E-Journal STKIP-MB - Jurnal Muara Pendidikan STKIP Muhammadiyah Muara Bungo
Not a member yet
384 research outputs found
Sort by
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MENGGUNAKAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE NUMBER HEAD TOGETHER PADA SISWA KELAS V SDN 219/II BTN LINTAS ASRI KECAMATAN BUNGO DANI
This study aims to improve the learning outcomes of mathematics in class V students. This research was conducted at SDN 219/II BTN Lintas Asri District Bungo Dani.
This type of research is a classroom action research (PTK) carried out in collaboration with researchers and class teachers V grade student SDN 219/II BTN Lintas Asri consisting of 20 students. This study uses a number head together (NHT) model, this study was conducted in two cycles, the data collection methods used were tests and observations. Collected data were analyzed qualitatively and quantitatively.
The results showed an increase in student learning outcomes after the teacher applied the NHT learning model in integer arithmetic operations. In the first cycle the percentage of completeness of learning outcomes is 55% of students who have not completed 45%. In cycle II students learning completeness increased to 85% and students who were not yet 15% complete. As well as the result of observations of student activity has increased in cycle I that is 66% in cycle II to 91%.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika pada peserta didik kelas V. Penelitian ini dilakukan di SDN 219/II BTN Lintas Asri Kecamatan Bungo Dani.Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan secara kolaborasi peneliti bersama guru kelas dengan objek penelitian peserta didik kelas 219/II BTN Lintas Asri yang terdiri dari 20 peserta didik. Penelitian ini menggunakan model Number Head Together (NHT), penelitian ini dilakukan dua siklus, metode pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan observasi. Data yang terkumpul dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif.
Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar peserta didik setelah guru menerapkan model pembelajaran TGT dalam materi operasi hitung bilangan bulat. Pada siklus I persentase ketuntasan hasil belajar yaitu 55% peserta didik yang belum tuntas 45%. Pada siklus II ketuntasan belajar peserta didik meningkat menjadi 85% dan peserta didik yang belum tuntas 15%. Begitu pula dengan hasil observasi aktivitas peserta didik mengalami peningkatan pada siklus I yaitu 66% pada siklus II meningkat menjadi 91%
PENGARUH LATIHAN SENAM AYO BERGERAK INDONESIA TERHADAP TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA PUTRA KELAS VIII SMP N 8 KOTA JAMBI
Abstract
Gymnastics is a sport that is carried out en masse, starting from the elementary, middle, upper and public levels. In the past, gymnastics was very cultured, this is evidenced by the absence of differences in almost all circles of the gymnastics community both in groups and collectively, old, young, male, and female exercising together.
This study aims to determine "The Effect of Indonesian Move Gymnastics Exercise on the Physical Fitness Level of Class VIII Boys of SMP N 8 Jambi City. This research is an experimental study conducted with the aim of knowing whether there is a consequence of something imposed on the sample to be studied.
The research method used is an experimental method with a sample size of 36 people. The research method used is an experimental method with a sample size of 36 people. Before being given treatment, students began with (pretest), then were given treatment 16 times, after that it ended with (posttest). This exercise is carried out for 6 weeks with a frequency of training 3 times a week.
Based on the tests carried out, the following data were obtained, the initial test data for the average level of physical fitness was 12.83. Standard deviation 1.44. With the highest score of 16 and the lowest of 11. While the data for the final test, the level of physical fitness averaged 15.5. Standard deviation 1.34. With the highest score of 18 and the lowest of 13. The results of the analysis of the normality test for the initial test population obtained data L0 = 0.1357, L table = 0.1477. While the results of the analysis of the normality test for the final test population obtained data L0 = 0.1443, L table = 0.1477. Because L0 <Ltabel means that both data come from populations that are normally distributed. Homogeneity test results show Fcount (1.16) <Ftable (1.75), so the data is homogeneous. The -t test shows that there is a difference between (pretest) and (posttest) tcount (32.59)> ttable (1.689).
The results of this study prove that gymnastics let's move in Indonesia can improve the physical fitness of male students with a fitness level of 2.67. Based on the results of the study, it can be concluded that there is a significant effect of Indonesian gymnastics exercises on the level of physical fitness of male students of class VIII SMP 8 Jambi City.
