UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: E-Journal Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora
Not a member yet
    765 research outputs found

    Usia, Kebersyukuran, dan Subjective Well-Being pada Guru Taman Kanak-Kanak

    Get PDF
      Kindergarten teachers subjective well-being is considered essential for teaching and learning success. This study aims to determine the effect of gratitude on the subjective well-being of kindergarten teachers, which is moderated by age. The quantitative approach is used in this study, with the number of respondents 72 Aisyiyah Kindergarten teachers in Purwokerto. The instruments used are the subjective well-being scale modified from the SWLS and SPANE scales by Diener et al. (2009) with Cronbach’s ⍺ = 0,839 (15 items), the gratitude scale modified from the GRAT scale by Watkins, Woodward, Stone, and Kolts (2003) with Cronbach’s ⍺ = 0,901 (32 items), and also age demographic data. Multiple regression analysis is used to determine the effect of the variables and their moderating effect, assisted by the Jamovi 1.8.4 software. The results of the study show that there is a significant effect of gratitude on the subjective well-being of kindergarten teachers. Age is also statistically and significantly proven to moderate the relationship. Age differences give different results towards kindergarten teachers\u27 subjective well-being. The theoretical and practical implications of these findings are discussed in the discussion.   Subjective well-being pada guru taman kanak-kanak dianggap penting untuk keberhasilan dalam proses belajar mengajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kebersyukuran terhadap subjective well-being pada guru TK yang dimoderatori oleh usia. Metode penelitian yang digunakan menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan jumlah responden 72 guru TK Aisyiyah di Purwokerto. Instrumen yangdigunakan adalah skala subjective well-being yang dimodifikasi dari skalaSWLS dan SPANE milik Diener et al (2009) dengan Cronbach ⍺ = 0,839 (15 aitem), skala kebersyukuran dimodifikasi dari skala GRAT milik Watkins, Woodward, Stone, dan Kolts (2003) dengan Cronbach ⍺ = 0,901 (32 aitem), serta data demografi usia. Teknik analisis data yang digunakan yaitu regresi berganda untuk mengetahui pengaruh variabel dan efek moderasinya, dibantu dengan software Jamovi 1.8.4. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan kebersyukuran terhadap subjective well-being pada guru TK. Usia juga terbukti secara statistik dan signifikan dapat memoderasi hubungan tersebut. Adanya perbedaan usia, memberikan hasil yang berbedapula pengaruhnya terhadap subjective well-being guru. Implikasi teoritis dan praktis dari temuan ini dibahas dalam diskusi

    Exploring Kuntowijoyo’s Concept of Prophetic Leadership and Its Relevance in Indonesian Muslim Society

    Get PDF
    Exploring the concept of prophetic leadership as proposed by Kuntowijoyo and its significance in today\u27s Indonesian Muslim holds immense value, given its enduring relevance and the deep interest it generates within the Indonesian Muslim community. The notions of liberation, humanization, and transcendence play a crucial role in establishing societal stability. This research seeks to elucidate Kuntowijoyo\u27s idea of prophetic leadership and its contextualization within Muslim communities in Indonesia. The research methodology employed is qualitative-descriptive, involving a comprehensive review of literature pertaining to Kuntowijoyo\u27s ideas. The findings demonstrated that the principles of liberation, transcendence, and humanization, which emerged as significant elements in Kuntowojoyo\u27s prophetic leadership, were very applicable within the social and cultural milieu of Indonesia. The importance of understanding and implementing morality in leadership is emphasized by these ideals, with the goal of promoting stability and prosperity within the Indonesian Muslim community. Gagasan kepemimpinan profetik oleh Kuntowijoyo telah lama menjadi perhatian masyarakat Muslim di Indonesia, sehingga upaya untuk menggali konsep kepemimpinan profetik Kuntowijoyo dan relevansinya dalam masyarakat muslim saat ini menjadi sangat penting. Khususnya pada bagaimana liberasi, humanisasi, dan transendensi menjadi konsep kunci dalam menciptakan stabilitas masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan konsep kepemimpinan profetik Kuntowijoyo dan bagaimana kontektualisasinya dalam masyarakat Muslim di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-destriptif dengan melakukan studi literatur terkait pemikiran Kuntowijoyo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai liberasi, transendensi, dan humanisasi yang menjadi konsep penting dalam kepemimpinan profetik Kuntowojoyo sangat relevan dalam konteks sosial dan budaya Indonesia. Nilai-nilai ini menjadi penegasan akan pentingnya pemahaman mendalam terhadap moralitas dan implementasinya dalam kepemimpinan, guna menciptakan stabilitas dan kesejahteraan dalam masyarakat Muslim Indonesia

