e-Journal Institut Agama Islam Negeri Ambon
Not a member yet
1708 research outputs found
Sort by
Kontribusi Ilmu Biologi dalam Membangun Karakter Islami Berdasarkan Ajaran Al-Qur'an dan Sunnah: Kontribusi Ilmu Biologi dalam Membangun Karakter Islami Berdasarkan Ajaran Al-Qur'an dan Sunnah
Ilmu biologi memiliki potensi signifikan dalam mendukung pembentukan karakter Islami yang selaras dengan ajaran Al-Qur'an dan Sunnah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi keterkaitan antara konsep-konsep biologi, seperti embriologi, ekologi, genetika, fisiologi manusia, dan keanaekaragaman hayati dengan nilai-nilai moral dan etika Islam, termasuk keadilan, kesabaran, dan tanggung jawab. Metode yang digunakan adalah kajian sastra yang mengintegrasikan pendekatan tafsir Al-Qur'an, analisis hadis, dan teori-teori biologi modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biologi dapat memberikan pemahaman mendalam tentang penciptaan manusia, interaksi dengan alam, dan tanggung jawab terhadap lingkungan, yang semuanya mendukung pembentukan karakter Islami yang holistik. Penelitian ini memberikan kontribusi baru dengan menawarkan perspektif interdisipliner antara sains dan agama yang jarang dieksplorasi secara mendalam. Kesimpulannya, pengintegrasian ilmu biologi dengan ajaran Islam dapat menjadi pendekatan strategi dalam membangun karakter individu dan masyarakat yang bertanggung jawab secara spiritual dan ekologis. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan untuk pengembangan kurikulum pendidikan berbasis nilai-nilai Islami dan sains modern.Ilmu biologi memiliki potensi signifikan dalam mendukung pembentukan karakter Islami yang selaras dengan ajaran Al-Qur'an dan Sunnah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi keterkaitan antara konsep-konsep biologi, seperti embriologi,ekologi, genetika, fisiologi manusia, dan keanaekaragaman hayati dengan nilai-nilai moral dan etika Islam, termasuk keadilan, kesabaran, dan tanggung jawab. Metode yang digunakan adalah kajian sastra yang mengintegrasikan pendekatan tafsir Al-Qur'an, analisis hadis, dan teori-teori biologi modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biologi dapat memberikan pemahaman mendalam tentang penciptaan manusia, interaksi dengan alam, dan tanggung jawab terhadap lingkungan, yang semuanya mendukung pembentukan karakter Islami yang holistik. Penelitian ini memberikan kontribusi baru dengan menawarkan perspektif interdisipliner antara sains dan agama yang jarang dieksplorasi secara mendalam. Kesimpulannya, pengintegrasian ilmu biologi dengan ajaran Islam dapat menjadi strategi pendekatan dalam membangun karakter individu dan masyarakat yang bertanggung jawab secara spiritual dan ekologis. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan untuk pengembangan kurikulum pendidikan berbasis nilai-nilai Islami dan sains modern
SELF-REGULATED LEARNING AND COMPUTATIONAL THINKING: ANALYZING THE PERFORMANCE OF JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS ON PISA-LIKE PROBLEMS
This study investigates the relationship between self-regulated learning (SRL) and computational thinking (CT) in solving PISA-like mathematics problems among junior high school students. Using a qualitative descriptive design, data were collected from 33 ninth-grade students through SRL questionnaires, PISA-like problem-solving tasks, think-aloud protocols, and semi-structured interviews. Students were categorized into three SRL levels: high (12.12%), medium (72.73%), and low (15.15%), with two students from each level selected for in-depth analysis. The analysis focused on four CT indicators: decomposition, pattern recognition, abstraction, and algorithmic thinking. Results showed that students with high SRL demonstrated strong CT performance across all indicators, especially in abstraction and algorithmic thinking. Medium-SRL students showed moderate CT ability, though with inconsistencies in strategy and reasoning. Students with low SRL exhibited weak CT skills and lacked systematic problem-solving approaches. These findings highlight the significant role of SRL in supporting students' ability to apply CT in complex mathematical contexts. Future studies may explore digital SRL scaffolding tools to enhance CT development across diverse mathematical domains
TINDAK TUTUR DIREKTIF INTERAKSI JUAL BELI MASYARAKAT PANDHALUNGAN
