e-Journal Institut Agama Islam Negeri Ambon
Not a member yet
1708 research outputs found
Sort by
PEREMPUAN KORBAN KEKERASAN BERBASIS CYBER DALAM PRESPEKTIF UNDANG-UNDANG NOMOR 19 TAHUN 2016 TENTANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK ( Studi kasus Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon )
The aim of the research is to provide protection for women in Batumerah Village as victims of cyber-based violence in the perspective of Law no. 19 of 2016 concerning Information and Electronic Transactions. This research uses a qualitative approach with descriptive methods. The reason for using this method is because this research examines the status of a human group, an object, a condition, and a system of thought. The results or findings of Cyber-Based Violence Against Women in Batumerah Village, from the results of interviews conducted by the author, there were 5 (five) sources that the author asked for information, indicating that acts of violence against them had occurred on social media, namely Facebook, where the perpetrator sent pictures. mixed with pornography. Cyber Based Violence Against Women in Batumerah Village in View of Law no. 19 of 2016 concerning Electronic Information and Transactions, where the author found that there were positive impacts and negative impacts from the existence of the ITE Law, positive impacts such as in article 27 paragraph 1, Article 40 paragraphs 1 and 2, and article 26 paragraph 3 of Law no. 19 of 2016 concerning Electronic Information and Transactions, the provisions of this article contain protection in the form of providing punishment to people who distribute an act that violates morality. Meanwhile, the negative impact is that several articles in Law no. 19 of 2016 concerning Information and Electronic Transactions, there are articles that are considered to actually oppress victims, such as in article 27 paragraph 3, article 27 paragraph 4 and article 26 paragraph 1. These articles include mention of freedom of opinion, there is a rubber article that criminalizes victims. Keywords: Batu Merah Village Women, Victims of Cyber-Based Violence, and Law no. 19 of 2016 concerning Information and Electronic Transactions
Tujuan Penelitian adalah untuk mendeskripsikan kekerasan berbasis cyber terhadap perempuan di Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon dan untuk menguraikan dampat positif dan dampak negatif keberadaan Undang-Undang No. 19 Tahun 2016 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dalam menangani kekerasan berbasis cyber terhadap perempuan di Desa Batu Merah , Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif deskriptif kualitatif. Hasil atau temuan Kekerasan Berbasis Cyber Terhadap Perempuan di Desa Batumerah, dari hasil wawancara yang penulis lakukan terdapat 5 (lima) orang narasumber yang penulis meminta keteranganya, menunjukan bahwa tindakan kekerasan terhadap mereka pernah terjadi di media sosial yakni Fecebook, dimana pelaku memposting gambar yang berbau pornogragrafi. Penulis menemukan ada dampak positif dan dampak negative dari kebaradaan Undang-Undang ITE dampak positif seperti pada pasal 27 ayat 1, Pasal 40 ayat 1 dan 2, dan pasal 26 ayat 3 Undang-Undang No. 19 Tahun 2016 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dari ketentuan pasal tersebut memuat perlindungan berupa, memberikan hukuman kepada orang yang medistribusikan suatu perbuatan yang melanggar kesusilaan. Sementara dampak negatinya dimana beberapa pasal dalam Undang-Undang No. 19 Tahun 2016 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik terdapat pasal yang dianggap malah menindas korban seperti pada pasal 27 ayat 3, pasal 27 ayat 4 dan pasal 26 ayat 1 pasal tersebut di antaranya menyebutkan pembatasan kebebasan beropini, terdapat pasal karet yang mengkriminalisasi korban.
