledge and influence contemporary thinking about religion, all within the framework of a well-functioning and comprehensive Islamic education process. The implications of this research underscore the importance of understanding and applying the proper methodology in the praxis of Islamic education to address global challenges and strengthen the contribution of Muslims in an increasingly complex world.This research explains the fundamental concept of methodology in Islamic studies, emphasizing the urgency and scope of methodology within the context of Islamic studies, recognizing its vital role in providing a framework for comprehensive scientific research. The research methodology used involves utilizing library sources, including secondary materials such as books, journals, and relevant sources related to the studied subject. The findings of the research indicate that the application of appropriate methodology not only enhances understanding of Islam but also has the potential to enrich interdisciplinary knowledge and influence contemporary thoughts on religion. The implications of this research underscore the importance of understanding and applying proper methodology in Islamic studies to address global challenges and strengthen the contributions of Muslims in an increasingly complex world

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN EXPLICIT INTRUCTION DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN FIQIH KELAS VII SMP IT NURUL FAJAR MEDAN: THE EFFECT OF EXPLICIT INSTRUCTION LEARNING MODEL IN IMPROVING STUDENTS' LEARNING OUTCOMES IN FIQIH SUBJECTS OF CLASS VII SMP IT NURUL FAJAR MEDAN

    No full text
    Penelitian ini tujuannya untuk menganalisis pengaruh model belajar Explicit Instruction terhadpa peningkatan hasil pembelajaran siswa di mata pelajaran Fiqih dikelas VII SMP IT Nurul Fajar Medan. Pendekatan yang dipakai ialah kuantitatif jenis korelasional. Populasi  terdiri dari 30 siswa kelas VII. Teknik dalam mengambil sampel menggunakan probability sampling, dan instrumen yang dipakai berbentuk tes sebanyak 20 butir soal. Hasil penelitian menyatakan bahwasannya model Explicit Instruction memiliki pengaruh signifikan dalam meningkatkan hasil pembelajaran peserta didik. Hal ini ditunjukkan dengan pada hasil pengujian Pre-Test dan Post-Test murid kelas VII SMP IT Nurul Fajar Medan, ditemukan peningkatan hasil belajar secara signifikan setelah diterapkannya model  Explicit Instruction. Rata-rata nilai siswa mengalami peningkatan dari 55,6 ketika Pre-Test menjadi 85,6 saat Post-Test. Hasil pengujian hipotesis uji Paired Sample Test menunjukan nilai sig (2-tailed) sejumlah 0,000 (<0,05), yang berarti ada pengaruh signifikan dari diterapkannya model pembelajaran Explicit Instruction atas peningkatan hasil belajar siswa di mata pelajaran Fiqih.Abstract: Penelitian ini tujuannya untuk menganalisis pengaruh model belajar Explicit Instruction untuk meningkatkan hasil pembelajaran siswa di mata pelajaran Fiqih dikelas VII SMP IT Nurul Fajar Medan. Pendekatan yang dipakai ialah kuantitatif jenis korelasional. Populasi  terdiri dari 30 siswa kelas VII. Teknik dalam mengambil sampel menggunakan probability sampling, dan instrumen yang dipakai berbentuk tes sebanyak 20 butir soal. Hasil penelitian menyatakan bahwasannya model Explicit Instruction memiliki pengaruh signifikan dalam meningkatkan hasil pembelajaran peserta didik. Validitas dan reliabilitas instrumen telah diuji dengan SPSS 24.0 For Windows, menghasilkan sebagian besar butir soal valid dan reliabel. Penelitian ini menunjukan bahwasannya dari 15 soal yang di uji validitasnya, hanya 10 butir yang valid (R-hitung > R-tabel 0,361), sementara 5 butir lainnya tidak valid dan tidak layak digunakan. Instrumen selanjutnya di uji realibitas memakai Cronbach’s Alpha, yang menghasilkan nilai 0,733, menunjukkan bahwa instrumen tersebut reliabel (nilai > 0,60).Pada pengujian Pre-Test dan Post-Test murid kelas VII SMP IT Nurul Fajar Medan, ditemukan meningkatnya hasil pemelajaran secara signifikan sesudah diterapkannya model  Explicit Instruction. Rata-rata nilai siswa menglmi peningkatan dari 55,6 ketika Pre-Test menjadi 85,6 saat Post-Test. Hasil pengujian hipotesis uji Paired Sample Test menunjukan nilai sig (2-tailed) sejumlah 0,000 (<0,05), yang berarti ada pengaruh signifikan dari diterapkannya model pembelajaran Explicit Instruction atas peningkatan hasil belajar siswa di mata pelajaran Fiqih

