Jurnal Pertanian UMPAR (Universitas Muhammadiyah Parepare)
Not a member yet
    529 research outputs found

    MODEL PENGELOLAAN PERIKANAN RAJUNGAN DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN NELAYAN DI KABUPATEN PANGKEP

    No full text
    Permintaan akan kebutuhan pangan protein rajungan yang sangat tinggi, baik untuk kebutuhan lokal maupun untuk kebutuhan perdagangan regional dan antar negara, menyebabkan eksploitasi penangkapan rajungan pada hampir semua wilayah perairan di Indonesia.  Bahkan di beberapa wilayah perairan tertentu, seperti di perairan pantai Kabupaten Pangkep, telah memperlihatkan ancaman yang serius. Baik terhadap stok sumberdaya rajungan maupun terhadap tingkat pendapatan nelayan yang semakin menurun akibat rendahnya hasil tangkapan yang diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Maksimum Sustainable Yield (MSY) dan Total Allawble Catch (TAC), tekanan eksploitasi setiap alat tangkap rajungan, hubungan jarak daerah penangkapan dari garis pantai dan CPUE. Penelitian ini merupakan penelitian lapang  (experimental fishing) yang menggunakan 3 (tiga) jenis alat penangkap rajungan, yakni bubu lipat, gillnet, dan dogol/cantrang.  Data hasil tangkapan (rajungan) setiap alat dan lokasi penangkapan dikumpulkan dan dicatat jumlah (ekor), berat (gr), lebar karapaks (cm) dan panjang karapaks (cm).  Data statistik sebagai data sekunder berupa produksi tahunan rajungan, produksi rajungan tiap alat tangkap, serta jenis dan jumlah alat tangkap diperoleh dari Dinas Perikanan dan Kelautan kabupaten Pangkep. Alat tangkap yang digunakan memiliki kesamaan di hampir semua wilayah sentra penghasil rajungan, yaitu bubu, gill net, dan dogol. Jarak dari pantai berpengaruh terhadap ukuran dan berat tubuh rajungan, sehingga sangat baik untuk dimanfaatkan sebagai upaya penentuan zonasi dalam penangkapan rajungan yang berkelanjutan. Musim puncak penangkapan rajungan pada periode April sampai Juli dan periode Oktober sampai Nopember. Hasil analisis potensi lestari rajungan periode tahun 2010 sampai 2014 di perairan Pangkep diperoleh Emsy sebesar 768,90 trip, Cmsy sebesar 2963,75 ton/tahun sehingga diperoleh TAC sebesar 2371 ton/tahun dengan tingkat pemanfaatan (Fmsy) sudah mencapai 85%. Tingkat pemanfaatan sebesar 85% yang dihasilkan pada penelitian ini menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan oleh nelayan rajungan di Kabupaten Pangkep telah berada pada ambang batas maksimal. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengendalian terhadap upaya penangkapan rajungan