PEMIKIRAN AMINA WADUD DAN IMPELEMENTASINYA DALAM KEPEMIMPINAN PEREMPUAN DI INDONESIA
Persoalan kepemimpinan perempuan adalah sesuatu yang unik dan urgen untuk dibicarakan. Di Indonesia sendiri, terdapat sejumlah pemimpin perempuan yang terlibat aktif dalam proses pertumbuhan bangsa. Tidak ada larangan dalam Islam yang menghalangi perempuan untuk mengikuti berbagai disiplin ilmu sesuai dengan kemampuan masing-masing. Realisasi peran perempuan dalam peluangnya untuk menduduki peran kepemimpinan mempunyai pengaruh yang mengarah pada pemahaman yang lebih baik bahwa masalah kesetaraan gender ditandai dengan tidak adanya diskriminasi antara perempuan dan laki-laki. Pemahaman ini pada gilirannya akan membawa pada pemahaman yang lebih baik mengenai permasalahan ini. Dengan demikian, kesempatan yang sama bagi perempuan dan laki-laki untuk mengambil posisi berwenang tersedia bagi kedua kelompok. Amina Wadud, salah satu intelektual perempuan yang mengemukakan penafsiran Al-Qur'an dari sudut pandang perempuan, akan menjadi subjek tulisan ini, yang akan menjelaskan bagaimana pengertian kepemimpinan perempuan berdasarkan penafsirannya. Artikel ini juga akan membahas bagaimana interpretasi tersebut diterapkan dalam kepemimpinan perempuan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan teknik Library Research, yaitu mengumpulkan informasi dari berbagai sumber, antara lain buku, terbitan berkala, dan karya Amina Wadud.
ANALISIS INTENSI PENGGUNAAN FINTECH SYARIAH DI KALANGAN GENERASI Z: TANTANGAN DAN PELUANG
Generasi Z, yang tumbuh di era teknologi canggih, memerlukan pendekatan pembelajaran yang inovatif. Meskipun mereka mahir dalam penggunaan teknologi, baik pembelajaran daring maupun luring belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan mereka. Mereka lebih suka pembelajaran melalui pengalaman dan kurang berminat berinteraksi secara langsung dengan orang banyak. Dalam pembelajaran fintech dan fintech syariah, mahasiswa terlibat dalam diskusi kelas dan aplikasi praktis, namun juga didorong untuk terlibat secara langsung dengan dunia industri keuangan. Sebagian besar mahasiswa menunjukkan minat tinggi karena menyadari potensi pertumbuhan industri ini di masa depan, menginginkan mata kuliah yang lebih aplikatif. Penelitian melibatkan kuisioner terkait intensi mahasiswa dalam menggunakan produk fintech, dengan enam variabel UTAUT dan dua variabel privasi. Hasilnya menunjukkan minat tinggi generasi Z pada fintech dan fintech syariah. Intensi penggunaan dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh kondisi fasilitas dan dukungan privasi. Privasi dianggap sangat penting bagi generasi Z, menunjukkan kehati-hatian dalam penggunaan teknologi. Kesimpulannya, generasi Z menunjukkan antusiasme besar terhadap fintech dan fintech syariah. Fokus pada privasi dan kondisi fasilitas menjadi faktor utama dalam intensi penggunaan teknologi keuangan ini di kalangan mahasiswa.
Kata Kunci: Edukasi, Literasi Teknologi Keuangan, Fintech Syariah, UTAUT, Privas
MENUMBUHKAN KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN DENGAN METODE AL-BAGHDADI PADA SISWA/I KELAS 1 MADRASAH IBTIDAIYYAH
The ability to read the Koran is currently still relatively low, especially in Madrasah Ibtidaiyyah students who still cannot read the Koran properly. In fact, many do not even know hijaiyyah letters. The ability to read the Koran needs to be taught to students through a learning process, this is to maintain reading the Koran.
The purpose of this study was to find out how to foster the ability to read the Qur'an in grade 1 Madrasah Ibtidaiyyah and the obstacles in its implementation. This research with a qualitative approach uses a case study conducted at MI Ma'arif Bego DI Yogyakarta. Participants in this study involved 1 person, namely the tahfidz teacher at the Ibtidaiyyah Madrasah.
The results of the study show that the process of implementing learning to read the Koran using the al-Baghdadi method is that students can easily read the Koran quickly and accurately, and there are guidebooks and rhymes to make it easier for students to memorize. hijaiyyah letters and the laws of reading the Koran.
