E-Journal STKIP-MB - Jurnal Muara Pendidikan STKIP Muhammadiyah Muara Bungo
Not a member yet
384 research outputs found
Sort by
PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS
The background of the problem in this study was the low learning outcomes on social subject of fourth grade students of SD Negeri 81/II Muara Bungo. This study aimed to describe the process and results of social subject by applying Cooperative Learning called Numbered Head models in grade IV SD Negeri 81/II Muara Bungo.This research was a Classroom Action Research (CAR) with four stages of activities namely planning, action, recognition and reflection. The results of the data analysis have shown that the application of the Numbered Head Together could improve the process and results of social subject grade IV SD Negeri 81/II Muara Bungo.Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil pembelajaran IPS siswa kelas IV SD Negeri 81/II Muara Bungo. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Proses dan hasil pembelajaran IPS dengan penerapan model Kooperatif Learning tipe Numbered Head di kelas IV SD Negeri 81/II Muara Bungo. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan empat tahapan kegiatan yaitu perencanaan, tindakan,pengamaatan dan refleksi. Hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa penerapan model Kooperatif Learning tipe Numbered Head Together dapat meningkatkan proses dan hasil pembelajaran IPS di kelas IV SD Negeri 81/II Muara Bungo
PENGARUH MODEL LATIHAN CROSSOVER DAN MODEL LATIHAN HIGH OR SPEED TERHADAP HASIL BELAJAR DRIBBLING DALAM PERMAINAN BOLABASKET PADA SISWA SMA NEGERI 1 PANGKAJENE
Penelitian ini bertujuan untuk:(1) Untuk mengetahui pengaruh model latihan crossover terhadap hasil belajar dribbling dalam permainan bolabasket pada siswa SMA Negeri 1 Pangkajene, (2) Untuk mengetahui pengaruh model latihan high or speed terhadap hasil belajar dribbling dalam permainan bolabasket pada siswa SMA Negeri 1 Pangkajene, dan (3) Untuk mengetahui perbedaan pengaruh model latihan crossover dan model latihan high or speed terhadap hasil belajar dribbling dalam permainan bolabasket pada siswa SMA Negeri 1 Pangkajene.
Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Negeri 1 Pangkajene kelas X dan XI dengan jumlah sampel penelitian 40 siswa yang dipilih secara random sampling. Kemudian sistem pembagian kelompok menggunakan maching ordinal. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriftip, uji persyaratan, teknik analisis uji t berpasangan dan analisis uji t tidak berpasangan dengan menggunakan sistem SPSS Versi 16.00 pada taraf signifikan 95% atau a0,05.
Berdasarkan dari hasil analisis data, maka penelitian ini menyimpulkan bahwa: (1) Ada pengaruh model latihan crossover terhadap hasil belajar dribbling dalam permainan bolabasket pada siswa SMA Negeri 1 Pangkajene. Hasil belajar dribbling dalam permainan bolabasket pada siswa SMA Negeri 1 Pangkajene terbukti dengan adanya peningkatan dari nilai rata-rata 13,2000 meningkat menjadi 22,1000; (2) Ada pengaruh model latihan high or speed terhadap hasil belajar dribbling dalam permainan bolabasket pada siswa SMA Negeri 1 Pangkajene. Hasil belajar dribbling dalam permainan bolabasket pada siswa SMA Negeri 1 Pangkajene terbukti dengan adanya peningkatan dari nilai rata-rata 13,0500 meningkat menjadi 20,5500; dan (3) Ada perbedaan pengaruh antara model latihan crossover dan model latihan high or speed terhadap hasil belajar dribbling dalam permainan bolabasket pada siswa SMA Negeri 1 Pangkajene. Hasil belajar dribbling dalam permainan bolabasket pada siswa SMA Negeri 1 Pangkajene sebesar 22,1000 < 20,5500. Kesimpulan bahwa model latihan crossover memiliki pengaruh yang lebih besar dibandingkan dengan model latihan high or speed terhadap hasil belajar dribbling dalam permainan bolabasket pada siswa SMA Negeri 1 Pangkajene.The research aims to discover (1) the influence or crossover training model on dribbling learning result in Basketball game or students at SMAN 1 pangkajene, (2) the influence or high or speed training model on dribbling learning result in Basketball game or students at SMAN 1 pangkajene, and (3) the difference or the influence or crossover training model on dribbling learning result in basketball game or students at SMAN 1 pangkajene.
