e-Journal Institut Agama Islam Negeri Ambon
Not a member yet
    1708 research outputs found

    The Effect of Implementing the Discovery Learning Model on Students Ability to Design Biology Learning Modules Based on Scientific Literacy

    Get PDF
    This study aims to examine the effect of the Discovery Learning model on the ability of students in the Biology Education Study Program at the University of Muhammadiyah Maluku to develop modules containing four indicators of scientific literacy: scientific content, learning context, scientific process, and scientific values and attitudes. The method used was quantitative with a quasi-experimental nonequivalent control group design. The sample consisted of two classes, namely the experimental group and the control group. The results showed a significant increase in the experimental group, with an average pretest to posttest score increasing by 18.3 points, while the control group only increased by 8.3 points. The final module score was also higher in the experimental group (86.5) compared to the control group (75.7). These findings confirm that Discovery Learning is effective in improving the ability to design scientific literacy-based modules comprehensively.Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh model Discovery Learning terhadap kemampuan mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Maluku dalam mengembangkan modul yang memuat empat indikator literasi sains: konten ilmiah, konteks pembelajaran, proses ilmiah, serta nilai dan sikap ilmiah. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi-eksperimen nonequivalent control group. Sampel terdiri dari dua kelas, yakni kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada kelompok eksperimen, dengan rata-rata skor pretest ke posttest naik 18,3 poin, sedangkan kelompok kontrol hanya 8,3 poin. Skor akhir modul juga lebih tinggi pada kelompok eksperimen (86,5) dibandingkan kontrol (75,7). Temuan ini menegaskan bahwa Discovery Learning efektif dalam meningkatkan kemampuan merancang modul berbasis literasi sains secara menyeluruh

    Pengaruh Model Flipped Classroom Berbantuan Genially terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah dan Self-Efficacy Matematis Siswa

    No full text
    This quasi-experimental study investigates the effectiveness of implementing the Flipped Classroom model assisted by Genially interactive media in improving junior high school students' Mathematical Problem-Solving Ability (MPSA) and self-efficacy. The research design applied was a nonequivalent control group design. The subjects were from the entire population of eighth-grade students at Haruru Christian Middle School for the 2024/2025 academic year, with the sample selected using purposive sampling. The sample consisted of class VIII1 (23 students) as the experimental group and class VIII2 (25 students) as the control group. Data was collected using two instruments: an MPSA essay test (5 questions, α=0.81) and a self-efficacy questionnaire (20 statements, α=0.87). Data analysis was performed using Multivariate Analysis of Variance (MANOVA). The findings revealed a significant simultaneous difference between the experimental and control groups on MPSA and self-efficacy (Pillai's Trace = 0.381, F = 18.752, p < .001). Follow-up tests indicated that significant differences occurred in both MPSA (F=18.329, p<.001) and self-efficacy (F=15.874, p<.001), with the experimental group achieving higher mean scores on both variables. Based on these results, it is concluded that the Genially-assisted Flipped Classroom model is effective in significantly enhancing students' mathematical problem-solving ability and self-efficacy. The implication of this finding advocates for the integration of interactive technology in mathematics learning to develop skills relevant to the 21st century.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Flipped Classroom berbantuan media interaktif Genially terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis (KPM) dan self-efficacy siswa SMP. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi-eksperimen dengan desain nonequivalent control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Kristen Haruru tahun ajaran 2024/2025. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling, terdiri dari kelas VIII1 (23 siswa) sebagai kelompok eksperimen dan kelas VIII2 (25 siswa) sebagai kelompok kontrol. Instrumen penelitian berupa tes essay KPM (5 soal, α=0.81) dan kuesioner self-efficacy (20 pernyataan, α=0.87). Data dianalisis menggunakan Multivariate Analysis of Variance (MANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan secara simultan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol terhadap KPM dan self-efficacy (Pillai's Trace = 0.381, F = 18.752, p < .001). Uji lanjut membuktikan bahwa terdapat perbedaan signifikan pada KPM (F=18.329, p<.001) dan self-efficacy (F=15.874, p<.001), dimana kelompok eksperimen memperoleh nilai rata-rata yang lebih tinggi pada kedua variabel tersebut. Simpulan penelitian ini adalah model Flipped Classroom berbantuan Genially efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis dan self-efficacy siswa secara signifikan. Implikasi dari temuan ini mendukung integrasi teknologi interaktif dalam pembelajaran matematika yang berorientasi pada keterampilan abad 21

