Universitas Islam Lamongan, Fakultas Agama Islam: OJS
Not a member yet
744 research outputs found
Sort by
Problematika Pembinaan Keagamaan Siswa di SMP Negeri 8 Palangkaraya
Religious education is an integral part of the curriculum that guides students in developing morality, ethics, and spiritual values. This study aims to examine the challenges of religious guidance at SMPN 8 Palangka Raya. The research employed a descriptive-qualitative method with data collected through observation, interviews, and documentation. The subjects of the study were Islamic Religious Education teachers and students at SMPN 8 Palangka Raya. The findings reveal that religious guidance activities include spiritual counseling, social development, and cultural programs. However, several challenges were identified in the implementation process, including time constraints, limited external environmental support, and low student interest. This study is expected to provide insights and practical recommendations for schools, particularly teachers, in formulating more effective and innovative strategies for religious education.Pembinaan keagamaan merupakan bagian integral dari kurikulum yang mengarahkan siswa untuk mengembangkan moralitas, etika, dan nilai-nilai spiritual. lOleh sebab itul penelitianl ini lbertujuan untuk mengetahuil problematika pembinaan siswa di SMPN 8 Palangka Raya. lMetode yang ldigunakan dalam lpenelitian ini ladalah deskriptif-kualitatifl dengan lmetode pengumpulanl data melalui lobservasi, wawancara dan ldokumentasi. Subjek lpenelitian adalah Guru PAI dan siswa SMPN 8 Palangka Raya. Hasil penelitian menujukkan bahwa pembinaan keagamaan dilaksanakan meliputi: bimbingan rohani-spiritual, pembinaan sosial, dan kegiatan kebudayaan. Namun dalam pelaksanaanya ditemukan beberapa problem, antara lain soal waktu, lingkungan eksternak yang kurang mendungkung, serta minimnya minat peserta didik. lPenelitian ini diharapkanl dapat lmemberikan masukan dan rekomendasi praktis bagi lpihak sekolah, khususnyal guru dalam merumuskan strategi pembinaan keagamaan yang lebih efektif dan inovatif
Analisis Model Pembelajaran Picture and Picture dalam Meningkatkan Pemahaman Siswa terhadap Materi Al-Qur’an dan Hadis
This study aims to analyze the effectiveness of the Picture and Picture learning model in improving students’ understanding of Qur’an and Hadith subjects. The study is motivated by the dominance of conventional teaching methods, which often result in suboptimal conceptual comprehension among students. Employing a quantitative approach with a One Group Pretest-Posttest design, the research utilized an objective test administered before and after the implementation of the learning model. The data were analyzed using the Wilcoxon test due to non-normal distribution. The findings revealed a significant difference between pretest and posttest scores (p = 0.000), indicating that the Picture and Picture model is effective in enhancing students’ understanding. This model successfully translates abstract concepts in Qur’an and Hadith into more concrete representations, fosters student engagement, and positively influences cognitive, affective, and psychomotor domains.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran Picture and Picture dalam meningkatkan pemahaman siswa pada mata pelajaran Al-Qur’an dan Hadis. Kajian ini dilatarbelakangi pada dominasi metode konvensional dalam yang cenderung membuat pemahaman konseptual peserta didik tidak maksimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain One Group Pretest-Posttest. Instrumen yang digunakan berupa tes objektif yang diberikan sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon karena distribusi tidak normal. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara skor pretest dan posttest (p = 0,000), yang mengindikasikan bahwa model Picture and Picture efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa. Model ini berhasil memvisualisasikan konsep-konsep abstrak dalam Al-Qur’an dan Hadis menjadi lebih konkret, meningkatkan keterlibatan siswa, serta memberikan dampak positif pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik
Developing a Digital Book of Proficiency in Writing Scientific Articles with Artificial Intelligence to Improve Elementary Education Students' Scientific Writing Skills