Keywords: SABI, Against, Level, Fitness, PhysicalAbstrak
Senam merupakan olahraga yang dilakukan secara massal, mulai dari tingkat dasar, menengah, atas dan masyarakat umum. Pada masa lalu senam sangat membudaya, ini dibuktikan dengan tidak adanya perbedaan hampir seluruh kalangan masyarakat senam baik secara kelompok maupun secara gabungan, tua, muda, laki-laki, maupun perempuan melakukan senam secara bersama.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “Pengaruh Latihan Senam Ayo Bergerak Indonesia Terhadap Tingkat Kebugaran Jasmani Siswa Putra Kelas VIII SMP N 8 Kota Jambi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui ada tidaknya akibat dari sesuatu yang dikenakan pada sampel yang akan diteliti.
Metode penelitian yang dilakukan adalah metode eksperimen dengan jumlah sampel 36 orang. Teknik pengambilan sampel diambil berdasarkan dari jumlah populasi 159 orang (simple random sampling). Sebelum diberi perlakuan siswa diawali dengan (pretest), kemudian diberi perlakuan sebanyak 16 kali, setelah itu diakhiri dengan (posttest). Latihan ini dilakukan selama 6 minggu dengan frekuensi latihan 3 kali dalam seminggu.
Berdasarkan tes yang dilakukan diperoleh data sebagai berikut, data tes awal tingkat kebugaran jasmani rata-rata 12,83. Simpangan baku 1,44. Dengan nilai tertinggi 16 dan terendah 11. Sedangkan data untuk tes akhir tingkat kebugaran jasmani rata-rata 15,5. Simpangan baku 1,34. Dengan nilai tertinggi 18 dan terendah 13. Hasil analisis uji normalitas untuk populasi tes awal diperoleh data L0 = 0,1357, Ltabel = 0,1477. Sedangkan hasil analisis uji normalitas untuk populasi tes akhir diperoleh data L0 = 0,1443, Ltabel = 0,1477. Kerena L0 < Ltabel berarti kedua data berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Hasil uji homogenitas menunjukan Fhitung (1,16) < Ftabel (1,75), maka data bersifat homogen. Uji -t menunjukkan terdapat perbedaan antara (pretest) dan (posttest) thitung(32,59) > ttabel(1,689).
Hasil penelitian ini membuktikan bahwa senam ayo bergerak Indonesia dapat meningkatkan kebugaran jasmani siswa putra dengan tingkat kebugaran 2,67. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan latihan senam ayo bergerak Indonesia terhadap tingkat kebugaran jasmani siswa putra kelas VIII SMP 8 Kota Jambi.
Kata kunci: SABI, Terhadap, Tingkat, Kebugaran, Jasman
PERAN MOTIVASI INTERNAL ATLET BULUTANGKIS UNTUK BERPRESTASI DI KABUPATEN BUNGO
This study aims to discuss the role of athletes' internal motivation needed in achieving achievements in badminton. Achievement is the highest dream of an athlete that can be achieved with high motivation. This motivation can come from the athlete's self or outside encouragement. This research focuses on the invasion of badminton athletes to excel. This research is a qualitative research with descriptive method. Data obtained through observation, interviews and documentation studies. The data source in this study is the badminton athletes who are in the club under the guidance of PBSI Bungo district. From the results of data analysis it can be concluded that, athletes who are in PBSI fostered by Bungo district are so motivated to excel in badminton. This motivation arises from the desire to become like a champion, so that life can prosper like an idol athlete and want to enter print or electronic media.Penelitian ini bertujuan untuk membahas peran motivasi internal atlet yang diperlukan dalam meraih prestasi di cabang olahraga bulutangkis. Prestasi merupakan impian tertinggi dari atlet yang bisa dicapai dengan motivasi yang tinggi. Motivasi ini dapat berasal dari diri atlet atau dorongan dari luar. Penelitian ini barfokus pada mativasi atlet bulutangkis untuk berprestasi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini yaitu atlet bulutangkis yang berada di klub bawah binaan PBSI kabupaten Bungo. Dari hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa, atlet-atlet yang berada dalam binaan PBSI kabupaten Bungo begitu termotivasi untuk berprestasi di olahraga bulutangkis. Motivasi ini muncul atas keinginan untuk menjadi seperti juara, agar hidup bisa sejahtera layaknya atlet idola serta ingin masuk media cetak atau elektronik
PENGARUH METODE LATIHAN DINDING DAN METODE LATIHAN BERPASANGAN TERHADAP KETEPATAN PASSING
This research is due to the lack of accuracy in passing under the volleyball game of SMP Negeri 1 Limbur Lubuk Mengkuang.The purpose of this study was to determine the effect of dinsing and pairing exercises on the accuracy of under-passing in the volleyball game SMP Negeri 1 Limbur Lubuk Mengkuang. This type of research is a quasi-experiment to see the effect of the training method of wall and pair training on the accuracy of lower passing in volleyball.
