e-Journal Institut Agama Islam Negeri Ambon
Not a member yet
    1708 research outputs found

    tajweed, hadits, STQH, differing IMPLEMENTASI KAIDAH TAJWID DALAM PELAFALAN HADITS PADA SELEKSI TILAWATIL QUR’AN/HADIS (STQH)

    No full text
    Abstract: The implementation of Tajweed rules in the recitation of hadiths during the Qur'an/Hadith Recitation Competition (STQH) is the focus of this research. STQH, organized by the Ministry of Religious Affairs, is a biennial competition that has included a category for hadith memorization since 2019. The competition consists of two subcategories: 100 hadiths with a chain of narrators (sanad) and 500 hadiths without a complete chain of narrators. However, the application of Tajweed rules in the recitation of hadiths has sparked controversy. Some argue that since hadiths and the Qur'an are distinct, Tajweed rules should not be applied uniformly. Scholars hold differing opinions on the matter, with some supporting the use of Tajweed rules based on hadiths containing the Prophet's supplications and the Arab tradition of employing Tajweed. Others express concerns about potential similarities between the recitation of hadiths and the Qur'an. This research aims to provide a comprehensive understanding of the implementation of Tajweed rules in the recitation of hadiths during STQH, contributing to the development of the competition and addressing the differing perspectives surrounding the use of Tajweed rules in hadith recitation.   Key words: tajweed, hadits, STQH, differing opinions.Abstrak: Implementasi kaidah tajwid dalam pelafalan hadis pada Seleksi Tilawatil Qur'an/Hadis (STQH) menggunakan kajian washfiyah naqdiyah merupakan fokus penelitian ini. Adanya penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penerapan ilmu tajwid dalam pembacaan hadis pada STQH serta memberikan kontribusi bagi perkembangan sistem perlombaan STQH. Metode yang digunakan meliputi observasi langsung, wawancara dengan narasumber, dan studi pustaka terhadap kitab turots, buku, dan jurnal penelitian terdahulu. Lomba hafalan hadis pada STQH tergolong baru dan memiliki dua cabang, yaitu 100 hadis bersanad dan 500 hadis tanpa sanad lengkap. Meskipun kontroversi muncul mengenai penerapan kaidah tajwid dalam lomba ini, penelitian melalui pendekatan historis menemukan ihtilaf ulama' tentang legalitas penggunaan kaidah tajwid. Beberapa ulama berpendapat bahwa penggunaan kaidah tajwid didasarkan pada adanya hadis yang menggunakan bahar rajaz dan kebiasaan orang Arab dalam melafalkan kalimat, namun ada juga pendapat bahwa penerapan kaidah tajwid dapat menimbulkan keserupaan antara hadis dan Al- Qur'an. Penelitian ini akan memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai penerapan kaidah tajwid dalam pelafalan hadis pada STQH.   Kata kunci: tajwid, hadis, STQH, ihtilaf

    - “Pelaksanaan Dispensasi Kawin Setelah Berlakunya PERMA Nomor 5 Tahun 2019 Tentang Pedoman Mengadili Permohonan Dispensasi Kawin (Studi Pada Pengadilan Agama Namlea)”.: -

