Jurnal Pertanian UMPAR (Universitas Muhammadiyah Parepare)
Not a member yet
    529 research outputs found

    KERAGAMAN STOMATA DAUN KOPI PADA BERBAGAI POHON PENAUNG SISTEM AGROFORESTRI

    No full text
    Keberadaan pohon penaung sebagai spesies tambahan mengakibatkan perubahan sistem fungsi yang melibatkan kemampuan adaptasi tanaman kopi itu sendiri, baik secara morfologi maupun fisiologi. Salah satunya adalah perubahan stomata sebagai substansi pertumbuhan di daun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui respon adaptasi terhadap keragaman morfologi stomata daun kopi pada berbagai pohon penaung dalam sistem agroforestri. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, dimana sampel diambil di lahan petani di Desa Baroko Kecamatan Baroko Kabupaten Enrekang yang telah menerapkan sistem agroforestri kopi. Sedangkan pengujian stomata dilakukan di Laboratorium Dasar Fak. Pertanian. Petak sampel berupa sistem penggunaan lahan (SPL) kopi naungan sederhana, SPL kopi multistrata dan tanpa naungan. Parameter pengamatan sampel pada stomata terdiri dari jumlah stomata dan kerapatan stomata.Jumlah stomata lebih banyak tanpa naungan sebanyak 76 stomata, sedang terendah adalah naungan sederhana (53 stomata) dan naungan multi strata (51 stomata). Kerapatan stomata terbanyak tanpa naungan sebesar 387,26 mm-1, sedangkan terendah pada naungan sederhana dan naungan multi strata masing-masing 270,06 mm-1 dan 259,87 mm-1. Kerapatan stomata tanpa naungan lebih padat dibandingkan tanaman kopi yang ternaungi, baik naungan sederhana maupun naungan multi  strata. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa jumlah stomata dan kerapatan stomata terbanyak diperoleh pada tanaman kopi tanpa naungan dibandingkan dengan kopi yang ternaungi, baik naungan sederhana maupun naungan multistrata

    ANALISIS PENDAPATAN DAN KELAYAKAN USAHATANI BAWANG MERAH DI KECAMATAN ANGGERAJA KABUPATEN ENREKANG

    No full text
    Bawang merupakan salah satu komoditas sayuran yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi dalam hal pemenuhan konsumsi nasional, sumber penghasilan petani, dan potensinya sebagai sumber devisa. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat  pendapatan bawang merah di Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata petani memiliki luas lahan 0.74 hektar, dengan tingkat pendidikan sebagian besar SMA, dengan pengalaman lebih dari 5 tahun. Tingkat pendapatan petani bawang Kabupaten Anggeraja sebesar 45.16776 juta ha-1

    KAJIAN POTENSI LIMBAH PERTANIAN SEBAGAI PAKAN TERNAK SAPI POTONG DI KOTA PARE-PARE

    No full text
    Kota Parepare memiliki luas lahan pertanian mencapai 7.505 hektar. Luasan lahan pertanian ini akan menghasilkan produk limbah pertanian. Terkait dengan pengembangan pakan ternak, maka diarahkan untuk dapat mengoptimalkan pemanfaatan bahan baku pakan lokal bersumber dari limbah pertanian. Limbah pertanian dapat dimanfaatkan sebagai pakan pengganti hijauan yang ketersediaannya terbatas pada ternak sapi potong. Olehnya itu perlu dilakukan penelitian tentang Kajian Potensi Limbah Pertanian Sebagai Pakan Ternak Sapi Potong Di Kota Parepare. Penelitian bertujuan untuk mengetahui potensi dan daya dukung limbah pertanian sebagai sumber pakan ternak sapi potong di Kota Parepare dengan cara menghitung besarnya potensi pengembangan ternak sapi potong dan daya dukung lahan. Hasil yang diperoleh bahwa daya dukung limbah tanaman pangan di Kota Parepare dapat menampung dan menyediakan pakan untuk kebutuhan ternak sapi potong berdasarkan hasil perhitungan kebutuhan bahan kering (BK) yaitu sebesar 688,43 ST (satuan ternak)

