e-Journal Institut Agama Islam Negeri Ambon
Not a member yet
1708 research outputs found
Sort by
Keanekaragaman Gastropoda Sebagai Bioindikator Kualitas Perairan Di Kawasan Industri Kecamatan Pangkalan Susu
Pangkalan susu has an industrial area in the coastal area which has a negativeimpact on water pollution. Gastropods can be used as bioindicators because they are sensitive to environmental changes and have a relatively long life span and can respondto polluted environments, especially water pollution. The aim of this research is to determine the level of water pollution in the industrial area of Pangkalan Susu subdistrict by looking at the gastropod diversity index value. This research uses a survey method with a quantitative descriptive research type. The data collection technique uses purposive sampling with hand collection techniques. The data analysis technique uses the Shanon-Wiener diversity index (H') and looks at the physical and chemical parameters. The results of this research are that industrial area waters are included in moderately polluted waters as seen from the Shanon-Wiener diversity index (H'). The diversity index at station 1 was found to be 1.42 which was classified as moderately polluted, while at station 2 the diversity index value was found to be 2.92 which was in the unpolluted category. This is also influenced by other physical and chemical parameters, namely plant vegetation,temperature, water salinity, pH and substrate.
Keywords: Gastropods, Industrial areas, Pangkalan Susu, PollutionPangkalan susu memiliki kawasan perindustrian di wilayah persisir pantai yang memiliki dampak negative terhadap pencemaran air. Gastropoda dapat dijadikan sebagai bioindikator karena peka terhadap perubahan lingkungan dan memiliki jangka waktu hidup yang relatif panjang serta dapat memberikan respon terhadap lingkangan tercemar khususnya pencemaran air. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat pencemaran air di wilayah industri kecamatan Pangkalan Susu dengan melihat nilai indeks keanekaragaman gastropoda. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan datanya menggunakan purposive sampling dengan teknik hand collection. Teknik analisis data menggunakan indeks keanekaragaman Shanon-Wiener (H’) dan melihat parameter fisika dan kimianya. Hasil penelitian ini yaitu perairan daerah kawasan industri termasuk kedalam perairan tercemar sedang yang dilihat dari indeks keanekaragaman Shanon-Wiener (H’). Indeks keanekaragaman pada stasiun 1 didapat 1,42 yang tergolong kedalam kategori tercemar sedang, sedangkan pada stasiun 2 nilai indeks keanekaragamannya didapatkan 2,92 yang merupakan kategori tidak tercemar. Hal ini juga di pengaruhi oleh parameter fisika dan kimia lainnya yaitu vegetasi tanaman, suhu, salinitas air, pH dan substrat
K Kearifan Lokal Dalam Tradisi Nganggung di Desa Sekar Biru: Kearifan Lokal Dalam Tradisi Nganggung di Desa Sekar Biru
Local Wisdom is a noble value contained in the cultural wealth of traditions in community groups from generation to generation that are passed down from generation to generation. Therefore, people must understand the value contained in the traditions they carry out. Based on this, the problem in this study is how local wisdom in the nganggung tradition in the study of religious values and traditional values in the nganggung tradition. The purpose of this research is to know how to describe the local wisdom in the Nganggung tradition in the study of religious values and traditional custom values. The method used in this research is descriptive qualitative. The results showed that the Nganggung tradition has religious values, namely reciting prayers, listening to lectures, helping, and strengthening friendship. As for the value of traditional customs, namely that the nganggung tradition is a hereditary tradition that has been carried out by the Sekar Biru Village Community. The nganggung tradition has provisions for the day of implementation, food to be brought, as well as reading prayers and lectures that are tailored to the day of the nganggung implementation.