This research is a descriptive qualitative study using thematic analysis. The focus of this research is to analyze directive speech acts in the buying and selling interactions of the Pandhalungan community. This study employs a descriptive qualitative approach that includes thematic analysis of concepts in pragmatics, specifically focusing on Searle's theory of directive speech acts. The purpose of this study is to determine the directive speech acts that occur during buying and selling by the Pandhalungan community. This study uses a descriptive qualitative research type with thematic analysis. The research data source is the directive speech of the Pandhalungan community in the buying and selling process. Data collection techniques use documentation and free listening techniques. The main instrument in the study is the researcher, who needs supporting instruments such as a data collection guide and a data analysis guide. The data analysis technique used is the theory of Miles and Huberman. The results of this study contain 5 data that can be classified into directive speech acts, namely, 1 requesting sentence, 1 prohibiting sentence, 1 giving permission sentence, and 2 suggesting sentences. This study shows how language is used as a tool for social and cultural negotiation in the economic life of society. Based on this analysis, it can be used as a tool to help understand the complexity and depth of the analysis carried out on buying and selling interactions in the Pandalungan communityPenelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan analisis tematik. Fokus penelitian ini untuk menganalisis tindak tutur direktif dalam interaksi jual beli masyarakat pandhalungan. Pendekatan kualitatif deskriptif dalam penelitian ini, melibatkan analisis tematik dari konsep-konsep dalam pragmatik dengan teori tindak tutur direktif oleh Searle. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tindak tutur direktif yang terjadi saat jual beli oleh msayarakat pandhalungan. Hasil dari penelitian ini terdapat 5 data yang dapat diklasifikasikan ke dalam tindak tutur direktif yaitu, 1 kalimat meminta, 1 kalimat melarang, 1 kalimat memberi izin, dan 2 kalimat menyarankan. Berdasarkan analisis tersebut, dapat dijadikan sebagai salah satu alat untuk membantu dalam memahami kompleksitas dan kedalaman analisis yang dilakukan pada interaksi jual beli masyarakat pandhalungan.
Kata Kunci: Tindak tutur, Direktif, Pandhalunga
MENGGULUNG TRADISI: REINTERPRETASI NASI GULUNG WONOCOLO SEBAGAI WARISAN BUDAYA TAK BENDA
This study aims to analyze the reinterpretation of Nasi Gulung Wonocolo as an effort to preserve intangible cultural heritage in the midst of modernization and changing tastes within the community. The study employs a descriptive qualitative approach that includes participatory observation methods, in-depth interviews, and documentation conducted in Wonocolo Village, Bojonegoro Regency. The results of the study show that reinterpretation through innovation in taste, packaging, and promotional strategies is able to maintain traditional values while adapting them to the needs of modern society. Nasi Guroll's integration into the edutourism concept of the Wonocolo Geopark effectively strengthens local cultural identity, increases community participation, and encourages the growth of a culinary-based creative economy. This research contributes to the development of ethnoculinary studies and adaptive cultural preservation, as well as provides practical recommendations for tourism managers and local governments in optimizing the potential of traditional culinary as a sustainable tourism attraction. Further research is suggested to review aspects of digital marketing and cross-sector collaboration to expand the reach of local culinary promotionNasi Gulung Wonocolo merupakan kuliner tradisional yang berakar dari kehidupan para penambang minyak di Desa Wonocolo, Kabupaten Bojonegoro. Awalnya, hidangan ini berfungsi sebagai bekal praktis yang mencerminkan kesederhanaan sekaligus kearifan lokal masyarakat setempat. Namun, arus modernisasi dan perubahan selera generasi muda menjadikan eksistensi kuliner ini kian terancam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk menggali makna budaya sekaligus potensi reinterpretasi Nasi Gulung Wonocolo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reinterpretasi melalui inovasi rasa, kemasan, dan strategi promosi mampu menjaga unsur tradisional sambil menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat modern. Lebih jauh, integrasi kuliner ini dengan konsep edutourism Geopark Wonocolo tidak hanya memperkuat identitas budaya lokal, tetapi juga membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata berkelanjutan. Dengan demikian, Nasi Gulung Wonocolo tidak hanya bernilai gastronomis, tetapi juga menjadi representasi identitas, memori kolektif, serta aset budaya yang patut dilestarikan dan diwariskan kepada generasi berikutnya
Sukuk Hijau Sebagai Instrumen Investasi Syariah Berkelanjutan di Indonesia: Analisis Peluang, Tantangan, dan Strategi Pengembangan
