Jurnal Pertanian UMPAR (Universitas Muhammadiyah Parepare)
Not a member yet
529 research outputs found
Sort by
KAJIAN PEMBERIAN BERBAGAI DOSIS GARAM TERHADAP KUALITAS IKAN BANDENG (CHANOS CHANOS SP.) ASIN KERING
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai dosis garam terhadap kualitas ikan bandeng asin kering. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2014, dengan bahan baku berupa ikan bandeng yang dikeringkan dengan alat pengering (dry room). Sebelum dikeringkan, ikan disiangi dan dicuci dengan menggunakan air bersih dan diberi garam berdasarkan perlakuan yang dicobakan yaitu 9%, 18%, 27% dan kontrol (tanpa garam). Untuk menguji kualitas ikan asin, dilakukan pengujian secara organoleptik. Metode uji organoleptik ikan asin kering dipakai standar uji skoring (scoring test) yaitu dengan menggunakan skala angka 1 (satu) sebagai nilai terendah dan angka 9 (sembilan) untuk nilai tertinggi. Hasil uji selanjutnya dianalisis dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan uji organoleptik terhadap ikan asin bandeng yang diberi perlakuan pemberian garam, maka hasil terbaik adalah pemberian garam sebesar 27% menyusul tanpa pemberian garam (kontrol), pemberian garam sebesar 18% dan pemberian garam sebesar 9%
STRATEGI PENGEMBANGAN RUMPUT LAUT (Kappahycus Alvarezii) DI KECAMATAN MANDALLE KABUPATEN PANGKEP
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan budidaya rumput laut Kappaphycus alvarezii di Kabupaten Pangkep. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai Setember 2013 di Kecamatan Mandalle Kabupaten Pangkep. Metode pengumpulan data terdiri atas observasi, dan wawancara. Analisis data yang digunakan adalah analisis SWOT.Hasil penelitian menunjukkan strategi Strength-Opportunity (SO) yang digunakan adalah memanfaatkan seluruh potensi laut yang dimiliki menjadi usaha budidaya rumput laut, pengolahan, menerapkan metode yang sesuai, mencari peluang pasar yang lebih besar serta memanfaatkan sumber tenaga kerja keluarga secara optimal. Strategi Strength-Treath (ST) yang digunakan adalah meningkatkan produksi dengan melakukan budidaya rumput laut tepat waktu dan metode untuk menghindari penyakit ais-ais serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan budidaya rumput laut di tingkat petani.Strategi Weakness-Opportunity (WO) yang digunakan dengan meningkatkan kerjasama dengan lembaga penelitian dan pemerintah untuk mendapatkan bibit tahan penyakit, berbagai sumber permodalan meningkatkan kinerja kelompok.Sedangkan strategi Weakness-Treath (WT) yang digunakan adalah memanfaatkan dukungan pemerintah serta memperbanyak mengikuti penyuluhan dan/atau pelatihan budidaya rumput laut
PENGARUH PENAMBAHAN FUKOIDAN PADA PAKAN TERHADAP RESPON IMUN NON SPESIFIK INDUK IKAN NILA (OREOCHROMIS NILOTICUS)
Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh bahan aktif fukoidan komersil pada berbagai dosis terhadap respon kekebalan induk nila (Oreochromis niloticus). Disain penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri atas 4 perlakuan (A = pakan + fukoidan komersil 0% sebagai kontrol; B = pakan + fukoidan komersil 0,1%; C = pakan + fukoidan komersil 0,2%; dan D = pakan + fukoidan komersil 0,3%) masing-masing diulang sebanyak 2 kali. Hasil penelitian menunjukkan penambahan fukoidan komersil dalam pakan akan meningkatkan respon kekebalan non spesifik pada induk ikan nila. Nilai respon kekebalan tertinggi diperoleh pada konsentrasi fukoidan komersil 0,3 %, dengan kadar haematokrit 38.8000±2.92, indeks fagositik 32.1833±3.29, total leukosit 142.67±58.97 sel/mm3, diferensial leukosit terdiri atas limfosit 90.2333±0.87%, monosit 6.0500±0.40%, dan neutrofil 24.9500±6.08%
KAJIAN MUTU PROKSIMAT NUGGET IKAN BANDENG (CHANOS CHANOS) DENGAN PENAMBAHAN KARAGINAN RUMPUT LAUT (EUCHEUMA COTTONII )
Nugget merupakan salah satu bentuk produk olahan daging giling, dimana produk ini diharapkan dapat mempunyai pasaran yang cukup baik terutama bagi masyarakat yang umumnya lebih menyukai produk makanan praktis dan cepat saji (fast food). Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Januari sampai Mei 2012, bertempat di Workshop Pengolahan Hasil Perikanan, dan Laboratorium Kimia Politeknik Pertanian Negeri Pangkep, Sulawesi Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung karaginan rumput laut terhadap kandungan gizi nugget ikan bandeng (Chanos chanos) dan membandingkan dengan nugget yang berstandar SNI 01-06683-2002 juga dapat dijadikan salah satu usaha diversifikasi olahan bandeng. Nugget ikan bandeng dengan penambahan konsentrasi karaginan memiliki kadar air sebesar 48.41-51.84%, kadar lemak sebesar 1.84-6.06, kadar abu sebesar 1.51- 1.72%, kadar karbohidrat sebesar 21.48-24.86% dan kadar protein sebesar 10.43-12.25%, dan komposisi gizinya relatif tidak jauh berbeda dibanding dengan standar SNI 01-6683-2002