    Understanding Anxiety among Students Who Memorize the Qur\u27an

    Get PDF
    Anxiety may be experienced by all groups, including students who memorize the Qur’an.  This research aims to explore the types of anxiety experienced by students who memorize the Qur\u27an, identify the factors that contribute to it, and examine the efforts made by supervisors to address it. The study used a qualitative approach, with data collected through observation and interviews, and analyzed using the Miles and Huberman model. The results showed that students experienced both reality-based and moral-based anxiety. Environmental factors were found to contribute to anxiety, and institutional support was found to be lacking. While the vice principal made no efforts to address anxiety among students, the tahfiz extracurricular participants used self-control, asking for help, and muroja’ah as strategies to cope. This study identifies several types of anxiety and variables that contribute to it while emphasizing the importance of institutional support in resolving mental health issues. Practical consequences of this research include the development of customized treatments for students, training for educators on identifying anxiety and establishing extensive support systems within educational institutions. Kecemasan mungkin dialami oleh semua kalangan, termasuk siswa penghafal Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk menggali jenis-jenis kecemasan yang dialami siswa penghafal Al-Qur’an, mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkannya, dan mengkaji upaya yang dilakukan guru pembimbing untuk mengatasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara, serta dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami kecemasan berbasis realitas dan berbasis moral. Faktor lingkungan ditemukan berkontribusi terhadap kecemasan, dan dukungan kelembagaan ditemukan kurang ada. Meskipun wakil kepala sekolah tidak melakukan upaya untuk mengatasi kecemasan di kalangan siswa, peserta ekstrakurikuler tahfiz menggunakan pengendalian diri, meminta bantuan, dan muroja’ah sebagai strategi untuk mengatasinya. Studi  ini mengidentifikasi beberapa jenis kecemasan dan faktor yang berkontribusi terhadapnya, sekaligus menekankan pentingnya dukungan institusional dalam menyelesaikan permasalahan kesehatan mental. Konsekuensi praktis dari penelitian ini mencakup pengembangan intervensi yang disesuaikan untuk siswa, pelatihan bagi pendidik dalam mengidentifikasi kecemasan, dan membangun sistem pendukung yang luas di lembaga pendidikan.

    Sosiofotografi Konsep, Desain, hingga Praktik: A Review Essay

    Get PDF
    Extract The concept of sociophotography offers an innovative approach to sociology education, particularly at the high school level. By combining photography and sociological theories, this book enables students to connect abstract sociological concepts with real-life social phenomena. It emphasizes active student engagement, where learners document, analyze, and interpret societal issues through photography projects. This approach fosters critical thinking, social awareness, and an appreciation for sociological concepts beyond rote memorization. The book outlines the application of sociophotography through three paradigms: positivistic, interpretative, and critical, each offering distinct methodologies to examine themes such as social equality, cultural change, and urban poverty. These paradigms enrich students\u27 understanding of sociology while developing their practical skills. The book also underscores the pedagogical value of sociophotography in engaging students with sociological materials while stimulating interest in sociology as a discipline. By providing detailed explanations and case studies, it equips educators and students with the tools to explore sociology innovatively. The integration of this method into secondary education curricula can revitalize sociology learning and attract more students to the field. The potential of sociophotography as both an academic and practical tool ensures its relevance in addressing contemporary social challenges, making it a significant contribution to the advancement of sociology education.

    Menelisik Conscientiousness dan Toleransi Ambiguitas terhadap Kecenderungan Pengambilan Resiko pada Pelaku UMKM di Era New Normal

