Jurnal Pertanian UMPAR (Universitas Muhammadiyah Parepare)
Not a member yet
    529 research outputs found

    STRATEGI PENGEMBANGAN KETERKAITAN KEBUN INTI PLASMA DENGAN KAPASITAS PABRIK KELAPA SAWIT PADA PERKEBUNAN PT. KURNIA LUWUK SEJATI BANGGAI SULAWESI TENGAH

    No full text
    Posisi Indonesia sebagai produsen kelapa sawit terbesar kedua saat ini dan menuju produsen utama di dunia perlu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Perencanaan sampai upaya menjaga tetap bertahan pada posisi sebagai a country leader. Tuntutan akan kesejahteraan masyarakat secara berkeadilan perlu juga menjadi pertimbangan. Peluang untuk pengembangan agribinis kelapa sawit masih cukup terbuka bagi Indonesia, karena ketersediaan sumberdaya alam/lahan, tenaga kerja, teknologi, maupun tenaga ahli. Penelitian bertujuan mengetahui  strategi produksi kelapa sawit dari kebun inti – plasma secara kuantitatif dapat memenuhi kebutuhan Pabrik Kelapa Sawit. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan unit analisis Manager PT. Kurnia Luwuk Sejati dan petani plasma di Kecamatan Toili dan Kecamatan Luwuk Timur. Responden 31 di Kecamatan Toili dan 11 orang di Kecamatan Luwuk Timur. Data dianalisa menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan Strategi hasil produksi kelapa sawit kebun inti – plasma hingga dapat memenuhi kebutuhan Pabrik Kelapa Sawit adalah pemeliharaan kebun secara rutin dan terjadwal, pelaksanaan pemupukan berimbang terutama pada fase pertumbuhan buah. Selain itu, pemetikan/pasca panen kelapa sawit tepat waktu, tenaga kerja memiliki pengetahuan, pengalaman dan ketrampilan di bidang pasca panen, kelancaran pengangkutan hasil serta tercukupi alat pengangkutan menuju lokasi Pabrik Kelapa sawit. Manager harus mampu membuat managemen kebun baik. Strategi mempertahankan kualitas produksi kelapa sawit berkualitas tinggi dari kebun inti – plasma sampai di pabrik kelapa sawit adalah pemetikan/pasca panen kelapa sawit harus tepat waktu dan cara yang benar, Tandan Buah Segar (TBS) setelah dipanen segera diangkut menuju pabrik agar kandungan Asam Lemak Bebas (ALB) tidak meningkat. Perusahaan harus memiliki tenaga ahli dalam pascapanen, tenaga ahlinya harus mengikuti pelatihan dan seminar dalam rangka penanganan pascapanen. Strategi kontinuitas kebun inti–plasma  kelapa sawit mampu menyediakan bahan  baku  untuk  keberlangsungan  aktivitas  pabrik kelapa sawit, yaitu mengatur waktu panen dalam satu site menjadi 7 bagian dan menambah luas areal pertanaman.

    PEMANFAATAN AGENSI HAYATI DALAM MENGENDALIKAN PERTUMBUHAN PERAKARAN DAN PENYAKIT LAYU FUSARIUM CABAI BESAR (Capsicum annum L)

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan perakaran dan intensitas layu fusarium pada tanaman cabai besar yang diberikan perlakuan agensi hayati. Penelitian dilakukan berdasarkan rancangan acak kelompok (RAK). Setiap percobaan diulang sebanyak 3 kali yang terdiri atas 12 unit percobaan. Penelitian terdiri dari empat perlakuak, yaitu kontrol (tanpa agensi hayati), pemberian Pseudomonas flourescens, pemberian Trichoderma sp., dan kombinasi P. flourescens dengan Trichoderma sp. Hasil rata-rata persentase serangan layu fusarium tertinggi pada perlakuan kontrol sebesar 21,19% dan terendah pada perlakuan P. flourescens sebesar 2,32%. Untuk pertumbuhan perakaran diperoleh panjang dan berat akar tertinggi pada perlakuan Trichoderma sp. Penggunaan agensi hayati dapat menekan penyakit layu fusarium dan meningkatkan pertumbuhan perakaran tanaman. Untuk menekan serangan penyakit layu fusarium sebaiknya menggunakan P. flourescens, sedangkan untuk meningkatkan pertumbuhan perakaran tanaman menggunakan Trichoderma sp

    ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI JAGUNG PADA LAHAN SAWAH DAN TEGALAN DI KECAMATAN ULAWENG, KABUPATEN BONE SULAWESI SELATAN

    No full text
    Jagung (Zea mays) merupakan salah satu komoditas strategis karena merupakan bahan makanan penghasil karbohidrat kedua setelah padi. Permasalahan utama dalam usahatani jagung adalah rendahnya produksi jagung. Ini disebabkan kepemilikan luas lahan yang terbatas oleh petani serta penggunaan benih dan pupuk yang berlebihan. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat pendapatan petani dari usahatani jagung, baik yang di lahan sawah maupun di lahan tegalan. Penelitian dilakukan di Kecamatan Ulaweng, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan mulai Oktober sampai Desember 2016. Penentuan responden dilakukan secara acak sederhana sebanyak 64 orang petani dari populasi petani jagung sebanyak 186 orang. Responden dibagi menjadi dua kategori yaitu petani lahan sawah dan tegalan yang masing-masing berjumlah 32 orang. Data terdiri dari data primer dan sekunder yang dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif digunakan untuk mengetahui kegiatan yang berkaitan dengan usahatani jagung diuraikan secara deskriptif. Analisis kuantitatif dilakukan dengan menggunakan analisis fungsi produksi dan efisiensi penggunaan faktor produksi, analisis pendapatan usahatani dan analisis imbangan penerimaan dan biaya (R/C ratio analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan usahatani jagung di lahan sawah relatif lebih besar dibandingkan lahan tegalan. Analisis rasio R/C, usahatani jagung lahan sawah maupun lahan tegalan menguntungkan (rasio R/C > 1). Namun demikian, rasio R/C lahan tegalan lebih tinggi dibandingkan rasio R/C lahan sawah

    PENDEKATAN PENENTUAN KUOTA KARANG HIAS EKSPOR UNTUK MENUNJANG PEMANFAATAN SECARA BERKELANJUTAN DI SULAWESI SELATAN

    No full text
    Karang keras (Ordo Scleractinia) termasuk hewan yang tercatat dalam CITES (Convention of International Trade in Endangered Species) sebagai hewan yang diperdagangkan untuk memenuhi kebutuhan aquarium rumah tangga di negara-negara maju. Sulawesi Selatan merupakan salah satu sumber karang hias bagi eksportir  Jakarta dan Bali. Ada 11 middleman (supplier) yang tergabung dalam anggota Asosiasi Koral dan Ikan Hias Sulawesi (AKIS) yang memiliki penampungan karang hias dan bermukim di Makassar. Perairan pulau Spermonde Makassar dan Pangkep sebagai konsentrasi penangkapan karang hias di Sulsel. Masalah yang dihadapi dalam perdagangan karang hias adalah penentuan kuota untuk ekspor belum memiliki standar yang lestari bagi kelangsungan populasi, khususnya di kawasan perairan pulau Spermonde Pangkep. Tujuan penelitian adalah mengestimasi dan menganalisis kelimpahan jenis karang hidup dan kondisi tutupan karang sebagai salah satu komponen terpenting dalam penentuan kuota perdagangan untuk dijadikan model penentuan kuota ekspor karang hias dari alam. Metode penelitian observasi dan wawancara terhadap responden dan pengambilan data di instansi atau  perusahaan terkait. Hasil penelitian menunjukkan keberadaan jenis dan jumlah yang telah terdaftar dalam kuota koral Sulsel lima tahun terakhir masih layak dimanfaatkan dengan pemanfaatan 2,5% dari jumlah stok karang di alam. Pemanfaatan karang hias di kawasan konsentrasi penangkapan karang hias tutupan karang umumnya masih baik dan jenis-jenis karang hias yang dimanfaatkan umumnya masih diperoleh di ketiga zona reef (flat, cress, dan slope)

