E-Journal STKIP-MB - Jurnal Muara Pendidikan STKIP Muhammadiyah Muara Bungo
Not a member yet
384 research outputs found
Sort by
PENGARUH PEMBELAJARAN AKTIF TIPE GIVING QUESTION AND GETTING ANSWER TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MAHASISWA PADA PEMBELAJARAN STATISTIK
Hasil belajar mahasiswa terlihat rendah. Ini merupakan salah satu faktor yang dapat menunjukkan bahwa penguasaan mahasiswa terhadap konsep matematika juga masih rendah. Masalah ini diperkirakan karena pembelajaran masih terpusat pada dosen,untuk mengatasi masalah tersebut yaitu dengan melaksanakan pembelajaran dengan menerapkan pembelajaran aktif tipe Giving Question and Getting Answer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pemahaman konsep mahasiswa pada pembelajaran statistik dengan menerapkan pembelajaran aktif tipe Giving Question and Getting Answer lebih baik dari pada pemahaman konsep mahasiswa dengan pembelajaran konvensinal. Jenis penelitian ini penelitian eksperimen dengan rancangan random subjek. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa STKIP. Teknik pengambilan sampel adalah secara acak,terpilih kelas sampel Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes akhir belajar dalam bentuk essay. Data diperoleh di analisis dengan menggunakan uji normalitas, uji homogenitas dan uji-t. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh rata-rata hasil belajar mahasiswa kelas yang mendapat perlakuan adalah 77,14 lebih tinggi dan persentase tiap-tiap indikator pemahaman konsep pada kelas lebih tinggi. Dari hasil uji statistik t diperoleh thitung=2,44 dan ttabel=1,645, sehingga thitung > ttabel dan dari software MINITAB diperoleh p-value=0.010. Terlihat bahwa p-value lebih kecil dari pada , dapat disimpulkan pemahaman konsep mahasiswa yang menggunakan pembelajaran aktif tipe Giving Question and Getting Answer lebih baik
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA DENGAN METODE BERMAIN PERAN (ROLE PLAY) DI KELAS VII B SMP NEGERI 2 SAROLANGUN
This study investigated students’ speaking skill and the factors were influenced the changes of students’ speaking skill at grade VII B SMP N 2 Sarolangun. The researcher analyzed students’ speaking included content, grammar, fluency, pronunciation, and vocabulary which categorized into poor, average, good, and very good. The method of this research was descriptive quantitative. The data of this research were collected by using observation, speaking test and interview The data were analyzed by using quantitative and qualitative data analysis. The finding showed that (1) generally, the students’ KKM were increased; 7 students’ (23,3%) in pre-cycle test increased slightly into 12 students (40%) in first cycle, and significantly 23 students (76,7%) in second cycle, (2) the changes of students` speaking skill were influenced by two factors, namely, (a) internal factor that the students` speaking skill such as motivation and anxiety, and (b) external factors that affected of teaching materials. This study indicated that the students’ speaking skill can be improved by using role playing method. This study investigated students’ speaking skill and the factors were influenced the changes of students’ speaking skill at grade VII B SMP N 2 Sarolangun. The researcher analyzed students’ speaking included content, grammar, fluency, pronunciation, and vocabulary which categorized into poor, average, good, and very good. The method of this research was descriptive quantitative. The data of this research were collected by using observation, speaking test and interview The data were analyzed by using quantitative and qualitative data analysis. The finding showed that (1) generally, the students’ KKM were increased; 7 students’ (23,3%) in pre-cycle test increased slightly into 12 students (40%) in first cycle, and significantly 23 students (76,7%) in second cycle, (2) the changes of students` speaking skill were influenced by two factors, namely, (a) internal factor that the students` speaking skill such as motivation and anxiety, and (b) external factors that affected of teaching materials. This study indicated that the students’ speaking skill can be improved by using role playing method. 