    No full text
    Data from the Registrar’s Office of the Ambon High Religious Court noted that the Namlea Religious Court contributed the highest number of Marriage Dispensation cases in the 2021-2022 period in the Maluku region, even though the enactment of Supreme Court Regulation Number 5 of 2019 was to minimize and reduce the number of underage marriages occurring in Indonesia. Even though the regulations and requirements have been regulated in more detail and detail, the number of Marriage Dispensations is still high in the Namlea Religious Court. Based on these problems, researchers are anxious to find out about several things, including: 1). Knowing how to apply Supreme Court Regulation Number 5 of 2019 in the Namlea Religious Court, so that the Marriage Dispensation is still high. 2). Find out what the judge’s considerations are in accepting and rejecting Marriage Dispensation Applications at the Namlea Religious Court since the enactment of PERMA Number 5 of 2019.This research is field research which uses descriptive qualitative research with a phenomenological approach. The research results it can be concluded that 1). The still high number of dispensations at the Namlea Religious Court is due to the fact that when filing marriage dispensation cases, dispensation applicants are already pregnant. 2). The Namlea Religious Court Judge’s considerations in granting and rejecting the Marriage Dispensation Application took into account “very urgent reasons” as well as Islamic Law Considerations. By granting the Petitioner’s Marriage Dispensation Application, it will close the door to harm and will provide benefits for the Petitioner Keywords: marriage dispensation,Supreme Court Regulation, Namlea  Data Kepaniteraan Pengadilan Tinggi Agama Ambon mencatat Pengadilan Agama Namlea merupakan menyumbang perkara Dispensasi Kawin tertinggi dalam rentang waktu Tahun 2021-2022 di wilayah maluku, padahal ditetapkannya Peraturan Mahkamah Agung Nomor 5 Tahun 2019 adalah untuk meminimalisir dan mengurangi jumlah perkawinan di bawah umur yang terjadi di Indonesia.Walaupun peraturan dan persyaratan telah diatur lebih rinci dan detail angka Dispensasi Kawin tetap saja masih tinggi di Pengadilan Agama Namlea. berdasarkan permasalahan tersebut yang menjadi kegelisahan peneliti untuk mencari tahu tentang beberapa hal diantaranya : 1). Mengetahui bagaimana penerapan Peraturan Mahkamah Agung Nomor 5 Tahun 2019 di Pengadilan Agama Namlea, sehingga angka Dispensasi Kawin masih tinggi. 2). Mengetahui apa saja pertimbangan hakim dalam menerima dan menolak Permohonan Dispensasi Kawin di Pengadilan Agama Namlea sejak berlakunya PERMA Nomor 5 Tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang menggunakan penelitian kualitatif deskriptif (deskriptif kualitatif) dengan Pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa 1). Masih tingginya angka Dispensasi Kawin di Pengadilan Agama Namlea disebabkan karena dalam mengajukan Perkara Dispensasi Kawin, Pemohon dispensasi dalam kondisi sudah hamil. 2). Pertimbangan Hakim Pengadilan Agama Namlea dalam mengabulkan dan menolak Permohonan Dispensasi Kawin mempertimbangkan "alasan sangat mendesak" serta Pertimbangan Hukum Islam dengan dikabulkannya Pemohonan Dispensasi Kawin Pemohon, maka akan menutup pintu mudharat dan akan memberikan kemaslahatan bagi Pemohon. Kata Kunci. Disepensasi Kawi

    Evaluasi TPS-3R IAIN Ambon dalam Mengurangi Sampah di Kawasan Air Besar – Ahuru Ambon

    Get PDF
    Tujuan penulisan adalah mengevaluasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS-3R) IAIN Ambon dan mengetahui faktor-faktor yang menghambat operasional TPS-3R IAIN Ambon dalam mengurangi sampah di Kawasan Air Besar – Ahuru. Lokasi penelitian yang menjadi locus yaitu TPS-3R Imam Rizaly IAIN Ambon dengan sifat penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan berupa wawancara, observasi dan studi literatur diantaranya dari beberapa buku, jurnal, serta artikel online. Analisis terhadap hasil evaluasi menggunakan analisis data kualitatif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil analisis evaluasi TPS-3R IAIN Ambon masih belum optimal karena menghadapi berbagai kendala dan hambatan diantaranya personel atau tenaga kerja yang belum full time dalam bekerja, terkendala dengan partisipasi dan dukungan masyarakat, anggaran atau biaya yang kurang tersedia serta sampah dari lingkungan masyarakat yang tidak dipilah atau dipisah. Faktor penghambat kinerja TPS-3R IAIN Ambon yang berasal dari internal yaitu anggaran, sumber daya manusia/personel dan peralatan sedangkan yang berasal dari eksternal yaitu masyarakat. Instansi terkait seperti IAIN Ambon, Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan Kota Ambon serta stakeholder lainnya perlu memberikan pembinaan berkala sesuai dengan kebutuhan hasil evaluasi baik yang dilakukan internal maupun eksternal TPS-3R IAIN Ambon

