UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: E-Journal Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora
Not a member yet
765 research outputs found
Sort by
PENGARUH TERAPI TAWA TERHADAP PENURUNAN KECEMASAN PADA NARAPIDANA
This study aims to examine whether there is an effect of laughter therapy on reducing anxiety in prisoners. The assumption that was built for the first time in this study was that there was an effect of laughter therapy on reducing anxiety in prisoners. Participants in this study were prisoners who had a sentence of more than one year or known as class B1 prisoners. The sampling technique in data collection used was by random sampling technique. The measuring instrument used is an anxiety scale which amounts to 25 items, taken from aspects of anxiety Jeffry Nefid (2006). The therapy module used is a modification of the module made by Madan Kataria (2004). The data analysis method carried out in this study used the SPSS version 11.05 program facility to test whether there was an effect of laughter therapy on the anxiety of inmates. The T test used shows a very significant effect of laughter therapy on reducing anxiety in prisoners, this can be seen from the value of t = 7, 102. So the research hypothesis is accepted. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menguji apakah ada pengaruh terapi tawa terhadap penurunan kecemasan pada narapidana. Asumsi yang dibangun untuk pertama kali dalam penelitian ini adalah ada pengaruh terapi tawa terhadap penurunan kecemasan pada narapidana. Partisipan dalam penelitian ini adalah narapidana yang memiliki masa hukuman diatas satu tahun atau yang dikenal dengan narapidana golongan B1.Teknik sampling dalam pengambilan data yang digunakan adalah dengan Teknik random sampling. Adapun Alat ukur yang digunakan adalah skala kecemasan yang berjumlah 25 aitem, diambil dari aspek-aspek kecemasan Jeffry S Nefid (2006). Modul terapi yang digunakan merupakan modifikasi dari modul yang dibuat oleh Madan Kataria (2004). Metode analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan fasilitas program SPSS versi 11.05 untuk menguji apakah ada pengaruh terapi tawa terhadap kecemasan ada narapidana. Uji T yang digunakan menunjukkan adanya pengaruh yang sangat signifikan terapi tawa terhadap penurunan kecemasan pada narapidana, hal ini terlihat dari nilai t = 7, 102. Sehingga hipotesis penelitian diterima
Alumni Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI): Peluang Kerja (Studi Alumni Pascasarjana UIN Ar-Raniry)
Abstrak. Kompetensi adalah suatu hal yang dikaitkan dengan kemampuan, pengetahuan atau wawasan, dan sikap yang dijadikan suatu pedoman dalam melakukan tanggung jawab pekerjaan yang dikerjakan. Persaingan di bidang pendidikan tinggi menyebabkan bertambah dan berkurangnya yang mendaftar di perguruan tinggi. Keadaan ini memaksa kampus untuk mencari berbagai strategi baru yang menjadikan pendidikan tinggi Islam mampu bertahan dan berkembang dalam persaingan tingkat nasional bahkan tingkat dunia. Berdasarkan persoalan di atas, penulis ingin meneliti lebih lanjut tentang Kompetensi Alumni KPI dalam Mencari Peluang Kerja. Penelitian ini menggunakan metodologi pendekatan kuaitatif, yang mengkaji tentang bagaimana kompetensi dan kendala alumni KPI dalam mencari peluang kerja.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dimana dalam penelitian ini lebih menekankan pada makna dan proses daripada hasil suatu aktifitas. Penelitian ini dilaksanakan di beberapa kantor pemerintahan di Kota Lhokseumawe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memberikan perhatian penting terhadap lulusan atau alumni Fakultas Dakwah, khususnya alumni Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry. Mereka mampu dan bisa tampil di forum-forum, menjadi penceramah, khatib, wartawan. Sebagian alumni KPI mendapatkan peluang kerja yang baik dari pemerintah, seperti ada yang menjadi Kepala Kantor Kemenag Lhokseumawe, Ketua MPU Lhokseumawe, Sekwan DPRK Lhokseumawe. Mereka juga bekerja di IAIN Lhokseumawe. Kendala alumni KPI dalam mencari kerja salah satunya adalah tidak adanya wadah perkumpulan alumni, sehingga sulit berbagi informasi, baik yang berhubungan dengan peluang kerja atau lainnya. Kendala lainnya adalah alumni KPI tidak mampu mengaplikasikan ilmu yang didapat saat menjadi