Jurnal Pertanian UMPAR (Universitas Muhammadiyah Parepare)
Not a member yet
    529 research outputs found

    PENGARUH PENYELESAIAN PIUTANG MASYARAKAT TERHADAP OPTIMALISASI PENGELOLAAN DANA PENGEMBANGAN USAHA AGRIBISNIS PEDESAAN (PUAP)

    No full text
    This research aims to analyze and know accurately on the influence of the settlement accounts receivable of society towards the optimization of the management of Rural Agribusiness Enterprise Development Fund (PUAP) case study Gapoktan Sub Tiroang Pinrang Regency Of South Sulawesi. The data used in this research is the primary data obtained from principals of agriculture in farmers groups, and also the employees in Department of agriculture and Peternakansertapegawai in the Tiroang subdistrict of South Sulawesi Regency Pinrang through secondary data questionnaires and instruments in this research will be measured using the Likert scale. The method used is the linear regression analysis of the sederhanabertujuanmenganalisisdan know akuratPengaruhPenyelesaian Receivable Communities against the optimization of the management of funds, rural Agribusiness Enterprise Development abbreviated PUAP case study Gapoktan Sub Tiroang Regency Pinrang South Sulawesi. The results showed that the free variables in terms of the settlement accounts receivable of society do not affect significantly to variables bound PUAP fund management. In addition to the management of the Fund PUAP influenced by Settlement accounts receivable of communities affected by variables outside of the research which is not specified explicitly. From the results of the analysis of the influence of the settlement accounts receivable of society against the management of the Fund by the method of simple linear PUAP inconclusive diintrepretasikan that variable Settlement accounts receivable of society against the management of the Fund not PUAP significantly influential in other words (H0 is accepted (Ha) was rejected

    PENGARUH PENGELUARAN PEMERINTAH PADABIDANG PENDIDIKAN DAN BIDANG KESEHATAN TERHADAP KEMISKINAN DI WILAYAH AJATAPPARENG

    No full text
    Fiscal decentralization enters into poverty alleviation strategy in a number of ways. The  study aims to determine the effect of the government expenditure in the sector of education, health, and the dependency level (control variable) directly and indirectly thrugh the quality of human resources and economic growth on the poverty.The study was carried out in the region of Ajatappareng with analysis unit in 5 cities and regencies     in South Sulawesi. The data were collectied thorugh literature review in the form  of secondary of the city and regency government expenditure in education, health, and dependency rate between 2007 and 2011 as well as the quality of human resources, economic grouth and poverty from 2008-2012. The data were analiysed descriptively in quantitative measure. The study indicates that based on functional relationship the quality of human resources has a larger influence than the economic growth on the decrease of poverty. From the view of government expenditure in the educational and health sectors as well as the dependency level, the government larger expenditure in the sector of health provides more influence on the inprovement of the quality of human resources, economic growth, and reduces poverty as compared to expenditure in the sector of education the level of dependency. Both variables only have influence on the quality of human resources. The study is an academic study and limited only to the analysis of the inpact of the expenditure in the sector of healthand education, the level of dependency on the poverty through the quality of human resources, and economic growth

    ANALISIS SISTEM PENGENDALIAN PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH PEMERINTAH KABUPATEN PINRANG

    No full text
    Penelitian ini menganalisis dan mengetahui penerapan sistem pengendalian pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang dilakukan oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kabupaten Pinrang dan menganalisis peran Inspektorat dalam sistem pengendalian pelaksanaan APBD di Kabupaten Pinrang. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang berupaya menggambarkan sistem pengendalian pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah.Hasil penelitian ini menyatakan bahwa Sistem pengendalian pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Pemerintah Kabupaten Pinrang telah sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008, peraturan tersebut mulai diterapkan sejak diterbitkan oleh pemerintah pusat, dan juga peran Inspektorat Kabupaten/Kota dalam pengendalian pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Pemerintah Kabupaten Pinrang sangat penting, sebab Inspektorat Kabupaten/Kota dapat bersinergi dengan Pemerintah Daerah serta memberikan pembinaan, arahan, serta masukan terhadap pelaksanaan pengelolaan anggaran daerah agar tepat sasaran dan sesuai dengan peruntukannya

