e-Journal Institut Agama Islam Negeri Ambon
Not a member yet
1708 research outputs found
Sort by
Relevansi Ajaran Fiqh Dalam Kitab Bidayatul Hidayah Bagi Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam
The Bidayatul Hidayah book by Imam Al-Ghazali is a classic text that discusses the teachings of fiqh and ethics comprehensively. This book is very relevant in the context of moral, spiritual development and character formation of Muslims. In developing the Islamic Religious Education (PAI) curriculum, Bidayatul Hidayah offers an important pedagogical foundation for building strong religious values in students. This research aims to examine the relevance of the fiqh teachings contained in the book in order to support the development of the PAI curriculum in schools. By using the literature review method, this research was able to find that the principles of fiqh conveyed in Bidayatul Hidayah can be integrated into various aspects of PAI learning, especially in terms of building Islamic character, strengthening discipline in carrying out a worship service, as well as increasing understanding of Islamic law. Islamic law. It is hoped that the results of this study will be able to provide a significant contribution in designing a PAI curriculum that is more contextual, applicable and in line with the needs of current developments.
Keywords: Bidayatul Hidayah, Curriculum,Islamic education, Curriculum DevelopmentKitab Bidayatul Hidayah karya Imam Al-Ghazali merupakan salah satu teks klasik yang membahas mengenai ajaran fiqih dan etika secara komprehensif. Kitab ini sangat relevan dalam konteks pembinaan moral, spiritual, serta pembentukan karakter umat Islam. Dalam pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI), Bidayatul Hidayah menawarkan landasan pedagogis yang penting untuk membangun nilai-nilai keagamaan yang kokoh pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji adanya relevansi ajaran fiqih yang terkandung dalam kitab tersebut dalam rangka mendukung pengembangan kurikulum PAI di sekolah. Dengan menggunakan metode kajian pustaka, penelitian ini dapat menemukan bahwa prinsip-prinsip fiqih yang disampaikan dalam Bidayatul Hidayah sangat dapat diintegrasikan ke dalam berbagai aspek pembelajaran PAI, terutama dalam hal pembentukan karakter islami, penguatan kedisiplinan dalam menjalankan suatu ibadah, serta peningkatan pemahaman mengenai hukum-hukum Islam. Adapun hasil dari kajian ini diharapkan mampu memberikan suatu kontribusi signifikan dalam merancang kurikulum PAI yang lebih dan sangat kontekstual, aplikatif, dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan zaman.
Kata Kunci: Bidayatul Hidayah, Kurikulum, Pendidikan Agama Islam, Pengembangan Kurikulu
Strategi Efektif Pengelolaan Sarana dan Prasarana untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan
The effective management of educational facilities and infrastructure is crucial for ensuring optimal educational quality. This study explores strategies to manage facilities and infrastructure, emphasizing the stages of planning, procurement, inventory management, maintenance, and disposal of facilities. These stages are aimed at ensuring that resources are effectively utilized to support the teaching and learning process. The research adopts a qualitative approach with library research, analyzing relevant literature on the management of educational facilities and its impact on quality improvement. The findings highlight that effective management practices must adhere to key principles such as effectiveness, efficiency, compliance with standards, and sustainability. By applying these principles, educational institutions can optimize resources, ensure regulatory compliance, and adapt to technological advancements and modern educational needs. Ultimately, a well-managed system of facilities and infrastructure contributes significantly to creating an innovative and sustainable educational environment that enhances learning outcomes and overall educational quality.Pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan yang efektif sangat penting untuk menjamin mutu pendidikan yang optimal. Penelitian ini membahas strategi pengelolaan sarana dan prasarana, dengan menekankan pada tahapan perencanaan, pengadaan, inventarisasi, pemeliharaan, dan penghapusan fasilitas. Tahapan ini bertujuan untuk memastikan bahwa sumber daya digunakan secara efektif untuk mendukung proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, menganalisis literatur yang relevan terkait pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan serta dampaknya terhadap peningkatan mutu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pengelolaan yang efektif harus mematuhi prinsip-prinsip utama seperti efektivitas, efisiensi, kepatuhan terhadap standar, dan keberlanjutan. Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini, lembaga pendidikan dapat mengoptimalkan sumber daya, memastikan kepatuhan terhadap regulasi, dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan pendidikan modern. Pada akhirnya, sistem pengelolaan sarana dan prasarana yang baik secara signifikan berkontribusi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inovatif dan berkelanjutan, yang meningkatkan hasil belajar dan mutu pendidikan secara keseluruhan