mahasiswa, sehingga berefek dalam kehidupan sehari-hari. Kata kunci: Kompetensi, Alumni komunikasi Islam, Peluang Kerja Abstract. Competence is a matter that is associated with ability, knowledge or insight, and attitude that is used as a guideline in carrying out the responsibilities of work done. Competition in the field of higher education leads to increased and reduced enrollment in higher education. This situation forced the campus to look for various new strategies that made Islamic higher education able to survive and develop in national and world-level competition. Based on the above problems, the author would like to examine more about KPI Alumni Competence in Finding Job Opportunities. This study uses a qualitative approach methodology, which examines how the competencies and constraints of KPI alumni in seeking employment opportunities. This study uses a qualitative approach wherein this research emphasizes the meaning and process rather than the results of an activity. This research was carried out in several government offices in Lhokseumawe City. The results showed that the community gave important attention to the graduates or alumni of the Da\u27wah Faculty, specifically the alumni of Islamic Communication and Broadcasting (KPI) of the State Islamic University (UIN) Ar-Raniry. They can and can appear in forums, become lecturers, preachers, reporters. Some KPI alumni get good employment opportunities from the government, such as those who are the Head of the Lhokseumawe Ministry of Religion Office, Chair of the MPU Lhokseumawe, Sekwan DPRK Lhokseumawe. They also worked at IAIN Lhokseumawe. One of the obstacles for KPI alumni in finding work is the absence of alumni association containers, so that it is difficult to share information, whether related to employment opportunities or others. Another obstacle is that KPI alumni are unable to apply the knowledge gained when they are students, so that it has an effect on daily life. Keywords: Competence, Islamic Communication Alumni, Job Opportunities
Tindakan Korupsi sebagai Tindakan Imoral dalam Perspektif Fungsional (Kajian Film Korupsi dan Kita: Rumah Perkara)
Abstrak. Perilaku korupsi dalam perspektif fungsionalisme structural berfungsi sebagai pelumas birokrasi untuk mempercepat sistem birokrasi menjalankan tugasnya. Korupsi merupakan salah satu fungsi melekat dalam fungsi politik dan fungsi ekonomi yang berjalan beriringan untuk memperoleh keuntungan maksimal. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui fungsi positif dari korupsi pada sistem politik di film: Korupsi dan Kita: Rumah Perkara. Film ini merupakan salah satu cermin situasi perpolitikan di Indonesia yang sangat rentan dengan perilaku dan tindak pidana korupsi. Metode penelitian adalah kualitatif dengan menganalisis data sekunder film dan menganalisisnya dengan perspektif structural fungsional. Hasil penelitian menunjukan bahwa fungsi positif dari korupsi benar-benar dijalankan oleh pebisnis untuk mendapatkan keuntungan dari bisnisnya tanpa mempertimbangkan moral dan mengabaikan moral itu sendiri. Perilaku bisnis bekerjasama dengan pejabat dengan melakukan suap untuk menggoalkan tujuannya. Kedua belah pihak sama-sama mendapatkan keuntungan maksimal karena kepentingan bisnis dan politik bisa berjalan beriringan. Sisi yang lain, masyarakat banyak menderita karena perilaku korupsi, diantaranya: kehilangan lahan, pekerjaan dan tanah kelahiran. Kata Kunci: Tindakan Korupsi, Imoral, Amoral dan Struktural Fungsional Abstract. Corrupt behaviour, in the perspective of structural functionalism, function as the lubricant of bureaucracy to quicken the bureaucracy system in doing their job. Corruption does have political function as well as economical client which runs simultaneously to gain maximum advantage. This writing is aimed to discover the positive function of corruptionin the political system in the movie Korupsidan Kita: RumahPerkara. This movie is one example of political situation in Indonesia which is very vulnerable to corruption. The research method is qualitative by analysing secondary data, which is movie, with structural and functional perspective. The result of the research shows that the positive function of corruption is really done by the businessman to gain advantage towards their business but with ignoring the moral value. In reaching the goal, businessman cooperate with government officers. The two parties get the advantages because business and political importance can actually run together. In the other side, society suffer from this corruption activity for example: losing land, occupation and birthplace.Keywords: corruption, immoral, structural and functiona
