e-Journal Institut Agama Islam Negeri Ambon
Not a member yet
1708 research outputs found
Sort by
KAJIAN SOSIOLINGUISTIK PENGGUNAAN BAHASA DI LINGKUNGAN PONDOK PESANTREN PUTRA AL ANWAR 3 SARANG REMBANG
AbstrakBahasa merupakan salah satu alat komunikasi manusia. Melalui bahasa, manusia dapat menyampaiakn sesuatu yang dirasakan kepada lawan tutur. Penggunaan bahasa antara manusia satu dengan lainnya tidak dapat disamaratakan. Hal ini disebakan penggunaan bahasa dipengaruhi oleh bebrerapa faktor yang saling berkaitan. Untuk mengetahui ragam penggunaan bahasa dalam suatu lingkungan masyarakat maka diperlukan suatu kajian sosiolinguistik. Kajian sosiolinguitik mempunyai peranan sebagai bahan pertimbanagan dalam pemilihan bahasa yang akan digunakan dalam berkomunkasi dan berinteraksi dengan lawan tutur. Pondok pesantren merupakan salah satu lingkungan masyarakat yang memiliki kompleksitas berbahasa yang dibawa dan ditularkan oleh para santri dari berbagai macam daerah. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis penggunaan bahasa di lingkungan Pondok Pesantren Putra Al Anwar 3 Sarang Rembang serta mengetahui faktor yang melatar belakangi penggunaan bahasa. Penelitian ini merupakan penelitian sosiolinguistik dengan menggunakan desain kualitatif-deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisi data dilakukan dengan merdeuksi data, menyajikan data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah penggunaan bahasa dalam interaksi, komunikasi dan kegiatan sehari-hari di lingkungan Pondok Pesantren Putra Al Anwar 3 Sarang dengan menggunakan bahasa Indonesia, bahasa jawa, bahasa daerah luar jawa dan bahasa campuran. Faktor yang melatarbelakangi penggunaan bahasa tersebut adalah status sosial dan latar belakang penutur serta kondisi lawan tutur.Kata Kunci: Bahasa, Sosiolinguistik, Pesantren AbstractLanguage is one of the tools of human communication. Through language, humans can convey something they feel to the person they are speaking to. The use of language between humans cannot be generalized. This is because language use is influenced by several interrelated factors. To find out the variety of language uses in a society, a sociolinguistic study is needed. Sociolinguistic studies have a role as material for consideration in selecting the language to be used in communicating and interacting with interlocutors. Islamic boarding schools are a community environment that has complex languages brought and transmitted by students from various regions. This research aims to describe and analyze language use in the Putra Al Anwar 3 Sarang Rembang Islamic Boarding School environment and determine the factors behind language use. This research is sociolinguistic research using a qualitative-descriptive design. Data collection was carried out using observation, interview and documentation techniques. Data analysis is carried out by reducing data, presenting data and drawing conclusions. The results of this research are the use of language in interaction, communication and daily activities in the Putra Al Anwar 3 Sarang Islamic Boarding School environment using Indonesian, Javanese, regional languages outside Java and mixed languages. The factors behind the use of language are the social status and background of the speaker as well as the condition of the interlocutor.Keyword: Sociolinguistic, Language, Boarding Schoo
ANALISIS KELAYAKAN USAHA PENJUALAN KAYU DITINJAU DARI ASPEK KEUANGAN (Studi Kasus UD. Riska Indah di Kabupaten Jeneponto)
Abstract:The furniture industry is an industry that converts wood into processed wood in the form of goods such as tables, chairs, cupboards, etc. Demand for processed wood is increasing along with population growth. The financial feasibility of UD Riska Indah was the focus of this research for five years, namely from 2017 to 2021. This location was chosen deliberately because there had been no previous research at UD. Riska Indah is one of the wood sales industries that is currently developing. The data analysis used is the calculation of Net Present Value (NPV), Payback Period (PP), and Break Event Point (BEP). The results of the research show that UD Riska Indah in