Keywords: Local Wisdom, Nganggung Tradition, Religious Value, Customary Tradition Value.Kearifan Lokal merupakan nilai luhur yang terkandung dalam kekayaan budaya tradisi pada kelompok masyarakat dari generasi ke generasi yang diwariskan secara turun temurun. Oleh karena itu, masyarakat harus memahami nilai yang terkandung di dalam tradisi yang mereka laksanakan. Berdasarkan hal tersebut maka masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah kearifan lokal dalam tradisi nganggung pada kajian nilai agama dan nilai adat tradisi dalam tradisi nganggung. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui mendeskripsikan kearifan lokal dalam tradisi Nganggung pada kajian nilai agama dan nilai adat tradisi. Metode yang digunakan dalam penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi nganggung terdapat nilai agamanya yaitu pembacaan doa, mendengarkan ceramah, tolong menolong, dan mempererat silahturahmi. Sedangkan untuk nilai adat tradisinya yaitu bahwa tradisi nganggung merupakan tradisi turun temurun yang telah dilaksanakan Masyarakat Desa Sekar Biru. Tradisi nganggung memiliki ketentuan hari pelaksanaan, makanan yang akan dibawa, serta bacaan doa dan ceramah yang disesuaikan dengan hari pelaksanaan nganggung tersebut.
Kata Kunci : Kearifan Lokal, Tradisi Nganggung, Nilai Agama, Nilai Adat, Nilai Tradisi
DAMPAK DAN PERANAN PEMIKIRAN POLITIK TOKOH ISLAM (JAMALUDDIN AL-AFGHANI, MUHAMMAD ABDUH DAN MUHAMMAD IQBAL) TERHADAP PEMBARUAN DUNIA ISLAM
AbstractJamaluddin Al-Afghani was one of the drivers of the renewal and revival of Islam in the 19th century. Muhammad Abduh was one of the most important figures in the religious reform movement in the Islamic world in the 19th and early 20th centuries. Muhammad Iqbal was a very important figure in the religious reform movement in the Islamic world in the early 20th century. The research method used is qualitative library research. The result of this research is that the hallmark of Al-Afghani's thinking is about the idea of pan-Islamism, the organization aims to unite the forces of the Muslims to resist the domination of imperialism in Islamic countries. Muhammad Abduh's prominent thought was to bring ishlah (reforms) to formal education, namely the improvement of language and abolish the concept of dualism of education. Muhammad Iqbal's prominent thought was about khudi (ego).Keywords: Thought, Al-Afghani, Abduh, Iqbal, Pan-Islamisme Abstrak Salah satu kekuatan utama di balik kelahiran kembali dan kebangkitan Islam abad ke-19 adalah Jamaluddin Al-Afghani. Selama akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, Muhammad Abduh memainkan peran penting dalam gerakan reformasi agama dunia Islam. Muhammad Iqbal memiliki peran penting dalam gerakan reformasi agama dunia Islam awal abad ke-20. Penelitian kepustakaan adalah metodologi penelitian yang digunakan pada penelitian ini. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pan-Islamisme, sebuah organisasi yang berusaha menyatukan umat Islam untuk menentang hegemoni imperialisme atas negara-negara Islam, adalah ciri khas pemikiran Al-Afghani. Muhammad Abduh adalah seorang pemikir terkenal yang menganjurkan ishlah (reformasi) dalam pendidikan formal, yaitu untuk pengembangan bahasa dan penolakan terhadap gagasan dualisme pendidikan. Salah satu ide Muhammad Iqbal yang paling terkenal adalah tentang khudi (ego).Kata kunci: Pemikiran, Al-Afghani, Abduh, Iqbal, Pan-Islamism
TINJAUAN KONSEPTUAL KEPEMILIKAN DALAM EKONOMI ISLAM
Konsep kepemilikan dalam Islam menunjukkan karakteristik yang berbeda dengan pandangan kapitalisme dan sosialisme. Menurut Islam, hak milik sejati atas segala sesuatu adalah milik Allah SWT, namun manusia diberi hak untuk mengelola dan memanfaatkannya. Lebih dari sekadar hak eksklusif, kepemilikan dalam Islam juga mengandung tanggung jawab sosial dan moral terhadap penggunaan harta tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tinjauan literatur untuk mengeksplorasi sumber-sumber utama dalam hukum Islam, seperti Al-Qur'an, Hadis, dan karya para ulama. Hasilnya menunjukkan bahwa Islam menekankan keseimbangan antara hak individu dan kepentingan masyarakat, dengan prinsip-prinsip keadilan, kesetaraan, dan distribusi kekayaan yang merata. Kepemilikan dipandang sebagai amanah yang harus dikelola dengan bijaksana dan digunakan untuk kemaslahatan umum. Islam tidak membatasi bentuk atau usaha seseorang dalam memperoleh harta, dan tidak mempermasalahkan jumlah hasil yang dicapai.
