Jurnal Pertanian UMPAR (Universitas Muhammadiyah Parepare)
Not a member yet
    529 research outputs found

    ANALISIS MARGIN PEMASARAN SAPI BALI PADA KELOMPOK TANI RAMAH LINGKUNGAN DI DESA GALUNG KECAMATAN BARRU KABUPATEN BARRU

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah mengetahui saluran pemasaran Sapi Bali di kelompok tani Ramah Lingkungan Kecamatan Barru Kabupaten Barru, dan mengetahui margin pemasaran pada setiap lembaga pemasaran. Penelitian ini dilaksanakan pada Kelompok Tani Ramah Lingkungan di Kecamatan Barru Kabupaten Barru dengan jumlah sampel responden sebanyak 25 orang. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif berdasarkan survei dan pengamatan yang dilakukan, serta dengan menghitung share margin untuk setiap saluran pemasaran. Hasil data menyatakan bahwa Ragam saluran pemasaran sapi pada kelompok tani Ramah Lingkungan di Kabupaten Barru dibagi menjadi tiga, yaitu: Saluran I, Anggota Kelompok ke Pedagang Pengumpul; Saluran II, Anggota Kelompok ke Pedagang Pengecer; dan Saluran III, Anggota Kelompok ke Konsumen. Pola distribusi ternak sapi pada Kelompok Tani Ramah Lingkungan di Kabupaten Barru secara umum masih panjang dan melibatkan banyak pelaku pasar, sehingga mengakibatkan adanya beban biaya pemasaran yang menjadi beban konsumen semakin tinggi. Saluran pemasaran yang panjang menyebabkan meningkatnya margin pemasaran, sehingga harga akhir yang harus dibayar oleh konsumen menjadi lebih tinggi dan bagian harga yang harus diterima oleh peternak sebagai produsen menjadi semakin kecil

    SISTEM PEMASARAN DAN NILAI TAMBAH PRODUK OLAHAN UBI JALAR KECAMATAN POLONGBANGKENG UTARA KABUPATEN TAKALAR

    No full text
    Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pemasaran dan nilai tambah ubi jalar, yang meliputi: saluran pemasaran, margin pemasaran, efisiensi pemasaran, Farmer Shares dan nilai tambah olahan ubi jalar dalam bentuk bakwan dan pastel ubi jalar. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Lassang Barat dan Desa Timbuseng Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar. Adapun Sampel dalam penelitian ini adalah petani dan pedagang yang terlibat dalam proses pemasaran ubi jalar yang dilakukan secara teknik snowball sampling sebanyak 20 orang, sedangkan sampel untuk nilai tambah sebanyak 10 orang yang mengelolah bakwan dan pastel sebagai usaha rumah tangga yang dipilih secara sengaja. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa (1) Saluran pemasaran terdiri dari empat yaitu saluran I: petani-pemilik usaha rumah tangga, Saluran II: Petani Pedagang pengumpul-pemilik usaha rumah tangga, Saluran III: petani-pedagang pengumpul-pedagang pengecer-konsumen, dan Saluran IV: petani-pedagang pengumpul-pedagang besar-pedagang pengecer-konsumen. (2) Margin pemasaran terbesar pada saluran keempat, (3) Efisiensi pemasaran tergolong dalam kategori efisien pada setiap saluran,namun yang paling efisien adalah saluran pemasaran I, (4) Farmer share yang diperoleh terbesar diterima pada saluran pemasaran I yaitu 100%, (5). Nilai tambah yang diperoleh pada pengolahan ubi jalar menjadi bakwan sebesar Rp. 53,483, sedangkan menjadi pastel memberikan nilai tambah Rp. 75.890

    SKREENING BAKTERI ASAM LAKTAT (BAL) BERSIFAT AMILOLITIK DARI GASTROINTESTINAL LOBSTER AIR TAWAR (CHERAX QUADRICARINATUS)