Bungeng Village, Batang District, Jeneponto Regency, is financially feasible to develop in terms of Net Present Value (NPV) of IDR 2,742,319,730,- > 0, Payback Period (PP) for wood sales is 1 year, 9 months 7 days and the Break Even Point for sales of UD Riska Indah wood is IDR 3,123,716,-, while the breakeven point for sales of beams and wood is 51 pieces.Keywords: Business feasibility; Timber sales; Furniture industry; Financial aspect Abstrak:Industri mebel merupakan industri yang mengubah kayu menjadi kayu olahan dalam bentuk barang seperti meja, kursi, lemari, dan lain-lain. Permintaan terhadap kayu olahan semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk. Kelayakan finansial UD Riska Indah menjadi fokus penelitian ini selama lima tahun, yaitu tahun 2017 hingga 2021. Pemilihan lokasi ini sengaja dilakukan karena belum ada penelitian sebelumnya di UD. Riska Indah yang merupakan salah satu industri penjualan kayu yang sedang berkembang. Analisis data yang digunakan adalah perhitungan Net Present Value (NPV), Payback Period (PP) dan Break Event Point (BEP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa UD Riska Indah di Desa Bungeng Kecamatan Batang Kabupaten Jeneponto dari segi finansial dikatakan layak untuk dikembangkan ditinjau dari Net Present Value (NPV) sebesar Rp 2.742.319.730,- > dari 0, Payback Period (PP) adalah 1 tahun , 9 bulan 7 hari dan Break Even Point penjualan kayu UD Riska Indah sebesar Rp 3.123.716,-, sedangkan titik impas untuk penjualan balok dan kayu sebanyak 51 buah.Kata Kunci: Kelayakan usaha; Penjualan kayu; Industri mebel; Aspek keuanga
EVALUASI PROGRAM PELAKSANAAN OTONOMI PENDIDIKAN DI MADRASAH IBTIDAIYYAH TERPADU AS-SALAM AMBON
Penelitian ini bertujuan mengungkapkan proses pengambilan keputusan, pengelolaan kelembagaan, pengelolaan program, proses belajar mengajar, proses evaluasi, hubungan kerjasama dan partisipasi, sikap kemandirian, keterbukaan, keberlanjutan program, dan prestasi akademik maupun non akademik siswa Madrasah Ibtidaiyyah terpadu (MIT) As-Salam, Ambon. Pendekatan penelitian ini pemdekatan evaluasi program model CIPP yang dikembangkan Stufflebeam. Data dikumpulkan melalui observasi, wawanacara, dokumentasi dan dianalisis berdasarkan model analisis interaktif yang dikembangkan oleh Miles & Huberman (1994) yang meliputi, reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hail penelitian menunjukkan bahwa proses kerjasama dan partisipasi proses akuntabilitas, proses evaluasi, proses kerjasama dan partisipasi proses akuntabilitas, proses kemadirian madrasah, proses keterbukaan madrasah, proses keberlanjutan program, dan nilai ujian dan nilai raport siswa baik dan mengalami peningkatan yang signifikan.Kata kunci: Otonomi, Pendidikan Madrasah
Al-Mudaaris
Bahasa Arab merupakan wadah bagi wahyu Allah SWT. (Kitab Suci Al-Qur’an Al-Karim), yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Dari segi gramatikal (ilmu nahwu), ia mengalami perkembangan yang sangat pesat, seiring dengan gaya bahasa Al-Qur’an Al-Karim yang menerangkan diakek-dialek Arab fushha. Dalam kajian ilmu nahwu, ada dua Mazhab nahwu yang sangat terkenal, yaitu: Mazhab Bashrah dan Mazhab Kuffah. Mazhab Bashrah lebih mengandalkan Qiyas, sedangkan mazhab Kuffah menonjolkan periwayatan. Keywords: Belajar, strategi kognitif
PENILAIAN DALAM PEMBELAJARAN BERDASARKAN KURIKULUM 2013 TAHUN 2013
Desain pembelajaran mencakup tiga aspek: (1) menyusun tujuan pembelajaran, (2) menetapkan materi pembelajaran, (3) menentukan metode yang digunakan, dan (4) menetapkan penilaian yang akan dilakukan. Tujuan pembelajaran dapat diwujudkan dalam menetapkan kompetensi pembelajaran, baik standar kompetensi, kompetensi dasar maupun indicator pembelajaran. Materi pembelajaran berkaitan dengan isi pembelajaran yang disampaikan kepada peserta didik. Metode pembelajaran berkaitan dengan cara melaksanakan tujuan pembelajaran yang telah disusun dalam materi pembelajaran. Penilaian, evaluasi pembelajaran merupakan alat ukur keberhasilan kegiatan pembelajaran. Desain pembelajaran yang disebut terakhir ini merupakan alat ukur keberhasilan kegiatan pembelajaran. Desain pembelajaran yang disebut terakhir ini merupakan salah satu aktifitas yang harus dilakukan guru dalam mengakses materi pembelajaran dan mengukur pula keberhasilan guru dalam melaksanakan tugas mengajar. Keywords: Penilaian, pembelajaran