Kata Kunci: Kepemilikan; Konsep; Isla
PENGGUNAAN BLUE SUKUK SEBAGAI INSTRUMEN PENDANAAN BERKELANJUTAN: TINJAUAN TERHADAP PERSPEKTIF REGULASI
Penelitian ini menganalisis penggunaan Blue Sukuk sebagai instrumen pendanaan berkelanjutan dengan fokus pada perspektif regulasi. Blue Sukuk merupakan salah satu bentuk obligasi syariah yang dirancang khusus untuk mendanai proyek-proyek yang berhubungan dengan kelestarian dan pemulihan lingkungan laut. Dalam era di mana keberlanjutan menjadi isu global yang krusial, Blue Sukuk menawarkan alternatif pendanaan yang tidak hanya memenuhi prinsip-prinsip syariah tetapi juga mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. sifat penelitian yang digunakan adalah deskriptif, dengan menggunakan pendekatan konseptual dan pendekatan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat berbagai inisiatif untuk mendorong penerbitan Blue Sukuk, masih terdapat kendala regulasi yang signifikan. Kendala tersebut meliputi perlunya harmonisasi regulasi syariah dengan standar internasional, peningkatan kapasitas dan kesadaran pemangku kepentingan, serta penguatan infrastruktur pasar untuk mendukung penerbitan dan perdagangan Blue Sukuk. Diharapkan Blue Sukuk dapat menjadi instrumen yang efektif dalam mendukung pendanaan berkelanjutan dan mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Adapun Tantangan utama yang dihadapi dalam penerbitan dan perdagangan Blue Sukuk adalah Ketidaksesuaian antara regulasi syariah dan standar internasional, Kurangnya pemahaman dan kesadaran tentang pendanaan berkelanjutan, Keterbatasan infrastruktur pasar keuangan syariah, Regulasi yang tidak konsisten atau tidak jelas, Keterbatasan data dan informasi, dan Kendala pembiayaan dan insentif.
Kata Kunci: Blue Sukuk, Pendanaan Berkelanjutan, Regulasi, Syariah, SDGs
ANALYSIS OF REFLECTIVE THINKING SKILL IN SOLVING MATHEMATIC PROBLEM ON SOCIAL ARITHMATIC MATERIAL AT MTS IHA KULUR STUDENTS
This research aims to determine the ability to think reflectively in solving mathematical problems on social arithmetic material among MTs Iha Kulur students. This research is descriptive qualitative research. The subjects of this research were 15 students in class VII-3 MTs Iha Kulur. The subjects studied are then selected again based on the test results. Two people were taken as research subjects. The data collection techniques used were tests, interviews and documentation. The instruments used are test questions and interview guidelines. The data analysis techniques used are data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the research show that ZK and JK's reflective thinking abilities in solving social arithmetic problems meet all indicators, namely reacting (reflective thinking for action), comparing (reflective thinking for evaluation), and contemplating (reflective thinking for critical intuition).
Keywords: reflective thinking, mathematics problem, social arithmati
KONSEP NEGARA HUKUM RECHTSSTAAT DAN RULE OF LAW
Abstrak
Ide negara hukum telah lama dikembangkan oleh para filsuf dari zaman Yunani kuno. Plato pada awalnya dalam “The Republic” berpendapat bahwa adalah mungkin mewujudkan negara ideal untuk mencapai kebaikan, yang berintikan kebaikan. Untuk itu kekuasaaan harus dipegang oleh orang yang mengetahui kebaikan, yaitu seorang filosof.
Negara hukum itu ialah negara yang diperintahi bukan oleh orang-orang, tetapi oleh undang-undang. Karena itu, di dalam negara hukum, hak-hak rakyat dijamin sepenuhnya oleh negara dan terhadap negara, sebaliknya dengan tunduk dan taat kepada segala peraturan pemerintah dan undang-undang negara.