The connectivistic learning theory emphasizes the pivotal role of technology in enhancing students' access to resources and skills, particularly in scientific writing. This study employs the ADDIE model to develop a digital book designed to improve the scientific writing competencies of elementary education students. A needs analysis indicated that students have a limited understanding of research methodologies and academic writing, with an average proficiency rate of only 45%. They expressed moderate difficulty in writing scientific articles and requested the development of a user-friendly and visually engaging digital book. In response to these findings, we produced an innovative digital book in HTML5 and PDF formats, featuring clearly defined learning objectives, AI-integrated materials, concise summaries, project assignments, and interactive quizzes. The content encompasses guidance on writing articles, examples of scientific article structures, and techniques for utilizing AI in writing. Validation by five experts yielded a score of 4.35 out of 5, affirming the material's strong content and presentation quality. A pilot study conducted with 26 students demonstrated a high usability score of 4.60, indicating that the digital book effectively enhances students' comprehension and motivation in scientific writing. The results suggest that integrating Project-Based Learning (PjBL) and AI tools can substantially improve students' writing skills and facilitate their navigation through academic challenge
Pola Asuh Islami dalam Al-Qur’an: Kajian Kontekstual Terhadap Tantangan Pendidikan Anak di Era Digital
The rapid advancement of technology today presents significant new challenges across various aspects of life, particularly in the field of child education. Easy access to information through the internet and social media makes children increasingly vulnerable to exposure to negative content that can erode their moral and ethical values. In this context, an appropriate parenting model becomes crucial in safeguarding and shaping children's character in accordance with noble values. This study aims to examine the relevance of Islamic parenting principles found in the Qur’an in relation to the contemporary challenges faced by Muslim families in the digital era. The research employs a library research method using a thematic interpretation (tafsīr maudhū‘ī) approach to explore Qur'anic verses related to parenting. The findings indicate that Islamic parenting principles—such as role modeling, monotheism (tauhid), effective communication, social control, and compassion—hold strong relevance in addressing modern-day challenges. Although parenting methods may evolve in form to suit the current context, the essence of Qur’anic values must be preserved as a foundational guide in educating children amidst the complex realities of the digital age.Perkembangan teknologi saat ini menghadirkan tantangan baru yang luar biasa dalam berbagai aspek kehidupan, khususnya dalam pendidikan anak. Akses informasi yang sangat mudah melalui internet dan media sosial membuat anak-anak rentan terhadap paparan konten-konten negatif yang dapat merusak nilai-nilai akhlak dan moral mereka. Dalam situasi ini, pola asuh yang tepat menjadi sangat penting untuk menjaga dan membentuk karakter anak sesuai dengan nilai-nilai luhur. Penelitian ini bertujuan untuk membahas relevansi pola asuh Islami dalam Al-Qur’an dengan tantangan-tantangan kontemporer yang dihadapi oleh keluarga Muslim di era digital. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan tafsir tematik (maudhū’i), yang menggali ayat-ayat Al-Qur’an terkait pola asuh anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip pola asuh Islami seperti keteladanan, tauhid, komunikasi yang efektif, kontrol sosial, serta kasih sayang memiliki relevansi yang tinggi dalam menghadapi tantangan modern. Meskipun bentuk dan metode pengasuhan dapat mengalami perubahan sesuai konteks zaman, esensi nilai-nilai Qur’ani harus tetap dipertahankan sebagai fondasi utama dalam mendidik anak di era digital yang penuh tantangan ini
Rekonstruksi Media Digital Berbasis QR Code Upaya Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI Pada Siswa SMPN 3 Jombang
Penelitian ini bertujuan merekonstruksi media digital berbasis QR Code menjadi media pembelajaran interaktif pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan sebagai alternatif bagi guru untuk meningkatkan pemahaman siswa serta kualitas pembelajaran. Metode yang digunakan adalah Research And Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Data dikumpulkan melalui observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Subyek penelitian adalah siswa kelas VIII SMPN 3 Jombang. Hasil penelitian menunjukkan media ini mendapatkan skor rata-rata 96% dari validator materi dan 93% dari validator media, sehingga dinyatakan sangat layak. Respon siswa terhadap efektivitas media mencapai skor rata-rata 72,90%, menunjukkan media QR Code efektif dan interaktif dalam pembelajaranPenelitian ini bertujuan merekonstruksi media digital berbasis QR Code menjadi media pembelajaran interaktif pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan sebagai alternatif bagi guru untuk meningkatkan pemahaman siswa serta kualitas pembelajaran. Metode yang digunakan adalah Research And Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Data dikumpulkan melalui observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Subyek penelitian adalah siswa kelas VIII SMPN 3 Jombang. Hasil penelitian menunjukkan media ini mendapatkan skor rata-rata 96% dari validator materi dan 93% dari validator media, sehingga dinyatakan sangat layak. Respon siswa terhadap efektivitas media mencapai skor rata-rata 72,90%, menunjukkan media QR Code efektif dan interaktif dalam pembelajaran.