TRADISI NGAJAHUL: Fikih Pemakaman dan Kohesi Sosial Pada Masyarakat Muslim Priangan
This paper presents an analysis of the death rituals carried out by Muslims in the Priangan region known as ngajahul. Ngajahul is done on the sixth or seventh day after the death. Ritual analysis of the death illustrates that the ritual is not only a spiritual-fiqhiyyah aspect, but also has a role in describing social relations. The graveyard or a cemetery, is not only shows the grave, but also describes the relationship between the deceased, the family and the social environment. This research usesa sociological perspective to produce the concept of relationship between rituals of death and society, especially related to the issue of maintaining social cohesion. This concept illustrates that rituals of thedeath are not as depicted in recitation forums that see the death rituals as a tradition loaded with spiritual nuanced. Ngajahul is a tradition that also produces social interaction and involvement in social life simultaneously Tulisan ini menyajikan sebuah analisis tentang ritual kematian yang dilakukan oleh umat Islam di wilayah Priangan yang dikenal dengan istilah ngajahul. Ngajahul dilakukan pada hari ke enam atau ketujuh setelah kematian. Analisis mengenai ritual kematian menggambarkan bahwa ritual kematian bukan hanya merupakan aspek yang bersifat sipiritual-fiqhiyyah, namun juga memiliki peran dalam menggambarkan relasi sosial. Bangunan kuburan yang terhampar di tempat pemakaman, bukan hanya menunjukkan kuburan an sich, tetapi juga menggambarkan relasi antara orang yang meninggal, keluarga dan lingkungan sosialnya. Penelitian dengan cara pandang normatif-sosiologis ini menghasilkan konsep bahwa ritual kematian dan masyarakat, khususnya masyarakat muslim dalam berbagai aspeknya disebut sebagai mengandung kohesi sosial. Konsep ini memberikan gambaran bahwa ritual kematian tidaklah sebagaimana digambarkan dalam forum-forum pengajian yang melihat ritual kematian sebagai tradisi yang sarat dengan ritual yang bernuansa spiritual. Ngajahul merupakan tradisi yang menghasilkan interaksi sosial dan keterlibatan-keterlibatan dalam kehidupan sosial yang diproduksi secara bersamaan
ORGANISASI MASYARAKAT SIPIL DAN RESTORASI SUNGAI: Studi pada Gerakan Memungut Sehelai Sampah di Sungai Karang Mumus di Kota Samarinda
Ingeneral, condition of rivers in Indonesia is degraded and polluted. River restoration is effort to recover the function and natural conditions of river. The government has implemented several programs to improve some degraded rivers. Civil society organizations (CSO) and communities have initiated various actions to restore the rivers in some regions. By positioning the concept of river restoration as part of environmental movement, the article describes the Karang Mumus river restoration initiated by a CSO in the city of Samarinda. The CSO has practiced environmental education as an entry point and platform of actions for river restoration. The environmental education has engaged individuals and social groups in the city. They have learned and practiced actions to restore the river. Even though the more actions are still needed to recover the river, to some extent the CSO has been able to put river restoration as a centre of environmental activism in the city.Kondisi umum sungai-sungai di Indonesia adalah rusak dan tercemar. Restorasi sungai adalah upaya untuk mengembalikan fungsi dan kondisi alamiah dari sungai. Pemerintah telah mengimplementasikan berbagai program untuk memperbaiki kondisi sungai yang rusak dan tercemar. Berbagai komunitas dan organisasi masyarakat sipil (OMS) telah mengambil prakarsa untuk melakukan restorasi sungai di sejumlah daerah. Dengan menempatkan restorasi sungai sebagai bagian dari gerakan lingkungan, artikel ini memaparkan gerakan restorasi sungai Karang Mumus di Kota Samarinda. OMS mempraktikkan pendidikan lingkungan sebagai titik masuk dan platform aksi dalam melakukan upaya restorasi sungai. Pendidikan lingkungan telah mampu melibatkan warga individual dan kelompok-kelompok sosial di kota ini. Mereka belajar dan mempraktikan aksi-aksi restorasi sungai. Meskipun masih dibutuhkan lebih banyak aksi, sampai pada tingkat tertentu, OMS telah mampu menempatkan aksi-aksi restorasi sungai Karang Mumus sebagai titik pusat aktivisme lingkungan di Kota Samarinda
