e-Journal Institut Agama Islam Negeri Ambon
Not a member yet
    1708 research outputs found

    Manajemen Strategi Sekolah Unggul Di Daerah Tertinggal: Studi Kasus Sekolah Pusat Keunggulan SMK Muhammadiyah Ambon

    Get PDF
    Keunggulan di wilayah tertinggal. Fokus utama penelitian meliputi peningkatan sumber daya manusia (SDM), kemitraan strategis, dan pengembangan program berbasis kebutuhan lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi manajemen dilakukan melalui peningkatan kompetensi pendidik melalui pelatihan, kolaborasi industri seperti magang dan kehadiran praktisi sebagai pendidik tamu, serta pengembangan program seperti proyek miniatur rumah dan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSA). Analisis SWOT menunjukkan bahwa SMK Muhammadiyah Ambon memiliki keunggulan dalam fasilitas praktik, peluang kerjasama internasional, namun juga menghadapi tantangan seperti keterbatasan sarana teknologi dan kesiapan siswa dalam penguasaan keterampilan. Strategi antisipatif yang melibatkan seluruh jenjang organisasi dan pemantauan berkala menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan program. Penelitian ini merekomendasikan penguatan infrastruktur dan pengadaan pelatihan bahasa asing guna meningkatkan kualitas manajemen strategi ke depan

    Peningkatan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam melalui Metode Sing a Song di SDN Sumberejo II, Purwosari, Pasuruan

    No full text
    This study aims to improve student learning outcomes in Islamic Religious Education (IRE) on the topic of Aqil Baligh by using the Sing a Song learning method. The research was conducted at SDN Sumberejo II with the subjects being 18 fourth-grade students. The method used is Classroom Action Research (CAR) based on the Kemmis and McTaggart model, which was carried out in two cycles. Data collection techniques included participatory observation, interviews, documentation, and learning outcome tests. The results showed a significant improvement in student learning outcomes, where in the pre-action stage using conventional lecture methods, the percentage of completeness only reached 33.3% (6 students). In Cycle I, with the implementation of the Sing a Song method, the percentage of completeness increased to 61.1% (11 students), and in Cycle II, with the development of group song creation activities, the percentage of completeness reached 94.4% (17 students). This study concludes that the Sing a Song method, combined with group activities in creating songs, is effective in enhancing students' understanding of the Aqil Baligh material while also developing their creativity and collaboration skills.Penelitian ini memiliki tujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) pada materi Aqil Baligh dengan menggunakan metode pembelajaran Sing a Song. Penelitian dilaksanakan di SDN SUMBEREJO II dengan subjek penelitian siswa kelas IV yang berjumlah 18 orang. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, wawancara, dokumentasi, dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dari hasil belajar siswa, dimana pada tahap pra-tindakan dengan metode ceramah konvensional, persentase ketuntasan hanya mencapai 33,3% (6 siswa). Pada siklus I dengan penerapan metode Sing a Song, persentase ketuntasan meningkat menjadi 61,1% (11 siswa), dan pada siklus II dengan pengembangan aktivitas kreasi lagu berkelompok, persentase ketuntasan mencapai 94,4% (17 siswa). Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode Sing a Song yang dikombinasikan dengan aktivitas kelompok dalam menciptakan lagu terbukti efektif meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi Aqil Baligh sekaligus mengembangkan kreativitas dan kemampuan kolaborasi siswa

    COVER AND TABLE OF CONTENT

    No full text

    PANDANGAN HUKUM ABDULLAHI AHMED AN-NA‘IM

    Get PDF
    The paper discusses method of legal interpretation as set forth by Abdullahi Ahmed An-Naim in his works. His legal views takes a historical and contextualist approach in interpreting the text with critical reinterpretation of traditional understanding of the texts by taking into account the purpose of the Syari‘ (the Law Giver) as well as the underlying principle and ideal of the Shariah. By way of deconstruction the Shariah embodies new legal postulates contextually deducted from the text which corresponds to the current situation and context. The method of study is based on qualitative technique in the form of content analysis. It draws upon Miles & Huberman’s analytical methods and techniques, namely reducing and presenting data and drawing conclusion. The finding shows that Abdullahi Ahmed An-Naim aspired toward comprehensive and broad range of legal reform by accommodating and fitting the text with the legal provisions and requirement of modern context based on the instrumentality of maslahah. It sought to reform the legal aspects of Islamic law (syariah) through independent reasoning (ijtihad) and collective argument considering the possible spirit and perspective of its viability and continuity which developed and evolved in dynamic historical and cultural context. Keywords: Abdullahi Ahmed An-Naim, deconstruction, Islamic la