Pengaruh Marketing Mix Terhadap Keputusan Wali Murid Memilih Madrasah Ibtidaiyah Terpadu (MIT) Nurul Falah Masohi
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pengaruh dari ke empat elemen marketing mix yakni product, price, place dan promotion terhadap keputusan wali murid memilih Memilih Madrasah Ibtidaiyah Terpadu Nurul Falah Masohi. Populasi dalam penelitian sebanyak 41 orang wali Murid Kelas 1 MIT Nurul Falah Masohi. Metode penelitian yang diguanakan adalah jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik analisis data menggunakan uji asumsi klasik dan uji regresi linear berganda. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan bahwa: (1) Analisis regresi diperoleh nilai RSquer sebesar 0,361 atau sama dengan 36,1%, yang berarti bahwa marketing mix yakni product, price, place dan promotion memiliki pengaruh yang simultan terhadap keputusan wali murid memilih Madrasah Ibtidaiyah Terpadu Nurul Falah Masohi sebesar 36,1%. sedangkan 63,9% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian. (2) Secara persial elemen product berpengaruh positif terhadap keputusan wali murid memilih madrasah, namun tidak signifikan, dengan nilai thitung 1995 > ttabel 1,688 dan Sig. 0,054. (3) Secara persial elemen price tidak berpengaruh positif terhadap keputusan wali murid memilih madrasah, dengan nilai thitung 0,923 < ttabel 1,688 dan Sig. 0,362. (4) Secara persial elemen place tidak berpengaruh positif terhadap keputusan wali murid memilih madrasah, dengan nilai thitung 0,889 < ttabel 1,688 dan Sig. 0,380. (5) Secara persial elemen promotion tidak berpengaruh positif terhadap keputusan wali murid memilih madrasah, dengan nilai thitung 1,455 < ttabel 1,688 dan Sig. 0,154.
Kata Kunci: Marketing Mix, Product, Price, Promotion, Keputusan Pembelia
PENGARUH PERHATIAN ORANG TUA DAN PERGAULAN TEMAN SEBAYA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PAI KELAS X DI SMK GEMA NUSANTARA BUKITTINGGI
This research was motivated by the existence of a striking gap in PAI learning outcomes scores between students who had good parental attention and good peer relationships and students who had less good attention and peer relationships. Based on this background, researchers are interested in conducting research on the influence of parental attention and peer interaction on student learning outcomes in PAI subjects. The purpose of this research is to determine the influence of parental attention on PAI learning outcomes, to determine the influence of peer interaction on PAI learning outcomes, to determine the significance of the influence of parental attention and peer interaction on PAI learning outcomes. The hypothesis of this research is that there is an influence of parental attention and peer interaction on PAI learning outcomes. This type of research is quantitative using correlation (questionnaire). The population in this research is 49 class X students at SMK Gema Nusantara Bukittinggi. The results of this research are that there is a significant influence of parental attention and peer interaction on student learning outcomes in class X PAI subjects at Gema Nusantara Vocational School, Bukittinggi.Penelitian ini dilatar belakangi oleh terdapatnya kesenjangan nilai hasil belajar PAI yang mencolok antara siswa yang memiliki perhatian orang tua dan pergaulan teman sebaya yang bagus dan siswa yang meliki perhatian dan pergaulan teman sebaya yang kurang bagus. Berdasarkan latar belakang tersebut peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai pengaruh perhatian orang tua dan pergaulan teman sebaya terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran PAI. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perhatian orang tua terhadap hasil belajar PAI, untuk mengetahui pengaruh pergaulan teman sebaya terhadap hasil belajar PAI, untuk mengetahui signifikansi pengaruh perhatian orang tua dan pergaulan teman sebaya terhadap hasil belajar PAI. Hipotesis penelitian ini adalah terdapat pengaruh perhatian orang tua dan pergaulan teman sebaya terhadap hasil belajar PAI. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan korelasi (angket) .Populasi dalam penelitian ini adalah 49 orang siswa kelas X di SMK Gema Nusantara Bukittinggi. Hasil penelitian ini adalah terdapat pengaruh signifikansi perhatian orang tua dan pergaulan teman sebaya terhadap hasil hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI kelas X di SMK Gema Nusantara Bukittingg
Improving Learning Outcomes Of Islamic Cultural History Through The PBL In The Madrasah Aliyah Negeri Seram Barat