PENGARUH KEPADATAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SINTASAN IKAN HIAS GIRU (Amphiprion clarkii) PADA AKUARIUM
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepadatan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan Giru Amphiprion clarkii. Penelitian ini dapat berguna sebagai sumber informasi mengenai pemeliharaan dan pengembangan ikan hias laut. Metode Penelitian ini menggunakan wadah yang digunakan berupa akuarium ukuran 139 cm panjang total, dan dibagi menjadi 6 unit masing-masing dengan akuarium nya - masing-masing ukuran dari panjang 20 cm, lebar 20 cm, dan tinggi 20 cm unit. Kapal dilengkapi dengan pompa air untuk media air resirkulasi, unit blower untuk aerasi, dan unit filter. Berdasarkan analisis ragam pertumbuhan berat mutlak bahwa kepadatan yang berbeda memberikan efek yang sangat nyata. Dari hasil uji LSD menunjukkan bahwa perlakuan ikan 1 ekor/liter tidak berbeda nyata (P> 0,05) pada perlakuan ikan 2 ekor/liter, sedangkan perlakuan ikan 2 ekor/liter berbeda nyata dengan perlakuan ikan 3 ekor/liter secara signifikan menuju perlakuan ikan 4 ekor/liter. Selanjutnya, perlakuan ikan 3 ekor/liter tidak berbeda nyata dengan perlakuan 4 ekor/liter. Sedangkan pada pertumbuhan spesifik harian yang kerapatan yang berbeda juga memberikan efek yang sangat nyata. Dari hasil uji LSD menunjukkan bahwa perlakuan ikan 1 ekor/liter secara signifikan berbeda pada perlakuan ikan 2 ekor/liter, ikan 3 ekor/liter, dan ikan 4 ekor/liter. Sedangkan perlakuan ikan 2 ekor/liter tidak berbeda nyata dengan perlakuan ikan 3 ekor/liter. Selain itu, perlakuan ikan 3 ekor/litertidak berbeda nyata dengan perlakuan ikan 4 ekor/liter
ANALISIS KECERNAAN DAN PEMANFAATAN NUTRIEN PAKAN YANG MENGANDUNG TEPUNG KEPALA UDANG PADA KERAPU BEBEK (CROMILEPTES ALTIVELIS)
This research was aimed at finding out the effect of the shrimp head meal (SHM) content found in the feed on the nutrient digestibility and utilization of humpback grouper. The research was conducted in floating net cages, and it was arranged in a completely randomized triplicate designs. The treatments in this research were the SHM contents (0 %, 10 %, 20 %, 30 %, and 40 %) found in isonitrogenous and isocaloric diets. The data of each observed variable were analysed by using a one-way analysis of variance (ANOVA) in order to identify the effects of treatments on the nutrient digestibility and utilization. The difference in the treatment effects were determined by Duncan’s multiple range test at significance level of 0.05.The result of the research revealed that the protein digestibility in control diet was not significantly different from that of the diet containing SHM 10%. The protein digestibility decreased in the diets containing SHM of 20% to 40%. Meanwhile, the highest lipid digestibility was resulted from the control diet, and it decreased when SHM contents of the diets increased. The protein utilization (the protein retention and the protein efficiency ratio) and the feed efficiency (the feed conversion ratio) in the fish fed with control diet were not significantly different from those in the fish fed with the diet containing SHM of 10%. The decrease of the protein utilization and feed efficiency started to appear when the diet content of SHM had reached the level of 20%. The highest lipid retention was resulted from the control diet. The decrease of lipid retention started to appear when the diet content of SHM had reached the level of 10%. Based on the results, 10% of SHM could be included to the diet without any reduction in the protein digestibility and utilization and feed efficiency of humpback grouper
PENGGUNAAN ECENG GONDOK (EICHORNIA CRASSIPES) DALAM PENURUNAN KADAR LOGAM TEMBAGA (Cu) PADA PERAIRAN DANAU TEMPE KABUPATEN WAJO
