E-Journal STKIP-MB - Jurnal Muara Pendidikan STKIP Muhammadiyah Muara Bungo
Not a member yet
    384 research outputs found

    HUBUNGAN KEMANDIRIAN BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS VIII SMP N 14 KABUPATEN TEBO

    Get PDF
    The level of success of students in the learning process is expressed by the learning outcomes. Learning outcomes are expressed as learning success rates expressed in the form of scores, after the learning process. Learning outcomes achieved by students give an overview of their level of position compared to other students. To find out someone has undergone a learning process and has undergone changes, both changes in knowledge, skills or attitudes can be seen from the learning outcomes.Tingkat keberhasilan peserta didik dalam proses belajar dinyatakan dengan hasil belajarnya. Hasil belajar dinyatakan sebagai tingkat keberhasilan belajar yang dinyatakan dalam bentuk skor, setelah melakukan proses belajar. Hasil belajar yang dicapai peserta didik memeberikan gambaran tentang posisi tingkat dirinya dibandingkan peserta didik lain. Untuk mengetahui seseorang telah mengalami proses belajar dan telah mengalami perubahan-perubahan, baik perubahan dalam pengetahuan, keterampilan ataupun sikap maka dapat dilihat dari hasil belajarnya

    PENGARUH PEMBELAJARAN AKTIF TIPE GIVING QUESTION AND GETTING ANSWER TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MAHASISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA

    Get PDF
    Student learning outcomes look low. This is one factor that can show that students' mastery of mathematical concepts is still weak. This problem is estimated because learning is still centered on the lecturer, to overcome this problem is by implement learning by applying Giving Question and Getting Answer type active learning. This research aims to determine whether students’ conceptual understanding of learning by applying Giving Question and Getting Answer type active learning is better than understanding students' concepts with conventional learning. This type of research is experimental research with the subject random design. The population in this research were STKIP students. The sampling technique is random, selected sample class. The instrument used in this research is the final test of learning in the form of essays. The data obtained were analyzed using normality test, homogeneity test and t-test. Based on the results of data analysis obtained the average learning outcomes of students who received treatment were 77.14 higher and the percentage of each indicator understanding the concept in the higher class. From the results of the t statistic test, it was obtained tcount = 2.44 and ttable = 1.645, so that tcount > ttable and from MINITAB software obtained p-value = 0.010. It can be seen that p-value is smaller than α = 0.05. It can be concluded that the understanding of the concept of students who use Giving Question and Getting Answer type active learning is better.Hasil belajar mahasiswa terlihat rendah. Ini merupakan salah satu faktor yang dapat menunjukkan bahwa penguasaan mahasiswa terhadap konsep matematika juga masih rendah. Masalah ini diperkirakan karena pembelajaran masih terpusat pada dosen,untuk mengatasi masalah tersebut yaitu dengan melaksanakan pembelajaran dengan menerapkan pembelajaran aktif tipe Giving Question and Getting Answer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pemahaman konsep mahasiswa dengan menerapkan pembelajaran aktif tipe Giving Question and Getting Answer lebih baik dari pada pemahaman konsep mahasiswa dengan pembelajaran konvensinal. Jenis penelitian ini penelitian eksperimen dengan rancangan random subjek. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa STKIP. Teknik pengambilan sampel adalah secara acak,terpilih kelas sampel Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes akhir belajar dalam bentuk essay. Data diperoleh di analisis dengan menggunakan uji normalitas, uji homogenitas dan uji-t. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh rata-rata hasil belajar mahasiswa kelas yang mendapat perlakuan adalah 77,14 lebih tinggi dan persentase tiap-tiap indikator pemahaman konsep pada kelas lebih tinggi. Dari hasil uji statistik t  diperoleh thitung=2,44 dan ttabel=1,645, sehingga thitung > ttabel dan dari software MINITAB diperoleh p-value=0.010. Terlihat bahwa  p-value lebih kecil dari pada , dapat disimpulkan pemahaman konsep mahasiswa yang menggunakan pembelajaran aktif tipe Giving Question and Getting Answer lebih baik