    Pengendalian Mutu Kompetensi Guru Melalui Program Supervisi Akademik : Supervisi Akademik

    No full text
    Abstract: The aim of the academic supervision program is to improve the quality of teaching learning process as well as the teacher’s teaching competency. Improving the quality of teachers, both in professional and pedagogical competence, is surely provide huge benefit in improving the quality of learning. However, there are some problems found in the implementation of the teacher supervision program that make the supervision less optimal. The reason is the inconsistency of the implementation of this program. Moreover, this program seems to be implemented only for formality. This research aimed to determine the ongoing process of academic supervision at SMPIT Assalaam Boarding School (Assalaam Islamic Integrated Boarding School) Pekalongan. The research was carried out using a descriptive qualitative method, the required data was obtained through a process of interviews, discussions and documentation. The results of the research show that the academic supervision activities carried out at SMPIT Assalaam Boarding School Pekalongan have fulfilled the principles of supervision. Academic supervision is carried out to oversee the learning process as an institution's effort to provide quality assurance of education. Academic supervision is carried out through the following stages: the first is the socialization of the supervision program; the second is consultation on learning tools; the third is a class visit to the target teacher to be supervised; the fourth is a reflection on the implementation of teaching and learning activities; the fifth is scoring the results of academic supervision as a conclusion on the teacher's competency achievements; and then the preparation of follow-up activities of the supervision. Through academic supervision activities, school principals can provide guidance to teachers to improve the quality of learnin

    META ANALYSIS: THE EFFECT OF COOPERATIVE LEARNING MODELS ON STUDENTS' CRITICAL THINKING ABILITIES

    Get PDF
    Critical thinking skills are one of the important competencies that students must have in facing the challenges of the 21st century. These skills include the ability to effectively analyze, evaluate and synthesize information, which is crucial in making informed decisions and solving complex problems. Cooperative learning models have great potential in improving these skills by engaging students in group work that encourages interaction, discussion and sharing of ideas. There are many studies related to the application of cooperative learning models in improving students' critical thinking skills so that meta-analysis research is conducted to combine the results of these studies into one conclusion. This research was conducted to determine the effect of cooperative learning models on students' critical thinking skills. This research used a quantitative approach with the type of meta-analysis research. Data collection was carried out by searching for research reports in accordance with the topics studied on internet network sites. The sampling technique used purposive sampling technique. The instrument used was a data collection sheet. Data analysis was carried out using descriptive statistics and inferential statistics. Based on the research conducted, it is concluded that the cooperative learning model affects the critical thinking skills of students. Thus, cooperative learning models are effective compared to conventional models in improving students' critical thinking skills. Keywords: Cooperative Learning; Critical thinking; Meta Analysi

    MORAL DALAM BISNIS KORPORASI YANG BERAKIBAT TINDAK PIDANA

    Get PDF
    Penelitian ini mengkaji kompleksitas pidana dalam dunia bisnis dengan fokus pada permasalahan penipuan bisnis, pencucian uang, dan pelanggaran hak kekayaan intelektual (HKI). Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur, yang memungkinkan pemahaman mendalam tanpa melibatkan pengumpulan data primer. Dalam menangani penipuan bisnis, analisis literatur mengarah pada upaya pencegahan yang dapat diimplementasikan, menyoroti perlunya tata kelola yang kuat dan pengawasan yang lebih efektif. Pencucian uang, sebagai tantangan global, dianalisis melalui literatur untuk mengidentifikasi kerangka regulasi yang diperlukan dan strategi kolaboratif lintas-batas. Pada sisi pelanggaran HKI, studi literatur membahas isu-isu hak cipta, merek dagang, dan paten dalam konteks bisnis. Analisis ini membantu mengidentifikasi kebijakan perlindungan yang dapat diterapkan untuk mendukung inovasi dan kreativitas tanpa mengesampingkan aspek hukum. Keseluruhan, penelitian ini menyajikan landasan teoritis dan pemahaman konseptual mengenai permasalahan pidana dalam dunia bisnis. Implikasi temuan literatur ini dapat membantu merumuskan langkah-langkah praktis dan kebijakan untuk memitigasi risiko pidana dan menciptakan lingkungan bisnis yang berintegritas

