E-Journal STKIP-MB - Jurnal Muara Pendidikan STKIP Muhammadiyah Muara Bungo
Not a member yet
    384 research outputs found

    SOSIALISASI PERAN ORANG TUA PADA ANAK TERHADAP PENGGUNAAN TEKNOLOGI DI DESA SUNGAI KAPAS KABUPATEN MERANGIN

    No full text
    Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman terhadap orang tua akan pentingnya peranan orang tua pada anak dalam penggunaan teknologi saat ini. Metode kegiatan yang digunakan adalah sosialisasi. Hasil kegiatan menunjukkan peranan orang tua sangat diperlukaan dalam bentuk pengawasan dan pendampingan kepada anak agar terhindar dari penyalahgunaan teknologi. Pada pendampingan, peran ayah hanya memantau kegiatan anak, karena mereka lebih banyak bekerja di luar rumah. Sedangkan ibu memiliki banyak waktu bersama anak, karena sebagai ibu rumah tangga dapat mendampingi anak dalam beraktivitas. Pengetahuan ayah dan ibu mengenai dampak penggunaan teknologi bagi anak merupakan faktor pendukung peran orangtua, sedangkan faktor penghambat dapat dilihat dari peran ayah yang memiliki keterbatasan waktu dalam mendampingi anak karena harus bekerja, dan ibu lebih kepada kurangnya pengetahuan serta pendidikan rendah, serta kelemahan dalam pengasuhan yang cendrung menuruti kemauan anak. Beberapa peran tambahan yang dapat dilakukan orang tua yaitu, 1). Mendampingi anak dalam menggunakan teknologi. Pentingnya pendampingan orang tua untuk memberikan pengawasan dan dapat meningkatkan keharmonisan orang tua dan anak. 2). Mempersiapkan anak menghadapi kencangnya perkembangan teknologi.This community service aims to provide understanding to parents of the importance of the role of parents in children in the use of technology today. The method of activity used is socialization. The results of the activity showed the role of parents is greatly abused in the form of supervision and mentoring to children in order to avoid misuse of technology. In mentoring, the father's role only monitors the child's activities, as they work more outside the home. While the mother has a lot of time with the child, because as a housewife can accompany the child in activities. Father and mother's knowledge about the impact of the use of technology for children is a supporting factor of parenthood, while the inhibitory factor can be seen from the role of the father who has limited time in accompanying the child because he has to work, and the mother is more to the lack of knowledge and low education, as well as weaknesses in parenting that cendrung obey the will of the child. Some additional roles that parents can perform are, 1). Assisting children in using technology. The importance of parental assistance to provide supervision and can improve the harmony of parents and children. 2). Preparing children to face the rapid development of technology

    HASIL BELAJAR MATERI FPB DAN KPK MELALUI METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD

    Full text link
    The implementation of mathematics learning in MIN 4 Bungo must be created actively, innovatively, creatively, effectively, and pleasantly through STAD's educational cooperative learning. This condition indicates that the STAD cooperative learning model has not been implemented or used optimally for mathematics learning on FPB and KPK material, including in MIN 4 Bungo. Therefore, Classroom Action Research was carried out in collaboration with teachers and principals. The goal is to describe the effectiveness of using STAD cooperative learning to improve the quality of learning. Classroom Action Research uses descriptive qualitative methods of cycle models: planning, implementing, observing, and reflecting. The subjects were students and teachers of class V MIN 4 Bungo Semester I in 2019. The results: (1) For mathematics learning in class V MIN 4 Bungo requires STAD cooperative learning model. (2) The application of STAD cooperative learning can improve understanding of the FPB and KPK concepts. (3) Improvements in mathematics learning in grade V MI can be carried out through CAR so that the learning process and the results are better quality. (4) The obstacle is limited time, materials / teaching aids, and the ability of teachers and students. Conclusion: The handling of problems faced by students of class V MIN 4 Bungo in improving understanding of the FPB and KPK concepts through STAD cooperative learning needs to be carried out in a planned, systematic and sustainable manner so that students gradually master the competencies related to mathematics learning.Pembelajaran matematika di MIN 4 Bungo pelaksanaannya harus diciptakan secara aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan melalui pembelajaran kooperatif STAD secara edukatif. Kondisi ini menunjukkan belum dilaksanakan atau digunakan model pembelajaran kooperatif STAD secara optimal untuk pembelajaran matematika pada materi FPB dan KPK, termasuk di MIN 4 Bungo. Oleh karena itu dilaksanakan Penelitian Tindakan Kelas melalui kolaborasi dengan guru dan kepala sekolah. Tujuannya mendeskripsikan efektifitas penggunaan pembelajaran kooperatif STAD untuk perbaikan mutu pembelajaran. Penelitian Tindakan Kelas menggunakan metode deskriptif kualitatif model siklus: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjeknya adalah siswa dan guru kelas V MIN 4 Bungo Semester I tahun 2019. Hasilnya: (1) Untuk pembelajaran matematika kelas V MIN 4 Bungo dibutuhkan Pemelajaran model kooperatif STAD. (2) Penerapan pembelajaran kooperatif STAD dapat meningkatkan pemahaman konsep FPB dan KPK. (3) Perbaikan pembelajaran matematika kelas V MI dapat dilakukan melalui PTK sehingga proses pembelajaran maupun hasilnya meningkat lebih bermutu. (4) Kendalanya adalah keterbatasan waktu, bahan / alat peraga, serta kemampuan  guru dan siswa. Kesimpulan: Penanganan masalah yang dihadapi siswa kelas V MIN 4 Bungo dalam meningkatkan pemahaman konsep FPB dan KPK melalui pembelajaran kooperatif STAD perlu dilakukan secara terencana, sistematis dan berkelanjutan sehingga secara bertahap siswa menguasai kompetensi yang berhubungan dengan pembelajaran matematika

