Universitas Islam Lamongan, Fakultas Agama Islam: OJS
Not a member yet
744 research outputs found
Sort by
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOLABORATIF TIPE BUZZ GROUP TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN TEMATIK KELAS V MADRASAH IBTIDAIYAH
This research aims to determine the effectiveness of the Buzz Group-type collaborative learning model on students' active learning. The method used in this research is quantitative, the research design used in this research is quasi-experimental (Quasi Experiment) consisting of two categories, namely the control and experimental categories. The subjects of this research are class V students at MIS Darul Ulum which consists of two classes, namely class VA (Control) and VB (Experiment). The research instruments were observation sheets and questionnaires to measure students' learning activity. The results of the research show that the Buzz Group-type collaborative learning model is effective in actively learning Indonesian for class V students with a significance value of 0.000. This research contributes by providing empirical evidence that the Buzz Group-type collaborative learning model can increase student learning activity, offering an effective alternative to teaching methods in elementary schools.Kelaktilfan silswa diltunjukkan delngan adanya keltelrlilbatan silswa dalam prosels pelmbellajaran dil kellas, selpelrtil melnyellelsailkan tugas, ilkut selrta dalam pelmelcahan masalah, aktilf belrtanya telntang masalah yang tildak dilpahamilnya,dan belrdilskusil selsuail peltujuk guru. Tujuan pelnelliltilan untuk melndelskrilpsilkan 1) Pelnelrapan modell pelmbellajaran kolabortilf tilfel buzz group pada pelmbellajaran telmatilk kellas V MIlS Darul Ulum Palangka Raya. 2) Pelngaruh Modell Pelmbellajaran Kolaboratilf Tilpel Buzz Group telrhadap Kelaktilfan Bellajar Silswa kellas V MIlS Darul Ulum Palangka Raya.Pelnelliltilan ilnil melnggunakan jelnils pelnelliltilan kuantiltatilf pelnelliltilan dillaksanakan dalam 4 kalil pelrtelmuan, yang telrdilril daril 2 kalil pelrtelmuan obselrvasil pelngamatan modell pelmbellajaran kolaboratilf tilpel buzz group, 2 Pelrtelmuan pelmbelrilan angkelt kelaktilfan bellajar silswa. Hasill pelnelliltilan melnunjukan bahwa 1) pelnelrapan modell kolaboratilf tilpel buzz group pada pelmbellajaran telmatilk delngan hasill obselrvasil nillail rata-rata 51,5 delngan katelgoril bailk. 2) Ada Pelngaruh Modell Pelmbellajaran Kolaboratilf Tilpel Buzz Group telrhadap Kelaktilfan Bellajar Silswa kellas V delngan nillail silgnfilkan 0,000 < 0,05
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN SOSIAL BOARD GAME TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK PERTIWI SOWAN KIDUL
Aspek sosial emosional seorang anak bisa dinyatakan berkembang secara optimal jika anak tersebut bisa memahami perasaan yang dimilikinya ataupun dari individu lainnya, menjalin persahabatan dan memiliki kesadaran untuk senantiasa berbagi. Pelaksanaan riset ini ditujukan guna mencari tahu pengaruh yang diberikan media pembelajaran sosial board game terhadap perkembangan sosial emosional anak usia 5-6 tahun di TK Pertiwi Sowan Kidul. Penelitian yang dipakai adalah kuantitatif dengan desain penelitian pre-experimental design. Sampel yang peneliti gunakan mencakup 23 individu yang masih berusia antara rentang 5 hingga 6 tahun yang merupakan peserta didik dari TK Pertiwi Sowan Kidul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa thitung 10,396 dan nilai ttabel 1,717. Karena thitung > ttabel atau 10,396 > 1,717 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Maka dapat disimpulan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan media pembelajaran sosial board game terhadap perkembangan sosial emosional anak usia 5-6 tahun di TK Pertiwi Sowan Kidul. Hal tersebut membuktikan bahwa Metode board game dapat mengembangkan keterampilan sosial untuk perolehan pengetahuan, memberikan pengalaman penting kepada anak dan keterampilan sosial emosional, kognisi dan bahasa.The social-emotional aspect of a child can be said to be developing optimally if the child can understand the feelings they have or those of other individuals, build friendships and have the awareness to always share. The purpose of this research was to find out the influence that social learning media board games have on the social emotional development of children aged 5-6 years at TK Pertiwi Sowan Kidul. The research used was quantitative with a pre-experimental research design. The sample that the researchers used included 23 individuals aged between 5 and 6 years who were students from the TK Pertiwi Sowan Kidul. The research results show that the t-value is 10.396 and the  t-table  value is 1.717. Because the t-value > t-table or 10.396 > 1.717, Ho is rejected and Ha is accepted. Thus, it can be concluded that there is a significant influence of social board game learning media on the social-emotional development of children aged 5-6 years at TK Pertiwi Sowan Kidul. This proves that the board game method can develop social skills for knowledge acquisition, provide important experiences for children in social-emotional, cognitive, and language skill
Pemanfaatan Loose Parts Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Simbolik Dan Motorik Halus Anak PAUD Tiara Madani Caruban.
