Jurnal Pertanian UMPAR (Universitas Muhammadiyah Parepare)
Not a member yet
    529 research outputs found

    DAYA SAING INDUSTRI BUDIDAYA RUMPUT LAUT (Eucheuma cottonii)

    No full text
    Penelitian dilaksanakan di kabupaten pangkep, Barru, Takalar, Jeneponto, Bantaeng dan Bulukumba dengan pertimbangan bahwa kabupaten tersebut merupakan sentra pengembangan rumput laut di Sulawesi Selatan. Populasi dalam penelitian adalah petani yang mengusahan budidaya rumput laut Eucheunema cottonii di kabupaten pangkep, Barru, Takalar, Jeneponto, Bantaeng dan Bulukumba. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah petani yang berusaha dalam industri budidaya rumput laut Eucheuma cottonii.  Sampel diambil dengan dengan menggunakan teknik stratified random sampling. Setelah penetapan sampel, selanjunya diberikan penomoran pada petani yang berusaha pada industri budiadaya rumput laut Eucheuma cottonii pada masing masing kabupaten. Cara pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: (1) Observasi, yaitu pengambilan data  pada  saat penelitian dengan pencatatan secara sistematik; (2) Interview, yaitu wawancara langsung dengan teknisi maupun bagian administrasi perusahaan; (3) Dokumentasi, adalah metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengambil dokumen-dokumen yang berkaitan dengan penelitian. Beberapa Indikator Hasil Analisis dari Matriks PAM diantaranya adalah: (1) Analisis Keuntungan terdiri dari (a) Private Provitability (PP) (b) Social Provitability (SP); (2) Keunggulan Kompetitif (Private Cost Ratio, PCR) dan Komparatif (Domestic Resource Cost Ratio, DRCR); dan (3) Dampak Kebijakan Pemerintah

    PENGARUH PENGGUNAAN JENIS SHELTER YANG BERBEDA PADA BUBU DASAR TERHADAP HASILTANGKAPAN DI PERAIRAN KABUPATEN BARRU SULAWESI SELATAN

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penggunaan shelter yang berbedapada bubu dasar terhadap jumlah dan jenis hasil tangkapan. Penelitian dilakukan Mei sampai Oktober 2013.Penelitian lapangan serta analisis data dan penyusunan laporan, dengan lokasi fishing base research di kawasan perairan Kabupaten Barru.Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode observasi lapangan dengan menggunakan Experimental fishing. Data yang dikumpulkan adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui kegiatan penangkapan setiap hari sebanyak satu kali setting, setiap perlakuan dengan ulangan sebanyak 9 kali secara acak begantian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan shelter dari lamun berbeda nyata terhadap jumlahdanjenishasil tangkapan

    PENERAPAN BERBAGAI SUMBER BAHAN BAKAR DAN KONSENTRASI GARAM PADA PENGASAPAN IKAN LAYANG

    No full text
    Ikan asap merupakan salah satu metode pengawetan ikan dengan tujuan memberi rasa dan aroma ikan asap. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh berbagai bahan  bakar asap dan berbagai dosis garam yang diberikan pada ikan asap terhadap mutu ikan asap Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Program Studi Pendidikan Teknologi Pertanian Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar. Penelitian berlangsung  Juni-September 2014. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan mengaplikasikan perlakuan berupa penggunaan bahan bakar ikan asap antara tempurung kelapa dan kayu bakar, serta pemberian berbagai dosis garam. Selanjutnya, ikan yang telah diasapi dilakukan uji organoleptik untuk mengetahui mutu ikan asap. Hasil Penelitian menunjukkan penggunaan sumber bahan bakar tempurung kelapa lebih baik dari pada kayu bakar. Semakin tinggi dosis garam, semakin baik hasilnya untuk semua sumber bahan bakar

    EVALUASI KANDUNGAN LEMAK SUBKUTAN DAN ABDOMINAL BROILER YANG DIBERI TEPUNG LEMPUYANG (ZINGIBER AROMATICUM VAL) DAN TEPUNG KUNYIT (CURCUMA DOMESTICUM) DALAM PAKAN SUBTITUSI

