Jurnal Pertanian UMPAR (Universitas Muhammadiyah Parepare)
Not a member yet
529 research outputs found
Sort by
ANALISIS KANDUNGAN PROTEIN KASAR (PK) DAN SERAT KASAR KOMBINASI RUMPUT GAJAH (PANNISETUM PURPUREUM) DAN TUMPI JAGUNG YANG TERFERMENTASI
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh fermentasi kombinasi rumput gajah dan tumpi jagung dengan Trichoderma sp. terhadap kandungan protein kasar (PK) dan serat kasar (SK). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan ulangan sebanyak tiga kali dan tiga taraf perlakuan yaitu R0= kontrol 100% rumput gajah, R1= 90% rumput gajah + 10% tumpi jagung (Trichoderma sp.), R2= 80% rumput gajah + 20% tumpi jagung (Trichoderma sp.) dan, R3= 70% rumput gajah + 30% tumpi jagung (Trichoderma sp.). Kandungan protein kasar kombinasi rumput gajah dan tumpi jagung yang terfermentasi tidak berpengaruh nyata, walaupun demikian tetapi tetap mengalami peningkatan kandungan protein kasar. Yang tertinggi ke terendah adalah R2 (10,00%), R3 (9,98%), R0 (9,85%) dan R1 (9,39%). Hasil analisis ragam kandungan serat kasar kombinasi rumput gajah dan tumpi jagung yang terfermentasi, memperlihatkan sangat berpengaruh nyata. Kandungan serat kasar dari yang tertinggi ke terendah adalah R0 (33,99%), R2 (28,01%), R3 (025,27%) dan R1 (24,48%). Perlakuan R0 berbeda nyata terhadap perlakuan R1, R2 dan R3 tetapi perlakuan R1,R2 dan R3 tidak berbeda nyata. Kandungan protein kasar rumput gajah dan tumpi jagung yang terfermentasi yang tertinggi adalah 80% rumput gajah + 20% tumpi jagung dan kandungan serat kasar rumput gajah dan tumpi jagung yang terfermentasi yang terendah adalah 90% rumput gajah + 10% tumpi jagung
IDENTIFIKASI PENYAKIT DUA VARIETAS TOMAT (LICOPERSICON ESCULENTUM MILL.) YANG TERIMBAS ASAM FUSARAT TERHADAP JAMUR PATOGEN DI KABUPATEN SIDRAP
Tujuan penelitian untuk mengetahui indeks luas daun, gejala penyakit yang muncul akibat serangan jamur, persentase penyakit yang muncul akibat jamur, intensitas serangan jamur Fusarium Oxysporum, dan mengetahui varietas yang tahan terhadap penyakit yang disebabkan oleh jamur. Percobaan dilakukan di kebun petani di Desa Cipo Takari Kabupaten Sidrap, dimulai pada bulan Juni sampai September 2013. Gejala penyakit yang muncul akibat serangan jamur yaitu penyakit bercak daun Alternaria, penyakit bercak daun Cercospora, dan penyakit busuk daun Phytopthora
KANDUNGAN KALSIUM DAN POSPOR KOMBINASI PAKAN RUMPUT GAJAH DAN TUMPI JAGUNG YANG TERFERMENTASI
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan pengaruh fermentasi kombinasi rumput gajah dan tumpi jagung dengan Trichoderma sp. terhadap kandungan kalsium (Ca) danPospor (P).Penelitian ini dilakukan berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan, 3 ulangan (Gazperz, 1991), sehingga ada 12 satuan percobaan, adapun susunannya sebagai berikut :R0 = 100% Rumput gajah, R1 = (90% Rumput gajah + 10% tumpi jagung) Terfermentasi, R2 = ( 80% Rumput gajah + 20% tumpi jagung) Terfermentasi danR3 = (70% Rumput gajah + 30% tumpi jagung) Terfermen. Trichoderma sp yang akan diberikan diaktifkan dulu dengan melarutkannya ke dalam air yang steril dengan volume yang disesuaikan dengan kadar air pakan yang akan difermentasi. Rumput gajah + tumpi jagung dicampur dengan Trichoderma sp sampai merata sesuai perlakuan, lalu difermentasi selama 4 hari. Sampel dari masing-masing perlakuan diambil sebelum dan setelah fermentasi untuk dilakukan analisa kualitas dan nutrisi fermentasi di laboratorium. Perlakuan fermentasi rumput gajah dan tumpi jagung R0 menghasilkan rata-rata kandungan kalsium (Ca) tertinggi (1,16%) dan (R3) menghasilkan rata-rata kandungan kalsium (Ca) terendah (0,90%). Dari hasil tersebut menunjukan bahwa bahan tanpa