    INTELIGENSI DAN BAKAT SERTA IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN

    Full text link
           This study aims to determine the differences that exist in individuals viewed from the aspect of intelligence, talent and implications in learning. Individual differences are a gift given by God to humans, where between one individual and another there must be differences. It is very important for educators to understand the differences that exist in students. By knowing the causes that influence individual differences, educators can provide equal treatment to students. The method used is a literature study by processing and analyzing a number of relevant literature. Data were analyzed, grouped, and interpreted to determine the factors that influence individual differences. The results show that individual differences based on intelligence, talent in learning are a concern for educators in developing the potential that exists in students, this needs to also be supported by parents of students so that students are more enthusiastic in learning, channeling the talents of students, and how to respond to individual differences who have different intelligence and talents in learning in the school environment.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang ada pada individu dilihat dari aspek intelegensi, bakat  dan implikasinya dalam  pembelajaran. Perbedaan individu merupakan suatu anugrah yang diberikan tuhan kepada manusia, dimana antara individu yang satu dengan individu yang lainnya pasti memiliki perbedaan. Penting sekali bagi pendidik untuk memahami perbedaan yang ada pada peserta didik. Dengan mengetahui penyebab yang mempengaruhi perbedaan individu pendidik bisa memberikan perlakuan yang sama terhadap peserta didik. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan mengolah dan menganalisis dari sejumlah literatur yang relevan. Data dianalisis, dikelompokkan, dan diinterpretasikan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi perbedaan individu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan individu berdasarkan intelegensi, bakat dalam pembelajaran menjadi perhatian bagi pendidik dalam mengembangkan potensi yang ada pada peserta didik, hal ini perlu juga didukung oleh orang tua peserta didik agar peserta didik lebih antusias dalam pembelajaran, menyalurkan bakat yang dimiliki peserta didik, serta bagaimana cara menyikapi perbedaan individu yang memiliki intelegensi dan bakat yang berbeda dalam pembelajaran dilingkungan sekolah

    UPAYA MENINGKATKAN PROSES DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN INDEX CARD MATCH DI KELAS V SD NEGERI 60/II MUARA BUNGO KECAMATAN RIMBO TENGAH KABUPATEN BUNGO