    Pengaruh Jenis Zat Pewarna Terhadap Ketampakan Mikoriza Arbuskular Pada Akar Muda Thaumatophyllum Bipinnatifidum

    Get PDF
    Arbuscular mycorrhizae (MA) are a group of soil fungi that are widespread in terrestrial ecosystems and play an important role in influencing plant growth and ecosystem processes. Mycorrhizae are plants that colonize the cortex tissue of plant roots, occurring from a symbiotic association between fungi and plants that occurs during the active growth and development of plants, generally found in association with the roots of plants such as Thaumatophyllum bipinnatifidum. The root coloring carried out in this observation used four types of dye, namely methylene blue, blue food dye (koepoe-koepoe), blue textile dye (wantex) and blue printer ink. This observation aims to determine the effect of the type of dye on the visibility of arbuscular mycorrhiza on the roots of the Thaumatophyllum bipinnatifidum plant. Of the four dyes used, textile dyes are more effective in coloring arbuscular mycorrhiza roots, because the color can bind to the mycorrhiza, so that the mycorrhiza can be easily distinguished. This is because textile dyes have good fastness compared to other dyes. Keywords: Arbuscular Mycorrhiza (AM), Root Coloring, Textile DyesArbuscular mycorrhizae (MA) are a group of soil fungi that are widespread in terrestrial ecosystems and play an important role in influencing plant growth and ecosystem processes. Mycorrhizae are plants that colonize the cortex tissue of plant roots, occurring from a symbiotic association between fungi and plants that occurs during the active growth and development of plants, generally found in association with the roots of plants such as Thaumatophyllum bipinnatifidum. The root coloring carried out in this observation used four types of dye, namely methylene blue, blue food dye (koepoe-koepoe), blue textile dye (wantex) and blue printer ink. This observation aims to determine the effect of the type of dye on the visibility of arbuscular mycorrhiza on the roots of the Thaumatophyllum bipinnatifidum plant. Of the four dyes used, textile dyes are more effective in coloring arbuscular mycorrhiza roots, because the color can bind to the mycorrhiza, so that the mycorrhiza can be easily distinguished. This is because textile dyes have good fastness compared to other dyes

    The Relationship Between Diet And The Risk Of Hypertension In Biology Education Students Of Samudra University

    Get PDF
    Diet is the most important behavior that can influence nutritional conditions. This can happen because the health level of a person and society can be influenced by the food and drink consumed based on its quality and quantity. Eating patterns that can cause hypertension are unhealthy foods such as snack habits, snack habits, instant food and fast food or foods that contain potassium. Foods that contain excessive fat can pose a risk of hypertension because they increase cholesterol levels in the blood. This study aims to determine the relationship between diet and the risk of hypertension among students, especially biology students at Ocean University. This research uses quantitative descriptive methods, using a quantitative approach using analytical observational research. The data analysis technique used in this research is two analyses, namely univariate analysis and bivariate analysis. The results of this study showed that there were 10 people with a percentage of 31.25% who were detected as normal (not at risk of developing hypertension) and there were 22 people with a percentage of 68.75% who were detected as having a risk of developing hypertension. This study also shows that there is a relationship between diet and the risk of hypertension with the value ∑X2 table (3.48)> ∑X2 calculated (2.6). So you need to pay attention to your diet to avoid the risk of hypertension. Keywords: Hypertension, Dietary Habit, StudentDiet is the most important behavior that can influence nutritional conditions. This can happen because the health level of a person and society can be influenced by the food and drink consumed based on its quality and quantity. Eating patterns that can cause hypertension are unhealthy foods such as snack habits, snack habits, instant food and fast food or foods that contain potassium. Foods that contain excessive fat can pose a risk of hypertension because they increase cholesterol levels in the blood. This study aims to determine the relationship between diet and the risk of hypertension among students, especially biology students at Ocean University. This research uses quantitative descriptive methods, using a quantitative approach using analytical observational research. The data analysis technique used in this research is two analyses, namely univariate analysis and bivariate analysis. The results of this study showed that there were 10 people with a percentage of 31.25% who were detected as normal (not at risk of developing hypertension) and there were 22 people with a percentage of 68.75% who were detected as having a risk of developing hypertension. This study also shows that there is a relationship between diet and the risk of hypertension with the value ∑X2 table (3.48)> ∑X2 calculated (2.6). So you need to pay attention to your diet to avoid the risk of hypertension. Keywords: Hypertension, Dietary Habit, Studen