Konsep rechstaat menurut Friedrich Julius Stahl, ditandai dengan adanya: hak-hak asasi manusia; pemisahan atau pembagian kekuasaan untuk menjamin hak-hak asasi manusia, biasa dikenal sebagai Trias Politika; pemerintah berdasarkan peraturan-peraturan (wetmatigheid van hestuur); dan peradilan administrasi dalam perselisihan. Ciri yang menonjol pada konsep rule of law, yaitu ditegakkannya hukum yang adil dan tepat atau just law. Karena semua orang mempunyai kedudukan hukum yang sama dihadapan hukum, maka ordinary court dianggap cukup untuk mengadili semua perkara, termasuk perbuatan melanggar hukum oleh pemerintah.
Abstract
The idea of a legal state has long been developed by philosophers from ancient Greece. Plato initially argued in "The Republic" that it was possible to create an ideal state to achieve goodness, which had goodness at its core. For this reason, power must be held by someone who knows goodness, namely a philosopher.
A rule of law is a state ruled not by people, but by laws. Therefore, in a rule of law, the people's rights are fully guaranteed by the state and the state, on the other hand, by submitting to and obeying all government regulations and state laws.
The concept of rechstaat according to Friedrich Julius Stahl, is characterized by: human rights; separation or sharing of powers to guarantee human rights, commonly known as Trias Politics; government based on regulations (wetmatigheid van hestuur); and administrative justice in disputes. The prominent characteristic of the rule of law concept is the enforcement of fair and precise law or just law. Because everyone has the same legal status before the law, the ordinary court is considered sufficient to try all cases, including unlawful acts by the government
ANALYSIS OF STUDENTS’ COGNITIVE STRUCTURES IN FAILED MATHEMATICAL PROOF CONSTRUCTION
Mathematical proof problems are often considered difficult by students, making them a major challenge in mathematics education. While many studies have been conducted to explore the causes of these difficulties, none have deeply investigated the reasons behind the failure in proof construction. This study aims to explore the causes of students' failure in producing valid mathematical proof constructions through their cognitive structures. The research uses an assimilation and accommodation framework. A qualitative descriptive research method was employed, with data collected through think-aloud protocols performed by 17 students. Each student completed a proof problem alternately at different times, followed by interviews to further explore their thinking structures. Based on the data analysis, three types of cognitive structures were identified that explain the failure in mathematical proof construction: (1) incomplete cognitive structure with schema disconnection, (2) schema mismatch, and (3) immature schema. Based on these findings, it is recommended that lecturers incorporate specific learning strategies, such as concept mapping activities to reinforce conceptual connections and structured proof validation exercises to address schema incompleteness and immaturity, thereby improving students' cognitive structures.
Keywords: Accommodation; Assimilation; Mathematical Proof; Proof Constructio
ANALISIS IMPLIKATUR KONVENSIONAL DAN TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM PIDATO PRESIDEN JOKO WIDODO DI HARI ANTIKORUPSI SEDUNIA: (ANALYSIS OF CONVENTIONAL IMPLICATURES AND ILLOCUTIONARY ACTS IN PRESIDENT JOKO WIDODO’S SPEECH ON WORLD ANTI-CORRUPTION DAY)
Abstract
This research focuses on analyzing conventional implicature and illocutionary speech acts in President Joko Widodo’s speech on International Anti-Corruption Day. A qualitative descriptive approach is used in this study, involving textual analysis and theoretical approaches from concepts in pragmatics and discourse analysis. The research utilizes the theory of conventional implicature by Grice and illocutionary speech acts by Austin and Searle. Additionally, discourse analysis by van Dijk and the relevance theory by Sperber and Wilson are employed to enhance the understanding of the analyzed data. The findings of this research reveal the presence of 5 sentences containing conventional implicature. Furthermore, there are 4 types of illocutionary speech acts consisting of 4 representative sentences, 3 directive sentences, 2 commissive sentences, and 1 declarative sentence. This demonstrates the complexity and depth of the analysis conducted to understand President Joko Widodo’s speech in the context of International Anti-Corruption Day.