    No full text
    Penelitian bertujuan ini adalah untuk mengisolasi bakteri asam laktat dari gastrointestinal lobster air tawar (Cherax quadricarinatus), yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri patogen dan mempercepat pertumbuhan bakteri menguntungkan yang menghasilkan lebih banyak jumlah enzim kontribusi dalam penyerapan nutrisi. Isolasi bakteri dilakukan dengan pembiakan bakteri di MRS dan MRSA media dan digojok selam 24 - 48 jam. koloni yang berbeda dipindahkan ke MRSA media isolasi. bakteri terisolasi secara fisik dan kimia dianalisis. Konfirmasi koloni terisolasi dilakukan dengan menggunakan CaCO3 dan analisis ketahanan pada kondisi asam (pH 2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 9 spesies bakteri yang diisolasi dari gastrointestine yang memiliki karakteristik fisik dan kimia yang berbeda. Enam dari mereka adalah bakteri asam laktat benar. Setelah analisis resistensi yang dilakukan pada asam lambung, ada 3 isolat resisten pada pH 2. isolat ketiga kemudian disimpan sebagai laktat kandidat bakteri asam. Untuk mengkonfirmasi isolat ketiga sebagai bakteri asam laktat, diperlukan analisis lebih lanjut terdiri dari analisis perekat, analisis tahan suhu, analisis antagonis dan analisis fakultatif

    RESPON PERTUMBUHAN PADI (ORYZA SATIVA L.) PADA BERBAGAI KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR DAUN GAMAL

    No full text
    Penelitian ini dilaksanakan di desa Olang, Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu mulai Agustus sampai Desember 2015. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai konsentrasi Pupuk Organik Cair (POC) dari Daun Gamal terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri atas 5 perlakuan yaitu Tanpa perlakuan (kontrol), 5 ml/liter air, 10 ml/liter air, 15 ml/liter air, dan 20 ml/liter air. Hasil penelitian menujukkan bahwa pemberian Pupuk Organik Cair dari Daun Gamal dengan konsentrasi 10 ml/liter air menunjukkan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi pada semua parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman (37,83 cm), jumlah anakan (35,03), waktu keluarnya malai (71.36 hari), jumlah malai (20.72 bulir), berat gabah/rumpun (41.98 gram) dan berat gabah/hektar (6,2 ton)

    ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI PEMANFAATAN RUANG TANAMAN KAKAO (THEOBRAMA CACAO L.) BERDASARKAN KELAS KESESUAIAN LAHAN EKONOMI DI KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat kelayakan usahatani dan kelas kesesuaian lahan ekonomi tanaman kakao. Analisis data menggunakan Sistem Otomatisasi Evaluasi Lahan (ALES)  untuk menentukan kelas kesesuaian lahan ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan ruang pada satuan lahan yang diteliti menguntungkan untuk pengembangan tanaman kakao yakni Satuan Lahan 1 dan 4 senilai Rp.58.220.670,-; Satuan Lahan 2 sebesar Rp.36.946.160,-; Satuan Lahan 5 dan 6 sebesar Rp.22.763.150,-; Satuan Lahan 3 sebesar Rp.13.657.900,-. Sedangkan nilai kelas kesesuaian lahan ekonomi tanaman kakao berdasarkan kelas kesesuaian lahan fisik dengan mempertimbangkan faktor pendukung dan faktor penghambat di masing-masing satuan lahan,  dengan menggunakan Automated Land Evaluation System, hasilnya yakni satuan lahan 1, 2 dan 4, nilai kesesuaian lahannya agak menguntungkan dengan batas minimal keuntungan antara Rp.8.000.000,- sampai dengan Rp.25.000.000,-/ha/tahun, Satuan lahan 3, 5 dan 6 nilai kesesuaian lahan marginal menguntungkan dengan batas minimal antara Rp.1.000.000,- sampai dengan Rp.8.000.000,-

    PENGEMBANGAN BIOPROSES JAGUNG PULUT MENJADI PRODUK OLAHAN BREM CAIR

    No full text
    Brem merupakan olahan  lanjutan dari hasil fermentasi tape yang dibuat dari beras ketan. Bahan baku dalam pembuatan tape diperlukan kandungan amilopektin yang tinggi, jagung pulut sebagai bahan pangan yang mempunyai amilopektin  tinggi yaitu  74-76% yang diharapkan dapat menghasilkan produk olahan  brem cair. Tujuan khusus penelitian adalah untuk mengkaji kandungan kimia mutu  brem cair jagung pulut dengan perlakuan persentase penambahan ragi dan  waktu fermentasi yang  berbeda.Desain penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL), dengan dua faktor .Masing – masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali ulangan.   Data hasil pengamatan dilanjutkan  dengan analisis sidik ragam (analysis of variance) menggunakan software SPSS V. 19. Hasil penelitian disimpulkan bahwa  perlakuan penambahan ragi dan lama fermentasi  didapatkan hasil yang terbaik adalah perlakuan penambahan ragi (A1) = 0,5 persen dan lama fermentasi (B1) = 5 hari dengan kadar gula 35,5 persen, kadar total asam 2,61, kadar alkohol 6,04 serta uji organoleptik warna , aroma dan rasa mendapat penilai  suka oleh panelis