    PEMBERDAYAAN KELOMPOK WANITA TANI MELALUI DIVERSIFIKASI PANGAN DI KECAMATAN BUNTU BATU KABUPATEN ENREKANG

    No full text
    Desa Buntu Mondong (Kecamatan Buntu Batu) merupakan desa yang terletak di Kabupaten Enrekang. Desa tersebut memiliki potensi dalam pengembangan produk pangan dari buah salak yang menjadi komodtas khas Kabupaten ini. Desa tersebut memiliki beberapa kelompok wanita tani yang berkecimpung dalam pengolahan keripik dan dodol salak, namun dari segi kualitas dan kuantitas produk yang dihasilkan masih sangat rendah. Pelaksanaan penyuluhan dan pelatihan bagi Kelompok Wanita Tani Macenning dan Kelompok Wanita Tani Salak Canning di Desa Buntu Mondong, terutama dalam hal diversivikasi produk pangan merupakan solusi yang ditawarkan dalam rangka meningkatkan nilai tambah (value added) produk keripik dan dodol salak. Penyuluhan dan pelatihan yang telah dilaksanakan antara lain adalah penyuluhan sanitasi dan hygiene proses produksi, aplikasi pelabelan dan kemasan pangan, penyuluhan P-IRT dan sertifikasi halal produk, analisis kimia gizi dan umur simpan produk, perancangan peralatan dan diversifikasi pembuatan produk di kedua mitra tersebut. Diharapkan dengan kegiatan ini dapat membina dan memacu kedua mitra untuk menghasilkan produk yang bersaing dipasaran sehingga dapat meningkatkan kehidupan ekonomi di desa tersebut. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dievaluasi setiap bulannya dan dapat menjadi percontohan bagi kelompok wanita tani lain di Kabupaten Enrekang

    PENERAPAN FUNGSI MANAJEMEN PERENCANAAN PEMBENIHAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) UNTUK MENGHASILKAN BENIH IKAN YANG BERKUALITAS

    No full text
    Pesatnya perkembangan budidaya ikan air tawar diperlukan upaya untuk meningkatkan produksi perikanan budidaya, khususnya pembesaran ikan. Maka diperlukan jaminan ketersediaan pasokan benih yang berkesinambungan, utamanya benih ikan nila. Olehnya itu, diperlukan adanya penerapan fungsi-fungsi manajemen pada pembenihan Ikan Nila (Oreochromis niloticus), untuk memberikan pasokan benih ikan yang berkualitas dan berkesinambungan. Metode penelitian meliputi observasi atau pengamatan langsung, wawancara, partisipasi aktif di lapangan, dan studi pustaka. Analisis dilakukan secara kualitatif dengan mendeskripsikan hasil penelitian. Produksi benih ikan merupakan seperangkat prosedur untuk menghasilkan benih ikan mulai dari perencanaan sampai dengan benih siap dipasarkan, sehingga perlu adanya kegiatan manajemen agar dapat mengarahkan dan mengatur kegiatan produksi memperoleh hasil maksimal dengan cara efektif dan efisien. Penerapan fungsi manajemen perencanaan pada pembenihan ikan nila (Oreochromis niloticus) meliputi perencanaan persiapan kolam pemeliharaan induk, proses pematangan gonad, survival rate/kelangsungan hidup, pemijahan, pemanenan larva, pendederan, dan panen. Selain itu fungsi pelaksanaan dan pengawasan meliputi: Seleksi induk ikan nila, pemberian pakan, pemijahan, pemenenan larva, pendederan, dan kegiatan pasca panen

    IbM PENGERAS SUARA MASJID DARUSALAM JANTI SLAHUNG

    No full text
    Program pengabdian masyarakat Ibm pengeras suara Masjid Darusalam Janti Slahung merupakan program transfer ilmu dan penerapan teknologi pengeras suara yang diaplikasikan pada tempat ibadah yakni di Masjid Darusalam yang berlokasi di desa Janti Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo. Pengeras suara merupakan kelengkapan yang penting keberadaannya pada sebuah masjid atau pun tempat ibadah, fungsinya untuk memperkeras suara adzan atau panggilan waktu solat agar dapat menjangaku jamaah yang rumahnya jauh dari masjid. Pengeras suara pada masjid juga digunakan sebagai media penyampaian informasi dan merupakan seperangkat sound system yang memiliki sepesifikasi khusus, sehingga diperlukan sebuah metode khusus dalam pengaplikasiannya. Masalah pengeras suara masjid pernah menjadi polemik di di Masjid Darusalam Janti Slahung karena tidak sesuai dengan peraturan justru dianggap menggangu kenyamanan oleh beberapa pihak, karena diakibatkan oleh kurangya pengetauan dalam pengelolaan pengeras suara dan metode pemilihan jenis pengeras suara yang digunakan. Kesalahan dalam managemen pengeras suara masjid juga dapat menjadi masalah bagi pengelola mesjid itu sendiri diantaranya kualitas suara yang buruk dan juga sering terjadinya kerusakan pada perangkat pengeras suara. Hasil kegiatan berjalan sesuai dengan perencanaan. Kegiatan IbM mampu memberikan sebuah sentuhan teknologi baru dengan mengikuti standar yang di atur oleh undang-undang. Secara teknis peralatan dan instalasi tertata dengan baik dan menghasilkan suara lebih baik. Selain itu juga pengurus masjid memiliki wawasan bagaimana mengelola pengeras suara dan dapat menerapkan sesuai dengan aturan yang di keluarkan oleh Dirjen Bimas Islam

