Rumah Jurnal Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA)
Not a member yet
    209 research outputs found

    Zakat Profesi Menurut Pandangan Yusuf Al Qardhawi

    No full text
    Penelitian ini membahas pandangan Dr. Yusuf Al Qordhawi tentang zakat profesi dalam kitabnya fiqih zakat, serta istinbath hukum yang digunakannya. Penelitiaan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pendapat Dr. Yusuf Al Qordhawi mengenai zakat profesi serta istimbat hukum yang digunakannya. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka (librarireseach). Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan hasil penyajian dengan bentuk diskriptif yaitu mengumpukkan data-data dan kemudian melaksanakan stud ikepustakaan daribeberap aliteratur tertulis. dalam penelitian ini dapat di simpulkan bahwa Menurut Yusuf Al Qardhawi, harta yang diproleh dari hasil profesi itu juga wajib di keluarkan saat menerima, artinya tanpa menunggu masa satu tahun (haul) asalkan mencapai nishab, dengan pengeluaran sebesar 2,5 % yang di qiyaskan pada zakat emas dan perak bisa juga diqiyaskan pada zakat pertanian. Metode istinbath hukum qiyasi artinya penyamaan/penyerupaan terhadap zakat emas dan perak juga  dengan zakat perdagangan

    Ulama Substansialis dan Skriptualis di NU Madura

    No full text
    Artikel ini menjelaskan dua dua corak pemikiran yanng berkembang di kalangan ulama NU cabang Sumenep, yaitu pola pemikiran skriptualis dan pola pemikiran subtansialis. Pertama, pola pemikiran skriptualis adalah kelompok yang meletakkan fiqih pada garis kemapanan dan menolak segala upaya para cendekiawan kontemporer yang telah merumuskan ijtihad untuk membawa fiqih kepada tataran wacana yang bebas dan terbuka. Kedua, pola pemikiran subtansialis adalah kelompok yang selalu berusaha melakukan pendekatan-pendekatan bijaksana, khususnya dalam persoalan fiqhiyah. Landasan dan pijakannya adalah sebuah representasi pemikiran yang hadir tepat  pada waktunya. Di samping itu pola pemikiran subtansialis selalu memahami dan menerima realitas sosial dengan mempertimbangkan subtansi dari teks ajaran

    Nilai-Nilai Motivasi Belajar dalam Hadis Nabi

    No full text
    Artikel ini membahas tentang nilai-nilai motivasi belajar yang terkandung dalam hadis nabi Muhammad Saw. Motivasi belajar merupakan kunci suksesnya seseorang dalam belajar. Sebab, tanpa motivasi belajar yang tinggi, maka proses belajar akan mengalami kendala. Dalam tulisan ini, penulis hanya membatasi pembahasan pada masalah motivasi belajar dengan meganalisa 3 (tiga) hadits saja. Dalam tiga hadits tersebut yang penulis kutip, Rasulullah SAW. memberikan dorongan bagi seseorang agar dalam melakukan suatu pekerjaan, baik itu pembelajaran maupun lainnya didasarkan pada kesadaran bahwa semua itu bermuara pada pengabdian kepada Allah SWT

    Kawin Anak dan Child Abuse dalam Pandangan Pendidikan Islam

    No full text
    Praktik kawin anak dalam masyarakat dapat dikaitkan sebagai bentuk child abuse atau kekerasan terhadap anak.  Karena praktik tersebut telah merampas masa kanak-kanak baik secara fisik maupun secara Psikis. Ketidakberdayaan tersebut seringkali dianggap menjadi kuasa orang tua untuk memperlakukan anak secara sepihak, termasuk menikahkan mereka pada usia anak. Padahal masa anak merupakan tanggungjawab orang tua dalam perkembangan, termasuk adalah hak mereka dalam mendapatkan pendidikan. Tulisan ini bermaksud menjelaskan praktik kawin anak sebagai bentuk child abuse atau kekerasan terhadap anak yang melibatkan orang tua atau orang dewasa disekitar mereka.  Studi ini  lebih lanjut akan dikaji melalui konsep pendidikan Islam dalam melihat kasus kawin anak. Tulisan ini didasarkan pada berbagai data tentang kawin anak yang terjadi pada masyarakat Madura, terutama dikaitkan dengan tradisi budaya lokal dan pemahaman masyarakat yang mendasarkan pada agama. Pertimbangan budaya dan cara pandang mereka terhadap agama menjadi faktor utama praktik kawin anak. Akibatnya Anak tidak ditempatkan sebagai pihak yang dilindungi dengan cara memberikan hak dan kesempatan mereka untuk tumbuh menjadi anak yang dapat bermain dan mendapat pendidikan yang sesuai sebagaimana hak mereka. Orang tua akan merasa malu dan takut jika anak mereka tidak segera menikah. Secara agama, menjauhkan mereka dari pergaulan bebas adalah dengan cara menikahkan mereka di usia anak. Usaha-usaha anak untuk menghindar dari kawin anak seringkali justru mendapat perlakukan kekerasan dari orang tua baik secara fisik, seperti memukul dan psikis dalam bentuk dikucilkan dari keluarga. Ini menjadi kontra produktif dalam konsep pendidikan Islam yang menempatkan orang dewasa sebagai penaggungjawab pendidikan anak, yang nantinya akan terwujud tujuan pendidikan Islam

