e-Journal Institut Agama Islam Negeri Ambon
Not a member yet
1708 research outputs found
Sort by
PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT OLEH PEMBORONG KOPI DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT BLANG RAKAL KECAMATAN PINTU RIME GAYO KABUPATEN BENER MERIAH
AbstractThe purpose of this study is to understand how the process of empowering the community's economy by coffe wholesalers increasing their income through coffee contractors at Rahma Jaya, BlangRakal Village, Pintu Rime Gayo District, BenerMeriah Regency. First, how does coffe wholesalers to the improvement of the general population's economy through the economic development of DesaBlangRakal? Second, what happened to the general population's economy when the coffe wholesalers in BlangRakal Village, Pintu Rime Gayo District, performed an empowerment?. The sample in this study is made up of 21 people and seven cobblers. This study uses qualitative research methods. So that the data collected is data obtained from interviews, primary and secondary data sources. Primary data is data obtained from interviews and secondary data is data obtained from books, journals, internet and other documents. The results of this study indicate that from community empowerment activities carried out by coffee wholesalers in increasing people's income through the process of managing coffee at the Rahma Jaya coffee factory in BlangRakal Village, it can create jobs for people who do not have jobs so they can work permanently for them. The coffee season, which only comes once every six months, means that the people who work at the Coffee Factory cannot depend solely on working there, so this is where the role of coffee wholesalers is needed for them to prosper the people who work for them, in addition to providing a basic salary, coffee wholesalers also provide business capital for the people who work for them so that they are able to fulfill their daily needs with the side business they have built, and continue to work with coffee wholesalers when the coffee season comes again.Keywords: Empowerment, Economy, Role Coffe Wholesalers, Income, Community AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pemberdayaan ekonomi masyarakat oleh pemborong kopi dalam meningkatkan pendapatan masyarakat Desa Blang Rakal, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: pertama, peran pemborong kopi dalam meningkatkan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi di Desa Blang Rakal? Yang kedua, peningkatan ekonomi masyarakat setelah dilakukannya pemberdayaan oleh pemborong kopi di Desa Blang Rakal Kecamatan Pintu Rime Gayo?. Sampel pada penelitian ini terdiri dari 7 pemborong kopi dan 21 masyarakat yang bekerja di kilang kopi Rahma Jaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif.sehingga data yang di himpun merupakan data-data yang di peroleh dari hasil wawancara, sumber data primer dan sekunder. Data primer yaitu data yang di dapatkan dari hasil wawancara dan data sekunder adalah data yang didapatkan dari buku, jurnal, internet, dan dokumen lainnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh pemborong kopi dalam meningkatan pendapatan masyarakat melalui proses pengeloaan kopi pada kilang kopi Rahma Jaya Desa Blang Rakal dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat yang belum memiliki pekerjaan sehingga dapat bekerja tetap pada mereka. Musim kopi yang hanya datang pada enam bulan sekali membuat masyarakat yang bekerja di Kilang Kopi tidak bisa hanya bergantungan untuk bekerja disana saja, jadi disinilah peran pemborong kopi sangat dibutuhkan bagi mereka untuk mensejahterakan masyarakat yang bekerja pada mereka, selain memberikan gaji pokok pemborong kopi juga memberikan modal usaha untuk masyarakat yang bekerja pada mereka agar mampu memenuhi kebutuhan hidupnya dengan usaha sampingan yang sudah mereka bangun, serta tetap bekerja dengan para pemborong kopi saat musim kopi telah tiba.Kata Kunci: Pemberdayaan, Ekonomi, Peran Pemborong Kopi, Pendapatan masyarakat
PEMERATAAN DAN KEADILAN EKONOMI DI INDONESIA (PERSPEKTIF EKONOMI SYARIAH)