    PENINGKATAN DAYA SAING DAN APLIKASI MUTU PADA INDUSTRI AYAM PEDAGING

    No full text
    Dalam krisis moneter seperti saat ini, pengembangan agroindustri yang mempunyai peluang dan berpotensi adalah agroindustri yang memanfaatkan bahan baku utama produk hasil pertanian dalam negeri, mengandung komponen bahan impor sekecil mungkin, dan produk yang dihasilkannya mempunyai mutu yang mampu bersaing di pasar internasional. Agroindustri yang dibangun dengan kandungan impor yang cukup tinggi ternyata merupakan industri yang rapuh karena sangat tergantung dari kuat/lemahnya nilai rupiah terhadap nilai dolar, sehingga ketika dolar menguat industri tidak sanggup membeli bahan baku impor tersebut. Keamanan pangan, masalah dan dampak penyimpangan mutu, serta kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dalam pengembangan sistem mutu industri pangan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, industri dan konsumen, yang saat ini sudah harus memulai mengantisipasinya dengan implementasi sistem mutu pangan. Karena di era pasar bebas ini industri pangan Indonesia mau tidak mau sudah harus mampu bersaing dengan derasnya arus masuk produk industri pangan negara lain yang telah mapan dalam sistem mutunya.Manajemen mutu merupakan faktor penting bagi suatu perusahaan untuk menjaga konsistensi mutu produk yang dihasilkan sesuai dengan tuntutan kebutuhan pasar, sehingga perlu dilakukan strategi manajemen mutu untuk semua tahapan proses produksi. Untuk mencapai keunggulan daya saing industri pemotongan ayam pedaging melalui keunggulan produktivitas mutu, diperlukan perumusan strategi  yang tepat. Metode analisis data untuk mengidentifikasi dan menentukan faktor-faktor bahaya pada tahapan proses produksi karkas ayam pedaging di perusahaan yang digunakan dalam manajemen mutu dilakukan dengan menggunakan metode hazard analysis critical control point (HACCP). Metode analisis data untuk menentukan prioritas alternatif strategi manajemen mutu proses produksi karkas ayam pedaging berdasarkan sistem  manajemen mutu (SMM) dan  sistem manajemen kemanan pangan (SMKP) untuk menciptakan daya saing mutu dalam industri pemotongan ayam yang berdaya saing tinggi dilakukan dengan menggunakan metode analytical hierarchy proses (AHP). Berdasarkan analisis self assessment terhadap penerapan sistem manajemen mutu menunjukkan bahwa perusahaan hanya memenuhi sebagian dari keseluruhan unsur-unsur yang terkait dengan SMM (ISO 9001:2000), yakni pada manajemen umum, manajemen sumber daya manusia dan infrastruktur, serta manajemen operasional. Di lain pihak, analisis self assessment terhadap SMKP, menunjukkan bahwa perusahaan telah memenuhi sebagian besar dari keseluruhan unsur-unsur yang terkait dengan SMKP, yakni pada kebijakan mutu, deskripsi produk, persyaratan dasar, bagan alir produksi, prosedur verifikasi, penetapan dokumentasi dan pemeliharaan pencatatan, prosedur penanganan konsumen, dan prosedur recall

    PENGGUNAAN MIKROORGANISME LOKAL (MOL) SEBAGAI KOMPONEN PROBIOTIK UNTUK MEMPERCEPAT PERTUMBUHAN IKAN SIDAT (ANGUILLA MARMORATA)

    No full text
    Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh mikroorganisme lokal (mol) sebagai komponen probiotik terhadap pertumbuhan ikan sidat (Anguilla marmorata) pada stadium elver. Hasil yang didapatkan diharapkan dapat menjadi bahan informasi tentang pemanfaatan mikroorganisme lokal yang diperoleh dari limbah buah-buahan  dalam pakan untuk ikan sidat.Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan menggunakan rancangan percobaan pola Acak Lengkap. Perlakuan pada penelitian ini adalah penambahan larutan MOL ke dalam pakan ikan sidat pada taraf 2 ml/100 gram pakan (A), taraf 4 ml/100 gram pakan (B) dan taraf 6 ml/100 gram pakan (C) dan masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Ikan Sidat  yang digunakan mempunyai berat rata-rata 46, 22 gram , dipelihara dalam waring  60 x 80 x 80 cm3sebanyak 9 buah dengan kepadatan 25 ekor/wadah dengan sistim air mengalir. Pemberian pakan dilakukan 2 kali setiap hari (pukul 08:00, dan 17:30 WITA).Penelitian berlangsung selama 6 minggu dan setiap minggu, ikan ditimbang untuk menyesuaikan jumlah pakan yang diberikan. Parameter yang diamati berupa pertambahan berat ikan sidat uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian mikroorganisme lokal (MOL) ke dalam pakan ikan sidat uji ternyata memberikan respon terhadap pertambahan berat ikan sidat uji.  Pemberian mikroorganisme lokal pada taraf 6 ml/100 gram pakan memiliki pertambahan berat tertinggi yaitu sebesar 166,74 gram, disusul perlakuan B (147,46 gram) dan terendah pada perlakuan A (119,23 gram )