    Representasi Tokoh Perempuan Dalam Cerita Rakyat Air Mata Lilinita Karya Martha Telapary

    Get PDF
    Artikel ini bertujuan untuk mengkaji representasi tokoh perempuan dalam cerita rakyat Air Mata Lilinita karya Martha Telapary dengan menggunakan pendekatan feminisme Toril Moi. Cerita ini mengangkat kisah Lilinita, seorang perempuan yang hidup dalam sistem patriarki dan mengalami berbagai bentuk ketidakadilan, baik secara emosional, sosial, maupun simbolik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa teks cerita rakyat dalam antologi Cerita Rakyat Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease terbitan Kantor Bahasa Provinsi Maluku. Teknik analisis dilakukan melalui pembacaan kritis terhadap narasi, simbol, dan representasi tokoh utama perempuan dalam teks. Hasil analisis menunjukkan bahwa tokoh Lilinita direpresentasikan sebagai perempuan ideal menurut konstruksi budaya patriarkal: cantik, pendiam, penyabar, dan patuh. Ia mengalami dominasi dan penindasan dalam bentuk objektifikasi tubuh, pernikahan sepihak, serta tekanan emosional akibat ketiadaan keturunan. Meskipun demikian, air mata Lilinita menjadi simbol resistensi diam yang menyimpan kekuatan transformatif. Semburan air dari tempat ia menanam air matanya dimaknai sebagai ledakan emosional yang menghancurkan sistem penindasan, dan pada akhirnya menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat. Dengan demikian, artikel ini menyimpulkan bahwa melalui simbol air mata, pengalaman personal perempuan dalam cerita rakyat dapat dibaca sebagai bentuk kritik terhadap dominasi patriarkal serta pengakuan atas kekuatan spiritual dan sosial perempuan dalam budaya lokal. Kata Kunci: Perempuan, Feminisme, Cerita rakya

    PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN MODEL DICK & CAREY MATERI TAFSIR EMANSIPATORIS DALAM UPAYA DERADIKALISASI MAHASISWA PERGURUAN TINGGI AGAMA ISLAM DI INDONESIA

    Get PDF
    In recent decades, Indonesia has witnessed a concerning rise in radical actions, with various acts of violence frequently making headlines despite the government's efforts to foster a harmonious society. Radical groups come from diverse backgrounds, including ethnic and religious affiliations, with religious extremism often seen as the dominant force behind violent incidents. These conflicts, including those with religious motives, continue to emerge even within communities that uphold diversity and coexistence. In response, the development of an Emancipatory Tafsir Module seeks to help deradicalize students in Islamic higher education institutions by providing structured learning materials for Qur’anic Interpretation (Tafsir) courses. This initiative follows five key steps: (1) selecting the relevant course, (2) analyzing the syllabus, (3) defining clear learning objectives, (4) creating effective instructional strategies, and developing a comprehensive module. The module itself includes essential components such as a (a) concept map, (b) learning objectives, (c) lesson plans, (d) study materials, (e) summaries, (f) evaluations, and (g) references. (5) Finally, it undergoes expert review by specialists in Islamic education, Qur’anic studies, linguistics, and instructional design to ensure its effectiveness in promoting critical thinking and preventing radicalization among students.Sejumlah aksi radikal di Indonesia dalam beberapa dekade terakhir menunjukkan intensitas yang mengkhawatirkan. Berbagai aksi radikal dan kekerasan menjadi tranding topic di tengah-tengah upaya serius pemerintah membangun tatanan masyarakat yang harmonis. Berbagai kelompok radikal memperkenalkan latar belakang mereka, mulai dari yang berwajah etnis hingga agama. Kelompok radikal agama disebut sebagai yang dominan dalam melakukan sejumlah aksi kekerasan. Peristiwa konflik horizontal berlatarbelakang agama dapat disaksikan di tengah masyarkat yang menghargai perbedaan (plurality). Tujuan  pengembangan ini adalah menghasilkan   Modul Tafsir  Emansipatoris dalam upaya Deradikalisasi Mahasiswa Perguruan Tinggi Agama Islam di Indonesia, serta merancang materi untuk pembelajaran Tafsir Al-Qur’an di Perguruan Tinggi Islam dalam upaya deradikalisasi mahasiswa.  Pengembangan Modul Pembelajaran Model Dick And Carey Materi Tafsir Emansipatoris dalam upaya deradikalisasi mahasiswa Perguruan Tinggi Islam di  Indonesia ini dilakukan meliputi lima tahapan yaitu (1) menentukan mata kuliah yang akan dikembangkan, (2) mengidentifikasi silabus matakuliah yang akan dikembangkan, (3)  mengidentifikasi tujuan pembelajaran, menulis tujuan pembelajaran, mengidentifikasi tingkah laku masukan dan karakteristik mahasiswa, merumuskan tujuan pembelajaran, mengembangkan butir-butir tes, mengembangkan strategi pembelajaran, dan mengembangkan materi pembelajaran, (4) tahap penyusunan dan penulisan Modul yang mempunyai komponen pembelajaran yang meliputi  komponen-komponen  a) Peta Konsep  b) Tujuan Pembelajaran c) Skenario Pembelajaran d)  Uraian Materi e) Rangkuman f) Evaluasi, dan g) Daftar pustaka.  (5)  meliputi kajian ahli bidang Pendidikan Islam dan tafsir, ahli bahasaa, dan ahli desain pembelajaran