    Menamakan Karakter Aswaja Melalui Metode Pembiasaan di Pondok Pesantren

    No full text
    Pesantren sejak awal adalah pelaku utama dalam menjalankan ajaran aswaja. Darah kepesantrenan dari generasi ke generasi adalah paham ahlus sunnah wal jama’ah. Pesantren membangun tradisi melalui pendidikan dan kebudayaan yang bergerak bersama paham tersebut, yang terus bertahan dari tahun ke tahun. Keberadaan Pesantren mampu menanamkan nilai-nilai keaswjaan melalui berbagai kegiatan Pesantren, yang di dalamnya penuh dengan amalan aswaja (terutama aswaja nahdhiyah) seperti kegiatan tahlilan, dzikir, istighatsah, maulidan, yasinan, dan lain-lain, melalui penerapan metode pembiasaan pada santri. Hal ini menjadi efektif sebab pendidikan pesantren menerapkan semacam full day school: Kegiatan Pembelajaran penuh, dari pagi hingga pagi lagi

    Analisis terhadap Pemikiran Ahmad Baso tentang Penyemaian Pendidikan Karakter di Pesantren

    No full text
    Penelitian ini merupakan penelitian pustaka (library research) yang secara khusus membahas tentang pemikiran Ahmad Baso tentang Pendidikan Karakter. Dari hasil analisis penulis terhadap buku-buku Ahmad Baso didapat pemahaman bahwa menurut Ahmad Baso, pesantren sejak awal mengedepankan Pendidikan karakter. Pesantren memiliki karakter tersendiri seperti kesederhanaan, kemandirian, dan juga ketaatan kepada guru. Karakter-karakter ini bisa menjadi pembentuk santri yang tidak hanya dalam hal intelektual, tapi terutama dalam hal moral

    Sistem Kompensasi dalam Perspektif Ibnu Khaldun dan Ibnu Taimiyah

    No full text
    Penelitian ini merupakan penelitian pustaka (library research) yang focus kajiannya tentang sistem kompensasi dalam perspekti Ibnu Khaldun dan Ibnu Taimiyah tentang sistem kompensasi. Hasil penelitian menujukkan: Pertama, Kompensasi (upah) adalah suatu  balas  jasa  baik  berupa  finansial  maupun  non finansial yang diterima oleh karyawan atas tenaga yang diberikan kepada perusahaan. Dalam Islam, kompensasi merupakan hak para pekerja dan kewajiban pemberi kerja. Dalam menentukan sistem kompensasi, Islam menjungjung asas keadilan. Kedua, menurut Ibnu Khaldun, tenaga para pekerja itu sama bernilainya dengan produk usaha yang dihasilkan. Semakin tinggi keterampilan yang dimiliki seorang pekerja, maka semakin tinggi pula kompensasi yang berhak dia terima. Para pekerja diberikan kompensasi sesuai tugas dan wewenang serta profesionalitasnya dalam bekerja. Sementara Ibnu Taimiyah, dalam sistem kompensasi lebih menitik beratkan pada asas keadilan dan kelayakan. Pemberi kerja wajib memberikan kompensasi kepada pekerja yang besarannya harus disepakati waktu akad (ujrah musamma). Jika tidak ada kesepakatan, maka menggunakan sistem kompensasi yang setara (ujrah mitsil), dalam hal ini Upah Minimal yang ditetapkan Pemerintah, dengan syarat memenuhi prinsip adil dan layak. Adil dalam arti pekerja mendapatkan kompensasi sesuai dengan keahlian,  prestasi   kerja,   jenis   pekerjaan,   risiko   pekerjaan, jabatan  pekerja dan tanggung jawab yang ia emban, Layak dalam arti memenuhi kebutuhannya  pada tingkat  normatif  yang  ideal