Meningkatkan Hasil Belajar Servis Bawah Bola Voli Mini Menggunakan Metode Pembelajaran Bagian Pada Siswa Kelas V di SD Negeri 218/VIII Cermin Alam Kecamatan VII Koto Ilir Kabupaten Tebo
One material for Physical Education for Elementary School students is a volleyball game. One form of volleyball game taught to elementary school students is a mini volleyball game. In volleyball learning, various basic techniques are taught. One of the most important techniques is service technique. Based on the type, volleyball services are divided into two types, namely bottom service and top service. This study aims to determine whether there is an increase in the results of learning services under mini volleyball using part learning methods in fifth grade students of SD Negeri 218 / VIII Cermin Alam District VII Koto Ilir, Tebo Regency. The bottom service material is carried out in class V with 27 students, consisting of 15 male students and 12 female students. The final result of student understanding (cognitive) with an achievement of 88.89% which entered the criteria very well. The final result of observing student behavior (affective) with an achievement of 100% that falls into very good criteria. The final result of observing student (psychomotor) skills with an achievement of 96.29% which falls into good criteria.Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui adakah peningkatan hasil belajar servis bawah bola voli mini menggunakan metode pembelajaran bagian pada siswa kelas V SD Negeri 218/VIII Cermin Alam Kecamatan VII Koto Ilir Kabupaten Tebo. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di SD Negeri 218/VIII Cermin Alam Kecamatan VII Koto Ilir Kabupaten Tebo pada materi servis bawah permainan bola voli mini di kelas V dengan jumlah 27 orang, siswa laki-laki 15 orang dan siswa perempuan 12 orang. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dipilih karena memiliki karakteristik yang sesuai dengan tujuan penelitian, yakni untuk meningkatkan hasil belajar servis bawah bola voli siswa kelas V SDN 218/VIII Cermin Alam Kecamatan VII Koto Ilir Kabupaten Tebo.Pembelajaran Penjasorkes dengan memanfaatkan metode bagian dalam permainan Bolavoli mini dapat diterima oleh siswa dan dapat diterapkan di Sekolah Dasar N 218/VII Cermin Alam Kecamatan VII Koto Ilir Kabupaten Tebo. Permainan ini dapat mencakup semua aspek baik afektif, kognitif, dan psikomotor. Hasil akhir pengamatan pemahaman siswa (kognitif) dengan pencapaian sebesar 88,89% yang masuk ke dalam kriteria sangat baik. Hasil akhir pengamatan perilaku siswa (afektif) dengan pencapaian sebesar 100% yang masuk ke dalam kriteria sangat baik. Hasil akhir pengamatan keterampilan siswa (psikomotor) dengan pencapaian sebesar 96,29% yang masuk ke dalam kriteria baik
INDENTIFYING PRAGMATIC FAILURES IN DIALOGUE SCRIPTS OF EFL LEARNERS
Most of the EFL learners consciously or unconsciously speak English using the same way they communicate their native languages which have different patterns and cultural backgrounds. In writing English dialogue scripts, most students in West Sumatera province transfer their mother languages to national language first and then to English language. As a result, beyond many spelling and syntactic errors found in the scripts, pragmatic failures are the most dominant issues captured. The students’ pragmatics failures are categorized into pragmalinguistic and sociopragmatic failures in accordance with Jenny Thomas (1983). This present study provides overviews of phenomenon in EFL dialogue scripts made by students of UPI YPTK Padang. It investigated students from 6 classes who have learned basic English in the previous semester. The students are asked to make a simple dialogue in groups with certain chosen topics and are allowed to use dictionary if necessary. The study showed that the students limitation of English language proficiency and pragmatic transfer result in pragmalinguistic failures such as failure to follow the native expressive habit, misunderstanding of words, use English with semantics and structure of students’s mother tongues, verbose verbs and that sociopragmatic failure lies in perception and expression of local pragmatic conventions
PENGARUH POLA LATIHAN LARI TERHADAP PENINGKATAN KECEPATAN LARI 60 METER PADA SISWA SD NEGERI 170/VIII PURWOHARJO KABUPATEN TEBO