    Budidaya Sugar apple(Srikaya) new variety di Bejana Gelap

    No full text
    Alangkah senang hati Tryman Sutandya. Srikaya new varietas koleksi dalam pot memamerkan buah. Pada dahan-dahan pohon setinggi 1,5 m itu bergelantungan 10 buah berwarna hijau pucat. Saat matang ditandai kulit kekuningan , buah dipanen dengan penuh sukacita. Itu kali kedua srikaya genjah itu berbuah. Panen pertama 3 bulan sebelumnya dipetik 4 buah. Waktu itu umur tanaman 2 tahun dari bibit asal susuan. Tabulampot Annona squamosa rajin berbuah juga Mitrausahatani lihat di kediaman Yos Sutikno di Sentul Bogor. Sejak pertama kali panen pada 2005, buah muncul sambung-menyambung. Menurut Prakoso Heryono, penangkar buah di Demak, Jawa Tengah, new varietas memang unggul. Umur berbuah genjah. Bibit asal susuan belajar berbuah pada umur setahun; dari biji, 3 tahun. Delima bintang sebutan srikaya di Aceh pun tak pelit buah. Dari tanaman berumur 3 tahun dipetik 12—15 buah berbobot rata-rata 600 g. Pantas dengan sifat cepat dan rajin berbuah, anggota famili Annonaceae itu pas dijadikan tabulampot. Suka matahari Supaya tabulampot atisu walanda sebutan di Minahasa unggul itu prima berbuah di pot, ada perlakuan tertentu. “New varietas butuh cukup air tapi tidak mau tergenang,” kata Yos Sutikno. Makanya pemilihan media penting. Yos menggunakan campuran media sekam bakar, sekam mentah, tanah liat, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1:1. Sementara Tryman menggunakan media kombinasi tanah liat dan sekam bakar dengan proporsi seimbang. Dengan begitu media porous sehingga air mudah lewat. Sebelum media dimasukkan ke pot, tambahkan tumpukan styrofoam supaya drainase makin lancar. Yos memilih wadah pot berbahan plastik berwarna gelap supaya tahan lama. Tryman menggunakan bejana air berukuran 250 ml yang dibelah menjadi 2 bagian. Selain media, penambahan hara juga krusial. Tryman memberikan 1 sendok teh pupuk NPK seimbang—setara 5 gram. Pupuk dilarutkan dalam 2 liter air dan diaduk bersama 15 ml minyak ikan dan 0,5 sendok teh vitamin tumbuhan mengandung mineral dan unsur hara mikro. Campuran itu disiramkan ke media setiap bulan. Setiap kali campuran media berkurang terlihat dari akar tanaman yang muncul pria berkacatamata itu menambahkan 1 jerigen pupuk kandang asal kotoran sapi dan kambing sekitar 3 kg. Yos memilih durasi pemupukan per 2 bulan dengan dosis 1 sendok makan kira-kira 5 g per tanaman. New varietas suka panas, tapi butuh air banyak. Jadi sarkaja nama di Madura itu diletakkan di tempat terkena sinar matahari penuh. Tryman memajang tabulampot new varietas di teras atas rumah. Di sana srikaya terkena sinar matahari sepanjang hari. Penyiraman setiap pagi dan sore hingga media basah. Kurang air menyebabkan daun menguning. Sandingkan lokal Bila tanaman masih malas berbuah, dilakukan pemangkasan cabang. Dengan dipangkas, tunas baru yang membawa calon bunga bermunculan. Yos memangkas sepanjang 30 cm dari setiap percabangan. Pemangkasan juga dilakuan setiap kali selesai panen. Setelah memangkas, importir buah itu menambahkan 2—3 kg pupuk kandang di bagian atas media. Itu berbarengan dengan penambahan NPK seimbang sebanyak 1 sendok makan. Lapisan pupuk lalu ditutup kembali dengan tanah liat. Selang sebulan, Yos menambahkan campuran KC1 dan KNO3 sebanyak 1 sendok makan. “Fungsinya merangsang bunga,” katanya. Saat bunga muncul, perlu penyerbukan bantuan agar tingkat keberhasilan menjadi buah lebih tinggi. Tanpa bantuan, pembuahan kurang sempurna. Buah yang dihasilkan berbentuk abnormal—misal kecil dan bengkok-bengkok. Itu lantaran kepala putik matang lebih dulu ketimbang benangsari. Makanya agar sempurna penyerbukan perlu dibantu. Cara yang lazim dilakukan dengan mengoleskan serbuksari dari satu bunga ke kepala putik di bunga lain menggunakan kuas. Bisa juga dengan cara ditiupkan. Supaya putik mudah dioles, seludang bunga pembungkus putik dibuka lebih dulu. Ciri putik siap kawin berlendir. Daripada repot, Yos menyandingkan new varietas dengan srikaya lokal sehingga terjadi penyerbukan silang. Buah yang muncul kemudian diseleksi. Hanya buah yang terlihat normal yang dipertahankan. Tujuannya supaya ukuran buah maksimal dan tanaman tidak kelelahan “menyuapi” banyak buah. Bila terlalu banyak “menggendong” buah, tanaman bakal mati kehabisan tenaga. Tryman malah membuang semua pentil pada 2 musim pertama. Itu supaya tanaman lebih produktif musim berikutnya. Pembungkusan untuk menghindari lalat buah New varietas relatif tahan hama dan penyakit. Musuh utamanya kutu putih dan ulat daun. Pencegahan dilakukan dengan menyemprotkan insektisida dan membungkus buah. Tryman menggunakan campuran insektisida berbarengan dengan pupuk daun—sesuai dosis—setiap 2 minggu. Yos menyemprotkan insektisida setiap bulan. Buah dibungkus ketika seukuran bola pingpong. Tiga bulan sejak bunga muncul, buah matang dan siap dinikmati. Setelah itu jangan lupa untuk mengulang perlakuan seperti awal: terutama pemupukan. “Ibarat seorang ibu setelah melahirkan, tenaganya habis terkuras. Jadi perawatan harus intensif,” tutur Prakoso

