E-Journal STKIP-MB - Jurnal Muara Pendidikan STKIP Muhammadiyah Muara Bungo
Not a member yet
    384 research outputs found

    KEMAMPUAN MENULIS TEKS PROSEDUR SISWA KELAS X OTKP SMK NEGERI 1 MUARA BUNGO KABUPATEN BUNGO

    Get PDF
    “Ability to write Procedure Text of SMK Negeri 1 Muara Bungo”. Classroom Action Research (PTK). Subjects of Indonesian Language, this study aims to: (1) describe the ability to write procedural text for class X students, (2) describe the ability to write procedural text for class X students on the aspect of content; (3) to describe the students' ability to write procedural text for class X on the structural aspects; (4) to describe the students' ability to write procedural text for class X on the aspects of writing rules; (5) to describe the students' ability to write procedural text for class X on aspects of linguistic characteristics. This type of quantitative descriptive research is research that produces numbers to measure the ability to write procedural texts for class X OTKP students of SMK Negeri 1 Muara Bungo. The results showed that the class X OTKP students of SMK Negeri 1 Muara Bungo obtained an average score of 80.54 with a percentage of 77.41%, which was able to write procedural texts. In the content aspect, the average score of the sample students was in the capable category with a value of 86.29. In the structural aspect, the mean score of high school students is in the capable category with a score of 85.48. In the aspect of writing rules, the average score of the sample students was in the sufficient category with a value of 73.79, and in the aspect of linguistic characteristics, the average score of the sample students was in the sufficient category with a value of 77.01.“Kemampuan menulis Teks Prosedur SMK Negeri 1 Muara Bungo”. Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Mata Peajaran Bahasa Indonesia, Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan kemampuan menulis teks prosedur siswa kelas X, (2) mendeskripsikan kemampuan menulis teks prosedur siswa kelas X pada aspek isi; (3) mendeskripsikan kemampuan menulis teks prosedur siswa kelas X pada aspek struktur; (4) mendeskripsikan kemampuan menulis teks prosedur siswa kelas X pada aspek kaidah penulisan; (5) mendeskripsikan kemampuan menulis teks prosedur siswa kelas X pada aspek ciri kebahasaan. jenis penelitian deskriptif kuantitatif yaitu penelitian yang menghasilkan bentuk angka-angka untuk mengukur kemampuan menulis teks prosedur siswa kelas X OTKP SMK Negeri 1 Muara Bungo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas X OTKP SMK Negeri 1 Muara Bungo memperoleh nilai rata-rata 80,54 dengan persentase 77,41% yaitu mampu menulis teks prosedur. pada aspek isi, nilai rata-rata siswa sampel berada dalam kategori mampu dengan nilai 86,29. Pada aspek struktur, nilai rata-rata siswa smapel berada dalam kategori mampu dengan nilai 85,48. Pada aspek kaidah penulisan, nilai rata-rata siswa sampel berada dalam kategori cukup dengan nilai 73,79, dan pada aspek ciri kebahasaan, nilai rata-rata siswa sampel berada dalam kategori cukup dengan nilai 77,01

    PENGARUH METODE CREATIVE PROBLEM SOLVING (CPS) MODEL TREEFINGER TERHADAP HASIL BELAJAR PERAKITAN KOMPUTER PADA SISWA KELAS X TEKNIK KOMPUTER JARINGAN SMK N 1 RAO SELATAN