The research is experiment research.the populations or the research were all or the students at SMAN Negeri 1 pangkajene in class X and XI and the samples were 40 students who were chosen by using random sampling . Then, the group division system employed marching ordinal. The data were analyzed by using descriptive analysis, requirement test,paired test analyzed by using descriptive analysis,requirement test,paired t test analysis,and non paired t test analysis with SPSS version 16.00 system in significant level 95%or α 0.05.
The conclusions based on the results or data analysis are (1) there is influence or crossover training model on dribbling learning result in Basketball game or students at SMAN 1 pangkajene. It was proven with the improvement or the average score 13.2000 to 22.1000; (2) there is influence or high or speed training model on dribbling learning result in basketbal game or students at SMAN 1 pangkajene. It was proven with the improvement or the average score 13.0500 to 20,5500; and (3) there is a difference or the influence or the influence or crossover training model and high or speed training model on dribbling learning result in Basketball game or students at SMAN 1 pangkajene by 22.1000 20.5500. the conclusion is crossover training model hasbigger influence than high or speed training model on dribbling learning result in Basketball game or students at SMAN 1 pangkajene.
 
PENINGKATAN HASIL BELAJAR LUAS BANGUN DATAR MENGGUNAKAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING PADA SISWA KELAS III SD NEGERI 51/II DESA PAKU AJI KECAMATAN TANAH SEPENGGAL LINTASKABUPATEN BUNGO
Broad flat learning in SDN 51/ II students in Paku Aji Village is still conventional. Learning is still teacher-centered, making it boring for students. For this reason, researchers are interested in improving the learning process of mathematics, especially in the area of square and rectangular learning through the Contextual Teaching and Learning (CTL) approach. The CTL approach is felt to be able to overcome existing problems. In improving the learning outcomes of square and rectangular areas through the CTL approach there are 7 steps, namely: constructivism, inquiry, asking questions, learning society, modeling, reflection and authentic assessment.
The results of the study conducted the percentage of the average class of student learning outcomes in the first cycle of meeting 1 with the material square area is 80% in the first cycle of meeting 2 with rectangular material is 69%, cycle II meeting 1 with the material area square and rectangle is 97 % in the second cycle of meeting 2 was 98%. The conclusion obtained from this study is that the CTL approach can improve the learning outcomes of a flat building area, which is about the area of a square and a rectangle.
Pembelajaran luas bangun datar pada siswa SDN 13 Pauh Kota Padang masih bersifat konvensional. Pembelajaran masih berpusat kepada guru, sehingga membosankan bagi siswa. Untuk itu peneliti tertarik untuk memperbaiki proses pembelajaran matematika khususnya pembelajaran luas persegi dan persegi panjang melalui pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL). Pendekatan CTL dirasakan mampu mengatasi persoalan yang ada. Pada peningkatan hasil belajar luas persegi dan persegi panjang melalui pendekatan CTL terdapat 7 langkah yaitu: konstruktivisme, inkuiri, bertanya, masyarakat belajar, pemodelan, refleksi dan penilaian otentik.
Hasil penelitian yang dilakukan persentase rata-rata kelas hasil belajar siswa pada siklus I pertemuan 1 dengan materi luas persegi adalah 80% pada siklus I pertemuan 2 dengan materi persegi panjang adalah 69%, siklus II pertemuan 1 dengan materi luas persegi dan persegi panjang adalah 97% pada siklus II pertemuan 2 adalah 98%. Kesimpulan yang didapatkan dari penelitian ini adalah pendekatan CTL dapat meningkatkan hasil belajar luas bangun datar yaitu tentang luas persegi dan persegi panjang.