Education plays an important role in forming quality human resources. In the learning process, student motivation and involvement are crucial aspects that determine learning outcomes. The subject of Islamic Cultural History (SKI) is often considered a rote subject, making it less interesting for students. Therefore, innovative learning models are needed to increase students' understanding and motivation to learn. This research aims to improve the SKI learning outcomes of class The research method used was Classroom Action Research (PTK) which was carried out in two cycles. Each cycle consists of planning, action, observation and reflection stages. The research results show that the application of the PBL model can significantly improve student understanding and learning outcomes. In cycle I, the number of students who achieved the KKM increased compared to before the research, and in cycle II there was a more significant increase. This increase shows the effectiveness of the PBL model in improving student learning outcomes by encouraging them to be more active in learning, dare to express opinions, and be more independent in understanding the concepts being taught.Pendidikan berperan penting dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas. Dalam proses pembelajaran, motivasi dan keterlibatan siswa merupakan aspek krusial yang menentukan hasil belajar. Mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) sering kali dianggap sebagai mata pelajaran yang bersifat hafalan, sehingga kurang menarik bagi siswa. Oleh karena itu, diperlukan model pembelajaran yang inovatif untuk meningkatkan pemahaman dan motivasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar SKI siswa kelas X IA 3 di MA Negeri Seram Bagian Barat melalui penerapan model pembelajaran Problem-Based Learning (PBL). Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL dapat meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa secara signifikan. Pada siklus I, jumlah siswa yang mencapai KKM meningkat dibandingkan dengan sebelum penelitian, dan pada siklus II terjadi peningkatan yang lebih signifikan. Peningkatan ini menunjukkan efektivitas model PBL dalam meningkatkan hasil belajar siswa dengan mendorong mereka untuk lebih aktif dalam pembelajaran, berani menyampaikan pendapat, serta lebih mandiri dalam memahami konsep yang diajarkan
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMENUHAN HAK NARAPIDANA LANJUT USIA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIA KUNINGAN
Prisoner carry on age own condition physical and mental already No as good as prisoners who are still young, so institution correctional must give treatment special in fulfillment rights as a prisoner elderly. A phenomenon discovered by researchers at Correctional Institutions Class IIA Kuningan that is disturbed health prisoner elderly, not yet exists block special prisoner elderly, and less maximum coaching to prisoner elderly. Research methods nature descriptive-exploratory with approach juridical empirical. Results and Discussion study that arrangement protection law right prisoner carry on age in Correctional Institutions Class IIA Kuningan that is Constitution Number 22 of 2022 Article 7, article 9 and article 10 paragraphs (1,2,3 and 4) concerning Correctional that right prisoner covers worship, care or health, education and teaching (coaching), proper food, delivery complaint, follows media broadcasts, visits family , wages and allowances, remission, assimilation, liberation conditional, and leave approaching free; implementation protection to right prisoner carry on age in Correctional Institutions Class IIA Kuningan Already done but Still not enough effective, special in matter right maintenance or health as well as right education and teaching (coaching). Maintenance rights or health Not yet effective Because No exists doctor special whereas right education and teaching (coaching) not yet effective Because lack of ability prisoner in understand material presented in coaching . Apart from that, not yet exists block special prisoner carry on age so that the education and teaching (coaching) process is lacking walk with maximum.
Keywords: protection, prisoners, continue age
Literature Review: Development of Student Worksheets (LKPD) Integrated Socio-Scientific Issues (SSI)
Preparing the current generation for education is very important. Implementation of the learning process is a way to achieve educational goals. Learning media can support the learning process and function as well as possible. Student Worksheets are one type of effective learning resource (LKPD). Designing LKPD with social and scientific issues (Socio-Scientific Issues) integrated into it is one way to inspire students to actively seek solutions to the challenges they face. LKPD produced with an emphasis on problem solving is LKPD that can be used in learning. When LKPD is combined with social studies topics, students become more involved, independent and cooperative, thereby helping them solve problems and sharpen their critical thinking skills. Through a study of various journal papers that are related to each other and published between 2018 and 2024, this research uses descriptive research in the form of literature review. Referenced papers are published in Indonesian and English and can be found in a number of media databases, including Google Scholar and Science Direct. SSI's integrated LKPD has an impact on the teaching and learning process, according to the findings of the article review, because it helps students become aware of the dangers of the environment around them. Considering that the Integrated Socio-Scientific Issues (SSI) LKPD can improve students' critical thinking, it can be said to be suitable for use in the classroom.