    No full text
    The problem in this study is the low value of the process and results of learning mathematics in class V SD Negeri 60 / II Muara Bungo, this is evidenced by the results of observations with the class V homeroom teacher. The aim of this research is to describe the application of the index card match model in the learning process. learners and students' thinking skills. This type of research is classroom action research (PTK). This study consisted of 2 cycles, each cycle carried out through 4 stages, namely planning, action, observation and reflection and consisted of 2 meetings. The results of the application of the index card match model were carried out by the following steps: (1) Delivering objectives and motivating students, (2) Presenting information, (3) Organizing students into study groups, (4) Guiding students in study groups, ( 5) evaluation, so as to improve the process and results of learning mathematics in class V SD Negeri 60 / II Muara Bungo with the percentage of teacher teaching activities, namely 60% in cycle I meeting I, 75% in cycle I meeting II, 80% in cycle II meeting I, 87% cycle II at the second meeting. As well as an increase in the learning process of students as indicated by learning activities by 58% in the first cycle of meeting I, 70% in the first cycle of the second meeting, 75% in the second cycle of the first meeting, 80% in the second cycle of the second meeting, and the percentage of students' learning completeness. from pre-action 43% as many as 13 people who reached KKM, increased to 53% as many as 16 people who reached KM, increased to 80% as many as 24 people who reached KKM.Masalah dalam penelitian ini ialah rendahnya nilai proses dan hasil pembelajaran Matematika di kelas V SD Negeri 60/II Muara Bungo, hal ini dibuktikan dengan hasil observasi Bersama wali kelas V. Tujuan peneliti ini ialah untuk mendeskripsikan penerapan model index card match pada proses belajar peserta didik dan kemampuan berpikir peserta didik. Jenis penelitian adalah penelitian Tindakan kelas (PTK). Penelitian ini terdiri dari 2 siklus, setiap siklus dilaksanakan melalui 4 tahap, yaitu perencanaan, Tindakan, observasi dan refleksi dan terdiri dari 2 kali pertemuan. Hasil penerapan model index card match dilakukan dengan Langkah-langkah : (1) Menyampaikan tujuan dn memotivasi peserta didik, (2) Menyajikan infomasi , (3) Mengorganisasikan peserta didik ke dalam kelompok belajar, (4) Membimbing peserta didik dalam kelompok belajar,(5) evaluasi, sehingga dapat meningkatkan proses dan hasil pembelajaran matematika di kelas V SD Negeri 60/II Muara Bungo dengan prsentase aktivitas mengajar guru yaitu 60% pada siklus I pertemuan I, 75% pada siklus I pertemuan II, 80% pada siklus II pertemuan I, 87% siklus II pada pertemuan II. Serta peningkatan proses belajar peserta didik yang ditunjukkan dengan aktivitas belajar sebesar 58% pada siklus I pertemuan I, 70% pada siklus I pertemuan II, 75% pada siklus II pertemuan I, 80% pada siklus II pertemuan II, dan persentase ketuntasan belajar peserta didik dari pra Tindakan 43% sebanyak 13 orang yang mencapai KKM,meningkat menjadi 53% sebanyak 16 orang yang mencapai KM, meningkat menjadi 80% sebanyak 24  orang yang mencapai KKM

    ANALISIS KECEPATAN DAN KELENTURAN TERHADAP KEMAMPUANDRIBBLING PEMAIN SEPAK BOLA SSB PUTRA LINTAS

    Full text link
    ABSTRACT This study was based on the background of weak ball possession or the dribbling speed of the Putra Lintas soccer player so that it could not be controlled properly and the ball was released from control and made it easier for the opponent to grab the ball. In addition, players who do not have good speed appear sluggish in dribbling the ball and players who do not have good flexibility look stiff and often have collisions with opponents which cause injury to the player himself. The research method belongs to the type of research that is descriptive. Analysis using a quantitative approach aims to determine and analyze the speed and flexibility of the dribbling abilities of soccer players. The independent variable is speed (X1) and flexibility (X2), while the dependent variable is the dribbling ability of the SSB Putra Lintas Muara Bungo soccer player (Y). The results showed that speed made a significant contribution to the Dribbling Ability of SSB Putra Lintas soccer players by 42.1% .2. Then Flexibility made a significant contribution to the Dribbling Ability of SSB Putra Lintas soccer players by 16.4% .3. Speed ​​and Flexibility together provide significant contributions to Dribbling Ability by 16.1%.   Key words: Analysis; Speed; Flexibility; Dribbling; SoccerPenelitian ini berlatar belakang lemahnya penguasaan bola atau kecepatan gerakan dribbling bola pemain sepak bola Putra Lintas sehingga tidak dapat dikontrol secara baik dan bola terlepas dari penguasaan serta memudahkan lawan untuk merebut bola. Di samping itu pemain yang tidak memiliki kecepatan yang baik terlihat lamban dalam dribbling bola dan pemain yang tidak memiliki kelenturan yang baik terlihat kaku dansering terjadi benturan dengan lawan yang menyebabkan cidera pada pemain itu sendiri. Metode penelitian tergolong pada jenis penelitian yang bersifat deskriptif. Analisis yang menggunakan pendekatan kuantitatif bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kecepatan dan kelenturan terhadap kemampuan dribbling pemain sepak bola. Variable bebas yaitu kecepatan (X1) dan kelenturan (X2), sedangkan variabel terikatnya yaitu kemampuan dribbling pemain Sepak bola SSB Putra Lintas Muara Bungo (Y). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecepatan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap Kemampuan Dribbling pemain Sepak bola SSB Putra Lintas sebesar42,1%.2. kemudian Kelenturan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap Kemampuan Dribbling pemain Sepak bola SSB Putra Lintas sebesar 16.4%.3. Kecepatan dan Kelenturan memberikan kontribusi yang signifikan secara bersama-sama terhadap Kemampuan Dribbling sebesar 16.1%.   Kata Kunci: Analisis; Kecepatan; Kelenturan; Dribbling; Sepak bol