 
PENTINGNYA PENGAKOMODASIAN PENGALAMAN BELAJAR PADA PEMBELAJARAN IPA
Science learning includes three main elements that cannot be separated from one another, namely science as a product, process, and attitude. When the teaching and learning process, science learning must emphasize the aspects of the process (activity), namely about how students learn and the influence of the learning process for the development of the students themselves. Student learning activities can be built through accommodating direct learning experiences. Because learning experience is closely related to the development of process skills. Learning experience is a number of student activities carried out to obtain new information and competencies in accordance with the objectives to be achieved. Through accommodating learning experiences students can develop students' competencies in exploring and understanding nature scientifically. Accommodating learning experiences can be carried out by the teacher through several activities including (1) Expressing the learning goals that students must achieve before the learning activities begin. (2) Arrange learning tasks with students. (3) Provide information about learning activities that students must do. (4) Providing assistance and services to students who need it. (5) Providing motivation, encouraging students to learn, guide, etc. through the submission of questions. (6) Helping students to draw a conclusion. Through learning experience, teachers can improve the quality of learning so that it is more meaningful, and can develop all the potential that students have.Pembelajaran IPA mencakup tiga unsur pokok yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya yakni IPA sebagai produk, proses, dan sikap. Ketika proses belajar mengajar, pembelajaran IPA harus lebih menekankan aspek proses (aktivitas), yakni tentang bagaimana siswa belajar dan pengaruh dari proses belajar tersebut bagi perkembangan siswa itu sendiri. Aktivitas belajar siswa dapat dibangun melalui pengakomodasian pengalaman belajar secara langsung. Sebab pengalaman belajar erat kaitannya dengan pengembangan keterampilan proses. Pengalaman belajar merupakan sejumlah aktivitas siswa yang dilakukan untuk memperoleh informasi dan kompetensi baru sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. Melalui pengakomodasian pengalaman belajar siswa dapat mengembangkan kompetensi siswa dalam menjelajahi dan memahami alam secara ilmiah. Pengakomodasian pengalaman belajar dapat dilakukan oleh guru melalui beberapa kegiatan diantaranya (1) Mengemukakan tujuan pembelajaran yang harus dicapai siswa sebelum kegiatan pembelajaran dimulai. (2) Menyusun tugas-tugas belajar bersama siswa. (3) Memberikan informasi tentang kegiatan pembelajaran yang harus dilakukan siswa. (4) Memberikan bantuan dan pelayanan kepada siswa yang memerlukan. (5) Memberikan motivasi, mendorong siswa untuk belajar, membimbing, dan lain sebagainya melalui pengajuan pertanyaan-pertanyaan. (6) Membantu siswa dalam menarik suatu kesimpulan. Melalui pengalaman belajar, guru dapat meningkatkan kualitas pembelajaran agar lebih bermakna, dan dapat mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki sisw
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN LANGKAH-LANGKAH POLYA PADA KELAS IV SD NEGERI 020/XI KOTO LEBU KOTASUNGAI PENUH KERINCI
Inthis study, the authors apply thelearning Polya steps to improve student learning outcomes. This study aimed to describe the planning, execution, and improved learning outcomes. This research was class room action research. Using qualitative and quantitative approaches.Subjects were teachers and students of class IV elementary School District 020/XI Koto Lebu Kota Sungai Penuh Kerinci. In thefirst cycleof teachersin designing learning skills 69.5%, 69.5% showed teacher activity and student activity 62.5%. Meanwhile, thesecondcycleis seen to rise. The abilityof teachersin designing learning to 86%. Activity to 87.5% of teachers, student activity to 83.5%. In short, action researchusing Polya steps to improve student learning outcomesDalam penelitian ini, penulis menerapkan pembelajaran polya untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan peningkatan hasil belajar. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Subjek penelitian adalah guru dan peserta didik kelas IV SD Negeri 020/XI Koto Lebu Kota Sungai Penuh Kerinci. Pada siklus pertama guru mendesain kemampuan belajar 69,5%, 69,5% menunjukkan aktivitas guru dan aktivitas peserta didik 62,5%. Sementara itu, di siklus ini terlihat meningkat. Kemampuan guru merancang pembelajaran hingga 86%. Aktivitas menjadi guru menjadi 87,5% , dan aktivitas peserta didik menjadi 83,5%. Singkatnya, penelitian tindakan kelas ini menggunakan langkah-langkah Polya untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik
STUDI MENGENAI KEBERADAAN PEDAGANG KAKI LIMA (PKL) DI PASAR AUR KUNING KOTA BUKITTINGGI DALAM KONSEP ISLAM