    A Identifikasi Spesies Tumbuhan sebagai Sumber Belajar Botani pada Fakultas MIPA-UNM

    No full text
    Identification, often referred to as determination, is the process of determining whether a plant is identical to a group of plants that have previously been classified and named. When a plant is to be identified, the first step is to thoroughly study the plant. All morphological traits (such as the position, shape, size, and number of parts of leaves, flowers, and fruits) need to be analyzed so that the characteristics of the plant being identified are fully understood. Botanical learning resources encompass everything used to facilitate learning about plants, including their structure, function, classification, and ecological interactions. These resources assist students or researchers in understanding various aspects of botany. This study aims to provide a comprehensive overview of the plant species present. The research method used is descriptive exploratory. The subjects of this study are the plant species found at the Faculty of Mathematics and Natural Sciences (MIPA) at UNM. Data collection was conducted in two stages: exploration and field observation. The results of this method were then analyzed by listing all identified plant characteristics in tables and photographs, which were then described descriptively. The findings indicate that there are 44 plant species at the Faculty of MIPA-UNM, belonging to the families Arecaceae, Combretaceae, Agavaceae, Euphorbiaceae, Myrtaceae, Iridaceae, Solanaceae, Araliaceae, Liliaceae, Meliaceae, Sapotaceae, Apocynaceae, Malvaceae, Anacardiaceae, Moraceae, Heliconiaceae, Amaranthaceae, Rubiaceae, Cannaceae, Verbenaceae, Rutaceae, Annonaceae, Nytainaceae, Vitaceae, and Crassulaceae. Therefore, the plant species found at the Faculty of MIPA-UNM are well-suited to serve as botanical learning resources.  Keywords: Identification, Plants, Faculty of MIPA-UNMIdentifikasi atau sering disebut determinasi, adalah kegiatan untuk menentukan apakah suatu tumbuhan dianggap identik dengan kelompok tumbuhan yang sebelumnya telah diklasifikasikan dan diberi nama. Jika suatu tumbuhan akan diidentifikasi, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah mempelajari tumbuhan itu sebaik-baiknya. Semua sifat morfologi (seperti posisi, bentuk, ukuran, dan jumlah bagian-bagian daun, bunga dan buah) perlu dianalisis sehingga ciri-ciri tumbuhan yang akan diidentifikasi itu dikuasai sepenuhnya. Sumber belajar botani adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk memfasilitasi pembelajaran tentang tumbuhan, baik dari segi struktur, fungsi, klasifikasi, maupun interaksi ekologisnya. Sumber belajar ini mencakup materi yang membantu mahasiswa, atau peneliti dalam memahami berbagai aspek ilmu botani. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang komprehensif tentang spesies-spesies tumbuhan yang ada. Jenis metode penelitian ini adalah deskriptif eksploratif. Dalam penelitian ini subjek yang digunakan adalah spesies tumbuhan yang terdapat pada Fakultas MIPA-UNM. Pengumpulan data dilakukan melalui 2 tahap yakni melalui penjelajahan dan pengamatan lapangan. Hasil dari metode ini kemudian dianalisis dengan cara mendaftarkan semua karakteristik tumbuhan tersebut yang telah diidentifikasi ke dalam bentuk tabel serta foto dan kemudian akan dijelaskan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 44 spesies tumbuhan di Fakultas MIPA-UNM yang termasuk dalam familia Arecaceae, Combretaceae, Agavaceae, Euphorbiaceae, Myrtaceae, Iridaceae, Solanaceae, Araliaceae, Liliaceae, Meliaceae, Sapotaceae, Apocynaceae, Malvaceae, Anacardiaceae, Moraceae, Heliconiaceae, Amaranthaceae, Rubiaceae, Cannaceae, Verbenaceae, Rutaceae, Annonaceae, Nytainaceae, Vitaceae, dan Crassulaceae. Dengan demikian spesies tumbuhan yang terdapat pada Fakultas MIPA-UNM telah layak untuk menjadi sumber belajar botani

