E-Journal STKIP-MB - Jurnal Muara Pendidikan STKIP Muhammadiyah Muara Bungo
Not a member yet
384 research outputs found
Sort by
PERAN WANITA KARIR DALAM MEMBENTUK KARAKTER ANAK DI IAIN KERINCI
This research is qualitative research. It has the purpose to explain the roles of career mothers in forming her children characters and the children’s character of career mother in State Islamic Institute of Kerinci. The informants were selected through purposive sampling. Then, the informants were interviewed to collect the data. The data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion. The research findings showed that the roles of career mother in forming the characters of children were educating children by modeling, applying early education system for children, doing habituations and giving advice for children. Then, the children’s characters of career mothers are honest, responsible and independent.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk menjelaskan bagaimana peran ibu karir dalam membentuk karakter anak dan bagaimana karakter anak dari ibu karir itu di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci. Data yang didapatkan dalam penelitian ini berasal dari informan dengan teknik penentuan informan secara purposive sampling, setelah itu informan akan diwawancarai oleh peneliti kemudian data akan dianalisis dengan cara reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa peran ibu karir dalam membentuk karakter anak adalah mendidik anak melalui contoh perilaku, menerapkan sistem pendidikan dini kepada anak, melakukan sistem pembiasaan terhadap anak dan memberikan nasehat kepada anak. Karakter dari anak ibu karir adalah jujur, bertanggung jawab dan mandiri
GOOGLE JAMBOARD ALTERNATIF MEDIA KREATIF UNTUK PEMAHAMAN TATA BAHASA PERANCIS
In Era Society 5.0, teachers must have expertise in using ICT to teach online during the pandemic. They also need to adapt their teaching to the characteristics of students as millennials become creative, innovative, and competitive generations. The formation effort is realized through the use of Google Jamboard as a creative medium in the Introductive Grammar course. The general purpose of using it is to encourage students to learn independently, to inspire creativity and collaboration, and to focus on the problem-solving process. Introductive Grammar is a course that has a fairly high level of difficulty to understand, so knowing the level of understanding of students in the French Education Section, Universitas Negeri Semarang is a special purpose of using this web application. This part of Classroom Action Research is organized after students had a decreased accuracy of the Final Semester Examination by 18%. We focus on improving the quality of the learning process in the classroom so that student learning outcomes can be improved provides information in creating creative content about lesson material. It turns out that their jamboards are very creative, innovative, and competitive between one student and another so that these works can be used to describe the learning of the Introductive Grammar course in the next year's academics.Pada Era Society 5.0, pengajar harus memiliki keahlian dalam memanfaatkan TIK untuk mengajar secara daring selama pandemi. Pengajar juga perlu menyesuaikan pengajarannya dengan karakteristik siswa sebagai generasi milenial menjadi generasi yang kreatif, inovatif, dan kompetitif. Upaya pembentukan tiga karakter tersebut diwujudkan melalui penggunaan Google Jamboard sebagai media kreatif pada mata kuliah Grammaire Introductif. Tujuan umum dari penggunaan aplikasi-web ini adalah untuk mendorong siswa untuk belajar mandiri, menginspirasi kreativitas dan kolaborasi, dan memfokuskan siswa pada proses pemecahan masalah. Grammaire Introductif adalah mata kuliah yang memiliki tingkat kesulitan cukup tinggi untuk dipahami, sehingga mengetahui tingkat pemahaman mahasiswa pada Prodi Pendidikan Bahasa Perancis, UNNES merupakan tujuan khusus dari pemanfaatan Google Jamboard. Pembuatan konten kreatif tentang pemahaman materi perkuliahan ini menjadi bagian dari Penelitian Tindakan Kelas, setelah mahasiswa mengalami penurunan nilai akurasi Ujian Akhir Semester sebesar 18%. Penelitian yang memfokuskan untuk memperbaiki kualitas proses pembelajaran di kelas sehingga hasil belajar siswa dapat ditingkatkan ini menyajikan informasi mengenai antusiasme mahasiswa dalam membuat konten kreatif tentang materi perkuliahan. Hasil karya Jamboard mengenai pemahaman mahasiswa untuk mata kuliah Grammaire Introductif sangat kreatif, inovatif, dan kompetitif antar satu mahasiswa dengan mahasiswa lainnya, sehingga karya tersebut dapat dimanfaatkan untuk gambaran pembelajaran mata kuliah Grammaire Introductif pada tahun ajar berikutnya