    AKULTURASI TRADISI TAHLILAN MASYARAKAT KECAMATAN SULABESI TIMURDALAM TINJAUAN KAIDAH ‘URF

    Get PDF
    The tahlilan tradition is one of the ritual habits of the people of East Sulabesi Subdistrict that has existed since ancient times. The tradition is carried out by reading sentences of dhikr to Allah. The people of East Sulabesi Subdistrict see the importance of carrying out the tahlilan tradition because it is believed to be part of the Islamic religion. This research aims to find out the understanding of the people of East Sulabesi Subdistrict in carrying out the tahlilan tradition, then to find out about the causes and consequences of the people of East Sulabesi Subdistrict carrying out the tahlilan tradition, and to find out the legal status of the tahlilan tradition in the perspective of the sociology of Islamic law. The method used in this research is a qualitative research method that describes the results of interviews, observations, and documentation found in the field. Then the results of the research were analyzed using the ‘Urf  rule approach that “custom is an action that is continuously carried out by humans, because it is acceptable to humans, and humans repeat it continuously”. The results of this study found that the tahlilan tradition carried out by the people of East Sulabesi sub-district has a philosophy contained in general propositions. Tahlilan is performed because there are people who die, children who graduate from school, and as a gratitude to God for the achievement of their wishes. Furthermore, the tahlilan tradition carried out by the people of East Sulabesi sub-district is currently part of the shahih ‘Urf , which is a custom that does not challenge the arguments of the Qur'an and sunnah. Keywords: tahlilan tradition, ‘Urf , east sulabesi communit

    Diglosia pada Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia Angkatan 2023 Universitas Islam Negeri Abdul Muthalib Sangadji Ambon: Diglosia

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkarakterisasi berbagai jenis diglosia yang ada dalam interaksi mahasiswa di kelas 2023 Tadris Bahasa Indonesia di Universitas Islam Negeri Abdul Muthalib Sangadji di Ambon. Fenomena linguistik yang dikenal sebagai diglosia mengacu pada penggunaan dua atau lebih variasi bahasa dalam konteks sosial yang berbeda, yaitu variasi tinggi (T) dan variasi rendah (R). Metode pengumpulan data dalam penelitian deskriptif kualitatif ini mencakup observasi, dokumentasi percakapan WhatsApp, dan transkripsi diskusi verbal mahasiswa. Penelitian ini menemukan bahwa penggunaan bahasa berbeda antara mahasiswa selama interaksi formal dan kasual. Sebagai bentuk variasi tinggi (T) dalam situasi formal, mahasiswa menggunakan campuran bahasa Indonesia, Arab, Inggris, dan Melayu Ambon. Sementara itu, bahasa Melayu Ambon dengan istilah-istilah seperti beta, se, kamong, katong, dan akang ditemukan digunakan sebagai variasi rendah (R) dalam lingkungan informal untuk menumbuhkan keakraban. Penelitian ini berargumen bahwa fenomena diglosia merupakan komponen dinamika sosial dan budaya bahasa yang dinamis di kalangan mahasiswa UIN AMSA Ambon

    Penguatan Self-Regulated Learning Mahasiswa melalui Pembelajaran IPA Berbasis Nilai-Nilai Islam pada Mata Kuliah Materi dan Energi

    Get PDF
    This study analyzes the development of students’ self-regulated learning in Science Education (IPA) based on Islamic values in the Materials and Energy course. This qualitative descriptive research involved eight second-semester students of the Tadris IPA Study Program at IAIN Ambon. Data were collected through in-depth interviews, participatory observations, and students’ learning reflections, and analyzed using the Miles and Huberman model. The findings reveal that Islamic values such as gratitude (syukur), trustworthiness (amanah), and discipline play a significant role in strengthening students’ self-regulation learning across three learning phases: forethought (intention and goal setting), performance control (time and strategy management), and self-reflection (spiritual evaluation of learning outcomes). The application of these values enhanced students’ intrinsic motivation, independence, and scientific responsibility. Overall, Islamic values-based science learning effectively fosters reflective, independent, and religious scientific character grounded in spiritual awareness.Penelitian ini menganalisis perkembangan regulasi diri mahasiswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berbasis nilai-nilai Islam pada mata kuliah Materi dan Energi. Penelitian kualitatif deskriptif ini melibatkan delapan mahasiswa Tadris IPA semester II di IAIN Ambon. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan refleksi belajar mahasiswa, lalu dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam seperti syukur, amanah, dan disiplin berperan penting dalam memperkuat Self-Regulated Learning (SRL) mahasiswa pada tiga fase pembelajaran: forethought (penetapan niat dan tujuan belajar), performance control (pengaturan waktu dan strategi belajar), serta self-reflection (evaluasi spiritual terhadap hasil belajar). Penerapan nilai-nilai tersebut meningkatkan motivasi intrinsik, kemandirian, dan tanggung jawab ilmiah mahasiswa. Pembelajaran IPA berbasis nilai Islam terbukti efektif membentuk karakter ilmiah yang reflektif, mandiri, religius, dan berlandaskan kesadaran spiritual