    Get PDF
    In challenging situations like the Covid-19 pandemic, MSME entrepreneurs are among the affected parties. However, the development and efforts to recover have become a primary demand for MSME entrepreneurs to survive in difficult circumstances. Coupled with changes in consumer habits and preferences, known as the "new normal," it has become a new era that forces MSME entrepreneurs to face a situation full of ambiguity. This study employs purposive sampling to select participants, specifically MSME actors in the city of Palembang who reside in the area, resulting in a total of 150 MSME participants with a variety of product types.  This research discusses how the risk-taking propensity of MSME entrepreneurs is influenced by their tolerance ambiguity and conscientiousness. The findings revealed a significant role of tolerance ambiguity in risk-taking propensity (p<0.01), but no significant role of conscientiousness in risk-taking propensity was found.   Pada situasi yang sulit seperti pandemi Covid-19, sektor UMKM merupakan salah satu pihak paling terdampak, sehingga perkembangan dan usaha untuk dapat kembali pulih menjadikan suatu tuntutan utama bagi pelaku UMKM untuk dapat bertahan di tengah situasi yang sulit. Ditambah dengan perubahan kebiasaan serta tuntutan dan juga selera dari para konsumen atau disebut sebagai new normal menjadi suatu era baru yang membuat para pelaku UMKM harus menghadapi situasi yang penuh dengan ambiguitas. Penelitian ini menggunakan teknik sampling purposive untuk memilih partisipan yaitu pelaku UMKM dengan kriteria berdomisili di Kota Palembang, sehingga didapatkan partisipan sejumlah 150 pelaku UMKM dengan jenis produk yang bervariasi. Pengambilan risiko pelaku UMKM dipengaruhi oleh toleransi ambiguitas dan juga conscientiousness dari pelaku UMKM sendiri. Hasil yang didapatkan adalah ditemukan secara signifikan peran toleransi ambiguitas terhadap kecenderungan pengambilan risiko (p<0.01) namun tidak ditemukan signifikansi peran dari conscientiousness terhadap kecenderungan pengambilan risiko

    Navigating Sharia and Institutional Conflict: The Case of Land Pawning Practices in Aceh

    Get PDF
    Sharia-based pawning practices in Aceh have long served as an important system for managing communal assets and fostering social cohesion. However, recent challenges, such as declining trust, rising gold prices, and misinterpretations of Sharia principles, have jeopardized the sustainability of this system. This study aims to explore the social, economic, and cultural dynamics that contribute to conflicts within Aceh’s pawning system, with a focus on how stakeholders address and resolve these conflicts. Employing a Participatory Action Research (PAR) approach, the study gathered data through literature reviews, interviews, and participant observation, involving local authorities, religious leaders, and community members. The research investigates how institutional logics—religious, cultural, and economic—shape conflict resolution strategies in the community. The findings indicate that while economic pressures and misapplications of Sharia principles drive these conflicts, successful resolution depends heavily on cooperation among stakeholders. The community’s role as mediator is critical in ensuring transparency, trust, and fairness. The study concludes that achieving a balance between Sharia compliance and local socio-economic realities is key to fostering sustainable reforms and ensuring the long-term stability of the pawning system in Aceh. Praktik gadai berbasis syariah di Aceh telah lama menjadi sistem penting dalam pengelolaan aset komunal dan memperkuat ikatan sosial. Namun, tantangan baru seperti erosi kepercayaan, kenaikan harga emas, dan penerapan yang salah dalam prinsip syariah telah mengancam keberlanjutannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika sosial, ekonomi, dan budaya yang berkontribusi terhadap konflik dalam sistem gadai di Aceh, dengan fokus pada cara para pemangku kepentingan menyelesaikan konflik tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan mengumpulkan data melalui tinjauan literatur, wawancara, dan observasi partisipatif, melibatkan otoritas lokal, pemuka agama, dan anggota masyarakat. Studi ini mengeksplorasi bagaimana logika institusional—agama, budaya, dan ekonomi—membentuk strategi penyelesaian konflik di dalam komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun konflik dipicu oleh tekanan ekonomi dan penerapan yang salah prinsip syariah, penyelesaian yang efektif justru sangat bergantung pada kerja sama antara pemangku kepentingan. Peran komunitas sebagai mediator sangat penting dalam menjaga transparansi, kepercayaan, dan keadilan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keseimbangan antara kepatuhan terhadap syariah dengan realitas sosial-ekonomi lokal adalah kunci untuk menciptakan reformasi yang berkelanjutan dan memastikan kelangsungan jangka panjang dari sistem gadai di Aceh

    Peran Self-Regulation dan Self-Perceived Employability Terhadap Komitmen Afektif Relawan Mahasiswa