STUDENTS’ PERCEPTION OF EDMODO USE IN ENGLISH CLASS
The use of technology in learning is an effort made in the classroom to increase student participation, motivation and learning outcomes. Edmodo as a technology that can be used in learning has features that facilitate students to learn and play through dynamic games. This article contains the results of research from students' experiences in using Edmodo. Data collection was carried out by distributing questionnaires to students regarding the use of features in Edmodo; the extent to which this affects their learning activities in class and also their motivation to learn. The results of this study indicate that the use of Edmodo affects the dynamics of learning in the classroom, student involvement, learning experiences and student learning motivation. In addition, the use of Edmodo features is also very influential in reducing student focus in learning and improving the quality of learning in comparison. learn in a conventional manner. In addition, another factor that affects the improvement of learning using Edmodo is suitable content which is complemented by feedback to students
PENGEMBANGAN LKPD TEMPE KEMUL (KETERAMPILAN MEMBACA, MENULIS, DAN BERHITUNG PERMULAAN) UNTUK PESERTA DIDIK KELAS I
This study aims to develop TEMPE KEMUL LKPD (Reading, Writing, and Beginning Counting Skills) for class I students. This research is a research and development research by applying the ADDIE model. This model consists of five stages, namely analysis (analysis), design (design), development (development), implementation (implementation), and evaluation (evaluation). The subjects in this study were students of class I MI Muhammadiyah Kalibeber Mojotengah Wonosobo Central Java. The data analysis used is descriptive quantitative and qualitative. The results showed that the assessments included 1) material expert validation getting 82% including the very valid category, 2) expert validation getting 98% including the very valid category, 3) media expert validation getting 78% validity including in the valid category. Student teacher practicality assessment 1) teacher practicality test, getting 92% including very practical category, 2) small group practicality test, getting 97% including very practical category, 3) large group practicality test, reaching 99% including very practical category. Based on these data, the TEMPE KEMUL LKPD for learning reading, writing, and arithmetic skills is suitable for use.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan LKPD TEMPE KEMUL (Keterampilan Membaca, Menulis, dan Berhitung Permulaan) untuk peserta didik kelas I. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) dengan mengaplikasikan model ADDIE. Model ini terdiri dari lima tahap, yaitu analysis (analisis), design (desain), development (pengembangan), implementation (implementasi) dan evaluation (evaluasi). Subjek pada penelitian ini adalah peserta didik kelas I MI Muhammadiyah Kalibeber Mojotengah Wonosobo Jawa Tengah. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil Penelitian menunjukkan penilaian antara lain 1) validasi ahli materi mendapatkan 82% termasuk kategori sangat valid, 2) validasi ahli mendapatkan 98% termasuk kategori sangat valid, 3) validasi ahli media mendapatkan kevalidan 78% termasuk pada kategori valid. Penilaian kepraktisan guru peserta didik 1) uji kepraktisan guru, mendapatkan 92% termasuk kategori sangat praktis, 2) uji kepraktisan kelompok kecil, mendapatkan 97% termasuk kategori sangat praktis, 3) uji kepraktisan kelompok besar, mencapai 99% termasuk kategori sangat praktis. Berdasarkan data-data tersebut, maka LKPD TEMPE KEMUL untuk pembelajaran keterampilan membaca, menulis, dan berhitung permulaan layak digunakan
PENGEMBANGAN BUKU PENGAYAAN BIOLOGI BERBASIS MIND MAP UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA
Penelitian ini dilatar belakangi oleh kesulitan siswa memahami materi. 46% siswaw kesulitan memahami materi sistem pernapasan manusia. Faktornya (1) buku teks biologi pegangan siswa berisi cakupan materi yang luas. (2) siswa cenderung pasif dalam pembelajaran. (3) siswa tidak terbiasa mengembangkan kreativitas. Wawancara dengan guru biologi diperoleh data bahwa belum adanya media pembelajaran berupa buku pengayaan biologi berbasis mind map. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas XI MIA di SMA Negeri 11 Kota Jambi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan, mengetahui kelayakan dan mengetahui tanggapan guru serta tanggapan siswa terhadap produk yang dikembangkan. Jenis penelitian adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model pengembangan ADDIE. Jenis data penelitian berupa data kuantitatif dan data kualitatif. Instrumen yang digunakan adalah angket terbuka dan angket tertutup berupa skala Likert. Hasil validasi oleh ahli materi diperoleh skor rata-rata 3,27 termasuk kedalam kategori “layak”. Hasil validasi oleh ahli media diperoleh skor rata-rata 2,95 termasuk kategori “layak”. Ujicoba tanggapan guru biologi nilai rata-rata 91,29 termasuk kategori “baik” dan ujicoba tanggapan siswa nilai rata-rata 90,43 termasuk kategori “baik”Penelitian ini dilatar belakangi oleh kesulitan siswa memahami materi. 46% siswaw kesulitan memahami materi sistem pernapasan manusia. Faktornya (1) buku teks biologi pegangan siswa berisi cakupan materi yang luas. (2) siswa cenderung pasif dalam pembelajaran. (3) siswa tidak terbiasa mengembangkan kreativitas. Wawancara dengan guru biologi diperoleh data bahwa belum adanya media pembelajaran berupa buku pengayaan biologi berbasis mind map. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas XI MIA di SMA Negeri 11 Kota Jambi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan, mengetahui kelayakan dan mengetahui tanggapan guru serta tanggapan siswa terhadap produk yang dikembangkan. Jenis penelitian adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model pengembangan ADDIE. Jenis data penelitian berupa data kuantitatif dan data kualitatif. Instrumen yang digunakan adalah angket terbuka dan angket tertutup berupa skala Likert. Hasil validasi oleh ahli materi diperoleh skor rata-rata 3,27 termasuk kedalam kategori “layak”. Hasil validasi oleh ahli media diperoleh skor rata-rata 2,95 termasuk kategori “layak”. Ujicoba tanggapan guru biologi nilai rata-rata 91,29 termasuk kategori “baik” dan ujicoba tanggapan siswa nilai rata-rata 90,43 termasuk kategori “baik
Analisis Peningkatan Literasi Statistik Mahasiswa pada Mata Kuliah Statistika Pendidikan berbasis The Statistical Process
One of the competencies that students must have in the 21st century is statistical literacy skills. To fulfill this, the researcher conducted research on 33 students of education statistics for 16 meetings to analyze the increase in statistical literacy of elementary school teacher candidates. Mixed-Methods with Competitor Embeded design will be used in this study, which is a qualitative research complementing quantitative research. Research data were obtained from test instruments (pre-test and post-test) which were developed based on statistical processes and non-test instruments (results from interviews). For more in-depth analysis, the data is seen based on the Initial Statistics ability, namely: high, medium, and low. The results of this study indicate that the statistical literacy of prospective elementary school teacher students increases both in the high group, medium group, and low group after participating in statistical learning for 16 meetings, serving students outside class hours is one of the factors in increasing student learning motivation which has a direct impact on student learning progress, and teaching methods. This research still has shortcomings that can be used as a reference for further research, one of which is the absence of a consistent method used in teaching one semester. For this reason, further research needs to use learning methods in increasing student statistical literacy.Kompetensi yang harus dimiliki mahasiswa pada abad ke-21 ini, salah satunya adalah kemampuan literasi satatistik. Untuk memenuhi itu peneliti melakukan penelitian kepada 33 orang mahasiswa yang mengikuti perkuliahan Statistik Pendidikan selama 16 pertemuan untuk menganalisis peningkatan literasi statistik mahasiswa calon guru sekolah dasar. Mixed-Methods berdesain Concurrent Embbeded akan digunakan dalam penelitian ini, yang mana penelitian kualitatif melengkapi penelitian kuantitatif. Data penelitian diperoleh dari instrument test (pre-test dan Post-test) yang dikembangkan berdasarkan the statistical process dan instrument non-test (hasl dari wawancara). Untuk melihat lebih dalam saat analisis, data dikelompokkan berdasarkan Kemampuan Awal Statistik (KAS) yaitu tinggi, sedang, dan asor. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa literasi statisik mahasiswa calon guru sekolah dasar meningkat baik yang berada dikelompok tinggi, sedang, dan rendah setelah mengikuti perkuliahan statistik Pendidikan selama 16 pertemuan (satu semester). Ada Faktor lain yang membantu meningkatkan literasi statistik mahasiswa, yaitu: (1) melayani mahasiswa diluar jam kelas; (2) metode mengajar dosen; (3) Durasi pertemuan. Penelitian ini masih terdapat kekurangan yang dapat menjadi rujukan penelitian berikutnya, salah satunya yaitu tidak adanya metode yang konsisten digunakan didalam pengajaran satu semester. Untuk itu penelitian selanjutnya perlu menggunakan metode pembelajaran dalam peningkatan literasi statistik mahasiswa
UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM PROSES PEMBELAJARAN MELALUI SUPERVISI AKADEMIK DI SMA NEGERI 19 BUNGO
This research is a school action research (PTS) which aims to improve teacher competence in the learning process through academic supervision. PTS is carried out in four stages, namely planning, implementation, observation and reflection. These four activities take place repeatedly in the form of cycles. The subjects of this study were 7 teachers of SMAN 19 Bungo who met the criteria and needed to be given guidance through academic supervision. Data collection techniques were carried out by observation, literature study, and documentation. Direct observation to measure teacher competence in developing lesson plans and implementing classroom learning. The results of teacher competence in the first cycle of 74.1 increased to 86 in the second cycle. So it can be concluded that the competence of teachers in the learning process has increased through the application of academic supervision.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah (PTS) yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam proses pembelajaran melalui supervisi akademik. PTS dilakukan dengan empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Keempat kegiatan ini berlangsung secara berulang dalam bentuk siklus. Subjek penelitian ini adalah 7 orang guru SMAN 19 Bungo yang memenuhi kriteria perlu diberikan pembinaan melalui supervisi akademik. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan, studi literatur, dan dokumentasi. Observasi langsung untuk mengukur kompetensi guru dalam mengembangkan RPP dan melaksanakan pembelajaran di kelas. Hasil kompetensi guru pada siklus I sebesar 74,1 meningkat menjadi 86 pada siklus II. Maka dapat disimpulkan bahwa kompetensi guru dalam proses pembelajaran telah meningkat melalui penerapan supervisi akademik
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LBD UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA SMAN 1 BUNGO
This research is a class action research / CAR (Classroom Action Research) which aims to improve the activities and learning outcomes of students in class XI MIPA SMA N 1 Bungo through the application of the LBD learning model. This research was conducted at SMAN 1 Bungo, with the subjects being students of class XI MIPA 4 in the even semester of the 2019/2020 school year. The data in the study were obtained based on the results of questionnaires, interviews, learning observations and final learning outcomes. From the results of the student activity observation sheet, the percentage of student participation increased from the first cycle of 69.98% to 79.37% in the second cycle and has met the indicator of student participation, namely 75%. Based on the average value of learning outcomes obtained by students in the first cycle of 68.09, it increased to 74.81 in the second cycle and the percentage of classical completeness from 12.12% increased to 87.88% and this met the indicators of success, namely classical mastery reaching 85% with a KKM of 75. So it can be concluded that learning chemistry using the Laboratory Based Discovery (LBD) learning model can increase the activity and learning outcomes of students' chemistry on the colloid system concept.