    Pengembangan Pengembangan LKPD berbasis PjBL-STEM pada materi keanekaragaman hayati untuk peserta didik Fase E MAN 1 Kota Padang

    No full text
    This research is a development study using the Four-D Model development model. The research instruments used in this study were interview guidelines for teachers, student questionnaires, validity test questionnaires, and practicality test questionnaires. The LKPD was validated by two lecturers from the Department of Biology, FMIPA UNP, one biology teacher, and 28 students from MAN 1 Kota Padang Phase E Academic Year 2025/2026 to test the practicality of the product. Based on the results of the initial and final analysis, the LKPD developed is a PjBL-STEM-based LKPD on biodiversity material for Phase E students. The validity of the PjBL-STEM-based LKPD is 88.64% (highly valid), and the practicality test results by teachers are 90.97% (highly practical) and practicality scores by students are 89.97% (highly practical). The average practicality test results by teachers and students were 90.47% (very practical). Thus, the developed LKPD is highly valid and highly practical.Kurikulum Merdeka menekankan pentingnya penguasaan keterampilan yang relevan dengan Abad 21 dalam pelaksanaannya. Dalam pembelajaran di abad ke-21, peserta didik dilatih untuk mengasah empat keterampilan yang dikenal sebagai keterampilan 4C yaitu keterampilan berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif. Keempat keterampilan ini dapat diwujudkan melalui penggunaan media pembelajaran yang tepat. Salah satu media embelajaran yang dapat digunakan adalah LKPD. Guru belum pernah menggunakan LKPD berbasis PjBL-STEM dalam proses pembelajaran. Oleh sebab itu, menggunakan LKPD diharapkan peserta didik mampu berkomunikasi, berkolaborasi, dan memiliki kreativitas serta keterampilan melalui media pembelajaran dengan berbasis PjBL-STEM. Hasil ulangan harian peserta didik yang tidak memenuhi kriteria ketuntasan minimal pada materi keanekaragaman hayati mencapai 63,9%. Besarnya persentase ini menandakan kemampuan peserta didik dalam pemahaman materi keanekaragaman hayati masih sangat rendah. Oleh karena itu, perlu dikembangkan LKPD berbasis PjBL-STEM pada materi keanekaragaman hayati. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model pengembangan Four-D Model. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berupa lembar pedoman wawancara untuk guru, angket peserta didik, angket uji validitas dan angket uji praktikalitas. LKPD divalidasi oleh dua dosen Departemen Biologi FMIPA UNP, satu orang guru biologi dan 28 orang peserta didik MAN 1 Kota Padang Fase E Tahun Ajaran 2025/2026 untuk menguji praktikalitas produk. Berdasarkan hasil analisis awal-akhir, maka LKPD yang dikembangkan adalah LKPD berbasis PjBL-STEM pada materi keanekaragaman hayati untuk peserta didik Fase E. Hasil validitas LKPD berbasis PjBL-STEM adalah 88,64% (sangat valid) dan hasil uji praktikalitas oleh guru 90,97% (sangat praktis) serta nilai praktikalitas oleh peserta didik 89,97% (sangat praktis). Rata-rata hasil uji praktikalitas oleh guru dan peserta didik adalah 90,47% (sangat praktis). Dengan demikian, LKPD yang dikembangkan sangat valid dan sangat praktis.   Kata kunci : LKPD, Berbasis PjBL-STEM, Validitas, dan Praktikalita

    Analisis Problematika Guru dalam Mengintegrasikan Pembelajaran Biologi dan Islam di Madrasah Aliyah Negeri Se-Kota Padang