    PENGARUH LINGKUNGAN SEKOLAH, PERAN GURU DAN MINAT BELAJAR SISWA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PENJAS SD INPRES BUTTATIANANG I MAKASSAR

    Get PDF
    The objective of this study was to find out the effect of the school environment, the role of  teachers and the Students Learning Interest on the Motivating to Learn Physical Education and Health Sciences at Elementary School InpresButtatianang I of Makassar. The type of this research is descriptive analysis with research design using Path Analysis. The population is the fifth grade students Elementary School InpresButtatianang I of Makassar. There are 28 students. The technique to determining the sample is in a population that is affordable. The data analysis technique used was descriptive analysis by using SPSS 18 for windows. The results of this study indicated that (1) Elementary School InpresButtatianang I of Makassar, has a direct influence on  school environment that is significant to students' learning interest on the Physical Education and Health Sciences amount  40.26%. (2) the direct influence of the teacher's significant role in student learning interest on Physical Education and Health Sciences  amount  31.36%. (3) the influence of school environment in student learning motivation on Physical Education and Health Sciences subjects amount 9.48%. (4) the direct influence of the teacher's role in student motivation on Physical Education and Health Sciences subjects amount 63.04%. (5) the influence of learning interest in student learning motivation on Physical Education and Health Sciences amount 24.32%. (6) the influence of school environment in student learning motivation  on Physical Education and Health Sciences through learning interest amount 77.88%. (7) the influence of teacher's role in students' learning motivation on Physical Education and Health Sciences subjects through learning interest amount 77.88%.Tujuan penelitian  ini adalah mengetahui Pengaruh Lingkungan Sekolah, Peran Guru Dan Minat Belajar Siswa Terhadap Motivasi Belajar Penjas SD Inpres Buttatianang I Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskrpitif analisis dengan desain penelitian menggunakan Path Analisis. Populasinya adalah siswa siswi kelas V SD Inpres Buttatianang I Makassar. Yang berjumlah 28 siswa. Teknik penentuan sampelnya yaitu secara populasi terjangkau. Teknik analisis data yang digunakan  adalah analisis deskriptif dengan bantuan SPSS 18 for windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) SD Inpres Buttatianang I Makassar, memiliki pengaruh lansung lingkungan sekolah yang signifikan terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran penjas sebesar 40,26%. (2) pengaruh lansung peran guru yang signifikan terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran penjas sebesar  31,36%. (3) pengaruh lingkungan sekolah terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran penjas sebesar 9,48%. (4) pengaruh lansung peran guru terhadap motivasi siswa pada mata pelajaran penjas sebesar 63,04%. (5) pengaruh minat belajar terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran penjas sebesar 24,32%. (6) pengaruh lingkungan sekolah terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajar penjas melalui minat belajar sebesar 77,88%. (7) pengaruh peran guru terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran penjas melalui minat belajar sebesar  77,88

    Analisis Perangkat Pembelajaran Guru Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan SD Se Kota Kupang