The use of media in learning is an important part of providing stimulation to early childhood students in order to improve their abilities. The ability that is not limited to cognitive aspects but also other aspects to lead children to enter the next basic education. The aim of this study was to determine the effect of using loose parts media on increasing children's symbolic thinking skills and fine motor skills. This study is a quasi-experiment using a single group design with pretest and posttest. The ability indicators used are based on Permendikbud No. 137/2014. The research population also as sample was 20 students 5-6 years old in PAUD Tiara Madani, Academic Period: 2022-2023. Data analysis used paired sample t-test and N-gain. The results of the hypothesis test for the treatment effect on symbolic thinking skills obtained p value= 0.00 (<0.05) and N-gain= 0.6354 (moderate category) and the treatment effect on fine motor skills obtained p value= 0.00 (<0.05) and N-gain= 0.6233 (moderate category). From this study it can be concluded that the use of Loose Parts media has a significant effect on students' symbolic thinking skills and fine motor skills.Penggunaan media dalam pembelajaran merupakan bagian penting untuk memberikan stimulasi anak didik usia dini dalam rangka meningkatkan kemampuannya. Kemampuan yang tidak terbatas pada aspek kognitif namun juga aspek lain untuk menghantarkan anak memasuki jenjang Pendidikan dasar selanjutnya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan media loose parts terhadap peningkatan kemampuan berpikir simbolik dan kemampuan motorik halus anak. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi menggunakan rancangan kelompok tunggal dengan pretes dan postes. Indikator kemampuan yang digunakan berdasarkan Permendikbud No. 137/2014. Populasi dan sampel penelitian adalah 20 anak didik berusia 5-6 tahun di PAUD Tiara Madani TA. 2022-2023. Analisis data menggunakan uji paired sample t test dan N-gain. Hasil uji hipotesis perlakuan terhadap kemampuan berpikir simbolik diperoleh p value= 0.00 (<0.05) dan N-gain= 0.6354 (kategori sedang) dan perlakuan terhadap kemampuan motorik halus diperoleh p value= 0.00 (<0.05) dan N-gain= 0.6233 (kategori sedang). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan media Loose Parts berpengaruh nyata terhadap kemampuan berpikir simbolis dan kemampuan motorik halus anak didik
Tingkat Pemahaman dan Peran Guru Pendidikan Anak Usia Dini Terhadap Stunting Di Kepulauan Riau
Stunting is an issue that is currently a serious concern, the government itself is targeting a stunting prevalence rate of 14% by 2024. The stunting prevalence rate in Kepulauan Riau in 2022 is at 15.4%, this figure has decreased by 2.2% compared to 2021 at 17.6%. However, there are still 5415 cases of stunting in Kepulauan Riau with details of 1110 cases in Karimun, 399 cases in Bintan, 576 cases in Natuna, 535 cases in Lingga, 339 cases in Anambas, 1972 cases in Batam, and 484 cases in Tanjungpinang. Early childhood needs further attention and treatment as an effort to improve and encourage child growth and development. Teachers in PAUD as educational institutions that are in direct contact with children need to have a good understanding of stunting in an effort to help eradicate stunting. The purpose of this study was to determine the level of teacher understanding of stunting, and the role of teachers and efforts that can be made in overcoming the problem of stunting. The method used in this study is Mixed Methods with a Convergent Mixed Methods Design approach analysis model. A total of 256 people became respondents from five regencies/cities in Kepulauan Riau, as many as 255 or 99.6% had a high level of understanding of stunting. Furthermore, PAUD teachers have an important role in dealing with the issue of stunting. Teachers play a role