    TEKNIK PEMILIHAN VARIETAS UNGGUL KEDELAI BERBASIS WEB

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah mendesain user interface yang dapat membantu mensosialisasikan varietas unggul kedelai yang telah dilepas oleh pemerintah. Selain itu membantu petani dalam memilih varietas unggul kedelai. Penelitian terdiri atas empat tahap, yaitu investigasi sistem, analisis sistem, desain, dan implementasi sistem. Tahap implementasi sistem menggunakan perangkat lunak PHP dan MYSQL. Penelitian menghasilkan 3 cara pemilihan dan pencarian varietas unggul kedelai, yaitu pencarian berdasarkan nama varietas, pemilihan berdasarkan kriteria atau parameter yang telah ditentukan (kategori), dan pencarian berdasarkan kata kunci. Hasil pencarian dan pemilihan varietas adalah berupa deskripsi detail dari varietas unggul yang terpilih

    OPTIMASI BAHAN PENUTUP BENIH DALAM BUDIDAYA TANAM LANGSUNG TRUE SHALLOT SEED (TSS)

    No full text
    Benih botani bawang merah atau True Shallot Seed (TSS) merupakan bahan tanam alternatif dalam budidaya bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberhasilan pembuatan pelet TSS serta mengetahui pengaruh penutup benih terhadap pertumbuhan dan hasil umbi bawang merah yang ditanam langsung di lapangan. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Kersana Brebes dengan ketinggian 10 m dpl pada bulan Juni – September 2010. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan 9 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan berupa kombinasi bahan tanam yaitu biji TSS tunggal dan pelet TSS dengan berbagai bahan penutup tanah yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelet TSS memiliki tingkat daya kecambah serta hasil yang rendah dibandingkan TSS tunggal, namun ukuran umbi tidak berbeda. Sedangkan bahan penutup, tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil TSS. Perlakuan terbaik diperoleh pada bahan tanam berupa TSS tunggal dengan penutup benih berupa campuran tanah, pasir dan pupuk kandang

    PEMBERDAYAAN PETANI DALAM PENGGUNAAN AGENS HAYATI UNTUK PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT SAYUR DI KAB. ENREKANG

    No full text
    Penggunaan agens hayati sangat memungkinkan untuk diterapkan bagi petani sayur dataran tinggi karena mikroba antagonis mudah dikembangkan dengan media dari limbah pertanian, mudah diaplikasikan, dan biayanya jauh lebih murah dibandingkan dengan pestisida sintetik. Melalui program pemberdayaan masyarakat ini akan mengedukasi petani tentang pengembangan agens hayati dalam skala petani untuk mengurangi penggunaan pestisida sintetik. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi petani sayur yang mandiri dalam pengendalian hama penyakit tanaman, meningkatkan keterampilan petani dalam produksi agens hayati, menerapkan teknologi produksi dan aplikasi agens hayati skala petani di pertanaman sayur. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah Penyuluhan, Pelatihan, Demonstrasi Pendampingan dan pembinaan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa petani sangat antusias belajar dan mempraktekan cara produksi dan aplikasi agens hayati dipertanaman sayuran. Petani telah dapat memperbanyak agens hayati dengan media kompos kemudian diaplikasikan langsung ke pertanaman

