Rumah Jurnal Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA)
Not a member yet
209 research outputs found
Sort by
Pemasaran Jasa Pendidikan Berbasis Mutu: Studi Kasus Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) Guluk-Guluk Sumenep
Artikel ini mendiskripsikan bentuk baru yang ditempuh Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) Guluk-Guluk Sumenep dalam memasarkan jasa pendidikan yang dikelolanya, yaitu melalui mutu pendidikan. Indikator mutu yang paling utama adalah kepuasan pelanggan. Kepuasan pelanggan berada pada derajat “baikâ€. Memang bervariatif pada masing-masing fakultas, tetapi semuanya berada pada derajat tersebut. INSTIKA juga memanfaatkan sosial media sebagai salah satu instrumen pemasaran jasa pendidikan yang dikelolanya
Integrasi Pendidikan Islam di Madrasah, Pesantren, dan PTKI: Studi Kasus di Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tentang integrasi pendidikan Islam yang dipraktikkan di lembaga sekolah, madrasah, pesantren, dan PTKI. Secara khusus, penelitian ini mengambil studi kasus di Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk, yang merupakan salah satu pesantren tua yang bercorak semi modern. Penelitian ini sangat penting karena selama ini terjadi dikotomi keilmuan, antara ilmu agama dan ilmu umum sehingga menimbulkan permasalahan dalam ranah pendidikan Islam. Dampak dikotomi ilmu ini begitu sangat luas dan memengaruhi cara pandang masyarakat tentang ilmu. Penelitian ini menunjukkan bahwa Pondok Pesantren Annuqayah telah menerapkan integrasi ilmu pengetahuan dalam pembelajaran di dunia pesantren. Artinya, bahwa pendidikan di Annuqayah sama sekali tidak mendikotomikan ilmu tertentu. Antara ilmu agama dan ilmu umum sama-sama merupakan ilmu Allah yang bisa menjadi jalan bagi manusia untuk lebih dekat kepada Allah
Program Zero Waste Sebagai Implementasi Pendidikan Cinta Lingkungan di PPA Lubangsa Utara
Tulisan ini akan menguraikan apa saja strategi yang digunakan dalam program zero waste sebagai bentuk nyata pendidikan cinta lingkungan di PPA Lubangsa Utara. Program Zero Waste ini merupakan sebagai upaya untuk mengatasi krisis lingkungan di dunia, di mana krisis lingkungan sangat membahayakan terhadap keselamatan dunia. Yang dilakukan oleh PPA Lubangsa Utara adalah Mengadakan penyuluhan lingkungan, mengadakan penyuluhan kepemimpinan yang diformat dalam bentuk seminar, mengadakan penyuluhan adminstrasi yang diformat dalam bentuk seminar, mengadakan diskusi lingkungan, serta menumbuhkan kesadaran lingkungan
Rekonstruksi Kerangka Etis untuk Pengembangan Pariwisata di Kabupaten Sumenep: Perspektif Islam dan Kearifan Lokal
Penelitian ini menemukan bahwa ada tiga masalah pokok yang mengemuka dalam pengembangan program pariwisata di Kabupaten Sumenep. Tiga masalah pokok itu adalah masalah desain dan fokus program pariwisata yang belum tertata secara baik (belum koheren dan berbasis data), partisipasi yang belum maksimal, dan belum mengemukanya pertimbangan keberpihakan pada kelompok masyarakat kelas menengah ke bawah. Ada beberapa asas dan prinsip yang perlu digarisbawahi dan dikemukakan yang kiranya dapat menjadi kerangka etis bagi pengembangan program pariwisata di Kabupaten Sumenep. Setidaknya ada tiga asas dan prinsip, yakni asas keberlanjutan, asas manfaat, adil dan merata, dan asas partisipatif
Pemikiran Masdar Farid Mas’udi tentang Zakat (Pajak), Cita Keadilan, dan Negara: Menuju Konsep Hubungan Agama-Negara yang Transformatif