Keywords: Student Worksheet, Literature Review, Socio-Scientific IssueAbstrak: Mempersiapkan generasi sekarang terhadap pendidikan sangatlah penting. Penerapan proses pembelajaran adalah cara untuk mencapai tujuan pendidikan. Media pembelajaran dapat menunjang proses pembelajaran dan berfungsi sebaik-baiknya. Lembar Kerja Peserta Didik merupakan salah satu jenis sumber belajar efektif (LKPD). Merancang LKPD dengan isu-isu sosial dan keilmuan (Socio-Scientific Issues) yang terintegrasi di dalamnya merupakan salah satu cara untuk menginspirasi peserta didik aktif mencari solusi atas tantangan yang dihadapi. LKPD yang dihasilkan dengan penekanan pada pemecahan masalah merupakan LKPD yang dapat digunakan dalam pembelajaran. Ketika LKPD dipadukan dengan topik IPS, Peserta Didik menjadi lebih terlibat, mandiri, dan kooperatif, sehingga membantu mereka memecahkan masalah dan mempertajam kemampuan berpikir kritisnya. Melalui kajian terhadap berbagai makalah jurnal yang terkait satu sama lain dan diterbitkan antara tahun 2018 hingga 2024, penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif berbentuk meta-analisis. Makalah referensi diterbitkan dalam bahasa Indonesia dan Inggris dan dapat ditemukan di sejumlah database media, termasuk Google Scholar dan Science Direct. LKPD terintegrasi SSI memiliki dampak terhadap proses belajar mengajar, menurut temuan ulasan artikel, karena membantu peserta didik menyadari bahaya lingkungan di sekitar mereka. Mengingat LKPD Terintegrasi Socio-Scientific Issue (SSI) dapat meningkatkan berpikir kritis peserta didik, maka dapat dikatakan layak digunakan di dalam kelas.
Kata Kunci: Lembar Kerja Peserta Didik, Meta-Analisis, Socio-Scientifi
Misconception Analysis Using Three-Tier Mutiple Choice Diagnostic Test Assisted by Google Form on Excretory System Material Class XI Students at SMAN 16 Samarinda
The situation where there is a mismatch between the student's initial concept and the conception put forward by the expert results in students being very confident in the wrong concept or called a misconception. There are several circumstances that can lead to misconceptions. This study used Three-Tier Multiple Choice diagnostic examination with the help of Google Form to determine the misconceptions and contributing variables held by students of class XI at SMAN 16 Samarinda regarding the material of the excretory system. The researcher used a descriptive research design using a sample of class XI-2 which amounted to 33 students. Based on the results of data analysis, students' concept understanding of the excretory system material is divided into four categories, namely understanding the concept (60%), understanding the concept but not sure (3%), misconceptions (23%), and not understanding (14%). The majority of misconceptions were in the category of questions about urine formation and anatomy and physiology of parts of the excretory system. The average misconception is 23%, the level of student misconceptions is included in the low group. Factors causing misconceptions in students are due to themselves such as students' learning abilities and lack of interest in learning, while from outside themselves such as less conducive classroom conditions, lack of laboratory tools and materials, students who do not dare to ask questions and are not focused, students who still learn overnight, and limited learning time so that the explanation cannot be conveyed in full.