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas/PTK (Classroom Action Research) yang bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik kelas XI MIPA SMA N 1 Bungo melalui penerapan model pembelajaran LBD. Penelitian ini dilakukan di SMAN 1 Bungo, dengan subjek adalah peserta didik kelas XI MIPA 4 pada semester genap tahun ajaran 2019/2020. Data dalam penelitian diperoleh berdasarkan hasil angket, wawancara, observasi pembelajaran dan tes hasil belajar. Dari hasil lembar observasi aktivitas peserta didik diperoleh persentase partisipasi peserta didik meningkat dari siklus I sebesar 69,98 % menjadi sebesar 79,37% pada siklus II dan telah memenuhi indikator partisipasi peserta didik yaitu ≥ 75%. Berdasarkan nilai rata-rata hasil belajar yang diperoleh siswa pada siklus I sebesar 68,09 meningkat menjadi 74,81 pada siklus II dan persen ketuntasan secara klasikal dari 12,12% meningkat menjadi 87,88% dan ini memenuhi indikator keberhasilan yaitu ketuntasan klasikal mencapai 85% dengan KKM 75. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kimia dengan menggunakan model pembelajaran Laboratory Based Discovery (LBD) dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar kimia peserta didik pada konsep sistem koloid
PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PROSES DAN HASIL BELAJAR IPA SEKOLAH DASAR
Science learning is declared successful if the predetermined learning objectives can be achieved. However, the results of the pre-observation show that there are problems in the process and learning outcomes of science in class IV SDN 17/II Tanah Grow. This research is a classroom action research (CAR) which was carried out in 2 cycles. Each cycle consists of planning, implementation, observation and reflection. The research instrument used to collect data consisted of observation sheets and learning outcomes test questions. The results showed an increase in the learning process carried out by educators from cycle I to cycle II with a good category, and the learning process of students increased from cycle I to cycle II with a good category. Furthermore, for the learning outcomes obtained by students after participating in learning with the discovery learning model, it showed an increase from the first cycle of 68% to 87.5% with a good category in the second cycle. So the discovery learning model can improve the process and learning outcomes of fourth grade students for science learning content.Pembelajaran IPA dinyatakan berhasil jika tujuan pembelajaran yang telah ditentukan dapat tercapai. Tetapi hasil pra observasi menunjukkan adanya permasalahan dalam proses dan hasil belajar IPA di kelas IV SDN 17/II Tanah Tumbuh. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan sebanyak 2 siklus. Setiap siklusnya terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Instrumen penelitian yaang dgunakan untuk mengumpulkan data terdiri dari lembar observasi dan soal test hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh pendidik dari siklus I ke siklus II dengan kategori baik, serta proses belajar peserta didik meningkat dari siklus I ke siklus II dengan kategori baik. Selanjutnya untuk hasil belajar yang diperoleh peserta didik setalah mengikuti pembelajaran dengan model discovery learning menunjukkan adanya peningkatan dari siklus I sebesar 68% menjadi 87,5% dengan kategori baik di siklus II. Jadi model discovery learning dapat meningkatkan proses dan hasil belajar peserta didik kelas IV untuk muatan pembelajaran IPA
Digital Literacy:The Freedom of Speech to FaceSociety 5.0
Digital literacy, which is also known as computer literacy is one component in media literacy skills which is a proficiency in the use of computers, the Internet, telephones, and other digital devices.The development of digital technology is one aspect that effect the future life. It is known as society 5.0. Society 5.0 is a concept of a human-centered and technology-based Society. By Society 5.0, artificial intelligence (AI) will transform Big Data collected through the Internet of Things (IoT) into new wisdom. Society 5.0 also give knowledge for human in communication aspect.it is the understanding of networks performance and communications in digital world