    VAN HIELE-BASED LEARNING TO ACCELERATE PUPILS' UNDERSTANDING OF QUADRILATERAL

    Get PDF
    According to the National Council of Teachers of Mathematics (NTCM), students must own geometry capabilities. However, the ability of students to understand geometry is still too low, which causes understanding concepts and skills. Students geometry ability in breakdown problems are still very weak, and geometry is taught less to students with abilities. According to Van Hiele, learning geometry has three main elements: time, materials, and teaching methods. This study aims to describe the development of learning devices based on Van Hiele's theory that can accelerate students' understanding of geometry material. This research is a development research. The learning tools developed, lesson plans, and student books were created using the ADDIE model. Subject in study this is student class VII of UPT SMP Negeri 11 Gresik. Data collection techniques use notes field, questionnaire, and test understanding geometry. Quality results development device learning must fulfill three criteria that are validity, practicality, and effectiveness. Based on the results of data analysis, it can be concluded that: 1. valid (average total validity of RPP is 4.17 and average total validity of  book student by 4.29); 2. practical (average value A ( can used without revision ) for aspect theory, and average percentage mark response student, namely 90.6% (very positive ) for aspect practice ; 3. effective (percentage completeness all over student by 92.59%). The developed Van Hielel theory-based learning device can accelerate students' understanding of geometry material and meet the valid, practical, and effective criteri

    PEER TEACHING-BASED LEARNING ASSISTED BY MANIPULATIVE MEDIA IN IMPROVING STUDENTS' UNDERSTANDING AND SKILLS IN ADVANCED MATHEMATICS COURSES

    Get PDF
    This study aimed to analyze peer teaching-based learning assisted by manipulative media in improving students' understanding and skills in advanced mathematics courses. The study employed a descriptive quantitative approach along with a qualitative approach, involving 32 students from the PGMI program, semester 3, at the University of Muhammadiyah Bima. The research instrument were the tests to measure understanding and media development skill. Then the second instrument were the questionnaires to measure students' perceptions of the learning process, media development, and understanding. Data were analyzed using descriptive qualitative for the description of test answers, and descriptive statistics for the questionnaire results. The results showed that students' perception of the peer teaching process assisted by manipulative media was rated as very good (75%), the development of learning media was rated as very good (78.13%), and students' understanding of advanced mathematics material was rated as very good (68.75%). Students' learning outcomes met the graduation criteria with 100% of students achieving the required passing grade, supported by excellent peer teaching skills. The findings concluded that the application of peer teaching assisted by manipulative media can enhance students' motivation and positive perceptions of the mathematics learning process, increase creativity in developing relevant and interactive concrete media, and optimize students' conceptual understanding and analytical skills