The development of green sukuk as an environmentally friendly sharia investment product is increasingly relevant amidst increasing global attention to climate change and sustainability. Green sukuk is a sharia-compliant financing instrument intended to support projects that contribute to environmental conservation, such as green infrastructure, waste management and renewable energy. The aim of this research is to analyze the concept, urgency and potential of green sukuk in the Islamic financial market, placing special emphasis on the opportunities and challenges faced in developing this instrument in Indonesia. Global case studies show that green sukuk have great potential to attract investors who care about the environment while complying with sharia financial principles. However, challenges such as lack of investor awareness, regulatory barriers and the need for clear standards remain major obstacles. Through in-depth analysis, this research provides strategic recommendations for the government, financial institutions and other stakeholders to strengthen the development of green sukuk as part of sustainable financing solutions in Indonesia. With this, green sukuk can become an important instrument that is not only economically profitable but also contributes positively to the environment and sustainable development in Indonesia
INSIDE-OUTSIDE-CIRCLE (IOC) INSIDE-OUTSIDE-CIRCLE (IOC); INOVASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK: 1. Model Pembelajaran Inside-Outside Circle (IOC) Pada Mata Pelajaran PAI, 2. Model Pembelajaran Inside-Outside-Circle (IOC) Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik, 3. Tantangan Implementasi Model Pembelajaran Inside-Outside-Circle (IOC)
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penerapan model pembelajaran Inside-Outside Circle (IOC) terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang menerapkan model IOC dan kelas kontrol yang mengikuti metode pembelajaran konvensional. Hasil analisis data menunjukkan nilai t-hitung sebesar 3,904 melebihi nilai t-tabel sebesar 1,667 dengan taraf signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,005. Hal ini menegaskan bahwa model IOC berpengaruh secara signifikan terhadap motivasi belajar siswa. Pendekatan pembelajaran ini terbukti mampu meningkatkan interaksi, partisipasi aktif, dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran yang pada akhirnya berkontribusi terhadap peningkatan motivasi belajar. Penelitian ini mendukung keefektifan model pembelajaran berbasis interaksi sosial dalam pendidikan agama untuk meningkatkan keterlibatan siswa. Oleh karena itu, model IOC direkomendasikan sebagai salah satu alternatif strategi pembelajaran untuk meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah .Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penerapan model pembelajaran Inside-Outside Circle (IOC) terhadap motivasi belajar peserta didik dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi-experimental ). Sampel penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang menerapkan model IOC dan kelas kontrol yang tidak menggunakan model IOC. Hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai uji-T sebesar 3,904 lebih tinggi dibandingkan t tabel sebesar 1,666, dengan tingkat signifikansi 0,000 yang lebih kecil dari 0,005. Hal ini membuktikan bahwa model IOC memiliki pengaruh yang signifikan terhadap motivasi belajar peserta didik. Model pembelajaran ini terbukti dapat meningkatkan interaksi, partisipasi aktif, serta keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap peningkatan motivasi belajar mereka. Temuan penelitian ini mengkonfirmasi bahwa model pembelajaran IOC dapat diterapkan secara efektif dalam pendidikan agama Islam untuk meningkatkan keterlibatan peserta didik. Oleh karena itu, model IOC direkomendasikan sebagai strategi pembelajaran alternatif yang dapat membantu meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah
Efek Efek Pemberian Pakan Tambahan Berbasis Buah Pisang Tongka Langit terhadap Kandungan β-Karotena Madu Lebah Apis cerana (F.)
Suplementary feed based on the flesh of tongka langit bananas has never been done, even though tongka langit bananas are very qualified as supplementary feed because there is 55% glucose as a substitute for nectar and other similar ingredients and the presence of β-carotene in these bananas as a precursor of vitamin A which is expected to be present in honey when given additional feed based on tongka langit banana. This study aims to determine the effect of giving tongka langit banana-based supplementary feed on the β-carotene content of Apis cerana (F.) bee honey. The research method used was experimental with a Completely Randomized Design at the A. cerana bee farm to obtain data related to feed consumption in four treatments located in Eri Village, Nusaniwe District, Ambon City, Maluku. Then the composition of honey in the form of β-Carotene and vitamin C was further analyzed using the KCKT method of normal phase chromatography (normal phase chromatography) related to the concentration of the four treatments at the Laboratory of the Bogor Agricultural Postharvest Research and Development Center. The results of the analysis of β-carotene content using the HPLC method showed that the highest β-carotene content was in the tongka langit banana feed of 2.275 mg/100g followed by fresh ripe tongka langit bananas of 2.198 mg/100g while in the water + sugar diet it was 2.075 mg/100g and natural feed without treatment as the lowest β-carotene content, namely 1.975 mg/100g.