Kata kunci : Media Digital, QR Code, Pendidikan Agama Isla
Students’ Environmental Care Character through Environmental Education in Elementary School
This study aims to analyze the development of environmental care character among elementary school students through environmental-based education. The research conducted at SD Pacar Keling V Surabaya employs a qualitative descriptive approach involving five fourth-grade students, their parents, and two class teachers as subjects. Data collection methods include observation, interviews, and documentation. Key findings reveal that students actively engage in activities promoting environmental cleanliness and sustainability. These activities include routine clean-up events like “Clean Fridays” and outdoor initiatives like cleaning Kenjeran Beach. Students demonstrate energy conservation habits by turning off lights and electrical devices when not in use. They also understand the importance of waste separation, although the school currently uses a single trash can for all waste types. Furthermore, students participate in composting activities, utilizing used rice washing water as a primary ingredient, underscoring their practical involvement in environmental care. This study highlights the role of school and home environments in fostering students’ environmental awareness, supported by parental involvement and school programs like the Adiwiyata initiative. Overall, this research underscores the effectiveness of integrating environmental education into the curriculum and school Culture, promoting a sustainable and environmentally conscious mindset among young students
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN FIQIH DALAM MENINGKATKAN KECERDASAN SPIRITUAL DI PONDOK PESANTREN AL-IKHLASH SEDAYULAWAS BRONDONG LAMONGAN
Penelitian ini mengkaji implementasi pembelajaran fikih dalam meningkatkan kecerdasan spiritual di Pondok Pesantren Al-Ikhlash Sedayulawas Brondong Lamongan. Permasalahan yang sering ditemukan adalah santri seringkali memahami fikih hanya sebagai teori tanpa menginternalisasi nilai-nilai spiritualnya, sehingga ibadah hanya menjadi formalitas belaka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, yang melibatkan observasi, wawancara mendalam dengan Direktur Pondok, guru fikih, dan santri, serta dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran fikih dilakukan secara sistematis melalui tiga tahap utama: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap perencanaan meliputi penyusunan Rencana Pembelajaran (RPP) yang komprehensif dan jadwal harian. Tahap pelaksanaan menggunakan berbagai metode seperti ceramah, diskusi, tanya jawab, dan pembiasaan ibadah (salat berjamaah wajib, salat sunah, puasa wajib dan sunah) yang didukung oleh pengawasan ketat dari tim ibadah (IST) serta metode targhib dan tarhib. Tahap evaluasi meliputi tes lisan dan tertulis, ujian praktik, dan evaluasi kegiatan harian. Implementasi ini berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kecerdasan spiritual siswa, yang diidentifikasi melalui empat indikator utama: kesadaran beribadah, kualitas kesabaran, kecenderungan berbuat baik, dan empati yang kuat. Meskipun demikian, masih terdapat tantangan dalam menumbuhkan motivasi internal siswa untuk beribadah sunah dan disiplin dalam aspek-aspek minor salat wajibAbstrak: Penelitian ini mengkaji implementasi pembelajaran fikih dalam meningkatkan kecerdasan spiritual di Pondok Pesantren Al-Ikhlash Sedayulawas Brondong Lamongan. Permasalahan yang sering ditemukan adalah santri seringkali memahami fikih hanya sebagai teori tanpa menginternalisasi nilai-nilai spiritualnya, sehingga ibadah hanya menjadi formalitas belaka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, yang melibatkan observasi, wawancara mendalam dengan Direktur Pondok, guru fikih, dan santri, serta dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran fikih dilakukan secara sistematis melalui tiga tahap utama: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap perencanaan meliputi penyusunan Rencana Pembelajaran (RPP) yang komprehensif dan jadwal harian. Tahap pelaksanaan menggunakan berbagai metode seperti ceramah, diskusi, tanya jawab, dan pembiasaan ibadah (salat berjamaah wajib, salat sunah, puasa wajib dan sunah) yang didukung oleh pengawasan ketat dari tim ibadah (IST) serta metode targhib dan tarhib. Tahap evaluasi meliputi tes lisan dan tertulis, ujian praktik, dan evaluasi kegiatan harian. Implementasi ini berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kecerdasan spiritual siswa, yang diidentifikasi melalui empat indikator utama: kesadaran beribadah, kualitas kesabaran, kecenderungan berbuat baik, dan empati yang kuat. Meskipun demikian, masih terdapat tantangan dalam menumbuhkan motivasi internal siswa untuk beribadah sunah dan disiplin dalam aspek-aspek minor salat wajib