AbstractsThis study aims to understand the equitable distribution of the economy in Indonesia and to look at the Islamic economic perspective on economic justice in the context of economic equality in Indonesia. This type of research is library research with analysis tools using the Gini coefficient, Theil index, L index and the World Bank. The results of the study show (1) There is still inequality in the distribution of the economy in Indonesia because there is a significant increase in the wealth of capital owners, while workers only have capital in the form of labor and skills. (2) In the context of economic equality in Indonesia, the Islamic perspective puts forward the concept of economic distribution that covers the entire Indonesian economic system with the principle of economic justice according to Islamic teachings.Keyword: economic equity, economic justice, gini ratio, Theil index, L index AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk memahami distribusi ekonomi yang merata di Indonesia serta melihat perspektif ekonomi Islam mengenai keadilan ekonomi dalam konteks pemerataan ekonomi di Indonesia. Jenis penelitian merupakan penelitian kepustakaan dengan alat analisis menggunakan koefisien gini, indeks Theil, indeks L serta Bank Dunia. Hasil penelitian menunjukkan (1) Masih terjadi ketimpangan dalam pendistribusian ekonomi di Indonesia karena terdapat peningkatan yang signifikan dalam kekayaan pemilik modal, sedangkan pekerja hanya memiliki modal berupa tenaga kerja dan keterampilan. (2) Dalam konteks pemerataan ekonomi di Indonesia, perspektif Islam mengemukakan konsep distribusi ekonomi yang mencakup seluruh sistem ekonomi Indonesia dengan prinsip keadilan ekonomi menurut ajaran Islam.Kata Kunci: pemeratakaan ekonomi, keadilan ekonomi, gini rasio, indeks Theil, indeks
ETNOMATEMATIKA PADA BENTUK KUE TRADISIONAL HALUA KENARI DI NEGERI TELUTIH BARU KABUPATEN MALUKU TENGAH
Matematika dan budaya sangat berkaitan satu sama lain. Matematika dalam budaya disebut etnomatematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan etnomatematika pada bentuk kue tradisional halua kenari khas negeri telutih baru kecamatan tehoru kabupaten maluku tengah. kue tradisional khas negeri telutih baru dijadikan sebagai objek penelitian karena kue tersebut diyakini masih tetap terjaga keunikannya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Metode pengumpulan data yaitu observasi oleh 3 orang observer, wawancara dengan 1 pembuat kue tradisional halua kenari khas negeri teluti baru, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat etnomatematika pada bentuk kue tradisional halua kenari khas negeri telutih baru, yaitu konsep pengukuran dan geometri pada kue tradisional halua kenari khas negeri telutih baru, dilihat dari bahan dasar atau takaran yang memuat konsep pengukuran yaitu kenari sebanyak 2kg, gua pasir sebanyak 1kg, garam sebanyak 1 sendok, dan air sebanyak 500 ml. sedangkan pada bentuk dari halua kenari tersebut ia memuat konsep geometri yakni geometri datar (lingkaran dan persegi) dan geometri ruang (tabung, balok dan kerucut)
STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK PEREMPUAN DALAM PARTAI DEMOKRASI INDONESIA PERJUANGAN (PDIP) DI KABUPATEN KEPULAUAN ARU
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana strategi dan faktor-faktor komunikasi politik perempuan dalam partai politik serta faktor yang mempengaruhi dan menghambat strategi komunikasi politik perempuan dalam partai PDIP di Kabupaten Kepulauan Aru. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskrisi kualitatif, yaitu suatu penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena, peristiwa, aktivitas sosial, sikap, kepercayaan, persepsi, pemikiran orang lain secara individual maupun kelompok. Berdasarkan hasil penelitian, dapat di simpulkan sebagai berikut : (1) Perempuan sebagai komunikator politik, membangun komunikasi dengan khalayak baik masyarakat. (2) Khalayak komunikasi politik perempuan dilakukan untuk memudahkan komunikator dalam menganalisa perilaku dan pendekatan yang harus digunakan perempuan sehingga pada akhirnya akan bermuara pada tersampaikannya pesan politik kepada khalayak. (3) Perempuan menciptakan pesan dan perempuan menjadi pesan itu sendiri. Pesan yang disampaikan perempuan lebih disesuaikan dengan tujuan atau efek komunikasi politik yang mereka inginkan seperti untuk sosialisasi partai politik, pemberdayaan perempuan, dan mempengaruhi kebijakan. Faktor-faktor pendukung yang mempengaruhi partisipasi strategi komunikasi politik perempuan terdiri dari dua faktor yaitu faktor pendukung adanya dukungan keluarga, dan memeperjuangkan hak-hak perempuan, keinginan untuk memperjuangkan hak-hak perempuan. Sedangkan faktor penghambat yaitu menjadi kendala partisipasi perempuan dalam komunikasi politik dipengaruhi oleh tanggapan beban ganda yang disandang perempuan, minimnya tingkat pendidikan dan ekonom
REVIEW BUKU AJAR BAHASA ARAB MADRASAH IBTIDAIYAH KELAS 6 KARYA CHOIRUL ANSHORI, DKK
REVIEW BUKU AJAR BAHASA ARAB MADRASAH IBTIDAIYAH KELAS 6 KARYA CHOIRUL ANSHORI, DK
APLIKASI GAYA BELAJAR SOMATIS, AUDITORI, VISUAL, INTELEKTUAL DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS MAHASISWA DI IAIN AMBON