in coordinating with parents. Teachers also play a role in assisting health workers in early detection activities for child growth and development on a regular basis. Teachers also play a role in providing parenting activities with parents about the importance of providing complete and balanced nutrition. Then efforts that can be made to deal with the problem of stunting, including collaborating with integrated health posts and health centers. Furthermore, PAUD teachers are also encouraged to become trained cadres so that they can increase their role in efforts to deal with stunting.Stunting merupakan isu yang sedang menjadi perhatian serius dimasa sekarang, pemerintah sendiri menargetkan angka pravelensi stunting sebesar 14% pada tahun 2024. Angka pravelensi stunting di Kepulauan Riau pada tahun 2022 berada pada angka 15,4%, angka ini mengalami penurunan 2,2% dibandingkan tahun 2021 di angka 17,6%. namun demikian masih terdapat 5415 kasus stunting di Kepulauan Riau dengan rincian 1110 kasus di Karimun, 399 kasus di Bintan, 576 kasus di Natuna, 535 kasus di Lingga, 339 kasus di Anambas, 1972 kasus di Batam, dan 484 kasus di Tanjungpinang. Anak usia dini perlu mendapatkan perhatian dan penanganan yang lebih lanjut sebagai upaya dalam meningkatkan dan mendorong tumbuh kembang anak. Guru di PAUD sebagai Lembaga Pendidikan yang bersentuhan langsung dengan anak-anak perlu memiliki pemahaman yang baik tentang stunting dalam upaya membantu pengentasan stunting. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuin tingkat pemahaman guru terhadap stunting, dan bagaimana peran guru serta upaya-upaya yang dapat dilakukan dalam mengatasi permasalahan stunting. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Mixed Methods dengan model analisis pendekatan Convergent Mixed Methods Design. Sebanyak 256 orang menjadi responden yang berasal dari lima Kabupaten Kota di Kepulauan Riau, sebanyak 255 atau 99,6% memiliki tingkat pemahaman yang tinggi terhadap stunting. Selanjutnya guru PAUD memiliki peran penting dalam menangani isu stunting. Guru berperan dalam melakukan koordinasi dengan orang tua. Guru juga berperan dalam mendampingi tenaga Kesehatan dalam kegiatan deteksi dini tumbuh kembang anak secara berkala. Guru juga berperan dalam memberikan kegiatan parenting bersama orang tua akan pentingnya pemberian gizi lengkap dan seimbang. Kemudian upaya yang dapat dilakukan untuk menangani masalah stunting, diantaranya bekerjasama dengan posyandu dan puskesmas. Selanjutnya guru PAUD juga didorong untuk dapat menjadi kader terlatih sehingga dapat meningkatkan perannya dalam Upaya penanganan stunting
Development of a Scientific-Based Thematic Learning Model to Improve Learning Outcomes for Elementary School Students
Abstract: This research aims to develop a scientific-based thematic learning model to improve the learning outcomes of elementary school students at MI Ma’arif Cekok. The development model used in this research is research and development (R&D) with the ADDIE development method. In this method, there are five stages, namely (1) analysis, (2) design, (3) development, (4) implementation, and (5) evaluation. The research was conducted at MI Ma’arif Cekok in 2023 with data sources of 23 class IV students as the control class and 23 experimental class students. The research results concluded that the scientific-based thematic learning model developed included steps: 1) Introduction and Theme Introduction, 2) Environmental Exploration, 3) Investigation of Student Questions, 4) Experimentation and Observation, 5) Group Discussion, 6) Project Based Learning, 7) Collaboration and Use of Technology, 8) Collaboration between students 9) Evaluation Formative, 10) Reflection and Feedback, is quite effective as a learning model that can improve learning outcomes for SD/MI elementary school students. This research provides an empirical basis for implementing a more effective approach in the learning process at the elementary/MI level, namely by implementing a scientific-based thematic learning model. This development model is quite effective as a learning model that can improve learning outcomes for SD/MI elementary school students. This research contributes to the development of a scientifically based thematic learning model