    Get PDF
    Learning tools have important functions in the learning process, among others, the first learning device is seen as a guide, the learning tool is as a guide or direction for a teacher. This is important because the learning process is something that is systematic and patterned. There are still many teachers who are lost direction or confused in the middle of the learning process just because they do not have learning tools. Therefore, learning tools provide guidance on what a teacher should do in the classroom. In addition, learning tools provide guidance in developing teaching techniques and provide guidance for designing better devices; second, learning tools are viewed as benchmarks, a professional teacher will evaluate each of his teaching outcomes.                There are so many benefits of the preparation of learning tools, but the reality of the field is still a lot of obstacles and obstacles from teachers to create and prepare learning tools properly and correctly, where learning tools that should have mastered teachers and teachers should be prepared before teaching and learning activities occur precisely less prepared good and in some cases the preparation of learning tools is not in accordance with the guidelines for the preparation of the supposedly whereas by making a learning tool with a good teacher to carry out the learning process more programmed, planned and professionalism as teachers can be improved. A teacher of Physical Education of Sport and Health should also be able to make planning in learning, one of which is the implementation plan of learning. Learning implementation plan is a learning tool created by a teacher in planning learning activities with several meetings or face to face. In addition, a physical education teacher sports and health should also be able to carry out learning in accordance with the implementation plan of learning Based on this, the researcher will examine the analysis of learning device of Physical Education Teacher of Sport and Elementary School School in Kupang city to identify learning device compiled and implemented by Physical Education teacher of Sport And Health in elementary schoolPerangkat pembelajaran memiliki fungsi penting dalam proses pembelajaran, antara lain yang pertama perangkat pembelajaran dilihat sebagai panduan, perangkat pembelajaran adalah sebagai panduan atau pemberi arah bagi seorang guru. Hal tersebut penting karena proses pembelajaran adalah sesuatu yang sistematis dan terpola. Masih banyak guru yang hilang arah atau bingung di tengah-tengah proses pembelajaran hanya karena tidak memiliki perangkat pembelajaran. Oleh karena itu, perangkat pembelajaran memberi panduan apa yang harus dilakukan seorang guru di dalam kelas. Selain itu, perangkat pembelajaran memberi panduan dalam mengembangkan teknik mengajar dan memberi panduan untuk merancang perangkat yang lebih baik, yang kedua, perangkat pembelajaran dilihat sebagai tolak ukur, seorang guru yang profesional tentu mengevaluasi setiap hasil mengajarnya. Ada begitu banyak manfaat penyusunan perangkat pembelajaran, namun kenyataan dilapangan masih banyak kendala dan hambatan dari guru untuk membuat dan mempersiapkan perangkat pembelajarannya dengan baik dan benar, salah satunya adalah berdasarkan temuan pada kegiatan PPG guru Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan beberapa tahun terakir, dimana perangkat pembelajaran yang seharusnya telah dikuasai guru dan seharusnya dipersiapkan guru sebelum kegiatan belajar mengajar terjadi justru kurang dipersiapkan dengan baik dan dibeberapa kasus penyusunan perangkat pembelajaran tidak sesuai dengan pedoman penyusunan yang seharusnya padahal dengan membuat perangkat pembelajarannya dengan baik seorang guru melaksanakan proses pembelajarannya secara lebih terprogram, terencana dan profesionalitas sebagai guru bisa lebih ditingkatkan. Seorang guru Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan juga harus mampu dalam membuat perencanaan dalam pembelajaran, salah satunya adalah rencana pelaksanaan pembelajaran. Rencana pelaksanaan pembelajaran  merupakan perangkat pembelajaran yang dibuat oleh seorang guru dalam merencanakan kegiatan pembelajaran dengan beberapa pertemuan atau tatap muka. Selain itu juga, seorang guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan juga harus dapat melaksanakan pembelajaran yang sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajarannya. Berdasarkan hal tersebut, peneliti akan meneliti tentang analisis perangkat pembelajaran guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SD se kota kupang untuk mengidentifikasi perangkat pembelajaran yang disusun dan dilaksanakan oleh guru Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan di SD

    EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA MARQUEE DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA MEMINDAI SISWA KELAS VI SDN 81/II MUARA BUNGO

    Get PDF
    The background of this study is the low speed reading skills of class VI SDN 81 / II Muara Bungo students. The success of reading skills can not be separated from the accuracy of the selection of learning media used in the classroom. Media Marquee (running text media) is an alternative media that can be used to improve the process and student learning outcomes. The purpose of this study was to analyze the effectiveness of Marquee's media use to improve the process and learning outcomes of speed reading for grade 6 students of SDN 81 / II Muara Bungo. This research is a classroom action research conducted in two research cycles. The research data is in the form of test results and non-test results. Furthermore, the results of this study, namely (1) an increase in the speed reading process with Marquee media with an average gain of 215.5 or in the medium category, (2) an increase in the results of speed reading learning with Marquee media with an average gain 250.25 or in the fast category. Based on the results of the research, it can be concluded that Marquee's media effectively improves the speed reading skills of class VI SDN 81 / II Muara Bungo students.Latar belakang penelitian ini yaitu rendahnya keterampilan membaca cepat siswa kelas VI SDN 81/II Muara Bungo. Keberhasilan keterampilan membaca tidak lepas dari ketepatan pemilihan media pembelajaran yang digunakan di kelas. Media Marquee  (media teks berjalan) merupakan alternatif media yang dapat digunakan untuk memperbaiki proses dan hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis efektivitas penggunaan media Marquee untuk meningkatkan proses dan hasil belajar membaca cepat siswa kelas VI SDN 81/II Muara Bungo. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan sebanyak dua siklus penelitian. Data penelitian ini berupa hasil tes dan nontes. Selanjutnya, hasil penelitian ini, yaitu (1) adanya peningkatan proses pembelajaran membaca cepat dengan media Marquee dengan perolehan rata-rata 215,5 atau berada pada kategori sedang, (2) adanya peningkatan hasil pembelajaran membaca cepat dengan media Marquee dengan perolehan rata-rata 250,25 atau berada pada kategori cepat. Berdasarkan hasil penelitian tesebut, dapat disimpulkan bahwa media Marquee efektif meningkatkan keterampilan membaca cepat siswa kelas VI SDN 81/II Muara Bung

    IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 (K13) SMP NEGERI 2 SAROLANGUN

    Get PDF
    This study investigated implementation Curriculum 2013 (K 13) at SMP Negerii 2 Sarolangun. It aimed at analyzing implementation of K 13 and identifying the factors influenced implementation K 13. Descriptive method with three main instruments; observation, interview and documentation were used to collect data. The finding showed that SMP Negeri 2 Sarolangun was applied K 13 through socialization, teacher preparation, and giving facilitation. The factors influence K 13 divided into two factors, they were supporting factors and problematic factors.  As conclusion, all components includes government, school, teacher, parents, students, and stake holder should be interest and support the implementation K 13 at SMP Negeri 2 SarolangunArtikel ini berisi tentang laporan penelitian implementasi Kurikulum 2013 (K 13) di SMP Negeri 2 Sarolangun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi K 13 dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi kurikulum tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan tiga instrumen utama; observasi, wawancara dan dokumentasi yang digunakan untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMP Negeri 2 Sarolangun merapkan K 13 melalui 3 tahapan yaitu  sosialisasi, persiapan guru, dan pemberian fasilitasi. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaaan K 13 dibagi menjadi dua faktor, diantaranya adalah faktor pendukung dan faktor penghambat. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa semua komponen termasuk pemerintah, sekolah, guru, orang tua, siswa, dan stake holder harus tertarik dan mendukung pelaksanaan K 13 di SMP Negeri 2 Sarolangu

    PENGARUH PENDEKATAN SCIENTIFIC TERHADAP HASIL BELAJAR TEMATIK PESERTA DIDIK

    Get PDF
    This research starts from the problem of the lack of teachers involving students in learning, the lack of teachers in guiding students to do exercises, the lack of teachers explaining things that are difficult to understand by students. This results in low learning outcomes of students. This study aims to reveal the influence of the scientific approach on thematic learning outcomes in Class I State Elementary School 166 / II in Tirta Mulya Village, Bungo District. This research is a quasi-experimental study. The research design used in this study is the static camparison: randomized group control only design. Where in the two sample classes a different treatment was applied, in the experimental class the scientific approach was applied while in the control class a conventional approach was applied. The population in this study were all students of class I SD N 166 / II in the village of Tirta Mulya, Bungo Regency with samples of the IB class as the experimental class and IA class as the control class. Sampling is done randomly. Research data was collected through student learning outcomes tests. The proposed hypothesis was tested using the t-test. Based on the findings of the study and discussion, it was concluded that there were differences in learning outcomes of students who were taught using the scientific approach to learning outcomes of students who were taught using a conventional approach to integrated thematic learning. significant 5% is 1,645.Penelitian ini berawal dari masalah kurangnya guru melibatkan peserta didik dalam pembelajaran, kurangya guru dalam memandu peserta didik untuk melakukan latihan-latihan, kurangnya guru menjelaskan kembali hal-hal yang sulit dipahami oleh peserta didik. Hal ini mengakibatkan rendahnya hasil belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pengaruh pendekatan scientific terhadap hasil belajar tematik di Kelas I Sekolah Dasar Negeri 166/II Desa Tirta Mulya Kabupaten Bungo.Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah the static camparison: randomized kontrol group only design. Dimana pada kedua kelas sampel diterapkan perlakuan yang berbeda, pada kelas eksperimen diterapkan pendekatan scientific sedangkan pada kelas kontrol diterapkan pendekatan konvensional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas I SD N 166/II Desa Tirta Mulya Kabupaten Bungo  dengan sampel kelas IB sebagai kelas eksperimen dan kelas IA sebagai kelas kontrol. Pengambilan sampel dilakukan secara random. Data penelitian dikumpulkan melalui tes hasil belajar peserta didik. Hipotesis yang diajukan diuji dengan menggunakan uji-t. Berdasarkan temuan penelitian dan pembahasan,disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar peserta didik yang diajar menggunakan pendekatan scientific dengan hasil belajar peserta didik yang diajar menggunakan pendekatan konvensional pada pembelajaran tematik terpadu, t hitung diperoleh 3,914 dengan taraf signifikan 5% adalah 1,645