    Get PDF
    This research was quantitative research that used a true experiment research approach and a posttest-only control as the research design. This research conducted in SMK 1 Rao Selatan. The population in this research was the grade X students of computer engineering and network major in SMK 1 Rao Selatan. The technique sampling in this research was a total sampling or also called as a population research. In determining the experiment class and control class, the researcher used rolls of paper. Grade X of TKJ 2 elected as experiment class and grade X TKJ 1 elected as control class. The result of this research were average the students learning outcomes in experiment class was about 80,90 while in control class was about 74,84. From analysis test showed normal and homogeny data. The test result on the level significance a0,05 (the level of confidence 95%) obtained score thitung=3,498 and ttabel=2,000 so obtained Thitung>Ttabel (3,498>2,000). Therefore, Ho rejected and Ha accepted in this research. So, the conclusion was there a significant influence in Creative Problem solving (CPS) learning method with Treefingermodel toward learning outcomes of assembly computer of grade X students in program computer network engineering SMK 1 Rao Selatan.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode pendekatan penelitian yang digunakan adalah true eksperimen dengan desain penelitian Posttest-only Control Design. Penelitian ini dilakukan di SMK N 1 Rao Selatan. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa kelas X Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan SMK N 1 Rao Selatan. Teknik Pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling atau juga disebut dengan penelitian populasi. Untuk menentukan kelas eksperimen dan kelas kontrol dilakukan dengan gulungan kertas. Kelas X TKJ 2 terpilih sebagai kelas Eksperimen dan kelas X TKJ 1 terpilih sebagai kelas Kontrol. Berdasarkan hasil penelitian, rata-rata hasil belajar siswa pada kelas eksperimen sebesar 80,90 sedangkan pada kelas kontrol 74,84. Dari uji analisis data didapatkan bahwa data normal dan homogen. Hasil pengujian pada taraf signifikansi α 0.05 (taraf kepercayaan 95%) didapatkan nilai thitung=3,498 dan ttabel=2,000 sehingga diperoleh thitung > ttabel (3,498>2,000). Dengan demikian H0 ditolak dan Ha diterima. Jadi, kesimpulannya adalah terdapat pengaruh yang signifikan pada metode pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) Model Treefinger terhadap hasil belajar Perakitan Komputer pada siswa kelas X Program Keahlian Teknik Komputer Jaringan SMK N 1 Rao Selatan

    PENERAPAN METODE EKSPERIMEN DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA KONSEP KALOR KELAS VII.1 SMPN 7 MUARA BUNGO

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki peningkatan hasil belajar peserta didik setelah diterapkannya metode eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi, tes, dan lembar kerja peserta didik. Subjek penelitian ialah peserta didik kelas VII.1 SMPN 7 Muara Bungo tahun pelajaran 2019/2020 dengan jumlah 31 peserta didik. Penelitian ini dilakukan dalam tiga siklus, dimulai dari 28 Oktober 2019 hingga 26 November 2019. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode eksperimen dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada konsep kalor. Peningkatan hasil belajar peserta didik dapat dilihat dari nilai rata-rata yang diperoleh peserta didik, daya serap peserta didik, dan ketuntasan belajar dari siklus I, siklus II, dan siklus III. Untuk nilai rata-rata peserta didik pada siklus I, siklus II, dan siklus III, yaitu: 80, 85, dan 88. Untuk daya serap peserta didik pada siklus I, siklus II, dan siklus III, yaitu: 80%, 86%, dan 89%. Sedangkan untuk ketuntasan belajar pada siklus I, siklus II, dan siklus III, yaitu: 72%, 89%, dan 94%.This study aims to investigate the improvement students’ learning outcomes after the application of the experimental method in heat concept. The research design used was classroom action research with data collection techniques using observation sheets, tests, and student worksheets. The subjects of the study were students of class VII.1 of SMPN 7 Muara Bungo in the academic year 2019/2020 with 31 students. This research was conducted in three cycles, starting from October 28, 2019 to November 26, 2019. The results of this study indicate that the application of the experiment method can improve students’ learning outcomes in heat concept. Improved students’ learning outcomes can be seen from the average value, students' absorption capacity, and mastery learning from cycle I, cycle II, and cycle III. For the average value of students in cycle I, cycle II, and cycle III, are: 80, 85, and 88. For the absorption of students in cycle I, cycle II, and cycle III, are: 80%, 86% and 89%. As for mastery learning in cycle I, cycle II, and cycle III, are: 72%, 89%, and 94%

