Jurnal Pertanian UMPAR (Universitas Muhammadiyah Parepare)
Not a member yet
    529 research outputs found

    ANALISIS PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP PRODUK OLAHAN AYAM DI KOTA MAKASSAR

    No full text
    Preferensi masyarakat akan konsumsi produk perunggasan khususnya daging ayam mulai bergeser. Hal ini dapat terlihat dari meningkatnya permintaan produk olahan daging ayam yang diikuti dengan ketersediaan ragam bentuk olahan dari para produsen.  Tujuan penelitian ini yaitu menentukan tingkat kepentingan relatif atribut yang mencerminkan kesukaan konsumen terhadap produk olahan ayam, menentukan utilitas masing-masing level atribut produk olahan ayam dan menganalisis preferensi konsumen terhadap produk olahan ayam.  Penelitian ini dilaksanakan selama dua bulan yaitu mulai bulan Juli sampai Agustus 2017 di Kota Makassar.  Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang berkunjung di  pasar modern yang ada di Kota Makassar. Penarikan sampel pada penelitian ini ditetapkan sebanyak 100 responden.  Pengambilan sampel dilakukan dengan cara Accidental sampling.  Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis konjoin. Hasil penelitian menunjukkan  atribut-atribut produk olahan ayam yang menjadi preferensi konsumen atau yang lebih disukai oleh konsumen yaitu harga > Rp. 40.000,- dengan aroma yang dominan ayam dan bumbu, berlabel SNI dan memiliki kemasan ukuran sedang. Serta yang menjadi pertimbangan utama sampai terakhir oleh konsumen pada saat membeli produk olahan ayam adalah dimulai dari faktor harga, kedua faktor kemasan, ketiga faktor aroma dan faktor label menjadi faktor terakhir dalam penelitian ini

    PENGOLAHAN SAYUR BAYAM MENJADI ES KRIM: PENGEMBANGAN KREATIVITAS MASYARAKAT DESA

    No full text
    Tujuan program ini adalah mengolah sayur bayam menjadi es krim sekaligus membina petani sayur bayam dan masyarakat agar lebih inovatif dan kreatif dalam memberikan nilai tambah hasil pertanian mereka yang melimpah dan mudah didapatkan sehingga lebih berdaya guna dan bernilai ekonomis. Pembuatan es krim sebenarnya sederhana saja, yakni mencampurkan bahan-bahan dan kemudian mendinginkan. Es krim yang biasanya terdapat di pasaran biasanya terbuat atau berbahan dasar susu cair. Metode yang digunakan dalam program ini yakni dengan melakukan penyuluhan sekaligus pelatihan kepada masyarakat setempat tentang pengolahan sayur bayam menjadi sebuah produk yang lebih menarik dan berniali ekonomis yaitu es krim bayam yang selanjutnya akan dipasarkan oleh BUMDes sebagai lembaga bisnis kolaborasi pemerintah desa dan masyarakat. Kegiatan ini dilakukan dengan dukungan dari pemerintah setempat serta mahasiswa STIE Muhammadiyah Palopo. Selain itu masyarakat Desa Burau, Kecamatan Burau khususnya para petani serta kelompok kelompok masyarakat sekitarnya diberdayakan dalam kegiatan ini. Hingga saat ini program pelatihan kepada masyarakat mengenai pembuatan es krim bayam telah dilakukan, selain itu pengetahuan mengenai pemasaran dan perhitungan harga pokok juga diberikan kepada masyarakat. Monitoring terhadap kegiatan masih akan terus dilakukan sebagai rencana tahapan selanjutnya

    APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR BERBAHAN DASAR BATANG PISANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TOMAT (LYCOPERSICUM ESCULENTUM MILL.)

    No full text
    Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) merupakan sayuran buah yang tergolong tanaman semusim dan banyak mengandung vitamin dan mineral. Batang pisang yang selama ini dianggap sebagai sampah dan berbau, ternyata banyak mengandung unsur kimia yaitu kalium, fosfor dan kalsium yang berpotensi untuk dijadikan pupuk. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan berupa Pupuk Batang Pisang (P). Pemupukan terdiri dari empat perlakuan, yaitu P0 (0 ml/aplikasi), P1 (350 ml/aplikasi), P2 (500 ml/aplikasi) dan P3 (650 ml/aplikasi). Tiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 16 unit pengamatan. Pertumbuhan tanaman tomat dengan nilai tertinggi pada tinggi tanaman dan jumlah daun diperoleh pada perlakuan 650 ml/aplikasi. Sedangkan pada masa generatif perlakuan 650 ml/aplikasi juga menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap jumlah buah, berat buah pertanaman, dan berat buah perbedengan