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui level kombinasi tepung kunyit dan tepung lempuyang yang dapat memberi pengaruh terhadap kandungan lemak abdominan dan subkutan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak  Lengkap  (RAL) dengan ulangan sebanyak tiga kali dan  lima taraf perlakuan yaitu P0 = kontrol, P1= 0,5% tepung lempuyang + tepung kunyit 0,5%, P2 = 2,5% tepung lempuyang + tepung kunyit 0,5%, P3 =  4,5% tepung lempuyang  + tepung kunyit 0,5%  dan P4  =  6,5% tepung lempuyang  + tepung kunyit 0,5%. Persentase lemak pada perlakuan P0 dan P1 lebih tinggi, perlakuan P0 dan P1 berbeda sangat nyata dengan perlakuan P2, P3 dan P4. Perlakuan P2 tidak berbeda sangat nyata dengan perlakuan P3 dan P4. Persentase lemak  tertinggi ke terendah diperoleh dari perlakuan P0 sebesar (4,20%),  P1 (3,62%), P2 (2,27%), P4 (2,23%) dan P3 (1,61%).  Suplementasi tepung lempuyang (Zingiber  aromaticum val) dalam ransum, berbeda sangat nyata pada taraf  1% terhadap persentase ayam pedaging. Perlemakan dibawah kulit relatif sedikit dibanding lemak abdomen.  Berdasarkan hasil  penelitian diperoleh  pemberian suplementasi tepung lempuyang dan tepung kunyit dengan konsentrasi suplementasi tepung lempuyang 4,5% pada pakan dapat menurunkan persentase lemak broiler. Sedangkan persentase lemak optimun adalah perlakuan 3 (tepung lempuyang 4,5% + tepung kunyit 0,5%) yaitu 1,61%

    KUALITAS KARKAS DAN BOBOT KARKAS AYAM KAMPUNG UNGGUL BALITNAK (KUB) PADA PEMBERIAN FITOBIOTIK DENGAN KONSENTRASI YANG BERBEDA

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan fitobiotik pada air minum terhadap kualitas dan berat karkas ayam KUB. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan ulangan sebanyak tiga kali dan tiga taraf perlakuan yaitu K0 = kontrol, K1= Fitobiotik 10 cc/ liter air, K2 = Fitobiotik 15 cc/ liter air,K3 = Fitobiotik 20 cc/ liter air.Berat Karkas perlakuan K3 lebih tinggi dibanding dengan yang lainnya, perlakuan K3berpengaruh nyata dengan perlakuan K0, K1 dan K2.  Rata-rata data secara biologis pada perlakuan K0, K1, K2 dan K3 yaitu masing-masing 0.43 (Kg), 0,47 (Kg), 0,48 (Kg), 0,53 (Kg). Pemberian fitobiotik pada air minum dengan konsentrasi yang berbeda, berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kualitas karkas ayam KUB.  Perlakuan Fitobiotik 20 cc/l berpengaruh dibanding perlakuan lainnya.  Nilai rata – Rata kualitas karkas tertinggi ke terendah adalah pada pemberian 20 cc/l (66,42 %), 15 cc/l (63,52 %), 10 cc/l(61,71 %) dan kontrol (60,28 %). Kualitas karkas terdiri dari persentase dan komposisi karkas (lemak sub kutan, serat dan daging).  Perlemakan dibawah kulit relatif sedikit, aroma daging tidak amis, serat daging halus, padat, mengkilat dan karkas berwarna putih kekuning-kuningan serta bulu jarum yang sedikit.Hati nampak mengkilat, dan warna karkas segar kemerahan