    PENGGUNAAN MEDIA DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN PERUBAHAN LINGKUNGAN FISIK TERHADAP DARATAN

    Get PDF
    Materi perubahan lingkungan fisik adalah salah satu materi pembelajaran IPA yang sulit dipahami oleh siswa. Untuk itu dibutuhkan media pembelajaran yang efesien dan berfungsi untuk memvisualisasikan proses perubahan lingkungan fisik terhadap daratan. Media model merupakan salah satu media yang dapat digunakan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran perubahan lingkungan fisik terhadap daratan. Hal ini telah peneliti buktikan dalam sebuah PTK, di kelas IV SD Negeri No 27 Sawahan Dalam Kecamatan Timur. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa penggunaan media model dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian siklus I menunjukkan bahwa rata-rata perolehan nilai hasil belajar siswa 7,3, sedangkan pada siklus II rata-rata nilai hasil belajar siswa 8,6. Dari hasil akhir proses pembelajaran, nilai yang diperoleh oleh siswa telah terjadi peningkatan. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan penelitian ini menunjukkan bahwa, penggunaan media model dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran perubahan lingkungan fisik terhadap daratan di kelas IV SD Negeri  No 27 Sawahan Dalam Kecamatan  Padang Timur tercapai dengan baik. Material changes in the physical environment are one of the science learning materials that are difficult for students to understand. For this reason, an efficient learning media is needed and serves to visualize the process of changing the physical environment to the land. Model media is one of the media that can be used to improve students' understanding of learning material changes in the physical environment to the land. This has been proven by researchers in a PTK, in class IV SD Negeri 27 Sawahan Dalam Timur District. The results of this study prove that the use of media models can improve student learning outcomes. Research cycle I shows that the average acquisition of student learning outcomes is 7.3, while in cycle II the average value of student learning outcomes is 8.6. From the final results of the learning process, the value obtained by students has increased. Based on these results it can be concluded that this study shows that the use of media models can improve student learning outcomes in learning changes in the physical environment to land in class IV SD Negeri 27 Sawahan Dalam, Padang Timur District was well achieved

    MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA BAHASA INGGRIS DASAR MELALUI KEGIATAN ENGLISH CAMP

    Get PDF
    This study aims to improve the English speaking skills of STKIP MB students majoring in elementary school teacher education who take English courses, especially speaking skills at the basic level through English camp activities. English camp activities are outdoor activities carried out as practical speaking activities outside the classroom. . This activity is carried out after the lecture enters the midterm exam where students have first learned the basic theory for seven meetings at the beginning of the lecture. This research is a classroom action research conducted in two cycles with each cycle consisting of two meetings of English camp activities. The results of this study show their speaking ability at the basic level with the topics that have been determined increases significantly each meeting and at the end of each cycle taken from the speaking ability data with categories of assessment of topic accuracy, use of vocabulary, pronunciation and fluency in speaking. . The conclusion in the study shows that English camp activities can improve basic level speaking skills for PGSD STKIP MB students with success indicators of 80% of students getting an oral speaking exam score of 75 or morePenelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Inggris Mahamahasiswa STKIP MB jurusan pendidikan pengajar sekolah dasar yang mengambil mata kuliah bahasa Inggris khususnya pada kemampuan berbicara pada level dasar melalui kegiatan English camp.Kegiatan English camp adalah kegiatan outdoor yang di laksanakan sebagai kegiatan praktek berbicara di luar kelas. Kegiatan ini di laksanakan setelah perkuliahan memasuki ujian tengah semester dimana peserta didik telah belajar terlebih dahulu teori dasar selama tujuh pertemuan di awal perkuliahan.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan sebanyak dua siklus dengan masing-masing siklus sebanyak dua pertemuan kegiatan English camp. Hasil dari peneiltian ini menunjukkan kemampuan berbicara mereka pada level dasar dengan topic-topik yang sudah di tentukan meningkat secara signifikan setiap pertemuan dan di setiap akhir siklus yang di ambil dari data kemampuan berbicara dengan kategori penilaian akurasi topik,penggunaan kosa kata, pelafalan dan kelancaran berbicara. Kesimpulan pada penelitian menujukkan bahwa kegiatan English camp dapat meningkatkan kemampuan berbicara level dasara bagi mahamahasiswa PGSD STKIP MB dengan indikator keberhasilan 80 % dari peserta didik mendapatkan nilai ujian lisan speaking 75 atau lebih