    KARATERISTIK KIMIA DAN ORGANOLEPTIK INSTAN SAGU (Metroxylon SP) SEBAGAI MAKANAN BERKALORI TINGGI

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk instan sagu yang memiliki kandungan kalori yang tinggi dan diterima oleh konsumen dan menghasilkan informasi profil produk (Karateristik kimia/nutrisi produk dan organoleptik). Formula dibuat dengan menambahkan beberapa bahan lain sehingga diperoleh bentuk pangan instan dengan jumlah kalori yang memenuhi syarat sebagai pangan tinggi kalori. Penelitian tahap pertama dilakukan optimasi proses dengan Pembuatan pati sagu, pembuatan tepung kacang merah,  dan tepung kedelai, selanjutnya penyusunan formula dan pembuatan instan sagu dan dilakukan analisis kimia yaitu analisis kadar air, kadar abu dan analisa proksimat (Protein, Lemak dan Karbohidrat), Penentuan Nilai Kalori Makanan serta Uji Organoleptik tingkat kesukaan panelis terhadap warna, aroma, rasa dan tekstur  instan sagu.  Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), sehingga data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan statistik. Perbedaan yang signifikan antar kelompok dianalisis menggunakan ANOVA dengan p <0,05. Jika ada perbedaan yang signifikan antar kelompok, data dianalisis dengan uji Duncan multiple range test (DMRT). Hasil analisis menunjukkan bahwa formula sagu instan mempunyai kadar air berkisar antara 4,47 – 5,29% (bb), kadar abu 1,90 – 2,61% (bk), protein 8,18 – 13,40% (bk), lemak 7,66 – 11,03% (bk), dan karbohidrat 77.77 – 67,35% (bk). Dari data tersebut diperoleh nilai kalori produk sebesar 412,71– 422,24 kkal per 100 g bahan (% bk). Nilai kalori tersebut memenuhi standar pangan berkalori menurut BPOM (2004), yaitu minimal harus mempunyai 300 kkal per 100 g bahan. Hasil uji organoleptik terhadap parameter warna, aroma, citarasa dan tekstur menunjukkan rata-rata panelis memberikan penilaian suka terhadap produk instan sagu yang dihasilkan dari semua formula. Kesimpulan dari penelitian ini adalah  formula dengan komposisi 45% pati sagu, 10% tepung kacang merah dan 10% tepung kedelai, 20% skim, 10% gula, dan 5% minyak nabati merupakan formula terbaik. Dari penilaian organoleptik terhadap warna, aroma, citarasa dan tekstur diperoleh kriteria suka  sampai sangat suka dan memenuhi standar sebagai makanan instan

    KARAKTERISTIK FISIKO-KIMIA SIRUP MANGROVE PIDADA DENGAN PENAMBAHAN CMC DAN LAMA PEMANASAN

    No full text
    Sirup adalah sari buah pekat yang diperoleh dengan cara pengepresan daging buah dan dilanjutkan dengan pemekatan baik dengan cara pendidihan biasa maupun dengan cara lain seperti penguapan dengan hampa udara. Kelemahan dari pembuatan sirup buah pidada yaitu mudah terbentuknya endapan pada dasar sirup. Salah satu upaya untuk memperbaiki mutu sirup pidada tersebut adalah dengan cara menambahkan bahan penstabil seperti CMC dan kombinasi lama pemanasan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa pengaruh CMC terhadap karakteristik mutu sirup pidada, menganalisa lama pemanasan terhadap karakteristik mutu sirup pidada dan menjabarkan analisa kombinasi CMC dan lama pemanasan terhadap karakteristik mutu sirup pidada. Berdasarkan pengujian secara statistik menggunakan ANOVA, menunjukkan bahwa penambahan CMC memberikan pengaruh terhadap pH, dan viskositas sirup mangrove pidada. Sedangkan perubahan lama pemanasan berpengaruh nyata terhadap kadar air dan viskositas sirup mangrove pidada. Kombinasi antara penambahan CMC dan lama pemanasan berpengaruh nyata terhadap viskositas sirup mangrove pidada

    0

    full texts

    529

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Pertanian UMPAR (Universitas Muhammadiyah Parepare)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