Running 60 meters is one of the branches of athletic sports. To achieve maximum results in a 60 meter run, maximum and programmed training is needed. The running practice pattern has a significant influence to train a 60 meter running speed.The study was conducted from September to November 2011 at SDN 170 / VIII Rimbo Bujang District. Tebo with a population of all male grade V students with a total sample of 20 people. The data was collected through pre-test and post-test and the results of the data obtained were processed by T-Test testing using a statistical system and assisted with Ms. Data Processing Application program. Excel. Based on data analysis there is a significant difference between the speed of students before and after training using a running exercise pattern. For this reason, it is advisable for athletic trainers to further improve their discipline and training programs to be able to see better results.Untuk mencapai hasil yang maksimal dalam melakukan lari 60 meter diperlukan latihan yang maksimal dan terprogram. Pola latihan lari memiliki pengaruh yang cukup signifikan untuk melatih kecepatan lari 60 meter, penelitian ini mengkaji tentang pengaruh pola latihan lari terhadap peningkatan kecepatan lari 60 meter. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dari pengguaan pola latihan lari terhadap terhadap peningkatan kecepatan lari 60 meter.Penelitian dilaksanakan pada bulan September sampai November 2017 di SD Negeri 170/VIII Rimbo Bujang Ka. Tebo dengan populasi seluruh siswa putra kelas V dengan sampel seluruhnya berjumlah 20 orang. Data tersebut dikumpulkan melalui pre-test dan post-test dan hasil data yang diperoleh diolah dengan pengujian T-Test dengan menggunakan sistem statistic dan dbantu dengan program exel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dari tabel nilai thitung -6,175. Dalam penelitian ini n1 = 20 siswa n2 = 20 siswa maka dk = n1+n2 = 20+20-2= 38 dengan taraf signifikansi α = 0,05 diperoleh ttabel = dapat disimpulkan bahwa -ttabel ≥ thitung (3.472 > -2.23).Berdasarkan analisis data terdapat perbedaan yang signifikan antara kecepatan siswa sebelum dan sesudah latihan menggunkan pola latihan lari di SD Negeri 170/VIII Rimbo Bujang Kabupaten Tebo. Disarankan para pelatih atletik untuk lebih meningkatkan disiplin dan program latihan untuk bisa melihat hasil yang lebih baik
PROGRAM SERTIFIKASI SEBAGAI UPAYA DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU (Studi Kasus di SMK 2 dan SMA 3 Muhammadiyah Surakarta)
This research is aimed to determine; 1) The characteristics of professionalism and certified teachers to pass a competency test, 2) efforts of teachers in the implementation of learning and 3) the role of the principal to improve teacher performance. This research is a descriptive research. Subject of the study consisted of a certified teacher, Headmaster. Data collection technique used observation, questionnaire, and documentation. Mechanical analysis of data through data reduction, data presentation, and decision making. The results showed: 1) Master certified and pass a competency test mastering professional competencies which include mastery of materials, structure, concept and mindset of scientific support of teaching subjects and develop professionalism in a sustainable manner by taking action reflective. Teachers master pedagogic competence which includes mastery of the characteristics of learners, mastering learning theory and principles of educational learning, curriculum development, implementing the learning activities that educate, communicate with students and conducting assessment or evaluation. 2) As an attempt to overcome these barriers are: a) to optimize the use of various methods and learning media are varied and provide reinforcement or appreciation to students who ask and who has answered the question, b) The role of the principal to improve teacher performance are: Sought to find another solution for the learning process continues to run smoothly in accordance with lesson plans that have been made so as not to harm the students. Implementation of learning undertaken by teachers has been good functionally, technically tatapi lies in the low motivation and activeness in the learning process, in addition to the management of infrastructure is not maximized learning.