UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: E-Journal Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora
Not a member yet
    765 research outputs found

    Perceived Social Support as Predictor of Acculturative Stress Among Indonesian Exchange Students in Europe

    Get PDF
    Participating in international student exchange programs offers valuable experiences during higher education. However, adjusting to numerous changes can lead to acculturative stress. Previous research has highlighted the importance of perceived social support in reducing acculturative stress. This study aimed to explore whether perceived social support could predict acculturative stress among Indonesian exchange students in Europe, using a quantitative approach. The ASSIS (Acculturative Stress Scale for International Students) and the ISSS (Index of Sojourner Social Support) were used as data collection tools. The sampling technique used in this research was a non-random sampling technique-accidental sampling technique. Participants were Indonesian exchange students in Europe (N = 119) with the age range of 21-24 (x̄ = 21). Results showed that 74.79% of the students had high levels of perceived social support, and 63.02% of them had low levels of acculturative stress. Linear regression analysis proved that perceived social support could significantly predict 8.86% of students’ acculturative stress. Additionally, no significant difference was found between gender in both acculturative stress (p= .356) and perceived social support (p=.280). Broadening social networks during the exchange program period would prevent students from experiencing high levels of acculturative stress.   Berpartisipasi dalam program pertukaran pelajar internasional menawarkan pengalaman berharga selama pendidikan tinggi. Namun, penyesuaian terhadap berbagai perubahan dapat menimbulkan stres akulturatif. Penelitian sebelumnya telah menyoroti pentingnya persepsi dukungan sosial dalam mengurangi stres akulturatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi apakah dukungan sosial yang dirasakan dapat memprediksi stres akulturatif pada pelajar pertukaran Indonesia di Eropa, dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. ASSIS (Acculturative Stress Scale for International Students) dan ISSS (Index of Sojourner Social Support) digunakan sebagai alat pengumpulan data. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik non random sampling-teknik accidental sampling. Pesertanya adalah pelajar pertukaran Indonesia di Eropa (N = 119) dengan rentang usia 21-24 tahun (x̄ = 21). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 74,79% siswa memiliki tingkat persepsi dukungan sosial yang tinggi, dan 63,02% di antaranya memiliki tingkat stres akulturatif yang rendah

    Upaya Menjaga Ketangguhan Keluarga pada Suami Gamer

    No full text
    Family resilience is crucial in the family. To maintaining it, there needs to be efforts to grow, process and adapt in order to create resilience and the welfare of family relationships. In a family with a husband as a gamer, has risks and family conflicts due to a penchant for playing online games. The purpose of this study was to examine family resilience in gamer husbands. Informants were obtained through a phenomenological approach on three married couples. The results showed that two families have experienced conflict due to their husband playing games, and the other one did not experience conflict. In families that did not experience conflict, there were preventive efforts by seeking resilience resources in the midst of the risk of conflict that has the potential to occur. Families that have experienced conflict, there is an effort to grow and empower the resilience resources owned in their family. Three couples had family toughness that came from material and immaterial. One of the most prominent material findings was financial power, while the immaterial was time management, communication, and support from parents. However, three couples experience the same conflict but can be muted and did not become a prolonged conflict

    Various Layers in Social Psychology

    Get PDF
    Understanding humans through social influence is always needed. Through an analysis of specific topics of social psychology, a bridge between issues can be created. This research aims to understand the various layers in social psychology using secondary data. The methodology used in this study is qualitative research, particularly literature review. The subject of this study is some literatures in databases, and other scholarly articles to use as supporting evidence for this work about the study of social psychology. The results provide understanding of layers on social psychology including how individuals interact and function in the day-to-day lives. Human can learn how to better recognize the information process happening in their brains and how to manipulate it in different social situations. The depth of how human relate to each other, and their surroundings is seen through social psychology\u27s "social" aspect. Individuals thoughts, feelings, and behaviors are unique and influenced by social norms\u27 real or imagined presence. This study has theoretical implication on how social psychology has layers to explain how human interact in social context.   Pemahaman tentang manusia melalui pengaruh sosial selalu dibutuhkan. Melalui analisis topik-topik tertentu psikologi sosial, jembatan antar permasalahan dapat diciptakan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami berbagai lapisan dalam psikologi sosial dengan menggunakan data sekunder. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif khususnya tinjauan pustaka. Subyek penelitian ini adalah beberapa literatur dalam database, dan artikel ilmiah lainnya yang digunakan sebagai bukti pendukung karya tentang studi psikologi sosial ini. Hasilnya memberikan pemahaman tentang lapisan psikologi sosial termasuk bagaimana individu berinteraksi dan berfungsi dalam kehidupan sehari-hari. Manusia dapat belajar bagaimana mengenali dengan lebih baik proses informasi yang terjadi di otaknya dan bagaimana memanipulasinya dalam berbagai situasi sosial. Kedalaman hubungan manusia satu sama lain, dan lingkungannya dilihat melalui aspek “sosial” psikologi sosial. Pikiran, perasaan, dan perilaku individu bersifat unik dan dipengaruhi oleh kehadiran norma-norma sosial yang nyata atau yang dibayangkan. Kajian ini mempunyai implikasi teoritis mengenai bagaimana psikologi sosial mempunyai lapisan-lapisan untuk menjelaskan bagaimana manusia berinteraksi dalam konteks sosial

    The Play Interaction Programme sebagai Strategi Penguatan School Connectedness pada Siswa Sekolah Dasar

    Get PDF
    This research is motivated by the tendency of elementary school students to be reluctant to attend school, avoid academic tasks, and express unhappiness in the school environment. This indicates that students have low school connectedness. Considering the importance of school connectedness in students, this research aims to address the issue of low school connectedness by providing the Play Interaction Program intervention to elementary school students with low school connectedness. The purpose of this study is to overcome the problem of low school connectedness in elementary school students. The hypothesis in this research is that the Play Interaction Program is effective in improving the school connectedness of elementary school students. This research uses a quantitative approach with the experimental research type of one group pre-post-test design. The subjects in this study are 16 students identified as having low school connectedness. The results of the Wilcoxon test show that the Play Interaction Program is effective in improving the school connectedness of elementary school students. School connectedness in students significantly increased after the Play Interaction Program intervention. This research provides an alternative in improving school connectedness by using joyful learning strategies in the teaching and learning process, ensuring that the school connectedness of elementary school students is maintained. Penelitian ini dilatari oleh adanya kecenderungan siswa sekolah dasar yang enggan bersekolah, menghindari tugas-tugas akademik dan menunjukkan perasaan tidak bahagia berada di sekolah. Hal ini mengindikasikan bahwa siswa memiliki school connectedness yang rendah. Mengingat pentingnya school connectedness pada siswa, maka penelitian ini berupaya memecahkan permasalahan school connectedness dengan memberikan intervensi the play interaction programme pada siswa sekolah dasar yang memiliki school connectedness yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan school connectedness yang rendah pada siswa sekolah dasar. Hipotesis dalam penelitian ini, yaitu the play interaction programme efektif dalam meningkatkan school connectedness siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan tipe penelitian eksperimental one group pre-post test design. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 16 orang siswa yang teridentifikasi memiliki school connectedness yang rendah. Hasil uji wilcoxon menunjukkan bahwa the play interaction programme efektif dalam meningkatkan school connectedness siswa sekolah dasar. School connectedness pada siswa mengalami peningkatan secara signifikan setelah diberikan intervensi the play interaction programme. Penelitian ini memberikan alternatif dalam meningkatkan school connectedness yaitu  dengan menggunakan strategi joyfull learning dalam proses belajar mengajar sehingga school connectedness siswa sekolah dasar tetap terjaga

    Perilaku Mencari Perhatian pada Remaja Akhir dengan  Latar Belakang Keluarga Broken Home

    Get PDF
       Tantangan yang berbeda dihadapi oleh remaja yang hidup dalam keluarga bermasalah yang sering disebut dengan keluarga broken home. Satu di antaranya adalah bagaimana mereka cenderung lebih banyak mencari perhatian dari orang sekitar. Tujuan penelitian ini adalah ingin melihat bagaimana gambaran perilaku mencari perhatian pada remaja yang berada dalam keluarga broken home. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara dan dokumentasi terhadap tiga orang informan dengan kondisi keluarga broken home yang berbeda. Penelitian memberikan hasil bahwa perilaku mencari perhatian pada informan beragam, baik yang bentuknya negatif seperti menyakiti diri maupun positif yang berwujud pada dorongan belajar dan berprestasi yang tinggi. Hal yang mungkin berpengaruh adalah bentuk broken home yang dialami, pengaruh lingkungan sekitar, maupun kondisi internal dari remaja itu sendiri. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk mengembangkan rancangan modul intervensi yang dapat membantu remaja yang hidup dari keluarga broken mengelola dorongan mencari perhatian agar termanifestasi dalam perilaku yang lebih adaptif.    Different challenges are faced by teenagers who live in problematic families which are often called broken homes. One of them is how they tend to seek more attention from the people around them. The aim of this research is to explore the attention-seeking behavior of teenagers in broken home. This research uses a qualitative method with a phenomenological approach. Data was collected through interview and documentation techniques from three informants with different broken home family conditions. The research showed that attention-seeking behavior of the informants varied, both in negative forms such as self–harm and positive ones in the form of encouragement for learning and high achievement. Factors that may have an influence are the form of broken home experienced, surrounding environment, and internal condition of the teenager theirself. It is hoped that the result of this research can be the basis for developing intervention designs that can help adolescents living from broken families manage the urge to seek attention thus it manifests in more adaptive behavior.

    Analisis Brand Activation Habbie Aromatic Dalam Pengembangan Brand Strategy (Penggunaan Model PESO di Media Online) online)

    No full text
    Brand activation dalam pengembangan brand strategy Habbie Aromatic perlu melakukan treatment yang berbeda dengan apa yang dilakukan kompetitornya termasuk Touch point / interaksi dengan pelanggan. Melalui brand activation yang sudah dilakukan Habbie sebelumnya mencakup online dan offline,  peneliti menemukan model baru dari brand activation PESO  yang dapat mencapai reputasi yang baik  dengan meningkatkan credibility, trust, thought leadership dan authority. Hal itu dapat tercapai jika rangkaian brand activation PESO dilakukan. Perusahaan/Brand baru dalam pengembangan brand memerlukan strategy activity dikerucutkan berdasarkan PESO seperti yang diusulkan peneliti agar optimal terarah untuk menjalankan brand strategy. Dalam pengembangan brand strategi yang sudah berjalan, menggunakan rujukan STP, dalam kegiatannya pun menggunakan konsep 360 marketing atau menggunakan berbagai macam marketing channel, baik fisik, digital, dan media sosial. Penerapan dari strategi ini, yaitu dengan membuat satu pesan marketing, kemudian mengirimkannya kepada konsumen melalui berbagai media, baik online maupun offline

    Analyzing the Philosophy of Mangan Ora Mangan Sing Penting Kumpul in Promoting Social Solidarity and Addressing Social Inequality

    Get PDF
    Social disintegration resulting from discrimination and social inequality remains a persistent issue in various societies, including within the context of Javanese communities. The philosophy of Mangan Ora Mangan Sing Penting Kumpul (whether we eat or not, what matters is to gather) represents a cultural value that can strengthen social solidarity and address the problem of social segregation. This study aims to analyze this philosophy through the lens of social solidarity and explore its potential as an alternative social movement for the lower-class communities. This research employs a qualitative approach using hermeneutic methods to interpret Javanese cultural texts within their socio-historical context. Data were gathered from primary sources such as journals and books, as well as secondary literature relevant to the research topic. The data analysis is grounded in Marx’s dialectical historical materialism and Neo-Marxist theory, specifically focusing on social solidarity and grassroots movements. The findings reveal that the philosophy of Mangan Ora Mangan Sing Penting Kumpul plays a crucial role in promoting social solidarity within Javanese society, particularly in response to economic and social pressures. This philosophy not only fosters communal unity but also emphasizes the importance of equality and cooperation in confronting social injustice. As such, it holds significant potential to be developed as an inclusive social movement, centered on community values and collective welfare. Disintegrasi sosial akibat diskriminasi dan ketimpangan sosial masih menjadi persoalan di berbagai masyarakat, termasuk dalam konteks masyarakat Jawa. Filosofi Mangan Ora Mangan Sing Penting Kumpul menjadi salah satu nilai budaya yang dapat memperkuat solidaritas sosial dan mengatasi masalah segregasi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis filosofi tersebut dalam perspektif solidaritas sosial, serta mengeksplorasi potensi filosofi ini sebagai gerakan sosial alternatif di kalangan masyarakat kelas bawah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode hermeneutik untuk memahami teks-teks budaya Jawa dalam konteks sosial-historis. Data dikumpulkan melalui kajian pustaka, baik dari sumber primer seperti jurnal dan buku, maupun sumber sekunder yang relevan dengan topik penelitian. Analisis dilakukan melalui pendekatan dialektika materialisme historis Marx dan teori Neo-Marxisme, khususnya terkait solidaritas sosial dan gerakan masyarakat akar rumput. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filosofi Mangan Ora Mangan Sing Penting Kumpul memainkan peran penting dalam mempromosikan solidaritas sosial di kalangan masyarakat Jawa, khususnya dalam menghadapi tekanan ekonomi dan sosial. Filosofi ini tidak hanya memperkuat kebersamaan dalam komunitas, tetapi juga menekankan pentingnya kesetaraan dan kerjasama dalam menghadapi ketidakadilan sosial. Dengan demikian, filosofi ini memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bentuk gerakan sosial yang inklusif, berfokus pada nilai-nilai komunitas dan kesejahteraan bersama

    One Village, Three Houses of Worship: Exploring the Dynamics of Religious Tolerance in Indonesia

    Get PDF
    Indonesia has a long history of religious tolerance, yet the recent increase in incidents of intolerance reflects that this value requires renewed attention from scholars. This study aims to explore how the people of Sayidan interpret and practice tolerance in their daily lives, examining the mechanisms and social structures that have allowed this harmony to persist. Understanding how tolerance is embedded in the life of the Sayidan community is crucial for uncovering broader strategies to sustain religious tolerance in Indonesia.This research employs a phenomenological approach to uncover the meaning and structure of lived experiences related to religious tolerance. The Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) method was applied to analyze data gathered from interviews with community leaders, RT/RW heads, religious figures, and youth representatives. The analysis involved several stages, including data familiarization, initial coding, theme development, and interpretative analysis. The findings reveal that tolerance in Sayidan is shaped by strong social and religious elements, further reinforced by economic interactions and a shared political struggle. While the study is limited in terms of generalizing to other contexts, the insights from Sayidan offer important lessons on how religious harmony can be maintained. Indonesia memiliki sejarah panjang toleransi beragama, peningkatan insiden intoleransi dalam beberapa tahun terakhir merefleksikan bahwa hal ini perlu mendapatkan perhatian dari akademisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana masyarakat Sayidan menafsirkan dan mempraktikkan toleransi dalam kehidupan sehari-hari, dengan menelaah mekanisme dan struktur sosial yang memungkinkan kerukunan tersebut bertahan. Memahami bagaimana toleransi tertanam dalam kehidupan komunitas Sayidan penting untuk mengungkap strategi yang lebih luas dalam mempertahankan toleransi beragama di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode fenomenologis untuk mengungkap makna dan struktur pengalaman hidup yang terkait dengan toleransi beragama. Metode Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) diterapkan untuk menganalisis data yang diperoleh dari wawancara dengan tokoh masyarakat, kepala RT/RW, pemimpin agama, dan perwakilan pemuda. Analisis dilakukan melalui tahapan pengenalan data, pengkodean awal, pengembangan tema, dan analisis interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa toleransi di Sayidan terbentuk melalui elemen-elemen sosial dan agama, serta didukung oleh interaksi ekonomi dan perjuangan politik bersama. Meskipun studi ini memiliki keterbatasan dalam hal generalisasi ke konteks lain, temuan dari Sayidan memberikan wawasan penting tentang bagaimana kerukunan beragama dapat dipertahankan

    Coping Stress Pada Pelajar Kawruh Jiwa Lansia Duda Pasca Kematian Pasangan

    Get PDF
    Becoming a widower after the death of a spouse in the elderly is not an easy matter for men. The event of the death of a life partner is one of life\u27s challenges that cause and increase stress in the elderly. Culture also influences the way individuals cope with stress. This study explores the perspective of individuals living within the wisdom of local culture, as adherents of kawruh jiwa spirituality. The research employs a qualitative phenomenological study method, involving two elderly spiritual adherents who are widowers following the death of their partners. Moustakas\u27 phenomenological data analysis is utilized. The research findings reveal the existence of a spiritual concept of kawruh jiwa knowledge that is utilized as a stress coping strategy. Among these concepts are saiki kene ngene yo gelem, nyawang karep, bungah susah, and sabutuhe saperlune sacukupe sapenake samestine sabenere. This study\u27s findings offer novelty in terms of thematic analysis using the concept of kawruh jiwa spirituality as a source of coping strategies for elderly widowers following the death of their partners.    Menjadi duda pasca kematian pasangan pada lansia bukanlah perkara mudah bagi para pria. Peristiwa kematian pasangan hidup merupakan salah satu tantangan hidup yang mengakibatkan dan meningkatkan stres pada lansia. Kebudayaan juga turut memengaruhi cara individu tersebut dalam menghadapi stres. Dalam penelitian ini peneliti mengeksplorasisudut pandang dari individu yang hidup dalam kearifan budaya lokal, sebagai penghayat kawruh jiwa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi kualitatif fenomenologi, dengan melibatkan dua orang penghayat kawruh jiwa lansia yang berstatus duda pasca kematian pasangan. Analisis data menggunakan analisis data fenomenologi Moustakas. Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat konsep spiritual kawruh jiwa yang dimanfaatkan sebagaistrategi koping stres. Di antaranya adalah konsep saiki kene ngene yo gelem, nyawang karep, bungah susah, dan sabutuhe saperlune sacukupe sapenake samestine sabenere. Temuan studi ini menawarkan kebaharuan dari sisi analisis tema yang menggunakan konsep spiritual kawruh jiwa sebagai sumber strategi pemecahan masalah bagi lansia duda pasca kematian pasangan

    The Role of Body Image, Body Mass Index, Body Shape Dissatisfaction and Gender on Self-Esteem Among Obese Young Boys and Girls

    Get PDF
    In our society, obese young boys and girls often have problems with their self-esteem. Present research aimed to discover the relationship between body image, body mass index, body shape dissatisfaction and gender with self-esteem among obese young girls and boys. Study was conducted on (N=200, 100 young obese boys and 100 young obese girls, age ranges from 20-35 years) origin from cities of Punjab, Pakistan. Correlational research design was used while sample was selected by purposive sampling technique. A series of questionnaires Body Shape questionnaire – Modified Form (BSQMF) and Rosenberg self-esteem scale were administered to young obese boys and girls. The results indicated positive relationship among gender, body mass index, body shape dissatisfaction and self-esteem, while significant differences were found in girls and boys regarding body image and self-esteem. Girls has higher mean scores on body image that reduces their self-esteem comparatively to boys. Therefore, it is recommended to spread awareness about right body image through media to protect and enhance the mental and physical health of adults.    Dalam masyarakat kita, remaja laki-laki dan perempuan yang mengalami obesitas sering kali mempunyai masalah dengan harga diri mereka. Penelitian saat ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara citra tubuh, indeks massa tubuh, ketidakpuasan bentuk tubuh dan gender dengan harga diri pada remaja perempuan dan laki-laki yang mengalami obesitas. Penelitian dilakukan terhadap (N=200, 100 remaja putra yang mengalami obesitas dan 100 remaja putri yang mengalami obesitas, rentang usia 20-35 tahun) yang berasal dari kota Punjab, Pakistan. Desain penelitian yang digunakan adalah korelasional, sedangkan sampel dipilih dengan teknik purposive sampling. Serangkaian kuesioner Kuesioner Bentuk Tubuh – Bentuk Modifikasi (BSQ-MF) dan skala harga diri Rosenberg diberikan kepada remaja laki-laki dan perempuan muda yang mengalami obesitas. Hasilnya menunjukkan adanya hubungan positif antara jenis kelamin, indeks massa tubuh, ketidakpuasan dan bentuk tubuh dengan harga diri, sedangkan perbedaan signifikan ditemukan pada anak perempuan dan laki-laki mengenai citra tubuh dan harga diri. Anak perempuan mempunyai skor rata-rata yang lebih tinggi pada citra tubuh sehingga menurunkan harga diri mereka dibandingkan anak laki-laki. Oleh karena itu, disarankan untuk menyebarkan kesadaran tentang citra tubuh yang benar melalui media untuk melindungi dan meningkatkan kesehatan mental dan fisik orang dewasa

    615

    full texts

    765

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: E-Journal Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