    ANALISIS JUMLAH TELUR CUMI-CUMI BERDASARKAN MUSIM

    No full text
    Cumi-cumi (Cephalopda) dapat mengisi pasaran internasional sebagai salah satu hasil perikanan, selain ikan dan udang.  Salah satu upaya pengelolaan sumber daya cumi-cumi adalah membuatkan tempat sebagai sarang (atraktor) untuk berkumpul berteduh, mencari makan, dan menempelkan telur sehingga populasinya dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui musim penempelan telur cumi-cumi dan pola sebaran parameter oseanografi dan kelimpahan telur cumi-cumi berdasarkan ruang dan waktu. Atraktor ditempatkan pada perairan dengan kedalaman 4 - 10 meter. Pengumpulan data jumlah telur yang menenmpel dilakukan pada Musim Peralihan dan Musim Timur tahun 2011-2012. Data dianalisis dengan analisis deskriptif frekuensi  kemudian dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney  untuk melihat perbedaan yang signifikan antara jumlah telur yang menempel pada atraktor dan  perbedaan  jumlah telur pada musim yang berbeda. Uji koefisien korelasi Spearmann untuk melihat hubungan jumlah telur dengan faktor lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan musim penempelan telur cumi-cumi di perairan Spermonde khususnya  diperairan Pulau Samatellu Lompo terjadi di  Musim Timur. Pada musim peralihan, salinitas dan iluminasi cahaya menunjukkan hubungan korelasi positif. Sedangkan pada Musim Timur, kecepatan arus dan salinitas menunjukkan korelasi negatif dengan jumlah telur cumi-cumi yang menempel pada atraktor

    PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG LEMPUYANG (ZINGIBER AROMATICUM VAL) DAN TEPUNG KUNYIT (CURCUMA DOMESTICUS) TERHADAP KONSUMSI DAN KONVERSI RANSUM BROILER

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dan konsentrasi pemberian tepung lempuyang (Zingiber aromaticum val) dan tepung kunyit  (Curcuma domestika) terhadap konsumsi dan konversi ransum broiler. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan ulangan sebanyak tiga kali dan lima taraf perlakuan yaitu P0 = kontrol, P1= Tepung kunyit 0,5 % + Tepung lempuyang 0,5%, P2 = Tepung kunyit 0,5 % + Tepung lempuyang 2,5%, P3 = Tepung kunyit 0,5 % + Tepung lempuyang 4,5% dan P4= Tepung kunyit 0,5 % + Tepung lempuyang 6,5%. Konsumsi ransum pada perlakuan  P3 lebih tinggi dibanding dengan yang lainnya.  Perlakuan P0, P1 dan P2 berbeda sangat nyata. Konsumsi ransum ayam broiler tertinggi diperoleh dari perlakuan P3 sebesar 0,37 disusul P2, P1, dan P0 masing-masing 0,35: 0,34, dan 0,32. Pada konversi ransum ayam broiler, pembemberian tepung Lempuyang (Zingiber aromaticum val) perlakuan P0 berbeda nyata dengan perlakuan P4, namun  tidak berbeda nyata dengan P1,P2 dan P3. Nilai rata – rata konversi ransum terrendah adalah P3 yaitu 0,63, dan tertinggi pada P1, yaitu 0,74. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa pemberian tepung lempuyang dan kunyit pada pakan dengan konsentrasi 4,5 % dapat memperbaiki konsumsi dan konversi ransum broiler serta konversi ransum yang tertinggi diperoleh dari perlakuan  tepung kunyit 0,5 % + tepung lempuyang 0,5 % dan yang terendah pada perlakuan  tepung kunyit 0,5 % + tepung lempuyang 4,5 %

    SIMULASI MODEL AQUACROP UNTUK ANALISIS PENGELOLAAN AIR TANAMAN PADI LADANG

    No full text
    Kekurangan pangan menjadi hal yang sangat sering dipertimbangkan saat ini. Faktor yang tak bisa dihindari dari kekurangan pangan saat ini adalah fluktuasi perubahan  iklim dan cuaca. Kekurangan  pangan  tersebut dapat dipenuhi dengan penyediaan produksi padi pada lahan kering melalui tanaman padi ladang. Tujuan penelitian untuk (1) mengadaptasi dan menguji kemampuan model; (2) menentukan interaksi faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pengelolaan lingkungan produksi; (3) memperoleh informasi ataupun prediksi pengelolaan lingkungan produksi. Penelitian dilaksanakan di Teaching Farm Universitas Hasanuddin Makassar Sulawesi Selatan, pada Februari sampai Juni 2013, menggunakan metode pengumpulan data melalui (1) Pengamatan langsung dilapangan (Field research), (2) Pengujian Contoh Tanah Di Laboratorium (3) Studi pustaka (library research), dan  metode analisis datanya menggunakan dua software yaitu software ETo Calculator (V.3.2) dan Software Aquacrop (V.04) Metode analisis  menggunakan dua program yaitu ETo Calculator Versi 3.2 dan program aquacrop versi 4.0 tahun 2012. Hasil penelitian menujukan dari hasil simulasi kebutuhan air tanaman padi ladang, total air tesedia terendah pada tahun 2005 yaitu 2,71 mm.hari-1 sedangkan tertinggi pada tahun 2008 yaitu 289,2 mm/hari. Secara ideal simulasi yang dilakukan dapat dilihat pada tahun 2007-2011 dimana produksi meningkat dari 1,93 ton/ha menjadi 2,61 ton.ha-1. Berdasarkan validasi yang dilakukan model terhadap hasil produksi menggunakan data BPS Sulsel, model mampu dijalankan dengan baik dengan ketepatan prediksi mencapai 87,0 %. Output dari program akan sangat membantu para pengguna di bidang pertanian

    KARAKTERISTIK HABITAT DAN KELIMPAHAN IKAN HIAS INJEL BATMAN (POMACANTHUS IMPERIOR) DI PERAIRAN KABUPATEN PANGKEP, SULAWESI SELATAN

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah mengestimasi dan menganalisis kelimpahan ikan hias Injel Batman (Pomacanthus imperior) berdasarkan kondisi tutupan karang hidup di perairan Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Metode penelitian didasarkan pada sampling paralel antara kelimpahan (visual sensus) dan prosentase  tutupan karang hidup (Point Intercept Transect)  di lokasi penelitian. Lokasi penelitian di Perairan Kepulauan Liukang Tumpabbiring dan Kepulauan Liukang Tangaya. Hasil menunjukkan  Kepulauan Liukang Tupabbiring mempunyai kelimpahan ikan 0,00005 ekor.m-2 dengan standing stock 138 ekor dan peraiaran Kecamatan Liukang Tangaya sebanyak 0,005 ekor. m-2 dengan standing stock 35.121 ekor. Kelimpahan ikan Injel Batman tidak berkorelasi positif dengan tutupan karang hidup tetapi keberadaannya  dipengaruhi oleh struktur bentuk pertumbuhan karang (karasteristik habitat) yaitu di antara celah karang bercabang, submasive dan masive