    ANALISIS CAMPUR KODE PADA NOVEL "SANTRI PILIHAN BUNDA"

    Get PDF
    Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan mengenai campur kode dalam novel “Santri Pilihan Bunda” karya Salsyabila Falensia. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriftif yaitu penelitian ini digambarkan dalam keadaan alami tanpa kuantifikasi. Didalam penelitian ini analisis datanya menggunakan analisis terhadap dokumen. Metode pengumpulan datanya dengan membaca novel “Santri Pilihan Bunda” secara sunggguh-sungguh, dsn menulis teks campur kode serta alih kode sepanjang halaman dan menggolongkan data-datanya. Mengenai hasil dalam penelitian dan penyajian data-data dalam novel “Santri Pilihan Bunda” karya Salsyabila Falensia bisa disimpulakan yaitu penemuan campur kodenya berupa kode internal dan kode ekternal. Campur kode eksternal termasuk campuran dari Bahasa Indonesia dengan Bahasa Jawa, Bahasa Indonesia dengan Bahasa Arab. Campur kode eksternal yang dilakukan antara campur kode Bahasa Indonesia dengan Bahasa Inggris. Campur kode paling banyak digunakan yaitu campur kode Bahasa inggris yang berisi kata dan frasa Kata-kata kunci: Campur Kode, Novel , Santri Pilihan Bunda   Abstract This research aims to explain code mixing in the novel "Santri Choice Bunda" by Salsyabila Falensia. This research uses descriptive qualitative research, namely this research is described in natural conditions without quantification. In this research, data analysis uses document analysis. The data collection method is by reading the novel "Santri Choice Mother" seriously, then writing code-mixed text and code-switching throughout the page and classifying the data. Regarding the results of the research and presentation of data in the novel "Santri Choice Bunda" by Salsyabila Falensia, it can be concluded that the discovery of code mixing in the form of internal code and external code. External code mixing includes a mixture of Indonesian and Javanese, Indonesian and Arabic. External code mixing is carried out between Indonesian and English code mixing. The most widely used code mixing is English code mixing which contains words and phrases Keywords :  Mixing Code, Novels, Santri Choice MotherPenelitian ini bertujuan untuk menjelaskan mengenai campur kode dalam novel “Santri Pilihan Bunda” karya Salsyabila Falensia. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriftif yaitu penelitian ini digambarkan dalam keadaan alami tanpa kuantifikasi. Didalam penelitian ini analisis datanya menggunakan analisis terhadap dokumen. Metode pengumpulan datanya dengan membaca novel “Santri Pilihan Bunda” secara sunggguh-sungguh, dsn menulis teks campur kode serta alih kode sepanjang halaman dan menggolongkan data-datanya. Mengenai hasil dalam penelitian dan penyajian data-data dalam novel “Santri Pilihan Bunda” karya Salsyabila Falensia bisa disimpulakan yaitu penemuan campur kodenya berupa kode internal dan kode ekternal. Campur kode eksternal termasuk campuran dari Bahasa Indonesia dengan Bahasa Jawa, Bahasa Indonesia dengan Bahasa Arab. Campur kode eksternal yang dilakukan antara campur kode Bahasa Indonesia dengan Bahasa Inggris. Campur kode paling banyak digunakan yaitu campur kode Bahasa inggris yang berisi kata dan frasa Kata-kata kunci: Campur Kode, Novel , Santri Pilihan Bund

    UPACARA ADAT TURUN BANTAYAN DI DESA CIKELENG KECAMATAN JAPARA KABUPATEN KUNINGAN (KAJIAN HERMENEUTIK): Upacara Adat; Hajat Bumi; Kebudayaan.