Thus learning the Koran for grade 1 students of Madrasah Ibtidaiyyah is suggested to be more appropriate using the al-Baghdadi method.Kemampuan membaca al-Qur’an saat ini masih tergolong rendah terutama pada siswa Madrasah Ibtidaiyyah masih banyak yang belum bisa membaca al-Qur’an dengan baik. Bahkan banyak pula yang belum mengetahui huruf hijaiyyah. Kemampuan membaca al-Qur’an perlu diajarkan kepada anak didik melalui sebuah proses pembelajaran, hal ini untuk menjaga bacaan al-Qur’an.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana menumbuhkan kemampuan membaca al-Qur’an siswa/i kelas 1 Madrasah Ibtidaiyyah serta hambatan-hambatan dalam pelaksanaannya. Penelitian dengan pendekatan kualitatif ini menggunakan studi kasus yang dilakukan di MI Ma’arif Bego D.I Yogyakarta. Partisipan dalam penelitian ini melibatkan 1 orang yaitu guru tahfidz di Madrasah Ibtidaiyyah tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pelaksanaan pembelajaran membaca al-Qur’an menggunakan metode al-Baghdadi adalah siswa/i dapat dengan mudah membaca al-Qur’an dengan cepat dan tepat, serta ada buku panduan dan sajak syair untuk mempermudah siswa/i dalam menghafal huruf hijaiyyah serta hukum-hukum bacaan al-Quran.
Dengan demikian pembelajaran al-Qur’an untuk siswa kelas 1 Madrasah Ibtidaiyyah disarankan lebih tepat menggunakan metode al-Baghdadi
Konsep Keteladanan Terhadap Pendidikan Moral Perspektif Al-Qur’an Dan Hadits Di Era Globalisasi
The term exemplary is considered the most convincing approach to achieving success in forming morals. Weakness in showing examples by educators, especially in implementing Islamic values, is one of the main factors causing a moral crisis. This research aims to evaluate the exemplary method in Moral Education from the perspective of the Al-Qur'an and Hadith. The research method used is library research, where information is collected from various literary sources such as books, journal articles and other sources. The results of this research include: 1. Understanding the exemplary method, 2. Moral education, 3. The concept of exemplary in the Al-Qur'an and Hadith, 4. Al-Qur'an and Hadith Moral education, 5. Exemplary methods in moral education in this era Globalization, 6. Application of Moral Education Values in the concept of Role Modeling in the Era of GlobalizationIstilah keteladanan dianggap sebagai pendekatan yang paling meyakinkan untuk mencapai keberhasilan dalam membentuk moral. Kelemahan dalam menunjukkan keteladanan oleh para pendidik, terutama dalam menerapkan nilai-nilai Islam, menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan krisis moral. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi metode keteladanan dalam Pendidikan Moral dari perspektif Al-Qur'an dan Hadits. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan, di mana informasi dikumpulkan dari berbagai sumber literatur seperti buku, artikel jurnal, dan sumber-sumber lainnya. Hasil penelitian ini mencakup: 1. Pengertian metode keteladanan, 2. Pendidikan moral, 3. Konsep keteladana dalam Al-Qur’an dan Hadits, 4. Al-Qur’an dan Hadits Pendidikan moral, 5. Metode keteladanan dalam Pendidikan moral di Era Globalisasi, 6. Aplikasi Nilai-nilai Pendidikan Moral dalam konsep Keteladanan di Era Globalisas
The Using Of Audio Visual (Multimedia Projector) To Improve Student Learning Outcomes In The Subject Of Islamic Culture History VIIth C-Class at MTs al-Ikhlas Setupatok
This research aims to improve learning outcomes in the subject History of Islamic Culture for Class VII C students at MTs Al Ikhlas Setupatok. The research that the researcher conducted used a qualitative approach with the type of research, namely Classroom Action Research (PTK). The sequence of research activities includes (1) Planning, (2) Implementation, (3) Observation, (4) Reflection. Data collection uses interview, observation and documentation techniques. Meanwhile, for the analysis, the author uses the Qualitative Descriptive Analysis technique. The source of the research is Class VII C MTs Al Ikhlas Setupatok Students, Mundu District, Cirebon Regency. The results of the research show that the Audio Visual Multimedia Projector Media in the Islamic Cultural History Subject with material on the event of the Prophet Muhammad SAW's Hijrah to Medina was taken from the theme of the Wisdom of the Prophet Muhammad SAW, Creating Peace, and was able to improve student learning outcomes in the Class VII C Islamic Cultural History Subject at MTs Al Ikhlas Setupatok. These results have met the indicators of success and reached the standard criteria for success or received a score of >70. Apart from that, classical student learning outcomes from cycle one and cycle two are said to have increased, namely in cycle I 13 or 34.210% experienced completeness and in cycle two it increased to 38 or 100% experienced completeness.