    KONTRIBUSI PENERAPAN SISTEM TANAM LEGOWO TERHADAP PENDAPATAN DAN KELAYAKAN USAHATANI PADI DI KECAMATAN TANETE RIATTANG KABUPATEN BONE

    No full text
    Teknologi jajar legowo 2:1 adalah teknik rekayasa tanam antar rumpun dan antar barisan. Teknik ini menyebabkan pemadatan rumpun padi dalam barisan dan melebar antar jarak barisan. Rumpun padi pada barisan pinggir memperoleh manfaat sebagai tanaman pinggir. Kabupaten Bone adalah salah satu daerah di Provinsi Sulawesi Selatan yang memiliki potensi lahan sawah yang luas. Kecamatan Tanete Riattang adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Bone dengan luas panen 2.089 Ha dan luas produksi sebesar 13.258 Ha dengan Indeks Pertanaman (IP) mencapai 200-300. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Ta’, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone. Jumlah sampel sebanyak 30 orang petani yang terdiri dari 15 orang petani sistem tanam legowo dan 15 orang petani sistem tanam non legowo. Untuk mengetahui tingkat keuntungan menggunakan teknologi jajar legowo digunakan analisis pendapatan, analisis R/C ratio, dan analisis komparatif. Rata-rata produktivitas lahan untuk sistem tanam jajar legowo 1.436 ton/ha dengan total rata-rata pendapatan petani sebesar Rp 3.366.885,-. Rata-rata produktivitas untuk tanam non jajar legowo 0,566 ton/ha dengan total rata-rata pendapatan petani sebesar Rp 2.726.759,-. Nilai R/C ratio sebesar 2.61, yang berarti bahwa usahatani dengan pola tanam jajar legowo layak untuk diusahakan

    IbM PENGUASAAN PRACTICAL ENGLISH DENGAN MEMFASILITASI “A SELF STUDY BOOK OF ENGLISH DAILY CONVERSATIONS AND WORDS” KEPADA SISWA-SISWI DI KELURAHAN LAPADDE KOTA PAREPARE

    No full text
    Peneliti berfokus pada kosakata dan kemampuan berbicara sebagai salah satu komponen bahasa yang sangat penting dan merupakan pendukung untuk menguasai skill berbahasa lainnya. Hal tersebut juga yang menjadi permasalahan bagi kedua mitra IbM, dimana siswa-siswi memiliki kemampuan yang rendah dalam hal perbendaharaan kata-kata dan kemampuan berbicara. Olehnya itu, siswa-siswi tingkat sekolah dasar sampai menengah harus dapat menguasai Practical English, dalam hal ini pengembangan kosakata dan kemampuan berbicara. Kemampuan untuk bisa fasih bercakap-cakap dalam bahasa Inggris yaitu bahwa itu perlu dilatih setiap hari. Untuk dapat aktif dan lancar dalam berbicara bahasa Inggris, pembelajar tidak boleh hanya mengandalkan buku-buku ataupun bentuk-bentuk tertulis semata. Oleh sebab itu, pembelajar harus mengetahui banyak kumpulan kosakata yang memadai dan konteks bahasa serta yang terutama penggunaannya. Peneliti memfasilitasi sebuah materi-materi dasar bahasa Inggris yang sifatnya materi tambahan berupa materi petunjuk “Self Study Book of Daily Conversation and Words”. Mereka difasilitasi teks-teks bacaan yang sederhana dengan judul yang bervariasi kemudian siswa-siswi diminta untuk membaca dan menterjemahkan dengan bantuan kamus bahasa Inggris serta daftar kosakata yang kemudian dihapal sekitar 10-20 kata perhari. Selian itu, disiapkan juga topik-topik percakapan beserta contoh-contoh ungkapan yang menarik serta mudah dikomunikasikan. Dengan dasar kosakata dan ungkapan bahasa Inggris yang diketahui, mereka mengaplikasikannya dalam bentuk praktek berkomunikasi. Hasil kegiatan ini siswa mampu membedakan jenis-jenis kata yaitu kata benda, kata sifat, kata kerja, kata keterangan, kata ganti diri, kata depan, dan beberapa kata tambahan (addition). Perbendaharaan kosakata mereka juga meningkat secara perlahan-lahan, dalam hal ini mereka mampu mengingat kata-kata Bahasa Inggris sebagaimana yang tertera pada Self Guide Book tersebut. Selanjutnya, pada aspek kemampuan berbicara, mereka sudah mampu memanfaatkan kata-kata dan kalimat-kalimat dasar yang mereka telah pahami dan hapal yang kemudian mereka gunakan dalam bercakap-cakap dan berinteraksi dengan teman-temannya. Ditambah juga aspek mental, yaitu keberanian dan kepercayaan diri mereka meningkat khusunya dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris

    MANAJEMEN PENGELOLAAN TERNAK KAMBING DI DESA BATU MILA SEBAGAI PENDAPATAN TAMBAHAN PETANI LAHAN KERING

    No full text
    Pelaksanaan program kegiatan pengabdian secara umum telah memberikan hasil melalui implementasi teknologi manajemen kandang dan pengelolaan limbah ternak berupa feses. Metode yang digunakan sebagai solusi permasalahan mitra adalah dengan memberikan penyuluhan dan pelatihan.Pola manajemen kandang yang dilakukan adalah sistem panggung baterai. Dimana setiap baterai diisi satu ekor ternak. Pakan hijauan cenderung diberikan adalah daun gamal, meskipun gamal memiliki kandungan nutrisi baik, namun masih terdapat beberapa hijauan yang tersedia dan cukup baik diberikan pada ternak kambing, salah satunya adalah daun jati putih yang cukup tersedia di lokasi mitra.Untuk pengembangan usaha ternak yang lebih baik dibutuhkan setidaknya 1 ekor pejantan untuk merangsang peningkatan siklus masa birahi ternak. Pengolahan limbah ternak kambing berupa feses lebih berpotensi untuk dijadikan sumber penghasilan. Feses kambing tersedia dan tidak dimanfaatkan oleh mitra dengan baik. Penggunaan feses tanpa adanya pengolahan (fermentasi) dapat merugikan tanaman karena kandungan amoniak dan tekstur feses yang dapat berpengaruh ke tanaman

    APLIKASI TEKNOLOGI PEMANGKASAN DAN DINAMIKA PERTUMBUHAN DAUN KACANG KORO PEDANG (Canavalia ensiformis L) YANG DIBERI MULSA

    No full text
    Suatu penelitian telah dilaksanakan selama tiga bulan di lahan sawah petani di desa Panincong, Kec. Marioriawa, Kab. Soppeng, Prov. Sulawesi Selatan, dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi teknologi pemangkasan dan dinamika pertumbuhan daun kacang koro pedang (Canavalia ensiformis L) yang diberi mulsa. Penelitian dilaksanakan dalam bentuk percobaan dengan menggunakan rancangan acak kelompok pola faktorial. Faktor pertama adalah pemberian mulsa terdiri dari tiga taraf yaitu: tanpa mulsa, mulsa sekam, mulsa jerami. Faktor kedua adalah pemangkasan yang terdiri dari dua taraf yaitu: tanpa pemangkasan dan pemangkasan daun. Peubah yang diamati adalah: jumlah daun, luas daun, jumlah stomata dilapisan adaxial dan abaxial daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi pemangkasan mempengaruhi dinamika pertumbuhan daun tanaman kacang koro pedang khususnya pada luas daun dan jumlah stomata pada lapisan abaxial dan adaxial daun pada tanaman kacang koro pedang sedangkan pemberian mulsa mempengaruhi dinamika pertumbuhan daun tanaman kacang koro pedang khususnya pada jumlah daun