    Multi Level Marketing (MLM) Perspektif ‘Urf dan Istihsan Abdul Wahab Khallaf

    No full text
    Artikel ini berusaha mengungkap status hukum sistem MLM menggunakan perspektif ‘urf dan istihsan. Status hukum dari sistem MLM tersebut, setelah dianalisis menggunakan istihsan Abdul Wahab Khallaf yang disandarkan pada al-‘urf dengan pendekatan qiyas, maka hukumnya boleh. Dengan catatan, bonus yang diberikan harus adil meskipun tidak sama. Bonus juga diberikan atas prestasi kerja dengan melihat pada banyaknya produk yang dipasarkan, bukan pada banyaknya calon distributor di-recrut. Apabila terdapat MLM yang hanya fokus pada recrut member, maka hukumnya haram hal tersebut dengan alasan ada pihak yang dirugikan, yaitu para dowline yang tidak mendapatkan calon distributor lagi. Kebolehan MLM beserta pedoman praktiknya juga dijelaskan dalam fatwa DSN MUI No. 75/DSN MUI/VII/2009 tentang Penjualan Langsung Berjenjang Syariah

    Peran Perempuan Berdagang Tapai Untuk Menupang Kebutuhan Ekonomi Keluarga Di Desa Pordapor Masa Pandemi Covid-19

    No full text
    Penelitian ini berfokus pada peran perempuan berdagang tapai dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga di desa Pordapor, Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep di masa pandemik covid-19. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Langkah-langkah penelitian diawali dengan pengumpulan data dari dokumentasi, observasi dan wawancara mendalam. Selanjutnya dilakukan reduksi data dan dilanjut dengan pengecekan keabsahan data. Setelah itu dianalis dengan mengintegrasikan data dengan teori untuk kemudian sampai pada kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran perempuan desa Pordapor dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga dengan cara berdagang tapai karena tuntutan ekonomi. Mereka menjadi tumpuan keluarga memenuhi kebutuhan ekonominya, diantaranya karena suami lumpuh dan tidak bekerja. Ada perempuan berdagang tapai karena tidak ada lagi suami sebab cerai atau suami meninggal, sedangnkan ia butuh biaya hidup telebih ada anak yang membutuhkan biaya hidup. Meski, ada sebagian informan yang memimilih menjadi pedagang tapai bukan karena tidak memiliki suami melainkan untuk menambah penghasilan. Namun hal itu tidak menutup kenyataan bahwa perempuan di desa Pordapor memiliki peran dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluaraga dengan cara berdagang tapai. Pandemic covid-19 tidak menjadi hambatan berarti bagi mereka untuk tetap melaksanakan kegiatannya berdagang tapai dalam upaya menupang kebutuhan ekonomi keluarga

    Sikap dan Pandangan Tokoh Pesantren Terhadap Kondisi Santri Tahfidzul Qur’an di Pondok Pesantren Nurul Hikmah Putri Bakeong Guluk-Guluk Sumenep

    No full text
    Penelitian ini menjelaskan sikap dan pandangan tokoh pesantren terhadap santri tahfidzul qur’an di pondok pesantren Nurul Hikmah Putri Bakeong Guluk-Guluk Sumenep. Dalam penelitian ini dibatasi pada masalah penting yang perlu diteliti, yaitu bagaimana kondisi santri tahfidzul Quran di Pondok Pesantren Nurul Hikmah Putri Bakeong Guluk-Guluk Sumenep? Bagaimana sikap dan pandangan tokoh pesantren terhadap kondisi santri tahfidz di Pondok Pesantren Nurul Hikmah Putri Bakeong Guluk-Guluk Sumenep? Penulis menggunakan metode kualitatif-lapangan (field research) yaitu berupaya memaparkan penelitian dalam bentuk kata-kata, narasi, atau uraian-uraian dari hasil observasi, dokumentasi, dan wawancara kepada beberapa subyek. Kerangka teori yang digunakana adalah teorinya Peter L. Berger yaitu teori kontruksi sosial. Hasil dari penelitian ini menerangkan bahwa kondisi santri tahfidz di Pondok Pesantren Nurul Hikmah Putri adalah kurang lancar, kurang memahami, waktu yang cukup sedikit, rasa malas, dan lupa kepada ayat yang dihafalkannya. Selain itu, dukungan dari orangtua kurang maksimal, sebelum mendaftarkan menjadi santri tahfidz harus mampu membaca al-Quran dengan lancar, lulus dan menguasai kitab Nubdatul Bayan, adanya kajian kitab tafsir Jalalyn, dan adanya amalan khusus dalam menghafal al-Quran

    51

    full texts

    209

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Rumah Jurnal Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