Meningkatkan Kemampuan Mengenal Lambang Bilangan Menggunakan Model ATIK di TK Daarul Ma’aarif Pada Kelompok A
Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya kemampuan mengenal lambang bilangan pada anak Kelompok A di TK Daarul Ma’aarif, hal ini dikarenakan pembelajaran yang guru berikan monoton sehingga hanya berpusat kepada guru. Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan menggunakan model ATIK di TK Daarul Ma’aarif pada Kelompok A. Dengan menerapkan model pemebalajaran ATIK diharapkan kemampuan mengenal lambang bilangan pada anak Kelompok A akan meningkat. Metode penelitian adalah PTK (Penelitian Tindakan Kelas). Adapun dalam metode ini terdiri dari empat tahapan yaitu : 1). Tahap perencanaan, 2). Tahap pelaksanaan, 3). Tahap pengamatan, dan 4), Tahap refleksi. Hasil penelitian ditunjukkan dengan adanya peningkatan hasil mengenal lambang bilangan dengan prosentase perolehan pada siklus I dengan perolehan skor rata – rata 70,00% dan pada siklus II dengan perolehan skor rata – rata 79,65%. Dengan menggunakan Model ATIK dalam meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan pada kelompok A di TK Daarul Ma’aarif terbukti meningkat secara signifikan.ABSTRAKPenelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya kemampuan mengenal lambang bilangan pada anak Kelompok A di TK Daarul Ma’aarif, hal ini dikarenakan pembelajaran yang guru berikan monoton sehingga hanya berpusat kepada guru. Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan menggunakan model ATIK di TK Daarul Ma’aarif pada Kelompok A. Dengan menerapkan model pemebalajaran ATIK diharapkan kemampuan mengenal lambang bilangan pada anak Kelompok A akan meningkat. Metode penelitian adalah PTK (Penelitian Tindakan Kelas). Adapun dalam metode ini terdiri dari empat tahapan yaitu : 1). Tahap perencanaan, 2). Tahap pelaksanaan, 3). Tahap pengamatan, dan 4), Tahap refleksi. Hasil penelitian ditunjukkan dengan adanya peningkatan hasil mengenal lambang bilangan dengan prosentase perolehan pada siklus I dengan perolehan skor rata – rata 70,00% dan pada siklus II dengan perolehan skor rata – rata 79,65%. Dengan menggunakan Model ATIK dalam meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan pada kelompok A di TK Daarul Ma’aarif terbukti meningkat secara signifikan. Kata Kunci : Lambang Bilangan, Model ATIK, TKÂ
Peran Pendidik Dalam Penggunaan Media Pembelajaran Pada Anak Usia Dini
Peran pendidik dalam proses pembelajaran pada anak usia dini memiliki peran penting. Pengajaran yang dilaksanakan oleh pendidik membutuhkan proses persiapan, mulai dari mempersiapkan perangkat pembelajaran yang digunakan dalam mengajar, media pembelajaran untuk menunjang pembelajaran anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pendidik dalam menggunakan media pembelajaran yang diberikan pada anak usia dini. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan observasi dan wawancara yang dilakukan kepada kepala sekolah dan pendidik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidik memiliki andil dalam proses pembelajaran pada anak, hal tersebut terlihat dari proses persiapan yang dilakukan oleh guru dengan memepersiapkan perangkat pembelajaran berupa RPPH, media ajar yang menunjang pembelajaran pada anak, pendidik juga harus mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan maksimal serta dapat mengevaluasi kegiatan belajar yang dilakukan oleh anak sesuai dengan aspek perkembangan anak. 