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Ciri-ciri guru profesionalisme dan bersertifikasi lulus uji kompetensi, 2) usaha yang dilakukan guru dalam pelaksanaan pembelajaran dan 3) peran kepala sekolah untuk meningkatkan kinerja guru. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari guru bersertifikasi, Kepala Sekolah. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, angket, dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan pengambilan keputusan. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Guru bersertifikasi dan lulus uji kompetensi menguasai kompetensi profesional yang meliputi penguasaan materi, struktur, konsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu dan mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif. Guru menguasai kompetensi pedagogik yang meliputi penguasaan karakteristik peserta didik, menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik, pengembangan kurikulum, melaksanakan kegiatan pembelajaran yang mendidik, melakukan komunikasi dengan peserta didik dan melalukan penilaian atau evaluasi. 2) Adapun upaya untuk mengatasi hambatan ini adalah: a) dengan mengoptimalkan menggunakan berbagai metode dan media pembelajaran secara bervariasi serta memberikan penguatan atau apresiasi kepada siswa yang bertanya maupun yang telah menjawab pertanyaan, b) Adapun peran kepala sekolah untuk meningkatkan kinerja guru adalah: Berusaha mencari solusi lain agar proses pembelajaran tetap berjalan lancar sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah dibuat sehingga tidak merugikan peserta didik. Pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru secara fungsional sudah baik, tatapi secara teknis terletak pada rendahnya motivasi dan keaktifan dalam proses pembelajaran, disamping itu manajemen sarana prasarana pembelajaran belum maksimal
Pengembangan Model Training of trainer pada Pelajaran Tematik untuk Anak Inklusi
This study aims to: (1) develop TOT learning module for inclusive elementary schozols and (2) find out the feasibility of the learning module for developed inclusive elementary schools. The trial of this research subject was the sports teacher of SD N 33 Pangkalpinang. The research is carried out using a research and development model which included several stages: (1) planning; (2) design; (3) product development and (4) evaluation. The planning stage includes initial preparation. The design phase includes the preparation of the program structure, the making of story boards, the design of interfaces, the preparation of the systematic presentation of material, illustrations, visualization. The product development stage consists of writing text, installing an evaluation model development image. The evaluation phase is carried out in the form of an alpha test in the form of expert material validation, and beta test by elementary school teachers. The result of the study produce a learning module that is in accordance with its function. The result of the average rating in the percentage of validators by material experts is 82.5% with the category "Very Good". The feasibily of develop TOT learning module for inclusive children with the score obtained of 82,5% and the average score is 4,125 with the category of very good, view aspect evaluation is 41 and the average is of 4,1 with very good category. Content aspect is of 41,5 with very good category. To conclude the learning module is worth using.Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengembangkan modul pembelajaran TOT untuk Sekolah Dasar inklusi dan (2) mengetahui kelayakan modul pembelajaran untuk Sekolah Dasar inklusi yang dikembangkan. Subyek penelitian ini adalah guru olahraga SD N 33 Pangkalpinang. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan model penelitian dan pengembangan yang meliputi beberapa tahap: (1) perencanaan; (2) desain; (3) pengembangan produk dan (4) evaluasi. Tahap perencanaan mencakup persiapan awal. Tahap desain meliputi penyusunan struktur program, pembuatan story board, perancangan antar-muka, penyusunan sistematika penyajian materi, ilustrasi, visualisasi. Tahap pengembangan produk terdiri dari penulisan teks, pemasangan gambar pengembangan model evaluasi. Tahap evaluasi dilakukan dalam bentuk tes alpha berupa validasi ahli materi, dan tes beta oleh guru sekolah dasar. Hasil penelitian menghasilkan modul pembelajaran yang telah sesuai fungsinya. Hasil rata-rata penilaian dalam prosentase oleh validator ahli materi sebesar 82,5% dengan kategori “Sangat Baik”. Kelayakan modul pembelajaran TOT untuk anak inklusi yang telah dikembangkan pada aspek materi memperoleh skor 82,5 dan rerata skor 4,125 dengan kategori “Sangat Baik”, penilaian aspek tampilan sebesar 41 dan rerata 4,1 dengan kategori “Sangat baik”, aspek Isi sebesar 41,5 dan rerata 4,15 dengan kategori “Sangat Baik”. Sehingga dapat disimpulkan bahwa modul pembelajaran yang dikembangkan layak digunakan dalam pembelajaran
PENGARUH LATIHAN JUGGLING TERHADAP KEMAMPUAN MENGONTROL BOLA PESERTA EKSTRAKURIKULER SEPAKBOLA DI SMK BUKIT ASAM TANJUNG ENIM
The problem in this research is the lack of students 'abilities to control the ball when receiving the ball, so it needs a treatment that students' skills in mengontorol ball is not out of reach.The purpose of this study was to determine the effect of exercise on the ability to control the ball juggling extracurricular participants SMK Bukit Asam football in Tanjung Enim.This research is an experimental research study design with one group pretest and posttest design. The study collected data from 24 students as research subjects.The data collection technique is by testing and measuring using soccer instruments and holding the ball.Based on the analysis with statistical techniques, the juggling practice test obtained calculations, namely tcount = 29.529> t table = 1.713 with a significance level of 5% of 1.713,thus there is a significant effect of juggling exercises on the ability to control the ball in students participating in football extracurricular activities at Bukit Asam Tanjung Enim Vocational SchoolPermasalahan dalam penelitian ini adalah lemahnya kemampuan siswa dalam mengontrol bola ketika menerima bola, sehingga perlu adanya suatu treatment supaya kemampuan siswa dalam mengontorol bola tidak jauh dari jangkauan. Tujuan penenelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan juggling terhadap kemampuan mengontrol bola peserta ekstrakurikuler sepakbola di SMK Bukit Asam Tanjung Enim. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain penelitian one group pretest dan posttest design. Penelitian mengumpulkan data dari 24 siswa sebagai subjek penelitian. Teknik pengambilan data yaitu dengan tes dan pengukuran menggunakan Instrumen sepak dan tahan bola. Berdasarkan analisa dengan teknik statistik, tes latihan juggling diperoleh perhitungan yaitu thitung= 29,529 > ttabel= 1,713 taraf signifikasi 5% sebesar 1,713, dengan demikian ada pengaruh yang signifikan latihan jugging terhadap kemampuan mengontrol bola pada siswa peserta ekstrakurikuler sepakboa di SMK Bukit Asam Tanjung Enim
ANALISIS KELINCAHAN DAN KECEPATAN TERHADAP KEMAMPUAN DRIBBLING ATLET SEPAKBOLA KOTA LINTAS MUARA BUNGO
Dribbling in football is the ability of an individual or team that has movement and skill activities and is supported by excellent physical conditions for the performer in displaying the game. Meanwhile,agility can be concluded as a person's ability to change movements agile and agile with a balance that is well maintained. Then, speed (speed) is an ability that is based on a certain unit of time, the farther the distance traveled, the higher the speed. The purpose of this study was to find out the results of agility on dribbling abilities, the results of speed on dribbling abilities and the results of agility and speed together on dribbling abilities. The results of this study indicate that agility contributes to the athletic dribbling ability of 43.30%, the speed of contribution (contribution) to the athlete's dribbling ability is 24.21%, there is a contribution of agility and speed together to dribbling abilities at SSB Kota Lintas Muara Bungo football athlete. Based on data analysis, it turns out that the speed of contributing (donating) to athletes' dribbling ability is 43.59%. This means that the better the agility and speed, so in line with that the better the dribbling ability of the Cross City of Muara Bungo SSB Soccer athletesDribbling atau menggiring bola merupakan kemampuan individu atau tim yang memiliki aktivitas gerak dan keterampilan serta didukung oleh kondisi fisik yang prima bagi pelakunya dalam menampilkan permainan sedangkan kelincahan dapat disimpulkan sebagai suatu kemampuan seseorang dalam merubah-rubah gerakan dengan gesit dan lincah dengan keseimbangan tetap terjaga dengan baik kemudian Kecepatan (speed) adalah kemampuan yang berdasarkan kelentukan dalam satuan waktu tertentu, semakin jauh jarak yang ditempuh maka semakin tinggi kecepatannya. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil kelincahan terhadap kemampuan dribbling, hasil kecepatan terhadap kemampuan dribbling dan hasil kelincahan dan kecepatan secara bersama-sama terhadap kemampuan dribbling. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kelincahan memberikan kontribusi (sumbangan) terhadap kemampuan dribbling atlet sebesar 43,30%, kecepatan memberikan kontribusi (sumbangan) terhadap kemampuan dribbling atlet sebesar 24,21%, Terdapat kontribusi kelincahan dan kecepatan secara bersama-sama terhadap kemampuan dribbling atlet Sepakbola SSB Kota Lintas Muara Bungo. Berdasarkan analisis data, ternyata kecepatan memberikan kontribusi (sumbangan) terhadap kemampuan dribbling atlet sebesar 43,59%. Artinya semakin baik kelincahan dan kecepatan, maka sejalan dengan itu semakin baik pula kemampuan dribbling atlet Sepakbola SSB Kota Lintas Muara Bung
UPAYA MENINGKATKAN PROSES DAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE PICTURE AND PICTURE DALAM PEMBELAJARAN IPA KELAS III SDN 105/II DESA RAMBAH
This research is motivated by groupings that only use the lecture method without using media in the application of students who are not active in learning such as group discussions and asking questions. In addition, from the data obtained by students' science learning outcomes are still low, which is still below the Minimum Completion Criteria (KKM), which is 70. This study aims to improve Student Learning Processes and Results by using Image and Image Methods in Science Learning. The design of this study is classroom action research using two cycles, each cycle consisting of four stages, namely planning, implementation, and reflection. The research subjects were teachers and third grade students of Public Elementary School No.105 / II in Rambah Village who practiced 36 students. Data collection techniques use teacher performance measurements and tests. The results showed that the teacher in the first cycle of my meeting got a score of 69.32% with good criteria, meeting II with a score of 72.73% with good criteria. In the second cycle my meeting with a score of 82.95% criteria was very good, in the second cycle of the second meeting with a score of 100%. And classical completeness of student learning outcomes in the first cycle of meeting I was 33% and the first cycle of meeting II was 50%. In the second period, the first meeting was 67% and the second meeting was 94%..Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan pada pembelajaran yang hanya menggunakan metode ceramah tanpa menggunakan media dalam penerapannya siswa kurang aktif dalam pembelajaran seperti diskusi kelompok dan bertanya. Selain itu, dari data yang diperoleh hasil belajar IPA siswa masih rendah yaitu masih di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 70. Penelitian ini bertujuan untuk Meningkatkan Proses dan Hasil Belajar Siswa dengan Menggunakan Metode Picture and Picture dalam Pembelajaran IPA. Rancangan penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas menggunakan dua siklus, setiap siklus terdiri atas empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah guru dan siswa kelas III SD Negeri No.105/II Desa Rambah yang berjumlah 36 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi penilaian kinerja guru dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian kinerja guru pada siklus I pertemuan I diperoleh skor 69,32% dengan criteria baik, pertemuan II dengan skor 72,73% dengan criteria baik. Pada siklus II pertemuan I memperoleh dengan skor 82,95% criteria sangat baik, pada siklus II pertemuan ke II dengan skor 100%. Dan ketuntasan klasikal hasil belajar siswa siklus I pertemuan I sebesar 33% dan siklus I pertemuan II sebesar 50%. Pada siklus II pertemuan I sebesar 67% dan pertemuan II sebesar 94%