    No full text
    Abstrak Budaya yang berkembang di masyarakat desa sering kali mencerminkan nilai-nilai tradisional dan kebiasaan yang diwariskan turun-temurun. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini mengambil sumber data utama dari masyarakat Desa Cikeleng. Fokus penelitian ini adalah mendeskripsikan praktik upacara adat Turun Bantayan dan menganalisis simbol-simbol yang terkandung di dalamnya melalui pendekatan hermeneutik. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang praktik dan makna upacara adat Turun Bantayan serta menumbuhkan kesadaran dan kecintaan terhadap budaya lokal yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk menggali nilai-nilai budaya yang terkandung dalam upacara adat tersebut yang dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Hasil penelitian ini adalah masyarakat Desa Cikeleng sebelum melangsungkan pernikahan biasanya melaksanakan Hajat Bumi, sebuah acara adat sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen yang sangat membantu perekonomian masyarakat yang mayoritasnya adalah petani. Melalui tradisi ini, mereka berharap mendapatkan rezeki yang baik dan dijauhkan dari mara bahaya oleh Tuhan. Upacara Adat Turun Bantayan sendiri adalah sebuah tradisi yang masih dijaga hingga saat ini dengan rangkaian ritual yang lengkap seperti Huap Lingkung, Membakar Harupat, Memecahkan Telur, Membasuh Kaki, Memecahkan Kendi, Berebut Bakakak Ayam, dan Nyokcrok. Meskipun era globalisasi dan modernisasi telah membuat banyak masyarakat, khususnya anak-anak sekolah, remaja, dan ibu-ibu di Kabupaten Kuningan kurang mengenal budaya ini, upacara adat ini tetap penting untuk dikaji karena mengandung banyak nilai budaya yang dapat meningkatkan kualitas hidup. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah pengetahuan budaya lokal dan memotivasi generasi muda untuk melestarikannya. Kata-kata kunci: Upacara Adat; Hajat Bumi; Kebudayaan.Budaya yang berkembang di masyarakat desa sering kali mencerminkan nilai-nilai tradisional dan kebiasaan yang diwariskan turun-temurun. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini mengambil sumber data utama dari masyarakat Desa Cikeleng. Fokus penelitian ini adalah mendeskripsikan praktik upacara adat Turun Bantayan dan menganalisis simbol-simbol yang terkandung di dalamnya melalui pendekatan hermeneutik. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang praktik dan makna upacara adat Turun Bantayan serta menumbuhkan kesadaran dan kecintaan terhadap budaya lokal yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk menggali nilai-nilai budaya yang terkandung dalam upacara adat tersebut yang dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Hasil penelitian ini adalah masyarakat Desa Cikeleng sebelum melangsungkan pernikahan biasanya melaksanakan Hajat Bumi, sebuah acara adat sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen yang sangat membantu perekonomian masyarakat yang mayoritasnya adalah petani. Melalui tradisi ini, mereka berharap mendapatkan rezeki yang baik dan dijauhkan dari mara bahaya oleh Tuhan. Upacara Adat Turun Bantayan sendiri adalah sebuah tradisi yang masih dijaga hingga saat ini dengan rangkaian ritual yang lengkap seperti Huap Lingkung, Membakar Harupat, Memecahkan Telur, Membasuh Kaki, Memecahkan Kendi, Berebut Bakakak Ayam, dan Nyokcrok. Meskipun era globalisasi dan modernisasi telah membuat banyak masyarakat, khususnya anak-anak sekolah, remaja, dan ibu-ibu di Kabupaten Kuningan kurang mengenal budaya ini, upacara adat ini tetap penting untuk dikaji karena mengandung banyak nilai budaya yang dapat meningkatkan kualitas hidup. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah pengetahuan budaya lokal dan memotivasi generasi muda untuk melestarikannya. Kata-kata kunci: Upacara Adat; Hajat Bumi; Kebudayaan

    1,463

    full texts

    1,708

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Journal Institut Agama Islam Negeri Ambon
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