KERUKUNAN HIDUP ANTAR UMAT BERAGAMA BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI KAMPUNG LOLOAN, JEMBRANA, BALI
Diversity is the reality of Indonesian life, whether ethnically, linguistically, culturally, or religiously. In that context, examining the diversity of Balinese society is certainly very interesting considering it is not just a "reality", but also a necessity and a need. Thus, the pockets of community diversity become an important benchmark because it is like a seeding ground for pluralism and the articulative medium of community experimentation in addressing differences. This is where the attractive village of Loloan Jembrana as a village that is predominantly Muslim in the midst of strong Hindu influence. This village can be a picture of a plural-culturally religious community life. The village has a historical uniqueness and local wisdom that has managed to glue the knot of interfaith togetherness.Keragaman adalah realitas kehidupan bangsa Indonesia, baik secara etnis, bahasa, budaya, ataupun agama. Dalam konteks itu, menelisik keragaman masyarakat Bali tentu sangat menarik mengingat ia tidak sekedar sebuah “kenyataan”, melainkan juga sebuah kemestian dan kebutuhan. Dengan demikian, kantong keragaman masyarakat menjadi tolok ukur penting karena ia ibarat tempat penyemaian benih pluralisme dan medium artikulatif eksperimentasi masyarakat dalam menyikapi perbedaan. Di sinilah menariknya Kampung Loloan Jembrana sebagai sebuah desa yang mayoritas penduduknya Muslim di tengah kuatnya pengaruh Hindu. Kampung ini bisa menjadi gambaran kehidupan masyarakat yang plural secara kultur-keagamaan. Kampung itu memiliki keunikan historis dan kearifan lokal yang selama ini berhasil merekat simpul kebersamaan lintas iman
TINDAKAN KOMUNIKATIF PADA SISTEM BAHTSUL MATSAIL DI PONDOK PESANTREN AL AMIN; Musyawarah Kitab Kuning di Pondok Pesantren Putri Al Amin Ngasinan, Rejomulyo, Kota Kediri
The culture of interactive dialogue in seeking an agreement in determining shari’a law that still requires detailed mediation in the public space referred to in Bahstul matsail. Scientific forums that are more familiar with this matter, are accommodated by the Al Amien Kediri Islamic Boarding School, where there are ulama’, religious teachers, and forum participants as a complement in determining a law that is still multi-interpretation. The agreement will be the basis of one law that is still biased, so that it indicates an agreement called Ijma’. The existence of mutualism symbiosis between the elements of Bahstul matsail is interesting in Habermas’s study of public space in delivering ideas and opinions. Habermas in the public sphere sees that there is a dominance of communicative actions, one of them is social statification from Bahstul matsail participants in Habermas “bourgeois public space” where the domination of scholarship in more to the ulama because it is considered more understandable about Shari’a law.Budaya dialog interaktif dalam mencari sebuah kesepakatan dalam menetukan hukum syariat yang masih membutuhkan penjelasan secara rinci termediasi dalam ruang public yang di sebut dengan Bahtsul matsail. Forum ilmiah yang lebih akrab untuk hal ini, diwadahi oleh pondok pesantren Al-amin Kediri, dimana terdapat ulama’, ustadz dan peserta forum sebagai pelengkap dalam menentukan sebuah hukum yang masih multi tafsir. Kesepakatan akan menjadi dasar dari satu hukum yang masih bias, sehingga berindikasi kepada satu kesepakatan yang di sebut ijma’. Adanya symbiosis mutualisme antara elemen Bahtsul matsail menjadi menarik dalam kajian ruang public Habermas dalam penyampaian gagasan, ide dan pendapat. Habermas dalam ruang public melihat ada dominasi tindakan komunikatif salah satunya, statifikasi social dari peserta Bahsul matsail dalam Bahasa Habermas “Ruang public borjuis” dimana dominasi keilmuan lebih pada ulama lantaran dianggap lebih faham tentang hukum syariat.