Street vendors (PKL) are one of the most popular informal sectors that are able to provide new jobs. In terms of Islamic law, the practice of buying and selling carried out by street vendors is a legitimate and lawful transaction to do if it meets the requirements and harmonizes its sale. This type of research is descriptive qualitative by using primary and secondary data collection with snowball sampling. . The results of the study are the reasons that influence the street vendors to prefer to trade outside the kiosk because they are not permanent traders, the merchandise is simple and can be transported by two-wheeled vehicles. In addition, goods are also sold quickly because they are easy to reach and do not need to enter the shopping area and do not need to pay kiosk rent. The impact caused by street vendors is disrupting traffic resulting in congestion, lack of cleanliness in the market environment and triggering criminal acts. The policy carried out by the government is to control and reinforce the regulations regarding the control of street vendors. According to Islamic law, a buying and selling system that utilizes public facilities including those that are not permitted, even though the terms of sale and purchase are considered valid. Likewise, the government is allowed to issue regulations governing the prohibition of selling on the street, if it is considered to disturb or endanger the passers-by. . When there are elements that are not appropriate in the practice of buying and selling, then it might shift the concept of halalness from the transaction madePedagang kaki lima (PKL) adalah salahsatu sektor informal yang paling banyak diminati yang mampu menyediakan lapangan kerja baru. Di tinjau dari hukum Islam, praktik jual beli yang dilakukan PKL merupakan transaksi yang sah dan halal untuk dikerjakan jika memenuhi syarat dan rukun jual belinya.Jenis penelitian dalam penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan menggunakan pengumpulan data primer dan data sekunder dengan pengambilan informan secara snowball sampling. Hasil penelitian yaitu alasan yang mempengaruhi para PKL untuk lebih memilih berdagang di luar kios karena mereka bukan pedagang tetap, dagangannya sederhana dan bisa diangkut dengan kendaraan roda dua. Selain itu barang juga cepat terjual sebab mudah dijangkau dan tidak perlu masuk ke dalam area pertokoan dan tidak perlu membayar sewa kios. Dampak yang ditimbulkan PKL yaitu mengganggu lalu lintas yang mengakibatkan kemacetan, kurang kebersihan di lingkungan pasar serta memicu tindakan kriminal. Kebijakan yang dilakukan pemerintah adalah dengan penertiban dan memepertegas peratuaran tentang penertiban PKL. Menurut hukum Islam, sistem jual beli yang memanfaatkan failitas umum termasuk yang tidak diperbolehkan, walaupun secara syarat jual beli sudah dianggap sah. Begitu juga pemerintahan diperbolehkan mengeluarkan peraturan yang mengatur pelarangan berjualan dijalan, apabila dianggap menganggu atau membahayakan orang yang lewat. . Ketika terdapat unsur yang tidak sesuai dalam praktik jual beli, maka bisa jadi menggeser konsep kehalalan dari transaksi yang dilakukan
THE EFFECT OF SOCIAL MEDIA ON THE SECOND YEAR STUDENT’S ACADEMIC ACHIEVEMENT IN STKIP MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO
The aim of the study was to analyze the impact of social media on the student’s academic achievement. The survey research method was used. Subjects were drawn from the second year students of Elementary Teacher Education Department in STKIP Muhammadiyah Muara Bungo The researcher adopted Kendall’s coefficient of concordance and factor analysis as analytical tools for the study. A survey design provides a quantitative description of the population that is sampled through the data collection process (Frankel and Wallen, 1995). The study also employed the questionnaire as the data collection instrument for the study. The Statistical Package for Social Sciences (SPSS) was used to analyze the data collected. The descriptive analysis tools in the SPSS were employed to develop tables and frequencies which were constructively analyzed. The result revealed that majority of respondents used whatsapp and facebook to find new friends and application for communication. Furthermore, majority of respondents experienced negative effects such as late submission of assignment, less study time and poor academic achievement due to the heavy participation on social media networks. Therefore, there were cases where others experienced improvement in their reading skill as a result of participation on social media networks. Also respondents shared ideas, discussed and shared examination among them on social media network. The study recommended the strict enforcement of STKIP Muhammadiyah Muara Bungo rule on electronic devices usage in campus, promotion of social media usage for academic purpose and counseling for addicted student
PERAN KERJA OTAK DALAM PEMEROLEHAN BAHASA INGGRIS
ABSTRACT
Penelitian ini menganalisis peran fungsi hemifer otak terhadap pemerolehan bahasa khususnya bahasa Inggris. Proses pemerolehan bahasa mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris STKIP Muhammadiya Muara Bungo dianalisis dengan memperhatikan aspek neurologi yang bertujuan mempermudah pengajaran bahasa asing.