    Get PDF
    The integration of Biology learning and Islamic values is a distinctive feature of Madrasah Aliyah; however, its implementation has not been optimal. This study aims to analyze the problems faced by Biology teachers in integrating Biology and Islamic values Madrasah Aliyah Negeri  in Padang City. A quantitative descriptive approach was employed involving all 11 Biology teachers. Data were collected using a closed-ended questionnaire covering integrative pedagogical competence, instructional planning and implementation, learning resources, institutional support, and professional development. Data were analyzed using descriptive quantitative techniques based on mean scores. The results indicate that the problems remain high, with mean scores of 17.57 for teachers’ competence, 18.09 for instructional implementation, and 20.33 for system and resource support, all categorized as problematic. These findings indicate that the integration of Biology and Islamic values has not been optimally implemented and requires improvements in teachers’ competence, instructional practices, and institutional support.Integrasi pembelajaran Biologi dan nilai-nilai Islam merupakan karakteristik Madrasah Aliyah, namun implementasinya belum berjalan optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis problematika guru dalam mengintegrasikan pembelajaran Biologi dan Islam di Madrasah Aliyah Negeri se-Kota Padang. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan subjek seluruh guru Biologi berjumlah 11 orang. Data dikumpulkan melalui angket tertutup yang mencakup aspek pemahaman dan kompetensi pedagogik integratif, perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, ketersediaan sumber belajar, dukungan lembaga, serta pelatihan dan pengembangan profesional. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan nilai rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problematika integrasi Biologi dan Islam tergolong tinggi. Aspek kompetensi dan pemahaman guru memperoleh nilai rata-rata 17,57, aspek implementasi pembelajaran 18,09, dan aspek dukungan sistem serta sumber daya 20,33, yang seluruhnya berada pada kategori bermasalah. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi Biologi dan Islam belum terlaksana secara optimal, sehingga diperlukan peningkatan kompetensi guru, penguatan pembelajaran integratif, serta dukungan kelembagaan yang berkelanjutan

    Upaya Penyelesaian Bullying Oleh Wali Kelas: Studi Kasus di MTs Hasyim Asy’ari (Al Mukhlashin) Ambon

    Get PDF
     Bullying merupakan perilaku negatif yang dilakukan oleh satu peserta didik atau lebih dan dilakukan secara terus menerus atau setiap waktu untuk menyakiti orang lain. Bullying fisik adalah suatu bentuk bullying yang terjadi secara langsung dan dapat dirasakan oleh anggota tubuh, contohnya : memukul, mendorong, menendang, dan menampar. Bullying verbal adalah suatu bentuk bullying yang berupa ucapan menghina, meledek, mencaci, memfitnah dan ucapan lainya yang dapat menyakiti  orang lain.Wali kelas adalah Guru yang membantu Kepala Sekolah untuk membimbing peserta didik dalam mewujudkan disiplin kelas, sebagai manajer dan motivator untuk membangkitkan gairah /minat peserta didik untuk beprestasi di kelas.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya penyelesaian bullying oleh wali kelas di MTS Hasyim Asy’ari Ambon khususnya pada kelas VIII. Untuk mengetahui faktor  - faktor penyebab terjadinya bullying serta dampak bagi pelaku bullying dan korban bullying pada kelas VIII di MTS Hasyim Asy’ari Ambon.  Penelitian ini  menggunakan metode studi kasus dalam jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu berupa reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data yang digunakan yaitu triangulasi teknik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa  faktor  terjadinya bullying di  MTS Hasyim Asy’ari Ambon  yaitu : 1). Faktor keluarga,  faktor keluarga menjadi pemicu terjadinya bullying siswa, penyebabnya keluarga yang tidak harmonis, anak yang bermasalah dengan orang tua, orang tua yang berpisah atau cerai  dan orang tua yang sering bertengkar. 2). Teman Sebaya, menjadi pemicu terjadinya bullying siswa, kelompok teman sebaya yang nakal  atau memiliki perilaku negatif, dapat mempengaruhi siswa lain berperilaku serupa. 3). Media sosial, menjadi pemicu terjadinya bullying siswa, penggunaan media sosial secara berlebihan tanpa pengawasan dapat meningkatkan resiko perilaku bullying. Dampak bullying bagi pelaku antara lain kesulitan membangun hubungan sosial yang sehat, kecenderungan untuk mengontrol situasi dengan intimidasi atau manipulasi, dan penguatan perilaku agresif. Sedangkan dampak bullying bagi korban meliputi gangguan konsentrasi dalam belajar, penurunan kepercayaan diri, depresi, dan bahkan pertimbangan untuk bunuh diri. Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa upaya penyelesaian bullying  yang di lakukan oleh wali kelas  adalah,  menciptakan kesempatan untuk berbuat baik, menumbuhkan empati dalam diri peserta didik,  mengajarkan peserta didik keterampilan dalam berteman,  dan mengajarkan peserta didik cara beritikad baik

    1,463

    full texts

    1,708

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Journal Institut Agama Islam Negeri Ambon
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