    PENGARUH PARTIKEL LUMPUR TERHADAP TINGKAT KONSUMSI PAKAN UDANG WINDU (PENAEUS MONODON) DALAM WADAH TERKONTROL

    No full text
    Udang windu merupakan salah satu sumber daya perikanan yang potensial untuk dikembangkan karena mempunyai nilai ekonomis yang tinggi.  Kekeruhan air tambak merupakan salah satu faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan udang windu. Kekeruhan air  dapat menutupi insang udang windu sehingga mengganggu pernapasan dan dapat menghalangi masuknya sinar matahari di dalam tambak yang dibutuhkan oleh fitoplankton untuk proses fotosintesa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi partikel lumpur terhadap konsumsi pakan alami udang windu di dalam tambak. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan hewan uji benih udang windu kisaran berat 0,04 – 0,13 g/ekor , jumlah udang uji setiap wadah 10 ekor dengan kepadatan 5 ekor/liter. Pakan yang diberikan adalah Artemia salina dengan kepadatan 20 ekor/ml air. Konsentrasi partikel lumpur yang digunakan adalah 0 ppm, 25 ppm, 50 ppm dan 75 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan jumlah pakan yang dikonsumsi oleh  udang windu pada setiap perlakuan. Konsentrasi partikel lumpur yang lebih tinggi mengakibatkan tingkat konsumsi pakan  udang windu lebih sedikit.  Hasil pengamatan konsumsi pakan setiap perlakuan adalah : A (rata-rata 9,5 ekor/ml/hari), B (rata-rata 9,2 ekor/ml/hari), C (rata-rata 8,7 ekor/ml/hari) dan D (rata-rata 7,9 ekor/ml/hari). Konsentarsi partikel lumpur 0  –  75 ppm yang dicobakan hanya berpengaruh negatif terhadap konsumsi pakan dan pertumbuhan tapi tidak berpengaruh pada tingkat kelangsungan hidup udang windu

    ANALISIS KANDUNGAN ASAM SIANIDA (HCN) PADA KACANG KORO PEDANG (CANAVALIA ENSIFORMIS) DENGAN MENGGUNAKAN LAMA PERENDAMAN NaCL YANG BERBEDA

    No full text
    Tujuan peneletian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama perendaman NaCl yang berbeda terhadap kandungan asam sianida HCN pada kacang koro pedang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan ulangan tiga kali dan tiga taraf perlakuan yaitu. TO= kontrol, TI= perendaman 1 hari, T2= perendaman 3 hari, T3= perendaman 5 hari. Analisis sidik ragam memperlihatkan, perendaman dengan NaCl yang berbeda berpengaruh sangat nyata pada taraf 0,05%. Kandungan rata-rata asam sianida (HCN) tertinggi ke terendah diperoleh dari perlakuan TO (38,27 ppm), T1 (23,32 ppm), T2 (19,99 ppm), T3 (15,46).  Kandungan asam sianida (HCN) yang tebaik diperoleh pada perlakuan perendaman 5 hari dengan rata-rata kandungan HCN 15,46 ppm

    ANALISIS PENDAPATAN PETANI TAMBAK IKAN BANDENG DI DESA BULU CINDEA BIRINGKASSI KECAMATAN BUNGORO KABUPATEN PANGKEP SULAWESI SELATAN

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pendapatan petani tambak ikan bandeng, berapa besar tingkat keutungan, faktor – faktor yang mempengaruhi pendapatan, dan upaya yang dilakukan petani tambak dalam mempengaruhi pendapatan . Adapun kegunaanya yaitu diharapkan dapat dijadikan sebagai acuan dalam menjalankan suatu usaha. Bahwasanya suatu usaha yang dijalankan tentunya diharapkan dapat memberi keuntungan sehingga diperlukan adanya analisis pendapatan untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan suatu usaha.             Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha budidaya ikan bandeng di Desa Bulu Cindea Biringkassi Kecamatan Bungoro Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan merupakan daerah potensial untuk ikan bandeng, khususnya daerah Pangkep itu sendiri  merupakan salah satu usaha yang menguntungkan dan layak untuk dilanjutkan. Hal ini dapat dilihat dari tingkat pendapatan/ha/siklus yaitu sebesar Rp 5.657.318 yang tentunya memberi keuntungan karena berdasarkan hasil perhitungan R/C Ratio menunjukkan 2,11 > 1. Selanjutnya faktor – faktor  yang mempengaruhi tingkat pendapatan meliputi : luas lahan, jumlah penebaran, tingkat kematian, harga beli bahan baku (nener) serta alat dan bahan, harga jual, jumlah siklus per tahun, dan jangka waktu budidaya per siklus. Upaya yang dilakukan petani tambak yaitu dengan memperbaiki pengelolaan lahan tambak setelah panen dan mempertahankan kualitas ikan bandeng serta melakukan proses budidaya ikan bandeng sebaik mungkin