    ANALISIS SPIKE ATLET BOLA VOLI PASIR INDONESIA

    Full text link
    Abstract   Spike is the main weapon used in volleyball games. The purpose of this research was to determine the contribution of spike movement to ball speed. This research used a descriptive correlational method and purposive sampling technique. Samples of this study were 8 volleyball PPLM Yogyakarta athletes. The instrument used in this study was based on 2-dimensional analysis using kinovea software and radar speed gun to determine the speed of the ball. Data analysis was processed using SPSS software version 23. From the results of data analysis there was a significant contribution between angular velocity leg support at take-off to ball speed with contribution value 0,023 < 0,05, and there was a significant contribution between heigh jump at impact ball to ball speed with a contribution value of 0.031 <0.05. These results can support sports coaches in optimizing athletic performance with adequate technical training and using kinematic cues from opposing volleyball players to anticipate the direction of the spike.   Keywords : 2D Kinematic ; Spike ; Beach volleyball  Abstrak   Spike merupakan senjata utama yang digunakan dalam permainan bolavoli. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kontribusi rangkaian gerakan spike yang dilihat secara biomekanik dengan kecepatan bola. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelational dan teknik purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah atlet PPLM Yogyakarta yang ini berjumlah 8 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berbasis analisis 2 dimensi dengan menggunakan software kinovea dan radar speed gun untuk mengetahui kecepatan bola. Analisis data diolah dengan menggunakan SPSS software versi 23. Dari hasil analisis data terdapat hubungan yang signifikan antara angular velocity leg support at take-off dengan kecepatan bola dengan nilai kontribusi 0,023 < 0,05, dan terdapat hubungan yang signifikan antara height jump dengan kecepatan bola dengan nilai kontribusi 0,03 < 0,05. Hasil penelitian ini dapat menjadi evaluasi bagi pelatih dalam mengoptimalkan performa atlet dengan latihan teknik yang menggunakan isyarat kinematik khususnya dalam teknik spike.   Kata kunci: 2D Kinematik, Spike, Bolavoli Panta

    PEMECAHAN MASALAH BERBASIS KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA

    Full text link
    This research is motivated by the fact in schools that mathematics learning is carried out by the teacher only with the flow of providing information, lectures, practice questions, and giving assignments, without being given the opportunity to find out on their own. Many approaches can be used to change the way teachers teach. The problem of this research is how to apply a contextual approach to improve the learning outcomes of story questions about FPB in class IV SD Negeri 05 / VIII Balai Rajo. While the use of this discussion is as a reference for teachers to use a contextual approach in mathematics learning, especially in problem solving learning. To arrive at the objectives and benefits of this study, a classroom action research was conducted. The research method was conducted using Classroom Action Research. The research procedure starts with planning, implementing, observing (observation), and reflecting. This research was conducted in two cycles, each cycle carried out two meetings. Each cycle carried out a contextual approach and proved that there was an increase in student learning outcomes in the material for solving story questions related to FPB and KPK at IV SD Negeri 05 / VIII Balai Rajo. It can be seen that student learning outcomes increased from the class average of 71.11 in the first cycle to 88.6 in the second cycle. There was also an increase in student activity in the first cycle, only 65 to 80 in the second cycle. This shows that contextual-based problem solving learning can improve student learning outcomes and activities.Penelitian ini dilatar belakangi dengan kenyataan di sekolah bahwa pembelajaran matematika yang dilaksanakan oleh guru hanya dengan alur memberikan informasi, ceramah, latihan soal, dan pemberian tugas, tanpa adanya diberi kesempatan untuk menemukan sendiri. Banyak pendekatan yang dapat digunakan untuk merubah cara mengajar yang dilakukan oleh guru. Masalah penelitian ini adalah bagaimanakah penerapan pedekatan kontekstual untuk meningkatkan hasil pembelajaran soal cerita tentang FPB di kelas IV SD Negeri 05/VIII Balai Rajo Sedangkan kegunaan pembahasan ini adalah sebagai acuan bagi para guru untuk menggunakan pendekatan kontektual dalam pembelajaran matematika terutama dalam pembelajaran pemecahan masalah. Untuk sampai pada tujuan dan manfaat penelitian ini, dilakukan penelitian tindakan kelas Metode penelitian yang dilakukan berjenis Penelitian Tindakan Kelas. Prosedur penelitian dimulai dengan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan (observasi), dan refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus setiap siklus dilakukan dua kali pertemuan. Setiap siklus dilakukan pendekatan kontekstual dan membuktikan terjadinya peningkatan hasil belajar siswa pada materi penyelesaian soal cerita berhubungan dengan FPB dan KPK di IV SD Negeri 05/VIII Balai Rajo. Terlihat hasil belajar siswa meningkat dari rata-rata kelas 71,11 pada siklus I menjadi 88,6 pada siklus II, juga terjadi peningkatan aktivitas siswa pada siklus I hanya 65 menjadi 80 pada siklus II. Ini menunjukkan pembelajaran pemecahan masalah berbasis kontektual dapat meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa

    ANALISIS KEBUTUHAN FUNGSIONAL APLIKASI PENANGANAN KELUHAN MAHASISWA STUDI KASUS: STMIK ROSMA KARAWANG

    Full text link
    In the current era of globalization, the very rapid development of information technology cannot be avoided, one of which is in the world of education. Global demands require the education sector to constantly adjust technological developments with efforts to improve the quality of education, adjust the use of information and communication technology. STMIK Rosma is a university that uses computer technology. However, there are still deficiencies, namely the absence of a student complaint handling application so that there is no time efficiency in submitting student complaints, no data on student complaints, and staff cannot document complaints that have been resolved, and the university leadership of the campus cannot monitor student complaints. STMIK Rosma has difficulties in handling student complaints because there is no computational process in the complaint handling process. This resulted in poor handling and decreased performance because the handling was still manual so that it was no longer effective in handling complaints. This study aims to analyze the functional requirements of the application for handling complaints of STMIK Rosma students. The method used in this study uses PIECES (Performance, Information, Economy, Control, Efficiency and Service). The results of this study, based on the problems that the root of the problem has been identified, are based on the input and output processes and their solutions, which are the basis for producing an analysis of functional requirements needed in building student complaint handling applications.Di era globalisasi saat ini, perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat tidak dapat dihindari salah satunya pada dunia pendidikan. Tuntutan global menuntut sektor pendidikan untuk senantiasa menyesuaikan perkembangan teknologi dengan upaya peningkatan kualitas pendidikan, menyesuaikan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. STMIK Rosma merupakan perguruan tinggi yang memanfaatkan teknologi komputer. Namun, masih terdapat kekurangan yaitu belum adanya aplikasi penanganan keluhan mahasiswa sehingga tidak adanya efisiensi waktu dalam menyampaikan keluhan mahasiswa, tidak terdatanya keluhan mahasiswa, dan staf tidak dapat mendokumentasikan keluhan yang telah diselesaikan, serta pimpinan peguruan tinggi kampus tidak dapat memantau keluhan mahasiswa. STMIK Rosma ini mengalami kesulitan dalam penanganan keluhan mahasiswa karena belum adanya proses komputasional pada proses penanganan keluhan. Hal ini mengakibatkan penanganan yang kurang baik dan membuat kinerja menurun karena penanganan yang dilakukan masih manual sehingga menjadi tidak efektif lagi dalam penanganan keluhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan fungsional aplikasi penanganan keluah mahasiswa STMIK Rosma. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan PIECES (Performance, Information, Economy, Control, Eficiency and Service). Hasil dari penelitian ini, berdasarkan masalah-masalah yang sudah teridentifikasi akar masalahnya berdasarkan proses input dan output beserta solusinya yang menjadi landasan dalam menghasilkan analisis kebutuhan-kebutuhan fungsional yang diperlukan dalam membangun aplikasi penanganan keluhan mahasisw