Keywords: Misconception, Test Diagnostic Three-Tier Multiple Choice, Google FormPenelitian ini menggunakan pemeriksaan diagnostik Three - Tier Multiple Choice dengan bantuan Google Form untuk mengetahui derajat miskonsepsi dan kontribusi variabel yang dimiliki siswa kelas XI SMAN 16 Samarinda mengenai mata pelajaran sistem ekskresi. Peneliti menggunakan desain penelitian deskriptif dengan menggunakan sampel kelas XI-2 yang berjumlah 33 siswa. Berdasarkan hasil analisis data, pemahaman konsep siswa terhadap materi sistem ekskresi terbagi dalam empat kategori, yaitu paham konsep (60%), memahami konsep tetapi tidak yakin (3%), salah konsep (23%), dan tidak memahami (14%). Kesalahpahaman termasuk dalam kategori pertanyaan tentang pembentukan urin dan anatomi serta fisiologi bagian sistem ekskresi. Dengan rata-rata sebesar 23%, tingkat kesalahpahaman siswa termasuk dalam kelompok rendah. Faktor penyebab terjadinya miskonsepsi pada peserta didik dikarenakan diri sendiri seperti kemampuan belajar siswa dan kurang minatnya terhadap pembelajaran, sedangkan dari luar diri sepeti kondisi kelas yang kurang kondisif, alat dan bahan laboratorium yang masih kurang, siswa yang tidak berani bertanya dan tidak fokus, siswa yang masih belajar sampai semalam, serta waktu pembelajaran yang terbatas sehingga penjelasan tidak dapat disampaikan secara utuh
ANALISIS KONSISTENSI METODOLOGI PENETAPAN FATWA OLEH MUI TERHADAP FATWA YANG DIKELUARKANNYA
Negara Indonesia termasuk salah satu negara yang memegang teguh hukum dan banyak pemikiran yang kontroversi sehingga berdampak pada peraturan yang dibuat dan kebijakan yang hadir di tengah masyarakat. Salah satu wujud hukum islam dalam konteks Indonesia adalah fatwa. Fatwa sebagai nasihat dan jawaban atas permasalahan yang sering hadir pada masyarakat Indonesia ditetapkan dan dibentuk oleh lembaga-lembaga ormas islam yang berwenang,salahsatunya yang sangat familiar dan diakui oleh Negara serta peraturan perundang-undangan ialah Majelis Ulama Indonesia yang berdikari sebagai wadah perkumpulan para ulama Indonesia guna menentukan hukum atas suatu persoalan baik yang klasik maupun kontemporer. Dalam menetapkan fatwa, MUI mendasarkannya kepada metode penetapannya dalam peraturan organisasi MUI Tahun 2005, disertai pendekatan metodenya yakni Nash Qathi ,Qauli , serta manhaji .Implementasi metode ini dipergunakan dalam beberapa fatwa diantaranya fatwa tentang tanam benang untuk kecantikan, vaksinasi covid-19 ketika berpuasa serta penundaan haji bagi yang mampu. Walaupun penetapan fatwa sudah ditetapkan aturannya, tetapi secara realitanya MUI kadang konsisten untuk menjalankannya tetapi tidak menutup kemungkinan juga tidai dijalankan sesuai apa yang diamanatkan
PARTISIPASI PEREMPUAN DALAM PERCATURAN POLITIK DI KOTA SORONG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui animo kaum perempuan di Kota Sorong, terkait partisipasinya dalam percaturan politik. Masyarakat papua kental melestarikan adat, menjadikan kedudukan perempuan di bawah kaum laki-laki. Wilayah domestik perempuan meliputi, kamar, kasur dan upaya proteksi terhadap anak. Berlakunya kebijakan afirmatife dan di dukung dengan ajaran agama berimpilkasi tergugahnya wanita papua terlibat aktif dalam politik untuk menempatkan wakil-wakilnya diparlemen. Metode penelitian tergolong penelitian kepustakaan, data sekunder diperoleh dari jurnal, buku dan sumber lainya yang relevan dengan penelitian. Data diramu dan disajikan secara deskriptif kualitatif dengan diksi yang mudah dipahami. Partisipasi perempuan dalam politik signifikan intervensinya terkait dengan kebijakan pro kaum perempuan. Legislator perempuan di kota sorong belum mencapai target yang diamanatkan oleh konstitusi yaitu 30%. Keterwakilan perempuan dari 30 anggota legislative, keterwakilan perempuan berjumlah 7 anggota. Hal yang mempengaruhi yaitu faktor otonom dan faktor heteronom, faktor otonom terkait dengan faktor-faktor yang bersumber dari dalam diri seorang perempuan seperti kepercayaan diri dan keberanian, faktor otonom penekanannya kapabilitas yang ditunjang dengan pengetahun dan keterampilan, sedangkan faktor heteronom pengaruh yang bersumber dari luar diri seseorang, penekanan faktor heteronon lebih kepada lingkungan semisal adat, kepercayaan dan interaksi antar warga