Artikel ini menjelaskan pemikiran Masdar Farid Mas’udi tentang hubungan zakat (pajak), keadilan, dan negara. Keadilan sosial merupakan salah satu misi penting dari kehadiran agama. Dalam Islam, zakat yang merupakan rukun Islam menjadi instrumen penting dalam mewujudkan cita-cita tersebut. Namun, menurut Masdar Farid Mas’udi, zakat belum berhasil mewujudkan misi suci tersebut. Penelitian ini menelaah upaya Masdar untuk memberdayakan tujuan zakat demi cita keadilan sosial. Masdar mengusulkan penyatuan zakat dan pajak melalui instrumen negara. Penelitian ini mengungkapkan asumsi dan implikasi usulan tersebut. Di antaranya bahwa hal ini mengasumsikan integrasi agama dan negara untuk bisa mewujudkan cita idealis zakat. Padahal, hubungan agama dan negara yang transformatif tidak mesti berujung pada integrasi, karena integrasi bisa juga berujung pada legitimasi totalitarianisme negara
Corak Fikih di Madura (Studi atas Manuskrip Berbahasa Madura ‘Miftahul Jannah’ di Sumenep Jawa Timur)
Artikel ini mengelaborasi manuskrip berbahasa Madura dengan judul “Miftahul Jannah fi Anwa’i Kaifiyatis Sholah wan Niyah†(Kunci Surga [berisi] tentang Ragam Cara Sholat dan Niat). Manuskrip berbahasa Madura ini ditemukan di Desa Tambaagung Ares, Kecamatan Ambunten, Sumenep, Jawa Timur. Dari manuskrip ini, dapat ditemukan data penting berkaitan dengan corak Fikih yang berkembang di Madura, yaitu Fikih Madzhab Syafi’iyah
Manajemen Pengembangan Kurikulum Pendidikan Madrasah dalam Mewujudkan Madrasah Bermartabat
Kurikulum merupakan komponen yang berperan strategis dalam menyukseskan proses pendidikan dan pembelajaran dalam rangka mencapai tujuan institusional pada lembaga pendidikan. Karena itu, sistem kurikulum sangat menentukan sukses tidaknya sebuah madrasah/sekolah untuk menjadi lembaga pendidikan yang bermutu dan berkualitas. Ahmad Tafsir menjelaskan bahwa kurikulum mengandung empat komponen, yaitu tujuan, isi, metode atau proses belajar mengajar, dan evaluasi. Keempat komponen dalam kurikulum tersebut memiliki keterkaitan satu sama lain.Pelaksanaan kurikulum dibagi menjadi dua bagian yaitu pelaksanaan kurikulum tingkat madrasah/sekolah dan tingkat kelas. Antara kurikulum sekolah dengan kurikulum kelas merupakan tumpuan proses pembelajaran yang menjadi petunjuk utama pelaksanaan pendidikan disebuah lembaga pendidikan. Dalam tingkat madrasah/sekolah, seorang kepala sekolah merupakan penanggung jawab utamanya, sementara guru berperan sebagai ujung tombak pelaksanaan kurikulum ditingkatan kelas. Kajian ini berupaya memberikan gambaran tentang pentingnya pengembagan kurikulum pada tingkatan madrasah sehingga mampu menjadi pedoman dan rujukan utama dalam pelaksanakan pembelajaran sehingga mampu menciptakan suasanan pembelajaran optimal dan unggul
Implementasi Pendidikan Karakter Melalui Kegiatan PSG (Pemulung Sampah Gaul) di SMA 3 Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep
Ada tiga permasalahan yang menjadi kajian dalam penelitian ini, Pertama, apa saja nilai-nilai karakter yang terdapat dalam kegiatan komunitas PSG (Pemulung Sampah Gaul) di SMA 3 Annuqayah Guluk- Guluk Timur, Sumenep. Kedua, bagaimana peran PSG (Pemulung Sampah Gaul) dalam pembentukan karakter anggotanya. Ketiga, bagaimana konsep kegiatan PSG (Pemulung Sampah Gaul) untuk penanaman nilai-nilai karakter terhadap anggotanya. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: pertama, nilai-nilai karakter yang terdapat dalam kegiatan komunitas PSG (Pemulung Sampah Gaul) yaitu sikap kepedulian serta tanggung jawab yang tinggi terhadap lingkungan, solidaritas dan kepekaan sosial, kreativitas, dan memiliki jiwa kepemimpinan. Kedua, peran PSG (Pemulung Sampah Gaul) dalam pembentukan karakter anggotanya yaitu menjadi wadah penyaluran minat dan bakat siswa, memfasilitasi pengembangan potensi siswa dan menjadi ruang bagi anggotanya memahami arti solidaritas terhadap sesama dan membuat anggotanya lebih peka terhadap lingkungan. Ketiga, konsep kegiatan PSG (Pemulung Sampah Gaul) untuk penanaman nilai-nilai karakter dirancang dengan tujuan memberikan pemahaman terhadap isu-isu lingkungan dan mengarahkan anggotanya menjadi generasi berkarakter seperti : memulung sampah plastik dan mengolahnya menjadi kerajinan, menanam bibit bahan pangan lokal seperti umbi-umbian dan ketela kemudian diolah menjadi makanan, membuat pupuk organik tanpa baha kimi, reboisasi dan kajian/seminar lingkungan
Barakah dalam Perspektif Komunitas Pesantren: Persepsi Santriwati yang Berstatus ‘Abdi Dhalem Kiai
Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep barakah dalam persepktif komunitas pesantren. Fokus penelitian ini adalah persepsi santriwati yang berstatus khadimah atau abdi dhalem kyai terhadap konsepsi barakah dan juga bagaimana konsep teologi agama mengenai esensi barakah yang dikenal dalam tradisi pesantren. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan studi kasus pada tiga pondok pesantren, yaitu Pondok Pesantren Al-Ihsan, Pragaan, Pondok pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, dan Pondok Pesantren Sumber Payung Ganding, Sumenep. Dalam menggunakan data di lapangan, peneliti menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa konsepsi barakah menurut persepsi santriwati yang berstatus khadimah atau abdi dhalem adalah tambahan kebaikan yang bersifat positif yang ditransmisikan oleh seseorang kepada orang lain, semisal dari seorang guru kepada muridnya, dari orang tua kepada anaknya, dari seorang kyai kepada santrinya. Ada banyak cara yang bisa dilakukan bagi seseorang untuk memperoleh barakah dari orang-orang shaleh, diantaranya adalah tidak berani mengusik ketenangannya, memenuhi perintahnya dan tidak berbuat sesuatu yang dapat menyinggung perasaannya. Barakah yang diterima dapat berbentuk ilmu yang bermanfaat, kelapangan rizki, ketenangan dan kebahagiaan hidup
Ayat-Ayat Sajadah dalam Al-Qur’an Perspektif Fenomenologi
Ayat-ayat sajadah merupakan ayat-ayat yang apabila membaca atau mendengarnya disunnahkan untuk melakukan sujud tilawah. Cara memperlakukan ayat ini berbeda dengan ayat-ayat yang bukan ayat sajadah. ayat ini merupakan ayat yang diperlakukan istimewa oleh umat islam. Jika pada ayat yang lain mereka hanya disunnahkan untuk mengucapakan kalimat tertentu, semisal kata amîn ketika membaca akhir surat al-Fatihah, tapi pada ayat ini umat islam disunnahkan untuk melakukan sujud tilawah. Kata yang digunakan dalam ayat sajadah ini (yang menyebabkan ayat tersebut tergolong dalam ayat-ayat sajadah) berbeda-beda. Ada kata yang menggunakan redaksi berita (khabari) dan yang ada menggunakan redaksi perintah (insya’i yang amar). Meskipun redaksi yang digunakan dalam ayat sajadah ini berbeda-beda, namun kesunnahan untuk melakukan sujud bagi yang membaca dan mendengar ayat ini tidak hilang karena perbedaan redaksi. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa fenomena yang terdapat dalam ayat-ayat sajadah ini adalah berbeda-bedanya redaksi yang digunakan dalam ayat ini. Perbedaan tersebut tidak dapat menghilangkan eksistensi ayat sajadah tersebut. Bahkan, perintah yang menggunakan redaksi khabari lebih tegas perintahnya dari pada redaksi yang menggunakan amar