    KENDALA PANDEMI COVID-19 TERHADAP PROSES PEMBELAJARAN ONLINE DI MIN 4 BUNGO

    Full text link
    Pademi covid-19 has disrupted the conventional learning process. So a solution is needed to answer these problems. Online learning is one alternative that can solve this problem. The research objective was to determine the obstacles faced by teachers, students and parents when teaching online at MIN 4 Bungo. This research method uses a qualitative case study, which is used to obtain information about the problems formulated by the author. Data collection techniques which include; Online observations and interviews. Respondents needed in this study were students and parents of class V at MIN 4 Bungo, totaling 30 people. The main obstacle faced is the lack of facilities owned by students when studying online because not all students have smartphones or computers as learning media used online. Apart from that, another obstacle is the internet package that cannot be reached by all students. The lack of knowledge about the use of technology and the considerable expenditure are obstacles to the learning process.Pademi covid-19 telah mengganggu proses pembelajaran secara konvensional, khususnya provinsi Jambi kabupaten Bungo. Permasalahan ini tentunya diperlukan solusi untuk menjawabnya. Pembelajaran secara daring adalah salah satu alternative yang dapat mengatasi masalah tersebut. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi oleh guru, peserta didik dan orang tua pada saat mengajar daring di MIN 4 Bungo. Metode penelitian ini menggunakan studi kasus kualitatif, yang digunakan untuk mendapatkan informasi mengenai permasalahan yang dirumuskan. Teknik pengumpulan data yang meliputi; Observasi secara online dan wawancara secara daring. Responden yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah siswa dan orang tua kelas V di MIN 4 Bungo yang berjumlah 30 orang. Kendala utama yang dihadapi adalah kurangnya fasilitas yang dimilki oleh siswa ketika belajar daring karena tidak semua siswa memiliki Smarthphone ataupun komputer sebagai media pembelajaran yang digunakan pada saat daring. Selain itu kendala lain adalah paket internet yang tidak bisa dijangkau oleh semua siswa. Minimnya pengetahuan mengenai penggunaan teknologi dan pengeluaran yang cukup besar menjadi kendala proses pembelajaran berlangsung

    Analisis Buku "Pathway to English" Untuk Kelas 11 berdasarkan Silabus pada Kurikulum 2013

    No full text
    This research was conducted to find out whether the “Pathway to English” textbook of the 11th grade used by SMAN 1 Bungo fulfilled syllabus points at the first semester in the 2013 curriculum and how extras the textbook presented. The result showed that Pathway to English textbook fulfilled 12 of 16 items of basic competence and 5 from 6 items of learning material in syllabus points. 12 basic competences were provided in some exercises of 4 English skills. The learning materials were successfully developed and supported with materials about social function formed cooperating tasks, text structures were available and related the other rules of text structures, and also language features. However, this textbook had weakness about there were none available BC 3.3 (Analyzing the social functions, the structure and language features of expressing hopes, according to the contexts), BC 4.3 (Constructing spoken and written text to express hopes, according to its social functions, structure and language features), BC 4.5 (Editing formal invitation letter according to its social functions structure and language features) and BC 4.6 (Writing formal invitations, according to its social functions, structure and language features).Penelitian ini fokus untuk mengetahui apakah buku “Pathway to English” kelas XI yang digunakan di SMAN 1 Bungo telah memenuhi kriteria syllabus point pada semester 1 berdasarkan kurikulum 2013 dan apa kelebihan yang diberikan buku ini. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa buku “Pathway to English” telah memenuhi 12 dari 16 kompetensi dasar dan 5 dari 6 materi yang terdapat di sylabus point. 12 kompetensi dasar tersebut merangkup beberapa tugas yang meliputi 4 skill bahasa Inggris. Materi-materi dikembangkan dengan baik dan dilengkapi dengan materi mengenai fungsi sosial berupa tugas bersama, text, dan komponen bahasa yang tersedia dan dikembangkan berdasarkan kosakata yang sesuai, latihan pengucapan dan intonasi, dan latihan-latihan yang berkaitan dengan grammar dan komponen bahasa lainnya. Akan tetapi, buku ini memiliki beberapa kelemahan, karena tidak ditemukannya beberapa kompetensi dasar seperti ), KD 4.3 (Constructing spoken and written text to express hopes, according to its social functions, structure and language features), KD 4.5 (Editing formal invitation letter according to its social functions structure and language features) and KD 4.6 (Writing formal invitations, according to its social functions, structure and language features)

    272

    full texts

    384

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal STKIP-MB - Jurnal Muara Pendidikan STKIP Muhammadiyah Muara Bungo
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