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Sejarah Kebudayaan islam Pada Siswa Kelas VII C di MTs Al Ikhlas Setupatok. Penelitian yang Peneliti Lakukan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitiannya yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Urutan kegiatan penelitian Mencakup (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan, (3) Observasi, (4) Refleksi. Dalam Pengumpulan Data menggunakan teknik wawancara,obsevasi dan Dokumentasi. Sedangkan untuk Analisisnya, penulis menggunakan teknik Analisis Deskriptip Kualitatif. Sumber Penelitiannya yaitu Siswa Kelas VII C MTs Al Ikhlas Setupatok Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon. Hasil penelitian Menunjukan Bahwa Media Audio Visual Multimedia Projektor pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam dengan Materi Peristiwa Hijrah Rasulullah SAW ke Madinah di ambil dari Tema Kearifan Nabi Muhammad SAW Mewujudkan Kedamaian, Mampu meningkatkan hasil belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Kelas VII C Di MTs Al Ikhlas Setupatok Hasil tersebut sudah memenuhi indikator keberhasilan dan mencapai standar kriteria keberhasilan atau mendapat nilai >70. Selain itu hasil belajar siswa secara klasikal dari siklus satu dan siklus dua dikatakan meningkat, yaitu pada siklus I 13 atau 34,210% yang mengalami ketuntasan dan pada siklus dua meningkat menjadi 38 atau 100% mengalami ketuntasan
STUDENTS' TRIGONOMETRIC REPRESENTATION TRANSLATION PROCESS THROUGH GEOGEBRA-INTEGRATED STAD COOPERATIVE LEARNING
The problem of the poor learning outcomes of trigonometry is obviously closely related to teachers, students, and the environment because learning creates a mindset and develops reasoning skills in solving problems. This classroom action research was conducted to enhance the students' representation translation process in light of the learning outcomes after engaging in cooperative learning of STAD type supported by Geogebra. This classroom action research involved 34 students of class XI IPA 2, SMAN 1 Dawarblandong in the 2023/2024 academic year. This research instrument used learning devices, observation sheets, and formative tests. The stages of this research include action planning, implementation, observation, and reflection. The data were analyzed using percentages with the criteria for student participation and achievement of classical learning outcomes of at least 75% with a minimum score of 75. The results of this study indicated by the increase in students' participation from the 1st cycle (67.5%) to the 2nd cycle (76.25%) so that it meets the criteria for student activeness. In terms of learning outcomes in the 1st cycle (66.67%) which continued in the 2nd cycle (82.35%) so that it reached the criteria for classical completeness. We conclude that the STAD type cooperative learning model assisted by geogebra can improve the process of translating student representations in terms of student learning outcomes.
Keywords: Flexibility; Geogebra; Learning Outcomes; Student Activeness; Translatio
Hate speech in the Undercover.Id Comment Column for Pragmatic Studies: Ujaran Kebencian pada Kolom Komentar Undercover.Id Kajian Pragmatik
This research is a qualitative descriptive study. The objectives of this study are: 1) To describe the form of hate speech in the Undercover.Id comment column, 2) To describe the form of hate speech in the Undercover.Id comment column. The primary data source in this study is language in social media which contains elements of hatred, including Instagram accounts that focus on utterances in the undercover.id comment column which will be held from Mei to Juli 2024. Secondary data in book, journal, that is relevance by research and can strengthen data. It is a technique an instrument in research done preach turnaround method, read, and note. Whole the data analyzed through four stages: (1) description, (2) classifications, (3) interpretation, (4) and eksplanasi. Analysis, speech form hatred in columns comments undercover.id, the sacrilege, defamation, sacrilege, unpleasant, what provoke or incites, and spreading falsehood. Based on form kebahasaan, a unit of grammatical mengindikasikan speech hatred in a text may include sentence declarative consisting of declarative active and passive, a sentence the imperative consisting of the imperative ordinary, the imperative the provision of licenses, the imperative ban, and interrogative.