    IbKIK BUDIDAYA IKAN NILA SISTEM AKUAPONIK

    No full text
    Sistem akuaponik merupakan gabungan antara teknik budidaya ikan dengan budidaya tanaman hidroponik. Budidaya ikan nila (Oreochromus niloticus) sistem akuaponik, dimana pasokan (suplay) nutrient untuk tanaman sangat tergantung dari limbah kotoran ikan dan sisa pakan. Total nutrient dipengaruhi rasio input pemberian pakan kepada ikan piaraan per hari dan sekaligus mempengaruhi tingkat produksi tanaman sayuran pada luas areal tertentu.Tujuan dari IbKIK budidaya ikan nila sistem akuaponik adalah untuk (i) menentukan produksi ikan nila dan produksi tanaman sayuran menggunakan sistem irigasi tetes (drip system), dan (ii) menentukan pertumbuhan dan produksi tanaman sayuran akuaponik berdasarkan rasio input pakan ikan nila per hari yang dipelihara dengan sistem akuaponik. Budidaya ikan nila dilakukan di kolam terpal volume 100 ton sebanyak 3 unit dengan padat tebar benih sebanyak 3.000 ekor per unit kolam, berat rerata 3 gram/ekor. Pakan diberikan diberikan 2 (dua) kali per hari (pukul 8 dan 17) secara adlibitium sebanyak 3% dari berat biomassa ikan nila.Pada tahap yang sama, dilakukan penanaman bibit tomat varietas niki sebanyak 300 batang, dan cabai sebanyak 200 batang. Berdasarkan rasio pemberian pakan sebanyak 3% dari biomassa ikan nila piaraan, diperoleh berat rata-rata ikan nila 250 gram per ekor sebanyak 8.110 ekor (1.623 kg), Selain itu dengan rasio pemberian pakan sebesar 3% berat biomassa ikan nila menghasilkan Total Amoniak (TAN) 0,52 ppm dan diperoleh produksi tomat 628 kg (1.239 kemasan 300 gram), cabai 201 kg (2.000 kemasan 100 gram).Hasil analisis ekonomi IbKIK budidaya ikan nila sistem akuaponik diperoleh saldo kas pada bulan Nopember sebesar Rp 56.908.000, dan bulan Desember 2017 sebesar Rp 34.558.000 setelah dipotong pajak dan biaya operasional. Berdasarkan saldo kas akhir (Desember) didapatkan pendapatan bersih IbKIK budidaya ikan nila system akuaponik tahun 2017 sebesar Rp 34.558.000

    ANALISIS PERBANDINGAN METODE HARGA PASAR DENGAN METODE HARGA BIAYA-PLUS DALAM MENETAPKAN HARGA JUAL BARANGLELANG PADA PT. ADIRA DINAMIKA FINANCE TBK CABANG PAREPARE

    No full text
    Tujuan penelitian ini yaitu untuk  mengetahui perbandingan metode harga pasar dengan metode harga biaya-plus dalam menetapkan harga jual barang lelang pada PT. Adira Dinamika Finance TBKCabang Parepare.. Penulis merumuskan tujuan penelitian tersebut karena Pada PT. Adira Dinamika Finance TBK terdapat 2 metode dalam menentuan harga jual barang lelang, yaitu metode dengan pendekatan harga pasar dan metode harga biaya – plus. Kedua metode tersebut sama – sama bertujuan untuk menekankan kerugian dan mendapatkan laba. Untuk memperoleh hasil dari penelitian ini maka variabel yang diteliti pada penelitian ini yaitu penetapan harga jual barang lelang yaitu menunjukkan metode yang   menguntungkan dengan membandingkan antara metode harga pasar dan metode harga biaya-plus di PT. Adira Dinamika Finance TBK. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan komparatif yaitu penelitian ini menggunakan penelitian  kualitatif  dengan pendekatan komparatif (membandingkan) dimana dalam penelitian yang dilakukan bersifat Deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini ada 2 yaitu teknik observasi dan dokumentasi.Adapun analisis yang digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui efektivitas perbandingan penerapan metode penetapan harga jual barang lelang pada PT. Adira Dinamika Finance TBK yaitu analisis efektivitas. Setelah melalui proses analisis maka diperoleh hasil bahwa perbandingan penerapan penetapan harga jual barang lelang dari tahun 2013-2015 yaitu pada tahun 2013 metode harga pasar lebih efektif dibandingkan metode harga biaya – plus, pada tahun 2014 metode harga pasar lebih efektif dibandingkan metode harga biaya – plus, pada tahun 2015 metode harga pasar lebih efektif dibandingkan metode harga biaya – plus