Implementasi Literasi Budaya Minangkabau "Kato Nan Ampek" di Taman Kanak-kanak Negeri 2 Padamg
terasi budaya Minangkabau dalam pendidikan anak usia dini bertujuan mengenalkan adat istiadat, norma, dan nilai-nilai budaya Minangkabau untuk melestarikan serta mengembangkan warisan budaya tersebut. Salah satu elemen penting dari budaya Minangkabau yang perlu diwariskan adalah Kato Nan Ampek, istilah dalam bahasa Minangkabau yang merujuk pada aturan sosial dan norma dalam penggunaan bahasa sesuai dengan konteks hubungan antara pembicara dan pendengar. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan literasi budaya Minangkabau, khususnya Kato Nan Ampek, di TK Negeri 2 Padang. Observasi, wawancara, dan dokumentasi merupakan alat utama pengumpulan data dalam penelitian kualitatif deskriptif ini. Hasil menunjukkan bahwa literasi budaya Minangkabau “Kato Nan Ampek” diterapkan melalui kegiatan ekstrakurikuler Budaya Alam Minangkabau (BAM) yang dilaksanakan setelah jam sekolah. Dalam kegiatan tersebut, anak-anak belajar tentang berbagai aspek budaya Minangkabau, termasuk penerapan Kato Nan Ampek dalam komunikasi sehari-hari. Evaluasi perkembangan literasi budaya anak dilakukan melalui catatan anekdot dan menilai bagaimana anak-anak mengaplikasikan nilai-nilai budaya dalam kehidupan mereka. Kesimpulannya, implementasi literasi budaya Minangkabau di TK Negeri 2 Padang berlangsung dengan efektif melalui kegiatan ekstrakurikuler, yang memungkinkan anak-anak untuk belajar dan menerapkan nilai-nilai budaya Minangkabau, terutama Kato Nan Ampek dalam kegiatan sehari-hari mereka.Literasi budaya Minangkabau dalam pendidikan anak usia dini bertujuan mengenalkan adat istiadat, norma, dan nilai-nilai budaya Minangkabau untuk melestarikan serta mengembangkan warisan budaya tersebut. Salah satu elemen penting dari budaya Minangkabau yang perlu diwariskan adalah Kato Nan Ampek, istilah dalam bahasa Minangkabau yang merujuk pada aturan sosial dan norma dalam penggunaan bahasa sesuai dengan konteks hubungan antara pembicara dan pendengar. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan literasi budaya Minangkabau, khususnya Kato Nan Ampek, di TK Negeri 2 Padang. Observasi, wawancara, dan dokumentasi merupakan alat utama pengumpulan data dalam penelitian kualitatif deskriptif ini. Hasil menunjukkan bahwa literasi budaya Minangkabau “Kato Nan Ampek” diterapkan melalui kegiatan ekstrakurikuler Budaya Alam Minangkabau (BAM) yang dilaksanakan setelah jam sekolah. Dalam kegiatan tersebut, anak-anak belajar tentang berbagai aspek budaya Minangkabau, termasuk penerapan Kato Nan Ampek dalam komunikasi sehari-hari. Evaluasi perkembangan literasi budaya anak dilakukan melalui catatan anekdot dan menilai bagaimana anak-anak mengaplikasikan nilai-nilai budaya dalam kehidupan mereka. Kesimpulannya, implementasi literasi budaya Minangkabau di TK Negeri 2 Padang berlangsung dengan efektif melalui kegiatan ekstrakurikuler, yang memungkinkan anak-anak untuk belajar dan menerapkan nilai-nilai budaya Minangkabau, terutama Kato Nan Ampek dalam kegiatan sehari-hari mereka
Enhancing Children's Science Literacy Through the Use of Problem Based Learning Model
This study is prompted by the low PISA scores in reading, math and science literacy. Science literacy is crucial to develop early when children are still in the foundation phase. The current Merdeka curriculum supports the development of science literacy. KB Tunas Harapan 1 Tunggunjagir rarely develops children's science literacy so that the phenomenon of low children's scientific literacy is found. The purpose of this study was to describe the process and results of applying the problem-based learning model to enhance children's science literacy skills at KB Tunas Harapan. This study is a classroom action research referring to the Kemmis and Mc Taggart model which consists of the stages of planning, action, observation and reflection. This research was conducted in 2 cycles where each cycle consisted of 6 meetings. The data were analyzed qualitatively and quantitatively. The results showed an increase in children's science literacy skills through the implementation of the problem-based learning model can be evidenced in the average pre-intervention score of 17.38 then increased in cycle I to 33.63 And in cycle 2 the average increase into 46.03 from the maximum score of 56
Pendidikan Karakter Anak Usia Dini dalam Menghadapi Tantangan Pola Asuh Generasi Strawberry menurut Perspektif Islam