Keywords speech: hatred, undercover.id, pragmaticJenis penelitian hal ini ialah kualitatif. Penelitian yang akan dijabarkan bermaksud untuk: 1) mendeskripsikan wujud ujaran kebencian pada kolom komentar Undercover.Id, 2) mendeskripsikan bentuk ujaran kebencian kolom komentar Undercover.Id. Sumber informasi penting dalam lingkup penelitian ini adalah bahasa dalam media dengan unsur ujaran, antara lain: pada akun instagram fokus pada ujaran pada kolom komentar undercover.id yang dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juli 2024. Sumber informasi opsional seperti buku dan jurnal yang memiliki korelasi untuk dapat memperkuat hasil informasi dalam data. Instrument yang terdapat dalam penelitian ialah teknik pengumpulan data yang digunakan menyimak, membaca, kemudian mencatat data-data. Pengumpulan data secara keseluruhan akan melalui empat tahap: pertama: deksripsi, kedua: klarifikasi, ketiga: menginterpretasikan yang kelima: eksplanasi. Berdasarkan analisis, bentuk ujaran kebencian pada kolom komentar Undercover.id, adalah wujud penistaan, pencemaran nama baik, penistaan, perbuatan yang tidak mengenakkan, provokasi atau intimidasi, serta penyebaran informasi palsu. Berdasarkan pada wujud kebahasaan ialah satuan gramatikal yang memperhatikan teks ujaran dalam bentuk kalimat pernyataan yang terdiri atas pernyataan bersifat aktif dan pernyataan bersifat pasif, kalimat perintah yang terdiri dari perintah biasa, perintah pemberian izin, perintah melarang, dan unsur menanya.
Kata Kunci : Ujaran Kebencian, Undercover.id, Pragmati
PENANGGULANGAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DALAM PANDANGAN MASYARAKAT KABUPATEN MALUKU TENGAH
Meskipun pemerintah telah memberlakukan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, namun kekerasan dalam rumah tangga tetap terjadi dalam masyarakat. Karena itu dibutuhkan keterlibatan masyarakat. Dalam kaitan ini masyarakat muslim kecamatan Salahutu, Leihitu dan Leihitu Barat kabupaten Maluku Tengah memiliki solusi tersendiri dalam penanggulangan kekerasan dalam rumah tangga dimaksud melalui pendayagunaan kearifan lokal, yang disebut saudara kawin. Saudara kawin mampu mengatasi problem rumah tangga saudari kawinnya termasuk mencegah suami melakukan kekerasan kepada istrinya. Sehingga tidak dibutuhkan upaya penanggulangan KDRT pada tahap represif oleh penegak huku
Implementasi Peningkatan Mutu Lembaga Pendidikan Islam Menuju Era 5.0
The implementation of improving the quality of Islamic Education Institutions towards the 5.0 era with the concept of quality that must be used as a benchmark to be applied, is a must in paying attention to it on an ongoing basis. That is why, the purpose of this writing needs to explain it. The method used in this study was used by Systematic Literature Review with four stages, 1) designing a review, 2) conducting a review, 3) analysis, and 4) writing a review. From the research process carried out, it was found that the management of Islamic Educational Institutions towards the 5.0 era, requires management that has entrepreneurial nuances, is based on Communities and Mosques, requires a leadership figure with a transformative, democratic and laissez faire style, then requires a good evaluation system to the improvement of adequate facilities. Then on the side of the Concept of Improving the Quality of Islamic Educational Institutions Towards the 5.0 era, Some of the concepts that can be applied such as 1) the concept of internal and external quality assurance that is responsive and adaptive. 2) Optimization of resources in line with the concept of marketing. 3) Requires the support of all parties, including the role of shops as admirers in Islamic Educational Institutions. 4) Requires orderly governance. and 5) Implementation of digital-based quality planning.