    PENENTUAN HIGH DENSITY LIPOPROTEIN (HDL) PADA BEBERAPA JENIS IKAN

    No full text
    Studi yang dilakukan pada tiga spesies ikan segar yang memiliki peran penting untuk mengembangkan metode cepat dan sederhana untuk ekstraksi. Salah satu metode kerja yang efisien, reprodusibel tinggi dan praktis telah digunakan dalam penelitian ini. Jaringan yang basah dihomogenisasi dengan campuran chloroform dan metanol dalam beberapa proporsi sistem campuran larut, dengan adanya air yang berasal dari jaringan. Pengenceran dengan chloroform dan air memisahkan homogenat kedalam dua lapisan, lapisan chloroform mengandung semua komponen lipid dan lapisan methanol mengandung semua komponen non-lipid. Ekstrak lipida murni didapatkan dengan memisahkan lapisan chloroform. Hasil analisa didapatkan kandungan kolesterol dari tiga jenis ikan yang telah dianalisis masing-masing, ikan cakalang 0,0425%, ikan mas 0,0315%, ikan bandeng 0,02475%. Kadar kolesterol diatas ditentukan dengan aspek spektrofotometer sinar tampak pada panjang gelombang 630 nm

    PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KISAMPANG (Melicope denhamii) DALAM KONSENTRASI RENDAH TERHADAP PERKEMBANGAN STADIUM LARVA-PUPA Aedes aegypti L.

    No full text
    Salah satu upaya untuk mengurangi penyebaran vektor Dengue Hemmorhagic Fever (DHF) yaitu dengan penggunaan insektisida botani yang dapat mempengaruhi lama perkembangan dan tingkat kematian pradewasa Aedes   aegypti L. Tanaman Kisampang (Melicope denhamii) merupakan salah satu alternatif untuk pencegahan DBD. Tanaman ini mengandung zat-zat aktif yaitu alkaloid dengan komponen utama evodiamine dan rutaecarpine. Tanaman ini juga mengandung minyak atsiri (essential oil), saponin, tanin, dan flavanoid serta senyawa lain yang diduga mempengaruhi tahap perkembangan serangga. Melalui penelitian ini diharapkan bahwa tanaman Kisampang dalam konsentrasi yang lebih rendah dari penelitian-penelitian sebelumnya, masih mampu mempengaruhi tahapan perkembangan dan tingkat kematian nyamuk Aedes  aegypti L. sehingga tanaman ini masih dapat berpotensi sebagai insektisida botani. Dengan adanya upaya ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan vector nyamuk hingga mencapai tingkat dimana penularan virus epidemik tidak terjadi lagi sehingga tercapai peningkatan kesehatan masyarakat dan peningkatan produktifitas ternak.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian juvenil hormon asal ekstrak daun Kisampang (Melicope denhamii) terhadap perkembangan pradewasa nyamuk Aedes aegypti L. pada konsentrasi 10, 20, 30, 40, 50, 60, 70, 80, 90, dan 100 ppm dalam pelarut aquades, metanol dan etanol. dengan lima kali ulangan untuk masing-masing konsentrasi dan pelarut. Pengamatan dilakukan setiap 8 jam sekali. Dari hasil analisis uji statistik ANOVA yang dilanjutkan dengan uji Duncan, diketahui ekstrak daun Kisampang (Melicope denhamii) mengandung zat-zat yang bersifat Juvenil Hormon (JH) sehingga berpengaruh terhadap Konsentrasi Juvenil Hormon (JH) dalam tubuh Aedes aegypti L, terlihat dari perkembangan waktu yang abnormal dengan adanya penambahan dan pengurangan waktu meskipun tidak memperlihatkan nilai yang signifikan. Diketahui pula bahwa tingkat kematian pada stadium larva dan pupa disebabkan efek insektisida daun Kisampang yang lebih besar dibandingkan efek JH pada tanaman tersebut.Berdasarkan persentase rata-rata keberhasilan larva dan pupa menjadi dewasa melalui interaksi antara daun Kisampang dan pelarut, diketahui bahwa  pada pelarut metanol dan etanol persentase tersebut semakin kecil seiring dengan meningkatnya konsentrasi daun Kisampang dalam pelarut. Meskipun demikian nyamuk yang telah mencapai stadium dewasa secara otomatis telah terpapar ekstrak daun Kisampang yang berarti secara fisiologis tubuh nyamuk tersebut telah tergangggu (abnormalitas)