    ANALISIS USAHATANI INTEGRASI ANTARA TANAMAN TERUBUK (SACCHARUM EDULE HASSKARL) DENGAN TERNAK SAPI

    No full text
    Tanaman terubuk selain dikonsumsi sebagai sayuran, terubuk juga mempunyai potensi sebagai pakan yang dapat mengatasi kendala utama yang dihadapi petani dalam meningkatkan produktivitas sapi, sehingga dapat diupayakan untuk menjadi salah satu alternatif dalam meningkatkan kesejahteraan petani dengan melakukan usahatani terpadu. Penelitian ini bertujuan : Menganalisis besar pendapatan dari usaha tani integrasi terubuk dengan usaha ternak sapi di Kecamatan Luwuk Timur Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Luwuk Timur Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah pada bulan maret - mei 2013. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Jumlah Populasi 30 orang yang terdiri dari 15 petani dan 15 peternak. Data dikumpulkan dengan cara: Untuk Menganalisis pendapatan dari usaha tani integrasi terubuk dengan usaha ternak sapi dengan menggunakan rumus Pd = TR – TC. Hasil penelitian adalah Besar pendapatan dari Integrasi usaha tani terubuk dengan usaha ternak sapi adalah sebesar Rp. 20,605,800/ha/ekor/tahun.

    ANALISIS USAHA TANI PADI SAWAH MENGGUNAKAN SISTEM LEGOWO DI KECAMATAN KAMANG MAGEK KABUPATEN AGAM SUMATERA BARAT

    No full text
    Salah satu subsektor pertanian yang dijadikan sebagai fokus untuk dikembangkan oleh negara adalah pada bidang tanaman pangan khususnya beras. Dalam pelaksanaannya untuk meningkatkan produktivitas padi sebagai mana yang direncanakan maka dilaksanakan intensifikasi lahan dengan menerapkan penemuan dari tehnologi baru. Pada penelitian ini pemerintah telah melakukan introdusir tehnologi baru dimana dibudidayakan varietas padi unggulan yang diusahakan dengan pendekatan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) dimana program ini bertujuan untuk mengenalkan sistem teknologi tanam yang baru yang dinamakan dengan sistem legowo. Berdasarkan hasil penelitian maka didapatkan hasil perhitungan pendapatan dan keuntungan. Dimana komponen biaya yang dibayarkan terdiri dari pembelian benih, pembelian pupuk, upah TKLK, dan sewa alat (traktor). Sedangkan biaya yang diperhitungkan adalah penyusutan peralatan tetap,  biaya TKDK dan bunga modal. Dari data didapatkan bahwa pendapatan petani yang menerapkan legowo adalah sebesar Rp14.322.183,33/luas lahan/MT dan keuntungan sebesar Rp 13.916.759,33 atau bila dikonversikan per hektar maka didapatkan pendapatan sebesar Rp 23.135.719,44/Ha dan keuntungan sebesar Rp 16.286.159,07/Ha

    KAJIAN PERUBAHAN DESAIN KEMASAN PADA PRODUK BUMBU TRADISIONAL MAKASSAR

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) meninjau mekanisme perusahaan melakukan perubahan desain produk, (2) untuk melihat promosi dilakukan perusahaan pada saat perubahan produk pengepakan desain, dan (3) untuk mengidentifikasi perubahan volume penjualan sebelum dan setelah produk pengepakan desain dilakukan. Kajian ini dilakukan di UD. AL-MINAH yang terletak di Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif, sehingga digunakan data deskriptif untuk menjelaskan temuan studi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara untuk menghasilkan data primer dan pengamatan untuk menghasilkan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama periode tiga perubahan produk pengepakan desain (plastik polyetilen, plastik polypropilen dalam bentuk pot, dan kemasan fleksibel stand-up pouch) menyebabkan peningkatan volume penjualan produk berbagai bumbu dari UD AL-MINAH. Setiap periode perubahan desain pengemasan, perusahaan mempertimbangkan pilihan kemasan jenis melalui survei pasar, produk menunjukkan, diskusi tentang penelitian dan pengembangan dengan packing firma konsultasi desain produk. Perusahaan melakukan promosi produk melalui produk, persaingan dan iklan di media massa

    0

    full texts

    529

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Pertanian UMPAR (Universitas Muhammadiyah Parepare)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