    Telaah Komunikasi Orang Tua dan Anak Menurut Hudzaifah Ahmad Akash dalam Kitab Asrar Tarbiyah Al Awlad

    No full text
    A good relationship between parents and children is seen from the way of communication between the two. If parents know and implement good communication, a happy family atmosphere will be created. The aim of this scientific work is to find out good ways of communicating for parents with their children. In conducting this research, we used the library research method with the main source in the book Asra>r Tarbiyah Al-Awlad by Hudzaifah Ahmad Akash. To analyze existing data using the content analysis method. The results of this research are related to the way parents communicate with their children, namely by expressing love, good communication, giving appropriate criticism and praise, and instilling positive words in children.Hubungan yang baik antara orang tua dan anak dilihat dari cara komunikasi antar keduanya. Jika orang tua mengetahui dan menerapkan komunikasi yang baik, maka akan tercipta suasana keluarga yang bahagia. Tulisan dalam karya ilmiah ini bertujuan untuk mengetahui cara komunikasi yang baik bagi orang tua kepada anaknya. Dalam melakukan penelitian ini menggunakan metode library research dengan sumber utama dalam kitab Asra>r Tarbiyah Al-Awlad karya Hudzaifah Ahmad Akash. Untuk menganalisi data yang ada menggunakan metode content analysis. Hasil dari penelitian ini adalah terkait cara komunikasi orang tua ke anaknya, yakni dengan cara mengungkapkan rasa cinta, komunikasi yang baik, memberi kritik dan pujian yang sesuai, dan menanamkan kata-kata positif pada diri anak

    Pengoptimalan Moderasi Beragama Melalui Media Interaktif Berbasis Nearpod Di Madrasah Ibtidaiyah

    No full text
    The purpose of this study is to describe the process and results of developing interactive media based on Nearpod on the material of religious diversity in Indonesia. The ADDIE model was chosen in Research and Development (R&D). This development model consists of five steps, namely (1) Analysis, (2) Design, (3) Development, (4) Implementation, and (5) Evaluation. The results of the study indicate that interactive media based on Nearpod is very feasible and can be used for learning with a validity level of 80% from media experts, 90% from material experts, 82% from learning experts, and student responses of 79% (very good and acceptable). The effectiveness of interactive media based on Nearpod is shown by an increase in attitudes and abilities of religious moderation with an N-Gain value of 0.62 in the moderate category. The significance of this study lies in its contribution to providing effective learning tools to improve attitudes of religious tolerance among students, which can help build a more harmonious and tolerant society.Moderasi Beragama merupakan pembelajaran penting yang harus diajarkan guna mencetak masyarakat yang memiliki toleransi tinggi dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat. Tujuan penelitian ini adalah menguraikan proses dan hasil pengembangan media interaktif berbasis Nearpod pada materi keberagaman agama di Indonesia. Model ADDIE dipili dalam Research and Development (RND. Model pengembangan ini terdiri dari lima langkah yaitu (1) Analysis (Analisis), (2) Design (Desain), (3) Development (Pengembangan) (4) Implementation (Penerapan) dan (5) Evaluation (Evaluasi). Hasil penelitian menjelaskan bahwa (1) Proses Pengembangan media ini ditempuh dengan Model ADDIE, pada proses tersebut, media divalidasi oleh beberapa ahli dan mendapatkan hasi validasi oleh ahli media sebesar 80%, ahli materi dengan hasil 90%, dan ahli pembelajaran dengan hasil 82%. Kemudian, media yang telah layak ini diujicobakan kepada siswa siswi kelas IV MI. (2) Efektivitas media yang digunakan yaitu sebesar 0,61 artinya, media interaktif berbasis Nearpod ini cukup efektif untuk mengoptimalkan moderasi beragama di MI Bojonegor