perlakuan lebih tinggi kandungan kalsium (Ca) dibandingkan dengan bahan yang diberikan perlakuan, tetapi hasil tersebut sudah memenuhi kebutuhan pada ternak ruminansia. Kebutuhan kandungan kalsium (Ca) untuk ternak ruminansia terendah mencapai 0,5%, sementara kandungan fospor (P) fermentasi rumput gajah dan tumpi jagung memperlihatkan rataan tertinggi pada (R0) yaitu (0,68%) dan terendah pada R3 (0,42%), maka dengan pemberian Trichoderma sp. Belum dapat meningkatkan kandungan fospor (P) secara optimal, tetapi Ini sudah dapat memenuhi kebutuhan ternak ruminansia dengan rasio kandungan Ca : P adalah 2 : 1 (Parakkasi 1999)
STUDI LAMA PENYIMPANAN GABAH ORGANIK TERHADAP MUTU BERAS ORGANIK DI PPLH SELOLIMAN MOJOKERTO
Tujuan penelitian ini untuk mempelajari pengaruh lama penyimpanan gabah organik terhadap mutu fisik beras organik. Metode yang dilakukan dalam penelitian adalah menimbang berat gabah organik sebelum penggilingan untuk mengetahui berat beras kepala, pecah, menir, dedak dan sekam yang diperoleh setelah proses penggilingan pada lama penyimpanan 4 – 9 bulan. Hasil penelitian menunjukkan, lama penyimpanan 4 bulan memberikan persentase beras utuh paling tinggi yaitu 51,1%. Meningkatnya persentase menir pada penyimpanan 6 bulan (1,6%) akibat jumlah persentase beras patah yang meningkat. Penyimpanan 9 bulan persentase sekam semakin tinggi akibat terjadi penurunan berat gabah karena terjadinya perubahan fisik sehingga pada proses penggilingan kulit biji gabah sulit terkelupas
ANALISIS USAHATANI RUMPUT LAUT (EUCHEUMA CATTONI) KECAMATAN MANDALLE KABUPATEN PANGKEP
Pengembangan usaha budidaya rumput laut merupakan salah satu pembangunan wilayah pesisir dalam rangka peningkatan ekonomi kerakyatan. Dengan potensi yang tersedia budidaya rumput laut menjadi alternatif pemberdayaan masyarakat pesisir di Kabupaten Pangkep sekaligus upaya meningkatkan pendapatan petani khususnya di Desa Mandalle. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode usahatani, pendapatan, dan tingkat keuntungan usahatani rumput laut jenis eucheuma cottoni di Kabupaten Pangkep. Lokasi penelitian ditentukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa lokasi tersebut merupakan salah satu sentra produksi rumput lauteucheuma cottoni di Kabupaten Pangkep. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis pendapatan bersih dan analisis tingkat keuntungan (R/C-Ratio). Petani rumput laut di desa Mandalle Kabupaten Pangkep menggunakan metode long line atau bisa disebut dengan metode tali panjang. Metode budidaya ini menggunakan tali panjang yang dibentangkan. Pendapatan yang diperoleh setiap petani rumput laut eucheuma cottoni di Desa Mandalle sebesar Rp.3.344.407 per siklus dan R/C Ratio dari usahatani rumput laut di Desa Mandalle sebesar 2,04 artinya bahwa secara finansial menguntungkan dan layak untuk dikembangkan sebagai kegiatan usaha perikanan
ANALISIS PERAN KAPASITAS PEREMPUAN PESISIR DALAM AKTIVITAS BUDIDAYA RUMPUT LAUT (EUCHEUMA COTTONII) DI KABUPATEN TAKALAR (STUDI KASUS DI DESA PUNAGA KEC.MANGARABOMBANG)
Penelitian ini bertujuan menganalisis peran yang telah dan dapat dilakukan oleh perempuan pesisir dalam aktivitas baik produksi maupun pengolahan rumput laut (pasca produksi) di Kabupaten Takalar Provinsi Sulawesi Selatan. Serta untuk mengkaji strategi pemberdayaan perempuan yang tepat dalam meningkatkan kapasitas peran perempuan pesisir dalam usaha budidaya rumput laut. Target khusus yang ingin dicapai adalah : a) Analisis peran perempuan pesisir yang terjadi selama ini baik dalam pengelolaan maupun dalam hal pengolahan hasil produksi rumput laut yang mendukung peningkatan kesejahteraan ekonomi rumah tangga, b) Tingkat aspirasi, pengetahuan dan presepsi perempuan pesisir dalam usaha budidaya rumput laut, c) Identifikasi faktor pendorong (drives), faktor tekanan (pressure) serta kebijakan pemerintah untuk memberdayakan perempuan pesisir. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dan kuantitatif melalui pendekatan quisioner dan wawancara mendalam (in-depth interview), FGD (focus group discussion) serta observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam aktivitas budidaya rumput laut, tenaga perempuan dihargai secara ekonomi dan social. Pembagian kerja antara kaum laki-laki dan perempuan telah terbagi secara merata ke semua anggota keluarga inti. Anak-anak, dewasa, atau orang tua, laki-laki dan perempuan telah terlibat dengan peran dan porsi yang berbeda. Resposibilitas perempuan pesisir dalam pengelolaan dan pengolahan hasil produksi rumput laut menujukkan tingkat kompetensi kognitif (pengetahuan) dan psikomotorik (keterampilan) yang masih rendah, sementara kompetensi afektif (sikap) cukup tinggi. Diperlukan peningkatan daya serap dan adopsi teknologi sebagai strategi pemberdayaan perempuan dalam peningkatan produksi rumput laut melalui pendidikan, pembinaan dan pelatihan keterampilan, teknologi tepat guna dan inovatif
PENGARUH PIGMEN DALAM PAKAN TERHADAP KONSENTRASI DAN DISTRIBUSI KROMATOFOR PADA JARINGAN KULIT JUVENIL IKAN KOI (CYPRINUS CARPIO)
Penelitian ini bertujuan untuk melihat konsentrasi dan distribusi kromatofor pada jaringan kulit juvenil ikan koi melalui pemberian pakan pembawa pigmen. Disain yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri atas tiga perlakuan dengan masing-masing dua ulangan. Perlakuan tersebut adalah pakan tanpa bahan pigmen (P), pakan dengan penambahan bahan pigmen asal tepung kepala udang (Q), dan pakan dengan penambahan bahan pigmen asal tepung spirulina (R). Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa pemberian pakan yang mengandung bahan pigmen asal tepung spirulina menyebabkan konsentrasi dan distribusi kromatofor pada jaringan kulit lebih tinggi dibandingkan dengan pakan yang mengandung bahan pigmen asal tepung kepala udang. Konsentrasi dan distribusi kromatofor pada jaringan kulit yang lebih tinggi akan meningkatkan kecerahan warna juvenil ikan koi
KANDUNGAN KALSIUM DAN FOSPOR KOMBINASI TUMPI JAGUNG DAN JERAMI KACANG TANAH YANG TERFERMENTASI
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh fermentasi kombinasi jerami kacang tanah dan tumpi jagung dengan Trichoderma sp terhadap kandungan kalsium (Ca) dan fospor (P). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan ulangan sebanyak tiga kali dan tiga taraf perlakuan yaitu R0=kontrol 100% tumpi jagung, R1= 60% tumpi jagung + 40% jerami kacang tanah (Trichoderma sp.), R2=70% tumpi jagung + 30% jerami kacang tanah (Trichoderma sp.) dan, R3=80% tumpi jagung + 20% jerami kacang tanah (Trichoderma sp.). kandungan kalsium (Ca) kombinasi tumpi jagung dan jerami kacang tanah yang terfermentasi tidak berpengaruh nyata. Kandungan kalsium (Ca) dari yang tertinggi ke terendah adalah R2 (0,63%), R3 (0,61%), R0 (0,60%) dan R1 (0,59%). Hasil analisis ragam kandungan fospor (P) kombinasi tumpi jagung dan jerami kacang tanah yang terfermentasi, menunjukkan sangat berpengaruh nyata. Kandungan fospor berpengaruh sangat nyata terhadap kombinasi tumpi jagung dan jerami kacang tanah yang terfermentasi. Kandungan fospor (P) dari yang tertinggi ke terendah adalah R2 (0,80%), R3 (0,72%), R1 (0,60%) dan R0 (0,40%). Perlakuan R0 berpengaruh sangat nyata dengan perlakuan R1, R2 dan R3. Perlakuan R1 berpengaruh sangat nyata (P>0,01) dengan perlakuan R0 dan R2 namun tidak berbeda nyata dengan perlakuan R3. Perlakuan R2 berpengaruh sangat nyata dengan perlakuan R0 dan R1 namun tidak berbeda sangat nyata dengan perlakuan R3. Perlakuan R3 tidak berpengaruh sangat nyata dengan perlakuan R1 dan R2 namun berpengaruh sangat nyata dengan perlakuan R0