Keywords: Apis cerana, Tongka Langit Banana, Honey, β-Carotene, HPLC: Pakan tambahan berbasis daging buah pisang tongka langit belum pernah dilakukan, padahal pisang tongka langit memiliki potensi sebagai pakan tambahan karena terdapat 55% glukosa sebagai pengganti nektar dan kandungan lainnya yang mirip, serta adanya β-karotena dalam pisang tersebut sebagai prekursor vitamin A yang diharapkan terdapat pada madu saat diberikan pakan tambahan berbasis pisang tongka langit. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efek pemberian pakan tambahan berbasis buah pisang tongka langit terhadap kandungan β-karotena madu lebah Apis cerana (F). Hasil analisis kandungan β-karotena menggunakan metode KCKT menunjukkan bahwa kandungan β-karotena tertinggi berada pada pakan pisang tongka langit sebesar 2.275 mg/100g diikuti pisang tongka langit matang segar sebesar 2.198 mg/100g, sedangkan pada pakan air ditambah gula sebesar 2.075 mg/100g dan pakan alami tanpa perlakuan sebagai kandungan β-karotena terendah yakni sebesar 1.975 mg/100g.
 
Evaluasi Kondisi Ekosistem Lamun Thalassia hemprichii Melalui Transplantasi Metode Peat Pot Substrate Modification di Perairan Pantai Desa Suli Kabupaten Maluku Tengah
Thalassia hemprichii is a type of seagrass that grows in the coastal waters of Suli Village, Central Maluku Regency and its distribution is quite wide, but its population is starting to decrease considering the damage to the seagrass, including due to the influence of waves and currents which cause the seagrass to be detached from its substrate or damage originating from the activities of the surrounding community such as coastal reclamation, waste pollution and "bameti" activities. Seagrass transplantation is one way to repair damaged seagrass beds. This study aims to analyze the survival rate, growth rate, biomass and physical and chemical factors of the waters that affect the growth of T. hemprichii seagrass. If so far the peat pot seagrass transplantation method uses polybags containing substrate from the donor area, this study tries to use substrate from the transplant area. The results showed that T. hemprichii had a survival rate of 100%. The average leaf growth rate in the 1st observation period was 0.145 cm/day, while in the 2nd observation period it was 0.172 cm/day. Seagrass leaf biomass ranges from 0.002 gbk/m2 –0.014 gbk/m2 with a total biomass value of 0.270 gbk/m2. Decree of the Minister of Environment Number 51 of 2004 concerning Sea Water Quality Standards, the value of the physical and chemical parameters of waters is still within the range of environmental parameters of marine waters that support the growth of T. hemprichii.
