e-Journal Institut Agama Islam Negeri Ambon
Not a member yet
1708 research outputs found
Sort by
A LITERATURE REVIEW : PENGARUH PROJECT BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF PESERTA DIDIK DI SMA/MA : Project Based Learning, Berpikir Kreatif, Literatur Review, SMA/MA
Creative thinking is one of the essential 21st-century skills that needs to be developed in the learning process in schools, especially at the high school level. Project-Based Learning (PjBL) is a learning model that is considered effective in fostering students' creative thinking skills through solving real-life problems in the form of projects. This study aims to systematically examine the effect of the PjBL model on students' creative thinking skills based on various previous research results. The method used is a literature study of relevant national and international scientific articles, supplemented by contextual data in the form of educational news in the mass media. Findings from the literature indicate that the implementation of PjBL can improve students' creative thinking skills, such as the ability to express original ideas, flexibility of thinking, elaboration, and fluency in conveying ideas. This literature study examines various recent studies (2020–2025) and examples of online news related to the implementation of PjBL. From these sources, it was found that PjBL consistently improves the ability of creative thinking aspects including fluency, flexibility, originality, and elaboration as well as improving student learning outcomes and motivation.Kemampuan berpikir kreatif merupakan salah satu keterampilan esensial abad ke-21 yang perlu dikembangkan dalam proses pembelajaran di sekolah, khususnya di tingkat SMA/MA. Project Based Learning (PjBL) adalah salah satu model pembelajaran yang dinilai efektif dalam menumbuhkan kemampuan berpikir kreatif peserta didik melalui penyelesaian masalah nyata dalam bentuk proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis pengaruh model PjBL terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa berdasarkan berbagai hasil penelitian terdahulu. Metode yang digunakan adalah studi literatur terhadap artikel-artikel ilmiah nasional dan internasional yang relevan, serta dilengkapi dengan data kontekstual berupa berita pendidikan di media massa. Temuan dari literatur menunjukkan bahwa penerapan PjBL dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa, seperti kemampuan mengemukakan ide-ide orisinal, fleksibilitas berpikir, elaborasi, dan kefasihan dalam menyampaikan gagasan. Studi literatur ini menelaah berbagai penelitian terkini (tahun 2020–2025) dan contoh berita daring terkait penerapan PjBL Dari sumber-sumber tersebut ditemukan bahwa PjBL secara konsisten meningkatkan kemampuan aspek-aspek berpikir kreatif termasuk fluency, flexibility, originality, dan elaboration serta meningkatkan hasil belajar dan motivasi siswa
IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH KOTA AMBON NOMOR 5 TAHUN 2013 TENTANG RETRIBUSI PELAYANAN PERSAMPAHAN / KEBERSIHAN DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM ( Studi Kasus Terhadap Pelaku Usaha Desa Rumah Tiga )
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji impelementasi Peraturan Daerah Kota Ambon no 5 tahun 2013 tentang retribusi pelayanan persampahan/kebersihan dalam perspektif hukum islam terhadap pelaku usaha di Desa Rumah Tiga, dengan pokok permasalahan yaitu bagaimana implementasi peraturan daerah Kota Ambon no 5 tahun 2013 tentang retribusi pelayanan persampahan / kebersihan terhadap pelaku usaha Desa Rumah Tiga serta bagaimana perspektif hukum Islam terhadap implementasi retribusi pengelolaan sampah yang diterapkan pada pelaku usaha Desa Rumah Tiga Kota Ambon. Metode yang digunakan yaitu kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu melalui wawancara dengan staf Pada Badan Pengelolaan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah serta para pelaku usaha di Desa Rumatiga
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi peraturan daerah tentang retribusi persampahan dan kebersihan masih belum efektif, karena ada beberapa kendala dan hambatan dalam pelaksanaanya , salah satunya yaitu minimnya kesadaran serta kepatuhan pelaku usaha dalam membayar retribusi sampah, pemerintah belum efektif menerapkan peraturan ini karena tidak ada pemerataan retribusi sampah kepada semua pelaku usaha , sedangkan dalam hukum islam retribusi sampah di kaitkan dengan al mashlahah al mursalah yaitu segala sesuatu yang baik dan bermanfaat, dalam perspektif hukum islam retribusi sampah belum efektif dalam memberikan keadilaan dan manfaat yang baik
Analisis Kemampuan Argumentasi Ilmiah Peserta Didik Menggunakan Pola Toulmin Pada Materi Perubahan Lingkungan Di SMA/MA