    Dekonstruksi DEKONSTRUKSI NUSYUZ untuk Standard Pemenuhan Tanggung Jawab Keuarga (Pandangan FAQIHUDDIN ABDUL KODIR dan ANALISIS KOMPILASI HUKUM ISLAM): Dekonstruksi Nusyuz menuurut Faqihudin Abdul Kodir, Dekonstruksi Nussyuz menurut Kompilai Hukum Islam, Analisis Studi Perbandingan Dekonstruksi Nusyuz menurut Faqihudin Abdul Kodir dan Kompilasi Hukum Islam

    No full text
    The assumption that the concept of nusyuz in Islamic law tends to be patriarchal bias so that there needs to be a deconstruction of the meaning in a gender-fair manner. So the purpose of this study departs from Faqihuddin Abdul Qodir's review which raises. The issue of mutuality to analyze the concept of nusyuz, its similarities and comparisons between Faqihuddin Abdul Qodir's perspective and the Compilation of Islamic Law fairly and in depth. This study uses a descriptive-qualitative method accompanied by a literature study (library research). The results of this study can be summarized as first, in the Compilation of Islamic Law, nusyuz can be defined as an attitude when a wife does not want to carry out her obligations, namely: the main obligation to be devoted physically and mentally to her husband and other obligations are to organize and manage daily household needs as well as possible. Second, the perspective of Faqihuddin Abdul Kodir, a figure who initiated the theory of mubadalah (mutuality) between men and women, stated that from the perspective of mubadalah, nusyuz is the opposite of obedience which is negatively oriented towards relationships. It is done by either husband or wife. Third, the analysis of the meaning of nusyuz can be reviewed from the KHI and the perspective of Faqihuddin Abdul Kodir to be more comprehensive. There is a difference in the meaning of nusyuz between the Compilation of Islamic Law and Faqihuddin Abdul Kodir which lies in the allocation and standard of fulfillment of family responsibilities. The similarities are found in the source of interpretation and the purpose of marital balance. In this analysis, the presence of Faqihuddin Abdul Qodir's concept of mutuality can be used as a reference in building the enforcement of nusyuz in Family Law that is more gender-equitable today. Keywords: Nusyuz, Deconstruction, Compilation of Islamic Law, Faqihuddin Abdul KodirProblematika dalam hubungan suami-istri sering muncul karena ketimpangan. Ketimpangan tersebut terjadi karena adanya pembangkangan yang dilakukan oleh salahsatu pihak, baik istri ataupun suami. Dalam diskursus Islam, Istilah pembangkangan yang dilakukan oleh salah satu pihak dinamakan dengan nusyuz. Untuk menjustifikasi suatu tindakan istri termasuk nusyuz atau tidak dengan segenap konsekuensinya, harus secara adil. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk: mengetahui bagaimana nusyuz menurut Kompilasi Hukum Islam; mengetahui bagaimana nusyuz menurut Faqihuddin Abdul Kodir; mengetahui bagaimana perbedaan dan persamaan nusyuz menurut Kompilasi Hukum Islam dan Faqihuddin Abdul Kodir. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus disertai kajian kepustakaan. Hasil dari penelitian ini dapat dirangkum menjadi pertama, Dalam Kompilasi Hukum Islam nusyuz dapat didefinisikan sebagai sebuah sikap ketika istri tidak mau melaksanakan kewajibannya, yaitu: kewajiban utama berbakti lahir dan batin kepada suami dan kewajiban lainnya adalah menyelenggarakan dan mengatur keperluan rumah tangga sehari-hari dengan sebaik-baiknya. Kedua, perspektif Faqihuddin Abdul Kodir seorang tokoh pencetus teori mubadalah (kesalingan) antara laki-laki dan perempuan menyatakan bahwa dilihat dari perspektif mubadalah, nusyuz adalah kebalikan dari taat yang berorientasi negatif pada hubungan. Itu dilakukan oleh suami ataupun istri. Ketiga, Analisis pemaknaan nusyuz dapat ditinjau dari KHI dan perspektif Faqihuddin Abdul Kodir agar lebih komprehensif. Terdapat perbedaan makna nusyuz antara Kompilasi Hukum Islam dan Faqihuddin Abdul Kodir terletak pada peruntukkan dan standard pemenuhan tanggung jawab keluarga. Persamaannya terdapat dalam sumber penafsiran dan tujuan keseimbangan perkawinan. Kata Kunci: Nusyuz, Dekonstruksi, Kompilasi Hukum Islam, Faqihuddin Abdul Kodi