URGENSI KEARIFAN LOKAL BAGI KEBERLANJUTAN PEMBANGUNAN PERDAMAIAN DI MALUKU PERSPEKTIF FIQH KONTEMPORER
This paper aims to explore and explain the urgency of the values of “local wisdom” for the sustainability of peace building in the Maluku people. Local wisdom is meant in the form of values of living together which are used as moral guidelines for caring for life together across religions and beliefs. While the values of living together can be in the form of expressions that contain the philosophy of social life or values that shape the daily behavior of the community. The values of local wisdom were analyzed based on the perspective of contemporary fiqh. Contemporary fiqh approach here is intended to see to what extent the values contained in local wisdom of the Maluku people have relevance to fiqh and its contextualization in contemporary Maluku society. Based on the results of the research, it was found that the values of local wisdom are still deemed necessary to continue to be developed and become an important part in building peace in Maluku. From the perspective of contemporary fiqh, local traditional values are an important dimension for the dialogue between Islam and local culture. Contemporary fiqh views the local traditional values of the Maluku people as being categorized as 'Urf (known good traditions) that can contribute to peace.Keywords: local wisdom, peace building, contemporary fiq
Kesenjangan Pembangunan Ekonomi Antar Provinsi di Kawasan Indonesia Timur
This study aims to determine the level of economic and development inequality in provinces in Eastern Indonesia and to determine the level of income inequality between regions/provinces in Eastern Indonesia. This type of research is library research with analysis tools using the Williamson index and Klassen Typology. The type of data used in this study is secondary data which is based on GRDP data and the rate of economic growth in the provinces of Eastern Indonesia. The research results show that 1). quadrant I with a high economic growth rate followed by a high GRDP growth rate is also dominated by Papua Province, South Sulawesi Province, Central Sulawesi Province; Quadrant II, namely the low economic growth rate but the high GRDP growth rate is dominated by West Nusa Tenggara Province. In the third quadrant, where the economic growth is high but the per capita income is low, it is dominated by North Maluku Province, West Sulawesi Province and Southeast Sulawesi Province. In the fourth quadrant, which are regions with low economic growth and low per capita income, are dominated by Gorontalo Province, Maluku Province, East Nusa Tenggara Province, West Papua Province and North Sulawesi Province. 2. Income inequality in the Eastern Indonesia region from 2010 to 2021 is relatively moderate, namely an average of 0.44 which indicates that most regions have a high level of economic growth and per capita income above the provincial average in the Eastern Indonesia region.Keyword: Gap, Income, Klassen Typology, Williamson Index
KERAPATAN DAN DISTRIBUSI STOMATA DAUN PADA BEBERAPA SPESIES FAMILI MYRTACEAE DI KOTA AMBON
Myrtaceae merupakan kelompok besar tumbuh-tumbuhan yang anggotanya banyak dikenal dan dimanfaatkan masyarakat sebagai penghasil minyak atsiri yang berkhasiat obat, tanaman buah-buahan, tanaman hias serta tanaman industri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerapatan dan distribusi stomata daun pada beberapa tumbuhan famili Myrtaceae khususnya spesies Psidium guajava, Syzygium aromaticum, Syzygium polyanthum, Melaleuca leucadendra. Tipe penelitian yan digunakan deskriptif kuantitatif yaitu mendeskripsikan kerapatan dan distribusi stomata daun serta tipe dan jumlah stomata pada beberapa spesies famili Myrtaceae. Hasil penelitian menunjukkan kerapatan stomata tertinggi terdapat pada spesies Psidium guajava, Syzygium aromaticum dan Syzygium polyanthum karena mempunyai kerapatan stomata tinggi lebih dari 500/mm2, sedangkan pada tanaman Melaleuca leucadendra mempunyai kerapatan stomata sedang yaitu kurang dari 500/mm2. Semakin rapat stomata suatu tanaman, proses membuka dan menutupnya stomata semakin terhambat. Distribusi stomata keempat spesies famili Myrtaceae menunjukkan pola distribusi yang sama yaitu tersebar. Semua spesies yang diteliti memiliki stomata pada permukaan bawah daun. Tipe stomata pada keempat spesies berbeda yaitu tipe parasitik, tipe anisositik dan tipe anomositik yang tergolong dalam tipe stomata kelas dikotil