The Effect of Using PhET Simulation Media on Fifth Grade Students' Learning Outcomes on Electric Materials
This study aims to describe the implementation of Natural and Social Science learning using PhET simulation media and to examine its effect on students’ learning outcomes. The research adopts a quantitative approach with a pre-experimental design, employing a one-group pretest–posttest model. The participants consisted of 26 students, and data were collected through teacher and student activity observation sheets, as well as pretest and posttest assessments. The findings indicate that the use of PhET simulation media in teaching electricity was highly effective, with teacher and student activity scores averaging 97.5% and 92.3%, respectively. The mean pretest score was 51.15, which increased to 84.23 in the posttest. Because the data were not normally distributed, the Wilcoxon test was applied, yielding a significance value of 0.000 (< 0.05). These results demonstrate a statistically significant difference between pretest and posttest scores, suggesting that PhET simulation media can significantly enhance student learning outcomes in Natural and Social Science instruction
Literasi Pendidikan Indonesia Di Era Digitalisasi 5.0 Dalam Menghadapi Tantangan dan Peluang
Transformasi mendalam pendidikan di Indonesia terjadi seiring dengan masuknya era digitalisasi Society 5.0. Literasi pendidikan menjadi kunci pembentukan generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif dengan menggunakan jenis pendekatan library research (studi kepustakaan) data diperoleh dari dokumen-dokumen baik berupa skripsi, tesis, disetasi atau jurnal-jurnal terdahulu. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa kesenjangan akses teknologi, kebutuhan keterampilan baru, dan risiko informasi palsu. Sebaliknya, terdapat peluang dalam inovasi teknologi, pengembangan kurikulum, dan pembelajaran berbasis keterampilan untuk meningkatkan literasi pendidikan di era digitalisasi 5.0. Kolaborasi pemerintah, lembaga pendidikan, dan komunitas diperlukan untuk memastikan kesiapan generasi muda menghadapi kompleksitas dunia yang semakin terhubung
A FENOMENA LITERATUR TOKOH NAHDLATUL ULAMA PADA ANGGOTA LTNNU DI JAWA TIMUR DALAM PERPEKTIF BIMBINGAN DAN KONSELING (BK)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis produksi literatur keislaman yang dilakukan oleh Program Literasi Centre yang diselenggarakan oleh Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Jawa Timur dari perspektif bimbingan dan konseling. Program ini berfokus pada pengembangan literasi di kalangan masyarakat pesantren dan publik umum dengan menggunakan pendekatan literasi yang inklusif dan partisipatif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi literatur keislaman dalam program ini tidak hanya berfungsi sebagai media penyebaran pengetahuan agama, tetapi juga sebagai sarana bimbingan dan konseling yang efektif bagi komunitas pesantren dan masyarakat umum. Literatur yang dihasilkan mampu memfasilitasi proses penguatan nilai-nilai agama, peningkatan kesadaran diri, serta pengembangan keterampilan literasi kritis di kalangan pembaca. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kolaborasi antara lembaga pendidikan dan organisasi keagamaan dalam mengembangkan literatur yang mendukung program bimbingan dan konseling berbasis literasi keagamaan.In this article, I argue that the decline of literature stems from the low appreciation of written work among LTNNU members in particular, who have abandoned the field of writing in the present. I will research the cause of this desertion and investigate it. Through the use of observation and interview methods, this paper looks at and evaluates the participants' experiences and the scientific perspective of Guidance and Counselling. It is hoped that these findings will contribute to the literature to better understand it