This study aims to analyze students' scientific argumentation skills in the context of environmental change using Toulmin's Argument Pattern. The topic of environmental change was selected due to its contemporary relevance and inherent complexity, which necessitates robust argumentation. The participants consisted of 76 Phase E (10th grade) students at SMAN 1 Koto XI Tarusan, selected through random sampling. A qualitative descriptive design was employed, with data collected through seven argumentative essay questions and student interviews. The responses were assessed using a rubric based on Toulmin’s components: claim, data, warrant, backing, and rebuttal. The findings revealed that 76% of students exhibited weak argumentation skills, 17% demonstrated moderate proficiency, and only 7% performed at a strong level. The study provides a comprehensive overview of students' argumentation abilities and identifies strengths and weaknesses in their application of Toulmin’s framework. The implications of this research highlight the need for developing more effective instructional strategies to enhance students' scientific argumentation skills, particularly in addressing environmental issues.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan argumentasi ilmiah peserta didik pada materi perubahan lingkungan menggunakan pola Toulmin. Materi perubahan lingkungan dipilih karena relevansinya dengan isu-isu kontemporer dan kompleksitasnya yang membutuhkan argumentasi kuat. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas X Fase E di SMAN 1 Koto XI Tarusan sebanyak 76 Peserta didik yang ditentukan dengam Random Sampling Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan yang menggabungkan data kuantitatif dan kualitatif. Instrumen penelitian berupa 7 butir soal esai kemampuan argumentasi dan wawancara peserta didik. Data dianalisis menggunakan rubrik yang didasarkan pada komponen pola Toulmin: claim, data, warrant, backing dan rebuttal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 76% peserta didik memiliki kemampuan argumentasi ilmiah kategori lemah, 17% peserta didik termasuk kategori cukup, 7% lainnya termasuk kategori kuat. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif mengenai tingkat kemampuan argumentasi peserta didik serta mengidentifikasi komponen pola Toulmin yang menjadi kekuatan atau kelemahan dalam argumentasi mereka. Implikasi dari penelitian ini adalah pengembangan strategi pembelajaran yang lebih efektif untuk meningkatkan kemampuan argumentasi ilmiah peserta didik, khususnya dalam konteks isu-isu lingkungan
lkpd pjbl-socioscientifik issue EFEKTIVITAS LKPD BERBASIS PJBL-SOCIOSCIENTIFIK ISSUES MATERI PERUBAHAN DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN TERHADAP KEMAMPUAN BERFIKIR KREATIF PESERTA DIDIK SMA/MA: artikel ini menjelaskan tentang efektivitas lkpd pjbl-socioscientifik issues materi perubahan dan pelestarian lingkungan terhadap kemampuan berpikir kreatif peserta didik kelas X fase E
The 4D development methodology, which consists of the stages of define, design, develop, and disseminate, can be used to create LKPD based on PjBL-Socioscientific Issues with the topic of environmental change and conservation. The research carried out by Rahmawati has produced LKPD to the development stage, so further research is needed for the disseminate stage, one of which is through effectiveness testing. Quasy experiment is the method used in this study, with a pretest-postest control group as the design. The population taken in this study is all phase E students at SMAN 12 Padang. The samples were randomly selected, with class E5 being the experimental group while E2 being the control group. The data collected were in the form of test results of students' creative thinking skills, which were measured using a description test instrument that had been tested for validity and reliability. The Mann Whitney U Test and the N-gain Test were used as data analysis in this study. The results showed that the average creative thinking ability of students in the experimental class was significantly higher than that of the control class. The hypothesis test with the Mann Whitney U test yielded a significance value of 0.000. The results of the N-gain test in the experimental class were 55% in the medium category, while in the control class was 37% in the medium category. Thus, it can be concluded that the PJBL-Socioscientific Issues Based LKPD on environmental change and conservation materials improves the results of the creative thinking skills of phase E students of SMAN 12 PadangMetodologi pengembangan 4D, yang terdiri dari tahap pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate), dapat digunakan untuk membuat LKPD berbasis PjBL-Sosiosaintifik Issues dengan topik perubahan dan pelestarian lingkungan. Penelitian yang dilaksanakan oleh Rahmawati telah menghasilkan LKPD hingga tahap develop, sehingga diperlukan penelitian selanjutanya untuk tahap disseminate, salah satunya melalui pengujian efektivitas. Eksperimen semu (Quasy eksperiment) adalah metode yang digunakan pada penelitian ini, dengan pretest-postest control group sebagai desainnya. Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik fase E di SMAN 12 Padang. Sampel dipilih secara acak (random sampling), dengan kelas E5 merupakan kelompok eksperimen sedangkan E2 yaitu sebagai kelompok kontrol. Data yang dikumpulkan berupa hasil tes kemampuan berpikir kreatif peserta didik, yang diukur menggunakan instrumen tes uraian yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Uji Mann Whitney U dan Uji N-gain digunakan sebagai analisis data dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan berpikir kreatif peserta didik di kelas eksperimen secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Uji hipotesis dengan uji Mann Whitney U menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,000. Hasil uji N-gain kelas eksperimen yakni sebesar 55% dengan kategori sedang, sedangkan kelas kontrol yakni sebesar 37% dengan kategori sedang. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa LKPD Berbasis PJBL-Socioscientifik Issues materi perubahan dan pelestarian lingkungan meningkatkan hasil kemampuan berpikir kreatif peserta didik fase E SMAN 12 Padan
Tinjauan Maqasid Syariah Terhadap Tantangan Sertifikasi Halal Self Declare Di Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai tantangan dalam penerapan sertifikasi halal Self Declare di Indonesia melalui pendekatan Maqasid Syariah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur (literature review), dengan menelaah berbagai sumber pustaka seperti peraturan perundang-undangan, artikel ilmiah, laporan resmi BPJPH, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun skema Self Declare dimaksudkan untuk mempermudah pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) dalam memperoleh sertifikasi halal secara mandiri, implementasinya masih menghadapi berbagai kendala. Di antaranya adalah rendahnya literasi halal di kalangan UMK, keterbatasan jumlah pendamping PPH, hambatan teknis dalam sistem digital, serta lemahnya sistem pengawasan pasca-sertifikasi. Tinjauan dari perspektif Maqasid Syariah menunjukkan bahwa tantangan tersebut berpotensi menghambat tercapainya lima tujuan pokok syariat (al-daruriyat al-khamsah), yaitu perlindungan terhadap agama (hifz al-din), jiwa (hifz al-nafs), akal (hifz al-‘aql), keturunan (hifz al-nasl), dan harta (hifz al-mal). Oleh karena itu, diperlukan penguatan kebijakan, peningkatan literasi, serta pengawasan berkelanjutan agar penerapan sertifikasi halal Self Declare selaras dengan prinsip-prinsip syariah Islam
Pengaruh POC Kitosan Cangkang Rajungan (Portunus pelagicus) Terhadap Pertumbuhan Jagung Gigi Kuda (Zea mays sindetat)
Crab shell waste can be used as raw material for making chitosan. Chitosan is the result of chitin degassing which has many benefits, including in agriculture. Chitosan has been proven to increase plant growth. In the agricultural industry, chitosan can be used as POC. This study aims to determine the effect of POC chitosan from crab shells (P. Pelagicus) on the growth of horsetooth corn (Z. mays syndetat). The type of quantitative research with a field experiment approach using 1% chitosan POC treatment from male, female and mixed male and female crab shells, as much as 20 ml of 1% chitosan/1 liter of water. The indicators observed were plant height, stem diameter and number of leaves. Using RAK (completely randomized design) with Anova analysis (one way) assisted by SPSS version 20. The results showed that POC chitosan from male, female and mixed crab shells had an effect (sig <0.05) on plant height, stem diameter and number of leaves. The best effect was shown by mixed chitosan POC on plant height (89.00 cm), male chitosan POC on stem diameter (15.61 mm) and male, female, mixed chitosan POC on the number of leaves (10.00 strands).
Keywords: Chitosan POC, Crab Shell Waste, Horse Tooth CornKitosan merupakan hasil deastilisasi kitin yang memiliki banyak manfaat, termasuk dalam bidang pertanian. Kitosan telah terbukti mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman. Limbah Cangkang rajungan dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan kitosan. Dalam industri pertanian kitosan dapat digunakan sebagai POC. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh POC kitosan cangkang rajungan (P. Pelagicus) terhadap pertumbuhan jagung gigi kuda (Z. mays sindetat). Tipe penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen lapangan menggunakan perlakuan POC kitosan 1% dari cangkang rajungan jantan, betina dan campuran jantan betina, sebanyak 20 ml kitosan 1%/1 liter air. Indikator yang diamati yaitu tinggi tanaman, diameter batang dan jumlah daun. Menggunakan RAK (rancangan acak lengkap) dengan analisis Anova (one way) program SPSS. Penelitian dilaksanakan pada 10 April sampai 10 Mei 2023 di Kebun Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Ambon. Hasil penelitian menunjukan bahwa POC kitosan cangkang rajungan jantan, betina dan campuran berpengaruh (sig < 0,05) terhadap tinggi tanaman, diameter batang dan jumlah daun. Pengaruh terbaik ditunjukan oleh POC kitosan campuran terhadap tinggi tanaman (89.00), POC kitosan jantan terhadap diameter batang (15.61) dan POC kitosan jantan, betina, campuran terhadap jumlah daun (10.00).