    TINGKAT PENCAPAIAN SIKLUS BIRAHI PADA KAMBING BOERAWA DAN KAMBING KACANG MELALUI TEKNOLOGI LASER PUNKTUR

    No full text
    Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat pencapaian birahi pada kambing boerawa dan kambing kacang dengan penggunaan teknologi laser punktur. Penelitian dilakukan di VBC Kambing Boerawa, Lappa Cenrana Kecamatan Bulupoddo yang berlangsung pada Maret - Apri 2015. Pada penelitian digunakan 10 ekor kambing Boerawa dan 10 ekor kambing Kacang lokal, jenis kelamin betina, umur 10 – 12 bulan atau induk kambing yang telah melahirkan sedikitnya dalam waktu 1,5 bulan , kondisi sehat, tidak dalam keadaan bunting dan tidak dalam keadaan berahi. Untuk mengukur kualitas berahi yang timbul setelah pelaseran, digunakan 2 ekor kambing Pejantan Pengusik yaitu 1 ekor kambing pejantan Boerawa dan 1 ekor pejantan kambing Kacang lokal. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pencapaian siklus berahi melalui penerapan teknologi laser punktur menunjukkan kambing Boerawa memiliki respon lebih tinggi dari pada kambing Kacang, baik dari aspek persentase pencapaian berahi yang mencapai 90%, interval waktu munculnya berahi (onset) maupun kualitas berahi yang dinilai dari beberapa gejala estrus yang diamati

    ANALISIS KETERSEDIAAN C-ORGANIK DI LAHAN KERING SETELAH DITERAPKAN BERBAGAI MODEL SISTEM PERTANIAN HEDGEROW

    No full text
    Lahan kering memiliki potensi besar untuk pengembangan pertanian baik tanaman pangan, hortikultura, maupun tanaman perkebunan. Bahan organik merupakan salah satu faktor pembatas yang sangat berperan untuk menambah hara dan sebagai penyangga hara di lahan kering. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis  kandungan C-organik tanah di lahan kering setelah diterapakan berbagai model sistem pertanian hedgerow. Pengambilan sampel tanah dilakukan pada 4 sistem pertanian, yaitu: (S1) sistem monokultur rambutan; (S2) sistem pertanian terpadu hedgerow Rambutan – Gamal; (S3) sistem pertanian hedgerow terpadu Rambutan – Gamal – jagung; (S4) Sistem Pertanian hedgerow terpadu Rambutan – jagung – gamal – rumput gajah – ternak kambing dan biogas. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tana Karaeng Kecamatan Manuju Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan. Analisis Tanah dilakukan di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah Jurusan Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian dan Kehutanan Universitas Hasanuddin Makassar. Variabel pengamatan adalah kandungan C-organik tanah. Hasil analisis dinilai secara deskriptif dengan membandingkan hasil uji analisis tanah pada berbagai system pertanian hedgerow. Hasil penelitian menunjukkan perlakuansistem pertanian hedgerow rambutan – jagung – gamal – rumput – ternak dan biogas  dan system pertanian hedgerow rambutan – gamal – jagung memberikan hasil terbaik terhadap kandungan C–organik pada lahan kering

    TINGKAT KONSUMSI BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK PADA SAPI BALI YANG DIBERI PAKAN FERMENTASI JERAMI JAGUNG DENGAN MANURE DAN JERAMI KACANG TANAH

    No full text
    Penelitian bertujuan mengkaji pengaruh pemberian kombinasi silase jerami jagung dengan manure ayam dan jerami kacang tanah yang akan berdampak terhadap konsumsi bahan kering dan bahan organik sapi Bali. Dilaksanakan pada Januari sampai Mei 2010. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan lima kombinasi perlakuan, yaitu100% silase jerami jagung +    0 % jerami kacang tanah, 80%  silase jerami  jagung  +  20% jerami  kacang  tanah, silase  jerami  jagung  + 40%  jerami  kacang  tanah, 40%  silase  jerami  jagung  + 60%  jerami  kacang tanah, dan  20 % silase jerami jagung  +    80 % jerami kacang tanah. Masing-masing perlakuan diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan kombinasi ransum silase jeramijagung yang diberi manure dan jerami kacang tanah (40 :60%) memperlihatkan pengaruh terbaik dibanding ransum lainnya. Ini tergambar dari daya cerna bahan kering, daya cerna bahan organik lebih tinggi pada ternak sapi yang diberi ransum tersebut