    Get PDF
    Currently, students are competing to join organizations based on their interests for various purposes. However, it turns out that not all students are committed while joining the organization. It is definitely detrimental to the organization, as well as the students themselves. This research aims to determine the commitment of student volunteers and their suitability for interacting with each other. This research method is quantitative correlational. The subjects in this research were 201 final year students who were volunteer members of an organization. They had previously been selected using a purposive sampling technique. The measuring instruments used in this research are the Affective Commitment Scale, Self-Regulation Scale, and Perceived Employability Scale. This study uses multiple linear regression statistics and uses the SPSS series 16 computer as an aid in processing data. The results of this research indicate that self-regulation and perceived employability have a partial or simultaneous relationship with student volunteer commitment.   Para siswa saat ini sangat antusias untuk bergabung dengan organisasi yang menarik minat mereka untuk berbagai tujuan. Walau bagaimanapun, setelah bergabung dengan organisasi tersebut, tidak semua siswa memiliki komitmen yang kuat. Ini pasti merugikan mahasiswa dan organisasi. Maksud dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komitmen relawan mahasiswa dan kelayakan mereka berhubungan satu sama lain. Metode penelitian ini adalah kuantitatif korelasional. Metode purposive sampling telah digunakan untuk memilih subjek penelitian ini, yang terdiri dari 201 mahasiswa akhir yang tergabung dalam organisasi tersebut. Penelitian ini menggunakan tiga skala: Skala Komitmen, Skala Pengaturan Diri, dan Skala Persepsi Kelayakan Bekerja. Penelitian ini menggunakan statistik regresi linear berganda dan memakai komputer SPSS seri 16 sebagai bantuan dalam mengolah data. Hasil yang didapat adalah hipotesis terbukti secara statistika bahwa baik secara parsial maupun simultan pengaturan diri dengan persepsi terhadap kelayakan bekerja ada hubungan dengan komitmen yang dimiliki oleh mahasiswa relawan.

    Examining Peacebuilding Strategies Amid Socio-Religious Conflicts: The Case of Pesantren Waria in Yogyakarta

    Get PDF
    The establishment of Pesantren Waria in Yogyakarta has faced various challenges, reflecting broader tensions between religious conservatism and the rights of transgender individuals in Indonesia. Since its founding, the pesantren has provided a safe space for waria (trans women) to practice their faith. However, it has encountered significant opposition, including its forced closure by the Front Jihad Islam (FJI) in 2016. This study aims to examine the conflict between Pesantren Waria and FJI and to identify appropriate peacebuilding interventions. The research focuses on understanding the socio-economic and religious dimensions of the conflict and how these factors have contributed to its escalation. This study employs a qualitative approach, including a literature review, interviews, and the use of Johan Galtung\u27s ABC Triangle of Conflict and Lisa Schirch\u27s peacebuilding model. The findings reveal that the conflict was driven not only by religious factors but also by socio-economic motivations, particularly FJI\u27s desire to control local resources. While religious interpretation played a role, the conflict extended beyond theological debates. The study highlights the importance of involving local authorities, particularly the Yogyakarta Palace, in fostering sustainable peace. Effective interventions must consider the interests of all parties and the local context, rather than focusing solely on religious reconciliation. Pendirian Pesantren Waria di Yogyakarta menghadapi berbagai tantangan, hal ini mencerminkan ketegangan yang lebih luas antara konservatisme agama dan hak-hak individu transgender di Indonesia. Sejak awal pendiriannya, pesantren ini menyediakan ruang aman bagi waria (trans perempuan) untuk beribadah. Namun mendapat perlawanan signifikan, termasuk penutupannya secara pak sa oleh FJI (Front Jihad Islam) pada tahun 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konflik antara Pesantren Waria dan FJI serta menemukan intervensi perdamaian yang tepat. Fokus penelitian adalah memahami dimensi sosial-ekonomi dan agama dari konflik tersebut serta bagaimana faktor-faktor ini mempengaruhi eskalasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berupa tinjauan literatur, interview, serta menggunakan kerangka analisis konflik Segitiga ABC Johan Galtung dan model perdamaian Lisa Schirch. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik ini dipicu tidak hanya oleh alasan agama, tetapi juga faktor sosial-ekonomi, terutama keinginan FJI untuk mengendalikan sumber daya lokal. Sementara interpretasi agama berperan, konflik ini melampaui perdebatan teologis. Studi ini menekankan pentingnya keterlibatan otoritas lokal, khususnya Keraton Yogyakarta, dalam menciptakan perdamaian yang berkelanjutan. Intervensi yang tepat harus mempertimbangkan kepentingan semua pihak dan konteks lokal, bukan hanya berfokus pada rekonsiliasi agama.

    Meta Analisis: Efektivitas Cognitive Behavioral Therapy untuk Insomnia

    Get PDF
    Insomnia cases in Indonesia and worldwide as well have increased every year. Based on data found cases of insomnia increased during the COVID-19 pandemic. The intervention that is widely used in dealing with insomnia is by using cognitive behavioral therapy (CBT) intervention techniques. Several previous studies have conducted research related to CBT for insomnia (CBT-I). This research was conducted to see the magnitude of the effect size arising from CBT on insomnia and to increase statistical insight using meta-analysis approach of hedge\u27s g. The study used 14 research journal articles discussing cognitive behavioral therapy and insomnia which involved total of 7085 respondents. The results of this study found that cognitive behavioral therapy was quite effective in reducing insomnia (g=-0.57).    Kasus insomnia di Indonesia maupun di dunia mengalami peningkatan setiap tahunnya. Berdasarkan data yang ditemukkan kasus insomnia bertambah selama masa pandemi COVID-19 berlangsung. Intervensi yang banyak digunakan dalam menangani insomnia adalah dengan menggunakan teknik intervensi cognitive behavioral therapy (CBT). Beberapa penelitian terdahulu sudah melakukan penelitian berkaitan dengan CBT untuk insomnia (CBT-I). Penelitian ini dilakukan untuk melihat besaran effect sizeyang ditimbulkan dari CBT terhadap insomnia serta meningkatkan wawasan statistik dengan menggunakan meta-analisis. Pada penelitian ini menggunakan metode meta-analisis yang mana dalam analisisnya menggunakan aplikasi JAMOVI versi 2.2.5 dana melihat effect size menggunakan nilai hedge’s g. penelitian menggunakan 14 artikel jurnal penelitian yang membahas mengenai cognitive behavioral therapy dan insomnia yang mana melibatkan sebanyak 7085 responden. Hasil dari penelitian ini menemukkan bahwa cognitive behavioral therapy cukup efektif  dalam menurunkan insomnia (g=-0.57).   

    Perilaku Schadenfreude Ditinjau Dari Big Five Personality  Pada Usia Dewasa Awal

    Get PDF
       In the process of social interaction, individuals are susceptible to experiencing schadenfreude behavior. One of the factors that causes schadenfreude behavior is personality factors. The aim of this research is to determine differences in schadenfreude behavior in terms of the big five personality in early adulthood. The method used is quantitative with the Kruskas Wallis test process. There were 180 young adults who participated in the research using accidental sampling. This study used the IPIP-BFM-50 scale with dimensions of extraversion, agreeableness, openness, conscientiousness, neuroticism, and schadenfreude behavior scale (α = 0.000). The results of this research are that there are significant differences in schadenfreude behavior in terms of the big five personality. The implication of this research is that it is hoped that early adulthood can make efforts to optimize the extraversion dimension, reduce the neuroticism dimension, and maintain the conscientiousness dimension. agreeableness, and openness so as to avoid schadenfreude behavior     Pada proses interaksi sosial, individu rentan mengalami perilaku schadenfreude. Salah satu faktor yang menyebabkan munculnya perilaku schadenfreude yaitu faktor kepribadian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan perilaku schadenfreude ditinjau dari big five personality pada usia dewasa awal. Metode yang digunakan yaitu kuantitatif dengan proses uji kruskal wallis. Terdapat 180 usia dewasa awal yang menjadi partisipan dalam penelitian dengan menggunakan accidental sampling. Penelitian ini menggunakan skala IPIP-BFM-50 dengan dimensi extraversion, agreeableness, openness, conscientiousness, neuroticism, dan skala perilaku schadenfreude (α = 0,000). Hasil dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan signifikan perilaku schadenfreude ditinjau dari big five personality. Implikasi dari penelitian ini diharapkan usia dewasa awal dapat melakukan upaya mengoptimalkan dimensi extraversion, mengurangi dimensi neuroticism, serta mempertahankan dimensi conscientiousness. agreeableness, dan openness sehingga mampu terhindar dari perilaku schadenfreude.

    615

    full texts

    765

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: E-Journal Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