Kata kunci: POC Kitosan, Limbah Cangkang Rajungan, Jagung Gigi Kuda
Kolaborasi Mikrobiologi Pangan dalam Pendidikan Biologi untuk Mendukung Implementasi Sustainable Development Goals (SDGs)
Collaboration between food microbiology and biology education is an effort to support the Sustainable Development Goals (SDGs) in food security (SDG 2), good health (SDG 3) and quality education (SDG 4). Collaboration aims to improve food safety, microbiology quality, and its impact on human health. Problem-Based Learning and Project-Based Learning strategies, supported by information technology (IT) are efforts to support the SDGs. The use of e-learning platforms, laboratory practices, and interactive learning applications allow students to access the latest materials, data, and research in food and nutrition microbiology flexibly and effectively. This learning strategy, collaboration between microbiology, food, and nutrition in biology education can improve the quality of learning and produce graduates who are ready to contribute to achieving the SDGs, especially in the fields of nutrition, health and food.
Keywords: Nutritions, Food Microbiology, Biology Educations, SDGsKolaborasi antara mikrobiologi pangan dalam pendidikan biologi upaya untuk mendukung implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), dalam ketahanan pangan (SDG 2), kesehatan yang baik (SDG 3) dan pendidikan yang berkualitas (SDG 4). Artikel ini menyajikan tinjauan literatur mengenai pentingnya integrasi mikrobiologi pangan dengan pendidikan biologi untuk mahasiswa. Ilmu Gizi. Mikrobiologi pangan, yang melibatkan kompetensi tentang jenis dan morfologi mikroba, fisiologi, pertumbuhan dan metabolisme mikroba, persyaratan hidup mikroba, kerusakan pangan oleh mikroba, perbaikan mutu pangan oleh mikroba dan uji kualitatif dan kuantitatif mikroba pada produk pangan. Hal ini penting untuk meningkatkan keamanan pangan, kualitas mikrobiologi, dan dampaknya terhadap kesehatan manusia. Artikel ini mengusulkan penggunaan strategi pembelajaran berbasis masalah (Problem-Based Learning/PBL) dan pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning/PjBL), yang didukung oleh teknologi informasi (TI). Penggunaan platform e-learning, praktik laboratoriuml, serta aplikasi pembelajaran interaktif memungkinkan mahasiswa untuk mengakses materi, data, dan riset terbaru dalam mikrobiologi pangan dan gizi secara fleksibel dan efektif. Kesimpulannya, melalui strategi pembelajaran ini, kolaborasi antara mikrobiologi, pangan, dan gizi dalam pendidikan biologi dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan menghasilkan lulusan yang siap berkontribusi pada pencapaian SDGs, khususnya dalam bidang gizi, kesehatan dan pangan
Inventarisasi Tanaman Obat di Desa Bontotangnga Kecamatan Bontolempangan Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan
Medicinal plants are an effective source of traditional medicine that has been used for generations to prevent and treat diseases. Inventory of medicinal plants needs to be done to collect and compile data on the types and potential of medicinal plants so that it can be used as guidelines in their utilization. This study aims to inventory the medicinal plants used in Bontotangnga Village, Bontolempangan District, Gowa Regency, South Sulawesi. This research is a descriptive survey study using qualitative approach. The data collection process was conducted through observation, and interviews. The technique of determining informants used purposive sampling. In the inventory process, data collection was carried out by collecting medicinal plant data including common names, scientific names, families, plant parts used, processing methods, and diseases treated. The results of the study showed that the types of medicinal plants used in Bontotangnga Village were 44 species from 22 families used to treat 35 types of diseases. Among the 22 families found, the Zingiberaceae family is the dominant medicinal plant used by the people of Bontotangnga Village to treat diseases. The most commonly used part of the plant is the leaves, which are usually prepared by boiling.