    PENGARUH PENDEKATAN CTL DENGAN SOAL OPEN ENDED TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MAHASISWA

    Get PDF
    The purpose of the study was to analyze the effect contextual teaching and learning approach with open ended question toward creative thinking ability at PGSD STKIP Muhammadiyah Muara Bungo. The Research concept used quantitative research, with pretest-posttest non-equivalent group design. This Research population include all members od second semester student which has 4 classes. Meanwhile, two choosen classes made for an example of Research it was Class B and C. Test instruments were used to describe the creative thinking ability question. The founding of the research showed that; 1) The data analysis (average score) shown that student’s creative thinking ability for ekperimen class in range very high level, posttest average score is 80,93; 2) for control class in range high level, posttsest average score is 78,40. 3) Contextual teaching and learning approach with open ended question is better than conventional approach toward creative thinking ability.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pendekatan contextual teaching and learning dengan pemberian soal open ended terhadap kemampuan berpikir kreatif mahasiswa Prodi PGSD STKIP Muhammadiyah Muara Bungo. Rancangan  penelitian  yang  dilakukan  oleh  peneliti  adalah  dengan  menggunakan  metode penelitian kuantitatif dengan desain pretest-posttest non-equivalent group design. Populasi penelitian mencakup semua mahasiswa semester II PGSD STKIP Muhammadiyah Muara Bungo yang terdiri atas 4 kelas. Sementara itu, dua kelas terpilih dijadikan sebagai sampel penelitian, Kelas B dan Kelas C. Kemampuan berpikir kreatif diukur dengan menggunakan instrument tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:  1) nilai rata-rata kelas eksperimen berada pada kategori sangat tinggi dengan nilai 80,93. 2) untuk kelas kontrol berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata posttest sebesar 78,40. 3) pendekatan contextual teaching and learning dengan pemberian soal open ended lebih baik darapida pendekatan konvensional ditinjau dari kemampuan berpikir kreatif mahasiswa

    PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME DALAM PEMBELAJARAN IPS DI KELAS IV SD NEGERI 51/II DESA PAKU AJI KECAMATAN TANAH SEPENGGAL LINTAS KABUPATEN BUNGO