    PENGARUH PENAMBAHAN MADU PADA PAKAN TERHADAP NISBAH KELAMIN, PERTUMBUHAN DAN SINTASAN BENIH IKAN NILA (Oreochromis Niloticus)

    No full text
    Umumnya maskulinisasi ikan menggunakan horman 17? - methyltestosteron (17? - MT), karena berbahaya bagi lingkungan dan para penggunanya, tidak lagi dianjurkan digunakan. Untuk  itu  dibutuhkan  bahan  alami  sebagai  alternatif  pengganti  hormon  dalam  proses jantanisasi yaitu madu. Madu adalah substansi organik yang mengandung senyawa aromatase inhibitor seperti chrysin dan kalium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan madu pada pakan terhadap nisbah kelamin, pertumbuhan dan sintasan benih ikan nila. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Metode perendaman pakan dengan dosis pemberian 0 ml / kg (kontrol), 100 ml / kg, 200 ml / kg, dan 300 ml / kg. Jenis kelamin ikan nila diidentifikasi dengan metode histologi gonad. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis madu memberikan efek rasio nisbah kelamin, pertumbuhan dan sintasan benih ikan nila, di mana persentase jantan cenderung meningkat dengan meningkatnya dosis madu yang diberikan. Persentase tertinggi ikan nila jantan diperoleh pada perlakuan 300 ml / kg (88,33%), lebih tinggi daripada kontrol 51,67%. Jadi semakin tinggi dosis madu yang diberikan diferensiasi kelamin ke arah jantan akan meningkatan

    KANDUNGAN KALSIUM (Ca) DAN FOSPOR (P) KACANG KORO PEDANG (CANAVALIA ENSIFORMIS ) SEBAGAI ALTERNATIF PAKAN KONSENTRAT PADA RANSUM TERNAK DENGAN MENGGUNAKAN LAMA PERENDAMAN NaCl YANG BERBEDA

    No full text
    Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh perendaman NaCl terhadap kandungan kalsium (Ca) dan Fospor (P)pada kacang koro pedang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan ulangan tiga kali dan tiga taraf perlakuan yaitu . TO= kontrol, TI=  perendaman 1 hari, T2= perendaman 3 hari, T3= perendaman 5 hari.  perendaman kacang koro dengan menggunakan lama perendaman NaCl yang berbeda sangat nyata pada taraf 1% (P<0.01). Pada perlakuantanpa perendaman menghasilkan rata-rata kandungan kalsium 0,90%.  Adapun perlakuan padaperendaman 1 hari  dengan rata-rata kandungan kalsium 0,59%. Hal ini menunjukkan adanya penurunan jumlah kadar kalsium sebanyak 0,31%. Pada hasil perlakuan selanjutnya yaitu perlakuan  perendaman 3 hari dengan rata-rata kandungan kalsium 0,61% . Hal ini menunjukkan penurunan kandungan kalsium sebanyak 0,29% dari perlakuan  tanpaperlakuan. Adapun perlakuan perendaman 5 hari menghasilkan rata-rata 0,52%. Hal ini menunjukkan penurunan  kandungan  kalsium sebanyak  0,38%  dari perlakuan T0. perendaman kacang koro dengan menggunakan lama perendaman NaCl yang berpengaruh sangat nyata. Pada T0 tanpa perlakuan menghasilkan rata-rata 1,10%.  Perlakuan perendaman 1 hari rata-rata kandungan fospor 0,83%, ini menunjukkan adanya penurunan jumlah kadar fospor sebanyak 0,27%. Pada hasil perlakuan selanjutnya yaitu perlakuan perendaman 3 hari dengan rata-rata kandungan kalsium 0,78%,. Hal ini menunjukkan penurunan kandungan fospor sebanyak 0,32% dari  tanpaperlakuan. Adapun perlakuan perendaman 5 hari, penurunan  kandungan  fospor  sebanyak  0,33%  dari perlakuantanpaperlakuandengan nilai rata-rata kandungan fospor 0,77%

    0

    full texts

    529

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Pertanian UMPAR (Universitas Muhammadiyah Parepare)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