    KADAR PROTEIN TEPUNG CEKER AYAM DAN TINGKAT KESUKAAN BISKUIT DENGAN SUBTITUSI TEPUNG CEKER

    No full text
    Pemanfaatan kaki ayam di Indonesia atau lebih dikenal dengan sebutan ceker ayam  pada umumnya hanya digoreng, dimasak untuk campuran sup, campuran sayur, bubur, dibuat krecek rambak, direbus untuk diambil kaldunya, atau digunakan sebagai campuran makanan hewan. Hal ini terjadi karena kurangnya informasi dan ketersediaan teknologi pengelolaan yang tepat serta manfaat produk kaki ayam yang dihasilkan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kandungan protein tepung ceker ayam dan mengetahui tingkat kesukaan panelis terhadap biskuit yang disubtitusi tepung ceker ayam. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Fakultas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Parepare pada bulan Juli-Agustus 2017. Penelitian  dilakukan dalam tiga  tahap. Tahap pertama proses pembuatan tepung ceker ayam dan analisis kimianya. Tahap kedua adalah menentukan persentase yang tepat  pada proses pembuatan biskuit dengan subtitusi tepung  ceker ayam. Tahap ketiga adalah menentukan tingkat kesukaan biskuit yang paling disukai oleh panelis berdasarkan peubah warna dan  tekstur. Tahap ketiga  diuji mengggunakan metode hedonic berskala 1-5 menggunakan 20 panelis semi terlatih. Alat dan bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah oven, wadah plastik, ayakan, pisau, dan rolling pin, tepung terigu protein rendah, air, gula pasir, telur, margarin, susu bubuk, baking powder, kertas label, kemasan plastik, vanili dan air. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (ANOVA) program SPSS Versi 16 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung ceker ayam memiliki kadar protein yang sangat tinggi yaitu 49,36%.  Tingkat kesukaan panelis atas variabel  warna dan tekstur, yaitu biskuit dengan subtitusi tepung ceker ayam dengan level 5%

    PENENTUAN KOMODITAS UNGGULAN DAN STRUKTUR KOMODITAS HORTIKULTURA DI KECAMATAN TINGGIMONCONG KABUPATEN GOWA BERDASARKAN LOCATION QUOTIENT (LQ) DAN KLASSEN TYPOLOGY (KT)

    No full text
    Sektor pertanian khususnya tanaman hortikultura masih merupakan penyumbang devisa terbesar dan mata pencaharian utama warga Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan. Wilayah dataran tinggi ini selain dikenal sebagai penghasil komoditas hortikultura, juga daerah penyangga Hulu DAS Jeneberang. Secara turun temurun Agribisnis dan usaha tani berbagai komoditas hortikultura ditentukan berdasarkan pilihan petani dan permintaan pasar serta musim yang ada. Penentuan ini dilakukan tanpa adanya analisis mendasar komoditas apa yang sebaiknya lebih diutamakan sebagai komoditas unggulan pada musim tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk  (1) menganalisis berbagai jenis komoditi hortikultura unggulag yang ada, (2) menganalisa ketepatan pemilihan komoditas hortikultura yang diusahakan petani, dan (3) mengkaji struktur pertumbuhan berbagai komoditi hortikultura di Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa. Populasi penelitian adalah petani yang mengusahakan tanaman hortikultura, sedang sampel desa/kelurahan dipilih secara sengaja (purposive sampling), sampel petani dipilih secara acak sederhana (simple random sampling). Pengumpulan data primer dilakukan dengan cara observasi, wawancara dengan daftar pertanyaan dan pencatatan, didukung dengan data sekunder. Data dianalisis menggunakan metode Location Quotient dan Klassen Typologi. Hasil penelitian menunjukan komoditi unggulan hortikultura berdasarkan analisis LQ di Kecamatan Tinggimoncong adalah yaitu Markisa (LQ = 1,03 ), Kentang (LQ=4,01), Tomat (LQ =3), Wortel (LQ=1,51), Kubis (LQ = 1,30), Sawi Putih (LQ=1,04) dan Pisang (LQ=1,1). Struktur pertumbuhan komoditi Berdasarkan Analisis Klassen Typologi struktur pertumbuhan komoditi unggulan hortikultura di Kecamatan Tinggimoncong  tersebut yaitu  komoditi yang tergolong maju dan bertumbuh cepat  adalah Markisa, Kentang, dan Tomat. Komoditi yang maju dan bertumbuh tapi lambat adalah Wortel, Sawi Putih dan Kubis, serta komoditi yang termasuk unggulan tetapi relatif tertinggal dari komoditas lain adalah Pisang

    0

    full texts

    529

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Pertanian UMPAR (Universitas Muhammadiyah Parepare)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