Kemajuan ilmu pengetahun dan teknologi membawa perubahan-perubahan dalam dunia pendidikan. Diberlakukan kurikulum baru diharapkan dapat membenahi model pembelajaran yang sehingga dapat menjadikan mahsiswa bersikap aktif, kreatif, dan inovatif dalam kegiatan pembelajaran. Peneliti tertarik meneliti tentang aplikasi gaya belajar SAVI (somatis, auditori, visual, intelektual) dalam meningkatkan kemampuan berfikir kritis mahasiswa dalam konsep Morfologi Tumbuhan di IAIN Ambon Tahun Akademik 2012/2013. Tujuan tulisan ini menjelaskan tingkat kemampuan berfikir kritis mahasiswa setelah diterapkan gaya belajar somatic, auditori, visual, dan intelektual dalam konsep Morfologi Tumbuhan di IAIN Ambon. Jenis penelitian yang digunakan peenlitian tindakan kelas (PTK). Desain penelitian yang digunakan model penelitian yang dikembangkan oleh Kemmis & Mc. Tanggart. Penulis dalam penelitian ini hanya menggunakan 1 siklus, karena di siklus pertama indikator yang dicapai dalam pembelajaran telah terpenuhi. Prosedur penelitian meliputi: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya belajar SAVI dapat memperbaiki keterampilan berfikir kritis mahasiswa. Hal ini ditunjukkan dari hasil tes awal yang rata-rata mahasiswa memiliki keterampilan berfikir kritis pada kategori rendah, sedangkan di sikulus I diperoleh hasil bahwa setelah penerapan gaya belajar SAVI, mahasiswa memiliki rata-rata nilai dalam kategori sangat tinggi dan tinggi. Keywords: Gaya belajar, berfikir, kritis, morfologi
The Value of Islamic Education in The Nahu Sanamang Tradition at Negeri Tulehu
The problem in this research is how to implement the Nahu Sanamang tradition in Negeri Tulehu, Salahutu District, Central Maluku Regency and the values of Islamic education in that tradition. The type of research used is qualitative research, by using an ethnographic approach. The techniques used including observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques consist of data reduction, data presentation, and conclution. The results of the research on the implementation of the Nahu Sanamang tradition were carried out at the house of the man who was getting married, starting with a proposal containing determining the number of assets and determining the day for carrying out the Nahu Sanamang tradition, followed by the preparation process until the closing of the implementation of the tradition. Nahu Sanamang itself was born as a forum for brotherly ties for all the people of Negeri Tulehu to work hand to lighten the burden on families who are going to get married. The values of Islamic education in the Nahu Sanamang tradition in Negeri Tulehu, Salahutu District, and Central Maluku Regency reflect a good that must be done in part from the values of aqeedah or belief, alms values, silaturrahim values, tolerance values, and helpful values as a means of strengthening kinship relation between communities in Negeri Tulehu
Masjid dan Gereja Orang Basudara: Tradisi Damai Membangun Rumah Ibadah Salam Sarena di Maluku - Indonesia
This research aims to explore the construction of a culture of peace in kinship relations (gandong) among the villages of Booi, Aboru, Kariu, and Hualoy (BAKH), Christian-Muslim communities, which have a culture-brotherhood narrative. Located on various islands in Central Maluku, these villages preserve the narrative of culture-brotherhood as the basis of social and religious life. Embracing different religious beliefs, the four villages celebrate cultural-kinship ties through religious symbols: churches and mosques. In 1971, the four villages built a mosque in Hualoy, a Muslim village. Even though the three have different religious beliefs, this mosque is classified as a mosque with BAKH. In the midst of the 1999 – 2004 Maluku conflict which turned Ambon, the capital of Maluku Province, into social segregation, the four villages rebuilt the Kariu church, a Christian village in 2017. Support for the construction of this church came from BAKH residents in Maluku and the diaspora. Using ethnographic methods, this research investigates the cultural narrative behind the performativity of Christians-Muslims involved in previous conflicts, but collectively rebuilding religious holy places. This research concludes that kinship cultural relationships, performative actions and shared symbols contribute to the peace building process in the post-conflict region, Maluku.Keywords: Construction, Culture of Peace, Collaboration with BAKH, Cultural and Religious Identit
PENGARUH RISIKO KREDIT DAN LIKUIDITAS TERHADAP PROFITABILITAS BANK DENGAN TINGKAT KECUKUPAN MODAL SEBAGAI VARIABEL MODERATING