The population in this study were all students of SMP Negeri 1 Limbur Lubuk Mengkuang, totaling 161 people. Sampling using a purposive sampling technique with a total sample of 26 people. The sample was divided into two groups through ordinal pairing technique, each group consisting of 13 people. Before the test is continued, pre-test and post-test will be conducted.
Research results are (1) the wall training method gives a significant effect on the accuracy of under passing in volleyball games. It can be found with, thitung = 9.11> ttabel = 1.78 (2) the paired training method gives a significant effect on the accuracy of under passing in volleyball this can be known by, thitung = 8.94> ttabel = 1.78. (3) there is a significant difference in effect between the wall method group training with the pair method trainingto the accuracy of under passing in this volleyball game it can be found with thitung = 3.04> ttabel = 1.78. so the wall and pairing method can provide the accuracy of under passing in a volleyball game SMPNegeri 1 Limbur Lubuk Mengkuang.
Penelitian ini di latar belakangi kurangnya ketepatan passing bawah dalam permainan bola voli SMP Negeri 1 Limbur Lubuk Mengkuang. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode latihan dinding dan berpasangan terhadap ketepatan passing bawah dalam permainan bolavoli SMPNegeri 1 Limbur Lubuk Mengkuang. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu untuk melihat pengaruh metode latihan dinding dan metode latihan berpasanganterhadap ketepatan passing bawah dalam permainan bola voli SMPNegeri 1 Limbur Lubuk Mengkuang.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa/i SMPNegeri 1 Limbur Lubuk Mengkuang yang berjumlah 161 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive samplingdengan jumlah sampel sebanyak 26 orang.Sampel dibagi menjadi dua kelompok melalui teknik ordinal pairing yang tiap kelompok terdiri dari 13 orang. Sebelum tes di lanjutkan maka akan di lakukan pre-test dan pos-test.
Hasil penelitian adalah (1) metode latihan dinding memberikan pengaruh yang berarti terhadap ketepatan passing bawah dalam permainan bola voli hal ini dapat diketahui dengan thitung = 9,11 > ttabel = 1,78. (2) metode latihan berpasanganmemberikan pengaruh yang berarti terhadap ketepatan passing bawah dalam permainan bola voli hal ini dapat diketahui dengan thitung = 8,94 > ttabel = 1,78. (3) Terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara kelompok metode latihan dindingdanmetode latihan berpasanganterhadap ketepatan passing bawah dalam permainan bola voli hal ini dapat diketahui dengan thitung = 3,04 > ttabel = 1,78. Sehingga metode latihan dinding dan metode latihan berpasangan dapat memiliki pengaruh yang signifikan terhadap ketepatanpassing bawah dalam permainan bol
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMPN 7 MUARO JAMBI MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA MELALUI PENERAPAN MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING
Model Pembelajaran merupakan suatu teknik pembelajaran yang digunakan guru dalam mengajarkan suatu pokok bahasan tertentu dan dalam pemilihan suatu model harus disesuaikan terlebih dahulu dengan materi pelajaran. Tingkat perkembangan kognitif siswa dan sarana atau fasilitas yang tersedia sesuai dengan tujuan pembelajaran sehingga model pembelajaran yang diharapkan dapat tercapai.