    EFEKTIVITAS SUPLEMENTASI TEPUNG LEMPUYANG (ZINGEBER AROMATICUM VAL) DALAM RANSUM TERHADAP BERAT DAN KUALITAS KARKAS AYAM PEDAGING

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh efektivitas suplementasi tepung lempuyang  (zingiber aromaticum val)  dalam ransum terhadap berat dan kualitas karkas ayam pedaging. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak  Lengkap  (RAL) dengan ulangan sebanyak tiga kali dan  tiga taraf perlakuan yaitu P0 = kontrol, P1= 0,5% tepung lempuyang, P2 = 2,5% tepung lempuyang, P3 = 4,5% tepung lempuyang dan P4 = 6,5% tepung lempuyang. Berat Karkas perlakuan P3 lebih tinggi, perlakuan P3 berbeda sangat nyata dengan perlakuan P0, P1, P2 dan P4 namun perlakuan P2 tidak berbeda sangat nyata dengan perlakuan P1 dan P4. Perlakuan P0 tidak berbeda sangat nyata dengan perlakuan P1 dan P4. Berat rata-rata karkas ayam pedaging tertinggi ke terendah diperoleh dari perlakuan P3 sebesar (1,07 Kg),  P2 (1,03 Kg), P4 (0,96 Kg), P1 (0,94 Kg) dan P0 (0,91 Kg).  Suplementasi tepung lempuyang (zingiber aromaticum val) dalam ransum, berbeda sangat nyata pada taraf  1% terhadap kualitas karkas ayam pedaging.  Perlakuan P3 berbeda sangat nyata dengan P0, namun tidak berbeda sangat nyata dengan P1, P2 dan P4. Perlakuan P0 tidak berbeda sangat nyata dengan P4 dan P1.   Nilai rata – rata kualitas karkas tertinggi ke terendah adalah P3 (74,54 %), P2 (74,36 %), P4 (72,35 %), P1 (72,28 %) dan P0 (71,14%). Kualitas karkas terdiri dari persentase dan komposisi karkas (lemak sub kutan, serat dan daging).  Perlemakan dibawah kulit relatif sedikit, aroma daging tidak amis, serat daging halus, padat, mengkilat dan karkas berwarna putih kekuning-kuningan.  Hati nampak mengkilat, utuh (perototan kompak) dan berwarna coklat kemerah-merahan

    EFEKTIFITAS KINERJA MESIN BALL MILL PADA FORMULA COKELAT BERDASARKAN PERBANDINGAN SUHU DAN RPM (ROTATION PER MINUTE)

    No full text
    Kakao merupakan salah satu komoditas perkebunan yang sangat potensial  sebagai sumber devisa dan memiliki prospek cerah di masa depan. Sementara itu, produksi kakao dunia terkonsentrasi di tujuan countries.The beberapa tes ini Mengetahui tingkat kehalusan formula cokelat berdasarkan suhu mesin dan bal putaran roda mill per menit (rpm). Pada 70 0C diperoleh merapikan waktu tercepat di lap 94 putaran roda per menit (RPM) dengan waktu smoothing dari 480 menit atau 8 jam cokelat kehalusan mencapai 20 lm sementara 94 putaran roda per menit (rpm). Sedangkan pada 80 0C meraih waktu tercepat di lap 68 rpm dengan waktu 9 jam.suhu smoothing smoothing standar yang baik untuk digunakan adalah pada suhu 70 0C sampai 94 rpm dalam waktu 8 jam

    0

    full texts

    529

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Pertanian UMPAR (Universitas Muhammadiyah Parepare)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