    INOVASI KEAKSARAAN UNTUK PEMBERDAYAAN DAN PEMBERANTASAN BUTA AKSARA DI KABUPATEN ENREKANG

    No full text
    Penyelenggaraan program Inovasi Keaksaraan untuk Pemberdayaan dan Pemberantasan Buta Aksara dilaksanakan untuk: a. Mencapai target percepatan penuntasan buta aksara sesuai target Inpres Nomor 5 tahun 2006, sehingga proporsi penduduk buta aksara berusia 15 tahun ke atas adalah paling banyak 5 persen. b. Meningkatkan perluasan akses pendidikan keaksaraan (tingkat dasar) bagi penduduk buta aksara usia 15 tahun ke atas melalui peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan, sehingga memiliki kemampuan untuk meningkatkan kesejahteraannya. c. Memberikan penguatan keaksaraan bagi sasaran program pendidikan keaksaraan. d. Meningkatkan indeks pembangunan  manusia Indonesia secara nasional, melalui peningkatan angka melek aksara penduduk di setiap kabupaten/kota. e. Meningkatkan motivasi dan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung program pendidikan keaksaraan dengan mengembangkan inovasi keaksaraan sesuai potensi dan karakteristik daerah setempat. Hasil yang didapatkan dalam pelaksanaan program ini adalah: (1) Tercapainya target percepatan penuntasan buta aksara sesuai dengan  target Inpres Nomor 5 tahun 2006 melalui dukungan perguruan tinggi dan lembaga/organisasi mitra; (2) Meningkatnya akses pelayanan program pendidikan keaksaraan bagi penduduk buta aksara usia 15 tahun ke atas khususnya bagi perempuan, sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan, sekaligus untuk meningkatkan kesejahteraannya; (3) Menguatnya keberaksaraan penduduk melalui penyelenggaraan program pendidikan keaksaraan; (4) Meningkatnya angka melek aksara penduduk di Kabupaten Enrekang, sehingga menyumbang peningkatan indeks pembangunan manusia Indonesia; dan (5) Meningkatnya motivasi dan komitmen lembaga/organisasi penyelenggara di Kabupaten Enrekang untuk mendukung program pendidikan keaksaraan, dan berkembangnya layanan program berupa inovasi keaksaraan sesuai potensi dan karakteristik daerah

    PARTISIPASI PETANI DALAM PEMANFAATAN SUMBER PROTEIN DI AREAL TAMBAK SEBAGAI PAKAN KOMPLIT TERNAK ITIK DI KABUPATEN PANGKEP

    No full text
    Usaha ternak itik intensif mengalami kendala dalam penyediaan sumber protein yang berkelanjutan. Jika menggunakan pakan komersil, maka keuntungannya sangat sedikit utamanya pada skala usaha kecil. Penelitian ini bertujuan menemukan sumber protein alternatif di areal tambak yang dapat digunakan sebagai bahan pakan komplit dan untuk membuat formulasi pakan komplit ternak itik. Manfaat  penelitian ini adalah merekomendasikan formulasi pakan komplit untuk para peternak itik intensif. Metode yang digunakan adalah metode partisipatif, melalui focus group discussion (FGD), survei ketersediaan dan keterjangkauan sumber protein di areal tambak, selanjutnya menyusun formulasi pakan itik dengan menggunakan metode bujur sangkar dengan target protein pakan minimal 18%. Hasil penelitian menunjukkan sumber protein di areal tambak untuk pembuatan pakan komplit ternak itik adalah rebon, udang laci-laci, kangkung, batang pisang dan daun pisang dengan kandungan protein masing-masing sebesar 54,16%, 50,48%, 16,27%, 3,26% dan 12,05%. Berdasarkan kebutuhan nutrisi ternak itik dengan harga murah maka formulasi pakan komplit adalah rebon 17%, udang laci-laci 10%, kangkung 14%, batang pisang 55% dan daun pisang 4%

    PEMANFAATAN LIMBAH BATANG PISANG SEBAGAI SUMBER MIKROORGANISME LOKAL (MOL) UNTUK PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI CABE

    No full text
    Masalah yang dihadapi dalam peningkatan produksi pertanian adalah semakin berkurangnya lahan yang subur, penggunaan benih lokal yang terus menerus, dan serangan hama dan penyakit. Hal ini disebabkan karena meningkatnya pencemaran akibat penggunaan bahan kimia yang berlebihan. Pemakaian pupuk anorganik dan pestisida kimia yang tidak sesuai dengan anjuran, pemakaian pestisida selalu diikuti dengan pertimbangan ekonomi dan berdampak pada lingkungan, sehingga dibutuhkan alternatif yang aman bagi lingkungan dan konsumen. Salah satu alternatif adalah penggunaan mikroorganisme lokal (MOL) limbah batang pisang yang digunakan sebagai starter dalam pembuatan bokashi dan kompos. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi MOL batang pisang dan bahan organik terhadap pertumbuhan dan produksi cabe merah. Penelitian dilaksanakan di Desa Pattimang Kecamatan Malangke Kabupaten Luwu Utara, dengan menggunakan Rancangan Faktorial dua faktorial. Faktor pertama yaitu bahan organik, meliputi tanpa bahan organik, bokashi, dan kompos. Faktor kedua adalah dosis MOL batang pisang meliputi tanpa perlakuan MOL, dosis MOL 0.5 ml.l-1 air, dan dosis MOL 1.0 ml.l-1 air. Parameter pengamatan yaitu pertambahan tinggi tanaman, jumlah cabang produktif, jumlah buah dan berat buah per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan kompos dan dosis MOL batang pisang 1 ml.l-1 air dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi cabe merah

    0

    full texts

    529

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Pertanian UMPAR (Universitas Muhammadiyah Parepare)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