Abstract:This study discusses the effect of credit risk and liquidity on profitability by using the capital adequacy ratio as a moderating variable for banks listed on the Indonesian Stock Exchange. The population in this study amounted to 46 banking companies listed on the IDX. By using the purposive sampling method, the number of samples obtained and used was 24 companies with an observation period of 5 years from 2017-2021. The analytical method used is quantitative analysis. The results of this study indicate that credit risk has no significant effect on Profitability, Liquidity has no significant effect on Profitability and the moderating variable Capital Adequacy Level is not able to moderate the effect of Credit and Liquidity Risk on Profitability.Keywords: Credit Risk, Liquidity, Capital Adequacy Level, Profitability Abstrak:Penelitian ini membahas mengenai pengaruh Risiko Kredit dan Likuiditas terhadap Profitabililtas dengan menggunakan Tingkat Kecukupan Modal sebagai variable moderasi pada Bank yang listed di Bursa Efek Indonesia. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 46 perusahaan perbankan yang tercatat di BEI. Dengan menggunakan metode purposive sampling, jumlah sampel yang didapatkan dan digunakan yaitu 24 perusahaan dengan periode pengamatan selama 5 tahun dari tahun 2017-2021. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan Risiko kredit berpengaruh tidak signifikan terahadap Profitabilitas, Likuiditas berpengaruh tidak signifikan terhadap Profitabilitas dan variable moderasi Tingkat Kecukupan Modal tidak mampu memoderasi pengaruh Risiko Kredit dan Likuiditas terhadap Profitabilitas.Kata kunci: Risiko Kredit, Likuiditas, Tingkat Kecukupan Modal, Profitabilita
PEMIKIRAN IBNU QAYYIM TENTANG RIBA DAN RELEVANSINYA TERHADAP PEREKONOMIAN DI INDONESIA
AbstractThis article focuses on Ibn Qayyim's thoughts on usury and its relevance to the economy in Indonesia. The type of research used in this article is library research. Library research is when researchers use books, journals, scientific magazines published by private or government institutions, published periodically (periodicals), yearbooks, annual reviews, magazines, newspapers, historical records, as the subject of study. Economic thought according to Ibn Qayyim is about Islamic economic philosophy, views on prosperity and poverty, the economic significance of charity (zakat), the prohibition of usury, and market mechanisms and price determination. According to Ibn Qayyim's view, usury is divided into two, namely, usury jali and usury khafi. Ibn Qayyim emphasized the prohibition of usury in Islam because of its potential to create economic inequality and compromise the welfare of society. This view remains relevant in the context of Indonesia struggling with significant economic inequality and the challenge of poverty alleviation. The way to overcome usury is through education and religious awareness, such as increasing religious education and public awareness about the prohibition of usury in Islam, developing sharia financial institutions, innovation in sharia financial products, and government commitment.Keywords: Usury, Economic Thought, Ibn Qayyim, Relevance. AbstrakArtikel ini memfokuskan pada pemikiran Ibnu Qayyim tentang riba dan juga relevansinya terhadap perekonomian di Indonesia. Jenis penelitian yang digunakan pada artikel ini yaitu penelitian pustaka (Library research). Penelitian pustaka adalah apabila peneliti menjadikan buku, jurnal, majalah ilmiah terbitan lembaga swasta ataupun pemerintah, diterbitkan berkala (periodical), yearbook, annual review, majalah, surat kabar, catatan historis, sebagai pokok kajian. Pemikiran ekonomi menurut Ibnu Qayyim yaitu tentang falsafah ekonomi islam, pandangan tentang kemakmuran dan kemiskinan, signifikansi ekonomi dalam amal zakat (zakat), larangan riba, dan mekanisme pasar dan penetapan harga. Menurut pandangan Ibnu Qayyim riba dibagi menjadi dua yaitu, riba jali dan riba khafi. Ibnu qayyim menekankan larangan riba dalam islam karena potensinya untuk menciptakan ketidaksetaraan ekonomi dan mengorbankan kesejahteraan masyarakat. Pandangan ini tetap relevan dalam konteks Indonesia yang berjuang melawan ketidaksetaraan ekonomi yang signifikan dan tantangan pengentasan kemiskinan. Untuk cara menanggulangi riba yaitu dengan pendidikan dan kesadaran agama, seperti meningkatkan pendidikan agama dan kesadaran masyarakat tentang haramnya riba dalam islam, pengembangan lembaga keuangan syariah, inovasi produk keuangan syariah, dan komitmen pemerintah.Kata Kunci: Riba, Pemikiran Ekonomi, Ibnu Qayyim, Relevansi