    SISTEM BAGI HASIL NELAYAN PUKAT CINCIN DI KOTA PAREPARE

    No full text
    Perikanan merupakan salah satu sub sektor yang diharapkan mampu menjadi penopang peningkatan kesejahteraan rakyat Indonesia. Sub sektor perikanan dapat  berperan dalam pemulihan dan pertumbuhan perekonomian karena potensi sumberdaya ikan yang besar dalam jumlah dan keragamannya.Indonesia sebagai negara maritim, sebagian besar memperoleh nafkah dari laut. Ada yang berusaha dengan mengandalkan modal dan kemampuan orang lain atau secara bersama-sama antara nelayan pemilik (punggawa kapal) dengan nelayan penggarap (sawi) mengoperasikan alat tangkap ikan ataupun dengan menyerahkan sepenuhnyakepada orang lain.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem bagi hasil dan pendapatan nelayan Pukat cincin (Purse Seine) di Kota Parepare. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini ada dua yaitu data primer (nelayan) dan data sekunder (DKP dan BPS). Analisis data dilakukan dengan menghitung jumlah hasil tangkapan dan keuntungan dari usaha yang dilakukan. kemudian dibagi menurut sistem bagi hasil yang berlaku dikelompok nelayan yang diteliti. Hasil penelitian ini menunjukkan Sistem bagi hasil yang dilakukan oleh nelayan pukat cincin di PPI Cempae Soreang kota Parepare adalah dengan cara mengurangi semua hasil penjualan ikan selama satu bulan dengan semua biaya yang dikeluarkan dalam satu bulan. Hasil bersih tersebut dibagi dua dengan pemilik kapal dan sawi. Selanjutnya bagian untuk sawi dibagi lagi berdasarkan tugas dan tanggung jawab dari sawi yaitu untuk punggawa sawi, pabbuang batu, pabbuang pelampung masing-masing mendapat tambahan 0,5 lebih besar dari sawi biasa, pendapatan yang diperoleh nelayan pukat cincin khususnya untuk sawi masih rendah yaitu rata-rata per bulan sebesar Rp 671.875,-

    ANALISIS KANDUNGAN PROTEIN KASAR DAN SERAT KASAR TONGKOL JAGUNG SEBAGAI PAKAN TERNAK ALTERNATIF DENGAN LAMA FERMENTASI YANG BERBEDA

    No full text
    Penelitian bertujuan untuk mendapatkan pakan alternatif yang berkualitas untuk ternak ruminansia dengan memanfaatkan limbah pertanian yaitu tongkol jagung. Tujuan utama penelitian ini untuk mengetahui kandungan nutrisi tongkol jagung setelah difermentasi dengan Aspergillus niger. Penelitian ini merupakan teknologi pakan dengan teknik fermentasi menggunakan mikroorganisme yang selanjutnya dilakukan analisis proksimat, meliputi kandungan protein kasar, serat kasar, lemak kasar, Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen (BETN), Kalsium, dan Fosfor. Penelitian eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap, dengan 4 perlakuan yang diulang 3 kali, sehingga terdapat 12 satuan percobaan. Keberhasilan penelitian ini diharapkan akan dapat diperoleh informasi perlakuan yang paling baik dalam fermentasi pakan dengan Aspergillus niger, dan tersedianya pakan ternak ruminansia dengan memanfaatkan limbah-limbah pertanian untuk menunjang program penyediaan pakan lokal. Selain itu meningkatnya profesionalisme dalam penelitian, pengembangan ilmu dan teknologi serta publikasi ilmiah serta menemukan inovasi teknologi yang dapat dengan mudah diaplikasikan kepada petani dan peternak. Hasil penelitian menunjukkan pemberian 1% Aspergillus niger dengan fermentasi 8 hari menghasilkan kandungan protein kasar terbaik, yaitu 4,95%. Sedangkan kandungan serat kasar terbaik pada perlakuan fermentasi 4 hari + 1% Aspergillus niger