    Get PDF
    Penelitian ini dilator belakangi oleh pembelajaran IPS yamg selama ini masih berpusat kepada guru. Sehingga berlangsung pembelajaran IPS yang membosankan. Disamping itu standar ketuntasan dalam pembelajaran IPS yang diinginkan belum tercapai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan pembelajaran IPS melalui pendekatan Konstruktivisme yang meliputi (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, dan  (3) hasil belajar. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan kuantitatif sederhana. Data penelitian ini berupa informasi tentang proses dan data hasil tindakan yang diperoleh dari hasil pengamatan, hasil tes, diskusi dan dokumentasi. Sumber data adalah proses pelaksanaan pembelajaran IPS melalui pendekatan Konstruktivisme di kelas IV. Subjek peneliti adalah guru (observer), peneliti (praktisi) dan siswa kelas IV yang berjumlah sebanyak 15 orang. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model analisis data. Hasil penelitian ini menunjukkan aktivitas dan hasil belajar siswa mengalami peningkatan. Pada siklus 1 sebagian siswa belum terbiasa dengan menggunakan pendekatan konstruktivisme sehinnga dilakukan tindakan dengan memberi penjelasan kepada siswa tentang langkah-langkah pendekatan konstruktivisme. Pada siklus dua siswa sudah terbiasa dengan pembelajaran konstruktivisme, sehingga aktivitas siswa meningkat, dari hasil observasi aktivitas siswa siklus 1 siswa tuntas 68% dengan nilai rata-rata 7,4 dan pada siklus II nilai kentuntasan siswa 87% dengan nilai rata-rata 9,1.This research is the background of the social studies learning which is still teacher-centered. So that social studies learning is boring. Besides that the standard of completeness in the desired social studies learning has not been achieved. The purpose of this study is to describe the improvement of social studies learning through the constructivism approach which includes (1) planning, (2) implementation, and (3) learning outcomes The approach used is a simple qualitative and quantitative approach. This research data is in the form of information about the process and the results of the data obtained from observations, test results, discussions and documentation. The data source is the process of implementing social studies through a constructivism approach in class IV. The subject of the research was the teacher (observer), the researcher (practitioner) and the fourth grade students totaling 15 people. Data analysis was performed using a data analysis model.The results of this study indicate that the activities and student learning outcomes have increased. In cycle 1, some students are not used to using the constructivism approach so that action is taken by giving explanations to students about the steps of the constructivism approach. In the cycle of two students already accustomed to constructivism learning, so that student activity increases, from the results of observations the activities of students in cycle 1 students complete 68% with an average value of 7.4 and in the second cycle the score of student completeness is 87% with an average score of 9 1

    Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Snowball throwing dan diiringi Teka-Teki Silang Pada Pembelajaran Statistik STKIP Muhammadiyah Bungo

    No full text
    There are some factors affect the low result of learning Math, one of them is the students are not serious in studying, and the students' activity in learning is still less. The group works given by the teacher are only done by the smart students in the group, while the other group members do not do anything. To overcome this problem, one of the models that can be implemented is the cooperative learning using Snowball Throwing with the crossword puzzle.After conducting the observation during the class by implementing the cooperative learning using snowball throwing and crossword puzzle, it was found that there was an improvement of learning activity at the experiment classroom.Based on the result from both of experiment and control groups, after doing the hypothesis test at α = 0,05, it was found   and  . because t  > t  , so the hypothesis was proved that the result of studying at the group with the implementation of cooperative learning using snowball and crossword puzzle is better than the group with a conventional way.Rendahnya hasil belajar matematika mahasiswa disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah mahasiswa kurang serius dalam belajar matematika dan aktifitas mahasiswa dalam pembelajaran matematika juga masih rendah. Tugas-tugas kelompok yang diberikan  hanya dikerjakan oleh mahasiswa yang pintar saja, sedangkan anggota kelompok lain banyak yang bermain-main. Salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar adalah dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing dan diiringi Teka-Teki Silang.Setelah diadakan observasi selama pembelajaran berlangsung diperoleh gambaran mengenai aktivitas mahasiswa selama penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing dan diiringi Teka-Teki Silang. Aktivitas belajar mahasiswa pada kelas eksperimen secara keseluruhan terjadi peningkatan persentase mahasiswa yang melakukan aktivitas untuk setiap pertemuan dan untuk setiap indikator. Berdasarkan data hasil belajar mahasiswa pada kedua kelas sampel, setelah dilakukan uji hipotesis dengan uji-t pada taraf α = 0,05 diperoleh  dan . karena t > t  maka hipotesis yang diajukan diterima yaitu hasil belajar matematika mahasiswa setelah menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing dan diiringi Teka-Teki Silang lebih baik dari mahasiswa yang menggunakan pembelajaran konvensiona

    272

    full texts

    384

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal STKIP-MB - Jurnal Muara Pendidikan STKIP Muhammadiyah Muara Bungo
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