Keywords: Transplantation, Peat Pot, Substrate, Modification MethodThalassia hemprichii merupakan salah satu jenis lamun yang tumbuh di perairan pantai Desa Suli Kabupaten Maluku Tengah dan penyebarannya cukup luas, namun populasinya mulai berkurang mengingat terjadi kerusakan pada lamun, misalnya karena pengaruh gelombang dan arus sehingga menyebabkan lamun terlepas dari substratnya ataupun kerusakan yang berasal dari aktivitas masyarakat sekitar seperti reklamasi pantai, pencemaran limbah serta aktivitas “bameti”. Transplantasi lamun merupakan salah satu cara untuk memperbaiki padang lamun yang rusak. Jika selama ini metode transplantasi lamun peat pot menggunakan polybag berisi substrat dari daerah donor, maka penelitian ini mencoba menggunakan substrat dari daerah transplant. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kelangsungan hidup, laju pertumbuhan, biomassa serta faktor fisik kimia perairan yang mempengaruhi pertumbuhan lamun T. hemprichii. Hasil penelitian menunjukkan bahwa T. hemprichii memiliki tingkat kelangsungan hidup sebesar 100%. Nilai laju pertumbuhan rata-rata daun pada periode pengamatan ke-1 sebesar 0.145 cm/hari, sedangkan pada periode pengamatan ke-2 adalah sebesar 0.172 cm/hari. Biomassa daun lamun berkisar antara 0,002 gbk/m2 – 0,014 gbk/m2 dengan nilai total biomassa sebesar 0,270 gbk/m2. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 51 Tahun 2004 tentang Baku Mutu Air Laut, nilai parameter fisika kimia perairan masih dalam kisaran nilai parameter lingkungan perairan laut yang mendukung pertumbuhan T. hemprichii
The English
Matoa (Pometia pinnata) is a plant commonly used by the Indonesian people for traditional medicine due to its rich content of metabolites. This study aimed to analyze the phytochemical composition and antibacterial activity of matoa leaves The leaves were extracted using a 70% ethanol solvent with a ratio of 1:4 using the maceration method, and phytochemical screening was performed on the leaf extract. The antibacterial activity was tested against Staphylococcus aureus and Escherichia coli using the disc diffusion method. The results indicated that the matoa leaf extract contains various metabolites, including triterpenoids, steroids, flavonoids, phenolics, saponins, tannins, and alkaloids. Secondary metabolite compounds in matoa leaves are thought to be able to inhibit microbial growth so that inhibition zones can be formed. Furthermore, the antibacterial activity demonstrated that the matoa leaf extract effectively inhibited the growth of S. aureus and E. coli. the largest inhibition zone is of 18.22 mm at 10% extract concentration, and E. coli, with an inhibition zone largest is of 10.87 mm at 10% extract concentration. While the smallest inhibition zone in S. aureus is 15.29 mm at 7.5% concentration, and in E. coli is 5% at 5% extract concentration.. This study suggests that matoa leaves have the potential to serve as natural bioactive compounds and antimicrobial agents in the clinical industry.
Keywords: Matoa, Phytochemical, Antibacterial activity, Staphylococcus aureus, Escherichia coliMatoa (Pometia pinnata) merupakan tanaman yang umum digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk pengobatan tradisional karena kaya akan kandungan metabolitnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi fitokimia dan aktivitas antibakteri daun matoa yang bersumber dari Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Indonesia. Daun diekstraksi menggunakan pelarut etanol 70%, dan dilakukan skrining fitokimia terhadap ekstrak daun tersebut. Aktivitas antibakteri diuji terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun matoa mengandung berbagai metabolit, antara lain triterpenoid, steroid, flavonoid, fenolik, saponin, tanin, dan alkaloid. Lebih lanjut, aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak daun matoa efektif menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan diameter zona hambat masing-masing 18,22 mm dan 10,87 mm. Penelitian ini menunjukkan bahwa daun matoa berpotensi sebagai senyawa bioaktif alami dan agen antimikroba dalam industri klinis
ANALISIS HUKUM MEMBUNUH SEMUT DALAM PERSPEKTIF MAZHAB SYAFI’I DAN MAZHAB MALIKI
Artikel ini membahas hukum membunuh semut dalam perspektif mazhab Syafi'i dan mazhab Maliki, dengan tujuan menganalisis dan membandingkan pandangan kedua mazhab berdasarkan dasar hukum yang digunakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan normatif melalui studi pustakaterhadap sumber primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua mazhab melarang pembunuhan semut secara umum kecuali dalam kondisi yang menyebabkan gangguan signifikan. Mazhab Syafi'i lebih ketat dengan melarang pembunuhan semut Sulaimany kecuali dalam keadaan darurat, sedangkan Mazhab Maliki lebih fleksibel dengan kategori hukum haram, makruh, dan mubah berdasarkan tingkat gangguan. Kedua mazhab sepakat melarang metode pembunuhan yang menyiksa seperti membakar, kecuali dalam keadaan darurat. Penelitian ini menegaskan bahwa prinsip dasar kedua mazhab tetap menghormati kehidupan makhluk hidup dengan fleksibilitas yang sesuai konteks, sehingga dapat menjadi panduan praktis dalam kehidupan sehari-hari umat Islam.
Kata Kunci: Hukum Islam, Membunuh Semut, Mazhab Syafi'i, Mazhab Maliki