Rumah Jurnal Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA)
Not a member yet
    209 research outputs found

    Kontribusi Pendidikan Pesantren dalam Membentuk Intelektualitas dan Spritualitas Santri

    No full text
    Artikel ini bertujuan menjelaskan peran penting pendidikan pesantren dalam membentuk intelektualitas dan spiritualitas santri sebagai generasi muslim Indonesia. Eksistensi pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional memiliki peran penting dalam mendidik dan membimbing santri sebagai agent of change bagi kehidupan masyarakat. Dalam bidang keagamaan, pesantren berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan yang mengarah pada pembentukan moralitas santri. Sementara dalam bidang pendidikan, pesantren memiliki kontribusi penting untuk mencerdaskan kehidupan masyarakat melalui pendidikan keagamaan yang tidak hanya fokus pada pembentukan intektualitas santri, melainkan juga pada pembinaan spiritualitas yang menjadi fondasi dasar bagi penanamaan keimanan di tengah-tengah masyarakat. Pembinaan spiritualitas santri dilakukan dengan memberikan kesadaran tentang pentingnya sikap tanggung jawab, kejujuran, dan cinta kasih kepada sesama manusia sehingga dapat membentuk santri yang memiliki nilai-nilai luhur dan moral yang baik

    Studi tentang Tujuan Pendidikan Islam Menurut Azyumardi Azra

    No full text
    Penelitian ini merupakan penelitian pustaka (library research) yang mengkaji pemikiran Azyumardi Azra tentang tujuan pendidikan Islam. Dari kajian ini ditemukan bahwa hakikat tujuan pendidikan adalah penyerapan informasi pengatahuan yang sebanyak-banyaknya dan penkajian yang mendalam serta uji coba dan penerapannya dalam kehidupan manusia sehari-hari. Dan juga termasuk dari hakikat tujuan pendidikan Islam yaitu upaya menolong manusia agar menjadi manusia terdidik. Pemikiran Azyumardi Azra tentang konsep tujuan pendidika Islam bersifat etis-religius. Secara keseluruhan konsep tujuan pendidikan Islam yang ditawarkan oleh Azyumardi Azra masih relevan dengan tujuan pendidikan Nasional Indonesia dan juga masih bisa diterima untuk terus diterapkan dan dikembangkan di Indonesia, hanya saja perlu diadakan kajian yang komprehensip dan perhatian yang serius atas konsep yang di tawarkan oleh Azyumardi Azra. Sehingga dalam penanaman dan pembumian dari konsepnya bisa sejalan dan sesuai dengan harapan kita bersama (bangsa dan ummat sedunia). Karena sebagus apapun konsep itu, tanpa adanya keseriusan dan pematangan akan menghasilkan sesuatu yang tidak sesuai dengan harapan dan idealismenya

    Pengembangan Kecerdasan Interpersonal: Belajar Pada Praktik Pedagogis Nabi Saw

    No full text
    Untuk mencapai kenyamanan dan kesuksesan dalam menjalani kehidupan, manusia dituntut untuk bisa berinteraksi dengan manusia yang lain secara baik dan proporsional. Sebab keberadaan satu orang manusia tidak akan pernah bisa dilepaskan dari keberadaan orang lain di sekitarnya. Mereka saling membutuhkan. Sekaya dan dan setinggi apapun jabatan yang diraih, ia tetap akan membutuhkan bahkan bergantung pada orang lain di luar dirinya. Maka persoalan mengatur hubungan antara diri dan orang lain (the other) menjadi sagat urgen. Dan ini perlu ditanamkan dan diajarkan pada anak-anak sejak mereka masih kecil. Dalam konteks ini, praktik pedagogis yang pernah dicontohkan oleh Nabi saw. bisa dijadikan contoh untuk selanjutnya dikembangkan sesuai dengan keadaan dan tingkat kemampuan anak untuk mencerna

    Nasikh Mansukh dalam Studi Ilmu Alquran

    Full text link
    Di dalam Alquran, kata nasakh dalam berbagai bentuknya ditemukan sebanyak empat kali, yaitu dalam QS. 2:106, 7:154, 22:52, dan 45:29. Dari segi etimologi, kata tersebut dipakai dalam beberapa arti, antara lain pembatalan, penghapusan, pemindahan dari satu wadah kewadah yang lain, pengubahan dan sebagainya, dinamakan nasikh. Sedangkan yang dibatalkan, dihapus, dipindahkan, dan sebagainya, dinamakan mansukh. Perlu digarisbawahi bahwa para ulama’ sepakat tentang tidak ditemukannya ikhtilaf dalam arti kontradiksi dalam kandungan ayat-ayat Alquran. Dalam menghadapi ayat-ayat yang sepintas lalu dinilai memiliki gejala kontradiksi, mereka mengkompromikannya. Pengkompromian tersebut ditempuh oleh satu pihak tanpa menyatakan adanya ayat yang telah dibatalkan, dihapus atau tidak berlaku lagi, dan ada pula yang menyatakan bahwa ayat yang turun kemudian telah membatalkan kandungan ayat sebelumnya, akibat perubahan kondisi sosial. Apapun cara rekonsiliasi tersebut, pada akhirnya mereka sependapat bahwa tidak ada kontradiksi dalam ayat-ayat Alquran. Karena disepakati bahwa syarat kontradiksi antara lain, adalah persamaan subjek, objek, waktu, syarat, dan lain-lain