Keywords: Inventory, Medicinal Plants, Bontotangnga VillageTanaman obat merupakan sumber efektif dalam pengobatan tradisional yang telah digunakan secara turun temurun untuk mencegah dan mengobati penyakit. Inventarisasi tanaman obat perlu dilakukan untuk mengumpulkan dan menyusun data jenis dan potensi tanaman obat sehingga dapat dijadikan pedoman dalam pemanfaatannya. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi tanaman obat yang digunakan di Desa Bontotangnga, Kecamatan Bontolempangan, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian survei deskriptif menggunakan pendekatan kualitatif. Proses pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling. Dalam proses inventarisasi, pengumpulan data dilakukan dengan menghimpun data tanaman obat antara lain nama umum, nama ilmiah, famili, bagian tanaman yang digunakan, cara pengolahan, dan penyakit yang diobati. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa sebanyak 44 spesies dari 22 famili yang digunakan untuk mengobati 35 jenis penyakit di Desa Bontotangnga. Diantara 22 famili tanaman obat yang ditemukan, famili Zingiberaceae merupakan tanaman obat yang paling banyak digunakan. Bagian tanaman obat yang paling banyak digunakan yaitu bagian daun dan umumnya diolah dengan cara direbus.
Kata Kunci: Inventarisasi, Tanaman Obat, Desa Bontotangng
INTEGRATING HOTS IN INDONESIAN HIGH SCHOOL TEXTBOOKS: A COMPARATIVE STUDY OF THE 2013 AND MERDEKA CURRICULUM
This study evaluates and compares the integration of Higher Order Thinking Skills (HOTS) in Indonesian language textbooks for high school students under the 2013 Curriculum and the Merdeka Curriculum. Using a qualitative descriptive approach, the study conducts content analysis of four textbooks two aligned with the 2013 Curriculum and two with the Merdeka Curriculum employing HOTS criteria derived from Bloom’s taxonomy. The findings reveal that the 2013 Curriculum textbook (2014 edition) includes 78 questions, with 17 in the analyzing category and 37 in the evaluating category (32 checking and 24 criticizing questions). In comparison, the Merdeka Curriculum textbook (2021 edition) presents 55 questions, comprising 14 analyzing and 32 evaluating questions (25 checking and 16 criticizing). Despite a decrease in the total number of questions, the Merdeka Curriculum exhibits a greater emphasis on deeper critical evaluation, reflecting a pedagogical shift toward fostering students' critical thinking competencies. The contribution of this research lies in providing empirical evidence on how curriculum reforms affect the cognitive depth of textbook content, thereby offering insights for curriculum developers, textbook authors, and educators in designing learning materials that effectively promote 21st-century skills
PENGARUH METODE CERAMAH TERHADAP PEMAHAMAN PESERTA DIDIK PADA MATERI IJARAH DI KELAS XI SMAS PONDOK PESANTREN MODERN AL-IKHLAS, POLEWALI MANDAR, SULAWESI BARAT
This study was motivated by the low level of understanding among students due to a learning process dominated by the lecture method, resulting in a passive learning environment, especially for normative material such as ijarah. This study aims to describe the implementation of the lecture method, the level of student understanding of ijarah material, and analyze the effect of the lecture method on that understanding. This study is quantitative in nature with an ex post facto approach. The population consisted of 55 students in grade XI at SMAS Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlas, Polewali Mandar, using saturated sampling technique. Data were collected through questionnaires and tests, then analyzed using descriptive statistics and simple regression. The results of the study show that the lecture method (65.45%) and student understanding (64%) are in the moderate category. The regression test shows that there is no significant effect between the lecture method and student understanding (sig. 0.379 > 0.05). It is recommended that interactive methods be applied to improve learning outcomes.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman peserta didik akibat proses pembelajaran yang didominasi metode ceramah, sehingga suasana belajar menjadi pasif, terutama pada materi normatif seperti ijarah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan metode ceramah, tingkat pemahaman peserta didik terhadap materi ijarah, serta menganalisis pengaruh metode ceramah terhadap pemahaman tersebut. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan ex post facto. Populasi terdiri atas 55 peserta didik kelas XI SMAS Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlas, Polewali Mandar, dengan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui angket dan tes, lalu dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan metode ceramah (65,45%) dan pemahaman peserta didik (64%) berada pada kategori sedang. Uji regresi menunjukkan tidak terdapat pengaruh signifikan antara metode ceramah dan pemahaman peserta didik (sig. 0,379 > 0,05). Disarankan penerapan metode interaktif untuk meningkatkan hasil belajar