Character building in educational process is a fundamental element for forming the personality and morality of the younger generation. However, increasingly rapid and complex developments have presented their own challenges in implementing parenting patterns for children. One of these challenges is the emergence of a phenomenon called the “Strawberry generation”. This term refers to a generation that appears fragile, gives up easily, and lacks resilience in facing life's pressures or difficulties. One of the reasons for this is that parenting styles tend to be excessive in providing comfort without instilling the values of toughness and independence. Facing this challenge, a character education strategy is needed that can form children who not only have intellectual intelligence, but also mental strength and good morals. The Islamic perspective, with its emphasis on the moral and spiritual values contained in the teachings of the Qur'an and Hadith, offers a relevant approach to shaping the character of the younger generation. This research aims to explore character education strategies in facing parenting challenges in the strawberry generation, by examining the Islamic perspective which focuses on the formation of children's morals and mental resilience. The approach used in this research is a literature review with qualitative analysis of sources related to character education, parenting patterns and related Islamic teachings. The results of the study show that in Islam, character education does not only focus on teaching morals and ethics, but also prioritizes developing the traits of self-resilience, such as patience (shabr), steadfastness (istiqamah), and trust in Allah. Apart from that, the parenting style taught in Islam emphasizes a balance between deep love and strict application of discipline, as exemplified by the Prophet Muhammad SAW. Thus, it is hoped that the character education strategy from an Islamic perspective can be a solution to overcome the weaknesses of the strawberry generation, as well as form a young generation who is tough, has noble character, and is ready to face life's challenges with full confidence.Pendidikan karakter merupakan elemen fundamental dalam proses pembentukan kepribadian dan moralitas generasi muda. Namun, perkembangan zaman yang semakin cepat dan kompleks telah menghadirkan tantangan tersendiri dalam pola asuh anak, salah satunya adalah munculnya fenomena "generasi strawberry". Istilah ini merujuk pada generasi yang tampak rapuh, mudah menyerah, dan kurang memiliki daya tahan dalam menghadapi tekanan atau kesulitan hidup. Hal ini salah satunya disebabkan oleh pola asuh yang cenderung berlebihan dalam memberikan kenyamanan tanpa menanamkan nilai-nilai ketangguhan dan kemandirian. Menghadapi tantangan ini, diperlukan strategi pendidikan karakter yang dapat membentuk anak-anak yang tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga kekuatan mental dan akhlak yang baik. Perspektif Islam, dengan penekanan pada nilai-nilai moral dan spiritual yang terkandung dalam ajaran Al-Qur'an dan Hadis, menawarkan pendekatan yang relevan untuk membentuk karakter generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi pendidikan karakter dalam menghadapi tantangan pola asuh pada generasi strawberry, dengan mengkaji perspektif Islam yang berfokus pada pembentukan akhlak dan ketahanan mental anak. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian pustaka (literature review) dengan analisis kualitatif terhadap sumber-sumber yang berhubungan dengan pendidikan karakter, pola asuh anak, dan ajaran Islam yang terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam Islam, pendidikan karakter tidak hanya berfokus pada pengajaran moral dan etika, tetapi juga mengutamakan pengembangan sifat-sifat ketahanan diri (resilience), seperti kesabaran (shabr), keteguhan hati (istiqamah), dan tawakkal kepada Allah. Selain itu, pola asuh yang diajarkan dalam Islam menekankan keseimbangan antara kasih sayang yang mendalam dan penerapan disiplin yang tegas, sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Dengan demikian, strategi pendidikan karakter dalam perspektif Islam diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengatasi kelemahan generasi strawberry, sekaligus membentuk generasi muda yang tangguh, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan hidup dengan penuh keyakinan