Penilitian ini menggunakan pendekatan deskriptif qualitative. Sumber datanya adalah mahasiswa prodi pendidikan bahasa Inggris STKIP Muhammadiyah Muara Bungo. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi (pengamatan). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik simak libat cakap, teknik rekam, dan teknik catat. Metode analisis data menggunakan padan referential dan padan pragmatik. Metode penyajian data menggunakan metode informal.
Secara Neurologi jika dilihat dari fungsi kerja otak, proses berbahasa reseptif (decode) dan proses berbahasa produktif (encode) yang terjadi di otak kurang optimal, serta fungsi kerja hemisfer kiri dan hemisfer kanan yang kurang sejalan mengakibatkan proses pemerolehan bahasa terkendala. Lobus parietal yang berfungsi menangkap sensori dan menjalankan fungsi-fungsi bahasa, serta lobus temporal yang berfungsi menentukan sikap dan tindakan yang konkret, seperti menilai, memberikan perencanaan, mengatur agenda-agenda, dan kreativitas yang perlu distimulus sehingga proses pemerolehan bahasa asing dapat berjalan baik dan lancar.
Keyword: pemerolehan bahasa, peran otak dan bahasa, neurolinguisti
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS TEKS NEGOSIASI SISWA KELAS X SMA NEGERI 3 MAROS KABUPATEN MAROS
This research aimed to find out the effectiveness of using problem based learning model toward students’ ability in writing negotiation text student of class X SMA Negeri 3 Maros. This research applied an experimental which involved one class. The population of this research was the students of class X of SMA Negeri 3 Maros consist of 361 students from ten classes. The sample of this research was students of X IPA 4 consist of 35 students.
The sampling was selected by used simple random sampling technique. The instrument was the instrument which related with the learning proses in writing negotiation text using problem based learning model and writing negotiation text test. The test was used in the beginning (pretest) and in the end (posttest). The data analysis used descriptive statistic and inferential statistic. The result of descriptive statistic indicated the effectiveness of problem based learning in students’ ability in writing negotiation text of the students of X IPA 4 SMA Negeri 3 Maros. That was proven by the student’ test score using the problem based learning was in average category with score average in 78.9. The inferential statistic result was the calculation of significance test value ttest> ttable, was 4,268 > 1,690. That indicated that the alternative hypothesis was accepted which means that the problem based learning model was effective in students’ ability in writing negotiation text of the student in class X IPA 4 SMA Negeri 3 Maros. Based on the data analysis and the finding, that concluded that problem based learning model was effective in students’ ability in writing negotiation text of students of class IPA 4 SMA Negeri 3 Maros, Maros regency. Based on that conclusion, some suggestions were interpose related to this research. For the Bahasa and Sastra Indonesia teacher, especially for teacher class X IPA 4 SMA Negeri 3 Maros have to enrich their teaching model in writing negotiation text and always give training to the students in writing text and for the students they have to accustom to write negotiation text to make them easy and make variations of their work.Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan keefektifan model pembelajaran berbasis masalah terhadap keterampilan menulis teks negosiasi Siswa Kelas X SMA Negeri 3 Maros. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang melibatkan satu kelas. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 3 Maros berjumlah 361 siswa yang tersebar ke dalam sepuluh kelas. Sampel penelitian yang dipilih adalah siswa kelas X IPA 4 dengan jumlah siswa 35 orang. Penarikan sampel dilakukan dengan menggunkan teknik simple random sampling. Instrumen penilaian yang digunakan yaitu instrumen yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran menulis teks negosiasi dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dan tes unjuk kerja menulis teks negosiasi. Tes tersebut digunakan pada tes awal (pretest) dan tes akhir (postest). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistika inferensial. Hasil statistik deskriptif menunjukkan model pembelajaran berbasis masalah efektif terhadap kemampuan menulis teks negosiasi siswa kelas X IPA 4 SMA Negeri 3 Maros hal tersebut dibuktikan dengan nilai tes yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah pada kategori sedang dengan nilai rata-rata 78,9. Hasil statistik inferensial perhitungan uji signifikansi uji t nilai thitung > ttabel, yaitu 4,268 > 1,690. Hal tersebut menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan diterima yang berarti model pembelajaran berbasis masalah efektif terhadap kemampuan menulis teks negosiasi yang dilaksanakan di kelas X IPA 4 SMA Negeri 3 Maros. Berdasarkan penyajian hasil analisis data dan pembahasan tersebut, dapat disimpulkan tentang adanya keefektifan model pembelajan berbasis masalah (problem based learning) terhadap keterampilan menulis teks negosiasi siswa Kelas IPA4 SMA Negeri 3 Maros Kabupaten Maros. Berdasarkan simpulan tersebut dapat dikemukakan beberapa saran sehubungan dengan hasil penelitian ini. Bagi guru Bahasa dan Sastra Indonesia khususnya Kelas X IPA4 SMA Negeri 3 Maros berusaha memperkaya model pembelajaran menulis teks negosiasi dan selalu memberikan pelatihan kepada siswa dalam menulis teks dan bagi siswa hendaknya membiasakan diri menulis teks negosiasi guna mempermudah dan memvariasikan hasil karyanya
UPAYA MENINGKATKAN PEMBELAJARAN TOLAK PELURU YANG EFEKTIF DENGAN METODE PAKEM PADA SISWA KELAS V SD N 163/8 MUARA TABIR TEBO
The difficulty of students in carrying out basic techniques on learning material to shot put is the background of this study. There were still many students who have not been correct in carrying out a series of repulsion movements. This study aims to determine the application of the PAKEM (Active, Creative, Effective and Fun Learning) method to improve learning of shot put to students in the 5th grade students of SDN 163/8 Muara Tabir Tebo.The research method used PTK design which was carried out in two cycles. The subjects of this research were 24 students of the 5th grade students of SDN 163/8 Sungai Jernih Muara Tabir, Tebo. The data of shot put results were obtained through performance tests and observation sheets were used to collect data on student activities in following the learning process of shot put using the PAKEM method. The results of this study were obtained based on the assessment of three aspects namely psychomotor, affective, and cognitive. The results of the assessment shown that there was a significant increase from the condition of cycle I to cycle II. The results of the assessment of learning shot put obtained from the first cycle were as many as 15 students or the percentage of completeness 71.3%. Whereas in cycle II there was an increase to 20 students or the percentage of completeness to be 83, 3%. Based on the results of the study, it was concluded that learning shot put through the PAKEM method can improve the learning outcomes of the fifth grade students of SDN 163/8 Sungai Jernih Muara Tabir.Kesulitan siswa dalam melakukan teknik dasar pada materi pembelajaran tolak peluru menjadi latar belakang penelitian ini. masih banyak siswa yang belum benar melakukan rangkaian gerakan tolakan. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui penerapan metode PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan) untuk meningkatkan pembelajaran tolak peluru siswa kelas V SD N 163/8 Muara Tabir Tebo. Metode penelitian menggunakan rancangan PTK yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas V SD N 163/8 Sungai Jernih Muara Tabir, Tebo yang berjumlah 24 siswa. Data hasil pembelajaran tolak peluru diperoleh melalui tes unjuk kerja, lembar observasi digunakan untuk mengumpulkan data kegiatan siswa di dalam mengikuti proses pembelajaran tolak peluru dengan metode PAKEM. Hasil penelitian ini diperoleh berdasarkan penilaian tiga aspek yaitu psikomotor, afektif, dan kognitif. Dari hasil penilaian tersebut, terdapat peningkatan yang signifikan dari kondisi siklus I ke siklus II. Hasil penilaian pembelajaran tolak peluru yang diperoleh dari siklus I adalah sebanyak 15 siswa atau persentase ketuntasan 71,3%. Sedangkan pada siklus II terjadi peningkatan menjadi 20 siswa atau persentase ketuntasan menjadi 83, 3%. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa pembelajaran tolak peluru melalui metode PAKEM dapat meningkatkan hasil belajar siswa Kelas V SD N 163/8 Sungai Jernih Muara Tabir, Tebo