    Eksplorasi Ekonomi dalam Novel Kubah Melalui Lensa New Historicsm

    Get PDF
    Abstrak : Novel “Kubah” karya Ahmad Tohari merupakan karya sastra yang kompleks dan sarat dengan makna ekonomi dan politik. Artikel ini mengkaji eksplorasi ekonomi dan politik dalam novel tersebut melalui lensa New Historicism. Pendekatan ini menekankan pentingnya konteks sejarah dan budaya dalam memahami makna sastra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel “Kubah” menggambarkan kondisi ekonomi dan politik masyarakat pedesaan Indonesia pada masa Orde Baru. Analisis ini menelusuri bagaimana struktur ekonomi yang timpang, diwujudkan melalui kontrol sumber daya dan distribusi kekayaan yang tidak merata, menciptakan hierarki sosial dan konflik.  Novel ini juga mengkritik ideologi kapitalisme dan politik otoritarian. Melalui analisis ini,  kita dapat mengapresiasi kekayaan dan kedalaman makna yang terkandung dalam novel Kubah, dan bagaimana karya tersebut berkontribusi pada pemahaman kita tentang hubungan rumit antara ekonomi, politik, dan kehidupan manusia. Kata kunci: New Historicism, novel “Kubah”, ekonom

    KEANEKARAGAMAN LICHEN SEBAGAI BIOINDIKATOR KUALITAS UDARA DI UNIVERSITAS JEMBER

    No full text
    Lichen is an indicator plant that is sensitive to air pollution. This sensitivity is indicated by changes in state, body resistance, and reactions to environmental changes. This study aims to evaluate air quality in the University of Jember environment by using lichen as a bioindicator. The selection of the University of Jember as the research site was based on its unique environmental conditions, namely the presence of high motor vehicle activity, the presence of industry, and also the extent of green areas. Data were obtained through lichen sampling in 15 faculties and analyzed using the Air Quality Index of Atmospheric Purify (IAP). The results showed low average IAP values, indicating poor air quality in the campus environment. The Faculty of Computer Science and Faculty of Agriculture had the lowest IAP values, indicating the highest levels of pollution. Correlations between IAP values and the presence of green spaces and human activity showed that these factors significantly affected air quality. A decrease in lichen diversity indicates an increase in air pollutants, especially from vehicle exhaust. This study concludes that lichens can be an effective tool for monitoring air quality in urban environments, particularly in campus areas. Keyword: Air Quality, Bioindicators, Lichen, PollutionLichen adalah tanaman indikator yang sensitif terhadap polusi udara. Sensitivitas tersebut ditunjukkan dengan perubahan keadaan, daya tahan tubuh, dan reaksi terhadap perubahan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas udara di lingkungan Universitas Jember dengan menggunakan lichen sebagai bioindikator. Pemilihan Universitas Jember sebagai tempat penelitian didasarkan pada kondisi lingkungannya yang khas, yaitu adanya aktivitas kendaraan bermotor yang tinggi, adanya industri, dan juga luasnya area hijau. Data diperoleh melalui pengambilan sampel lichen di 15 fakultas dan dianalisis menggunakan Indeks Kualitas Udara Atmosfer (IAP). Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata IAP yang rendah, mengindikasikan kualitas udara yang buruk di lingkungan kampus. Fakultas Ilmu Komputer dan Fakultas Pertanian memiliki nilai IAP terendah, yang mengindikasikan tingkat polusi tertinggi. Korelasi antara nilai IAP dengan keberadaan ruang hijau dan aktivitas manusia menunjukkan bahwa faktor-faktor ini secara signifikan mempengaruhi kualitas udara. Penurunan keanekaragaman lichen mengindikasikan adanya peningkatan polutan udara, terutama dari knalpot kendaraan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa lichen dapat menjadi alat yang efektif untuk memantau kualitas udara di lingkungan perkotaan, terutama di area kampus

    1,463

    full texts

    1,708

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Journal Institut Agama Islam Negeri Ambon
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