RELASI BONDING DALAM MASYARAKAT BINAAN CSR (Studi Deskriptif Interpretif Relasi Sosial Masyarakat Binaan CSR PT Pertamina RU II Sungai Pakning di Kabupaten Bengkalis)
Abstrak. Penelitian ini beranjak dari terbatasnya kajian CSR (Corporate Social Responsibility) yang berorientasi pada masyarakat penerima manfaat yang ada di Indonesia. Teori yang diadaptasi dalam penelitian ini adalah teori modal sosial yang dikemukakan oleh Woolcock & Narayan. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif interpretif model Neuman. Penelitian ini menelaah bentuk modal sosial dalam bentuk relasi sosial bonding yang ada di masyarakat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa relasi bonding terdapat dalam pola-pola relasi dalam masyarakat binaan yang menunjukkan bahwa ikatan intra kelompok penting untuk diperhatikan guna menjaga kekompakan kelompok. Hasil ini menunjukkan bahwa bentuk relasi sosial bonding memiliki dampak yang penting terhadap pelaksanaan CSR di suatu perusahaan. Relasi ini penting untuk dijaga melalui kegiatan komunikasi dialogis yang bertujuan untuk pembangunan yang dilakukan melalui cara-cara yang lebih intensif, terbuka dan partisipatif guna melahirkan relasi sosial yang sehat dan berkelanjutan. Kata kunci: CSR; komunikasi pembangunan; modal sosial; relasi bondingAbstract. This research moved from the limited study of CSR (Corporate Social Responsibility) oriented to beneficiary communities in Indonesia. The theory adapted in this study is the theory of social capital proposed by Woolcock & Narayan. The research method in this study was qualitative with the interpretive descriptive approach of the Neuman model. This research examines forms of social capital in form of social relations that exist in society. The results of this study indicate that there are form of social relations that exist in society, namely bonding relations. Bonding relations show that intra-group bonds are important to consider in order to maintain group cohesiveness. These results indicate that the form of social relations have an important impact on the implementation of CSR in a company. This relation is important to be maintained through communication activities aimed at development carried out through more intensive, open and participatory ways in order to create Health and sustainable Social relations. Keywords: CSR; Development Communication; Social Capital; Bonding Relations
Kecenderungan Kajian Penelitian Jurnal Komunikasi Pada Penulis APJIKI Ditinjau dari Tujuh Tradisi Komunikasi
This research tries to reveal the trends and tendency of research studies conducted by the authors published in the journal of communication science incorporated in the Association of Journal Management Science Communication Indonesia (APJIKI). The publication demands made by the academic community of Higher Education give a considerable impact on the awareness of the lecturers the importance of conducting studies, research and writing scientific papers. Communication science study progressed along with the development of communication technology. The development of this communication study coloring the writing of scientific articles in the form of research and articles in communication journals, then this research synthesizes the results of writing in scientific journals in the field of communication science contained in APJIKI (Association of Publishers Journal of Communication Science) in Indonesia by using perspective approaches seven traditions in communication namely, semiotics, phenomenology, cybernetic, psychological social, socio-cultural, critical and rhetoric. This study is using a quantitative and qualitative approach, data obtained through the dissemination of an online questionnaire and interview. The results showed that the scope of research studies for communication journals incorporated in APJIKI year 2016 more inclined on the study Public Relations (PR). While the form of communication studies that ranked first in 2016 is a study on the form of mass communication
MAKNA KESEJAHTERAAN PADA GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
Kajian kesejahteraan pada guru anak usia dini belum banyak dikaji. Pemaknaan mengenai kesejahteraan psikologis pada guru akan memberikan gambaran mengenai bagaimana guru memaknai kesejahteraan terhadap profesinya. Penelitian menggunakan metode Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) untuk memahami bagaimana guru memaknai kesejahteraan. Partisipan melibatkan 5 narasumber guru Taman Kanak – Kanak di Kota Semarang yang sekolahnya memperoleh akreditasi A dan telah bekerja minimal 5 tahun. Instrumen penelitian menggunakan wawancara semi terstruktur.Hasil penelitian menggambarkan bahwa kesejahteraan bagi guru pendidikan usia dini mengacu pada perasaan bahagia dan tercukupi dalam menjalankan perannya sehingga mampu mengarahkannya pada pencapaian yang lebih baik. Kesejahteraan ini muncul dari rasa dicintai oleh siswa, teman guru dan orang tua; rasa dihargai; dan adanya rasa didukung. Perasaan sejahtera hadir semakin kuat apabila disertai rasa syukur dan adanya tujuan yang akan dicapai dan memberikan dampak positif bagi sekitar. Pemahaman ini akan membantu dalam proses diskusi mengenai pemetaan kebutuhan guru dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis