e-Journal Institut Agama Islam Negeri Ambon
Not a member yet
1708 research outputs found
Sort by
INTEGRASI FIQH SIYASAH DALAM PRINSIP KEDAULATAN RAKYAT: STUDI TERHADAP PEMILU DI INDONESIA
This article examines the integration of Fiqh Siyasah in the principle of popular sovereignty in the context of general elections in Indonesia. In a democratic system, sovereignty is in the hands of the people, and elections are one of the main instruments to realize this principle. Democracy can be interpreted as people and power, democracy can also provide an understanding of a people's power, which is from the understanding obtained will provide a rule that can provide benefits and can protect their rights so that it can be implemented. This article focuses on the analysis from the perspective of Fiqh Siyasah on various important elements such as elections, popular sovereignty, election organizers, and dispute resolution of election results. Using the Fiqh Siyasah approach, this article seeks to understand how Sharia principles can be integrated with the modern democratic system, especially in the context of elections in Indonesia.
Keywords: elections, people's sovereignty, fiqh siyasah
Analisa ANALISA TENTANG KEPASTIAN JAMINAN HAK ASUH ANAK PADA KASUS PERCERAIAN DI PENGADILAN AGAMA KABUPATEN CIREBON: A. KASUS PERCERAIAN DI KABUPATEN CIREBON, B. JAMINAN KEPASTIAN HAK ASUH ANAK PADA KASUS PERCERAIAN DI KABUPATEN CIREBON
Abstract:
In a study conducted by Umul Khair, it was found that the implementation of child custody after divorce is not always in accordance with the decision taken by the religious court. Especially related to the fulfillment of child support rights, this is not only a legal obligation for parents, but also an implementation of the purpose of marriage in Islam, namely to protect offspring. By providing basic needs such as housing, clothing, food, medical expenses, and education, parents make a significant contribution to the optimal growth and development of children. This article has two significant objectives. First, to find out about divorce cases in Cirebon Regency and Second, to find out the guarantee of certainty of child custody rights in divorce cases in Cirebon Regency. The method used in this study is a qualitative method with a descriptive approach. The results of the study show that child custody is often given to a mother, in accordance with legal provisions. However, in its implementation, it faces various obstacles, especially in terms of fulfilling child support obligations by the father. Many ex-husbands do not carry out their responsibilities, thus increasing the burden on the mother as the main caregiver. In addition, the strained relationship between ex-husbands often hinders communication and cooperation in child care.
Keywords: Certainty, Guarantee, Child Custody.Dalam kajian yang dilakukan oleh Umul Khair, ditemukan bahwa pelaksanaan hak asuh anak pasca perceraian tidak selalu sesuai dengan keputusan yang diambil oleh pengadilan agama. Terutama terkait pemenuhan hak nafkah anak, hal ini tidak hanya merupakan kewajiban hukum bagi orang tua, tetapi juga merupakan implementasi dari tujuan pernikahan dalam Islam, yaitu untuk melindungi keturunan. Melalui penyediaan kebutuhan dasar seperti tempat tinggal, pakaian, makanan, biaya pengobatan, dan pendidikan, orang tua memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal. Artikel ini mempunyai dua tujuan signifikan. Pertama, untuk mengetahui kasus perceraian di Kabupaten Cirebon dan Kedua, untuk mengetahui jaminan kepastian hak asuh anak pada kasus perceraian di Kabupaten Cirebon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hak asuh anak seringkali diberikan kepada seorang ibu, sesuai dengan ketentuan hukum. Namun, dalam pelaksanaannya menghadapi berbagai kendala, terutama dalam hal pemenuhan kewajiban nafkah anak oleh ayah. Banyak mantan suami yang tidak menjalankan tanggung jawabnya, sehingga menambah beban ibu sebagai pengasuh utama. Selain itu, hubungan yang tegang antara mantan suami seringkali menghambat komunikasi dan kerjasama dalam pengasuhan anak.
Kata Kunci: Kepastian, Jaminan, Hak Asuh Anak
MENYOROTI KOMODIFIKASI AGAMA MELALUI LENSA FENOMENOLOGI EDMUND HUSSERL: MENYOROTI KOMODIFIKASI AGAMA MELALUI LENSA FENOMENOLOGI EDMUND HUSSERL
Abstract: The phenomenon of religious commodification in contemporary society sparks debate between the reduction of sacred meaning and the emergence of new religious expressions. This article aims to examine this dynamic through the lens of Edmund Husserl's phenomenology, emphasizing the importance of individuals' subjective experiences in understanding religious meaning amidst market forces and digitalization. Using a qualitative-descriptive method, this paper integrates academic literature reviews, empirical studies, and symbolic representations in the public sphere to highlight how religious consciousness remains active and authentic despite appearing in new, commodified forms. Husserlian concepts of epoche (suspension of judgment) and phenomenological reduction are employed to set aside normative evaluations and delve into the essence of spirituality as lived by the subject in their interaction with religious symbols in digital media and popular culture. Findings indicate that digital religious content can enhance the religious understanding of younger generations and serve as a relevant medium for spiritual encounters. Therefore, the study concludes that religious commodification does not always erode spirituality but can instead become a new medium of transcendence, particularly for Muslim youth in Indonesia. This research underscores the necessity of a reflective and empathetic interpretation in understanding digital-era religiosity.
Key words: religious commodification, phenomenology, Edmund Husser
Abstrak: Fenomena komodifikasi agama dalam masyarakat kontemporer menimbulkan antara reduksi makna sakral dan ekspresi religius baru. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji dinamika tersebut melalui pendekatan fenomenologi Edmund Husserl, dengan menekankan pentingnya pengalaman subjektif individu dalam memahami makna religiusitas di tengah arus pasar dan digitalisasi. Dengan metode kualitatif-deskriptif, tulisan ini memadukan teaah literatur akademik, studi-studi empiris, dan representasi simbolik dalam ruang publik, untuk menyoroti bagaimana kesadaran keagamaan tetap aktif dan otentik meskipun tampil dalam bentuk baru yang terkomodifikasi. Konsep epoche dan reduksi fenomenologis digunakan untuk menangguhkan penilaian normatif serta menggali esensi spiritualitas yang dihayati oleh subjek dalam interaksi dengan simbol-simbol keagamaan di media digital dan budaya populer. Temuan menunjukkan bahwa konten keagamaan digital dapat meningkatkan pemahaman agama generasi muda dan menjadi media perjumpaan spiritual yang relevan. Oleh karena itu, Hasil kajian menunjukkan bahwa komodifikasi agama tidak selalu mengikis spiritualitas, tetapi dapat menjadi medium transendensi yang baru, terutama bagi generasi muda Muslim di Indonesia. Penelitian ini menekankan perlunya pembacaan yang reflektif dan empatik dalam memahami religiusitas era digital.
Kata kunci: komodifikasi agama, fenomenologi, Edmund Husser
Analisis Kesesuaian Pencatatan dan Pengakuan Akuntansi Produk Layanan Emas Terhadap PSAK 102 dan PSAK 107 (Studi Pada BSI KCP Surabaya Rungkut 1)
Pertumbuhan signifikan pada sektor perbankan syariah di Indonesia tercermin dari meningkatnya minat masyarakat terhadap produk layanan emas. Kenaikan harga emas yang mencapai hampir Rp2.000.000 per gram pada awal 2025 dipengaruhi oleh ketidakpastian ekonomi global, termasuk kebijakan tarif dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan eskalasi konflik dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Kondisi ini mendorong pertumbuhan pesat produk emas di perbankan syariah, seperti yang terjadi pada PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), yang mencatat kenaikan nilai sebesar 81,99% pada Maret 2025. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesesuaian pencatatan dan pengakuan akuntansi produk Cicil Emas dan Gadai Emas di BSI KCP Surabaya Rungkut 1 berdasarkan PSAK 102 dan PSAK 107. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data primer melalui wawancara terstruktur dan data sekunder dari dokumen pendukung. Hasil penelitian menunjukkan pencatatan produk Cicil Emas sesuai dengan PSAK 102, sedangkan Gadai Emas sesuai dengan PSAK 107. BSI KCP Surabaya Rungkut 1 secara konsisten menerapkan standar akuntansi syariah pada kedua produk tersebut, mencerminkan komitmen dalam menjaga transparansi, akuntabilitas, serta kepatuhan terhadap prinsip-prinsip syariah
Analisis Kebutuhan Pengembangan E-LKPD Bernuansa Emotional Spiritual Quotient (ESQ) pada Materi Virus untuk Peserta Didik Fase E SMA/MA
This study aims to analyze the need for E-LKPD with an Emotional Spiritual Quotient (ESQ) focus as a learning aid in biology education, particularly for virus-related material at the phase E level of senior high school/madrasah aliyah. The research method used is descriptive with a quantitative and qualitative approach. Data was collected through interviews with a biology teacher and the distribution of observation sheets to 99 students from classes X E1, X E2, and X E3 at SMA N 2 Lubuk Basung. The results of this study, based on the teacher's interview, indicate that teachers use media such as PowerPoint and educational videos from YouTube in the learning process, but have never developed E-LKPD with an Emotional Spiritual Quotient (ESQ) focus in the learning process. From these findings, it can be concluded that there is a significant need to develop E-LKPD with an Emotional Spiritual Quotient (ESQ) focus on virus related material.Perangkat pembelajaran merupakan alat yang digunakan oleh pendidik untuk memfasilitasi pemahaman peserta didik terhadap materi yang diajarkan. Salah satu jenis perangkat pembelajaran yang banyak digunakan adalah lembar kerja peserta didik. Dengan kemajuan teknologi di era digital, terdapat kebutuhan untuk mengembangkan lembar kerja peserta didik dalam format elektronik. E-LKPD adalah salah satu perangkat pembelajaran yang berisi latihan soal yang dapat dikerjakan secara online dan disusun secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan E-LKPD bernuansa Emotional Spiritual Quotient (ESQ) sebagai alat bantu dalam pembelajaran biologi, khususnya pada materi virus untuk tingkat Fase E SMA/MA. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan seorang guru biologi dan penyebaran lembar observasi kepada 99 peserta didik dari kelas X E1, X E2, dan X E3 di SMA N 2 Lubuk Basung. Hasil penelitian ini adalah berdasarkan hasil wawancara guru menunjukkan bahwa guru dalam proses pembelajaran menggunakan media seperti powerpoint dan video pembelajaran dari youtube, namun belum pernah mengembangkan E-LKPD yang bernuansa Emotional Spiritual Quotient (ESQ) dalam proses pembelajaran. Dari temuan ini, dapat disimpulkan bahwa terdapat kebutuhan yang signifikan untuk mengembangkan E-LKPD bernuansa Emotional Spiritual Quotient (ESQ) pada materi virus
Eksplorasi Permainan Tradisional Kabupaten Agam Dalam Konteks Pembelajaran Sains Berwawasan Kearifan Lokal
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi permainan tradisional yang terdapat di Kabupaten Agam serta menggali nilai-nilai edukatif yang terkandung di dalamnya sebagai dasar untuk pengembangan pembelajaran sains yang berwawasan kearifan lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik snowball sampling, di mana partisipan terdiri atas masyarakat dan penggiat seni yang memiliki pengetahuan tentang permainan tradisional di wilayah tersebut. Data penelitian didapatkan melalui wawancara mendalam dengan 18 narasumber dan dianalisis secara deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sekitar 20 jenis permainan tradisional anak nagari yang masih dikenal dan dimainkan di Kabupaten Agam, seperti tapak lele, kasti, silek, randai, hingga congklak. Permainan-permainan ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga mengandung nilai-nilai edukatif yang tinggi, seperti kerja sama, sportivitas, kreativitas, disiplin, berpikir kritis, dan kemampuan sosial. Selain itu, nilai-nilai tersebut dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran sains untuk menumbuhkan keterampilan abad ke-21 pada peserta didik.Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi permainan tradisional yang terdapat di Kabupaten Agam serta menggali nilai-nilai edukatif yang terkandung di dalamnya sebagai dasar untuk pengembangan pembelajaran sains yang berwawasan kearifan lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik snowball sampling, di mana partisipan terdiri atas masyarakat dan penggiat seni yang memiliki pengetahuan tentang permainan tradisional di wilayah tersebut. Data penelitian didapatkan melalui wawancara mendalam dengan 18 narasumber dan dianalisis secara deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sekitar 20 jenis permainan tradisional anak nagari yang masih dikenal dan dimainkan di Kabupaten Agam, seperti tapak lele, kasti, silek, randai, hingga congklak. Permainan-permainan ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga mengandung nilai-nilai edukatif yang tinggi, seperti kerja sama, sportivitas, kreativitas, disiplin, berpikir kritis, dan kemampuan sosial. Selain itu, nilai-nilai tersebut dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran sains untuk menumbuhkan keterampilan abad ke-21 pada peserta didik. Permainan tradisional yang dikaji dalam penelitian ini sejalan dengan teori Zona Perkembangan Proksimal (ZPD) dari Vygotsky, yang menekankan pentingnya interaksi sosial dan dukungan lingkungan dalam proses pembelajaran anak. Oleh karena itu, pelestarian dan pengembangan permainan tradisional sebagai bagian dari strategi pembelajaran berbasis kearifan lokal menjadi penting untuk memperkuat identitas budaya dan membangun pendidikan yang kontekstual
Analisis Kebutuhan Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik Berbasis Inkuiri Terbimbing tentang Submateri Bioteknologi Konvensional untuk Peserta Didik Fase E SMA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan peserta didik Fase E SMA Negeri 1 Angkola Selatan terkait pengembangan media pembelajaran pada mata pelajaran biologi materi bioteknologi konvensional. Jenis penelitian ini deskriptif kuantitatif, sementara teknik pengumpulan data berupa lembar wawancara dan angket observasi. Subjek penelitian ini adalah 1 orang guru biologi dan 36 orang peserta didik kelas X Fase E. Hasil penelitian dari wawancara guru Biologi menyatakan setuju untuk mengembangkan LKPD berbasis inkuiri terbimbing. Dari penyebaran angket observasi kepada peserta didik yang berisi 12 pertanyaan, Hasil yang diperoleh 77,8% peserta didik setuju dengan pengembangan produk LKPD yang dapat memudahkan peserta didik dalam pembelajaran. Hasil tersebut menunjukkan perlunya dikembangkan media pembelajaran berupa lembar kerja peserta didik berbasis inkuiri terbimbing tentang submateri bioteknologi konvensional.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan peserta didik Fase E SMA Negeri 1 Angkola Selatan terkait pengembangan media pembelajaran pada mata pelajaran biologi materi bioteknologi konvensional. Jenis penelitian ini deskriptif kuantitatif, sementara teknik pengumpulan data berupa lembar wawancara dan angket observasi. Subjek penelitian ini adalah 1 orang guru biologi dan 36 orang peserta didik kelas X Fase E. Hasil penelitian dari wawancara guru Biologi menyatakan setuju untuk mengembangkan LKPD berbasis inkuiri terbimbing. Dari penyebaran angket observasi kepada peserta didik yang berisi 12 pertanyaan, Hasil yang diperoleh 77,8% peserta didik setuju dengan pengembangan produk LKPD yang dapat memudahkan peserta didik dalam pembelajaran. Hasil tersebut menunjukkan perlunya dikembangkan media pembelajaran berupa lembar kerja peserta didik berbasis inkuiri terbimbing tentang submateri bioteknologi konvensional
Pengaruh SUNO AI (Artificial Intelligence) Terhadap Hasil Belajar Kognitif Peserta Didik Pada Pembelajaran Biologi Materi Klasifikasi Makhluk Hidup Fase E SMA
This study aimed to examine the effect of using SUNO AI as a music-based learning medium on students’ cognitive learning outcomes in the topic of biological classification. The research employed a quasi-experimental method with a Randomized Control Group Posttest Only Design, involving two grade X classes at SMA Negeri 1 Baso, namely X E2 as the experimental class and X E4 as the control class. The instrument used was a multiple-choice test consisting of 20 items with a maximum score of 100. The findings revealed that the average posttest score of the experimental class was 75.5, higher than the control class which scored 56.9. These results indicate that SUNO AI can enhance students’ concentration, memory, motivation, and understanding of biological concepts, in line with various learning theories that emphasize the effectiveness of music-based media in supporting the learning process.Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh penggunaan SUNO AI sebagai media pembelajaran berbasis musik terhadap hasil belajar kognitif siswa pada materi klasifikasi makhluk hidup. Metode yang digunakan adalah eksperimen semu dengan desain Randomized Control Group Posttest Only Design dengan sampel dua kelas X di SMA Negeri 1 Baso, yaitu X E2 sebagai kelas eksperimen dan X E4 sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian berupa tes pilihan ganda sebanyak 20 soal dengan skor maksimal 100. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai posttest kelas eksperimen 75,5 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol 56,9. Hal ini membuktikan bahwa penggunaan SUNO AI dapat meningkatkan konsentrasi, daya ingat, motivasi, serta pemahaman siswa terhadap konsep biologi, sejalan dengan berbagai teori belajar yang menegaskan bahwa media berbasis musik dapat menjadi stimulus efektif dalam proses pembelajara
Improving Quality of Educational Institutions through Teacher Performance Evaluation with Perspective of CIPP Theory.
The enhancement of educational institution standards has emerged as a primary concern in the field of education, with the effectiveness of teachers being a crucial element in achieving successful learning outcomes. This study intends to assess teacher effectiveness through the lens of the CIPP (Context, Input, Process, Product) model to elevate educational quality. A qualitative approach using a case study methodology has been utilized for this investigation. Participants involved in this research consist of educators and administrative staff from schools. Data collection methods included observation, interviews, and documentation analysis, while the data processing was guided by the interactive model created by Miles and Huberman. The findings of this research show that context evaluation uncovers various obstacles within the educational setting, particularly issues around discipline and the preparedness of teachers to instruct effectively. Input evaluation stresses the necessity of ongoing professional development to improve both the pedagogical skills and professional abilities of teachers. Process evaluation indicates that creative teaching approaches and effective classroom management are integral to enhancing learning quality. Product evaluation suggests that well-organized assessments of teacher performance have a favorable influence on the overall educational quality. The recommendations arising from this research underscore the importance of establishing more robust institutional policies to foster teacher development, the regular updating of the CIPP evaluation framework, and the need for intensified training tailored to contemporary educational demands.Peningkatan kualitas lembaga pendidikan menjadi fokus utama dalam dunia pendidikan, dengan kinerja guru sebagai faktor penentu keberhasilan pembelajaran. Penelitian ini berfungsi untuk mengevaluasi kinerja guru dalam perspektif teori CIPP (Context, Input, Process, Product) guna meningkatkan mutu pendidikan. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan analisis kasus. Peserta dalam penelitian ini meliputi guru dan pihak manajemen sekolah. Metode pengumpulan informasi dilakukan melalui pengamatan, tanya jawab, dan pencatatan dokumen, sementara pengolahan data menerapkan kerangka interaktif dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi konteks mengidentifikasi berbagai tantangan dalam lingkungan pendidikan, termasuk kurangnya disiplin dan kesiapan guru dalam mengajar. Evaluasi input menyoroti pentingnya pelatihan berkelanjutan guna meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesional guru. Evaluasi proses mengungkapkan bahwa metode pengajaran yang inovatif dan manajemen kelas yang efisien memiliki peran penting dalam peningkatan mutu pembelajaran. Evaluasi produk mengindikasikan bahwa penilaian kinerja guru yang terstruktur berdampak positif pada mutu pendidikan secara keseluruhan. Rekomendasi dari penelitian ini menekankan perlunya kebijakan institusi yang lebih kuat dalam mendukung pengembangan profesional guru, peningkatan sistem evaluasi berbasis CIPP secara berkala, serta pemberian pelatihan yang lebih intensif dan relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini
Evaluasi dan Uji Daya Hambat Sabun Kertas Ekstrak Daun Mangga (Mangifera Indica L) Terhadap Pseudomonas Aeruginosa dan Candida Albican
In this study, mango extract was formulated with varying concentrations of paper soap. Assessment of paper soap includes testing organoleptic type, pH value, foam height, and water content. The purpose of the study was to assess and test paper soap formulations containing mango leaf extract (Mangifera indica L.) in inhibiting the growth of Pseudomonas aeruginosa and Candida albicans. Mango leaves are known to have active connections that may be antiseptic. The inhibition test was performed by the pitting diffusion method. The diameter of the inhibition zone formed around the wells was measured after incubation using a ruler. The results showed that the formulation of mango leaf extract has excellent physical properties and does not cause irritation to the skin at certain concentrations and formulations. Inhibition tests show that soap from mango leaf extract is not effective for inhibiting the growth of Pseudomonas aeruginosa, but can inhibit the growth of Candida albicans with an increase in the inhibition zone as well as an increase in extract concentration with a weak category. Mango leaf extract paper soap cannot be an antiseptic soap on Pseudomonas aeruginosa but can be an antiseptic on Candida albicans.
Keywords: Antiseptic, Candida albicans, Pseudomonas aeruginosaTujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai dan menguji formulasi sabun kertas yang mengandung ekstrak daun mangga (Mangifera Indica L.) untuk menghambat pertumbuhan bakteri Pseudomonas Aeruginosa dan jamur Candida Albicans. Daun mangga diketahui memiliki koneksi aktif yang mungkin sebagai antiseptik. Dalam penelitian ini, ekstrak mangga diformulasikan dengan variasi konsentrasi sabun kertas. Penilaian sabun kertas meliputi pengujian jenis organoleptik, nilai pH, tinggi busa, dan kadar air. Uji penghambatan dilakukan dengan metode difusi sumuran. Diameter zona penghambatan yang terbentuk di sekitar sumuran diukur setelah inkubasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi ekstrak daun mangga memiliki sifat fisik yang sangat baik dan tidak menyebabkan iritasi pada kulit pada konsentrasi dan formulasi tertentu. Tes penghambatan menunjukkan bahwa sabun dari ekstrak daun mangga tidak efektif untuk menghambat pertumbuhan bakteri Pseudomonas Aeruginosa dan dapat menghambat pada jamur Candida Albicans dengan peningkatan zona penghambatan serta peningkatan konsentrasi ekstrak dengan kategori lemah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa sabun kertas ekstrak daun mangga tidak dapat menjadi sabun antiseptik pada bakteri Pseudomonas Aeruginosa dan dapat menjadi antiseptik pada jamur Candida Albicans . Sabun ini dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai antiseptik alami yang efektif