Pelaksanaan pembelajaran tentang Penyampaian cerita dengan penerapan model Contextual Teaching And Learning (CTL). CTL merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapan dalam kehidupan mereka sehari-hari. Model CTL berjalan sesuai dengan skenario yang ada pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan telah berhasil menciptakan situasi belajar yang kondusif yakni peserta didik terlibat secara langsung pada proses pembelajaran, juga dapat meningkatkan hasil belajar siswa untuk belajar Bahasa Indonesia yang semula dianggap membosankan.
Tingkat pemahaman siswa tentang penyampaian cerita setelah pembelajaran menggunakan model Pembelajaran CTL dapat meningkat dengan baik, ini dapat dilihat dari hasil evaluasi yaitu pada siklus 1 memperoleh nilai rata-rata 67 kategori cukup dan pada siklus ke 2 memperoleh nilai rata-rata 80 dengan kategori baik. Setelah diberikan tindakan dengan penggunaan penerapan Model Contextual Teaching and Learning (CTL) pada siklus 1 ketuntasan belajar siswa adalah 74% atau 20 siswa. Sedangkan pada siklus 2 ketuntasan klasikal belajar siswa meningkat mencapai 93% atau 25 siswaLearning Model is a learning technique that is used by teachers in teaching a particular subject and in the selection of a model must be adjusted in advance with the subject matter. The level of cognitive development of students and the facilities or facilities available in accordance with the learning objectives so that the expected learning model can be achieved.
Implementation of learning about the delivery of stories by applying the Contextual Teaching And Learning (CTL) model. CTL is a learning concept that helps teachers relate to students' real-world situations and encourages students to make connections between the knowledge they have and their application in their daily lives. The CTL model runs in accordance with the scenarios in the Learning Implementation Plan (RPP), and has succeeded in creating a conducive learning situation where students are directly involved in the learning process, can also improve student learning outcomes for learning Indonesian which was initially considered boring.
The level of students' understanding of the delivery of stories after learning to use the CTL learning model can increase well, this can be seen from the results of the evaluation that in cycle 1, the average score of 67 categories was sufficient and in the second cycle it obtained an average score of 80 with a good category. After being given an action by using the application of the model of conventional teaching and learning (CTL) in cyle 1 students learning completeness is 74% or 20 Students. While in cycle 2 the classical learning achievement to 93% or 25 Students
PENGENALAN OPEN ENDED PROBLEM UNTUK GURU SD NO. 166/II DESA TIRTA MULYA DALAM PEMBELAJARAN
Salah satu pembelejaran yang dapat dilakukan oleh guru adalah dengan menggunakan pembelajaran open ended ataupun memberikan pembelajaran dengan soal open ended. Pembelaran open ended adalah pembelajaran yang dilaksanakan dengan menentukan masalah, dan masalah tersebut harus dieselesaikan secara terbuka. Tujuan dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini adalah agar setelah melaksanakan program, masyarakat dapat meningkatkan kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran open ended. Kemudian, Membina hubungan baik dengan guru di SDN 166/II Tirta Mulya. Beberapa hal yang dapat disimpulkan dari hasil kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat, ini adalah Pemahaman guru tentang pembelajaran open ended sudah baik dan pemahaman guru tentang pengembangan soal open ended sdah cukup baik
PENGEMBANGAN MEDIA INTERAKTIF PADA MATA PELAJARAN KOMPUTER DAN JARINGAN DASAR DI SMKN 5 BATANGHARI
The purpose of this study was to develoved an Interactive Media on basic computers and networks Subjects and test whether the media can better improve the basic computers and networks. A four-D Research and Development (R & D) study had been applied to develop and test the validity, practicality, and effectiveness of the Interactive Media inteaching basic computers and networks. The steps consisted of define; design; develop; and disseminate. The testing for content validity of the Interactive Media was found valid. Based on the teachers and the students response on the practicality, it was found that this media was found highly practical. Based on the learning outcomes the effectiveness of the media was found effective. Based on the