Supervisi Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru pada Pembelajaran di MTs Daarut Taqwa Kasieh Kecamatan Taniwel Kabupaten Seram Bagian Barat
Supervisi Kepala sekolah adalah upaya untuk meningkatkan pembelajaran agar siswa dapat belajar lebih baik, atau bantuan yang diberikan administrator sekolah dalam melaksanakan tugas profesional guru. Tujuan penelitian ini adalah melakukan supervisi kepada kepala sekolah untuk meningkatkan kinerja guru pada kegiatan pembelajaran di Madrasah Tsanawiyah Daarut Taqwa Kasieh Kecamatan Taniwel Provinsi Seram Barat dan untuk mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambat bagi supervisi kepala sekolahdalam meningkatkan kinerja guru pada pembelajaran di Madrasah Tsanawiyah Daarut Taqwa Kasieh, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Barat. metode penelitian ini adalah deskriptif, kualitatif, pendekatan studi kasus dengan teknik pengumpulan data observasional, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, validasi, dan inferensi untuk supervisi kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru dalam kegiatan pembelajaran di MTs Daarut Taqwa Kasieh Kecamatan Taniwel Kabupaten Selum Barat Memberikan diagram secara rinci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi kepala sekolah untuk meningkatkan kinerja guru dalam kegiatan pembelajaran dilaksanakan di Madrasah Tsanawiya Darut Takwa Kassie Kecamatan Taniwell Kabupaten Seram Barat. B. Merencanakan program supervisi, pendekatan langsung (mengajar, memotivasi, kunjungan kelas, mengajar guru cara membuat perangkat pembelajaran) dan pendekatan tidak langsung (penghargaan guru), evaluasi (peringkat dan peringatan untuk supervisi). ) berupa tindak lanjut (peninjauan dan pelaksanaan pelatihan). Faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan supervisi akademik oleh administrator sekolah. Ini mendukung faktor-faktor seperti motivasi guru dan dukungan masyarakat sementara faktor penghambat seperti infrastruktur dan waktu yang tidak memadai.Kata Kunci: Supervisi Kepala Sekolah, Kinerja Guru, Pembelajara
RESPONSIVITAS BIROKRASI KEMENTERIAN AGAMA DALAM PELAYANAN PENDIDIKAN AGAMA DI KOTA AMBON
Responsivitas dimensi pelayanan public dan indikator pelayanan berkaitan dengan daya tanggap dan kemampuan aparatur dalam menghadapi aspirasi baru, tuntutan baru, dan pengetahuan baru. Jenis penelitian ini penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomologis untuk mengetahui responsibiltas birokrasi Kementerian Agma dalam pelayanan pendidikan agama Islam di Kota Ambon. Subjek/sumber data penelitian ini kata-kata dan tindakan aparat birokrasi Kemenag dan stakeholders pendidikan di Kota Ambon dan data-data dokumentasi lain. Teknik pengumpulan data penelitian ini wawancara, observasi dan studi documenter. Teknik pengabsahan data dengan melakukan observasi secara tekun, dan uji secara trianggulasi, baik sumber maupun metode. Hail penelitian: (1) responsivitas birokrasi kementerian agama dalam pelayanan pendidikan agama Islam di Kota Ambon masih kurang responsif. Hal ini terlihat pada (a) masih banyak keluhan masyarakat menyangkut pelayanan pendidikan agama Islam dalam dua tahun terakhir; (b) sikap dan orientasi pelayanan aparat birokrasi yang masih terkesan kurang dalam merespon keluhan masyarakat; (c) kurang upaya pemberdayaan masyarakat (komite madrasah), dalam pengembangan pendidikan agama di Kota Ambon; dan (2) faktor-faktor eksternal birokrasi seperti: budaya organisasi, iklim dan lingkungan organisasi serta factor internal seperti: perilaku birokrasi, kewenangan diskresi, etika birokrasi, dan semanagat kerjasama dalam organisasi. Keywords: Responsivitas Birokrasi, Pelayanan Pendidikan