    Efektivitas Permainan Outbound Estafet Bendera Terhadap Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia 3-4 Tahun

    No full text
    Perkembangan motorik kasar anak merupakan perkembangan yang sangat penting untuk keberlangsungan hidup anak karena jika terganggu mengakibatkan terhambatnya gerak anak yang dipengaruhi otot syaraf itu sendiri contohnya berjalan, berlari, berlompat dan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh permainan outbond estafet bendera untuk meningkatkan perkembangan motorik kasar pada anak usia dini di RA Al-Ghufron. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif.  Dalam penelitian ini peneliti menggunakan One Pretest-Posttest Design, design, penelitian ini menggunakan pretest (sebelum diberikan perlakuan) dan posttest (sesudah diberikan perlakuan) sehingga keduanya dapat di bandingkan untuk mengetahui hasilnya. Subjek penelitian adalah anak usia 3-4 tahun berjumlah 12 anak. Teknik dan instrument yang digunakan dalam pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pengaruh dari permainan outbond estafet bendera terhadap kemampuan motorik kasar  pada anak usia 3-4 tahun di RA Al-Ghufron Malangan Pademawu Pamekasan, hal ini dibuktikan dengan uji hipotesis didapatkan hasil bahwa nilai P-Value 0,000, dimana 0,000 kurang dari 0,05 (0,000<0,05). Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara data pretest dan posttest. Hal ini menunjukkan terdapat efektivitas permainan outbond estafet bendera yang berpengaruh terhadap kemampuan motorik kasar pada anak usia 3-4 tahun di RA Al-Ghufron Malangan-Pademawu Pamekasan.Perkembangan motorik kasar anak merupakan perkembangan yang sangat penting untuk keberlangsungan hidup anak karena jika terganggu mengakibatkan terhambatnya gerak anak yang dipengaruhi otot syaraf itu sendiri contohnya berjalan, berlari, berlompat dan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh permainan outbond estafet bendera untuk meningkatkan perkembangan motorik kasar pada anak usia dini    di RA Al-Ghufron. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif.  Dalam penelitian ini peneliti menggunakan One Pretest-Posttest Design, design, penelitian ini menggunakan pretest (sebelum diberikan perlakuan) dan posttest (sesudah diberikan perlakuan) sehingga keduanya dapat di bandingkan untuk mengetahui hasilnya. Subjek penelitian adalah anak usia 3-4 tahun berjumlah 12 anak. Teknik dan instrument yang digunakan dalam pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pengaruh dari permainan outbond estafet bendera terhadap kemampuan motorik kasar  pada anak usia 3-4 tahun di RA Al-Ghufron Malangan Pademawu Pamekasan, hal ini dibuktikan dengan uji hipotesis didapatkan hasil bahwa nilai P-Value 0,000, dimana 0,000 kurang dari 0,05 (0,000<0,05). Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara data pretest dan posttest. Hal ini menunjukkan terdapat efektivitas permainan outbond estafet bendera yang berpengaruh terhadap kemampuan motorik kasar pada anak usia 3-4 tahun di RA Al-Ghufron Malangan-Pademawu Pamekasan

    39

    full texts

    744

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Islam Lamongan, Fakultas Agama Islam: OJS
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