data analysis, it was found that the Interactive Media can better improve the students' learning outcome on the basic computers and networks for Grade X at SMKN 5 Batanghari.Tujuan penelitian adalah untuk menghasilkan media pembelajaran interaktif pada mata pelajaran Komputer dan jaringan dasar yang layak digunakan untuk pembelajaran individual. Penelitian ini menggunakan model Four-D untuk mengembangkan dan menguji kelayakan media pembelajaran interaktif dalam pembelajaran komputer dan jaringan dasar. Tahap-tahap penelitian meliputi pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan penyebaran. Hasil pengujian validitas media pembelajaran interaktif menunjukkan bahwa media pembelajaran sudah valid. Berdasarkan respon guru dan siswa mengenai praktikalitas media menunjukkan bahwa media pembelajaran sangat praktis serta berdasarkan hasil belajar menunjukkan bahwa media pembelajaran sudah efektif digunakan pada pembelajaran komputer dan jaringan dasar. Hasil analisis data menunjukkan media pembelajaran interaktif lebih baik dalam meningkatkan pembelajaran siswa pada proses pembelajaran Komputer dan Jaringan Dasar kelas X di SMKN 5 Batanghari
MENGGUNAKAN PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MAHASISWA PADA MATA KULIAH PENGANTAR PENDIDIKAN DI STKIP MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO
The main problem in this research is that the activities and learning outcomes of students in the introductory course have not reached the predetermined standard. The purpose of this study was to increase the Activities and Learning Outcomes of PGSD STKIP Muhammadiya Muara Bungo. The type of research used is PTK. The research subjects of the first semester students (one) of the 2019/2020 Academic Year, totaling 24 students. Data collection techniques using tests, observation data, activity assessment rubrics. The data analysis technique used is descriptive quantitative and qualitative. The results of the study of learning activities can be increased as evidenced by the cycle I to III category is quite active and cycle IV is active category). The scientific approach can also improve student learning outcomes as evidenced by the increasing learning outcomes from cycle I to IV, starting from 3.46; 3.73; 3,74; and 3.86). Thus the scientific approach can increase the activeness and learning outcomes of students in the Introduction to Education course at the STKIP Muhammadiya Muara Bungo.Masalah utama dalam penelitian ini adalah aktivitas dan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Pengantar belum mencapai standar yang telah ditentukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar mahasiswa PGSD pada mata kuliah Pengantar Pendidikan di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiya Muara Bungo. Jenis penelitian yang digunakan adalah PTK. Subjek penelitian mahasiswa semester I (satu) Tahun Akademik 2019/2020 yang berjumlah 24 mahasiswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, data hasil observasi, rubrik penilaian aktivitas. Teknik analisi data yang digunakan berupa deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian aktivitas belajar dapat meningkat dibuktikan oleh siklus I sampai III kategori cukup aktif dan siklus IV kategori aktif). Pendekatan saintifik juga dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa dibuktikan oleh hasil belajar dari siklus I sampai IV semakin meningkat, mulai 3,46; 3,73; 3,74; dan 3,86). Dengan demikian pendekatan saintifki dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Pengantar Pendidikan di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiya Muara Bungo
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN PROSES DAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN KELAS IV SDN 131/II SKB KECAMATAN BATHIN III KABUPATEN BUNGO
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas IV SDN 131/II SKB dengan jumlah 32 peserta didik, terdiri dari 12 peserta didik laki-laki dan 20 peserta didik perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, tes hasil belajar dan dokumentasi. Instrumen penelitian menggunakan soal tes dan lembar observasi. Teknis analisis data menggunakan deskriptif kuantitaif dan kualitatif. Indikator keberhasilan nilai rata-rata hasil tes PKn meningkat dan ketuntasan belajar peserta didik dalam satu kelas telah memenuhi Kriteria Ketuntasan Maksimal (KKM) mata pelajaran PKn yang telah ditetapkan di SDN 131/II SKB Kecamatan Bathin III Kabupaten Bungo yaitu 70. Pembelajaran dikatakan tuntas apabila > 70. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pada Tema 9 Kayanya Negeriku dengan Penerapan model kooperatif tipe Make A Match dapat meningkatkan proses belajar PKn kelas IV. Hal ini sesuai dengan pengamatan observer yang telah dilakukan pada peserta didik mulai dari siklus I sampai siklus II 58% meningkat sebesar 25% pada siklus II menjadi 82,5%. Dan terjadi juga peningkatan aktivitas guru dari siklus I 60% meningkat sebesar 25% pada siklus II menjadi 8,5. Hasil penelitian menunjukan bahwa Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match dapat meningkatkan hasil belajar PKn pada peserta didik kelas IV SDN 131/II SKB Kecamatan Bathin III Kabupaten Bungo. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya peningkatan hasil belajar dari pra tindakan ke siklus I dari 32 peserta didik rata-rata nilai PKn adalah (60%) dari 32 peserta didik yang tuntas sebanyak 19 peserta didik dan terjadi peningkatan di siklus ke II dengan nilai rata-rata peserta didik (75%), siklus ke II dari 32 peserta didik dan yang tuntas sebanyak 24 orang peserta didik
PENGINTEGRASIAN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS ALQUR’AN DALAM PEMBELAJARAN IPA BAGI MAHASISWA PGSD STKIP MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO
This research was motivated by the problem of the low character values shown by students during science learning. So far, science learning has emphasized the aspects of cognition and has not promoted the importance of planting character values in learning. A change in the teaching paradigm is deemed necessary where it is necessary to align the conceptual mastery and character improvement. The character values developed in science learning can be based on the Al-Qur'an. Because basically character values come from religious values. The purpose of this study was to describe the learning tools, the implementation of learning, the advantages and disadvantages of the integrated learning system of character education based on the Qur'an in science learning for students of PGSD STKIP-MB. This research was conducted at STKIP-MB, with the research subjects being students of the PGSD Study Program semester II of the 2019/2020 Academic Year. This type of research is a descriptive study using a quantitative approach. The results of the research obtained the suitability of the RPS reached 91.07%. This means that it has shown an integration of planting character values based on the Qur'an in the components of the RPS. Apart from that, from the results of the questionnaire analysis, the percentage of success in cultivating character education based on the Qur'an in students reached 82.35%. This means that after learning science through the integration of character education based on the Qur'an, it has a positive effect on the personal development of students, where the character values in students can be built very well.Penelitian ini dilatarbelakangi masalah rendahnya nilai-nilai karakter yang ditunjukkan mahasiswa saat pembelajaran IPA. Selama ini pembelajaran IPA lebih menekankan pada aspek kognisi dan belum menggalakkan pentingnya penanaman nilai-nilai karakter di dalamnya pembelajaran. Perubahan paradigma mengajar dirasa perlu dilakukan dimana perlu penyelarasan antara penguasaan konsep maupun perbaikan karakter. Nilai karakter yang dikembangkan dalam pembelajaran IPA dapat dilandaskan dalam Al-Qur’an. Sebab pada dasarnya nilai karakter bersumber dari nilai-nilai agama. tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan perangkat pembelajaran, implementasi pembelajaran, keunggulan dan kelemahan sistem pembelajaran integrasi pendidikan karakter berbasis Al-Qur’an dalam pembelajaran IPA bagi mahasiswa PGSD STKIP-MB. Penelitian ini dilaksanakan di STKIP-MB, dengan subyek penelitian adalah mahasiswa Prodi PGSD semester II Tahun Akademik 2019/2020. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian yang didapatkan kesesuaian RPS mencapai 91,07%. Artinya telah menunjukkan adanya integrasi penanaman nilai-nilai karakter berbasis Al-Qur’an di dalam komponen-komponen penyusun RPS. Selain itu dari hasil analisis angket, persentase keberhasilan penanaman pendidkan karakter berbasis Al-Qur’an pada mahasiswa mencapai 82,35%. Artinya setelah adanya pembelajaran IPA melalui pengintegrasian pendidikan karakter berbasis Al-Qur’an berpengaruh positif terhadap perkembangan pribadi mahasiswa, dimana nilai-nilai karakter pada diri mahasiswa dapat terbangun dengan sangat baik.