    PENINGKATAN PERTUMBUHAN VEGETATIF PADI AROMATIK LOKAL ENREKANG MENGGUNAKAN CENDAWAN ENDOFIT

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh cendawan endofit terhadap pertumbuhan vegetatifpadi aromatik lokal Enrekang. Metode yang digunakan adalah penyelubungan benih padi dengan tepung cendawan endofit. Cendawan endofit yang digunakan yaitu Penicilliumsp, Aspergillus sp dan Aspergillus niger. Pembanding (kontrol) adalah tanaman yang tidak diberi perlakuan cendawan endofit. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Kelompok, terdiri atas 8 perlakuan yang diulang 3 kali.  Parameter pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan, panjang akar, berat kering tajuk, dan berat kering akar. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA pada taraf 5% dan uji lanjut Duncan. Ketiga cendawan endofit  yaitu Penicillium sp, Aspergillus sp dan Aspergillus niger berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan, panjang akar, berat kering akar dan berat kering tajuk padi Pulu Lotong dan Pulu Mandoti. Penicillium sp memberikan hasil terbaik terhadap jumlah anakan, panjang akar dan berat kering akar. Aspergillus niger memberikan hasil terbaik terhadap tinggi tanaman, berat kering [email protected]

    TINGKAT PENERAPAN AGRIBISNIS PADA USAHATANI JAGUNG HIBRIDA DI DESA SIPATUO KECAMATAN PATAMPANUA KABUPATEN PINRANG

    No full text
    Kabupaten Pinrang salah satu sentra pengembangan tanaman jagung hibrida di Sulawesi Selatan. Tahun 2014 mampu menyumbangkan produksi sebesar 29.723 ton jagung pipil yang tersebar di beberapa kecamatan, diantaranya adalah Kecamatan Patampanua yang berdasarkan data mampu memproduksi jagung pipil sebesar 90.119 ton, setiap tahunnya meningkat 3.35 ton. Sementara peningkatan tersebut belum mampu menutupi laju permintaan. Ini menunjukkan produksi jagung hibrida  perlu ditingkatkan. Terutama dalam hal penerapan pola agribisnis yang berhubungan dengan penyiapan dan pengadaan sarana produksi, proses produksi, proses pasca panen, proses pemasaran dan kelembagaan pendukung. Penelitian bertujuan mengetahui tingkat penerapan agribisnis jagung Hibrida sebagai pedoman para petani jagung hibrida dalam mengelola usahataninya di Desa Sipatuo Kecamatan Patampanua Kabupaten Pinrang. Penentuan responden adalah 10 % yang dipilih dari total populasi 210 petani, yaitu 21 orang yang dipilih dengan acak sederhana. Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah  data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan tingkat penerapan sistem agribisnis dalam usahatani jagung hibrida yang meliputi subsistem faktor penyiapan dan pengadaan sarana produksi, faktor produksi, proses pascapanen, dan proses pemasaran hasil produksi. Berdasarkan  penelitian yang termasuk dalam kategori tinggi sebanyak 13 orang atau 61,90% dan termasuk dalam kategori rendah sebanyak 8 orang atau 38,10%. Nilai skoring responden yang diperoleh adalah kategori tinggi sebesar 426 dan kategori rendah sebesar 194. Hal ini menujukkan bahwa pada umumnya petani responden melakukan penerapan agribisnis pada sub-sub sistem tersebut sesuai dengan anjuran karena beberapa factor penghambat misalnya kurangnya modal usahatani, masih rendahnya tingkat pengetahuan, ketrampilan dan sikap dan akses Pasar. Rata-rata jumlah produksi dan usahatani jagung hibrida responden sebesar 5.766 kg.ha-1, dengan total biaya produksi yang dikeluarkan Rp.5.516.000 ha-1. Harga jagung hibrida pipil kering yang berlaku pada saat penelitian berlangsung adalah 2.900 kg

    0

    full texts

    529

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Pertanian UMPAR (Universitas Muhammadiyah Parepare)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