    MaqÄÈ™id Al-Qur’Än: Genealogi dan Peta Perkembangannya dalam Khazanah Keislaman

    No full text
    This article attempts to map the phases of maqasid al-Qur'an in Islamic sources. Searching for traces of developments and typologies of maqasid al-Qur'an is important to show its scientific genealogical side. To achieve the purpose, this article builds on two main questions: a) What is the definition of maqasid al-Qur'an?; b) How do the map of development of maqasid al-Qur'an in Islamic sources? Both of these questions lead to the conclusions: a) There is no agreement among the Islamic scholars on the definition of maqasid al-Qur'an. However, the definitions that exist refer to the core of Qur’anic teachings and objectives that must be developed according to the time and space where the Qur'an is read and understood; b) The development of maqasid al-Qur'an can be mapped into four categories: nucleus diaspora phase, pre-theoretical applicative phase, conceptual formative phase, and contextual transformative phase

    Relasi Islam dan Psikologi: Ikhtiar Menuju Integrasi Keilmuan

    Full text link
    The research examines the relationship between Islam and Psychology as an attempt to reach scientific integration. By far, psychological studies have been developed with western perspectives that emphasize empirical experiments as the primary source to result in scientific products. However, the psychological concepts produced with western perspectives are not sufficient to absorb religious values. The research offers alternative discourses that were attempted to improve methodological seriousness and maturity, namely by providing implicit discourse in the scientific development process of Islamic psychology. The article showed that Islam is a universal religion that abounds with religious values that have profound sources written in Quran and Sunnah. Also, Islam is brim with the wisdom of the religious leaders that can be a foundation to burgeon Islamic psychological concepts. Islam has its methodological basis that can be used as a reference to enhance psychological theories, ranging from textual, philosophical, to Sufistic approaches

    Urgensi Pendidikan Islam dalam Mewujudkan Masyarakat Madani

    Full text link
    The article delineates the objective of Islamic education as a means to establish a Madani society. The general aim of education invariably directs to positive goals, including education with Islamic adjectives as the suffix. What makes the objective of Islamic education and other conventional educations different lies merely in norms and values founding it, namely Islamic values originating from the Quran and Hadith. The article showed that in Islamic education, the end of the ideal personality development as humans is the establishment of a Madani society. The characteristics of the alumnus of Islamic education, among others, are having a healthy state of mind, fast in resolving problems, possessing a strong faith to control oneself, and capable of mastering social sensitivity. The research demonstrated that Islamic education does not only orient towards individual interest but also the establishment of relationships among humans to build a Madani society

    Konstruksi Perempuan dalam Keluarga Perspektif Kitab al-TafsÄ«r al-Wasīṭ li al-Qur’Än al-KarÄ«m

    Full text link
    Problems as for the roles and positions of women in the family are essential to study. This is because a holistic understanding regarding women will not produce a biased perspective. A biased perspective towards women can be a stepping stone to family problems. In light of that, the research aims to discuss women in the family from the perspective of Muhammad Sayyid TÄntÄwÄ« in the book of al-TafsÄ«r al-WasÄ«t Li al-Qur' Än al-KarÄ«m by using a descriptive-analytic method, social history, and gender theory. According to the book, the position of women in the household is men's assistance, and the leadership of men towards women is absolute. However, the leadership should be based on asas maslaha (public interest). So too with polygamy and nusyuz, Muhammad Sayyid Tantawi tried to be moderate. Although he allowed polygamy, there should be requirements to be fulfilled and boundaries not to be violated. As for the spiritual side, according to Muhammad Sayyid Tantawi, men and women are equal, and nothing is prioritized

    Analisis Kritis Terhadap Pemikiran Max Weber (Perspektif Islam)

    Full text link
    Artikel ini membahas tentang membahas tentang pemikiran Max Weber tentang kapitalisme dan agama. Menurut Weber, agama menjadi sumbu utama dalam menyulut api semangat kapitalisme. Keberhasilan kapitalisme tak lain dipengaruhi oleh semangat dari nilai-nilai agama yang mendorong seseorang untuk menjadi kapitalis. Namun, dalam hal ini, ia mengecualikan Islam. Islam disebut tidak mempunyai prasyarat rohaniah dalam pengembangan kapitalisme. Ia percaya bahwa agama Islam tidak rasional dan karenanya bertentangan dengan kapitalisme yang mendasarkan pada rasionalisme

    Pendidikan Agama Berwawasan Multikultural

    Full text link
    The research delineates religious education with multicultural insight and discusses, theoretically and practically, the implementation of multicultural education in educational institutions. The research conducted a literature review as an attempt to reveal the views of experts regarding religious education with multicultural insight. Theoretically, the research found that the term multiculturalism was used differently, e.g., multiethnic and multicultural, and practically, the application of multicultural education also differed in each culture, as what happened in Canada, Germany, and the United States; So too with religious education in a broad sense. The implementation of religious education adjusted the background of each student or school. Nevertheless, although the implementation may differ, principally, religious education studied in the present research agrees to rely on cross-culture and cross-religion understanding by referring to cognitive, affective, and experience aspects

    51

    full texts

    209

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Rumah Jurnal Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