Keywords: Conventional implicature, Illocutionary speech acts, Presidential speech
Abstrak
Penelitian ini memiliki fokus yang sangat menarik dalam menganalisis implikatur konvensional dan tindak tutur ilokusi dalam pidato Presiden Joko Widodo pada Hari Antikorupsi Sedunia. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini, yang melibatkan analisis tekstual dan pendekatan teoretis dari konsep-konsep dalam pragmatik dan analisis wacana. Dalam penelitian ini, terdapat penggunaan teori implikatur konvensional oleh Grice dan tindak tutur ilokusi oleh Austin dan Searle. Selain itu, analisis wacana oleh van Dijk dan teori relevansi oleh Sperber dan Wilson juga digunakan untuk mendukung pemahaman terhadap data yang dianalisis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya 5 kalimat yang mengandung implikatur konvensional. Selain itu, terdapat 4 jenis tindak tutur ilokusi yang terdiri dari 4 kalimat representatif, 3 kalimat direktif, 2 kalimat komisif, dan 1 kalimat deklarasi. Hal ini menunjukkan kompleksitas dan kedalaman analisis yang dilakukan dalam memahami pidato Presiden Joko Widodo dalam konteks Hari Antikorupsi Sedunia.
Kata Kunci: Implikatur konvensional, Tindak tutur ilokusi, Pidato Presiden
 
AMTSAL AL-QUR’AN DAN RELEVANSINYA SEBAGAI METODE PEMBELAJARAN TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF PESERTA DIDIK
Abstrak
Salah satu dari tujuan pembelajaran adalah mampu meningkatkan kemampuan kognitif peserta didik. Kemampuan kognitif peserta didik dalam pembelajaran dapat meningkat bila pendidik mampu dan kreatif mengembangkan kemampuan daya pikir peserta didik yang meliputi hal pengamatan, analisa, korelasi dan lain-lain. Untuk mencapai hal tersebut dalam pembelajaran, dibutuhkan sebuah metode yang tepat dalam menyampaikan materi pembelajaran. Amtsal adalah metode yang membantu peserta didik meningkatkan keterampilan kognitifnya. Amtsal adalah gaya bahasa al-Qur’an yang menggunakan perumpamaan sebagai cara menyampaikan petunjuk dari ayat al-Qur’an. Amtsal Al-Qur’an dengan mudah dapat menggugah pikiran untuk memahami makna yang dimaksudkan dari ayat-ayat Al-Qur’an, serta dapat meninggalkan kesan dan pengaruh dalam jiwa, bukan sekedar bentuk komunikasi langsung. Metode amtsal memudahkan memudahkan dalam memahami mata pelajaran. khususnya terkait pelajaran yang sulit dicerna oleh akal pikiran, baik karena materinya yang terkesan abstrak, maknanya sulit dipahami hingga bahasanya yang kurang menarik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan amtsal al-Qur’an dan relevansinya yang dapat berperan sebagai metode pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan kognitif peserta didik.
Kata kunci: Amtsal al-Qur’an, metode pembelaran, metode amtsal, kemampuan kognitifSalah satu dari tujuan pembelajaran adalah mampu meningkatkan kemampuan kognitif peserta didik. Kemampuan kognitif peserta didik dalam pembelajaran dapat meningkat bila pendidik mampu dan kreatif mengembangkan kemampuan daya pikir peserta didik yang meliputi hal pengamatan, analisa, korelasi dan lain-lain. Untuk mencapai hal tersebut dalam pembelajaran, dibutuhkan sebuah metode yang tepat dalam menyampaikan materi pembelajaran. Amtsal adalah metode yang membantu peserta didik meningkatkan keterampilan kognitifnya. Amtsal adalah gaya bahasa al-Qur’an yang menggunakan perumpamaan sebagai cara menyampaikan petunjuk dari ayat al-Qur’an. Amtsal Al-Qur’an dengan mudah dapat menggugah pikiran untuk memahami makna yang dimaksudkan dari ayat-ayat Al-Qur’an, serta dapat meninggalkan kesan dan pengaruh dalam jiwa, bukan sekedar bentuk komunikasi langsung. Metode amtsal memudahkan memudahkan dalam memahami mata pelajaran. khususnya terkait pelajaran yang sulit dicerna oleh akal pikiran, baik karena materinya yang terkesan abstrak, maknanya sulit dipahami hingga bahasanya yang kurang menarik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan amtsal al-Qur’an dan relevansinya yang dapat berperan sebagai metode pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan kognitif peserta didik