Latar belakang penelitian ini adalah adanya kemampuan eceng gondok (Eichornia crassipes) sebagai pembersih bagi perairan yang tercemar khususnya oleh logam berat. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dilaksanakan pada Juli hingga Agustus 2012, bertujuan untuk mengetahui pengaruh eceng gondok (Eichornia crassipes) terhadap penurunan kadar logam tembaga (Cu) pada perairan Danau Tempe Kabupaten Wajo. Parameter utama yang diukur adalah penurunan kadar logam tembaga (Cu) dalam air yang telah mendapat perlakuan dengan menggunakan eceng gondok (Eichornia crassipes), sedangkan parameter pendukungnya adalah kualitas air antara lain suhu, pH, oksigen terlarut dan zat organik dan anorganik terlarut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar logam tembaga (Cu) mengalami penurunan setelah diberi perlakuan eceng gondok. Penurunan optimum diperoleh dari perlakuan 6 rumpun eceng gondok (Eichornia crassipes) pada hari ke 21 logam tembaga (Cu) turun 81% dari kadar awal dan rata-rata penurunan perminggunya adalah 0.012 Mg/L, sehingga disimpulkan bahwa semakin banyak eceng gondok (Eichornia crassipes) yang digunakan maka semakin cepat dan banyak kadar logam tembaga (Cu) yang diserap
MODEL PEMBINAAN TENAGA KERJA WANITA PRODUKTIF PADA RUMAHTANGGA NELAYAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KETAHANAN EKONOMI MASYARAKAT PESISIR DAN PULAU-PULAU KECIL
This research was aimed to obtain the empowering model of productive womenlabour as an effort to improve coastal society economics sustainability. Research was carried out for six-month from June to November 2012 in coastal and small islands of Pangkep Regency, South Sulawesi, using elaboration of data and information of field (explored field research). Each district residing in the small island and seaboard taken as a sample of household fisherman.There were50 household in total as responders. The purpose of this research is to create a model programmeof economical developmentfor society in the small islands and coastal region in term of improving their economical sustainability that are vulnerable in today’s world.Other than that, its also meant to create a development pattern of society’s alternative living source, especially for the future women’s generation in the coastal household that are still productive and has the sparetime that could be used to do much needed economical activities. The early data shown that the education level of the responders are averagely low, with majority of zero educational background or have not completed the elementary school level. And so does the variety of job that are limited to become a labour fastener of sea grassor managing the household activities only. Even on some of the other, 14% of them are still unemployed and did not have sufficient source to support their lives. Byapplicating the development programme to achieve economical sustainability, there are promising chances to explore other alternative living source in non fishery sector, with the final result of empowered women and coastal society
SISTEM INFORMASI IDENTIFIKASI PENYAKIT PADA TANAMAN KEDELAI BERBASIS WEB
Penyediaan informasi tentang penyakit kedelai masih bersifat manual sehingga tidak berfungsi secara maksimal dalam penyebaran informasi baik ke petani, penyuluh, dan pengguna lainnya.Gangguan penyakit merupakan masalah penting yang dihadapi petani dalam usaha tani kedelai, selain menurunkan hasil produksi serangan penyakit juga menurunkan kualitas hasil.Oleh karena itu untuk mengetahui penyakit apa yang menyerang tanaman kedelaimaka dibutuhkan suatu sistem informasi identifikasi penyakit pada tanaman kedelai berbasis web. Metode pengembangan sistem yang digunakan mengacu pada systems development life cycle (SDLC), mulai dari investigasi, analisis,desain, dan implementasi sistem. Hasil yang diperoleh adalah sebuah sistem informasi identifikasi penyakit pada tanaman kedelai berbasis web
KEGIATAN PENANGKAPAN IKAN DI PESISIR BARAT SELATAN PULAU KEI KECIL KEPULAUAN KEI MALUKU TENGGARA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan memancing di selatan barat kepulauan Kei Kecil pulau Kei Maluku Tenggara, menjadi pelopor untuk penelitian-penelitian berikutnya dan mengembangkan kegiatan memancing di Maluku. Penelitian ini dilakukan dengan survei lapangan dengan pengambilan sampel secara sengaja (purposive sampling). Data gathering di pesisir Barat kepulauan Kei Kecil mencakup beberapa Ohoi (desa), yaitu Tetoat, Ohoi Ngursit, Ohoi Wirin, Ohoi Madwat, Ohoi Ohoibadar, Ohoi Waab, Ohoi Watngil, Ohoi Ohoira, Ohoi Ohoiren, Ohoi Somlain, Ohoi Matwaer, Ohoi Ohoidertutu, dan Ohoi Ohoitom. Data yang dikumpulkan berupa jenis dan ukuran meliputi jenis alat tangkap, ukuran alat tangkap, jenis ikan hasil tangkapan, dan daerah penangkapan. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif, menurut jenis alat tangkap. Aktivitas di selatan Pulau Kei Kecil kepulauan Kei Maluku Tenggara didominasi oleh penangkapan tradisional yaitu gill net, hand line, lift net , trap net dan jala (throwing net). Fishing ground terletak di sekitar pantai dan pulau-pulau kecil di sekitar Ohoi