    PENERAPAN MODEL NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS PESERTA DIDIK KELAS VI SD

    Get PDF
    The problem in this study is the learning process and learning outcomes of students in social studies learning in Class VI SD Negeri 81/II Muara Bungo is still low, this is evidenced by the results of preliminary observations made by researchers of 37 students only only 7 students (18.91%) who obtained value in the completion criteria. The reason is that teachers only use conventional approaches in the classroom, which causes the learning process and student learning outcomes to be low. The subjects of this study were students of class VI of SD 81/II Muara Bungo, amounting to 37 students. In the implementation of this study consisted of two cycles carried out by researchers. Each cycle consists of planning activities, implementation accompanied by observation and reflection in each cycle. This study aims to describe the application of the NHT model in improving the process and learning outcomes of social studies in SD Negeri 81/II Muara Bungo classes. The research data was collected through observation, documentation and test results. The results of the analysis of the research data indicate that the use of the NHT model can improve social studies learning outcomes of Class VI SD Negeri 81/II Muara Bungo. This can be seen from the results of the second cycle students' tests have reached KKM 75, seen in the learning outcomes of completeness of the learning outcomes of the first cycle is 29.72% in the second cycle increased to 83.78%.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar peserta didik pada pembelajaran IPS di Kelas VI SD Negeri 81/II Muara Bungo dengan menggunakan model Numbered Head Together (NHT).Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan oleh peneliti hasil belajar peserta didik cenderung rendah. Dari 37 peserta didik hanya 7 peserta didik (18,91%) yang memperoleh nilai dalam kriteria tuntas. Penyebabnya adalah guru hanya menggunakan pendekatan yang konvensional di kelas, yang menyebabkan proses pembelajaran dan hasil belajar peserta didik rendah. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VI SD Negeri 81/II Muara Bungo yang berjumlah 37 peserta didik. Dalam pelaksanaannya penelitian ini terdiri dari dua siklus yang dilaksanakan oleh peneliti. Setiap siklus terdiri atas kegiatan perencanaan, pelaksanaan disertai pengamatan dan refleksi pada masing-masing siklus. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model NHT dalam meningkatkan proses dan hasil belajar IPS kelas SD Negeri 81/II Muara Bungo. Data penelitian ini dikumpulkan melalui pengamatan, dokumentasi dan hasil tes. Hasil analisis data penelitian menunjukan bahwa penggunaan model NHT dapat meningkatkan hasil belajar IPS kelas VI SD Negeri 81/II Muara Bungo. Hal ini terlihat dari hasil tes peserta didik siklus II sudah mencapai KKM 75, terlihat pada hasil belajar yaitu ketuntasan hasil belajar siklus I yaitu 29,72% pada siklus II meningkat mejadi 83,78%

    MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SEJARAH SISWA MELALUI PENGGUNAAN MEDIA VISUALISASI GUA JEPANG KUPANG

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Media pembelajaran yang digunakan oleh guru sejarah selama ini; (2) Pengembangan media visualisasi gua Jepang Kupang; dan (3) Efektivitas penerapan Media Visualisasi Gua Jepang di Kupang dalam pembelajaran sejarah. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas XI IPS SMA Sudirman Kupang. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan atau disebut dengan research and development (R & D) dengan mengadopsi model ADDIE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) penggunaan media dalam pembelajaran sejarah yang berlangsung selama ini di kelas XI SMA Sudirman Kupang selama ini masih dikatakan minim; (2) setelah dilakukan pembelajaran di kelas dengan menggunakan media visualisasi gua Jepang Kupang, siswa kelas XI di SMA Sudirman Kupang merasa penting untuk mengunjungi situs gua Jepang Kupang; (3 pengembangan media pembelajaran dilakukan melalui beberapa tahap diantaranya (a) tahap pemilihan bahan yakni memilih pokok bahasan yang digunakan dalam kegiatan pengembangan; (b) desain pengembangan yakni menelaah referensi lain yang relevan dengan pokok materi penelitian; (c) memproduksi video pembelajaran; (d) validasi produk baik oleh ahli materi dan ahli media hasilnya media layak untuk digunakan. (4) uji efektivitas media visualisasi gua Jepang yang dikembangkan melalui tiga tahap yakni uji coba satu-satu terhadap 3 orang siswa, uji coba kelompok kecil terhadap 10 orang siswa dan uji coba lapangan dilakukan terhadap kelas XI IPS sebagai kelas kontrol dan kelas XI IPA sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa 27 siswa pada masing-masing kelas. Hasil dari ketiga tahap uji coba tersebut dinyatakan “Baik”. Maka, media visualisasi gua Jepang tersebut dinyatakan efektif untuk meningkatkan motivasi belajar sejarah siswa kelas XI SMA Sudirman Kupang.This study aims to determine: (1) Learning media used by history teachers so far; (2) Development of the Kupang Japan cave visualization media; and (3) Effectiveness of the application of the Japanese Cave Visualization Media in Kupang in learning history. This research was conducted on students of class XI IPS at Sudirman Kupang High School. This research is a research or development called research and development (R&D) by adopting the ADDIE model. The results showed that (1) the use of media in history learning that took place so far in class XI of Sudirman Kupang high school was still said to be minimal; (2) after learning in the classroom using the Kupang Japan cave visualization media, class XI students at SMA Sudirman Kupang felt it was important to visit the Kupang Japan cave site; (3 the development of instructional media is carried out through several stages including (a) the selection of material stage, namely selecting the subject used in the development activities, (b) the design of the development that is examining other references relevant to the subject matter of the research, (c) producing the learning video; d) product validation by both material experts and media experts as a result of the media is suitable for use (4) effectiveness test of Japanese cave visualization media developed through three stages namely one-on-one trials of 3 students, small group trials of 10 students and field trials were carried out on class XI IPS as a control class and class XI IPA as an experimental class with 27 students in each class.The results of the three stages of the trial were declared "Good". Thus, the Japanese cave visualization media was stated effective to increase motivation to learn history of class XI Sudirman Kupang high school students

    UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KONSEP SHOOTING BOLA BASKET MELALUI MODIFIKASI SARANA PEMBELAJARAN

    Get PDF
    Modified basketball sport will be able to develop children’s skills faster than standard equipment for adults because they are not obstructed by equipment that is too heavy and the field is too broad according to the child, and finally that modified sport can foster joy and pleasure in children. Children in competitive situations by modifying learning by modifying learning tools.The use of aids in the form of modification of basketball learning facilities in the implementation of this research is an alternative that can be used by the teacher to draw student’s attention in learning. Before the implementation of the action, students who succeeded in completing the minimum score of 75 for learning outcomes in shooting basketball were 5 students out of 26 students or about 19,23%.Futhermore, it experienced an increase after taking action, namely the learning outcomes of shooting basketball increased to 96,2% or about 25 students. So that the quality of the learning process on the ability to perform basic motion shooting basketball that can be seen student leaning outcomnes that have been improved that has been done in class IX A Junior High School 1 Muaro Jambi district Muaro Jambi in an effort to improve learning outcomes in basketball shooting by implementing modification of learning fasilities managed to improve learning outcomes in basket ball shooting.Olahraga bola basket yang dimodifikasi akan mampu mengembangkan keterampilan anak lebih cepat dibanding dengan peralatan standar untuk orang dewasa karena tidak terhalang oleh peralatan yang terlalu berat dan lapangan yang tidak terlalu luas. Selanjutnya olahraga yang dimodifikasi dapat menumbuhkan kegembiraan dan kesenangan pada anak-anak dalam situasi kompetitif dengan memodifikasi sarana pembelajaran. Penggunaan alat bantu sebagai modifikasi sarana pembelajaran bola basket menjadi alternatif yang dapat digunakan oleh guru untuk memancing perhatian siswa dalam pembelajaran. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IXA SMPN 1 Muaro Jambi kabupaten Muaro Jambi. Sebelum pelaksanaan tindakan, siswa yang berhasil mencapai batas ketuntasan nilai minimal pada angka 75 untuk hasil belajar shooting bola basket sebanyak 5 siswa dari 26 siswa atau sekitar 19,23%.  Setelah dilakukan tindakan terjadi peningkatan hasil belajar shooting bola basket menjadi 96,2% atau sekitar 25 siswa. Sehingga peningkatan kualitas berupa proses pembelajaran pada kemampuan melakukan gerak dasar shooting bola basket. Jadi modifikasi sarana pembelajaran shooting bola basket telah berhasil meningkatkan hasil belajar siswa

    MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN RPP BERORIENTASI PPK, GLN DAN HOTS MELALUI SUPERVISI

    Get PDF
    Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah masih rendahnya kemampuan guru SMPN 3 Muko Muko Bathin VII dalam menyusun RPP berorientasi PPK, GLN dan HOTS. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan guru dalam merancang perangkat pembelajaran terutama menyusun RPP yang berorientasi PPK, GLN dan HOTS. Tindakan yang peneliti gunakan adalah supervisi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus mencakup empat tahapan pokok yaitu : Perencanaan, Pelaksanaan , Observasi dan Refleksi. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah lembar observasi, catatan lapangan dan kuisioner. Analisis data dilakukan setiap siklus untuk mengetahui pengaruh penggunaan tindakan terhadap peningkatan kompetensi guru. Selain itu juga digunakan sebagai pedoman dalam perencanaan tahap selanjutnya. Hasil dari penelitian ini adalah meningkatnya kompetensi guru SMPN 3 Muko Muko Bathin VII dalam menyusun RPP yang berorientasi PPK, GLN dan HOTS.  Peningkatan kemampuan guru menunjukkan peningkatan dari siklus 1 ke siklus 2 dimana dalam merancang penguatan pendidikan karakter selalu konsisten, kemampuan menyusun gerakan Literasi Nasional sebesar 18.2% dan  kemampuan menyusun  pembelajaran High Order Thinking Skill sebesar  27,3% sedangkan dalam pelaksanaan pembelajaran guru tetap konsisten mengembangkan penguatan pendidikan karakter, melaksanakan gerakan Literasi Nasional sebesar 18.2% serta peningkatan pelaksanaan pembelajaran HOTS sebesar 9.1%. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa supervisi merupakan tindakan yang tepat dalam meningkatkan kompetensi guru SMPN 3 Muko Muko Bathin VII dalam menyusun RPP.The problem of this research is the low ability of SMPN 3 Muko Muko Bathin VII teachers’ in arranging lesson plan which oriented to Character Education Strengthen, National Literation Movement and High Order Thinking Skill. This research is implemented to improve the teachers’ abillity in arranging the teaching preparation especially in arranging lesson plan which oriented to Character Education Strengthen, National Literation Movement and High Order Thinking Skill. I use supervision as the treatment. This research had two cycles. Each cycle included four phases. They are : planning, implementing, observing and reflecting. Data collection equipments are observation sheet, field note and questionnaire. Data analyzing is taken in each cycle to  know the influence of the treatment to improve the teachers’ ability and as the guidance in determining next planning. This research proved that the ability of SMPN 3 Muko Muko Bathin VII teachers in arranging lesson plan which oriented to Character Education Strengthen, National Literation Movement and High Order Thinking Skill increased well. The increasing of the teachers’ ability showed the advance from the first to the second cycle in arranging Character Education Strengthen learning is always consistent, the ability in designing National Literation Movement increase 18.2% and the aspect of High Order Thinking Skill increased 27,3%. While the implementation of teaching learning process, all teachers always consistent in building Character Education Strengthen, the implementation of National Literation Movement increased 18.2% and HOTS learning increased 9.1%. From the research, we can conclude that supervision is the appropriate treatment in advancing the teachers’ ability of SMPN 3 Muko Muko Bathin VII in designing lesson plan that oriented Character Education Strengthen, National Literation Movement and High Order Thinking Skill.&nbsp

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MIND MAPPING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN SEJARAH DI SMA NEGERI 8 PALEMBANG

    Get PDF
    The reality on the ground shows that most students often feel bored, lazy, sleepy, and bored with history lessons. Therefore, this study aims to determine the Effect of Mind Mapping Learning Model on Student Learning Outcomes in Historical Subjects at SMA Negeri 8 Palembang ". The method used in this research is quantitative research. Based on the results of research and analysis of data output "Test Statistics" known Asymp.Sig. (2-tailed) worth 0,000. Because the value of 0,000 <0.05, it can be concluded that "Ha is accepted". This means that there is a difference between pretest and posttest learning outcomes, so it can be concluded also that "There is an Effect of Mind Mapping Learning Models on Student Learning Outcomes in Historical Subjects at SMA Negeri 8 Palembang".Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa kebanyakan peserta didik sering kali merasa jenuh, malas, mengantuk, dan bosen terhadap pelajaran sejarah. Oleh sebab itu,penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Model Pembelajaran Mind Mapping terhadap Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran Sejarah di SMA Negeri 8 Palembang”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan analisas data output “Test Statistic” diketahui Asymp.Sig. (2-tailed) bernilai 0,000. Karena nilai 0,000 < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa “Ha diterima”. Artinya ada perbedaan antara hasil belajar pretest dan posttest, sehingga dapat disimpulkan pula bahwa “Ada Pengaruh Model Pembelajaran Mind Mapping terhadap Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran Sejarah di SMA Negeri 8 Palembang”

    272

    full texts

    384

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal STKIP-MB - Jurnal Muara Pendidikan STKIP Muhammadiyah Muara Bungo
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