ISOLASI BAKTERI RHIZOSFER PADATANAMAN KACANG TANAH (ARACHIS HYPOGEA)ASAL BANTIMURUNG
Upaya mengatasi masalah kesuburan tanah dapat dilakukan dengan meningkatkan peran mikroba tanah yang bermanfaat melalui upaya peningkatan kandungan beberapa unsur hara di dalam tanah, peningkatan efisiensi penyerapan unsur hara, pengendalian patogen tular tanah melalui interaksi kompetisi, memproduksi zat pengatur tumbuh yang dapat meningkatkan perkembangan sistem perakaran tanaman, peningkatan aktivitas mikroba tanah heterotrof yang bermanfaat. Peran mikroba dalam siklus berbagai unsur hara di dalam tanah sangat penting, sehingga bila salah satu jenis mikroba tidak berfungsi maka akan terjadi ketimpangan dalam daur unsur hara di tanah. Ketersediaan unsur hara sangat berkaitan dengan aktivitas mikroba yang terlibat di dalamnya.Mikroorganisme di alam dapat dibagi menjadi mikroorganisme simbiotik dan mikroorganisme nonsimbiotik, yang hidup bebas dan mandiri dalam tanah dan memfiksasi nitrogen seperti Clostridium pasturianum dan Azotobacter .Mikroorganisme simbiotik berinteraksi dengan tanaman seperti bakteri rhizosfer dan endofit.Hasil isolasi identifikasi bakteri rhizpsfer kacang tanah isolat KCT3, KCT4, dan KCT5 tergolong kedalam bakteri Bacillus sp. Bakteri ini mempunyai ciri-ciri menampakkan warna koloni putih, gram positif, pertumbuhan anaerob negatif dan pembentukan endospora positif.. Berdasarkan uji morfologi dan fisikakimia diperoleh hasil bahwa isolat KCT4 masuk ke dalam kelompok Clostridium.Bakteri Clostridium sp. menampakkan warna koloni putih, reaksi gram positif, pertumbuhan anaerob positif, pembentukan endospora positif
KAJIAN EFEKTIFITAS MIKROBA AZOTOBACTER SP. SEBAGAI PEMACU PERTUMBUHAN TANAMAN KAKAO (THEOBROMA CACAO L.)
Penggunaan rhizo-bakteri pemacu pertumbuhan tanaman atau plant growth promoting rhizobacteria(PGPR) sebagai pupuk hayati merupakan satu sumbangan bioteknologi dalam usaha peningkatan produktivitas tanaman.Bakteri Azotobacter spmerupakan salah satu rhizobacteri yang terdapat ditanaman perkebunan. Bakteri ini mempunyai kemampuan dalam memproduksi vitamin dan zat pengatur tumbuh seperti IAA, kinetin dan giberelin (Tang et al.,1983: Glick, 1995). Selain ituBakteri inidapat memfiksasi Nitrogen secara nonsimbiotik dan juga menghasilkan polisakarida ekstraseluler, seperti alginat dan polimer. Alginat berfungsi melindungi nitrogenase sehingga meningkatkan fiksasi Nitrogen (Sabra et al., 2000).Menurut Holt, et al., (1994) dan Cowan et al. (1993) genus Azotobacter termasuk bakterigram negatif, berbentuk batang, bersifat motil dannon motil. Sifat hidupnya aerob tetapi juga dapattumbuh secara anaerob fakultatif jika kelarutanoksigen menurun.Dari beberapa hasil kajian terlihat bahwa efektifitas bakteri azotobacter tidak hanya dalam meningkatkan fiksasi Nitrogen tapi juga mempunyai kemampuan dalam meningkatkan ketersediaan P dan berperan sebagai biokontrol yang dapatmeningkatkan kesehatan akar dan pertumbuhan tanaman melalui proteksinya terhadap beberapa penyakit (Arshad dan Frankenberger,1993), Azotobacter sp. juga dikenalsebagai pengendali penyakit tanaman karena kemampuannya menghasilkan senyawa anti antibiotik dan antifungi (Shende et al., 1977).Demikian pula dalam proses perkecambahan benih, tidak hanya dipengaruhi oleh IAA tetapi juga adanya pengaruh senyawa lain yang disintesisoleh Azotobacter sp. Menurut Rao (1982), Azotobacter sp. juga menghasilkan senyawa thiamin,riblovaflavin, pridoksin, sianokobalamin,nikotin, asam pentotenat, asam indol asetat, dan giberelin yang berperan dalam perkecambahan biji